Cara Memperpanjang atau Refresh BST Basic Safety Training perlu di pahami oleh pelaut yang ingin menjaga kompetensi keselamatan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. BST atau Basic Safety Training menjadi salah satu pelatihan dasar dalam standar keselamatan pelaut. Karena itu, pelaut perlu memperhatikan masa berlaku sertifikat sekaligus ketentuan refresher training yang berkaitan dengan kompetensi BST.
Selain itu, pelaut tidak sebaiknya menunggu sampai sertifikat benar-benar bermasalah ketika hendak menggunakannya untuk bekerja. Sebaliknya, lakukan pemeriksaan masa berlaku secara berkala dan siapkan proses pembaruan sejak jauh-jauh hari. Dengan begitu, pelaut dapat mengurangi risiko kendala administrasi ketika menerima penugasan baru atau mengikuti proses rekrutmen.
Baca Juga : BST Basic Safety Training
Apa yang Di maksud dengan Refresh BST?
Refresh BST atau refresher training merupakan pelatihan penyegaran yang bertujuan mempertahankan kompetensi keselamatan yang sebelumnya sudah di peroleh pelaut. Jadi, proses ini bukan sekadar mencetak ulang sertifikat lama.
Dalam kerangka STCW, IMO menetapkan refresher training setiap lima tahun untuk beberapa kompetensi, termasuk personal survival techniques serta fire prevention and firefighting dalam basic training. Ketentuan lima tahunan tersebut juga berlaku untuk advanced firefighting dan kompetensi tertentu lainnya.
Dengan demikian, pelaut perlu memahami bahwa istilah “refresh BST” berkaitan dengan pemeliharaan kompetensi. Peserta perlu mengikuti mekanisme pelatihan atau pembuktian kompetensi sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, kebutuhan dan mekanisme administrasi dapat mengikuti aturan nasional serta persyaratan sertifikat yang di miliki. Karena itu, pelaut sebaiknya memeriksa ketentuan terbaru sebelum mendaftar.
Baca Juga : Syarat BST Basic Safety Training untuk Pelaut Indonesia
Kapan Pelaut Perlu Melakukan Refresh BST?
Waktu refresh menjadi salah satu hal yang paling sering di tanyakan pelaut. Pada prinsipnya, pelaut perlu memperhatikan tanggal berlaku sertifikat dan ketentuan refresher untuk kompetensi yang tercantum.
Sebagai contoh, sistem resmi Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menampilkan status dan tanggal berlaku sertifikat BST. Salah satu data sertifikat BST yang tercatat pada sistem tersebut menampilkan status aktif beserta tanggal “Berlaku Sampai Dengan”.
Oleh sebab itu, jangan hanya menyimpan sertifikat tanpa memeriksa tanggal berlakunya. Sebaliknya, catat tanggal tersebut dan mulai mencari informasi pembaruan sebelum masa berlaku berakhir.
Selain itu, perusahaan pelayaran dapat memiliki persyaratan administratif tertentu ketika melakukan rekrutmen atau penempatan awak kapal. Karena itu, pelaut perlu mempertimbangkan kebutuhan pekerjaan selain hanya melihat tanggal kedaluwarsa.
Baca Juga : Cara Mengikuti BST Basic Safety Training untuk Pelaut
Apakah Refresh BST Sama dengan Membuat BST Baru?
Pertanyaan berikutnya adalah apakah refresh sama dengan mengikuti BST dari awal. Jawabannya tidak selalu demikian.
Pelatihan awal dan refresher memiliki tujuan yang berbeda. Pelatihan awal memberikan kompetensi dasar kepada peserta yang belum memiliki kompetensi tersebut. Sementara itu, refresher bertujuan membantu pelaut mempertahankan standar kompetensi yang sudah pernah di peroleh.
Karena itu, pelaut yang sudah memiliki riwayat sertifikasi sebaiknya menunjukkan dokumen sebelumnya ketika melakukan konsultasi atau pendaftaran. Informasi tersebut membantu lembaga menentukan program yang sesuai.
Selanjutnya, peserta juga perlu mengikuti ketentuan yang berlaku pada saat proses pembaruan. Standar pelatihan dapat mengalami perubahan, sehingga materi refresh tidak selalu identik dengan pelatihan yang pernah di ikuti beberapa tahun sebelumnya.
Baca Juga : Materi BST Basic Safety Training Apa Saja yang Dipelajari?
Persyaratan yang Perlu Di siapkan
Sebelum mendaftar refresh BST, siapkan dokumen yang berkaitan dengan identitas dan sertifikasi kepelautan. Persyaratan dapat berbeda menurut lembaga dan jenis layanan, sehingga peserta perlu meminta daftar terbaru sebelum datang ke lokasi.
Beberapa dokumen yang umumnya perlu di perhatikan antara lain:
- Sertifikat BST sebelumnya.
- Identitas diri sesuai persyaratan.
- Nomor atau kode pelaut apabila di perlukan.
- Dokumen kesehatan sesuai ketentuan lembaga.
- Dokumen administrasi lain yang di minta penyelenggara.
- Bukti atau dokumen sertifikasi lain jika berkaitan dengan proses revalidasi.
Selanjutnya, periksa setiap data sebelum menyerahkan dokumen. Pastikan nama, tanggal lahir, nomor identitas, dan nomor sertifikat tidak mengalami perbedaan.
Hal tersebut penting karena perbedaan data dapat membuat proses administrasi menjadi lebih panjang. Oleh karena itu, persiapan dokumen sejak awal dapat membantu memperlancar proses refresh.
Baca Juga : Biaya BST Basic Safety Training di Indonesia Komponen Biayanya
Langkah 1: Periksa Status Sertifikat BST
Langkah pertama yang sebaiknya di lakukan adalah memeriksa status sertifikat. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menyediakan fasilitas Verifikasi Nomor Sertifikasi dan Pengecekan Keabsahan/Validity Checking melalui sistem resmi kepelautan.
Dengan fasilitas tersebut, pelaut dapat melakukan pengecekan berdasarkan informasi sertifikasi yang tersedia. Selain itu, sistem resmi dapat membantu memastikan apakah data sertifikat tercatat dalam sistem kepelautan.
Karena itu, sebelum mendaftar refresh, periksa terlebih dahulu status sertifikat lama. Jika menemukan data yang tidak sesuai, sebaiknya tanyakan kepada pihak yang berwenang sebelum melanjutkan proses.
Baca Juga : Berapa Lama Masa Berlaku Sertifikat BST? Ini Penjelasannya
Langkah 2: Tentukan Jenis Refresh yang Di butuhkan
Setelah memeriksa sertifikat, tentukan jenis pembaruan yang sesuai. Jangan langsung mendaftar program hanya berdasarkan istilah “refresh BST”.
Hal ini penting karena BST mencakup beberapa kompetensi. Standar STCW membagi basic training ke dalam beberapa area kompetensi, termasuk personal survival techniques dan fire prevention and firefighting.
Selanjutnya, kebutuhan refresher dapat berkaitan dengan kompetensi tertentu dan persyaratan sertifikasi yang harus di penuhi. Karena itu, pelaut perlu memastikan program yang di pilih sesuai dengan sertifikat dan pekerjaan yang akan di jalankan.
Jika Anda belum mengetahui jenis refresh yang tepat, konsultasikan sertifikat lama terlebih dahulu. Dengan cara tersebut, Anda dapat menghindari pendaftaran program yang tidak sesuai.
Baca Juga : Cara Mendapatkan Sertifikat BST untuk Pelaut Pemula
Langkah 3: Pilih Lembaga Pelatihan yang Sesuai
Setelah mengetahui kebutuhan refresh, pilih lembaga pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan ketentuan kepelautan.
Indonesia memiliki regulasi mengenai pendidikan, pelatihan, sertifikasi, serta dinas jaga pelaut. PM 70 Tahun 2013 mengatur bidang tersebut dan tercatat masih berstatus berlaku pada JDIH Kementerian Perhubungan, dengan perubahan melalui PM 140 Tahun 2016.
Oleh sebab itu, pelaut perlu memperhatikan status dan kewenangan lembaga sebelum melakukan pendaftaran. Jangan hanya melihat harga atau lokasi.
Selain itu, tanyakan jadwal pelatihan, persyaratan peserta, metode pembelajaran, praktik, evaluasi, biaya, dan mekanisme penerbitan sertifikat. Dengan informasi tersebut, pelaut dapat mempersiapkan waktu dan biaya secara lebih terencana.
Baca Juga : BST untuk Pelaut Penting untuk Bekerja di Kapal?
Langkah 4: Daftar dan Ikuti Pelatihan Refresh
Setelah lembaga dan program sesuai, lakukan pendaftaran berdasarkan prosedur yang di tentukan. Kemudian, ikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Dalam pelatihan refresh, peserta perlu kembali memahami prosedur keselamatan yang berkaitan dengan kompetensinya. Misalnya, personal survival techniques mengharuskan pelaut mempertahankan kemampuan yang berkaitan dengan keselamatan dan tindakan bertahan hidup.
Begitu juga dengan fire prevention and firefighting. Pelaut perlu mempertahankan pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran.
Karena itu, peserta sebaiknya mengikuti sesi teori maupun praktik dengan serius. Jangan menganggap refresh hanya sebagai formalitas untuk mendapatkan dokumen baru.
Baca Juga : Perbedaan BST AFF SAT dan SDSD dalam Pelatihan Pelaut
Langkah 5: Ikuti Evaluasi Kompetensi
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta perlu menyelesaikan evaluasi sesuai program yang berlaku. Evaluasi membantu memastikan peserta masih mampu memenuhi standar kompetensi yang di persyaratkan.
Pada tahap ini, peserta perlu mengikuti instruksi instruktur dan menyelesaikan seluruh kegiatan yang di tentukan. Jika terdapat praktik atau penilaian tertentu, lakukan dengan mengikuti prosedur keselamatan.
Selanjutnya, lembaga akan menjalankan proses administrasi sesuai hasil pelatihan dan ketentuan sertifikasi. Karena itu, peserta perlu memastikan seluruh kewajiban sudah selesai sebelum meninggalkan program.
Baca Juga : BST Basic Safety Training untuk Kerja di Kapal Internasional
Langkah 6: Periksa Sertifikat Setelah Refresh
Setelah proses refresh selesai dan sertifikat terbit, jangan langsung menyimpannya tanpa melakukan pemeriksaan.
Periksa nama, nomor sertifikat, jenis kompetensi, tanggal terbit, tanggal berlaku, dan informasi lainnya. Kemudian, lakukan verifikasi melalui sistem resmi apabila data sudah tersedia.
Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menyediakan layanan verifikasi nomor sertifikasi dan pengecekan keabsahan dokumen.
Dengan demikian, pelaut dapat mengetahui apakah data sertifikat sudah tercatat dengan benar. Jika terdapat ketidaksesuaian, segera tanyakan kepada pihak terkait.
Apa Saja Materi yang Perlu Di perhatikan Saat Refresh BST?
Materi refresh perlu di sesuaikan dengan kompetensi yang harus di pertahankan. Namun, secara umum pelaut perlu kembali memperhatikan aspek keselamatan yang menjadi bagian dari basic training.
Pertama, personal survival techniques membantu pelaut mempertahankan kemampuan menghadapi keadaan darurat yang berkaitan dengan keselamatan jiwa di laut.
Kedua, fire prevention and firefighting membantu pelaut mempertahankan kompetensi dalam mencegah serta menangani kebakaran.
Selain itu, pelaut perlu memahami prosedur darurat, komunikasi, penggunaan alat keselamatan, serta kerja sama dalam keadaan darurat sesuai program pelatihan.
Dengan demikian, refresh bukan hanya pengulangan teori. Sebaliknya, kegiatan tersebut membantu menjaga kemampuan pelaut agar tetap relevan dengan standar keselamatan yang berlaku.
Apa yang Terjadi Jika BST Sudah Kedaluwarsa?
Jika sertifikat sudah melewati masa berlaku, pelaut sebaiknya tidak menganggap bahwa proses pembaruan dapat di lakukan tanpa pemeriksaan terlebih dahulu.
Pertama, periksa status sertifikat melalui kanal resmi. Kemudian, tanyakan kepada lembaga pelatihan atau pihak berwenang mengenai program yang sesuai dengan kondisi sertifikat.
Hal ini penting karena prosedur yang perlu di tempuh dapat bergantung pada status sertifikasi, jenis kompetensi, dan aturan yang berlaku pada saat pengajuan.
Selain itu, jangan menunda proses terlalu lama. Jika sertifikat sudah tidak memenuhi persyaratan ketika perusahaan membutuhkan dokumen tersebut, proses administrasi dapat menghambat penempatan kerja.
Tips Agar Refresh BST Tidak Terlambat
Pelaut dapat melakukan beberapa langkah sederhana agar tidak terlambat melakukan refresh. Pertama, simpan salinan sertifikat dalam bentuk fisik dan digital.
Kemudian, catat tanggal berakhirnya sertifikat pada kalender atau pengingat pribadi. Selanjutnya, mulai mencari informasi pembaruan beberapa bulan sebelum masa berlaku berakhir.
Selain itu, periksa persyaratan terbaru dari lembaga pelatihan. Jangan menggunakan daftar persyaratan lama karena aturan atau prosedur administrasi dapat berubah.
Terakhir, pastikan data sertifikat dapat di verifikasi. Langkah ini membantu mengurangi risiko ketika pelaut membutuhkan dokumen untuk keperluan pekerjaan.
Apakah Refresh Harus Menunggu Sertifikat Kedaluwarsa?
Tidak perlu menunggu sampai sertifikat benar-benar kedaluwarsa untuk mulai mempersiapkan pembaruan. Justru, persiapan lebih awal memberikan waktu yang cukup untuk mencari jadwal pelatihan dan menyiapkan dokumen.
Namun, waktu pelaksanaan tetap perlu mengikuti ketentuan lembaga dan aturan sertifikasi yang berlaku. Karena itu, jangan menetapkan jadwal refresh hanya berdasarkan perkiraan pribadi.
Sebaliknya, periksa masa berlaku sertifikat, kebutuhan pekerjaan, serta ketentuan refresher yang relevan. Setelah itu, tentukan langkah berdasarkan informasi tersebut.
Cara Memperpanjang atau Refresh BST Basic Safety Training membutuhkan persiapan yang tepat, mulai dari memeriksa status sertifikat, memahami kompetensi yang perlu di perbarui, memilih lembaga pelatihan yang sesuai, mengikuti refresher training, menyelesaikan evaluasi, hingga memeriksa kembali sertifikat setelah terbit.
Menurut IMO, beberapa kompetensi dalam basic training memang memiliki ketentuan refresher setiap lima tahun, terutama personal survival techniques serta fire prevention and firefighting. Namun, pelaut tetap perlu memeriksa ketentuan sertifikat dan aturan nasional yang berlaku karena proses administrasi dapat bergantung pada kondisi masing-masing sertifikat.
Selain itu, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menyediakan layanan verifikasi nomor sertifikasi dan pengecekan keabsahan dokumen. Oleh sebab itu, gunakan kanal resmi untuk memastikan status sertifikat sebelum mengambil langkah berikutnya.
Dengan melakukan refresh secara terencana, pelaut dapat menjaga kompetensi keselamatan sekaligus mengurangi risiko kendala administrasi ketika membutuhkan sertifikat untuk bekerja di kapal.
Jika Anda ingin mengetahui cara memperpanjang atau refresh BST Basic Safety Training, termasuk persyaratan dokumen, status sertifikat, jenis refresher yang di perlukan, serta langkah yang perlu di lakukan, Anda dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu.
Konsultasi Perpanjangan Atau Refresh BST