Asuransi untuk PMI Taiwan Jenis dan Perlindungannya

Siti Aidah

Updated on:

Asuransi untuk PMI Taiwan Jenis dan Perlindungannya
Direktur Utama Jangkar Groups

Asuransi untuk PMI Taiwan merupakan bagian penting dari perlindungan pekerja migran selama menjalankan pekerjaan di Taiwan. Keberadaan perlindungan asuransi membantu PMI menghadapi risiko yang berkaitan dengan kecelakaan kerja, gangguan kesehatan, perawatan medis, maupun kondisi tertentu yang terjadi selama masa kerja.

Namun, asuransi untuk PMI Taiwan tidak hanya merujuk pada satu jenis perlindungan. PMI dapat berhubungan dengan beberapa skema yang memiliki fungsi berbeda, seperti National Health Insurance, Labor Insurance, dan Labor Occupational Accident Insurance. Karena itu, jenis pekerjaan dan status kepesertaan perlu di periksa agar pekerja mengetahui perlindungan yang benar-benar berlaku.

DAFTAR ISI

Selain itu, kewajiban kepesertaan dapat berbeda antara pekerja sektor industri dan pekerja rumah tangga atau caregiver. Pemerintah Taiwan menjelaskan bahwa pekerja asing yang bekerja secara legal pada kategori tertentu wajib di ikutkan dalam Labor Insurance oleh pemberi kerja, sedangkan beberapa pekerja rumah tangga dan caregiver termasuk kategori yang memiliki ketentuan berbeda dalam Labor Insurance.

Dengan memahami jenis asuransi sejak awal, PMI dapat mengetahui siapa yang bertanggung jawab mendaftarkan kepesertaan, risiko apa yang di lindungi, serta langkah apa yang perlu di lakukan ketika terjadi kejadian yang dapat menimbulkan klaim atau kebutuhan layanan kesehatan.

Baca Juga : Pekerja Migran Indonesia di Taiwan: Panduan Lengkap untuk PMI

Jenis Asuransi untuk PMI Taiwan

Jenis Asuransi untuk PMI Taiwan

Asuransi untuk PMI Taiwan perlu di pahami berdasarkan fungsi perlindungannya. Setiap skema tidak selalu memberikan manfaat yang sama karena dasar hukum, peserta, risiko, dan mekanisme penggunaannya berbeda.

Secara umum, PMI perlu mengenali tiga perlindungan utama yang berkaitan dengan kehidupan dan pekerjaan selama berada di Taiwan:

  • National Health Insurance atau NHI.
  • Labor Insurance.
  • Labor Occupational Accident Insurance atau asuransi kecelakaan kerja.

Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda. Oleh sebab itu, PMI tidak sebaiknya menganggap bahwa satu kepesertaan otomatis menggantikan seluruh perlindungan lainnya.

National Health Insurance untuk PMI Taiwan

National Health Insurance atau NHI merupakan sistem jaminan kesehatan nasional Taiwan. Bagi pekerja asing yang memenuhi persyaratan kepesertaan, NHI memberikan akses terhadap layanan kesehatan berdasarkan ketentuan program.

Pekerja asing yang memiliki ARC dan memperoleh izin kerja melalui pemberi kerja pada prinsipnya dapat di ikutkan dalam NHI sejak mulai bekerja. Administrasi kepesertaan tersebut di lakukan melalui pemberi kerja sesuai mekanisme yang berlaku.

Karena itu, PMI perlu memastikan status NHI setelah mulai bekerja. Kartu atau bukti kepesertaan juga sebaiknya di simpan dengan baik karena dapat di gunakan ketika PMI membutuhkan layanan kesehatan.

Baca Juga : Visa Kerja Taiwan untuk Pekerja Migran Indonesia

Labor Insurance bagi PM

Labor Insurance merupakan skema perlindungan sosial yang berkaitan dengan pekerja dan hubungan kerja. Kepesertaan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga dapat memberikan perlindungan tertentu berdasarkan risiko dan kondisi yang di atur dalam sistem tersebut.

Untuk pekerja asing yang masuk dalam kategori wajib, pemberi kerja memiliki kewajiban mendaftarkan pekerja sesuai ketentuan Labor Insurance. Namun, terdapat kategori tertentu yang memiliki status kepesertaan berbeda, termasuk pekerja rumah tangga dan caregiver yang di pekerjakan oleh orang perseorangan.

Perbedaan tersebut penting di pahami karena status pekerjaan menentukan bagaimana perlindungan Labor Insurance di terapkan. Jadi, PMI perlu memeriksa kategori pekerjaannya, bukan hanya melihat status sebagai pekerja asing.

Labor Occupational Accident Insurance

Labor Occupational Accident Insurance atau asuransi kecelakaan kerja memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan dan penyakit akibat pekerjaan sesuai cakupan peraturan yang berlaku.

Pemerintah Taiwan juga menetapkan perlindungan bagi pekerja rumah tangga dan caregiver yang tinggal bersama pemberi kerja. Sejak berlakunya Labor Occupational Accident Insurance and Protection Act, pekerja asing dalam kategori tersebut dengan employment permit yang telah di setujui perlu di ikutkan dalam asuransi kecelakaan kerja oleh pemberi kerja.

Dengan demikian, pekerja rumah tangga tidak boleh langsung di anggap tidak memiliki perlindungan hanya karena ketentuan Labor Insurance mereka berbeda. Jenis perlindungannya perlu di lihat satu per satu berdasarkan aturan yang berlaku.

Baca Juga : Cara Kerja di Taiwan untuk Warga Negara Indonesia

Perbedaan NHI Labor Insurance dan Asuransi Kecelakaan Kerja

Ketiga jenis perlindungan tersebut sering kali di anggap sama karena semuanya berkaitan dengan perlindungan pekerja. Padahal, fungsi dan ruang lingkupnya berbeda.

NHI lebih berfokus pada akses layanan kesehatan. Labor Insurance berkaitan dengan perlindungan sosial bagi pekerja yang memenuhi kategori kepesertaan. Sementara itu, Labor Occupational Accident Insurance secara khusus berkaitan dengan risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

Perbedaan Berdasarkan Fungsi Perlindungan

Perbedaan sederhananya dapat di lihat sebagai berikut:

  • NHI → perlindungan layanan kesehatan.
  • Labor Insurance → perlindungan sosial berdasarkan ketentuan kepesertaan pekerja.
  • Occupational Accident Insurance → perlindungan atas kecelakaan kerja dan penyakit akibat pekerjaan.

Pembagian tersebut membantu PMI memahami mengapa satu kejadian belum tentu di tangani melalui skema asuransi yang sama. Misalnya, kebutuhan layanan medis biasa dapat berkaitan dengan NHI, sedangkan kecelakaan yang terjadi karena pekerjaan dapat berkaitan dengan perlindungan kecelakaan kerja.

Perbedaan Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Jenis pekerjaan menjadi faktor penting dalam menentukan kepesertaan. Pekerja manufaktur, konstruksi, perikanan, dan pekerja pada sektor tertentu dapat memiliki pengaturan berbeda dari pekerja rumah tangga atau caregiver.

Oleh sebab itu, PMI sebaiknya tidak menggunakan pengalaman teman sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan jenis asuransi. Status kepesertaan harus di periksa berdasarkan pekerjaan, pemberi kerja, izin kerja, dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga : Syarat Kerja di Taiwan untuk PMI Indonesia

Perlindungan Kesehatan bagi PMI Taiwan

Perlindungan kesehatan menjadi salah satu bagian paling penting dalam asuransi untuk PMI Taiwan. Selama bekerja di negara lain, biaya pemeriksaan dan perawatan dapat menjadi beban besar apabila pekerja tidak memiliki perlindungan yang sesuai.

NHI memberikan sistem perlindungan kesehatan bagi peserta yang memenuhi syarat. Karena itu, PMI perlu memastikan proses pendaftaran sudah di lakukan dan data kepesertaan sesuai dengan identitas yang di gunakan.

Kapan PMI Di ikutkan dalam NHI?

Pekerja asing yang telah memperoleh izin kerja dan memiliki ARC dapat di ikutkan dalam NHI melalui pemberi kerja sejak mulai bekerja. Ketentuan tersebut berbeda dengan sebagian orang asing yang tidak bekerja, yang pada kondisi tertentu baru wajib mengikuti NHI setelah memenuhi masa tinggal enam bulan.

Perbedaan ini penting karena PMI merupakan pekerja yang memiliki hubungan kerja resmi. Dengan demikian, jangan menganggap bahwa seluruh orang asing di Taiwan harus menunggu enam bulan sebelum memperoleh kepesertaan NHI.

Manfaat Perlindungan Kesehatan

Kepesertaan NHI membantu PMI memperoleh akses terhadap layanan kesehatan sesuai ketentuan program. Ketika mengalami sakit atau membutuhkan pemeriksaan, pekerja dapat menggunakan fasilitas kesehatan yang menerima kepesertaan NHI.

PMI sebaiknya selalu membawa atau menyimpan bukti identitas dan kepesertaan yang di perlukan ketika mengakses layanan. Selain itu, informasi mengenai status kepesertaan perlu di periksa apabila terdapat perubahan pekerjaan atau data ARC.

Baca Juga : ARC Taiwan untuk PMI: Pengertian, Fungsi, Cara Mengurusnya

Perlindungan Akibat Kecelakaan Kerja

Risiko kecelakaan kerja dapat muncul pada berbagai sektor. Pekerja manufaktur dapat menghadapi risiko mesin atau lingkungan produksi, sedangkan pekerja konstruksi dapat menghadapi risiko pekerjaan lapangan. Sementara itu, pekerja rumah tangga dan caregiver juga dapat menghadapi risiko ketika menjalankan tugas di tempat kerja.

Karena itu, asuransi kecelakaan kerja memiliki fungsi khusus yang berbeda dari perlindungan kesehatan umum. Kejadian yang berkaitan dengan pekerjaan perlu di dokumentasikan agar dapat di periksa berdasarkan skema perlindungan yang sesuai.

Contoh Risiko yang Berkaitan dengan Pekerjaan

Beberapa kondisi yang dapat memerlukan perhatian antara lain:

  • Kecelakaan ketika menjalankan tugas.
  • Cedera akibat aktivitas kerja.
  • Kecelakaan yang berkaitan dengan lingkungan kerja.
  • Penyakit yang berkaitan dengan pekerjaan.
  • Cedera tertentu yang terjadi ketika menjalankan tugas sesuai pekerjaan.

Tidak semua kejadian otomatis memperoleh manfaat yang sama. Penentuan perlindungan tetap bergantung pada fakta kejadian, hubungan dengan pekerjaan, dokumen pendukung, serta hasil pemeriksaan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Perlindungan bagi Pekerja Rumah Tangga dan Caregiver

Pekerja rumah tangga dan caregiver perlu memahami bahwa status Labor Insurance mereka dapat berbeda ketika bekerja untuk pemberi kerja perseorangan. Namun, perbedaan tersebut tidak berarti mereka sepenuhnya tanpa perlindungan kecelakaan kerja.

Pemerintah Taiwan menyatakan bahwa live-in foreign workers yang memiliki employment permit yang telah di setujui termasuk dalam perlindungan Labor Occupational Accident Insurance dan pemberi kerja bertanggung jawab melakukan kepesertaan sesuai ketentuan.

Baca Juga : Medical Check Up untuk PMI Taiwan: Syarat dan Prosedurnya

Asuransi untuk PMI Taiwan Berdasarkan Sektor Pekerjaan

Pembahasan asuransi untuk PMI Taiwan perlu di kaitkan dengan sektor pekerjaan karena status pekerja menentukan aturan kepesertaan. Oleh sebab itu, PMI sebaiknya mengetahui kategori pekerjaannya sebelum menyimpulkan jenis perlindungan yang di peroleh.

PMI Sektor Manufaktur

PMI yang bekerja pada sektor manufaktur umumnya memiliki hubungan kerja dengan perusahaan. Karena itu, ketentuan mengenai Labor Insurance dan perlindungan kecelakaan kerja perlu di periksa berdasarkan status perusahaan dan pekerjaan.

Selain itu, NHI juga perlu di perhatikan sebagai perlindungan kesehatan. Pendaftaran dan administrasi kepesertaan seharusnya di lakukan sesuai ketentuan oleh pemberi kerja.

PMI Sektor Konstruksi

Pekerjaan konstruksi memiliki karakteristik risiko yang berbeda karena aktivitas kerja dapat melibatkan alat berat, pekerjaan di ketinggian, material, dan lingkungan kerja yang berubah.

Oleh sebab itu, perlindungan kecelakaan kerja menjadi bagian yang sangat penting. PMI perlu mengetahui prosedur pelaporan apabila mengalami kecelakaan ketika menjalankan pekerjaan.

Baca Juga : Proses Penempatan PMI ke Taiwan dari Indonesia

PMI Sektor Perikanan

Pekerja pada sektor perikanan juga menghadapi lingkungan kerja yang memiliki risiko tersendiri. Kondisi cuaca, peralatan kerja, perjalanan laut, dan aktivitas fisik dapat memengaruhi tingkat risiko.

Karena itu, dokumen kepesertaan dan prosedur pelaporan kecelakaan sebaiknya di pahami sejak awal. Karena itu, informasi tersebut akan membantu pekerja mengambil langkah yang tepat apabila terjadi kejadian selama bekerja.

PMI Rumah Tangga dan Caregiver

Pekerja rumah tangga dan caregiver memiliki pengaturan yang perlu di bedakan dari pekerja perusahaan. Labor Insurance untuk kategori tertentu dapat bersifat sukarela ketika pekerja di pekerjakan oleh orang perseorangan.

Namun, perlindungan kecelakaan kerja memiliki dasar yang berbeda. Live-in foreign workers termasuk dalam skema Labor Occupational Accident Insurance sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga : Kontrak Kerja PMI Taiwan: Isi, Ketentuan, Hal yang Perlu Diperiksa

Kewajiban Pemberi Kerja terhadap Asuransi PMI

Pemberi kerja memiliki peran penting dalam administrasi perlindungan pekerja asing. Karena itu, PMI perlu mengetahui bahwa pendaftaran asuransi bukan hanya urusan pribadi pekerja.

Dalam sistem Taiwan, kewajiban pemberi kerja dapat mencakup pengurusan NHI, Labor Insurance, dan perlindungan kecelakaan kerja sesuai kategori pekerja. Pemerintah Taiwan juga mencantumkan administrasi ARC, NHI, occupational accident insurance, dan labor insurance sebagai bagian dari hal yang perlu di urus setelah pekerja asing masuk Taiwan.

Administrasi yang Perlu Di lakukan Pemberi Kerja

Berdasarkan kategori pekerja, pemberi kerja dapat perlu:

  • Mendaftarkan pekerja dalam skema yang di wajibkan.
  • Menyampaikan data pekerja.
  • Menjalankan pembayaran atau administrasi premi sesuai aturan.
  • Mengurus perubahan data jika di perlukan.
  • Memenuhi kewajiban terkait kecelakaan kerja.
  • Kemudian, memberikan dokumen atau informasi kepesertaan kepada pekerja.

PMI sebaiknya meminta informasi mengenai status kepesertaan tanpa menunggu sampai terjadi masalah. Dengan demikian, kesalahan administrasi dapat di ketahui lebih awal.

Baca Juga : Gaji Pekerja Migran Indonesia di Taiwan: Komponen Penghasilan

Premi Asuransi dan Potongan dari Penghasilan PMI

Pembayaran premi asuransi tidak selalu berarti seluruh biaya harus di tanggung oleh PMI. Besaran dan pembagian beban premi bergantung pada jenis program, kategori pekerja, serta ketentuan yang berlaku.

Karena itu, potongan yang muncul pada slip gaji perlu di periksa. PMI sebaiknya mengetahui nama potongan, dasar pemotongan, serta program yang berkaitan dengan potongan tersebut.

Hal yang Perlu Di periksa pada Slip Gaji

Ketika menerima gaji, PMI dapat memeriksa:

  • Gaji dasar.
  • Lembur jika ada.
  • Tunjangan.
  • Potongan asuransi.
  • Potongan lain yang sah.
  • Jumlah bersih yang di terima.

Apabila terdapat potongan yang tidak di pahami, pekerja dapat meminta penjelasan kepada pemberi kerja. Jika penjelasan tidak memadai, PMI dapat menggunakan saluran konsultasi atau bantuan ketenagakerjaan.

Baca Juga : Potongan Gaji ART Taiwan: Jenis Potongan untuk PMI

Dokumen Asuransi yang Perlu Di simpan PMI

Dokumen kepesertaan asuransi sebaiknya tidak di anggap sebagai dokumen yang hanya di perlukan ketika mengajukan klaim. Informasi tersebut juga dapat di butuhkan ketika PMI berpindah pekerjaan, memperbarui dokumen, mendapatkan layanan medis, atau menghadapi perselisihan.

Dokumen yang Sebaiknya Di simpan

PMI sebaiknya memiliki salinan:

  • ARC.
  • Kartu atau bukti NHI.
  • Dokumen Labor Insurance jika tersedia.
  • Bukti kepesertaan asuransi kecelakaan kerja jika di berikan.
  • Kontrak kerja.
  • Slip gaji.
  • Bukti pembayaran premi atau potongan jika tersedia.
  • Dokumen pemeriksaan medis.
  • Kemudian, surat keterangan kecelakaan jika pernah mengalami kecelakaan kerja.

Dokumen tersebut sebaiknya di simpan dalam bentuk fisik dan digital. Dengan begitu, apabila dokumen fisik hilang, PMI masih memiliki salinan yang dapat di gunakan untuk proses administrasi.

Baca Juga : Dokumen yang Dibutuhkan untuk Kerja di Taiwan

Apa yang Di lakukan Jika PMI Mengalami Kecelakaan Kerja?

Ketika kecelakaan terjadi, PMI perlu mengutamakan keselamatan dan memperoleh pertolongan medis. Setelah kondisi memungkinkan, kejadian tersebut perlu di catat dan di laporkan melalui jalur yang sesuai.

Jangan membuang bukti yang berkaitan dengan kejadian. Informasi mengenai waktu, tempat, pekerjaan yang sedang di lakukan, saksi, dan kondisi cedera dapat membantu proses pemeriksaan.

Langkah yang Perlu Di lakukan

Secara umum, PMI dapat:

  1. Mendapatkan pertolongan medis.
  2. Memberitahukan kejadian kepada pemberi kerja.
  3. Meminta dokumen atau bukti pemeriksaan medis.
  4. Mencatat waktu dan lokasi kejadian.
  5. Menyimpan bukti komunikasi.
  6. Menyimpan bukti biaya atau dokumen medis.
  7. Memastikan kejadian di laporkan sesuai prosedur.
  8. Kemudian, meminta bantuan ketika terdapat kendala dalam proses administrasi.

Penentuan apakah suatu kejadian termasuk kecelakaan kerja tetap perlu di lakukan berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku. Karena itu, PMI sebaiknya tidak langsung menyimpulkan sendiri bahwa seluruh cedera otomatis memperoleh manfaat tertentu.

Baca Juga : Jam Kerja dan Hak Libur PMI di Taiwan

Apa yang Di lakukan Jika Klaim atau Perlindungan Bermasalah?

Masalah asuransi dapat terjadi ketika data kepesertaan tidak sesuai, pendaftaran belum di lakukan, dokumen tidak lengkap, atau terdapat perbedaan informasi antara pekerja dan pemberi kerja.

Dalam kondisi tersebut, PMI sebaiknya mengumpulkan dokumen terlebih dahulu. Selanjutnya, masalah dapat di sampaikan kepada pihak yang menangani kepesertaan atau otoritas terkait.

Bukti yang Perlu Di siapkan

Sebelum meminta bantuan, PMI dapat menyiapkan:

  • ARC.
  • Paspor.
  • Kontrak kerja.
  • Kartu NHI.
  • Bukti kepesertaan asuransi.
  • Slip gaji.
  • Dokumen medis.
  • Surat keterangan kecelakaan.
  • Bukti komunikasi dengan pemberi kerja.
  • Kronologi kejadian.

Semakin lengkap bukti yang di miliki, semakin mudah masalah di jelaskan. Selain itu, pencatatan kronologi dapat membantu menghindari perbedaan informasi ketika kejadian di periksa.

Menggunakan Layanan Konsultasi

PMI yang mengalami persoalan ketenagakerjaan atau membutuhkan informasi dapat menggunakan saluran konsultasi pekerja asing yang tersedia di Taiwan. Selain itu, layanan 1955 juga dapat di gunakan untuk memperoleh bantuan dan informasi bagi pekerja asing.

Dengan demikian, pekerja tidak perlu menghadapi persoalan asuransi seorang diri. Namun, dokumen dan kronologi tetap perlu di siapkan agar masalah dapat di jelaskan secara jelas.

Baca Juga : Masalah yang Sering Dihadapi PMI di Taiwan dan Cara Mengatasi

Asuransi untuk PMI Taiwan Saat Pindah Pemberi Kerja

Perubahan pemberi kerja dapat memengaruhi administrasi pekerjaan dan data kepesertaan. Karena itu, PMI yang pindah pemberi kerja perlu memastikan bahwa data asuransi dan administrasi terkait juga di perbarui sesuai ketentuan.

Perubahan tersebut tidak sebaiknya di anggap hanya sebagai perubahan tempat bekerja. Data pemberi kerja, izin kerja, ARC, serta kepesertaan yang berkaitan perlu di periksa kembali.

Hal yang Perlu Di periksa Setelah Pindah Pemberi Kerja

PMI dapat memastikan:

  • Data pemberi kerja baru sudah benar.
  • Status izin kerja sudah sesuai.
  • Data ARC sudah sesuai.
  • Kepesertaan NHI tetap aktif.
  • Administrasi Labor Insurance telah di sesuaikan jika berlaku.
  • Perlindungan kecelakaan kerja tetap sesuai dengan status pekerjaan.

Administrasi perubahan pemberi kerja memiliki prosedur tersendiri. Karena itu, PMI sebaiknya mengikuti mekanisme resmi dan menyimpan bukti setiap proses yang telah di lakukan.

Baca Juga : Pindah Majikan di Taiwan: Ketentuan dan Proses untuk PMI

Asuransi PMI Taiwan Saat Kontrak Berakhir

Berakhirnya kontrak kerja tidak berarti seluruh urusan administrasi langsung selesai. Status asuransi, izin tinggal, dokumen kerja, dan kepulangan perlu di perhatikan sesuai kondisi pekerja.

Apabila PMI memperpanjang kontrak atau melanjutkan pekerjaan dengan pemberi kerja yang sama, administrasi kepesertaan perlu tetap di periksa. Sementara itu, jika pekerja pulang ke Indonesia, status kepesertaan perlu di sesuaikan dengan kondisi keberangkatan.

Baca Juga : Cara Memperpanjang Kontrak Kerja PMI di Taiwan

PMI juga sebaiknya menyimpan dokumen kepesertaan sebelum meninggalkan Taiwan. Dokumen tersebut dapat berguna apabila terdapat kebutuhan administrasi setelah masa kerja berakhir.

Baca Juga : Panduan Lengkap Pulang ke Indonesia bagi PMI Taiwan

Checklist Asuransi untuk PMI Taiwan

Sebelum dan selama bekerja di Taiwan, PMI dapat menggunakan checklist berikut agar status perlindungan lebih mudah di pantau.

Sebelum Mulai Bekerja

  • Pastikan status pekerjaan legal.
  • Selanjutnya, periksa ARC.
  • Ketahui jenis pekerjaan.
  • Ketahui kategori pemberi kerja.
  • Tanyakan status NHI.
  • Tanyakan status Labor Insurance jika berlaku.
  • Tanyakan perlindungan kecelakaan kerja.
  • Simpan kontrak kerja.
  • Simpan dokumen identitas.

Selama Bekerja

  • Simpan kartu atau bukti kepesertaan.
  • Periksa potongan terkait asuransi pada slip gaji.
  • Simpan dokumen medis.
  • Catat kecelakaan kerja jika terjadi.
  • Simpan bukti komunikasi dengan pemberi kerja.
  • Perbarui data jika terdapat perubahan.
  • Kemudian, ketahui saluran konsultasi yang dapat di gunakan.

Ketika Terjadi Kecelakaan

  • Utamakan pertolongan medis.
  • Laporkan kepada pemberi kerja.
  • Simpan dokumen pemeriksaan.
  • Catat kronologi.
  • Simpan bukti kejadian.
  • Pastikan laporan administrasi di lakukan.
  • Cari bantuan jika hak perlindungan tidak jelas.

Baca Juga : Hak dan Kewajiban Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

Kesalahan yang Perlu Di hindari Terkait Asuransi PMI

Kesalahan dalam memahami asuransi dapat membuat PMI tidak mengetahui hak perlindungannya ketika menghadapi masalah. Oleh sebab itu, beberapa kebiasaan perlu di hindari sejak awal.

Tidak Memeriksa Status Kepesertaan

PMI sebaiknya tidak hanya berasumsi bahwa semua administrasi sudah selesai karena pemberi kerja mengatakan demikian. Sehingga, status kepesertaan perlu di periksa melalui dokumen atau saluran yang sesuai.

Menganggap Semua PMI Memiliki Asuransi yang Sama

Jenis pekerjaan dapat memengaruhi kepesertaan. Pekerja perusahaan dan pekerja rumah tangga atau caregiver tidak selalu berada dalam pengaturan Labor Insurance yang sama.

Karena itu, informasi mengenai asuransi harus di sesuaikan dengan kondisi masing-masing pekerja.

Tidak Menyimpan Dokumen

Dokumen asuransi dapat di butuhkan ketika PMI mendapatkan perawatan, mengalami kecelakaan, berpindah pemberi kerja, atau menghadapi perselisihan. Menyimpan salinan secara aman dapat mempermudah proses tersebut.

Tidak Melaporkan Kecelakaan

Kecelakaan kerja sebaiknya tidak di abaikan. Selain itu, pelaporan dan dokumentasi yang tepat dapat membantu proses pemeriksaan mengenai hubungan kejadian dengan pekerjaan serta perlindungan yang berlaku.

Baca Juga : Cara Mengurus Dokumen PMI Taiwan dari Indonesia

Pentingnya Memahami Asuransi untuk PMI Taiwan Sejak Awal

Asuransi untuk PMI Taiwan bukan sekadar potongan yang muncul dalam administrasi pekerjaan. Perlindungan tersebut berkaitan langsung dengan keamanan pekerja ketika menghadapi kebutuhan kesehatan maupun risiko yang muncul selama bekerja.

NHI memberikan perlindungan kesehatan bagi peserta yang memenuhi ketentuan. Sementara itu, Labor Insurance dan Labor Occupational Accident Insurance memiliki fungsi serta cakupan berbeda. Bahkan, pekerja rumah tangga dan caregiver dapat memiliki aturan kepesertaan yang berbeda dari pekerja pada perusahaan.

Karena itu, PMI perlu mengetahui jenis perlindungan yang berlaku, memastikan administrasi telah di lakukan, menyimpan bukti kepesertaan, serta memahami langkah yang harus di ambil ketika terjadi kecelakaan atau masalah kesehatan.

Baca Juga : Berapa Biaya Kerja ke Taiwan? Rincian Biaya PMI Indonesia

Jasa Pengurusan Dokumen PMI Taiwan

Administrasi asuransi PMI Taiwan dapat berkaitan dengan dokumen identitas, ARC, kontrak kerja, status pemberi kerja, serta dokumen ketenagakerjaan lainnya. Karena itu, pemeriksaan data sejak awal dapat membantu mengurangi kesalahan administrasi yang berpotensi menghambat proses.

Jasa pengurusan dokumen PMI dapat membantu dalam pengecekan kelengkapan dokumen, pemeriksaan konsistensi data, persiapan administrasi, serta pendampingan sesuai kebutuhan proses. Pendampingan juga dapat membantu pekerja memahami dokumen yang perlu di simpan dan di gunakan selama masa kerja.

PT Jangkar Global Groups melalui Jangkar Groups menyediakan layanan pengurusan dokumen PMI dengan pendampingan administrasi yang di sesuaikan dengan kebutuhan. Dengan proses yang lebih terstruktur, dokumen pekerja dapat di persiapkan dan di periksa secara lebih tertata.

Konsultasi Dokumen Pekerja Migran Taiwan Sekarang

Siti Aidah