UMR Arab Saudi dan Standar Upah Pekerja: Ini Aturannya

Tania Bulan

UMR Arab Saudi dan Standar Upah Pekerja Ini Aturannya
Direktur Utama Jangkar Groups

Ketika mencari informasi tentang UMR Arab Saudi dan standar upah pekerja, satu hal perlu dipahami sejak awal: istilah “UMR” tidak selalu memiliki arti yang sama seperti upah minimum provinsi atau kabupaten di Indonesia.

Arab Saudi mempunyai aturan ketenagakerjaan yang mengatur pembayaran upah, kontrak kerja, hak pekerja, serta ketentuan tertentu mengenai upah minimum. Namun, angka yang sering di sebut SAR 4.000 perlu di lihat konteksnya. Angka tersebut berkaitan dengan penghitungan pekerja Saudi dalam program Nitaqat, bukan berarti seluruh pekerja asing otomatis memiliki gaji minimum SAR 4.000.

Karena itu, calon pekerja Indonesia yang ingin bekerja di Arab Saudi sebaiknya tidak hanya bertanya, “Berapa UMR-nya?”

Pertanyaan yang lebih tepat adalah: berapa gaji dalam kontrak, apa saja tunjangannya, bagaimana pembayaran di lakukan, dan apakah pekerjaan tersebut memiliki ketentuan upah khusus?

Mari bahas satu per satu.

Baca Juga: Kerja ke Arab Saudi: Gaji, Syarat, Biaya, Visa, Agen, Pekerjaan

Apa Itu UMR Arab Saudi?

Di Indonesia, istilah UMR sering di gunakan masyarakat untuk menyebut upah minimum yang di tetapkan pemerintah daerah.

Sementara itu, ketika membahas UMR Arab Saudi, kita perlu berhati-hati karena sistem pengupahan di Arab Saudi tidak dapat di sederhanakan menjadi satu angka minimum yang otomatis berlaku untuk seluruh pekerja dari semua kewarganegaraan dan sektor.

Saudi Arabia Labour Law memberikan dasar mengenai pengupahan. Pasal 89 menyebut bahwa pemerintah dapat menetapkan upah minimum apabila di perlukan berdasarkan usulan Menteri.

Artinya, informasi tentang gaji harus di lihat berdasarkan:

  • status pekerja;
  • jenis pekerjaan;
  • sektor industri;
  • kewarganegaraan;
  • kontrak kerja;
  • kebijakan perusahaan;
  • serta ketentuan khusus yang berlaku pada profesi tertentu.

Jadi, jangan langsung menganggap semua lowongan kerja di Arab Saudi mempunyai satu angka “UMR” yang sama.

Baca Juga: Gaji Kerja di Arab Saudi: Kisaran Gaji & Tunjangan untuk PMI

Apakah Ada Upah Minimum di Arab Saudi?

Ada ketentuan upah minimum dalam konteks tertentu. Namun, penerapannya tidak sesederhana konsep UMR di Indonesia.

Salah satu angka yang paling sering muncul adalah SAR 4.000 per bulan.

Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Arab Saudi menjelaskan bahwa pekerja Saudi dengan upah SAR 4.000 atau lebih dapat dihitung sebagai satu pekerja dalam persentase lokalisasi atau Nitaqat. Pekerja Saudi dengan upah di bawah SAR 3.000 tidak dihitung dalam persentase tersebut, sedangkan pekerja dengan upah antara SAR 3.000 hingga kurang dari SAR 4.000 dihitung sebagai setengah pekerja untuk tujuan tersebut.

Inilah bagian yang sering menimbulkan salah pemahaman.

SAR 4.000 bukan berarti setiap pekerja asing di Arab Saudi wajib menerima gaji minimal SAR 4.000.

Ketentuan tersebut berkaitan dengan mekanisme penghitungan pekerja Saudi dalam program Nitaqat.

Standar Upah Pekerja Saudi dan Pekerja Asing

Perbedaan status pekerja menjadi hal penting saat membahas standar gaji.

Pekerja asing, termasuk pekerja Indonesia, bekerja berdasarkan ketentuan yang berlaku serta hubungan kerja dengan pemberi kerja. Saudi Labour Law juga menyatakan bahwa pekerja non-Saudi dapat bekerja setelah memenuhi persyaratan yang di tentukan dalam hukum yang berlaku.

Dengan demikian, calon pekerja Indonesia perlu membaca kontrak secara detail.

Misalnya, ada tawaran:

“Gaji SAR 2.500 per bulan.”

Angka tersebut belum cukup untuk menilai keseluruhan paket pekerjaan.

Pertanyaan berikutnya justru lebih penting:

  • Apakah tempat tinggal di sediakan?
  • Apakah makan di tanggung?
  • Apakah transportasi di sediakan?
  • Apakah ada uang lembur?
  • Apakah tiket keberangkatan termasuk?
  • Berapa jam kerja?
  • Bagaimana hari libur?
  • Apakah ada tunjangan lain?
  • Siapa yang menanggung biaya tertentu?

Dua pekerjaan dengan gaji pokok sama dapat memberikan kondisi finansial yang sangat berbeda.

Mengapa Gaji Pekerja di Arab Saudi Berbeda?

Tidak semua pekerja menerima gaji yang sama. Bahkan dalam satu perusahaan, nominalnya bisa berbeda berdasarkan jabatan dan pengalaman.

Beberapa faktor yang memengaruhi standar upah antara lain:

1. Jenis pekerjaan

Pekerjaan teknis dengan keahlian khusus dapat memiliki struktur gaji berbeda dari pekerjaan umum.

Contohnya adalah:

  • teknisi;
  • mekanik;
  • welder;
  • electrician;
  • operator mesin;
  • construction worker;
  • chef;
  • waiter;
  • driver;
  • housekeeping;
  • engineer.

Kebutuhan kompetensi akan memengaruhi nilai tawaran.

2. Pengalaman kerja

Pengalaman juga menjadi pertimbangan penting.

Seorang pekerja dengan pengalaman beberapa tahun dan sertifikat kompetensi dapat memperoleh tawaran berbeda dibandingkan pekerja pemula.

Karena itu, CV yang jelas sebaiknya mencantumkan pengalaman, keahlian, sertifikasi, dan bidang pekerjaan yang pernah di jalani.

3. Lokasi kerja

Kebutuhan tenaga kerja dapat berbeda antarwilayah di Arab Saudi.

Pekerjaan di kota besar, kawasan industri, proyek konstruksi, hotel, restoran, atau fasilitas tertentu bisa mempunyai struktur kompensasi yang berbeda.

4. Perusahaan

Perusahaan mempunyai kebijakan kompensasi masing-masing selama tetap mengikuti ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.

Karena itu, jangan membandingkan dua lowongan hanya berdasarkan nominal gaji pokok.

5. Tunjangan

Tunjangan bisa membuat paket pekerjaan terlihat jauh berbeda.

Komponen yang perlu di periksa antara lain:

  • accommodation;
  • transportation;
  • food allowance;
  • medical coverage;
  • overtime;
  • annual leave;
  • tiket perjalanan;
  • dan benefit lain yang tertulis dalam kontrak.

Gaji Pokok Bukan Satu-Satunya Hal yang Perlu Dicek

Ini bagian yang sering di lewatkan calon pekerja.

Saya membuat contoh sederhana. Sebut saja namanya Rizal. Ia mendapatkan dua tawaran pekerjaan di Arab Saudi.

Tawaran pertama memberikan gaji lebih tinggi, tetapi pekerja harus membayar tempat tinggal dan transportasi sendiri.

Tawaran kedua memberikan gaji sedikit lebih rendah, tetapi perusahaan menyediakan akomodasi dan transportasi.

Kalau Rizal hanya melihat angka gaji, tawaran pertama terlihat menarik.

Namun, setelah biaya hidup di hitung, hasil akhirnya bisa berbeda.

Dari contoh tersebut, saya biasanya akan menyarankan calon pekerja membuat tabel sederhana:

KomponenTawaran ATawaran B
Gaji pokokSAR …SAR …
AkomodasiSendiriDi tanggung
TransportasiSendiriDi tanggung
MakanSendiriTunjangan
LemburAda/TidakAda/Tidak
Cuti
Biaya lain

Dengan cara ini, perbandingan menjadi lebih objektif.

Bagaimana Aturan Pembayaran Upah di Arab Saudi?

Saudi Labour Law mengatur waktu pembayaran upah berdasarkan sistem pembayaran pekerja.

Untuk pekerja dengan upah bulanan, pembayaran di lakukan setiap bulan. Pekerja harian di bayar setidaknya sekali dalam seminggu, sementara beberapa sistem pembayaran lainnya memiliki ketentuan tersendiri.

Aturan tersebut juga menyebut bahwa perusahaan wajib membayarkan upah melalui rekening pekerja pada bank yang diakui di Kerajaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ini penting bagi pekerja Indonesia.

Jika menerima pekerjaan, simpan:

  • kontrak kerja;
  • slip gaji;
  • bukti transfer;
  • komunikasi dengan perusahaan;
  • dokumen identitas;
  • serta dokumen lain yang berkaitan dengan hubungan kerja.

Dokumen tersebut dapat membantu apabila muncul perbedaan antara kesepakatan dan pembayaran aktual.

Bagaimana Cara Mengetahui Standar Gaji Pekerjaan?

Tidak ada satu angka yang cocok untuk semua pekerjaan.

Cara paling aman adalah membandingkan tawaran berdasarkan jabatan dan paket kompensasinya.

Gunakan langkah berikut.

Langkah 1: Identifikasi jabatan

Pastikan nama posisi sesuai dengan pekerjaan yang sebenarnya.

Jangan sampai kontrak menyebut satu posisi, tetapi pekerjaan sehari-hari berbeda jauh.

Langkah 2: Periksa gaji pokok

Pastikan nominal gaji tertulis dengan jelas.

Hindari hanya mengandalkan janji lisan.

Langkah 3: Periksa tunjangan

Cari informasi mengenai tempat tinggal, makan, transportasi, kesehatan, lembur, dan fasilitas lain.

Langkah 4: Periksa jam kerja

Gaji perlu di bandingkan dengan beban pekerjaan.

Pekerjaan dengan jam kerja dan tanggung jawab berbeda tentu tidak dapat di bandingkan hanya dari nominal gaji.

Langkah 5: Periksa mekanisme lembur

Jika ada lembur, pastikan mekanisme pembayaran atau kompensasinya jelas dalam kontrak dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagaimana dengan Gaji Pekerja Indonesia di Arab Saudi?

Untuk pekerja Indonesia, tidak tepat menetapkan satu angka gaji yang berlaku untuk semua profesi.

Gaji dapat berbeda berdasarkan pekerjaan, pengalaman, perusahaan, kontrak, dan fasilitas yang di berikan.

Karena itu, istilah gaji TKI Arab Saudi sebaiknya tidak di pahami sebagai satu nominal tetap.

Misalnya, seorang mekanik tidak dapat otomatis di samakan dengan pekerja hospitality. Begitu pula pekerja konstruksi tidak selalu mempunyai paket kompensasi yang sama dengan teknisi atau chef.

Yang paling penting adalah memastikan nominal dan fasilitas tertulis secara jelas.

Perhatikan Kebijakan Saudization

Calon pekerja asing juga perlu memahami istilah Saudization atau lokalisasi tenaga kerja.

Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi warga Saudi dalam pasar kerja. Karena itu, beberapa profesi dan sektor mempunyai persentase lokalisasi tertentu.

Pada 2026, misalnya, pemerintah Arab Saudi menerapkan ketentuan lokalisasi baru pada sejumlah profesi pemasaran dan penjualan. Untuk profesi pemasaran yang menjadi sasaran, salah satu ketentuannya menetapkan batas upah bulanan SAR 5.500 untuk penghitungan pekerja Saudi dalam persentase lokalisasi.

Ada pula ketentuan lokalisasi pada sektor pariwisata dengan persentase berbeda berdasarkan profesi dan tahap penerapan.

Karena aturan lokalisasi dapat berbeda menurut profesi, calon pekerja asing sebaiknya mengecek apakah bidang yang dituju sedang terkena kebijakan tertentu.

Apakah Gaji SAR 4.000 Wajib untuk Semua Pekerja Asing?

Tidak dapat disimpulkan demikian.

SAR 4.000 sering di sebut karena berkaitan dengan penghitungan pekerja Saudi dalam Nitaqat. Kebijakan tersebut tidak sama dengan pernyataan bahwa setiap pekerja asing harus memperoleh gaji minimal SAR 4.000.

Jadi, apabila menemukan lowongan untuk WNI dengan gaji di bawah atau di atas angka tersebut, jangan langsung menyimpulkan lowongan itu legal atau ilegal hanya berdasarkan nominal.

Periksa keseluruhan kontrak dan persyaratan pekerjaan.

Tips Sebelum Menerima Tawaran Kerja

Sebelum berangkat, lakukan pemeriksaan sederhana.

Pertama, pastikan identitas perusahaan jelas.

Kedua, minta kontrak tertulis.

Ketiga, cocokkan jabatan dengan pekerjaan sebenarnya.

Keempat, periksa gaji pokok dan seluruh tunjangan.

Kelima, pahami aturan lembur.

Keenam, tanyakan siapa yang menanggung akomodasi, transportasi, dan kebutuhan lainnya.

Ketujuh, jangan hanya membandingkan angka gaji.

Terakhir, simpan semua dokumen.

Jangan terburu-buru hanya karena melihat angka gaji yang besar.

Checklist Membaca Tawaran Gaji Arab Saudi

Sebelum menyetujui pekerjaan, pastikan informasi berikut tersedia:

  • Nama perusahaan jelas
  • Nama jabatan sesuai
  • Gaji pokok tercantum
  • Mata uang tercantum
  • Jadwal pembayaran jelas
  • Jam kerja jelas
  • Aturan lembur jelas
  • Hari libur dan cuti tercantum
  • Akomodasi di jelaskan
  • Transportasi di jelaskan
  • Tunjangan lainnya tercantum
  • Durasi kontrak di ketahui
  • Ketentuan pemutusan kontrak di pahami
  • Dokumen pekerjaan tersimpan

Checklist ini sederhana.

Namun, justru bagian sederhana sering menyelamatkan calon pekerja dari kesalahpahaman.

FAQ UMR Arab Saudi dan Standar Upah Pekerja

Apakah Arab Saudi punya UMR seperti Indonesia?

Konsepnya tidak bisa disamakan langsung dengan UMR di Indonesia. Arab Saudi memiliki ketentuan pengupahan dalam Labour Law dan terdapat ketentuan upah tertentu untuk tujuan khusus, termasuk penghitungan pekerja Saudi dalam Nitaqat.

Berapa upah minimum Arab Saudi?

Tidak tepat menyebut satu angka sebagai upah minimum universal untuk seluruh pekerja. Angka SAR 4.000 yang sering di sebut berkaitan dengan penghitungan pekerja Saudi dalam program Nitaqat.

Apakah pekerja Indonesia wajib mendapat SAR 4.000?

Tidak otomatis. Status pekerja asing dan ketentuan kontraknya perlu diperiksa secara terpisah.

Apa mata uang yang digunakan untuk gaji?

Mata uang resmi yang digunakan dalam pembayaran upah di Arab Saudi adalah Riyal Saudi atau SAR. Saudi Labour Law mengatur pembayaran upah dalam mata uang resmi negara.

Apakah gaji harus dibayar setiap bulan?

Untuk pekerja dengan sistem upah bulanan, pembayaran dilakukan setiap bulan sesuai ketentuan Saudi Labour Law.

Apa yang harus diperiksa selain gaji?

Periksa akomodasi, transportasi, makanan atau tunjangan makan, lembur, cuti, jam kerja, kontrak, dan biaya lain yang mungkin harus ditanggung pekerja.

Apakah gaji tinggi selalu berarti tawaran kerja lebih baik?

Belum tentu. Gaji harus dibandingkan dengan fasilitas, biaya hidup, jam kerja, lembur, dan kewajiban lain dalam kontrak.

Apakah semua pekerjaan terbuka untuk pekerja asing?

Tidak selalu. Kebijakan lokalisasi atau Saudization dapat berlaku pada profesi tertentu. Karena itu, status profesi perlu diperiksa sebelum menerima tawaran.

Membahas UMR Arab Saudi dan standar upah pekerja membutuhkan pemahaman yang lebih luas daripada sekadar mencari satu angka gaji.

Arab Saudi memiliki aturan pengupahan dalam Labour Law. Namun, angka SAR 4.000 yang sering disebut berkaitan dengan mekanisme penghitungan pekerja Saudi dalam program Nitaqat dan tidak boleh langsung dianggap sebagai UMR universal bagi pekerja asing.

Bagi pekerja Indonesia, hal terpenting adalah membaca kontrak secara menyeluruh. Perhatikan gaji pokok, tunjangan, akomodasi, transportasi, jam kerja, lembur, cuti, serta kewajiban lainnya.

Hubungi Kami Via WhatsApp

Tania Bulan