Visa Kerja Arab Saudi: Syarat, Proses, Biaya & Dokumen

Tania Bulan

Updated on:

Visa Kerja Arab Saudi Syarat, Proses, Biaya & Dokumen
Direktur Utama Jangkar Groups

Visa Kerja Arab Saudi menjadi salah satu dokumen penting bagi WNI yang ingin bekerja secara legal di Arab Saudi. Namun, prosesnya tidak sekadar mendapatkan visa lalu berangkat. Ada beberapa tahapan yang perlu di pahami, mulai dari tawaran kerja, kontrak, pemeriksaan kesehatan, kelengkapan dokumen, hingga izin kerja.

Bagi calon pekerja migran Indonesia, memahami proses ini sejak awal dapat membantu menghindari kesalahan administrasi dan potensi penipuan. Terlebih, visa kerja berkaitan dengan profesi, pemberi kerja, serta aturan ketenagakerjaan yang berlaku di Arab Saudi.

Lalu, apa saja syaratnya? Dokumen apa yang harus di siapkan? Berapa biayanya? Dan bagaimana proses pengurusannya?

Mari bahas satu per satu.

Baca Juga: Kerja ke Arab Saudi: Gaji, Syarat, Biaya, Visa, Agen, Pekerjaan

Apa Itu Visa Kerja Arab Saudi?

Visa Kerja Arab Saudi adalah dokumen yang memungkinkan pekerja asing masuk ke Arab Saudi untuk tujuan bekerja sesuai ketentuan yang berlaku.

Visa ini berbeda dengan visa kunjungan. Seseorang yang datang untuk bekerja harus memiliki dasar legal untuk menjalankan pekerjaan tersebut.

Pemerintah Arab Saudi menetapkan bahwa pekerja non-Saudi harus memperoleh work permit atau izin kerja sebelum menjalankan pekerjaan. Pekerja juga harus bekerja berdasarkan hubungan kerja dengan pemberi kerja yang bertanggung jawab atasnya. (Ministry of Human Resources)

Sederhananya, visa dapat di bayangkan sebagai pintu masuk, sedangkan izin kerja merupakan bagian dari legalitas untuk menjalankan pekerjaan.

Keduanya berkaitan, tetapi bukan hal yang sama.

Karena itu, calon pekerja sebaiknya tidak hanya bertanya, “Apakah visanya sudah ada?” tetapi juga memastikan pekerjaan, kontrak, profesi, dan izin kerja telah sesuai.

Baca Juga: Gaji Kerja di Arab Saudi: Kisaran Gaji & Tunjangan untuk PMI

Jenis Visa Kerja Arab Saudi

Jenis visa dapat berbeda berdasarkan tujuan dan durasi pekerjaan.

Visa Kerja Permanen

Visa kerja permanen di tujukan bagi pekerja yang memperoleh kontrak kerja jangka panjang di Arab Saudi. Portal resmi pemerintah Saudi menjelaskan bahwa layanan ini di berikan secara elektronik bagi pekerja yang telah memperoleh kontrak kerja jangka panjang. (My Government)

Walaupun disebut “permanen”, istilah tersebut tidak berarti seseorang bebas bekerja di mana saja tanpa batas. Status pekerjaan tetap berkaitan dengan pemberi kerja dan ketentuan izin kerja yang berlaku.

Visa Kerja Sementara

Arab Saudi juga memiliki temporary work visa bagi pekerja dengan kontrak kerja jangka pendek. Visa ini memungkinkan pekerja bekerja di Arab Saudi selama periode tertentu sesuai ketentuan yang berlaku. (My Government)

Jenis ini biasanya perlu di bedakan dari visa kerja jangka panjang karena hak, durasi, dan prosedurnya dapat berbeda.

Visa Kerja Musiman

Selain visa kerja permanen dan sementara, pemerintah Saudi juga menyediakan kategori visa kerja musiman tertentu, termasuk untuk layanan yang berkaitan dengan musim Haji dan Umrah. Pengajuan kategori tersebut dapat di lakukan melalui platform Qiwa oleh pihak perusahaan yang memenuhi persyaratan. (Ministry of Human Resources)

Baca Juga: UMR Arab Saudi dan Standar Upah Pekerja: Ini Aturannya

Syarat Visa Kerja Arab Saudi

Syarat dapat berbeda tergantung jenis visa, profesi, perusahaan, dan ketentuan yang berlaku. Namun, beberapa hal berikut menjadi bagian penting yang perlu di persiapkan.

1. Memiliki Paspor yang Masih Berlaku

Paspor merupakan dokumen utama dalam proses pengajuan visa.

Data yang dimasukkan harus sesuai dengan paspor. Nama, nomor paspor, tanggal lahir, dan informasi lainnya perlu di periksa dengan teliti.

Kesalahan kecil bisa menjadi masalah besar ketika data harus di cocokkan dengan dokumen lain.

2. Memiliki Tawaran atau Kontrak Kerja

Calon pekerja perlu memiliki pekerjaan yang jelas di Arab Saudi.

Kontrak kerja sebaiknya di periksa sebelum menyetujui keberangkatan. Perhatikan posisi, gaji, lokasi, jam kerja, masa kontrak, fasilitas, serta ketentuan lainnya.

Menurut aturan ketenagakerjaan Saudi, kontrak kerja pekerja non-Saudi harus dibuat secara tertulis dan pada dasarnya memiliki jangka waktu tertentu. (Ministry of Human Resources)

Baca Juga: Biaya Kerja ke Arab Saudi: Siapkan Dana, Hindari Boncos!

3. Memenuhi Kualifikasi Profesi

Persyaratan pekerjaan dapat berbeda-beda.

Pekerjaan tertentu mungkin membutuhkan:

  • ijazah;
  • sertifikat keahlian;
  • sertifikat profesi;
  • pengalaman kerja;
  • atau bukti kompetensi tertentu.

Penting untuk memastikan profesi yang di gunakan dalam proses visa sesuai dengan pekerjaan yang akan di jalankan.

4. Memenuhi Pemeriksaan Kesehatan

Pemeriksaan kesehatan dapat menjadi salah satu tahapan proses visa kerja.

Portal resmi pemerintah Saudi mencantumkan medical examination dan pengambilan biometrik atau sidik jari sebagai bagian dari proses permanent work visa. (My Government)

Karena itu, calon pekerja sebaiknya mengikuti pemeriksaan pada fasilitas atau mekanisme yang di tentukan.

Baca Juga: Biaya Penempatan PMI Arab Saudi: Rincian & Tips Aman Terbaru

5. Memenuhi Persyaratan Administrasi

Selain paspor, pemohon dapat di minta menyiapkan dokumen pendukung sesuai jenis pekerjaan dan proses visa.

Pastikan seluruh dokumen memiliki data yang konsisten.

Dokumen yang Di butuhkan untuk Visa Kerja Arab Saudi

Dokumen dapat berbeda berdasarkan kasus masing-masing. Namun, beberapa dokumen yang umum berkaitan dengan proses visa kerja antara lain:

  • paspor yang masih berlaku;
  • foto pribadi sesuai ketentuan;
  • kontrak atau dokumen pekerjaan;
  • dokumen kualifikasi;
  • ijazah jika di persyaratkan;
  • sertifikat keahlian jika di perlukan;
  • dokumen pemeriksaan kesehatan;
  • dokumen pendukung lainnya sesuai profesi.

Pada layanan permanent work visa, pemerintah Saudi mencantumkan paspor yang masih berlaku dan foto pribadi dengan latar belakang putih sebagai dokumen yang harus di lampirkan dalam pengajuan. (My Government)

Hal yang tidak kalah penting adalah kesesuaian data.

Jangan sampai nama pada paspor berbeda dengan nama pada dokumen pekerjaan. Periksa juga nomor paspor dan profesi yang tercantum.

Cara Mengurus Visa Kerja Arab Saudi

Secara sederhana, prosesnya dapat di pahami melalui beberapa tahapan.

1. Mendapatkan Pekerjaan

Langkah pertama adalah memperoleh pekerjaan dari pemberi kerja yang jelas.

Jangan langsung membayar sejumlah uang hanya karena mendapatkan informasi lowongan. Pastikan perusahaan, posisi, gaji, lokasi kerja, serta kontraknya dapat di verifikasi.

2. Pemberi Kerja Mengajukan Visa

Pemberi kerja memiliki peran penting dalam proses visa.

Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Arab Saudi menyediakan layanan penerbitan visa kerja melalui Qiwa. Layanan tersebut mencakup visa kerja permanen, visa kerja sementara, dan kategori visa kerja sementara untuk layanan Haji dan Umrah. (Ministry of Human Resources)

Dengan kata lain, calon pekerja tidak sepenuhnya mengurus proses visa sendirian.

3. Pengisian Data Pemohon

Data calon pekerja harus di masukkan sesuai dengan dokumen resmi.

Pada proses permanent work visa, pemerintah Saudi menginstruksikan agar informasi pemohon diisi persis seperti yang tercantum dalam paspor. (My Government)

4. Melengkapi Dokumen

Dokumen yang di minta kemudian di lampirkan sesuai prosedur.

Pada tahap ini, calon pekerja perlu memastikan tidak ada dokumen penting yang tertinggal.

5. Pemeriksaan Kesehatan dan Biometrik

Calon pekerja dapat menjalani pemeriksaan kesehatan dan proses biometrik sesuai ketentuan.

Tahapan tersebut tercantum dalam prosedur resmi permanent work visa Saudi. (My Government)

6. Menunggu Persetujuan

Setelah pengajuan di proses, pemohon menunggu persetujuan.

Jika di setujui, nomor visa akan di terbitkan. Selanjutnya, pemohon dapat menyelesaikan prosedur yang di perlukan melalui kedutaan atau konsulat Saudi sesuai ketentuan. (My Government)

7. Persiapan Keberangkatan

Setelah seluruh proses selesai, calon pekerja dapat mempersiapkan keberangkatan.

Simpan salinan kontrak, visa, paspor, dan dokumen penting lainnya. Jangan hanya menyimpan semuanya di satu tempat.

Berapa Biaya Visa Kerja Arab Saudi?

Pertanyaan mengenai biaya visa kerja Arab Saudi cukup sering muncul.

Namun, tidak tepat jika seluruh calon pekerja di beri satu angka yang dianggap berlaku untuk semua kondisi. Biaya dapat berkaitan dengan jenis visa, pemeriksaan kesehatan, layanan administrasi, legalisasi dokumen, serta proses lain yang mungkin di perlukan.

Menariknya, layanan Visa Application untuk sektor bisnis melalui Qiwa tercantum sebagai layanan dengan biaya layanan pemerintah “Free” pada halaman resmi Kementerian Sumber Daya Manusia Saudi yang di perbarui pada September 2026. (Ministry of Human Resources)

Namun, hal tersebut bukan berarti seluruh proses keberangkatan pekerja otomatis tanpa biaya.

Biaya lain dapat muncul dari proses atau layanan yang berbeda.

Karena itu, sebelum membayar, mintalah rincian:

  • biaya apa yang di bayarkan;
  • kepada siapa pembayaran di lakukan;
  • untuk layanan apa;
  • apakah ada bukti pembayaran;
  • dan apakah biaya tersebut memang menjadi tanggungan calon pekerja.

Dalam aturan ketenagakerjaan Saudi, pemberi kerja pada prinsipnya menanggung biaya perekrutan pekerja asing serta biaya izin tinggal dan izin kerja beserta perpanjangannya. (Ministry of Human Resources)

Tetap periksa ketentuan yang berlaku untuk situasi dan jenis pekerjaan Anda.

Berapa Lama Proses Visa Kerja Arab Saudi?

Lama proses dapat berbeda antara satu kasus dengan kasus lainnya.

Untuk layanan permanent work visa, portal resmi Saudi mencantumkan service duration 4 hari kerja. Namun, angka tersebut merupakan durasi layanan yang tercantum untuk layanan pemerintah tersebut, bukan jaminan bahwa seluruh proses dari mendapatkan pekerjaan hingga keberangkatan akan selesai dalam empat hari. (My Government)

Proses keseluruhan dapat di pengaruhi oleh:

  • kelengkapan dokumen;
  • pemeriksaan kesehatan;
  • biometrik;
  • verifikasi data;
  • jenis pekerjaan;
  • proses pemberi kerja;
  • persetujuan visa;
  • serta prosedur pada perwakilan di plomatik.

Jadi, jangan menyamakan durasi satu layanan dengan durasi keseluruhan proses migrasi kerja.

Visa Kerja dan Izin Kerja Arab Saudi, Apa Bedanya?

Ini salah satu bagian yang sering membingungkan.

Bayangkan seseorang ingin masuk ke sebuah gedung kantor.

Visa kerja dapat diibaratkan sebagai dokumen yang berkaitan dengan masuk ke negara untuk tujuan bekerja.

Sementara izin kerja berkaitan dengan legalitas seseorang untuk menjalankan pekerjaan tersebut.

Pemerintah Saudi secara tegas menyatakan bahwa pekerja non-Saudi tidak diperbolehkan menjalankan pekerjaan tanpa work permit. Pekerja juga harus berada di bawah kontrak dan tanggung jawab pemberi kerja. (Ministry of Human Resources)

Selain itu, pemberi kerja tidak diperbolehkan mempekerjakan pekerja pada profesi yang berbeda dari profesi yang tercantum dalam izin kerja sebelum prosedur perubahan profesi di lakukan secara resmi. (Ministry of Human Resources)

Karena itu, jangan menganggap visa sebagai izin untuk melakukan pekerjaan apa saja.

Tips Aman Mengurus Visa Kerja Arab Saudi

Bekerja di luar negeri merupakan keputusan besar. Jangan terburu-buru hanya karena melihat angka gaji yang menarik.

Pastikan Identitas Perusahaan Jelas

Cari tahu:

  • nama perusahaan;
  • lokasi;
  • jenis usaha;
  • posisi yang ditawarkan;
  • kontak resmi;
  • dan informasi pemberi kerja.

Baca Kontrak Sebelum Berangkat

Perhatikan gaji, jam kerja, lokasi, masa kontrak, fasilitas tempat tinggal, transportasi, lembur, dan ketentuan lainnya.

Jangan hanya membaca bagian nominal gaji.

Minta Rincian Biaya

Jika ada biaya yang diminta, tanyakan rincian dan dasar pembayarannya.

Hindari pembayaran ke rekening pribadi atau pihak yang tidak jelas identitas dan perannya.

Pastikan Profesi Sesuai

Pekerjaan yang dijalankan harus sesuai dengan ketentuan izin kerja.

Hal ini penting karena aturan Saudi melarang pekerja menjalankan profesi berbeda dari yang tercantum dalam izin kerja sebelum perubahan dilakukan melalui prosedur resmi. (Ministry of Human Resources)

Simpan Semua Dokumen

Buat salinan digital dan fisik dari:

  • paspor;
  • visa;
  • kontrak;
  • ijazah;
  • sertifikat;
  • bukti pembayaran;
  • dan dokumen perjalanan.

Ini sederhana, tetapi sangat berguna apabila suatu saat dokumen diperlukan kembali.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengurus Visa Kerja Arab Saudi

Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari antara lain:

  1. Tidak membaca kontrak kerja.
  2. Tidak memeriksa identitas pemberi kerja.
  3. Menggunakan data paspor yang tidak sesuai.
  4. Tidak memahami jenis visa.
  5. Menganggap visa sama dengan izin kerja.
  6. Membayar biaya tanpa meminta rincian.
  7. Tidak menyimpan bukti pembayaran.
  8. Tidak memastikan profesi sesuai.
  9. Mudah percaya pada janji “visa pasti jadi”.
  10. Berangkat tanpa memahami hak dan kewajiban sebagai pekerja.

Kesalahan administratif terlihat kecil.

Tetapi dampaknya bisa panjang.

FAQ Visa Kerja Arab Saudi

Apakah WNI bisa mendapatkan Visa Kerja Arab Saudi?

Ya. WNI dapat bekerja di Arab Saudi selama memenuhi persyaratan dan memperoleh visa serta izin kerja sesuai ketentuan yang berlaku.

Apakah Visa Kerja Arab Saudi sama dengan visa kunjungan?

Tidak. Visa kerja digunakan untuk tujuan pekerjaan, sedangkan visa kunjungan memiliki tujuan yang berbeda. Jangan menggunakan visa yang tidak memberikan izin bekerja untuk menjalankan pekerjaan.

Siapa yang mengurus visa kerja Arab Saudi?

Pemberi kerja memiliki peran penting dalam proses pengajuan visa. Pemerintah Saudi menyediakan layanan pengajuan visa kerja bagi sektor bisnis melalui platform Qiwa. (Ministry of Human Resources)

Apakah visa kerja membutuhkan medical check up?

Pemeriksaan kesehatan dapat menjadi bagian dari proses visa. Pada layanan permanent work visa, pemerintah Saudi mencantumkan medical examination sebagai salah satu tahapan. (My Government)

Berapa lama proses Visa Kerja Arab Saudi?

Durasi bergantung pada jenis layanan dan tahapan yang harus dilewati. Untuk permanent work visa, portal resmi Saudi mencantumkan durasi layanan 4 hari kerja, tetapi angka tersebut tidak berarti seluruh proses perekrutan sampai keberangkatan selesai dalam empat hari. (My Government)

Apakah visa kerja bisa digunakan untuk pekerjaan apa saja?

Tidak. Pekerja harus menjalankan pekerjaan sesuai ketentuan izin kerja. Aturan Saudi juga mengatur profesi tertentu yang tidak dapat dijalankan oleh pekerja non-Saudi. (Ministry of Human Resources)

Apa dokumen utama yang perlu disiapkan?

Dokumen dapat berbeda, tetapi paspor yang masih berlaku, foto, dokumen pekerjaan, serta dokumen kualifikasi atau kesehatan dapat diperlukan sesuai jenis visa dan profesi.

Bagaimana cara menghindari penipuan visa kerja Arab Saudi?

Pastikan perusahaan, kontrak, posisi, gaji, visa, serta rincian biaya dapat diverifikasi. Jangan terburu-buru melakukan pembayaran hanya karena ditawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi.

Visa Kerja Arab Saudi bukan sekadar dokumen untuk masuk ke Arab Saudi. Prosesnya berkaitan dengan pekerjaan, pemberi kerja, profesi, pemeriksaan kesehatan, dokumen, dan izin kerja.

Karena itu, calon pekerja sebaiknya mempersiapkan semuanya sejak awal.

Mulai dari memastikan pekerjaan benar-benar tersedia, membaca kontrak, memeriksa dokumen, memahami jenis visa, hingga mengetahui siapa yang bertanggung jawab dalam setiap tahap proses.

Yang paling penting, jangan hanya mengejar keberangkatan.

Pastikan pekerjaan dan proses keberangkatannya juga memiliki dasar yang jelas dan sesuai aturan.

Dengan persiapan yang matang, calon pekerja dapat memahami proses Visa Kerja Arab Saudi dengan lebih baik dan mengurangi risiko kesalahan administratif maupun penipuan.

Hubungi Kami Via WhatsApp

Tania Bulan