Hak dan Kewajiban Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

Siti Aidah

Updated on:

Hak dan Kewajiban Pekerja Migran Indonesia di Taiwan
Direktur Utama Jangkar Groups

Hak dan Kewajiban Pekerja Migran Indonesia di Taiwan perlu di pahami sejak sebelum keberangkatan sampai masa kerja selesai. Pemahaman tersebut penting karena PMI tidak hanya memiliki hak untuk memperoleh perlindungan dan perlakuan yang layak, tetapi juga mempunyai kewajiban untuk mematuhi peraturan di Taiwan serta menjalankan pekerjaan sesuai perjanjian kerja.

Dalam pelaksanaannya, hak pekerja migran Indonesia di Taiwan dapat berkaitan dengan upah, perlindungan hukum, keselamatan, akses komunikasi, dokumen perjalanan, informasi pekerjaan, serta bantuan ketika menghadapi perselisihan. Sementara itu, kewajiban PMI mencakup kepatuhan terhadap hukum, kontrak kerja, aturan tempat kerja, serta ketentuan yang berlaku selama tinggal di Taiwan.

DAFTAR ISI

Karena itu, memahami hak dan kewajiban secara seimbang dapat membantu PMI menjalankan pekerjaan dengan lebih aman. Selain itu, pengetahuan tersebut membuat pekerja lebih mampu mengenali apabila terjadi kondisi yang tidak sesuai dengan perjanjian atau ketentuan yang berlaku.

Secara umum, pemerintah Indonesia juga menetapkan hak dan kewajiban Pekerja Migran Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017. Untuk hak tersebut mencakup pekerjaan sesuai kompetensi, informasi yang benar, perlakuan tanpa diskriminasi, upah, bantuan hukum, akses komunikasi, penguasaan dokumen perjalanan, serta perlindungan selama bekerja.

Baca Juga : Pekerja Migran Indonesia di Taiwan: Panduan Lengkap untuk PMI

Hak Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

Hak Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

Hak pekerja migran Indonesia di Taiwan tidak hanya berkaitan dengan menerima gaji. Seorang PMI juga berhak memperoleh informasi yang benar mengenai pekerjaan, mengetahui isi perjanjian kerja, memperoleh perlindungan sesuai aturan, serta mendapatkan akses bantuan apabila menghadapi persoalan.

Pada saat yang sama, bentuk perlindungan dapat berbeda berdasarkan sektor pekerjaan. Pekerja pada sektor yang berada dalam cakupan aturan ketenagakerjaan tertentu dapat memiliki perlindungan yang berbeda dengan pekerja rumah tangga atau caregiver. Oleh sebab itu, hak PMI perlu di pahami berdasarkan jenis pekerjaan dan hubungan kerja yang di jalankan.

Hak Mendapatkan Informasi Pekerjaan

Sebelum bekerja, PMI berhak memperoleh informasi yang benar mengenai pekerjaan yang akan di jalankan. Sehingga informasi tersebut seharusnya tidak hanya menjelaskan nama jabatan, tetapi juga memberikan gambaran mengenai kondisi kerja.

Informasi penting dapat mencakup:

  • Nama pemberi kerja.
  • Lokasi pekerjaan.
  • Jenis pekerjaan.
  • Tugas utama.
  • Besaran upah.
  • Jam kerja.
  • Hari libur.
  • Fasilitas yang di berikan.
  • Ketentuan tempat tinggal.
  • Durasi perjanjian kerja.
  • Ketentuan pemutusan hubungan kerja.
  • Kemudian, ketentuan lain yang tercantum dalam perjanjian.

Informasi tersebut penting karena keputusan untuk bekerja di Taiwan sebaiknya di ambil berdasarkan kondisi pekerjaan yang sebenarnya. Apabila informasi yang di terima sebelum keberangkatan berbeda dengan isi perjanjian, pekerja sebaiknya meminta penjelasan sebelum menyetujui ketentuan tersebut.

Baca Juga : Kontrak Kerja PMI Taiwan: Isi, Ketentuan, Hal yang Perlu Diperiksa

Hak Memperoleh Perjanjian Kerja

PMI berhak mengetahui isi perjanjian kerja yang menjadi dasar hubungan kerja dengan pemberi kerja. Perjanjian tersebut perlu di pahami sebelum pekerjaan di jalankan agar pekerja mengetahui hak sekaligus kewajibannya.

Secara umum, beberapa bagian yang perlu di perhatikan meliputi:

  • Identitas pekerja.
  • Identitas pemberi kerja.
  • Jabatan atau jenis pekerjaan.
  • Lokasi kerja.
  • Tugas pekerjaan.
  • Upah.
  • Jam kerja.
  • Waktu istirahat.
  • Hari libur.
  • Ketentuan lembur.
  • Fasilitas tertentu.
  • Kemudian, ketentuan pemutusan kontrak.

Hak untuk memperoleh penjelasan mengenai perjanjian kerja juga termasuk bagian dari hak PMI menurut ketentuan pelindungan pekerja migran Indonesia.

Hak Mendapatkan Upah

Upah merupakan salah satu hak utama pekerja migran Indonesia di Taiwan. Besaran dan mekanisme pembayaran perlu di pahami berdasarkan sektor pekerjaan serta perjanjian yang berlaku.

Untuk pekerja yang termasuk dalam cakupan Labor Standards Act Taiwan, ketentuan upah minimum berlaku tanpa membedakan pekerja lokal dan pekerja asing. Namun, pekerja rumah tangga dalam kategori tertentu tidak termasuk dalam cakupan undang-undang tersebut sehingga pengaturan upah mengacu pada kesepakatan dalam hubungan kerja.

Karena itu, PMI perlu memahami bahwa aturan penghasilan tidak selalu sama untuk setiap jenis pekerjaan. Isi kontrak menjadi sangat penting ketika pekerja perlu memeriksa gaji, fasilitas makan, tempat tinggal, atau komponen lain yang berkaitan dengan penghasilan.

Baca Juga : Gaji Pekerja Migran Indonesia di Taiwan: Komponen Penghasilan

Hak Perlindungan Pekerja Migran di Taiwan

Hak perlindungan pekerja migran Indonesia di Taiwan mencakup aspek keselamatan, keamanan, hukum, dan kondisi kerja. Perlindungan tersebut menjadi penting karena PMI bekerja di negara lain dengan sistem hukum dan lingkungan sosial yang berbeda.

Pekerja tidak seharusnya kehilangan hak hanya karena berstatus sebagai pekerja asing. Selama bekerja secara legal dan memenuhi ketentuan yang berlaku, PMI memiliki akses terhadap mekanisme konsultasi dan pengaduan yang tersedia di Taiwan.

Hak Mendapatkan Perlindungan Hukum

PMI berhak memperoleh perlindungan dan bantuan hukum ketika menghadapi tindakan yang merendahkan martabat atau perselisihan ketenagakerjaan. Selain itu, ketentuan pelindungan pekerja migran Indonesia juga mengakui hak memperoleh bantuan hukum sesuai peraturan Indonesia dan negara tujuan penempatan.

Di Taiwan, pekerja asing yang mengalami perselisihan mengenai kontrak atau hak ketenagakerjaan dapat meminta bantuan melalui Foreign Workers Consultation Service Center atau otoritas ketenagakerjaan pemerintah daerah.

Hak Mendapatkan Bantuan Ketika Terjadi Perselisihan

Perselisihan dapat berkaitan dengan upah, kontrak, kondisi pekerjaan, perlakuan pemberi kerja, atau persoalan lainnya. Dalam keadaan seperti ini, PMI sebaiknya menggunakan saluran resmi sebelum mengambil keputusan yang dapat memengaruhi status pekerjaannya.

Pusat konsultasi pekerja asing di Taiwan menyediakan layanan konsultasi kehidupan, pekerjaan, hukum, penerjemahan, serta bantuan dalam penyelesaian perselisihan. Selain itu, layanan tersebut juga tersedia dengan dukungan bahasa Indonesia.

Baca Juga : Masalah yang Sering Dihadapi PMI di Taiwan dan Cara Mengatasi

Hak Mendapatkan Layanan Pengaduan

PMI dapat menggunakan saluran pengaduan apabila haknya tidak di penuhi atau terjadi masalah dalam hubungan kerja. Salah satu saluran penting adalah hotline 1955.

Layanan tersebut menyediakan konsultasi dan perlindungan selama 24 jam serta menyediakan layanan dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian, kendala bahasa tidak seharusnya menjadi alasan bagi pekerja untuk mengabaikan persoalan yang sedang di hadapi.

Baca Juga : Asuransi untuk PMI Taiwan: Jenis dan Perlindungannya

Hak PMI atas Dokumen dan Identitas

Dokumen perjalanan merupakan bagian penting dari perlindungan pekerja migran. PMI perlu memiliki akses terhadap dokumen pribadi yang menjadi dasar identitas dan perjalanan selama berada di Taiwan.

Menurut informasi JDIH BP2MI mengenai hak dan kewajiban PMI, pekerja memiliki hak untuk menguasai dokumen perjalanan selama bekerja serta memperoleh dokumen dan perjanjian kerja.

Hak Menguasai Dokumen Perjalanan

Dokumen seperti paspor merupakan identitas penting bagi PMI. Pekerja perlu dapat mengakses dan menguasai dokumen tersebut untuk kebutuhan yang sah.

Secara umum, dokumen pribadi yang perlu di jaga antara lain:

  • Paspor.
  • ARC.
  • Salinan perjanjian kerja.
  • Dokumen izin kerja yang berkaitan.
  • Dokumen identitas.
  • Dokumen asuransi jika tersedia.
  • Dokumen penting lain yang berkaitan dengan status pekerjaan.

Pekerja sebaiknya menyimpan salinan dokumen secara aman. Selain itu, salinan tersebut dapat membantu ketika dokumen asli hilang atau ketika pekerja membutuhkan informasi untuk mengajukan bantuan.

Hak Mendapatkan Akses Komunikasi

Akses komunikasi juga merupakan bagian dari hak PMI. Pekerja perlu dapat berkomunikasi dengan keluarga, pihak yang membantu, maupun lembaga yang dapat memberikan perlindungan.

Kemampuan untuk berkomunikasi menjadi semakin penting ketika pekerja menghadapi keadaan darurat atau perselisihan. Taiwan menyediakan layanan 1955 yang dapat di gunakan oleh pekerja asing untuk konsultasi dan pengaduan, termasuk dengan dukungan bahasa Indonesia.

Baca Juga : ARC Taiwan untuk PMI: Pengertian, Fungsi, Cara Mengurusnya

Hak atas Kondisi Kerja yang Sesuai

Kondisi kerja perlu di jalankan sesuai perjanjian dan ketentuan yang berlaku. Perubahan sepihak terhadap kondisi kerja dapat menimbulkan persoalan sehingga pekerja perlu mengetahui apa yang sudah di sepakati sejak awal.

Pemerintah Taiwan menjelaskan bahwa untuk kondisi tertentu, ketentuan upah dan fasilitas dapat di atur dalam perjanjian kerja. Perubahan kondisi kerja selama kontrak juga tidak seharusnya di lakukan secara sepihak apabila membutuhkan persetujuan kedua pihak.

Hak Menjalankan Pekerjaan Sesuai Kontrak

PMI memiliki hak untuk menjalankan pekerjaan sesuai jenis pekerjaan yang telah di sepakati. Perubahan tugas yang signifikan sebaiknya tidak langsung di terima tanpa memahami dasar dan ketentuannya.

Hal yang perlu di perhatikan meliputi:

  • Jenis pekerjaan.
  • Lokasi kerja.
  • Tugas utama.
  • Pemberi kerja.
  • Jam kerja.
  • Pengaturan lembur.
  • Waktu istirahat.
  • Hari libur.
  • Kemudian, komponen upah.

Jika kondisi yang di jalankan berbeda jauh dari perjanjian, pekerja dapat meminta penjelasan. Apabila masalah tidak dapat di selesaikan, bantuan dari layanan ketenagakerjaan dapat di gunakan.

Hak atas Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja merupakan bagian penting dari perlindungan pekerja. Pemberi kerja memiliki kewajiban tertentu berkaitan dengan pengelolaan pekerja asing selama masa kerja.

PMI juga perlu memahami prosedur keselamatan di tempat kerja dan melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan. Sikap tersebut membantu mencegah kecelakaan dan memperkuat perlindungan apabila terjadi kejadian yang tidak di inginkan.

Baca Juga : Jam Kerja dan Hak Libur PMI di Taiwan

Hak atas Perlindungan Asuransi

Perlindungan asuransi bagi PMI di Taiwan perlu di pahami berdasarkan jenis pekerjaan dan status kepesertaan. Tidak semua kategori pekerja memiliki ketentuan yang sama.

Kementerian Tenaga Kerja Taiwan menjelaskan bahwa pekerja asing yang bekerja secara legal pada kategori yang termasuk ketentuan tertentu wajib di ikutkan dalam labor insurance oleh pemberi kerja. Namun, beberapa kategori termasuk pekerja rumah tangga dan caregiver yang bekerja untuk individu dapat berada dalam skema kepesertaan sukarela.

Hak Mengetahui Status Kepesertaan

PMI berhak mengetahui apakah dirinya telah di ikutkan dalam program perlindungan yang berlaku. Informasi tersebut penting agar pekerja tidak mengira dirinya memperoleh perlindungan tertentu padahal status kepesertaannya berbeda.

Pekerja dapat meminta informasi mengenai:

  • Jenis asuransi.
  • Status kepesertaan.
  • Pihak yang mendaftarkan.
  • Manfaat perlindungan.
  • Ketentuan penggunaan.
  • Kemudian, dokumen yang perlu di simpan.

Hak atas Perlindungan Ketika Mengalami Risiko Kerja

Apabila terjadi kecelakaan atau kondisi lain yang berkaitan dengan pekerjaan, PMI perlu segera mengikuti prosedur yang berlaku. Selain itu, dokumen medis dan bukti kejadian sebaiknya di simpan untuk mendukung proses administrasi.

Pekerja juga dapat meminta informasi kepada pihak yang berwenang apabila tidak memahami mekanisme perlindungan. Dengan demikian, hak atas perlindungan tidak berhenti pada kepesertaan, tetapi juga mencakup kemampuan pekerja menggunakan mekanisme yang tersedia.

Baca Juga : Medical Check Up untuk PMI Taiwan: Syarat dan Prosedurnya

Kewajiban Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

Selain memiliki hak, pekerja migran Indonesia di Taiwan mempunyai kewajiban yang harus di jalankan. Kewajiban tersebut penting untuk menjaga hubungan kerja, status legal, serta keamanan pekerja selama berada di negara tujuan.

UU Nomor 18 Tahun 2017 menyebutkan kewajiban PMI untuk menaati peraturan perundang-undangan di Indonesia dan negara tujuan, menghormati adat atau kebiasaan negara tujuan, menjalankan pekerjaan sesuai perjanjian kerja, serta melaporkan kedatangan, keberadaan, dan kepulangan kepada Perwakilan Republik Indonesia sesuai ketentuan.

Kewajiban Mematuhi Hukum Taiwan

PMI wajib mematuhi hukum yang berlaku di Taiwan. Status sebagai pekerja asing tidak membuat seseorang bebas dari kewajiban untuk mengikuti aturan negara tempat bekerja.

Kepatuhan tersebut dapat berkaitan dengan:

  • Aturan ketenagakerjaan.
  • Ketentuan keimigrasian.
  • Peraturan tempat tinggal.
  • Ketentuan lalu lintas.
  • Aturan keselamatan.
  • Ketentuan administrasi pekerja asing.
  • Peraturan lain yang berlaku secara umum.

Pelanggaran dapat menimbulkan konsekuensi administratif maupun hukum. Karena itu, pekerja perlu memahami aturan dasar sebelum mengambil tindakan yang dapat memengaruhi status tinggal atau pekerjaan.

Kewajiban Menghormati Adat dan Kebiasaan

PMI juga berkewajiban menghormati adat, kebiasaan, serta norma sosial yang berlaku di Taiwan. Penyesuaian tersebut tidak berarti pekerja harus meninggalkan identitas pribadi, tetapi perlu memahami batas perilaku yang sesuai di lingkungan kerja dan masyarakat.

Sikap saling menghormati dapat membantu mengurangi konflik dengan pemberi kerja maupun masyarakat sekitar. Selain itu, kemampuan beradaptasi membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih mudah di jalankan.

Baca Juga : Cara Kerja di Taiwan untuk Warga Negara Indonesia

Kewajiban Menjalankan Kontrak Kerja

Kontrak kerja menjadi dasar penting dalam hubungan antara PMI dan pemberi kerja. Karena itu, pekerja wajib menjalankan pekerjaan sesuai ketentuan yang telah di sepakati.

Kewajiban tersebut tidak berarti pekerja harus menerima setiap perubahan secara sepihak. Sebaliknya, pekerja perlu menjalankan isi kontrak sekaligus memahami hak yang melekat pada perjanjian tersebut.

Kewajiban Menjalankan Tugas

PMI wajib menjalankan tugas sesuai pekerjaan yang telah di sepakati. Pekerja juga perlu menjaga kualitas pekerjaan dan mengikuti instruksi yang wajar dari pemberi kerja.

Secara umum, beberapa bentuk kewajiban dapat meliputi:

  • Hadir sesuai jadwal.
  • Menjalankan tugas sesuai kontrak.
  • Menjaga peralatan kerja.
  • Mengikuti prosedur keselamatan.
  • Menjaga kebersihan sesuai tugas.
  • Menghormati pemberi kerja.
  • Kemudian, melaporkan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan.

Kewajiban Mematuhi Aturan Tempat Kerja

Setiap tempat kerja dapat memiliki aturan internal. PMI perlu memahami aturan tersebut selama tidak bertentangan dengan hak pekerja dan ketentuan hukum.

Apabila terdapat aturan yang tidak di pahami, pekerja sebaiknya meminta penjelasan. Cara tersebut lebih aman daripada langsung menolak atau mengambil tindakan yang dapat memperburuk hubungan kerja.

Baca Juga : Syarat Kerja di Taiwan untuk PMI Indonesia

Status legal merupakan bagian yang sangat penting bagi pekerja migran Indonesia di Taiwan. PMI perlu memastikan bahwa izin kerja, izin tinggal, serta dokumen lain yang berkaitan tetap sesuai dengan pekerjaannya.

Kewajiban Menjaga Dokumen

Dokumen pribadi perlu di simpan dengan baik. Selain dokumen asli, PMI sebaiknya memiliki salinan atau rekaman digital yang aman.

Dokumen yang perlu di jaga antara lain:

  • Paspor.
  • ARC.
  • Perjanjian kerja.
  • Dokumen izin kerja.
  • Dokumen kepesertaan asuransi.
  • Dokumen identitas.
  • Dokumen lain yang berkaitan dengan pekerjaan.

Kewajiban Mengikuti Administrasi yang Berlaku

PMI perlu mengikuti kewajiban administratif yang berlaku selama bekerja. Administrasi tersebut dapat mencakup pemeriksaan kesehatan, izin tinggal, pelaporan, maupun ketentuan lain yang berkaitan dengan status pekerja.

Pemerintah Taiwan juga menetapkan sejumlah administrasi setelah pekerja asing tiba, termasuk pemeriksaan kesehatan, pemberitahuan kedatangan, izin kerja, ARC, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan kerja, dan labor insurance sesuai kategori pekerja.

Baca Juga : Dokumen yang Dibutuhkan untuk Kerja di Taiwan

Kewajiban Melaporkan Kondisi Tertentu

Pelaporan merupakan bagian penting dari perlindungan pekerja migran. PMI tidak sebaiknya menyimpan persoalan serius sendirian ketika masalah tersebut dapat mengancam keselamatan atau status legal.

Melaporkan Kedatangan dan Keberadaan

Ketentuan pelindungan PMI mewajibkan pekerja untuk melaporkan kedatangan, keberadaan, dan kepulangan kepada Perwakilan Republik Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.

Pelaporan membantu memastikan keberadaan PMI dapat di ketahui dalam sistem perlindungan. Hal tersebut juga dapat membantu ketika pekerja membutuhkan bantuan dalam keadaan tertentu.

Melaporkan Masalah Serius

Masalah seperti kekerasan, ancaman, penahanan dokumen, persoalan upah, atau perselisihan kerja perlu di tangani melalui jalur yang tepat. PMI dapat menggunakan layanan konsultasi pekerja asing dan otoritas ketenagakerjaan apabila membutuhkan bantuan.

Pekerja juga dapat menghubungi hotline 1955 yang menyediakan layanan konsultasi dan pengaduan selama 24 jam. Dukungan bahasa Indonesia tersedia sehingga PMI dapat menjelaskan persoalan dengan lebih mudah.

Baca Juga : Proses Penempatan PMI ke Taiwan dari Indonesia

Kewajiban Menjaga Hubungan Kerja

Hubungan kerja yang baik membutuhkan tanggung jawab dari kedua pihak. PMI tidak hanya menuntut pemenuhan hak, tetapi juga perlu menjalankan kewajiban dengan disiplin dan profesional.

Sikap yang Perlu Di jaga

Beberapa sikap yang dapat membantu menjaga hubungan kerja meliputi:

  • Datang tepat waktu.
  • Menjalankan tugas sesuai kesepakatan.
  • Berkomunikasi secara sopan.
  • Menjaga barang milik pemberi kerja.
  • Menghindari konflik yang tidak perlu.
  • Meminta penjelasan ketika ada instruksi yang tidak di pahami.
  • Melaporkan kendala pekerjaan.
  • Kemudian, menyimpan bukti administrasi penting.

Sikap profesional tidak berarti PMI harus menerima perlakuan yang melanggar hak. Apabila terdapat persoalan, pekerja tetap dapat menggunakan mekanisme konsultasi dan pengaduan yang tersedia.

Baca Juga : Berapa Biaya Kerja ke Taiwan? Rincian Biaya PMI Indonesia

Hak dan Kewajiban PMI Berdasarkan Sektor

Hak dan kewajiban pekerja migran Indonesia di Taiwan tidak selalu dapat di samakan untuk semua sektor. Perbedaan aturan dapat muncul karena jenis pekerjaan dan status hubungan kerja berbeda.

Pekerja industri, konstruksi, perikanan, caregiver, serta pekerja rumah tangga dapat berada dalam kondisi hukum dan ketenagakerjaan yang tidak sepenuhnya sama. Oleh sebab itu, PMI perlu memeriksa aturan yang berlaku untuk sektor masing-masing.

Pekerja pada Sektor yang Dilindungi Aturan Ketenagakerjaan

Bagi pekerja yang termasuk cakupan Labor Standards Act, berbagai ketentuan mengenai kondisi kerja mengikuti aturan tersebut. Termasuk di dalamnya ketentuan yang berkaitan dengan upah minimum dan kondisi kerja sesuai cakupan hukum.

Pekerja tetap memiliki kewajiban untuk menjalankan pekerjaan sesuai kontrak. Pada saat yang sama, pemberi kerja juga harus menjalankan kewajiban yang di tetapkan oleh hukum.

Pekerja Rumah Tangga dan Caregiver

Pekerja rumah tangga dan caregiver perlu memahami bahwa sebagian ketentuan dapat berbeda dari pekerja yang berada dalam cakupan Labor Standards Act. Misalnya, pengaturan upah untuk household caregivers tidak mengikuti mekanisme upah minimum Labor Standards Act, melainkan berdasarkan kesepakatan dalam hubungan kerja.

Perbedaan tersebut membuat kontrak kerja menjadi semakin penting. PMI perlu memastikan kesepakatan mengenai upah dan kondisi kerja di pahami sebelum pekerjaan di jalankan.

Baca Juga : Potongan Gaji ART Taiwan: Jenis Potongan untuk PMI

Hak dan Kewajiban Saat Menghadapi Perselisihan

Perselisihan tidak selalu berarti hubungan kerja harus langsung berakhir. Banyak masalah dapat di selesaikan melalui komunikasi, mediasi, atau bantuan lembaga yang berwenang.

PMI sebaiknya memahami langkah yang aman sebelum mengambil keputusan untuk meninggalkan tempat kerja atau melakukan perpindahan pemberi kerja.

Langkah yang Sebaiknya Di lakukan

Ketika menghadapi masalah, PMI dapat:

  1. Mencatat kronologi kejadian.
  2. Menyimpan kontrak kerja.
  3. Menyimpan bukti pembayaran.
  4. Menyimpan komunikasi yang berkaitan dengan masalah.
  5. Meminta penjelasan kepada pemberi kerja.
  6. Menghubungi layanan konsultasi pekerja asing.
  7. Menghubungi otoritas ketenagakerjaan jika diperlukan.
  8. Meminta bantuan Perwakilan Republik Indonesia apabila menghadapi kondisi serius.

Foreign Workers Consultation Service Center di Taiwan menyediakan konsultasi kehidupan, pekerjaan, hukum, penerjemahan, serta bantuan penyelesaian perselisihan.

Baca Juga : Pindah Majikan di Taiwan: Ketentuan dan Proses untuk PMI

Hak Tidak Berarti Bebas dari Kewajiban

PMI perlu memahami keseimbangan antara hak dan kewajiban. Hak memberikan perlindungan kepada pekerja, sedangkan kewajiban menjaga agar hubungan kerja dan status legal tetap berjalan sesuai aturan.

Karena itu, ketika terjadi perselisihan, pekerja sebaiknya tidak langsung mengabaikan kontrak atau aturan. Penyelesaian melalui mekanisme resmi lebih aman karena setiap pihak memiliki kesempatan untuk memberikan penjelasan.

Hak dan Kewajiban Sebelum Kontrak Berakhir

Menjelang berakhirnya masa kerja, PMI tetap memiliki hak dan kewajiban yang perlu di perhatikan. Pekerja perlu memastikan administrasi pekerjaan, dokumen, pembayaran, dan rencana kepulangan sudah di siapkan.

Hak Mendapatkan Informasi Mengenai Kelanjutan Kerja

Apabila terdapat rencana melanjutkan hubungan kerja, pekerja perlu mengetahui ketentuan yang berlaku. Keputusan tersebut sebaiknya di dasarkan pada perjanjian baru dan status izin yang sesuai.

Baca Juga : Cara Memperpanjang Kontrak Kerja PMI di Taiwan

Kewajiban Menyelesaikan Administrasi

Ketika masa kerja berakhir, PMI perlu menyelesaikan kewajiban administrasi sesuai prosedur. Dokumen kerja dan dokumen pribadi sebaiknya di periksa kembali sebelum meninggalkan Taiwan.

Apabila pekerja akan pulang, dokumen penting juga perlu di simpan untuk kebutuhan setelah kembali ke Indonesia.

Baca Juga : Panduan Lengkap Pulang ke Indonesia bagi PMI Taiwan

Hak dan Kewajiban Saat Mengurus Dokumen

Administrasi menjadi bagian yang tidak dapat di pisahkan dari kehidupan PMI. Dokumen yang lengkap membantu pekerja mempertahankan status legal sekaligus mengakses layanan yang tersedia.

Hak Mendapatkan Dokumen yang Berkaitan dengan Pekerjaan

PMI berhak memperoleh dokumen dan perjanjian kerja yang berkaitan dengan status pekerjaannya. Dokumen tersebut sebaiknya di simpan oleh pekerja agar dapat di gunakan ketika membutuhkan klarifikasi atau bantuan.

Kewajiban Memberikan Data yang Benar

PMI juga berkewajiban memberikan informasi dan dokumen yang benar dalam proses administrasi. Data yang berbeda atau tidak benar dapat menyebabkan persoalan dalam pengurusan dokumen.

Karena itu, sebelum dokumen di serahkan, data sebaiknya di periksa kembali. Nama, tanggal lahir, nomor paspor, serta informasi pekerjaan perlu di pastikan konsisten.

Baca Juga : Cara Mengurus Dokumen PMI Taiwan dari Indonesia

Pentingnya Memahami Hak dan Kewajiban PMI

Memahami hak dan kewajiban pekerja migran Indonesia di Taiwan bukan hanya berguna ketika terjadi masalah. Pengetahuan tersebut seharusnya di gunakan sejak awal agar pekerja dapat mengambil keputusan dengan lebih tepat.

PMI yang memahami haknya akan lebih mudah mengenali kondisi yang tidak sesuai. Sebaliknya, pekerja yang memahami kewajibannya dapat menjalankan pekerjaan dengan lebih disiplin dan menghindari pelanggaran yang tidak perlu.

Manfaat Memahami Hak PMI

Pemahaman hak dapat membantu pekerja:

  • Mengetahui perlindungan yang tersedia.
  • Memahami isi kontrak.
  • Mengenali persoalan ketenagakerjaan.
  • Mengetahui saluran pengaduan.
  • Menjaga dokumen pribadi.
  • Memahami hak atas upah.
  • Mengetahui akses bantuan hukum.
  • Kemudian, memahami perlindungan asuransi sesuai kategori.

Manfaat Memahami Kewajiban PMI

Pemahaman kewajiban membantu pekerja:

  • Mematuhi hukum Taiwan.
  • Menjalankan pekerjaan sesuai kontrak.
  • Menjaga hubungan kerja.
  • Mempertahankan status legal.
  • Menghindari pelanggaran administratif.
  • Menghormati lingkungan sosial.
  • Menyelesaikan kewajiban sebelum pulang.

Baca Juga : Visa Kerja Taiwan untuk Pekerja Migran Indonesia

Pendampingan Informasi Hak dan Kewajiban PMI Taiwan

Pemahaman mengenai hak dan kewajiban perlu di dukung dengan dokumen yang benar dan informasi yang sesuai dengan sektor pekerjaan. Setiap PMI dapat memiliki kondisi yang berbeda sehingga pemeriksaan dokumen dan status pekerjaan sebaiknya di lakukan secara teliti.

Pendampingan administrasi dapat membantu calon maupun pekerja migran memahami dokumen yang berkaitan dengan pekerjaan, memeriksa kelengkapan data, serta menyiapkan administrasi sesuai kebutuhan. Dengan dokumen yang tertata, PMI dapat lebih mudah memahami posisi dan kewajibannya selama bekerja di Taiwan.

PT Jangkar Global Groups melalui Jangkar Groups menyediakan pendampingan administrasi untuk kebutuhan dokumen PMI. Proses dapat di sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pekerja sehingga persiapan dokumen dapat di lakukan secara lebih terstruktur.

Konsultasi Dokumen Pekerja Migran Taiwan Sekarang

Siti Aidah