Materi BST Basic Safety Training Apa Saja yang Dipelajari?

Mega

Updated on:

Materi BST Basic Safety Training Apa Saja yang Dipelajari?
Direktur Utama Jangkar Groups

Materi BST Basic Safety Training Apa Saja yang Di pelajari? Pertanyaan ini sering muncul dari calon pelaut yang ingin mengikuti pelatihan keselamatan dasar sebelum bekerja di kapal. BST atau Basic Safety Training memberikan pembekalan mengenai pengetahuan dan keterampilan dasar yang berkaitan dengan keselamatan, keadaan darurat, pertolongan pertama, serta tanggung jawab seseorang ketika berada di lingkungan kapal. Karena itu, memahami materi BST sejak awal dapat membantu calon peserta mempersiapkan diri secara lebih baik.

Pada dasarnya, lingkungan kapal memiliki berbagai risiko yang membutuhkan kesiapan. Kondisi cuaca, aktivitas mesin, kebakaran, kecelakaan kerja, hingga situasi yang mengharuskan awak kapal meninggalkan kapal dapat menimbulkan keadaan darurat. Oleh sebab itu, pelaut perlu memahami prosedur keselamatan dan mampu mengambil tindakan yang sesuai.

Selain itu, BST tidak hanya mengandalkan pembelajaran teori. Peserta juga mengikuti latihan praktik agar mereka dapat memahami cara menggunakan peralatan keselamatan dan menerapkan prosedur dalam situasi yang menyerupai kondisi darurat. Dengan demikian, pelatihan dapat memberikan pengalaman yang lebih menyeluruh.

Baca Juga : BST Basic Safety Training

Apa Itu BST Basic Safety Training?

BST merupakan singkatan dari Basic Safety Training atau pelatihan dasar keselamatan. Pelatihan ini memberikan kompetensi dasar kepada pelaut untuk menghadapi berbagai kondisi keselamatan di kapal.

Dalam standar STCW, pelatihan keselamatan dasar mencakup beberapa kompetensi utama. Materi tersebut meliputi Personal Survival Techniques, Fire Prevention and Fire Fighting, Elementary First Aid, serta Personal Safety and Social Responsibilities.

Keempat materi tersebut memiliki tujuan yang berbeda. Namun, semuanya saling berkaitan dalam membangun kemampuan dasar keselamatan seorang pelaut.

Dengan memahami seluruh materi, peserta tidak hanya mengetahui tindakan ketika keadaan darurat sudah terjadi. Sebaliknya, peserta juga belajar mengenai pencegahan, komunikasi, kerja sama, serta perilaku yang mendukung keselamatan di tempat kerja.

Baca Juga : Syarat BST Basic Safety Training untuk Pelaut Indonesia

1. Personal Survival Techniques

Materi Personal Survival Techniques atau teknik bertahan hidup menjadi salah satu bagian penting dalam BST. Materi ini berfokus pada kemampuan peserta untuk menghadapi situasi ketika kapal mengalami keadaan darurat dan seseorang perlu melakukan penyelamatan diri.

Pertama, peserta mengenal berbagai perlengkapan keselamatan yang berkaitan dengan penyelamatan jiwa. Selanjutnya, peserta mempelajari cara menggunakan perlengkapan tersebut sesuai prosedur.

Selain itu, peserta mempelajari tindakan yang perlu di lakukan ketika harus meninggalkan kapal. Situasi seperti ini membutuhkan ketenangan, pemahaman instruksi, dan kemampuan mengikuti prosedur.

Peserta juga dapat mempelajari prinsip bertahan hidup di laut sambil menunggu bantuan. Pengetahuan tersebut mencakup cara menjaga kondisi tubuh, bekerja sama dengan orang lain, serta menggunakan perlengkapan penyelamatan secara tepat.

Dengan demikian, materi Personal Survival Techniques membantu peserta memahami bahwa keselamatan tidak hanya bergantung pada alat, tetapi juga pada kesiapan dan tindakan manusia.

Baca Juga : Cara Mengikuti BST Basic Safety Training untuk Pelaut

2. Fire Prevention and Fire Fighting

Selanjutnya, BST membahas Fire Prevention and Fire Fighting atau pencegahan serta pemadaman kebakaran.

Kebakaran menjadi salah satu keadaan darurat yang membutuhkan respons cepat. Karena itu, peserta perlu memahami bagaimana kebakaran dapat terjadi dan langkah apa yang dapat membantu mencegahnya.

Pada bagian teori, peserta dapat mempelajari dasar-dasar kebakaran, sumber bahaya, jenis kebakaran, serta prinsip penggunaan alat pemadam. Kemudian, peserta menerapkan pengetahuan tersebut melalui latihan praktik.

Latihan praktik memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal peralatan pemadam dan memahami cara menggunakannya secara tepat. Selain itu, peserta mempelajari pentingnya mengikuti instruksi dan menjaga keselamatan selama menghadapi kebakaran.

Tidak kalah penting, peserta juga memahami bahwa pencegahan memiliki peran besar. Menjaga area kerja tetap aman, mengikuti prosedur, dan mengenali potensi sumber api dapat membantu mengurangi risiko.

Oleh karena itu, materi kebakaran tidak hanya mengajarkan cara memadamkan api. Peserta juga belajar bagaimana mengurangi kemungkinan terjadinya kebakaran.

Baca Juga : Biaya BST Basic Safety Training di Indonesia Komponen Biayanya

3. Elementary First Aid

Materi berikutnya adalah Elementary First Aid atau pertolongan pertama dasar.

Dalam lingkungan kapal, seseorang dapat mengalami cedera atau kondisi kesehatan yang membutuhkan pertolongan segera. Jarak kapal dari fasilitas medis juga membuat kemampuan pertolongan pertama menjadi penting.

Melalui materi ini, peserta mempelajari prinsip dasar pertolongan pertama. Peserta juga memahami tindakan awal ketika menemukan seseorang yang mengalami kecelakaan atau kondisi darurat.

Selanjutnya, peserta belajar mengenali kondisi yang membutuhkan perhatian segera. Mereka juga memahami pentingnya menjaga keselamatan diri sendiri sebelum memberikan pertolongan.

Selain teori, kegiatan praktik dapat membantu peserta memahami teknik dasar pertolongan pertama secara lebih nyata. Dengan latihan tersebut, peserta tidak hanya mengingat prosedur, tetapi juga memahami urutan tindakan yang perlu di lakukan.

Namun demikian, pertolongan pertama memiliki batas. Peserta perlu memahami bahwa pelatihan dasar tidak menggantikan kompetensi tenaga medis. Karena itu, peserta harus mengikuti prosedur dan meminta bantuan profesional apabila kondisi membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Baca Juga : Berapa Lama Masa Berlaku Sertifikat BST? Ini Penjelasannya

4. Personal Safety and Social Responsibilities

Materi Personal Safety and Social Responsibilities berfokus pada keselamatan pribadi serta tanggung jawab sosial dalam lingkungan kapal.

Materi ini penting karena keselamatan tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis. Perilaku, komunikasi, di siplin, dan kerja sama juga memiliki pengaruh besar terhadap keselamatan seluruh awak kapal.

Peserta mempelajari cara bekerja dengan aman serta memahami pentingnya mengikuti peraturan dan prosedur keselamatan. Selain itu, peserta belajar mengenai komunikasi yang efektif dengan anggota tim.

Kemudian, peserta memahami bagaimana perilaku seseorang dapat memengaruhi keselamatan orang lain. Sebagai contoh, tindakan yang tidak di siplin dapat menciptakan risiko bagi diri sendiri maupun rekan kerja.

Karena itu, peserta perlu membangun kebiasaan kerja yang bertanggung jawab. Mengikuti instruksi, menggunakan perlengkapan keselamatan, melaporkan potensi bahaya, dan menjaga komunikasi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman.

Baca Juga : Cara Mendapatkan Sertifikat BST untuk Pelaut Pemula

Pentingnya Kombinasi Materi Teori dan Praktik

Keempat materi BST tersebut tidak berdiri sendiri. Sebaliknya, setiap materi saling mendukung dalam membangun kemampuan keselamatan peserta.

Sebagai contoh, peserta mungkin memahami teori mengenai alat keselamatan. Namun, pemahaman tersebut akan lebih bermanfaat jika peserta juga mengetahui cara menggunakan alat tersebut dalam latihan.

Begitu pula dengan materi kebakaran. Mengetahui jenis kebakaran saja belum cukup. Peserta juga perlu memahami tindakan yang tepat dan cara menggunakan peralatan pemadam sesuai prosedur.

Selanjutnya, kemampuan pertolongan pertama membutuhkan pemahaman mengenai urutan tindakan. Latihan dapat membantu peserta memahami penerapan teori secara lebih nyata.

Dengan kombinasi tersebut, BST memberikan pembelajaran yang lebih lengkap daripada sekadar membaca materi keselamatan.

Baca Juga : BST untuk Pelaut Penting untuk Bekerja di Kapal?

Apakah Semua Peserta Mendapat Materi yang Sama?

Secara umum, kompetensi dasar BST mengikuti standar yang di tetapkan untuk pelatihan keselamatan dasar. Namun, pelaksanaan teknis, jadwal, metode pembelajaran, fasilitas, serta administrasi dapat berbeda sesuai lembaga pelatihan dan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, calon peserta sebaiknya meminta informasi langsung dari lembaga pelatihan sebelum melakukan pendaftaran. Dengan cara tersebut, peserta dapat mengetahui jadwal dan bentuk kegiatan yang akan mereka jalani.

Selain itu, calon peserta perlu memastikan bahwa program yang di pilih memang sesuai dengan kebutuhan kepelautan mereka. Jangan hanya memilih berdasarkan informasi dari pihak lain karena kebutuhan dan kondisi setiap peserta dapat berbeda.

Baca Juga : Perbedaan BST AFF SAT dan SDSD dalam Pelatihan Pelaut

Apa yang Perlu Di persiapkan Sebelum Mengikuti Materi BST?

Persiapan sebelum pelatihan dapat membantu peserta mengikuti kegiatan dengan lebih baik. Pertama, peserta perlu memastikan seluruh dokumen administrasi sudah sesuai dengan persyaratan penyelenggara.

Kemudian, peserta sebaiknya membaca informasi mengenai jadwal dan lokasi pelatihan. Jika terdapat kegiatan praktik, tanyakan juga perlengkapan yang perlu di bawa.

Selain itu, peserta perlu menjaga kondisi fisik agar dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Pelatihan keselamatan dapat melibatkan aktivitas praktik sehingga kesiapan fisik menjadi salah satu hal yang perlu di perhatikan.

Selanjutnya, siapkan diri untuk mengikuti instruksi instruktur. Jangan ragu bertanya jika ada materi yang belum di pahami. Dengan demikian, proses belajar dapat berlangsung lebih efektif.

Baca Juga : Cara Memperpanjang atau Refresh BST Basic Safety Training

Tips Memahami Materi BST dengan Lebih Mudah

Memahami materi BST akan lebih mudah jika peserta belajar secara bertahap. Jangan mencoba menghafalkan semua informasi sekaligus.

Pertama, pahami tujuan setiap materi. Setelah itu, pelajari prosedur yang berkaitan dengan masing-masing keadaan darurat.

Kemudian, perhatikan demonstrasi instruktur ketika memasuki sesi praktik. Jika memungkinkan, lakukan latihan dengan sungguh-sungguh agar tubuh terbiasa mengikuti prosedur.

Selain itu, catat poin penting yang belum di pahami. Setelah sesi selesai, gunakan kesempatan untuk bertanya kepada instruktur.

Terakhir, jangan hanya berfokus pada evaluasi. Ingat bahwa tujuan utama BST adalah membangun kemampuan keselamatan yang dapat di gunakan ketika bekerja di kapal.

Baca Juga : BST Basic Safety Training untuk Kerja di Kapal Internasional

Mengapa Materi BST Penting bagi Karier Pelaut?

Pelaut bekerja dalam lingkungan yang membutuhkan kesiapan menghadapi berbagai risiko. Karena itu, pengetahuan keselamatan menjadi bagian penting dalam kompetensi kerja.

BST membantu memberikan dasar mengenai cara menghadapi keadaan darurat, melakukan penyelamatan diri, menangani kebakaran, memberikan pertolongan pertama, serta menjaga keselamatan dalam kehidupan kerja di kapal.

Selain itu, pelatihan keselamatan dapat membantu peserta memahami pentingnya kerja sama. Dalam kondisi darurat, setiap anggota awak memiliki tanggung jawab. Oleh sebab itu, kemampuan individu harus berjalan bersama komunikasi dan koordinasi tim.

Dengan bekal tersebut, pelaut dapat memiliki dasar pemahaman keselamatan yang lebih baik sebelum menjalankan tugas sesuai jabatan dan tanggung jawabnya.

Materi BST Basic Safety Training mencakup empat kompetensi utama, yaitu Personal Survival Techniques, Fire Prevention and Fire Fighting, Elementary First Aid, serta Personal Safety and Social Responsibilities.

Pertama, peserta mempelajari teknik bertahan hidup dan penggunaan perlengkapan keselamatan. Selanjutnya, peserta memahami pencegahan serta penanganan kebakaran. Kemudian, peserta mempelajari pertolongan pertama dasar. Terakhir, peserta memahami keselamatan pribadi, komunikasi, disiplin, dan tanggung jawab sosial.

Selain teori, peserta juga mengikuti latihan praktik agar dapat menerapkan pengetahuan keselamatan secara lebih nyata. Karena itu, calon pelaut sebaiknya mempersiapkan diri secara administratif, fisik, dan mental sebelum mengikuti pelatihan.

Ketentuan mengenai penyelenggaraan, persyaratan, serta sertifikasi dapat berubah mengikuti regulasi yang berlaku. Oleh sebab itu, calon peserta sebaiknya meminta informasi terbaru dari lembaga pelatihan yang di pilih sebelum melakukan pendaftaran.

Masih ingin mengetahui materi BST Basic Safety Training apa saja yang di pelajari, bagaimana pelaksanaannya, berapa lama pelatihannya, atau apa saja yang perlu di persiapkan sebelum mengikuti BST?

Konsultasi Materi BST Basic Safety Training

Mega