Perbedaan BST AFF SAT dan SDSD dalam Pelatihan Pelaut

Mega

Updated on:

Perbedaan BST AFF SAT dan SDSD dalam Pelatihan Pelaut
Direktur Utama Jangkar Groups

Perbedaan BST, AFF, SAT, dan SDSD dalam Pelatihan Pelaut penting di pahami oleh calon pelaut maupun pelaut yang sedang melengkapi sertifikasi karena keempat pelatihan tersebut memiliki tujuan, materi, dan kebutuhan kompetensi yang berbeda. Meskipun semuanya berkaitan dengan keselamatan atau keamanan di kapal, peserta tidak selalu membutuhkan seluruh pelatihan dalam kondisi yang sama.

Dalam dunia kepelautan, sertifikat pelatihan bukan sekadar dokumen administrasi. Sebaliknya, setiap pelatihan memberikan kompetensi tertentu yang mendukung tugas pelaut di atas kapal. Karena itu, memahami perbedaan BST, AFF, SAT, dan SDSD dapat membantu pelaut menentukan pelatihan yang sesuai dengan jabatan, tanggung jawab, serta jenis pekerjaan di kapal.

International Maritime Organization (IMO) menempatkan berbagai kompetensi tersebut dalam kerangka STCW. Dalam STCW, basic training berada pada Regulation VI/1, advanced firefighting pada Regulation VI/3, sedangkan security awareness dan security training untuk pelaut dengan tugas keamanan tertentu berada pada Regulation VI/6.

Baca Juga : BST Basic Safety Training

Apa Itu BST dalam Pelatihan Pelaut?

BST merupakan singkatan dari Basic Safety Training atau pelatihan keselamatan dasar. Pelatihan ini menjadi fondasi bagi pelaut untuk memahami tindakan keselamatan dan respons terhadap keadaan darurat di kapal.

Dalam standar STCW, basic training mencakup beberapa kompetensi utama, yaitu personal survival techniques, fire prevention and firefighting, elementary first aid, serta personal safety and social responsibilities.

Dengan demikian, cakupan BST cukup luas. Peserta tidak hanya mempelajari satu jenis keadaan darurat, tetapi memperoleh dasar keselamatan yang dapat di gunakan dalam berbagai situasi.

Misalnya, pelaut perlu mengetahui cara menggunakan alat keselamatan, memahami prosedur meninggalkan kapal, melakukan tindakan awal ketika terjadi kecelakaan, serta mengikuti prosedur keselamatan yang berlaku. Selain itu, pelaut juga perlu memahami pentingnya kerja sama dan komunikasi selama menjalankan tugas.

Karena sifatnya sebagai pelatihan dasar, BST menjadi salah satu kompetensi yang penting untuk di pahami sebelum pelaut menjalankan tugas di kapal sesuai persyaratan yang berlaku.

Baca Juga : Syarat BST Basic Safety Training untuk Pelaut Indonesia

Apa Itu AFF?

Selanjutnya, ada AFF atau Advanced Fire Fighting. Berbeda dengan BST yang memberikan dasar keselamatan secara luas, AFF berfokus lebih mendalam pada kemampuan menghadapi kebakaran di kapal.

STCW menempatkan advanced firefighting pada Regulation VI/3. IMO juga mencantumkan advanced firefighting sebagai salah satu kompetensi yang memiliki persyaratan pelatihan tersendiri.

Karena tingkatnya lebih lanjut, materi AFF tidak sekadar mengenalkan jenis alat pemadam atau prinsip dasar pencegahan kebakaran. Peserta mempelajari penanganan kebakaran dengan tingkat tanggung jawab yang lebih tinggi sesuai kompetensi yang di persyaratkan.

Selain itu, AFF berkaitan dengan kemampuan mengendalikan operasi pemadaman, mengorganisasi tindakan pemadaman, serta memahami risiko kebakaran di lingkungan kapal. Oleh sebab itu, kebutuhan AFF sangat berkaitan dengan jabatan dan tanggung jawab pelaut.

Dengan kata lain, BST memberikan dasar keselamatan dan pemadaman kebakaran, sedangkan AFF memberikan kompetensi pemadaman kebakaran pada tingkat yang lebih lanjut.

Baca Juga : Cara Mengikuti BST Basic Safety Training untuk Pelaut

Apa Itu SAT?

Berikutnya, istilah SAT dalam konteks pelatihan pelaut umumnya merujuk pada Security Awareness Training atau pelatihan kesadaran keamanan.

Pelatihan ini berbeda dari BST dan AFF karena fokus utamanya bukan pada keselamatan umum atau pemadaman kebakaran. SAT berkaitan dengan kesadaran terhadap ancaman keamanan maritim dan tindakan yang perlu di lakukan untuk membantu menjaga keamanan kapal.

STCW Chapter VI juga mengatur pelatihan keamanan. Regulation VI/6 mencakup security-related training, termasuk security awareness untuk pelaut. IMO menyediakan Model Course 3.27 untuk Security Awareness Training for All Seafarers.

Dalam praktiknya, SAT membantu pelaut mengenali potensi ancaman keamanan, memahami prosedur keamanan, serta mengetahui tindakan yang perlu di lakukan ketika menghadapi situasi yang mencurigakan.

Selain itu, pelatihan keamanan semakin penting karena kapal dapat menghadapi berbagai risiko, seperti akses tidak sah, pencurian, sabotase, pembajakan, atau ancaman keamanan lainnya. Karena itu, setiap pelaut perlu memahami perannya dalam mendukung sistem keamanan kapal sesuai tanggung jawabnya.

Baca Juga : Materi BST Basic Safety Training Apa Saja yang Dipelajari?

Apa Itu SDSD?

Sementara itu, SDSD biasanya di gunakan untuk menyebut Security Duties atau Security Training for Seafarers with Designated Security Duties. Artinya, pelatihan ini di tujukan bagi pelaut yang memiliki tugas keamanan tertentu di kapal.

Di sinilah perbedaan SAT dan SDSD menjadi cukup penting.

SAT memberikan kesadaran keamanan bagi pelaut secara umum. Sebaliknya, SDSD memberikan kompetensi tambahan kepada pelaut yang memiliki designated security duties atau tanggung jawab keamanan yang di tetapkan.

IMO membedakan Security Awareness Training for All Seafarers dengan Security Training for Seafarers with Designated Security Duties melalui model course yang berbeda.

Karena tanggung jawabnya lebih spesifik, peserta SDSD perlu memahami tugas keamanan secara lebih mendalam. Materi dapat berkaitan dengan pelaksanaan prosedur keamanan, pengenalan ancaman, pengawasan, komunikasi keamanan, serta tindakan yang sesuai dengan Ship Security Plan dan sistem keamanan kapal.

Oleh karena itu, pelaut tidak sebaiknya memilih SDSD hanya karena menganggapnya sebagai versi lain dari SAT. Kebutuhan pelatihan bergantung pada tugas keamanan yang akan di jalankan.

Baca Juga : Biaya BST Basic Safety Training di Indonesia Komponen Biayanya

Perbedaan BST, AFF, SAT, dan SDSD

Agar lebih mudah di pahami, perbedaan keempat pelatihan tersebut dapat di lihat dari fokus utamanya.

PelatihanFokus UtamaKompetensi yang Di bangun
BSTKeselamatan dasarSurvival, kebakaran dasar, pertolongan pertama, keselamatan pribadi
AFFPemadaman kebakaran tingkat lanjutPenanganan dan pengendalian kebakaran secara lebih mendalam
SATKesadaran keamananMengenali ancaman dan memahami tanggung jawab keamanan
SDSDTugas keamanan khususMenjalankan tanggung jawab keamanan yang di tunjuk

Tabel tersebut menunjukkan bahwa keempat pelatihan memiliki fungsi berbeda. Namun, perbedaan tersebut tidak berarti satu pelatihan menggantikan pelatihan lainnya.

Sebaliknya, pelaut dapat membutuhkan beberapa pelatihan sekaligus apabila jabatan dan tanggung jawabnya memang menuntut kompetensi tersebut.

Baca Juga : Berapa Lama Masa Berlaku Sertifikat BST? Ini Penjelasannya

Perbedaan dari Sisi Materi

Dari sisi materi, BST memiliki cakupan yang paling mendasar dan luas. Peserta mempelajari keselamatan pribadi, survival, kebakaran, pertolongan pertama, serta tanggung jawab sosial.

Sementara itu, AFF memperdalam aspek kebakaran. Karena itu, peserta akan berhadapan dengan materi yang lebih spesifik mengenai pengendalian kebakaran dan tindakan pemadaman sesuai tingkat kompetensi yang di tetapkan.

Kemudian, SAT beralih dari keselamatan menuju keamanan. Peserta belajar mengenali ancaman keamanan dan memahami tindakan yang dapat mendukung perlindungan kapal.

Selanjutnya, SDSD memiliki pendekatan yang lebih khusus lagi. Peserta tidak hanya meningkatkan kesadaran, tetapi juga mempersiapkan kompetensi untuk menjalankan tugas keamanan tertentu.

Dengan demikian, BST dan AFF lebih berkaitan dengan safety, sedangkan SAT dan SDSD lebih berkaitan dengan security.

Baca Juga : Cara Mendapatkan Sertifikat BST untuk Pelaut Pemula

Apakah BST Sudah Mencakup AFF?

Pertanyaan ini sering muncul, terutama bagi pelaut pemula. Jawabannya perlu di lihat berdasarkan kompetensi masing-masing.

BST memang mencakup fire prevention and firefighting sebagai salah satu kompetensi basic training. Namun, AFF merupakan pelatihan tersendiri yang memberikan kompetensi advanced firefighting. STCW secara khusus mencantumkan basic firefighting dan advanced firefighting sebagai kompetensi yang berbeda.

Oleh karena itu, memiliki BST tidak otomatis berarti seseorang telah memenuhi kompetensi AFF.

Sebaliknya, pelaut perlu melihat persyaratan jabatan atau tugas yang akan di jalankan. Jika posisi tersebut membutuhkan advanced firefighting, peserta perlu memenuhi persyaratan pelatihan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga : BST untuk Pelaut Penting untuk Bekerja di Kapal?

Apakah SAT Sama dengan SDSD?

Begitu juga dengan SAT dan SDSD. Keduanya sama-sama membahas keamanan, tetapi tingkat tanggung jawabnya berbeda.

SAT di tujukan untuk membangun security awareness pada pelaut. Sementara itu, SDSD berkaitan dengan pelaut yang memiliki tugas keamanan tertentu.

IMO bahkan menyediakan dua model course yang berbeda, yaitu Model Course 3.27 untuk security awareness training bagi seluruh pelaut dan Model Course 3.26 untuk security training bagi pelaut dengan designated security duties.

Karena itu, pelaut sebaiknya tidak menyamakan kedua sertifikat tersebut. Periksa terlebih dahulu tanggung jawab keamanan yang tercantum dalam persyaratan pekerjaan atau dokumen pelaut.

Baca Juga : Cara Memperpanjang atau Refresh BST Basic Safety Training

Mana yang Di butuhkan Pelaut Pemula?

Bagi pelaut pemula, BST biasanya menjadi bagian penting dari fondasi kompetensi keselamatan. Namun, kebutuhan pelatihan berikutnya dapat berbeda berdasarkan jalur karier.

Sebagai contoh, seseorang yang membutuhkan kompetensi pemadaman kebakaran tingkat lanjut dapat memerlukan AFF. Sementara itu, pelaut yang hanya membutuhkan kesadaran keamanan dapat mengikuti SAT sesuai persyaratan.

Kemudian, pelaut yang memperoleh tugas keamanan tertentu dapat membutuhkan SDSD. Jadi, tidak semua pelaut membutuhkan keempat pelatihan tersebut dengan pola yang sama.

Karena itu, jangan memilih pelatihan hanya berdasarkan nama atau rekomendasi dari orang lain. Sebaliknya, cocokkan pelatihan dengan jabatan, jenis kapal, tanggung jawab, dan persyaratan sertifikasi.

Baca Juga : BST Basic Safety Training untuk Kerja di Kapal Internasional

Bagaimana dengan Masa Berlaku dan Pembaruan?

Pelaut juga perlu memperhatikan ketentuan pembaruan kompetensi. STCW menetapkan persyaratan refresher training setiap lima tahun untuk beberapa kompetensi tertentu, termasuk personal survival techniques, fire prevention and firefighting, advanced firefighting, serta proficiency in survival craft and rescue boats.

Namun, pelaut sebaiknya tidak menyamakan semua sertifikat hanya berdasarkan angka lima tahun. Kebutuhan pembaruan dapat mengikuti jenis kompetensi, sertifikat, serta ketentuan administrasi yang berlaku.

Oleh sebab itu, periksa tanggal berlaku pada dokumen dan gunakan kanal resmi untuk memastikan status sertifikasi sebelum menerima penugasan baru.

Mengapa Pelaut Perlu Memahami Perbedaannya?

Memahami perbedaan BST, AFF, SAT, dan SDSD dapat membantu pelaut menghindari kesalahan ketika memilih pelatihan. Tanpa pemahaman yang cukup, seseorang mungkin mengikuti pelatihan yang tidak sesuai dengan kebutuhan jabatannya.

Selain itu, informasi yang benar membantu pelaut merencanakan biaya dan waktu. Peserta dapat menentukan pelatihan yang perlu di ikuti terlebih dahulu dan mempersiapkan dokumen sesuai persyaratan.

Lebih jauh lagi, setiap pelatihan memiliki tujuan kompetensi yang berbeda. Karena itu, mengikuti pelatihan seharusnya tidak hanya mengejar sertifikat, tetapi juga membangun kemampuan yang benar-benar di butuhkan ketika bekerja di kapal.

Perbedaan BST, AFF, SAT, dan SDSD dalam Pelatihan Pelaut terutama terletak pada fokus kompetensinya. BST berfokus pada keselamatan dasar, AFF memperdalam kemampuan pemadaman kebakaran, SAT membangun kesadaran keamanan, sedangkan SDSD memberikan kompetensi keamanan bagi pelaut yang memiliki tugas keamanan tertentu.

Dengan demikian, keempatnya tidak dapat di anggap sebagai sertifikat yang sama. Sebaliknya, kebutuhan setiap pelaut bergantung pada jabatan, tanggung jawab, jenis kapal, serta persyaratan sertifikasi yang berlaku.

BST dapat menjadi fondasi keselamatan, sedangkan AFF, SAT, dan SDSD memberikan kompetensi yang lebih spesifik. Karena itu, calon pelaut maupun pelaut berpengalaman sebaiknya memeriksa kebutuhan sertifikasinya sebelum memilih program pelatihan.

Jika Anda masih bingung menentukan perbedaan BST, AFF, SAT, dan SDSD, termasuk sertifikat mana yang sesuai dengan jabatan atau kebutuhan kerja di kapal, konsultasi terlebih dahulu dapat membantu Anda memahami pilihan pelatihan secara lebih jelas.

Konsultasi Perbedaan BST AFF SAT Dan SDSD

Mega