Mau bekerja di Arab Saudi tetapi masih bingung soal biaya kerja ke Arab Saudi? Pertanyaan ini sangat wajar. Sebelum membeli perlengkapan, membayar proses dokumen, atau menyerahkan uang kepada pihak penempatan, calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) perlu memahami terlebih dahulu komponen biaya yang sebenarnya.
Pasalnya, biaya kerja ke Arab Saudi tidak selalu berarti seluruh proses harus di bayar oleh calon pekerja.
- Ada biaya dokumen.
- Ada pemeriksaan kesehatan.
- Ada kebutuhan pribadi.
- Namun, terdapat pula komponen biaya penempatan yang berdasarkan ketentuan tertentu menjadi tanggung jawab pemberi kerja.
Jadi, jangan hanya bertanya, “Berapa uang yang harus saya siapkan?”
Pertanyaan yang lebih penting adalah: “Biaya apa saja yang memang menjadi tanggung jawab saya?”
Hal ini penting karena ketentuan biaya penempatan PMI terus berkembang. Saat ini, Peraturan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Nomor 17 Tahun 2025 tentang Biaya Penempatan PMI berstatus berlaku. SISKOP2MI juga menegaskan bahwa komponen biaya penempatan pada prinsipnya menjadi tanggung jawab pemberi kerja, dengan pengecualian tertentu sesuai peraturan dan perjanjian yang berlaku.
Baca Juga: Kerja ke Arab Saudi: Gaji, Syarat, Biaya, Visa, Agen, Pekerjaan
Catatan: Besaran biaya aktual dapat berbeda berdasarkan jenis pekerjaan, jalur penempatan, pemberi kerja, ketentuan terbaru, dan dokumen penempatan. Karena itu, calon PMI sebaiknya meminta rincian biaya tertulis sebelum melakukan pembayaran.
Berapa Biaya Kerja ke Arab Saudi?
Tidak ada satu angka yang bisa di sebut sebagai biaya kerja ke Arab Saudi untuk seluruh jenis pekerjaan.
Ini poin penting.
Pekerjaan di sektor formal, hospitality, konstruksi, restoran, teknisi, maupun bidang lainnya dapat memiliki proses dan komponen biaya berbeda. Begitu pula jalur penempatannya.
Dalam sistem penempatan PMI, biaya perlu di lihat berdasarkan komponennya. SISKOP2MI menjelaskan bahwa biaya penempatan terdiri dari biaya persiapan penempatan dan biaya yang berhubungan dengan penempatan. Pada prinsipnya, biaya tersebut menjadi tanggung jawab pemberi kerja, kecuali terdapat ketentuan lain yang memperbolehkannya di bebankan kepada PMI.
Karena itu, calon pekerja sebaiknya tidak langsung percaya apabila mendapatkan penawaran seperti:
“Kerja Arab Saudi Rp50 juta, bayar sekarang agar slot aman.”
Tahan dulu.
Minta rincian.
Pastikan setiap nominal mempunyai dasar dan tercantum dalam dokumen resmi.
Baca Juga: Gaji Kerja di Arab Saudi: Kisaran Gaji & Tunjangan untuk PMI
Apa Saja Komponen Biaya Kerja ke Arab Saudi?
Untuk memahami kebutuhan dana, pisahkan biaya menjadi beberapa kelompok.
Dengan begitu, calon PMI tidak mencampur biaya pribadi dengan biaya penempatan.
Biaya Dokumen dan Persiapan
Sebelum berangkat, calon PMI mungkin perlu menyiapkan sejumlah dokumen pribadi.
Contohnya:
- Paspor.
- Dokumen identitas.
- SKCK apabila di persyaratkan.
- Ijazah atau sertifikat kompetensi.
- Dokumen pengalaman kerja.
- Foto.
- Dokumen administratif lainnya.
Tidak semua dokumen memiliki tarif yang sama untuk setiap orang.
Bahkan, sebagian dokumen mungkin sudah di miliki sehingga tidak perlu di buat ulang.
Karena itu, jangan memasukkan semua dokumen sebagai biaya agen secara otomatis.
Tanyakan satu per satu.
Baca Juga: UMR Arab Saudi dan Standar Upah Pekerja: Ini Aturannya
Biaya Medical Check Up dan Psikologi
Pemeriksaan kesehatan merupakan bagian penting dalam proses bekerja ke luar negeri.
Beberapa proses penempatan dapat mensyaratkan pemeriksaan kesehatan maupun pemeriksaan psikologi sesuai ketentuan program atau pekerjaan.
Biayanya dapat berbeda berdasarkan fasilitas kesehatan dan jenis pemeriksaan.
Karena itu, calon PMI perlu meminta:
- Nama fasilitas kesehatan.
- Jenis pemeriksaan.
- Tarif pemeriksaan.
- Bukti pembayaran.
- Status hasil pemeriksaan.
Jangan menerima keterangan sederhana seperti “medical Rp3 juta” tanpa rincian.
Biaya Visa dan Dokumen Kerja
Visa kerja berbeda dengan visa kunjungan.
Calon pekerja harus memastikan bahwa dokumen yang di gunakan memang sesuai dengan tujuan bekerja di Arab Saudi.
Biaya visa, legalisasi, penerjemahan, atau administrasi lainnya juga dapat bergantung pada jalur penempatan dan ketentuan yang berlaku.
Yang paling penting, jangan membayar visa kepada pihak tidak di kenal hanya berdasarkan chat WhatsApp.
Mintalah dokumen pendukung dan informasi resmi.
Biaya Tiket dan Transportasi
Tiket pesawat menjadi salah satu komponen yang sering muncul dalam proses keberangkatan.
Namun, siapa yang menanggungnya tidak boleh diasumsikan.
Periksa perjanjian penempatan dan perjanjian kerja.
Beberapa lowongan dapat mencantumkan tiket sebagai fasilitas pemberi kerja. Pada lowongan lain, pengaturannya bisa berbeda berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, jangan hanya melihat tulisan “tiket termasuk”.
Pastikan maksudnya tertulis jelas.
Siapa yang Menanggung Biaya Penempatan?
Ini bagian yang sangat penting ketika membahas biaya kerja ke Arab Saudi.
Menurut FAQ resmi SISKOP2MI, pada prinsipnya komponen biaya penempatan menjadi tanggung jawab pemberi kerja. Namun, terdapat pengecualian apabila pengaturan tertentu di tetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan, aturan negara tujuan, perjanjian bilateral, atau perjanjian kerja sama tertentu.
Artinya, calon PMI tidak boleh langsung menganggap seluruh biaya harus di bayar sendiri.
Sebaliknya, calon pekerja juga tidak boleh menganggap semua kebutuhan pribadi pasti gratis.
Keduanya harus di pisahkan.
Biaya Penempatan vs Biaya Pribadi
Misalnya, seseorang sudah mempunyai paspor yang masih berlaku.
Ia tentu tidak perlu membayar pembuatan paspor baru hanya karena agen mengatakan demikian.
Sebaliknya, jika dokumen tertentu memang di wajibkan dan belum tersedia, biaya pembuatannya dapat menjadi kebutuhan pribadi calon pekerja.
Karena itu, buat dua daftar:
Biaya penempatan:
- proses penempatan;
- komponen yang di tetapkan dalam aturan;
- dokumen terkait pemberangkatan;
- komponen lain sesuai perjanjian.
Biaya pribadi:
- perlengkapan pribadi;
- kebutuhan perjalanan;
- keperluan keluarga;
- kebutuhan tambahan yang tidak termasuk fasilitas kerja.
Pemisahan ini membuat perhitungan jauh lebih jelas.
Kenapa Biaya Setiap Lowongan Bisa Berbeda?
Ada beberapa alasan.
Pertama, jenis pekerjaan berbeda.
Kedua, pemberi kerja berbeda.
Ketiga, jalur penempatan dapat berbeda.
Keempat, dokumen dan persyaratan pekerjaan tidak selalu identik.
Kelima, aturan biaya dapat mengalami perubahan.
Sebagai contoh, dokumen resmi lama mengenai penempatan PMI ke Arab Saudi pernah menetapkan komponen biaya tertentu dengan nilai SAR 11.250 untuk skema tertentu. Namun, dokumen tersebut tidak boleh langsung di pakai sebagai patokan seluruh lowongan saat ini karena kebijakan biaya penempatan telah mengalami perubahan.
Ini alasan mengapa artikel atau postingan lama di media sosial tidak cukup untuk menentukan biaya terbaru.
Gunakan dokumen penempatan yang berlaku untuk lowongan yang sedang kamu ikuti.
Contoh Cara Menghitung Dana yang Perlu Di siapkan
Saya pernah membuat simulasi sederhana untuk seseorang yang ingin bekerja ke luar negeri. Sebut saja namanya Rizal.
Rizal mendapat tawaran kerja di Arab Saudi. Awalnya ia hanya bertanya, “Berapa biaya berangkat?”
Saya kemudian membagi kebutuhannya menjadi tiga kelompok.
Pertama, biaya wajib berdasarkan proses.
Misalnya ada dokumen atau pemeriksaan yang memang harus di selesaikan.
Kedua, biaya yang menjadi tanggung jawab pemberi kerja.
Komponen ini harus dicek melalui dokumen penempatan dan perjanjian kerja.
Ketiga, biaya pribadi.
Misalnya membeli koper, perlengkapan kerja tambahan, pulsa, transportasi menuju lokasi tertentu, atau kebutuhan keluarga sebelum keberangkatan.
Hasilnya lebih mudah di pahami.
Rizal tidak lagi melihat “biaya kerja Arab Saudi” sebagai satu angka besar. Ia bisa mengetahui uang mana yang harus di bayar, siapa yang menanggung, dan apa dasar pembayarannya.
Cara berpikir seperti ini jauh lebih aman.
Cara Mengecek Biaya Sebelum Membayar
Sebelum transfer uang, lakukan beberapa langkah.
1. Minta Rincian Tertulis
Jangan menerima angka total tanpa breakdown.
Mintalah rincian seperti:
| Komponen | Nominal | Penanggung | Bukti |
|---|---|---|---|
| Medical | Sesuai tagihan | Cek dokumen | Kwitansi |
| Dokumen | Sesuai kebutuhan | Cek aturan | Bukti pembayaran |
| Visa | Sesuai ketentuan | Cek perjanjian | Dokumen |
| Tiket | Sesuai penempatan | Cek kontrak | Tiket |
| Jasa penempatan | Sesuai aturan | Cek ketentuan | Perjanjian |
Tabel tersebut hanyalah format pengecekan, bukan daftar tarif universal.
2. Periksa P3MI atau Jalur Penempatan
Jika menggunakan perusahaan penempatan, calon PMI perlu memastikan legalitas dan identitas perusahaan tersebut.
Jangan hanya melihat logo.
Jangan hanya melihat jumlah followers.
Yang lebih penting adalah status dan dokumen resminya.
SISKOP2MI juga mengingatkan calon PMI agar memastikan seluruh biaya penempatan tercantum secara resmi dan tidak melakukan pembayaran di luar ketentuan.
3. Cocokkan dengan Perjanjian Kerja
Perjanjian kerja bukan formalitas.
Perhatikan:
- jabatan;
- gaji;
- jam kerja;
- masa kontrak;
- fasilitas;
- tempat tinggal;
- transportasi;
- tiket;
- asuransi;
- ketentuan pemutusan kontrak.
Jangan hanya fokus pada angka gaji.
Biaya dan fasilitas harus di baca bersama.
Waspadai Penawaran Biaya yang Tidak Masuk Akal
Ada beberapa tanda yang perlu di perhatikan.
Pertama, diminta transfer segera.
Kedua, tidak ada perjanjian tertulis.
Ketiga, rincian biaya tidak diberikan.
Keempat, rekening pembayaran menggunakan nama pribadi tanpa penjelasan yang jelas.
Kelima, dijanjikan visa kerja tanpa proses resmi.
Keenam, calon pekerja diminta membayar biaya tambahan berkali-kali.
SISKOP2MI secara resmi menekankan pencegahan overcharging dan meminta calon PMI memastikan biaya penempatan tercantum dalam dokumen resmi.
Jika ada perubahan biaya, minta dasar perubahannya.
- Simpan bukti transfer.
- Simpan chat.
- Simpan kuitansi.
- Simpan perjanjian.
Dokumen kecil bisa sangat berarti ketika muncul masalah.
Apakah Biaya Kerja ke Arab Saudi Bisa Gratis?
Bisa saja terdapat lowongan dengan komponen tertentu yang ditanggung pemberi kerja.
Namun, kata “gratis” tetap harus dibaca dengan hati-hati.
Gratis biaya penempatan bukan berarti semua kebutuhan pribadi otomatis ditanggung.
Begitu pula sebaliknya.
Jangan langsung percaya pada iklan yang hanya menulis:
“Kerja Arab Saudi gratis, langsung berangkat!”
Tanyakan:
- Gratis bagian apa?
- Siapa yang membayar tiket?
- Siapa yang membayar medical?
- Apakah ada biaya administrasi?
- Apakah ada potongan gaji?
- Apa yang tertulis dalam kontrak?
- Siapa pemberi kerja?
- Apa nama perusahaan penempatan?
Jawaban atas pertanyaan tersebut jauh lebih penting daripada kata “gratis”.
Checklist Sebelum Membayar Biaya Kerja ke Arab Saudi
Gunakan checklist berikut:
- Identitas perusahaan penempatan sudah dicek.
- Nama pemberi kerja jelas.
- Jabatan pekerjaan jelas.
- Gaji tercantum.
- Kontrak kerja tersedia.
- Perjanjian penempatan tersedia.
- Rincian biaya tertulis.
- Pihak penanggung biaya jelas.
- Bukti pembayaran diberikan.
- Dokumen visa jelas.
- Ketentuan tiket diketahui.
- Fasilitas tempat tinggal diketahui.
- Tidak ada pembayaran tambahan tanpa dasar.
- Bukti transfer disimpan.
Jika masih ada bagian yang tidak jelas, jangan terburu-buru membayar.
FAQ Biaya Kerja ke Arab Saudi
Berapa biaya kerja ke Arab Saudi?
Tidak ada satu nominal universal. Biaya bergantung pada jenis pekerjaan, jalur penempatan, komponen yang diwajibkan, dan siapa yang menanggung biaya berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Apakah semua biaya ditanggung pekerja?
Tidak. Pada prinsipnya, biaya penempatan menjadi tanggung jawab pemberi kerja dengan pengecualian tertentu sesuai peraturan dan perjanjian yang berlaku.
Apakah tiket pesawat ditanggung perusahaan?
Tergantung penempatan dan perjanjian kerja. Jangan berasumsi. Pastikan ketentuannya tertulis.
Apakah medical check up harus dibayar sendiri?
Tidak selalu. Tanggung jawab biaya perlu dilihat berdasarkan aturan dan dokumen penempatan pada lowongan tersebut.
Apakah biaya agen boleh mencapai puluhan juta?
Jangan langsung menerima atau menolak hanya berdasarkan nominal. Minta rincian komponen, dasar hukum, pihak penanggung, dan dokumen pembayaran. Hindari overcharging.
Bagaimana cara mengetahui biaya resmi?
Gunakan kanal resmi KP2MI/SISKOP2MI, BP3MI, atau dinas ketenagakerjaan setempat. SISKOP2MI secara khusus menyarankan calon PMI memperoleh informasi peluang kerja dan rincian biaya melalui kanal resmi tersebut.
Apakah aturan biaya Arab Saudi masih sama seperti tahun sebelumnya?
Belum tentu. Peraturan biaya penempatan dapat berubah. Permen P2MI/BP2MI Nomor 17 Tahun 2025 tentang Biaya Penempatan PMI saat ini berstatus berlaku.
Apa yang harus dilakukan jika diminta biaya tambahan?
Minta rincian tertulis dan dasar pembayarannya. Jangan membayar secara spontan sebelum mengetahui komponen dan pihak yang bertanggung jawab.
Apakah biaya kerja ke Arab Saudi berbeda berdasarkan pekerjaan?
Ya. Jenis pekerjaan, jalur penempatan, pemberi kerja, dan ketentuan program dapat memengaruhi komponen biaya.
Apa yang paling penting sebelum membayar?
Pastikan lowongan legal, pemberi kerja jelas, kontrak tersedia, rincian biaya tertulis, dan setiap pembayaran memiliki bukti.
Membahas biaya kerja ke Arab Saudi bukan sekadar mencari angka paling murah.
Yang jauh lebih penting adalah mengetahui apa yang dibayar, siapa yang membayar, berapa nominalnya, dan apa dasar pembayarannya.
Aturan terbaru mengenai biaya penempatan PMI perlu menjadi rujukan utama, bukan postingan media sosial atau informasi dari grup chat yang tidak jelas sumbernya. Permen P2MI/BP2MI Nomor 17 Tahun 2025 saat ini tercatat sebagai peraturan yang berlaku, sementara SISKOP2MI menegaskan pentingnya memastikan biaya tercantum secara resmi dan menghindari pembayaran di luar ketentuan.
Hubungi Kami Via WhatsApp