Biaya Penempatan PMI Arab Saudi: Rincian & Tips Aman Terbaru

Tania Bulan

Biaya Penempatan PMI Arab Saudi Rincian & Tips Aman Terbaru
Direktur Utama Jangkar Groups

Biaya Penempatan PMI Arab Saudi sering menjadi pertanyaan pertama ketika seseorang mulai mencari peluang kerja di Arab Saudi. Wajar. Sebelum berangkat ke luar negeri, calon pekerja tentu ingin mengetahui berapa uang yang harus di siapkan, biaya apa saja yang muncul, dan siapa sebenarnya yang wajib membayarnya.

Namun, ada satu hal penting.

Jangan langsung percaya pada satu angka yang di tawarkan agen atau pihak tertentu. Biaya penempatan PMI dapat berbeda berdasarkan jenis pekerjaan, skema penempatan, pemberi kerja, serta ketentuan yang berlaku.

Bahkan, kebijakan pemerintah Indonesia mengenai pembebanan biaya penempatan terus di perkuat. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menyampaikan bahwa berdasarkan Permen P2MI Nomor 17 Tahun 2025, pada prinsipnya komponen biaya penempatan di tanggung oleh pemberi kerja, dengan pengecualian tertentu sesuai peraturan dan kesepakatan internasional.

Baca Juga: Kerja ke Arab Saudi: Gaji, Syarat, Biaya, Visa, Agen, Pekerjaan

Karena itu, memahami biaya penempatan PMI Arab Saudi bukan hanya soal menghitung rupiah. Ini juga tentang mengetahui hak, kewajiban, serta jalur keberangkatan yang legal.

Memahami Biaya Penempatan PMI Arab Saudi

Biaya penempatan adalah berbagai pengeluaran yang berkaitan dengan proses seorang calon PMI sampai dapat di tempatkan untuk bekerja di negara tujuan.

Komponennya bisa mencakup pelatihan, sertifikasi, pemeriksaan kesehatan, dokumen, visa, tiket perjalanan, akomodasi tertentu, jasa perusahaan penempatan, dan jaminan sosial.

Artinya, biaya penempatan bukan berarti hanya biaya agen.

Ini bagian penting yang sering terlewat.

Seseorang mungkin mendapat penawaran, misalnya, “biaya berangkat sekian juta”. Namun, calon PMI perlu meminta rincian tertulis. Apa saja yang termasuk? Apakah medical sudah termasuk? Bagaimana dengan visa? Tiket? Jaminan sosial?

Semakin jelas rincian tersebut, semakin mudah calon PMI memeriksa apakah penawaran tersebut masuk akal dan sesuai prosedur.

Baca Juga: Gaji Kerja di Arab Saudi: Kisaran Gaji & Tunjangan untuk PMI

Siapa yang Menanggung Biaya Penempatan PMI?

Berdasarkan informasi Kementerian P2MI mengenai Permen P2MI Nomor 17 Tahun 2025, prinsipnya biaya penempatan pekerja migran di tanggung oleh pemberi kerja. Komponen tersebut antara lain dapat mencakup pelatihan, sertifikasi, pemeriksaan kesehatan dan psikologi, tiket keberangkatan dan kepulangan, akomodasi, visa, jasa perusahaan, dokumen persyaratan, hingga jaminan sosial.

Akan tetapi, terdapat pengecualian untuk pekerjaan tertentu sesuai peraturan perundang-undangan dan kesepakatan internasional.

Jadi, jangan menggunakan satu nominal sebagai patokan untuk semua PMI Arab Saudi.

Programnya harus di lihat terlebih dahulu.

Begitu pula jenis pekerjaannya. Penempatan melalui pemberi kerja berbadan hukum tentu dapat memiliki struktur biaya yang berbeda dengan skema lainnya.

Komponen Biaya Penempatan PMI Arab Saudi

Untuk memahami biaya penempatan PMI Arab Saudi, calon pekerja sebaiknya mengenali komponen yang biasanya berkaitan dengan proses keberangkatan.

Baca Juga: UMR Arab Saudi dan Standar Upah Pekerja: Ini Aturannya

Pemeriksaan Kesehatan

Medical check up merupakan salah satu bagian penting dalam proses penempatan pekerja migran.

Pemeriksaan dapat di lakukan sesuai ketentuan program dan negara tujuan. Biaya pemeriksaan pun dapat berbeda tergantung fasilitas kesehatan dan jenis pemeriksaan yang di ajibkan.

Karena itu, jangan hanya bertanya, “Medical berapa?”

Tanyakan juga pemeriksaan apa saja yang termasuk di dalamnya.

Dokumen dan Administrasi

Calon PMI perlu mempersiapkan berbagai dokumen pribadi dan dokumen penempatan.

Contohnya dapat meliputi paspor, dokumen identitas, dokumen pendidikan atau kompetensi, surat keterangan tertentu, serta dokumen lain sesuai pekerjaan dan program.

Sebagian dokumen mungkin memiliki biaya resmi tersendiri.

Karena itu, setiap pembayaran sebaiknya memiliki dasar dan bukti yang jelas.

Baca Juga: Biaya Kerja ke Arab Saudi: Siapkan Dana, Hindari Boncos!

Visa dan Tiket

Visa kerja serta tiket penerbangan merupakan komponen penting dalam proses keberangkatan.

Namun, calon PMI tidak boleh langsung menganggap bahwa dirinya wajib membayar seluruh komponen tersebut.

Siapa yang menanggungnya harus di lihat berdasarkan kontrak kerja, perjanjian penempatan, skema program, serta ketentuan yang berlaku.

Pelatihan dan Sertifikasi

Untuk pekerjaan tertentu, calon PMI mungkin membutuhkan pelatihan atau sertifikasi.

Tujuannya bukan sekadar memenuhi dokumen.

Kompetensi tersebut dapat menjadi bagian penting agar pekerja mampu menjalankan pekerjaan sesuai standar yang di butuhkan pemberi kerja.

Dalam informasi Kementerian P2MI, pelatihan dan sertifikasi termasuk komponen biaya penempatan yang pada prinsipnya menjadi tanggungan pemberi kerja dalam kerangka Permen P2MI Nomor 17 Tahun 2025, dengan pengecualian tertentu.

Jaminan Sosial

Jaminan sosial juga termasuk komponen yang perlu di perhatikan.

Calon PMI sebaiknya tidak menganggap pembayaran jaminan sosial sebagai “biaya tambahan dari agen” tanpa meminta penjelasan.

Mintalah informasi mengenai jenis program, besaran pembayaran, periode perlindungan, dan bukti kepesertaan.

Apakah PMI Harus Membayar Biaya Penempatan?

Jawabannya tidak bisa di sederhanakan menjadi “selalu bayar” atau “selalu gratis”.

Yang perlu di lihat adalah jenis penempatan dan aturan yang berlaku.

Secara prinsip, pemerintah telah mengatur pembebanan biaya penempatan kepada pemberi kerja. Namun, ada pengecualian tertentu berdasarkan jenis pekerjaan dan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, apabila seseorang di minta membayar sejumlah uang, jangan langsung transfer.

Tanyakan dulu:

  • Biaya tersebut untuk apa?
  • Siapa yang secara hukum menanggungnya?
  • Apa dasar pembayarannya?
  • Apakah tercantum dalam perjanjian?
  • Apakah ada kuitansi?
  • Siapa penerima pembayaran?
  • Apakah nominalnya sesuai ketentuan program?

Lima menit untuk memeriksa dapat mencegah masalah yang jauh lebih panjang.

Biaya Berbeda Berdasarkan Program dan Pekerjaan

Salah satu kesalahan calon PMI adalah membandingkan dua lowongan hanya berdasarkan nominal biaya.

Padahal, paket penempatannya mungkin berbeda.

Misalnya, lowongan A sudah mencakup tiket dan visa, sementara lowongan B memiliki ketentuan berbeda. Pekerjaannya juga mungkin berbeda. Begitu pula fasilitas akomodasi, konsumsi, gaji, jam kerja, dan durasi kontrak.

Karena itu, biaya penempatan PMI Arab Saudi harus dibaca bersama keseluruhan isi lowongan.

Jangan hanya melihat angka paling besar atau paling kecil.

Contoh Kasus untuk Memahami Biaya

Saya biasanya menyarankan calon pekerja membuat tabel sederhana sebelum mengambil keputusan.

Misalnya, sebut saja Rian sedang mempertimbangkan lowongan kerja di Arab Saudi. Ia menerima informasi bahwa ada “biaya proses” yang harus di bayarkan.

Daripada langsung transfer, Rian meminta rincian tertulis.

Ternyata biaya tersebut terdiri dari beberapa komponen. Ada yang merupakan dokumen pribadi, ada yang berkaitan dengan pemeriksaan kesehatan, dan ada pula komponen yang seharusnya di tanggung pemberi kerja.

Dari sini, Rian bisa meminta penjelasan ulang sebelum menandatangani dokumen.

Itulah kebiasaan yang sebaiknya di lakukan setiap calon PMI.

Bukan takut membayar.

Tetapi memastikan pembayaran tersebut memang sah.

Cara Mengecek Biaya Penempatan yang Resmi

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat di lakukan.

1. Cek Lowongan Resmi

Pastikan lowongan memiliki informasi yang jelas mengenai negara tujuan, jabatan, pemberi kerja, gaji, fasilitas, dan proses penempatan.

Data lowongan dan proses penempatan resmi dapat berkaitan dengan sistem SISKOP2MI.

2. Periksa P3MI

Jika proses di lakukan melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia atau P3MI, pastikan perusahaan tersebut memiliki status dan izin yang sesuai.

Jangan hanya percaya karena seseorang mengaku sebagai “agen resmi”.

Status perusahaan perlu di periksa.

3. Minta Perjanjian Tertulis

Jangan puas dengan percakapan WhatsApp.

Minta dokumen resmi.

Periksa bagian yang menjelaskan gaji, fasilitas, kewajiban pekerja, biaya, pemberi kerja, durasi kontrak, serta ketentuan apabila terjadi pembatalan.

4. Minta Bukti Pembayaran

Setiap pembayaran harus memiliki bukti.

Hindari transfer ke rekening pribadi apabila pihak yang meminta pembayaran mengaku mewakili perusahaan atau lembaga resmi tetapi tidak memberikan dasar pembayaran yang jelas.

Waspadai Pungutan Tidak Wajar

Penawaran kerja ke luar negeri memang menarik.

Sayangnya, kondisi tersebut juga dapat di manfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Beberapa tanda yang patut di cermati antara lain:

  • di minta membayar segera agar “kuota tidak hilang”;
  • tidak di berikan rincian biaya;
  • tidak ada perjanjian penempatan;
  • nama pemberi kerja tidak jelas;
  • alamat perusahaan sulit di verifikasi;
  • di minta transfer ke rekening pribadi;
  • di janjikan berangkat dalam waktu sangat singkat tanpa proses dokumen;
  • nominal berubah-ubah;
  • tidak di berikan kuitansi.

Jangan terburu-buru.

Kementerian P2MI sendiri pada 2026 masih menjatuhkan sanksi kepada P3MI yang melakukan pelanggaran penempatan, termasuk penempatan ke Timur Tengah tanpa prosedur yang dipersyaratkan.

Artinya, pengecekan legalitas bukan formalitas.

Itu bagian dari perlindungan.

Alur Penempatan PMI Arab Saudi

Secara umum, calon PMI akan melalui beberapa tahapan yang dapat meliputi:

  1. mencari lowongan resmi;
  2. mengikuti seleksi;
  3. melengkapi dokumen;
  4. menandatangani dokumen penempatan dan kerja;
  5. mengikuti pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan;
  6. menjalani proses administrasi penempatan;
  7. mengurus dokumen keberangkatan;
  8. memperoleh visa atau dokumen perjalanan sesuai ketentuan;
  9. mengikuti persiapan keberangkatan;
  10. berangkat ke Arab Saudi.

Detail tahapan dapat berbeda berdasarkan program dan jenis pekerjaan.

Karena itu, calon PMI sebaiknya tidak menggunakan pengalaman teman sebagai satu-satunya patokan.

Setiap penempatan harus dicek berdasarkan dokumennya sendiri.

Checklist Sebelum Membayar

Sebelum mengeluarkan uang, gunakan checklist berikut:

  • Nama P3MI jelas
  • Lowongan dapat diverifikasi
  • Nama pemberi kerja jelas
  • Jabatan sesuai
  • Gaji tertulis
  • Fasilitas tertulis
  • Kontrak tersedia
  • Perjanjian penempatan tersedia
  • Rincian biaya tertulis
  • Pihak yang menanggung biaya jelas
  • Bukti pembayaran diberikan
  • Dokumen visa dijelaskan
  • Proses keberangkatan jelas
  • Tidak ada pungutan mendadak

Jika satu saja terasa janggal, berhenti sejenak.

Tanyakan.

Verifikasi.

Baru mengambil keputusan.

FAQ Biaya Penempatan PMI Arab Saudi

Berapa biaya penempatan PMI Arab Saudi?

Tidak ada satu nominal yang dapat digunakan untuk seluruh PMI Arab Saudi. Besarnya biaya dan pihak yang menanggungnya bergantung pada jenis pekerjaan, program penempatan, pemberi kerja, serta ketentuan yang berlaku.

Apakah PMI harus membayar biaya penempatan?

Pada prinsipnya, regulasi terbaru menempatkan biaya penempatan sebagai tanggungan pemberi kerja, dengan pengecualian tertentu. Karena itu, calon PMI perlu melihat skema penempatannya secara spesifik.

Apakah biaya visa ditanggung PMI?

Tidak selalu. Pembebanan visa harus dilihat berdasarkan program, perjanjian, dan ketentuan penempatan yang berlaku.

Apakah tiket pesawat termasuk biaya penempatan?

Tiket keberangkatan dan kepulangan termasuk komponen biaya penempatan yang disebut dalam kebijakan pemerintah, tetapi pembebanan akhirnya perlu dilihat berdasarkan ketentuan program dan pengecualian yang berlaku.

Bagaimana mengetahui biaya dari P3MI itu resmi?

Minta rincian tertulis, perjanjian penempatan, dasar pembayaran, serta bukti pembayaran. Kemudian verifikasi status P3MI dan lowongan melalui kanal resmi.

Apakah boleh membayar biaya tanpa kuitansi?

Sebaiknya jangan. Setiap pembayaran seharusnya memiliki bukti yang jelas agar dapat ditelusuri apabila terjadi masalah.

Bagaimana jika agen meminta biaya sangat besar?

Jangan langsung membayar. Minta rincian komponen, dasar hukum atau dasar program, serta pihak yang seharusnya menanggung biaya tersebut.

Apakah biaya semua pekerjaan di Arab Saudi sama?

Tidak. Jenis pekerjaan, pemberi kerja, program, fasilitas, dan skema penempatan dapat memengaruhi struktur biaya.

Memahami biaya penempatan PMI Arab Saudi bukan sekadar mencari angka paling murah.

Yang jauh lebih penting adalah mengetahui siapa yang wajib membayar, apa saja komponennya, bagaimana proses resminya, dan apakah setiap pungutan dapat dipertanggungjawabkan.

Kebijakan pemerintah saat ini pada prinsipnya menempatkan biaya penempatan kepada pemberi kerja, dengan pengecualian tertentu. Karena itu, calon PMI perlu membaca perjanjian secara teliti dan tidak menerima begitu saja permintaan pembayaran dari pihak yang tidak memberikan rincian.

Gunakan jalur resmi.

Periksa P3MI.

Verifikasi lowongan.

Minta dokumen tertulis.

Dan simpan seluruh bukti pembayaran.

Dengan begitu, persiapan bekerja ke Arab Saudi tidak hanya berorientasi pada keberangkatan, tetapi juga pada keamanan, kepastian proses, dan perlindungan sebagai Pekerja Migran Indonesia.

Hubungi Kami Via WhatsApp

Tania Bulan