Dokumen Kerja ke Arab Saudi perlu di persiapkan dengan teliti sebelum seseorang berangkat bekerja. Jangan sampai sudah mendapatkan pekerjaan, tetapi keberangkatan tertunda hanya karena satu dokumen belum lengkap.
Bekerja di Arab Saudi bukan sekadar memiliki paspor dan tiket pesawat. Ada dokumen identitas, dokumen pekerjaan, persyaratan visa, pemeriksaan kesehatan, hingga dokumen penempatan yang perlu di periksa sesuai jalur keberangkatan.
Selain itu, pekerja non-Saudi wajib memenuhi ketentuan kerja yang berlaku di Arab Saudi. Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Arab Saudi menjelaskan bahwa pekerja non-Saudi memerlukan izin kerja dan harus bekerja berdasarkan hubungan kerja dengan pemberi kerja yang bertanggung jawab.
Jadi, apa saja yang harus di siapkan?
Baca Juga: Kerja ke Arab Saudi: Gaji, Syarat, Biaya, Visa, Agen, Pekerjaan
Daftar Dokumen Kerja ke Arab Saudi
Secara umum, calon pekerja Indonesia perlu menyiapkan beberapa kelompok dokumen berikut:
- Paspor yang masih berlaku.
- Dokumen identitas diri.
- Ijazah atau sertifikat pendidikan.
- Sertifikat kompetensi jika di persyaratkan.
- Surat pengalaman kerja atau CV.
- Kontrak kerja.
- Dokumen visa kerja.
- Hasil pemeriksaan kesehatan.
- Dokumen penempatan sebagai PMI.
- Dokumen perjalanan dan keberangkatan.
Namun, daftar tersebut bukan berarti selalu sama untuk setiap pekerjaan. Persyaratan dapat berbeda berdasarkan jenis pekerjaan, pemberi kerja, jalur penempatan, serta ketentuan yang berlaku ketika proses di lakukan.
Karena itu, jangan hanya mengandalkan daftar dari media sosial atau pesan WhatsApp.
Baca Juga: Gaji Kerja di Arab Saudi: Kisaran Gaji & Tunjangan untuk PMI
1. Paspor untuk Bekerja di Arab Saudi
Paspor menjadi salah satu dokumen paling penting.
Tanpa paspor yang valid, proses perjalanan internasional tentu tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Karena itu, calon pekerja sebaiknya memastikan nama, tanggal lahir, nomor paspor, dan data pribadi lainnya sudah benar.
Periksa juga masa berlaku paspor sebelum proses visa di mulai.
Jangan menunggu sampai mendekati keberangkatan. Jika paspor bermasalah atau masa berlakunya tidak memenuhi ketentuan proses yang sedang di jalankan, keberangkatan dapat ikut terdampak.
Kementerian Luar Negeri RI melalui Safe Travel juga mengingatkan bahwa ketentuan visa Arab Saudi dapat berubah dan pemohon perlu memperhatikan jenis serta masa berlaku visa. Visa kunjungan tidak dapat di gunakan untuk bekerja.
Baca Juga: UMR Arab Saudi dan Standar Upah Pekerja: Ini Aturannya
Apa yang harus dicek pada paspor?
Pastikan:
- nama sesuai dokumen lainnya;
- tanggal lahir benar;
- paspor tidak rusak;
- masa berlaku mencukupi;
- halaman paspor masih tersedia;
- data tidak berbeda dengan dokumen visa dan kontrak.
Satu kesalahan kecil pada data dapat membuat proses administrasi menjadi lebih panjang.
2. KTP dan Dokumen Identitas
KTP juga perlu di siapkan sebagai dokumen identitas selama proses administrasi di Indonesia.
Biasanya, data KTP di gunakan untuk mencocokkan identitas calon pekerja dengan dokumen lainnya.
Perhatikan konsistensi data.
Nama di KTP, paspor, ijazah, sertifikat, dan dokumen pekerjaan sebaiknya dapat di jelaskan jika terdapat perbedaan penulisan.
Misalnya, ada perbedaan nama karena penggunaan gelar, perubahan data, atau kesalahan administrasi. Jangan langsung mengabaikannya.
Lebih baik tanyakan kepada pihak yang menangani proses penempatan mengenai dokumen pendukung yang di perlukan.
Baca Juga: Biaya Kerja ke Arab Saudi: Siapkan Dana, Hindari Boncos!
3. Ijazah dan Sertifikat Pendidikan
Dokumen pendidikan dapat menjadi bagian penting, khususnya untuk pekerjaan yang membutuhkan kualifikasi tertentu.
Siapkan salinan ijazah dengan kondisi jelas dan mudah di baca.
Untuk profesi tertentu, dokumen pendidikan mungkin perlu melalui proses verifikasi atau legalisasi sesuai persyaratan yang berlaku.
Karena itu, jangan berasumsi bahwa semua pekerjaan memiliki kebutuhan dokumen pendidikan yang sama.
Pekerjaan teknis, profesional, atau pekerjaan dengan persyaratan keahlian tertentu bisa membutuhkan bukti kualifikasi yang lebih spesifik.
Baca Juga: Biaya Penempatan PMI Arab Saudi: Rincian & Tips Aman Terbaru
4. Sertifikat Kompetensi dan Keahlian
Selain ijazah, calon pekerja dapat di minta menunjukkan sertifikat kompetensi atau bukti keahlian.
Contohnya dapat berkaitan dengan:
- mekanik;
- pengelasan;
- konstruksi;
- kelistrikan;
- hospitality;
- perawatan;
- operator mesin;
- bidang teknis lainnya.
Dokumen tersebut membantu menunjukkan bahwa calon pekerja memang memiliki kompetensi sesuai posisi yang di tawarkan.
Namun, kebutuhan sertifikat sangat bergantung pada profesi dan persyaratan pemberi kerja.
Jadi, tanyakan sejak awal: sertifikat apa yang di wajibkan untuk posisi tersebut?
Baca Juga: Visa Kerja Arab Saudi: Syarat, Proses, Biaya & Dokumen
5. CV dan Surat Pengalaman Kerja
CV memang bukan pengganti dokumen visa. Akan tetapi, CV sangat berguna dalam proses rekrutmen dan pencocokan pekerjaan.
Cantumkan pengalaman secara jelas.
Misalnya:
- nama perusahaan;
- posisi;
- periode bekerja;
- tugas utama;
- keterampilan;
- sertifikasi;
- pengalaman kerja yang relevan.
Jika tersedia, siapkan pula surat pengalaman kerja atau employment certificate.
Dokumen tersebut dapat memperkuat informasi yang tercantum dalam CV.
6. Kontrak Kerja Arab Saudi
Ini bagian yang tidak boleh di lewatkan.
Jangan hanya melihat angka gaji.
Baca kontrak secara keseluruhan.
Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Arab Saudi menyatakan bahwa kontrak kerja pada dasarnya memuat informasi seperti identitas pemberi kerja dan pekerja, upah beserta tunjangan, jenis dan lokasi pekerjaan, tanggal mulai kerja, durasi kontrak, serta hak dan kewajiban para pihak.
Untuk pekerja non-Saudi, kontrak kerja harus di buat tertulis dan berjangka tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Syarat Kerja ke Arab Saudi: Dokumen, Visa & Proses
Apa yang harus di periksa dalam kontrak?
Periksa setidaknya:
- nama perusahaan;
- nama pekerja;
- jabatan;
- lokasi kerja;
- gaji;
- tunjangan;
- jam kerja;
- masa kontrak;
- cuti;
- masa percobaan jika ada;
- fasilitas tempat tinggal jika di janjikan;
- transportasi jika di janjikan;
- ketentuan pemutusan kontrak.
Jika informasi dalam kontrak berbeda dengan yang di sampaikan saat wawancara, berhenti sejenak.
Tanyakan.
Jangan langsung menandatangani.
7. Visa Kerja Arab Saudi
Visa kerja merupakan bagian penting dalam Dokumen Kerja ke Arab Saudi.
Jenis visa harus sesuai dengan tujuan keberangkatan.
Safe Travel Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa visa kunjungan tidak dapat di gunakan untuk bekerja atau mencari nafkah di Arab Saudi.
Artinya, calon pekerja jangan tergoda tawaran seperti:
“Berangkat dulu pakai visa kunjungan, nanti di Saudi diurus jadi visa kerja.”
Kalimat semacam itu perlu di periksa secara serius.
Untuk pekerjaan resmi, proses visa harus mengikuti mekanisme yang sesuai dengan pekerjaan dan pemberi kerja.
8. Work Permit atau Izin Kerja
Visa bukan satu-satunya aspek legalitas kerja.
Arab Saudi juga memiliki ketentuan mengenai izin kerja bagi pekerja non-Saudi. Berdasarkan informasi Kementerian Sumber Daya Manusia Arab Saudi, pekerja non-Saudi tidak boleh menjalankan pekerjaan tanpa memperoleh work permit sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, pekerjaan yang di lakukan harus sesuai dengan profesi yang tercantum dalam izin kerja.
Dengan kata lain, jangan hanya bertanya:
“Visanya sudah ada belum?”
Tanyakan juga:
“Izin kerja dan posisi yang tercantum apa?”
Hal tersebut penting agar pekerjaan yang dijalankan sesuai dengan dokumen resmi.
9. Medical Check Up
Pemeriksaan kesehatan merupakan bagian yang umum dalam proses penempatan pekerja migran.
Tujuannya bukan sekadar formalitas.
Hasil pemeriksaan dapat menjadi salah satu bagian dari persyaratan proses kerja dan perjalanan.
Jenis pemeriksaan dapat berbeda sesuai program atau ketentuan yang berlaku. Karena itu, lakukan pemeriksaan di fasilitas yang ditentukan atau diakui untuk proses tersebut.
Jangan menggunakan hasil pemeriksaan dari tempat yang tidak jelas.
Simpan dokumen hasil pemeriksaan dengan baik.
10. Dokumen Penempatan PMI
Selain dokumen yang berkaitan dengan Arab Saudi, calon pekerja Indonesia juga perlu memperhatikan dokumen dalam proses penempatan sebagai Pekerja Migran Indonesia.
Bagian ini penting karena keberangkatan tidak hanya menyangkut aturan negara tujuan.
Ada pula administrasi dari sisi Indonesia.
Dokumen dapat mencakup identitas, perjanjian kerja, dokumen penempatan, kepesertaan perlindungan, serta dokumen lain sesuai jalur penempatan.
Persyaratan detailnya dapat berubah mengikuti kebijakan dan skema penempatan yang digunakan.
Karena itu, gunakan kanal resmi dan pihak penempatan yang legal sebagai rujukan utama.
Pengalaman Sederhana: Jangan Menunggu Dokumen Sampai Hari Keberangkatan
Saya membuat contoh sederhana.
Sebut saja namanya Rizal.
Rizal mendapatkan tawaran kerja di Arab Saudi sebagai teknisi. Ia sudah memiliki paspor, CV, dan pengalaman kerja. Karena merasa dokumennya sudah lengkap, Rizal mulai mempersiapkan koper.
Ternyata ada masalah.
Dokumen pengalaman kerjanya belum sesuai dengan data yang digunakan saat proses rekrutmen. Kontrak juga belum ia baca secara detail.
Akhirnya, Rizal harus melakukan pengecekan ulang.
Dari contoh tersebut, saya ingin menekankan satu hal: dokumen sebaiknya diperiksa sejak awal, bukan sehari sebelum berangkat.
Persiapan yang lebih awal memberi ruang untuk memperbaiki kesalahan.
Urutan Menyiapkan Dokumen Kerja ke Arab Saudi
Agar lebih mudah, gunakan urutan berikut:
Tahap 1: Siapkan Identitas
Kumpulkan:
- KTP;
- paspor;
- kartu keluarga jika diperlukan;
- dokumen identitas pendukung.
Tahap 2: Siapkan Dokumen Kompetensi
Masukkan:
- ijazah;
- sertifikat keahlian;
- sertifikat kompetensi;
- surat pengalaman kerja;
- CV.
Tahap 3: Verifikasi Tawaran Kerja
Pastikan:
- nama perusahaan jelas;
- posisi jelas;
- lokasi kerja jelas;
- gaji jelas;
- fasilitas jelas;
- kontrak tersedia.
Tahap 4: Proses Visa dan Izin Kerja
Pastikan jenis visa sesuai tujuan.
Selanjutnya, pastikan proses izin kerja dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Tahap 5: Pemeriksaan Kesehatan
Ikuti pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur dan fasilitas yang ditentukan.
Tahap 6: Pemeriksaan Akhir
Sebelum berangkat, cocokkan seluruh data.
Nama.
Nomor paspor.
Jabatan.
Perusahaan.
Lokasi.
Gaji.
Masa kontrak.
Jangan ada perbedaan yang tidak jelas.
Checklist Dokumen Kerja ke Arab Saudi
Berikut checklist sederhana yang bisa digunakan:
| Dokumen | Cek |
|---|---|
| Paspor | ☐ |
| KTP | ☐ |
| Ijazah | ☐ |
| Sertifikat kompetensi | ☐ |
| CV | ☐ |
| Surat pengalaman kerja | ☐ |
| Kontrak kerja | ☐ |
| Visa kerja | ☐ |
| Izin kerja | ☐ |
| Medical check up | ☐ |
| Dokumen penempatan PMI | ☐ |
| Tiket perjalanan | ☐ |
| Dokumen pendukung lainnya | ☐ |
Simpan dokumen penting dalam dua bentuk: dokumen fisik dan salinan digital.
Jangan menyimpan satu-satunya salinan di dalam koper.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Ada beberapa kesalahan yang terlihat sepele tetapi bisa menyulitkan proses.
Hanya Memeriksa Paspor
Paspor memang penting. Namun, kontrak dan izin kerja juga harus diperiksa.
Tidak Membaca Kontrak
Gaji yang disebutkan melalui chat belum tentu sama dengan isi kontrak.
Menggunakan Visa yang Tidak Sesuai
Visa kunjungan bukan izin untuk bekerja.
Menyerahkan Dokumen Asli Sembarangan
Jika dokumen asli diminta, tanyakan untuk apa, kepada siapa, dan kapan dikembalikan.
Tidak Membuat Salinan
Dokumen hilang bisa menjadi masalah besar ketika tidak ada backup.
Tips Aman Menyiapkan Dokumen
Agar lebih aman, lakukan lima hal sederhana.
Pertama, cocokkan nama pada semua dokumen.
Kedua, baca kontrak sebelum menyetujui.
Ketiga, pastikan visa sesuai tujuan bekerja.
Keempat, tanyakan status izin kerja.
Kelima, simpan bukti komunikasi dan salinan seluruh dokumen.
Untuk perlindungan tambahan, calon PMI juga dapat memanfaatkan informasi dan layanan resmi perwakilan Indonesia. KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah menyediakan sejumlah layanan bagi WNI, termasuk layanan terkait legalisasi dan perlindungan konsuler.
FAQ Dokumen Kerja ke Arab Saudi
Apakah paspor wajib untuk kerja ke Arab Saudi?
Ya. Paspor merupakan dokumen perjalanan utama bagi WNI yang akan bepergian ke luar negeri. Pastikan masa berlaku dan data di dalamnya sesuai dengan dokumen lainnya.
Apakah visa kunjungan bisa digunakan untuk bekerja?
Tidak. Informasi Safe Travel Kementerian Luar Negeri menyebutkan bahwa visa kunjungan tidak dapat digunakan untuk bekerja atau mencari nafkah di Arab Saudi.
Apakah ijazah wajib untuk semua pekerjaan?
Tidak selalu. Kebutuhan ijazah atau sertifikat bergantung pada jenis pekerjaan dan persyaratan yang ditetapkan.
Apakah kontrak kerja harus dibaca sebelum berangkat?
Sangat penting. Kontrak memuat informasi mengenai pekerjaan, upah, lokasi, durasi, serta hak dan kewajiban para pihak.
Apakah pekerja non-Saudi membutuhkan izin kerja?
Ya. Ketentuan Arab Saudi mensyaratkan pekerja non-Saudi memiliki work permit untuk bekerja secara legal.
Apakah pekerjaan harus sesuai dengan izin kerja?
Ya. Ketentuan Saudi melarang pekerja menjalankan profesi yang berbeda dari profesi yang tercantum dalam izin kerjanya tanpa mengikuti prosedur perubahan yang berlaku.
Apakah medical check up diperlukan?
Pemeriksaan kesehatan dapat menjadi bagian dari proses penempatan dan visa, bergantung pada jalur serta persyaratan yang berlaku. Ikuti petunjuk dari pihak resmi yang menangani proses Anda.
Apakah dokumen perlu dilegalisasi?
Tergantung jenis dokumen dan tujuan penggunaannya. Persyaratan legalisasi atau pengesahan dapat berbeda berdasarkan pekerjaan dan proses administrasi.
Menyiapkan Dokumen Kerja ke Arab Saudi bukan sekadar mengumpulkan berkas sebanyak mungkin. Yang lebih penting adalah memastikan setiap dokumen benar, sesuai, masih berlaku, dan saling konsisten.
Mulailah dari paspor.
Kemudian siapkan dokumen pendidikan, kompetensi, pengalaman, kontrak, visa, pemeriksaan kesehatan, hingga dokumen penempatan PMI.
Yang tidak kalah penting, jangan hanya mengecek apakah dokumen sudah ada. Periksa juga apakah jenis visa sesuai untuk bekerja, kontrak sesuai dengan tawaran, dan izin kerja sesuai dengan posisi yang akan dijalankan. Ketentuan Arab Saudi memang mengatur secara khusus pekerjaan pekerja non-Saudi dan izin kerja mereka.
Dengan checklist yang rapi, proses persiapan menjadi jauh lebih terarah.
Hubungi Kami Via WhatsApp