BST Basic Safety Training untuk Kerja di Kapal Internasional

Mega

Updated on:

BST Basic Safety Training untuk Kerja di Kapal Internasional
Direktur Utama Jangkar Groups

BST Basic Safety Training untuk Kerja di Kapal Internasional menjadi salah satu hal penting yang perlu di pahami calon pelaut karena pekerjaan di kapal internasional menuntut kompetensi keselamatan yang mengikuti standar maritim yang di akui secara internasional. Selain itu, pelaut perlu memastikan sertifikat yang di miliki sesuai dengan ketentuan negara penerbit, persyaratan perusahaan pelayaran, serta standar STCW yang berlaku.

Bekerja di kapal internasional tentu memberikan lingkungan kerja yang berbeda di bandingkan kapal yang hanya beroperasi dalam lingkup domestik. Pelaut dapat bekerja bersama kru dari berbagai negara, berlayar melewati beberapa wilayah, serta memasuki pelabuhan di negara berbeda. Oleh karena itu, pemahaman mengenai keselamatan dan prosedur darurat menjadi bagian penting dari kesiapan bekerja di kapal.

International Maritime Organization (IMO) melalui STCW Convention menetapkan standar minimum internasional mengenai pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan dinas jaga pelaut. Standar tersebut bertujuan menciptakan tingkat kompetensi yang dapat di terapkan oleh negara-negara pihak STCW.

Baca Juga : BST Basic Safety Training

Apa Itu BST Basic Safety Training?

BST atau Basic Safety Training merupakan pelatihan keselamatan dasar bagi pelaut. Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang di butuhkan ketika pelaut menghadapi kondisi darurat atau risiko keselamatan di kapal.

STCW Regulation VI/1 menetapkan bahwa pelaut harus memperoleh safety familiarization dan basic training sesuai Section A-VI/1 STCW Code serta memenuhi standar kompetensi yang di tentukan. Selain itu, apabila basic training tidak termasuk dalam kualifikasi sertifikat yang di terbitkan, peserta dapat memperoleh Certificate of Proficiency setelah menyelesaikan pelatihan tersebut.

Dengan demikian, BST bukan hanya pelatihan tambahan. Sebaliknya, BST berkaitan langsung dengan kompetensi keselamatan dasar yang menjadi bagian dari standar kepelautan internasional.

Karena itu, calon pelaut yang ingin bekerja di kapal internasional perlu memahami fungsi BST sejak awal. Dengan pemahaman tersebut, peserta dapat mempersiapkan sertifikasi dan dokumen secara lebih terarah.

Baca Juga : Syarat BST Basic Safety Training untuk Pelaut Indonesia

Mengapa BST Penting untuk Kapal Internasional?

Kapal internasional dapat membawa kru dari berbagai latar belakang dan beroperasi di wilayah yang berbeda. Namun, prosedur keselamatan harus tetap memiliki standar yang jelas agar seluruh kru dapat bekerja secara terkoordinasi.

Di sinilah STCW memiliki peran penting. Konvensi tersebut menetapkan standar minimum internasional sehingga negara-negara pihak dapat menerapkan persyaratan pelatihan dan sertifikasi pelaut dengan acuan yang sama.

Baca Juga : Cara Mengikuti BST Basic Safety Training untuk Pelaut

Selanjutnya, BST membantu pelaut memahami tindakan yang harus di lakukan ketika terjadi keadaan darurat. Pelaut perlu mengetahui alarm, prosedur evakuasi, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta tanggung jawab masing-masing anggota kru.

Selain itu, kemampuan tersebut tidak hanya berguna untuk melindungi diri sendiri. Pelaut juga harus mampu membantu menjaga keselamatan rekan kerja dan mendukung respons darurat di kapal.

Oleh sebab itu, perusahaan pelayaran internasional biasanya memperhatikan kelengkapan dan kesesuaian sertifikasi pelaut sebelum melakukan penempatan kerja.

Baca Juga : Materi BST Basic Safety Training Apa Saja yang Dipelajari?

Materi BST yang Perlu Di kuasai

BST memiliki beberapa kompetensi utama. Karena itu, calon pelaut sebaiknya tidak melihat BST hanya sebagai persyaratan administratif.

1. Personal Survival Techniques

Pertama, peserta mempelajari personal survival techniques. Materi ini berkaitan dengan kemampuan bertahan hidup ketika pelaut menghadapi keadaan darurat di laut.

Peserta perlu memahami penggunaan perlengkapan keselamatan serta tindakan yang tepat ketika situasi mengharuskan kru meninggalkan kapal. Dengan demikian, pelaut memiliki bekal dasar untuk menghadapi kondisi yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Baca Juga : Biaya BST Basic Safety Training di Indonesia Komponen Biayanya

2. Fire Prevention and Fire Fighting

Selanjutnya, BST membahas fire prevention and firefighting. Kebakaran menjadi salah satu risiko serius di lingkungan kapal sehingga pelaut perlu mengetahui tindakan pencegahan dan respons awal.

Peserta mempelajari prinsip dasar pencegahan kebakaran, tindakan ketika menemukan sumber api, penggunaan peralatan pemadam, serta prosedur keselamatan yang berkaitan dengan kebakaran.

Namun, kompetensi tersebut berbeda dengan Advanced Fire Fighting. AFF memberikan pelatihan pemadaman kebakaran pada tingkat yang lebih lanjut sesuai persyaratan kompetensi yang berlaku.

Baca Juga : Berapa Lama Masa Berlaku Sertifikat BST? Ini Penjelasannya

3. Elementary First Aid

Berikutnya, peserta mempelajari elementary first aid atau pertolongan pertama tingkat dasar.

Materi ini membantu pelaut memahami tindakan awal ketika terjadi kecelakaan atau kondisi medis di kapal. Dengan demikian, pelaut dapat memberikan bantuan awal secara lebih terarah sambil menunggu penanganan lebih lanjut.

Baca Juga : Cara Mendapatkan Sertifikat BST untuk Pelaut Pemula

4. Personal Safety and Social Responsibilities

Selain itu, BST mencakup personal safety and social responsibilities. Materi ini berkaitan dengan keselamatan pribadi, komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, serta perilaku yang mendukung lingkungan kerja yang aman.

Standar ini juga mengalami perkembangan. Sejak 1 Januari 2026, amendemen STCW Code memasukkan persyaratan minimum baru dalam basic training mengenai pencegahan dan respons terhadap kekerasan serta pelecehan di sektor maritim, termasuk bullying, sexual harassment, dan sexual assault.

Karena itu, calon pelaut perlu memastikan bahwa pelatihan yang di ikuti menggunakan kurikulum sesuai standar terbaru.

Baca Juga : BST untuk Pelaut Penting untuk Bekerja di Kapal?

Apakah BST Indonesia Bisa Di gunakan untuk Kapal Internasional?

Pertanyaan ini cukup penting bagi calon pelaut Indonesia. Pada dasarnya, STCW memang dirancang sebagai standar internasional. Namun, penggunaan sertifikat dalam proses kerja tetap perlu memperhatikan administrasi dan pengakuan yang berlaku.

Indonesia menerapkan ketentuan pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi pelaut melalui regulasi nasional. Salah satu ketentuan resmi Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa pelaut harus memperoleh basic safety training sesuai Section A-VI/1 STCW Code dan memenuhi standar kompetensi yang di tetapkan.

Selain itu, Kementerian Perhubungan memiliki ketentuan dan mekanisme terkait pengesahan program diklat BST pada lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan. JDIH Kementerian Perhubungan mencatat petunjuk teknis pengesahan program di klat BST tersebut sebagai regulasi yang berlaku.

Dengan demikian, calon pelaut perlu memastikan bahwa pelatihan berasal dari penyelenggara yang sesuai dengan ketentuan kepelautan. Jangan hanya melihat nama kursus atau harga pelatihan.

Baca Juga : Perbedaan BST AFF SAT dan SDSD dalam Pelatihan Pelaut

Sertifikat BST dan Verifikasi untuk Pelaut

Setelah menyelesaikan pelatihan, pelaut perlu memperhatikan sertifikat yang di terbitkan. Data pada sertifikat harus sesuai dengan identitas dan informasi kepelautan.

Selain itu, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menyediakan sistem verifikasi sertifikat pelaut. Data yang di tampilkan dapat mencakup jenis sertifikat, nomor sertifikat, lembaga penerbit, status, serta tanggal berlaku.

Contoh data pada sistem resmi menunjukkan sertifikat Basic Safety Training dapat memiliki status aktif dan tanggal berlaku yang tercatat dalam sistem Direktorat Perkapalan dan Kepelautan.

Karena itu, setelah sertifikat terbit, pelaut sebaiknya memeriksa data tersebut. Jika terdapat kesalahan nama, nomor sertifikat, atau informasi lain, segera tanyakan kepada pihak yang berwenang.

Baca Juga : Cara Memperpanjang atau Refresh BST Basic Safety Training

Masa Berlaku BST untuk Pelaut Internasional

Masa berlaku menjadi bagian penting dalam persiapan kerja. Pelaut tidak cukup hanya memiliki sertifikat; mereka juga perlu memastikan sertifikat masih memenuhi ketentuan ketika perusahaan membutuhkan dokumen tersebut.

STCW menetapkan refresher training setiap lima tahun untuk beberapa kompetensi, termasuk personal survival techniques serta fire prevention and firefighting dalam basic training. Ketentuan refresher juga berlaku untuk beberapa kompetensi keselamatan lainnya.

Namun demikian, pelaut perlu membedakan antara masa berlaku dokumen sertifikat dan ketentuan refresher kompetensi. Keduanya berkaitan, tetapi tidak selalu berarti setiap sertifikat harus di perlakukan dengan cara yang sama.

Oleh karena itu, periksa sertifikat dan ketentuan terbaru sebelum melakukan pembaruan. Langkah tersebut penting terutama ketika pelaut akan bergabung dengan perusahaan pelayaran internasional.

BST Saja Apakah Cukup untuk Bekerja di Kapal Internasional?

Memiliki BST tidak otomatis berarti seorang pelaut sudah memenuhi seluruh persyaratan untuk bekerja di semua posisi kapal internasional.

Setiap jabatan memiliki kebutuhan kompetensi yang berbeda. Misalnya, pelaut yang bekerja pada posisi tertentu mungkin membutuhkan sertifikat tambahan sesuai tugas, jenis kapal, atau sistem keselamatan yang berlaku.

Selain itu, STCW memiliki berbagai bab dan regulasi yang mengatur kompetensi berdasarkan departemen, jabatan, jenis kapal, serta fungsi tertentu. Chapter V, misalnya, memuat persyaratan pelatihan khusus bagi personel pada jenis kapal tertentu.

Karena itu, calon pelaut sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan “apakah saya sudah memiliki BST?”. Pertanyaan berikutnya adalah “sertifikat apa lagi yang di butuhkan untuk posisi dan jenis kapal yang saya tuju?”

Dengan cara tersebut, persiapan kerja menjadi lebih terarah.

Dokumen yang Perlu Di persiapkan

Selain sertifikat BST, calon pelaut biasanya perlu menyiapkan berbagai dokumen kepelautan sesuai persyaratan perusahaan dan jabatan.

Dokumen tersebut dapat mencakup identitas diri, dokumen pelaut, sertifikat kompetensi atau keterampilan lain, dokumen kesehatan, serta dokumen tambahan sesuai kebutuhan perusahaan.

Namun, persyaratan tidak selalu sama untuk setiap posisi. Karena itu, jangan menggunakan satu daftar dokumen untuk semua jenis pekerjaan.

Sebaliknya, periksa persyaratan perusahaan atau agen perekrutan sebelum mengirimkan lamaran. Kemudian, cocokkan dokumen yang di miliki dengan posisi yang tersedia.

Hal yang Perlu Di perhatikan Sebelum Mendaftar BST

Bagi calon pelaut yang belum mengikuti BST, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan.

Pertama, pilih lembaga pelatihan yang programnya sesuai dengan ketentuan kepelautan. Selanjutnya, periksa persyaratan pendaftaran dan dokumen yang perlu di siapkan.

Kedua, tanyakan materi pelatihan dan standar kurikulum yang di gunakan. Hal ini semakin penting karena STCW mengalami pembaruan dan standar kompetensi dapat berkembang.

Ketiga, perhatikan proses penerbitan sertifikat. Pastikan peserta memahami bagaimana sertifikat di terbitkan dan bagaimana data sertifikat dapat di verifikasi.

Terakhir, jangan hanya mempertimbangkan biaya. Perhatikan juga kesesuaian program, fasilitas praktik, jadwal, lokasi, serta status penyelenggara.

BST dan Persiapan Karier di Kapal Internasional

BST dapat menjadi salah satu bagian awal dalam membangun kompetensi keselamatan pelaut. Namun, karier di kapal internasional membutuhkan persiapan yang lebih luas.

Pelaut perlu memahami bidang kerja yang ingin di tekuni. Setelah itu, identifikasi sertifikat yang di perlukan untuk jabatan tersebut.

Misalnya, kebutuhan seorang calon pelaut di bagian deck dapat berbeda dengan kebutuhan pelaut di bagian engine. Begitu juga kebutuhan kru pada kapal tanker atau kapal dengan teknologi dan bahan bakar tertentu dapat memiliki persyaratan tambahan.

IMO juga telah mengembangkan persyaratan pelatihan untuk personel yang bekerja pada kapal dengan bahan bakar alternatif dan teknologi baru. Hal tersebut menunjukkan bahwa kompetensi pelaut terus berkembang mengikuti perubahan teknologi kapal.

Karena itu, pelaut sebaiknya membangun rencana sertifikasi berdasarkan jalur karier, bukan sekadar mengumpulkan sertifikat sebanyak mungkin.

Tips Memastikan BST Siap Di gunakan untuk Melamar Kerja

Agar proses melamar kerja lebih lancar, calon pelaut dapat melakukan beberapa pemeriksaan sederhana.

Pertama, pastikan nama dan identitas pada sertifikat sesuai dengan dokumen lainnya. Kemudian, periksa nomor sertifikat dan tanggal berlaku.

Selanjutnya, lakukan verifikasi melalui sistem resmi jika fasilitas tersebut tersedia. Sistem Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menyediakan informasi mengenai status sertifikasi pelaut.

Setelah itu, cocokkan sertifikat dengan persyaratan perusahaan. Jika perusahaan meminta sertifikat tertentu dengan masa berlaku tertentu, pastikan dokumen yang di miliki memenuhi persyaratan tersebut.

Dengan persiapan seperti ini, pelaut dapat mengurangi risiko kendala administrasi saat proses rekrutmen.

BST Basic Safety Training untuk Kerja di Kapal Internasional merupakan bagian penting dari persiapan kompetensi keselamatan bagi pelaut yang ingin bekerja dalam lingkungan pelayaran internasional. STCW menetapkan standar minimum internasional mengenai pelatihan, sertifikasi, dan dinas jaga pelaut, sedangkan Indonesia menerapkan ketentuan tersebut melalui sistem pendidikan dan sertifikasi kepelautan nasional.

BST mencakup beberapa kompetensi dasar, seperti personal survival techniques, fire prevention and firefighting, elementary first aid, serta personal safety and social responsibilities. Selain itu, standar kompetensi terus berkembang, termasuk pembaruan pada aspek pencegahan dan respons terhadap kekerasan serta pelecehan di lingkungan maritim yang berlaku mulai 2026.

Namun, BST bukan satu-satunya persyaratan untuk semua pekerjaan di kapal internasional. Pelaut tetap perlu menyesuaikan sertifikat dengan jabatan, jenis kapal, tugas, serta persyaratan perusahaan yang di tuju.

Karena itu, persiapkan sertifikat secara teliti, periksa statusnya melalui kanal resmi, dan pastikan kompetensi yang di miliki sesuai dengan pekerjaan yang ingin Anda jalani.

Jika Anda sedang mempersiapkan diri untuk bekerja di kapal internasional dan ingin mengetahui kebutuhan BST, persyaratan sertifikat, proses pelatihan, masa berlaku, atau dokumen lain yang mungkin di perlukan, konsultasi terlebih dahulu dapat membantu Anda menyusun persiapan dengan lebih jelas.

Konsultasi BST Untuk Kerja Di Kapal Internasional

Mega