BST untuk Pelaut Penting untuk Bekerja di Kapal karena Basic Safety Training menjadi pelatihan dasar yang membantu pelaut memahami cara menghadapi keadaan darurat, menjaga keselamatan diri, dan merespons berbagai risiko selama berada di kapal. Selain itu, BST menjadi bagian penting dalam pembekalan kompetensi keselamatan bagi pelaut sebelum menjalankan tugas di lingkungan kerja yang memiliki risiko operasional cukup tinggi.
Bekerja di kapal tentu berbeda dengan bekerja di darat. Pelaut harus menghadapi kondisi laut, ruang kerja yang terbatas, peralatan berat, mesin, cuaca yang berubah, serta kemungkinan terjadinya kebakaran atau keadaan darurat lainnya. Oleh karena itu, pelaut membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan utama, tetapi juga keselamatan.
International Maritime Organization (IMO) melalui STCW menetapkan persyaratan dasar mengenai pelatihan, sertifikasi, dan dinas jaga pelaut. Bahkan, Regulation VI/1 STCW mewajibkan pelaut memperoleh safety familiarization dan basic training sesuai standar kompetensi yang berlaku.
Baca Juga : BST Basic Safety Training
Apa Itu BST untuk Pelaut?
BST merupakan singkatan dari Basic Safety Training atau pelatihan keselamatan dasar. Program ini memberikan bekal kepada pelaut agar mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat maupun risiko keselamatan di kapal.
Dalam standar STCW, basic training mencakup beberapa kompetensi utama. Materinya antara lain personal survival techniques, fire prevention and firefighting, elementary first aid, serta personal safety and social responsibilities.
Dengan demikian, BST tidak sekadar memberikan pengetahuan teori. Peserta juga perlu memahami bagaimana menerapkan prosedur keselamatan ketika menghadapi kondisi nyata di kapal.
Selain itu, Indonesia memiliki aturan mengenai pendidikan dan pelatihan serta sertifikasi pelaut. Kementerian Perhubungan mencantumkan PM 70 Tahun 2013 tentang Pendidikan dan Pelatihan, Sertifikasi Serta Dinas Jaga Pelaut sebagai salah satu regulasi terkait kepelautan. Regulasi tersebut berstatus berlaku dan telah mengalami perubahan melalui PM 140 Tahun 2016.
Baca Juga : Syarat BST Basic Safety Training untuk Pelaut Indonesia
Mengapa BST Penting bagi Pelaut?
BST penting karena keselamatan di kapal membutuhkan kesiapan, bukan hanya pengetahuan. Ketika keadaan darurat terjadi, pelaut harus mengetahui tindakan yang tepat dan mampu mengikuti prosedur yang telah di tetapkan.
Misalnya, ketika alarm kebakaran berbunyi, pelaut tidak boleh panik. Sebaliknya, pelaut perlu memahami alarm, mengetahui lokasi muster station, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan mengikuti instruksi sesuai prosedur darurat.
Begitu juga ketika kapal menghadapi kondisi yang mengharuskan awak meninggalkan kapal. Pengetahuan mengenai personal survival techniques membantu pelaut memahami penggunaan life jacket, prosedur berkumpul, serta tindakan keselamatan dalam keadaan darurat.
Karena itu, BST membantu membentuk kebiasaan keselamatan sejak awal. Semakin baik pemahaman pelaut, semakin terarah pula tindakan yang dapat di lakukan ketika menghadapi kondisi yang tidak terduga.
Baca Juga : Cara Mengikuti BST Basic Safety Training untuk Pelaut
BST Berkaitan dengan Kesiapan Bekerja di Kapal
Pelaut tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis sesuai jabatan. Di sisi lain, mereka juga harus mampu menjaga keselamatan diri dan orang lain selama bekerja.
Seorang awak kapal dapat bekerja di area dengan banyak peralatan, aktivitas bongkar muat, mesin, bahan bakar, listrik, atau kondisi cuaca tertentu. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai prosedur keselamatan menjadi bagian penting dari kesiapan kerja.
Selain itu, kerja di kapal membutuhkan koordinasi. Setiap awak memiliki tugas dan tanggung jawab tertentu. Ketika keadaan darurat muncul, seluruh awak harus dapat bekerja sebagai tim.
Dalam konteks tersebut, BST membantu peserta memahami komunikasi keselamatan, tanggung jawab individu, prosedur keadaan darurat, serta pentingnya mengikuti instruksi. Jadi, pelatihan ini tidak hanya berkaitan dengan keselamatan pribadi, tetapi juga keselamatan seluruh kru.
Baca Juga : Materi BST Basic Safety Training Apa Saja yang Dipelajari?
Materi BST yang Perlu Di pahami Pelaut
1. Personal Survival Techniques
Pertama, peserta mempelajari teknik bertahan hidup di laut. Materi ini penting karena kondisi darurat dapat mengharuskan awak kapal meninggalkan kapal.
Peserta perlu memahami penggunaan perlengkapan keselamatan dan tindakan yang harus di lakukan ketika menghadapi keadaan darurat di laut. Dengan demikian, pelaut memiliki bekal untuk merespons situasi yang mengancam keselamatan jiwa.
Baca Juga : Biaya BST Basic Safety Training di Indonesia Komponen Biayanya
2. Fire Prevention and Fire Fighting
Selanjutnya, BST membahas pencegahan dan pemadaman kebakaran. Kebakaran menjadi salah satu keadaan darurat yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.
Karena itu, peserta perlu memahami sumber risiko kebakaran, tindakan pencegahan, alarm, prosedur keadaan darurat, serta penggunaan peralatan pemadam sesuai pelatihan.
Baca Juga : Berapa Lama Masa Berlaku Sertifikat BST? Ini Penjelasannya
3. Elementary First Aid
Berikutnya, peserta mendapatkan dasar pertolongan pertama. Pengetahuan ini berguna ketika terjadi kecelakaan atau kondisi medis sebelum bantuan lebih lanjut tersedia.
Pelaut perlu mengetahui tindakan awal yang tepat dan memahami batas kemampuan pertolongan pertama. Dengan begitu, peserta dapat membantu korban secara lebih terarah tanpa mengambil tindakan yang berisiko.
Baca Juga : Cara Mendapatkan Sertifikat BST untuk Pelaut Pemula
4. Personal Safety and Social Responsibilities
Selain keselamatan fisik, BST juga membahas keselamatan pribadi dan tanggung jawab sosial. Kompetensi ini membantu pelaut memahami perilaku kerja yang aman, komunikasi, kerja sama, serta tanggung jawab terhadap lingkungan kerja.
Lebih lanjut, standar STCW mengalami pembaruan. Sejak 1 Januari 2026, amendemen STCW memasukkan ketentuan baru dalam basic training terkait pencegahan dan respons terhadap kekerasan serta pelecehan di sektor maritim, termasuk bullying dan sexual harassment.
Oleh karena itu, pelaut yang mengikuti BST perlu memperhatikan kurikulum terbaru dari lembaga pelatihan yang berwenang.
Baca Juga : Perbedaan BST AFF SAT dan SDSD dalam Pelatihan Pelaut
BST Membantu Pelaut Menghadapi Keadaan Darurat
Keadaan darurat di kapal membutuhkan respons yang cepat dan terkoordinasi. Namun, kecepatan saja tidak cukup. Pelaut juga harus mengambil tindakan berdasarkan prosedur yang benar.
Dalam standar STCW, kompetensi dasar mencakup pemahaman terhadap berbagai keadaan darurat seperti kebakaran, tabrakan, kapal tenggelam, serta masuknya air. Pelaut juga perlu mengetahui alarm darurat, muster station, jalur evakuasi, dan penggunaan perlengkapan keselamatan.
Karena itu, latihan selama BST memiliki peran penting. Peserta tidak hanya membaca prosedur, tetapi juga membangun pemahaman melalui latihan yang sesuai dengan program pelatihan.
Dengan latihan tersebut, pelaut dapat lebih memahami apa yang harus di lakukan ketika menghadapi situasi darurat.
Baca Juga : Cara Memperpanjang atau Refresh BST Basic Safety Training
Siapa yang Membutuhkan BST?
BST berkaitan dengan persyaratan basic training bagi pelaut. STCW Regulation VI/1 menyebutkan bahwa pelaut harus memperoleh safety familiarization dan basic training sesuai standar kompetensi yang di tentukan.
Namun, kebutuhan sertifikat dan jenis pelatihan dapat bergantung pada posisi, jenis kapal, tugas, serta jalur sertifikasi yang di tempuh. Karena itu, calon pelaut sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi umum.
Sebelum mendaftar, periksa persyaratan yang berlaku pada lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan yang sesuai. Selanjutnya, pastikan program yang di pilih memang sesuai dengan kebutuhan karier dan dokumen kepelautan yang akan di gunakan.
Baca Juga : BST Basic Safety Training untuk Kerja di Kapal Internasional
Apa yang Perlu Di persiapkan Sebelum Mengikuti BST?
Pelaut atau calon pelaut sebaiknya menyiapkan beberapa hal sebelum mengikuti BST. Pertama, periksa persyaratan administrasi dari lembaga pelatihan.
Kemudian, siapkan dokumen identitas dan dokumen lain yang di minta. Selain itu, perhatikan persyaratan kesehatan karena aktivitas pelatihan dapat mencakup kegiatan praktik keselamatan.
Selanjutnya, pelajari jadwal dan ketentuan pelatihan. Jangan hanya mempertimbangkan biaya. Pastikan pula lembaga penyelenggara memiliki program yang sesuai dengan ketentuan kepelautan.
Dengan persiapan tersebut, peserta dapat mengikuti pelatihan secara lebih terarah. Bahkan, peserta juga dapat menghindari kendala administrasi yang sebenarnya dapat di cegah sejak awal.
Mengapa Memilih Pelatihan BST yang Sesuai Itu Penting?
Pemilihan lembaga pelatihan menjadi bagian penting dalam proses memperoleh kompetensi keselamatan. Sebab, pelatihan kepelautan memiliki standar tertentu yang berkaitan dengan kompetensi dan sertifikasi.
Oleh sebab itu, calon peserta sebaiknya memeriksa informasi lembaga secara teliti. Perhatikan program yang tersedia, persyaratan peserta, jadwal, fasilitas, instruktur, proses evaluasi, serta mekanisme penerbitan sertifikat.
Selain itu, jangan mudah memilih hanya berdasarkan promosi atau harga. Informasi yang jelas mengenai program pelatihan jauh lebih penting untuk memastikan proses berjalan sesuai kebutuhan.
Jika calon peserta masih ragu, konsultasikan terlebih dahulu kebutuhan sertifikasi kepada pihak yang memahami proses kepelautan. Dengan begitu, peserta dapat menentukan langkah yang tepat sebelum mengeluarkan biaya atau mengikuti pelatihan.
BST Bukan Sekadar Dokumen
Sebagian orang mungkin melihat BST hanya sebagai sertifikat yang di perlukan untuk melengkapi dokumen kerja. Padahal, tujuan utama pelatihan keselamatan jauh lebih luas.
BST memberikan pengetahuan yang dapat membantu pelaut menjaga keselamatan dirinya, rekan kerja, kapal, dan lingkungan sekitar. Karena itu, pelaut sebaiknya memandang BST sebagai bagian dari kompetensi kerja, bukan sekadar persyaratan administrasi.
Selain itu, kemampuan keselamatan perlu terus di pertahankan. Pelaut harus mengikuti prosedur keselamatan yang berlaku dan memperbarui kompetensinya sesuai ketentuan.
IMO juga mencantumkan kebutuhan refresher training setiap lima tahun untuk beberapa kompetensi basic training tertentu, termasuk personal survival techniques dan fire prevention and firefighting.
Dengan demikian, pelaut perlu memperhatikan masa berlaku dan ketentuan pembaruan kompetensi yang berlaku pada sertifikatnya.
BST untuk Pelaut Penting untuk Bekerja di Kapal karena pelatihan ini memberikan dasar pengetahuan dan keterampilan keselamatan yang di butuhkan pelaut ketika menjalankan tugas di lingkungan kapal. Melalui BST, peserta mempelajari teknik bertahan hidup, pencegahan dan pemadaman kebakaran, pertolongan pertama, serta keselamatan pribadi dan tanggung jawab sosial.
Selain itu, perkembangan standar internasional membuat pelaut perlu mengikuti informasi terbaru. Mulai 1 Januari 2026, pembaruan STCW juga memasukkan kompetensi mengenai pencegahan dan respons terhadap kekerasan serta pelecehan di lingkungan maritim.
Oleh karena itu, calon pelaut sebaiknya mempersiapkan BST secara serius. Pastikan memilih program yang sesuai, memahami persyaratan, mengikuti seluruh proses pelatihan, serta memperhatikan ketentuan sertifikasi yang berlaku.
Jika Anda sedang mempersiapkan diri untuk bekerja di kapal dan ingin mengetahui apakah BST sudah menjadi kebutuhan untuk posisi atau jalur kepelautan yang Anda tuju, konsultasi terlebih dahulu dapat membantu Anda memahami proses dan persyaratannya.
Konsultasi BST Untuk Pelaut