Cara Mengurus Calling Visa Kerja dari Indonesia

Yuni

Updated on:

Cara Mengurus Calling Visa Kerja dari Indonesia
Direktur Utama Jangkar Groups

Cara Mengurus Calling Visa Kerja dari Indonesia Proses Lengkap Tahap demi Tahap Calling Visa kerja merupakan salah satu istilah yang sering di gunakan dalam proses keberangkatan pekerja migran Indonesia ke luar negeri. Istilah ini biasanya berkaitan dengan proses visa kerja yang membutuhkan adanya persetujuan atau dokumen dari pihak imigrasi maupun pemberi kerja di negara tujuan sebelum pekerja dapat mengajukan visa melalui perwakilan diplomatik.

Bagi calon pekerja dari Indonesia, proses mengurus Calling Visa kerja tidak selalu di lakukan sepenuhnya oleh pekerja secara mandiri. Dalam banyak kasus, pemberi kerja atau sponsor di negara tujuan memiliki peran penting dalam mengurus persetujuan kerja atau dokumen pendukung dari negara tujuan.

Karena prosedur Calling Visa berbeda-beda berdasarkan negara tujuan, jenis pekerjaan, dan program perekrutan, calon pekerja perlu memahami alurnya sejak awal. Kesalahan dokumen atau ketidaksesuaian informasi dapat menyebabkan proses menjadi lebih lama.

Artikel ini membahas cara mengurus Calling Visa kerja dari Indonesia secara bertahap, mulai dari mendapatkan pekerjaan sampai proses visa dan persiapan keberangkatan.

Baca Juga : Syarat Calling Visa Kerja Dokumen dan Ketentuannya

Apa Itu Calling Visa Kerja?

Calling Visa kerja adalah istilah yang umum di gunakan untuk menyebut proses visa kerja yang melibatkan adanya persetujuan, panggilan, atau dokumen pendukung dari pihak di negara tujuan.

Dalam praktiknya, istilah ini dapat memiliki arti berbeda tergantung negara tujuan. Ada negara yang menggunakan sistem approval atau authorization sebelum visa di terbitkan, sementara negara lain menggunakan istilah berbeda untuk dokumen izin kerja atau persetujuan masuk.

Karena itu, calon pekerja tidak sebaiknya hanya berpatokan pada istilah “Calling Visa”. Hal yang paling penting adalah mengetahui nama resmi dokumen dan jenis visa yang di gunakan untuk bekerja di negara tersebut.

Biasanya proses melibatkan beberapa pihak, seperti:

  • Calon pekerja.
  • Pemberi kerja atau perusahaan di luar negeri.
  • Sponsor atau agen resmi.
  • Instansi pemerintah negara tujuan.
  • Perwakilan diplomatik atau pusat pengajuan visa.
  • Pihak atau lembaga terkait di Indonesia.

Baca Juga : Apa Itu Calling Visa Kerja? Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Siapa yang Mengurus Calling Visa Kerja?

Salah satu hal yang perlu di pahami adalah bahwa Calling Visa kerja tidak selalu di urus sendiri oleh calon pekerja.

Dalam banyak skema perekrutan pekerja asing, pemberi kerja di negara tujuan menjadi pihak yang mengajukan atau memperoleh persetujuan awal dari instansi yang berwenang. Setelah persetujuan tersebut tersedia, calon pekerja dapat melanjutkan proses pengajuan visa dari Indonesia.

Dengan demikian, alurnya sering kali terbagi menjadi dua bagian.

Bagian pertama di lakukan oleh pemberi kerja atau sponsor di negara tujuan, sedangkan bagian kedua di lakukan oleh pekerja ketika mengajukan visa dan mempersiapkan keberangkatan.

Namun, mekanisme tersebut tidak sama untuk semua negara. Oleh karena itu, calon pekerja perlu memastikan prosedur resmi sesuai negara tujuan.

Baca Juga : Calling Visa Kerja Pengertian, Syarat, Proses & Cara Mengurus

Tahap 1: Mendapatkan Tawaran Kerja

Proses biasanya di mulai ketika calon pekerja mendapatkan tawaran pekerjaan dari perusahaan atau pemberi kerja di luar negeri.

Pada tahap ini, jangan langsung fokus pada proses visa. Pastikan terlebih dahulu bahwa tawaran pekerjaan benar-benar jelas.

Beberapa informasi yang harus di ketahui antara lain:

  • Nama perusahaan.
  • Alamat perusahaan.
  • Posisi pekerjaan.
  • Lokasi bekerja.
  • Besaran gaji.
  • Jam kerja.
  • Durasi kontrak.
  • Fasilitas yang di berikan.
  • Ketentuan lembur.
  • Tempat tinggal jika di sediakan.
  • Biaya yang harus di bayar pekerja.

Calon pekerja sebaiknya meminta dokumen tertulis mengenai pekerjaan tersebut. Jangan hanya mengandalkan informasi melalui percakapan WhatsApp atau media sosial.

Tahap 2: Menandatangani Kontrak Kerja

Setelah tawaran pekerjaan sesuai, proses berikutnya adalah penandatanganan kontrak kerja.

Kontrak kerja menjadi dokumen penting karena berisi hubungan antara pekerja dan pemberi kerja.

Sebelum menandatangani kontrak, periksa:

  1. Identitas pekerja.
  2. Identitas perusahaan.
  3. Jabatan.
  4. Lokasi kerja.
  5. Gaji.
  6. Jam kerja.
  7. Lembur.
  8. Hak cuti.
  9. Masa kontrak.
  10. Fasilitas.
  11. Ketentuan pengakhiran kontrak.

Pastikan nama dan data pribadi dalam kontrak sama dengan paspor dan dokumen identitas.

Baca Juga : Jasa Calling Visa Kerja Bantuan Pengurusan Dokumen dan Proses

Tahap 3: Pemberi Kerja Mengurus Persetujuan di Negara Tujuan

Pada beberapa negara, pemberi kerja perlu mendapatkan persetujuan dari pemerintah sebelum pekerja asing dapat mengajukan visa kerja.

Proses tersebut dapat berupa:

  • Persetujuan perekrutan pekerja asing.
  • Izin kerja.
  • Approval letter.
  • Work authorization.
  • Calling visa atau dokumen sejenis.
  • Surat sponsor.
  • Dokumen imigrasi dari negara tujuan.

Pada tahap ini, calon pekerja biasanya perlu menunggu proses yang di lakukan oleh pemberi kerja atau sponsor.

Lama proses dapat berbeda-beda tergantung negara, jenis pekerjaan, kuota tenaga kerja, dan kelengkapan dokumen.

Baca Juga : Calling Visa Kerja Belum Terbit atau Ditolak? dan Solusinya

Tahap 4: Mendapatkan Dokumen Calling Visa atau Approval

Setelah permohonan dari pemberi kerja di setujui, dokumen persetujuan dapat di terbitkan oleh pihak yang berwenang.

Dokumen inilah yang kemudian menjadi bagian penting dalam proses pengajuan visa kerja.

Calon pekerja perlu memastikan dokumen tersebut benar-benar berasal dari pihak yang berwenang dan informasi di dalamnya sesuai dengan data pekerja.

Periksa beberapa hal berikut:

  • Nama lengkap.
  • Nomor paspor.
  • Tanggal lahir.
  • Kewarganegaraan.
  • Nama perusahaan.
  • Posisi pekerjaan.
  • Nomor dokumen.
  • Masa berlaku.
  • Jenis pekerjaan.
  • Negara tujuan.

Jika terdapat kesalahan data, sebaiknya segera meminta pihak sponsor atau pemberi kerja melakukan perbaikan.

Tahap 5: Mempersiapkan Dokumen dari Indonesia

Setelah mendapatkan dokumen persetujuan, calon pekerja perlu mempersiapkan dokumen untuk pengajuan visa.

Dokumen dapat berbeda berdasarkan negara tujuan. Namun, secara umum beberapa dokumen yang sering di butuhkan adalah:

  • Paspor yang masih berlaku.
  • Foto terbaru.
  • Formulir aplikasi visa.
  • Kontrak kerja.
  • Surat persetujuan atau Calling Visa.
  • Surat sponsor jika di perlukan.
  • Dokumen identitas.
  • Dokumen pendidikan atau sertifikat keahlian jika di minta.
  • Surat keterangan kesehatan.
  • Surat keterangan kepolisian jika di persyaratkan.
  • Dokumen pendukung lainnya.

Jangan langsung menganggap semua dokumen tersebut wajib untuk setiap negara. Persyaratan resmi harus di periksa berdasarkan jenis visa dan negara tujuan.

Baca Juga : Proses Calling Visa Kerja Dari Sponsor hingga Visa Terbit

Tahap 6: Melakukan Pemeriksaan Kesehatan

Dalam proses keberangkatan pekerja migran, pemeriksaan kesehatan dapat menjadi salah satu persyaratan.

Jenis pemeriksaan bergantung pada negara tujuan dan program pekerjaan.

Pemeriksaan dapat mencakup pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan laboratorium sesuai ketentuan yang berlaku.

Jika negara tujuan atau program kerja mensyaratkan pemeriksaan kesehatan tertentu, lakukan pemeriksaan pada fasilitas yang di akui atau di tentukan oleh pihak yang berwenang.

Hasil pemeriksaan kesehatan kemudian di gunakan sebagai bagian dari dokumen pengajuan visa atau proses keberangkatan apabila di persyaratkan.

Tahap 7: Mengajukan Visa Kerja

Setelah dokumen lengkap, calon pekerja dapat melanjutkan pengajuan visa kerja melalui jalur yang di tentukan oleh negara tujuan.

Pengajuan dapat di lakukan melalui:

  • Kedutaan besar.
  • Konsulat.
  • Pusat aplikasi visa resmi.
  • Sistem aplikasi online.
  • Jalur lain yang di tentukan pemerintah negara tujuan.

Pada tahap ini, calon pekerja perlu mengisi formulir dengan informasi yang benar dan sesuai dokumen.

Kesalahan data seperti nama, nomor paspor, tanggal lahir, atau informasi pekerjaan dapat menimbulkan masalah dalam proses aplikasi.

Tahap 8: Membayar Biaya Visa

Pengajuan visa kerja biasanya memiliki biaya tertentu.

Jumlah biaya bergantung pada negara, jenis visa, dan layanan yang di gunakan. Selain biaya visa, mungkin terdapat biaya layanan pusat aplikasi atau biaya tambahan lainnya.

Sebelum membayar, pastikan:

  • Nama pembayaran jelas.
  • Tujuan pembayaran jelas.
  • Nominal sesuai ketentuan.
  • Rekening atau metode pembayaran resmi.
  • Terdapat bukti pembayaran.

Hindari membayar biaya besar kepada pihak yang tidak jelas hanya dengan alasan “biaya Calling Visa”.

Baca Juga : Dokumen Calling Visa Kerja yang Perlu Disiapkan

Tahap 9: Menunggu Proses dan Keputusan Visa

Setelah pengajuan di terima, permohonan akan di proses oleh pihak yang berwenang.

Selama proses berlangsung, calon pekerja mungkin di minta memberikan dokumen tambahan atau mengikuti wawancara apabila di perlukan.

Waktu pemrosesan tidak selalu sama. Lama proses dapat di pengaruhi oleh:

  • Jenis visa.
  • Negara tujuan.
  • Kelengkapan dokumen.
  • Verifikasi pemberi kerja.
  • Pemeriksaan keamanan.
  • Pemeriksaan kesehatan.
  • Volume permohonan.
  • Kebijakan imigrasi yang berlaku.

Karena itu, sebaiknya jangan membeli tiket pesawat secara terburu-buru sebelum visa dan izin yang di perlukan benar-benar selesai.

Tahap 10: Mendapatkan Visa dan Mempersiapkan Keberangkatan

Apabila visa di setujui, calon pekerja perlu memeriksa kembali visa sebelum keberangkatan.

Periksa:

  • Nama.
  • Nomor paspor.
  • Jenis visa.
  • Masa berlaku.
  • Jumlah atau ketentuan masuk.
  • Keterangan pekerjaan apabila tercantum.

Setelah visa di terbitkan, calon pekerja dapat melanjutkan persiapan keberangkatan sesuai prosedur yang berlaku.

Pastikan membawa dokumen penting dalam bentuk fisik dan salinan digital, seperti paspor, visa, kontrak kerja, dokumen persetujuan, alamat perusahaan, serta kontak pemberi kerja.

Baca Juga : Biaya Calling Visa Kerja Komponen Biaya yang Perlu Dipersiapkan

Apakah Calling Visa Sama dengan Visa Kerja?

Calling Visa dan visa kerja tidak selalu merupakan dokumen yang sama.

Calling Visa dalam penggunaan sehari-hari dapat merujuk pada dokumen persetujuan atau proses yang menjadi dasar bagi seseorang untuk mengajukan visa kerja. Sementara visa kerja merupakan dokumen izin masuk atau izin tinggal untuk tujuan bekerja yang di terbitkan berdasarkan ketentuan negara tujuan.

Karena istilah “Calling Visa” dapat di gunakan secara berbeda di berbagai negara, calon pekerja harus mengetahui nama resmi dokumen yang di gunakan dalam proses tersebut.

Baca Juga : Calling Visa Kerja Arab Saudi Syarat, Dokumen dan Ketentuannya

Berapa Lama Mengurus Calling Visa Kerja?

Lama proses Calling Visa kerja tidak dapat di samaratakan.

Ada proses yang hanya membutuhkan beberapa minggu, sementara proses lain dapat membutuhkan waktu lebih lama karena harus melalui pemeriksaan dan persetujuan dari beberapa instansi.

Waktu keseluruhan dapat di hitung mulai dari:

Mendapatkan pekerjaan → kontrak kerja → pengajuan sponsor/approval → penerbitan persetujuan → pengajuan visa → pemeriksaan visa → visa di terbitkan → keberangkatan.

Karena banyak tahap di lakukan oleh pihak yang berbeda, keterlambatan pada satu tahap dapat memengaruhi tahap berikutnya.

Baca Juga : Berapa Lama Proses Calling Visa Kerja? Estimasi Waktu

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Mengurus Calling Visa Kerja

Calon pekerja perlu berhati-hati terhadap beberapa kesalahan berikut:

1. Menggunakan dokumen palsu

Jangan pernah menggunakan dokumen palsu untuk mendapatkan visa kerja.

2. Tidak memeriksa perusahaan

Pastikan perusahaan atau pemberi kerja dapat di verifikasi.

3. Tidak membaca kontrak

Jangan hanya melihat nominal gaji. Baca seluruh isi kontrak.

4. Membayar biaya tanpa rincian

Mintalah rincian biaya dan bukti pembayaran.

5. Menyerahkan paspor kepada pihak tidak jelas

Paspor merupakan dokumen penting sehingga harus di jaga dan hanya di serahkan melalui prosedur yang dapat di pertanggungjawabkan.

6. Membeli tiket terlalu cepat

Sebaiknya tunggu sampai visa dan dokumen keberangkatan selesai.

7. Tidak mengecek jenis visa

Visa kunjungan atau turis tidak otomatis memberikan hak untuk bekerja.

Baca Juga : Calling Visa Kerja untuk Pekerja Indonesia

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Mengurus Calling Visa Kerja

Tips Aman Mengurus Calling Visa Kerja dari Indonesia

Agar proses lebih aman, calon pekerja dapat melakukan beberapa langkah berikut:

Pertama, pastikan tawaran pekerjaan berasal dari perusahaan atau pemberi kerja yang dapat di verifikasi.

Kedua, minta kontrak kerja secara tertulis sebelum melakukan pembayaran atau keberangkatan.

Ketiga, pastikan jenis visa memang sesuai untuk bekerja.

Keempat, periksa dokumen Calling Visa atau approval yang di berikan sponsor.

Kelima, gunakan jalur pengajuan visa resmi.

Keenam, simpan salinan seluruh dokumen.

Ketujuh, jangan mudah percaya dengan janji visa pasti terbit atau pekerjaan pasti berangkat tanpa proses resmi.

Kedelapan, tanyakan dengan jelas siapa yang menanggung biaya visa, tiket, pemeriksaan kesehatan, tempat tinggal, dan biaya lainnya.

Cara mengurus Calling Visa kerja dari Indonesia pada dasarnya terdiri dari beberapa tahapan yang saling berhubungan. Proses dapat di mulai dari mendapatkan tawaran pekerjaan, memeriksa perusahaan, menandatangani kontrak, pengurusan persetujuan oleh pemberi kerja atau sponsor, memperoleh dokumen Calling Visa atau approval, menyiapkan dokumen, mengajukan visa kerja, hingga mendapatkan visa dan mempersiapkan keberangkatan.

Namun, prosedur Calling Visa tidak sama untuk setiap negara. Istilah, dokumen, pihak yang mengurus, biaya, dan mekanisme pengajuan dapat berbeda sesuai aturan negara tujuan.

Karena itu, calon pekerja sebaiknya selalu memastikan prosedur berdasarkan negara tujuan dan jenis pekerjaan yang akan di jalankan. Jangan hanya berpatokan pada informasi dari agen atau pihak lain tanpa melakukan pemeriksaan terhadap dokumen dan jalur resmi.

Yang paling penting, pastikan pekerjaan benar-benar legal, kontrak kerja jelas, jenis visa sesuai dengan tujuan bekerja, dan seluruh dokumen dapat di verifikasi sebelum berangkat dari Indonesia.

Konsultasikan Visa Kerja Anda sekarang.

Avatar photo
Yuni