Mengisi bagian tujuan perjalanan dan itinerary pada Form Visa Schengen harus di lakukan berdasarkan rencana perjalanan yang benar-benar akan di jalankan. Informasi seperti tujuan kunjungan, negara utama, negara yang di kunjungi, tanggal masuk, tanggal keluar, serta lama perjalanan harus saling konsisten. Oleh karena itu, pemohon perlu mencocokkan formulir dengan tiket, reservasi akomodasi, asuransi perjalanan, dan dokumen pendukung lainnya.
Baca Juga : Form Visa Schengen: Cara Mengisi & Kesalahan Harus Dihindari
Cara Mengisi Tujuan Perjalanan pada Form Visa Schengen
Bagian tujuan perjalanan di gunakan untuk menjelaskan alasan utama pemohon datang ke wilayah Schengen. Formulir aplikasi Schengen menyediakan pilihan tujuan perjalanan, sehingga pemohon perlu memilih kategori yang paling sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Tujuan perjalanan dapat berkaitan dengan wisata, kunjungan keluarga atau teman, bisnis, kunjungan resmi, studi, kegiatan budaya atau olahraga, transit, maupun tujuan lain yang tersedia pada formulir. Karena itu, jangan memilih tujuan hanya berdasarkan jenis visa yang di anggap lebih mudah, tetapi sesuaikan dengan aktivitas utama selama berada di wilayah Schengen.
Sebagai contoh, seseorang yang datang untuk berlibur dan mengunjungi beberapa objek wisata dapat menggunakan tujuan perjalanan wisata. Sementara itu, pemohon yang menghadiri pertemuan perusahaan harus mencantumkan tujuan yang sesuai dengan kegiatan bisnisnya.
Tujuan Perjalanan Harus Sesuai Dokumen
Setelah menentukan tujuan, periksa kembali dokumen pendukung. Jika formulir menyatakan perjalanan untuk wisata, itinerary, reservasi akomodasi, dan dokumen perjalanan juga seharusnya menggambarkan perjalanan wisata.
Sebaliknya, apabila tujuan perjalanan adalah bisnis, dokumen seperti surat undangan atau dokumen kegiatan bisnis harus mendukung informasi tersebut. Dengan demikian, petugas dapat melihat hubungan yang jelas antara tujuan perjalanan dan dokumen aplikasi.
Jangan Mencampurkan Tujuan yang Tidak Relevan
Jika perjalanan memiliki lebih dari satu kegiatan, tentukan kegiatan utama yang paling sesuai dengan rencana perjalanan. Jangan memasukkan berbagai tujuan yang tidak memiliki hubungan dengan itinerary hanya untuk membuat formulir terlihat lebih lengkap.
Misalnya, pemohon melakukan perjalanan selama 10 hari untuk berlibur dan hanya menghadiri satu pertemuan bisnis selama beberapa jam. Informasi yang di cantumkan harus tetap menggambarkan kondisi perjalanan secara akurat, termasuk apabila formulir atau dokumen pendukung membutuhkan penjelasan tambahan.
Cara Mengisi Negara Tujuan Utama
Salah satu bagian penting dalam formulir adalah informasi mengenai negara anggota Schengen yang menjadi tujuan utama perjalanan. Penentuan negara utama tidak cukup hanya berdasarkan negara tempat pesawat pertama kali mendarat.
Jika seseorang mengunjungi Prancis selama 7 hari, Italia selama 3 hari, dan Spanyol selama 2 hari, maka Prancis menjadi tujuan utama berdasarkan lama tinggal. Oleh karena itu, informasi negara utama harus mengikuti pola perjalanan sebenarnya.
Kemudian, apabila perjalanan melibatkan beberapa negara dengan durasi yang berbeda, pemohon perlu menghitung lama tinggal di masing-masing negara agar tidak salah menentukan tujuan utama.
Negara Pertama yang Di masuki
Selain negara tujuan utama, formulir juga dapat meminta informasi mengenai negara anggota Schengen yang pertama kali di masuki. Bagian ini berbeda dengan negara tujuan utama.
Sebagai contoh, seseorang dapat masuk melalui Italia, kemudian melanjutkan perjalanan ke Prancis selama beberapa hari. Jika Prancis menjadi tujuan utama berdasarkan rencana tinggal, sedangkan Italia hanya menjadi titik masuk pertama, kedua informasi tersebut harus di bedakan.
Karena itu, jangan otomatis menulis negara pertama yang di datangi sebagai negara tujuan utama. Periksa terlebih dahulu keseluruhan itinerary.
Cara Mengisi Tanggal Masuk dan Keluar
Tanggal perjalanan merupakan bagian yang harus di periksa dengan sangat teliti. Pemohon perlu mencantumkan tanggal yang sesuai dengan rencana perjalanan dan dokumen pendukung.
Tanggal masuk menunjukkan kapan pemohon berencana memasuki wilayah Schengen, sedangkan tanggal keluar menunjukkan kapan pemohon meninggalkan wilayah tersebut. Selisih tanggal tersebut kemudian berkaitan dengan lama perjalanan.
Misalnya, seseorang merencanakan perjalanan dari 10 Juni sampai 20 Juni. Maka tanggal masuk dan keluar yang di tulis harus sesuai dengan rencana tersebut. Jika tiket menunjukkan tanggal berbeda, informasi dalam formulir perlu di periksa kembali sebelum aplikasi di serahkan.
Selain itu, jangan membuat tanggal perjalanan hanya berdasarkan perkiraan apabila tiket atau reservasi sudah tersedia. Gunakan informasi aktual dari dokumen yang memang akan di gunakan untuk perjalanan.
Cara Membuat Itinerary yang Konsisten
Itinerary berfungsi menggambarkan bagaimana perjalanan akan berlangsung dari awal sampai akhir. Itinerary tidak harus di buat secara berlebihan, tetapi harus cukup jelas untuk menunjukkan hubungan antara tanggal, kota, negara, akomodasi, dan tujuan perjalanan.
Misalnya, pemohon memiliki perjalanan selama 10 hari dengan rencana:
Hari 1–3: Paris, Prancis
Hari 4–6: Lyon, Prancis
Hari 7–10: Milan, Italia
Informasi tersebut harus selaras dengan reservasi akomodasi dan transportasi yang tersedia. Jika formulir menyatakan tinggal di Prancis selama 6 hari, dokumen akomodasi juga sebaiknya mendukung periode tersebut.
Dengan demikian, itinerary bukan sekadar daftar tempat wisata, tetapi gambaran perjalanan yang dapat di bandingkan dengan informasi dalam formulir dan dokumen lainnya.
Itinerary untuk Perjalanan Satu Negara
Jika hanya mengunjungi satu negara Schengen, pengisian itinerary relatif sederhana. Pemohon dapat menjelaskan kota yang akan di kunjungi, tanggal perjalanan, dan tempat menginap.
Misalnya, perjalanan hanya di lakukan di Italia selama 8 hari. Pemohon dapat membagi perjalanan berdasarkan kota yang memang akan di kunjungi tanpa memasukkan kota tambahan yang tidak di rencanakan.
Itinerary untuk Beberapa Negara
Jika perjalanan mencakup beberapa negara, buat urutan perjalanan secara kronologis. Mulailah dari negara pertama yang dimasuki, kemudian lanjutkan ke negara berikutnya sampai tanggal kepulangan.
Contohnya, perjalanan dapat di mulai dari Prancis, di lanjutkan ke Belgia, kemudian Belanda. Informasi tersebut harus konsisten dengan tanggal, akomodasi, dan transportasi antarkota atau antarnegara.
Semakin banyak negara yang di kunjungi, semakin penting melakukan pemeriksaan silang antara itinerary dan formulir.
Hubungan Itinerary dengan Akomodasi
Informasi itinerary harus sesuai dengan tempat menginap. Jika formulir menunjukkan pemohon berada di Paris pada tanggal tertentu, reservasi akomodasi juga seharusnya menunjukkan tempat tinggal pada periode tersebut.
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah itinerary menunjukkan pemohon berpindah kota pada hari tertentu, tetapi reservasi hotel justru menunjukkan pemohon masih berada di kota sebelumnya. Kondisi seperti ini dapat membuat informasi aplikasi terlihat tidak konsisten.
Oleh sebab itu, setelah itinerary selesai di buat, cocokkan tanggal setiap kota dengan reservasi akomodasi.
Hubungan Itinerary dengan Tiket Perjalanan
Selain akomodasi, itinerary perlu di periksa terhadap tiket penerbangan atau transportasi yang tersedia. Tanggal keberangkatan dari Indonesia, tanggal kedatangan di wilayah Schengen, perjalanan antarnegara, serta tanggal kepulangan harus memiliki alur yang masuk akal.
Jika terdapat perubahan jadwal setelah formulir dibuat, periksa apakah informasi dalam aplikasi masih sesuai. Jangan membiarkan formulir menggunakan tanggal lama sementara dokumen terbaru menunjukkan rencana berbeda.
Kesalahan Mengisi Tujuan Perjalanan dan Itinerary
Kesalahan pertama adalah mencantumkan tujuan perjalanan yang tidak sesuai dengan aktivitas sebenarnya. Untuk Kesalahan kedua adalah menentukan negara utama hanya berdasarkan negara pertama yang di masuki.
Selain itu, pemohon dapat keliru menulis tanggal masuk atau keluar, mencantumkan hotel yang tidak sesuai dengan tanggal perjalanan, atau memasukkan negara yang sebenarnya tidak akan di kunjungi.
Kesalahan lainnya adalah membuat itinerary terlalu padat. Jika dalam waktu singkat pemohon mencantumkan terlalu banyak kota dan negara tanpa dukungan transportasi atau akomodasi yang jelas, informasi tersebut perlu di periksa kembali.
Karena itu, buat itinerary berdasarkan perjalanan yang realistis dan dapat di dukung oleh dokumen.
Contoh Pengisian Tujuan Perjalanan dan Itinerary
Misalnya, Andi akan melakukan perjalanan wisata selama 12 hari. Ia masuk melalui Prancis pada 5 September, tinggal di Paris selama 5 hari, kemudian menuju Swiss selama 4 hari dan kembali ke Prancis untuk penerbangan pulang pada 16 September.
Dalam kondisi tersebut, informasi tujuan perjalanan dapat menunjukkan wisata. Negara pertama yang di masuki adalah Prancis. Selanjutnya, itinerary harus menggambarkan perpindahan dari Prancis ke Swiss dan kembali ke Prancis sebelum keberangkatan.
Jika reservasi hotel menunjukkan Paris tanggal 5–10 September dan Swiss tanggal 10–14 September, sedangkan tanggal 14–16 September kembali berada di Prancis, informasi tersebut harus konsisten dengan itinerary yang di berikan.
Contoh ini menunjukkan bahwa pengisian formulir tidak hanya berfokus pada satu kolom. Setiap informasi harus saling berhubungan.
Cara Memeriksa Form Visa Schengen Sebelum Di ajukan
Sebelum formulir di serahkan, lakukan pemeriksaan menyeluruh. Mulailah dengan tujuan perjalanan, kemudian periksa negara utama, negara pertama yang di masuki, tanggal masuk, tanggal keluar, dan lama perjalanan.
Selanjutnya, bandingkan informasi tersebut dengan itinerary, tiket, reservasi akomodasi, serta dokumen pendukung lainnya. Jika ada perbedaan, tentukan informasi mana yang sebenarnya sesuai dengan rencana perjalanan dan perbaiki data sebelum pengajuan.
Berdasarkan ketentuan Uni Eropa, pengajuan visa di lakukan menggunakan formulir yang telah di isi dan di tandatangani. Informasi mengenai tempat pengajuan juga mengikuti aturan negara tujuan utama; apabila beberapa negara memiliki durasi tinggal yang sama, aturan menentukan negara pengajuan berdasarkan negara yang pertama di kunjungi.
Regulasi Tujuan Perjalanan Visa Schengen
Visa Code Uni Eropa menetapkan berbagai kategori tujuan perjalanan dalam formulir aplikasi. Selain itu, aturan pengajuan visa mempertimbangkan negara tujuan utama ketika perjalanan mencakup beberapa negara Schengen.
Untuk perjalanan ke beberapa negara dengan lama tinggal berbeda, negara tempat pemohon akan menghabiskan waktu paling lama menjadi dasar penentuan tujuan utama. Jika lama tinggal sama, negara yang pertama kali di kunjungi menjadi dasar pengajuan.
Karena itu, informasi tujuan perjalanan dan itinerary harus di buat berdasarkan rencana perjalanan yang sebenarnya, bukan sekadar menyesuaikan pilihan pada formulir.
FAQ Cara Mengisi Form Visa Schengen Bagian Tujuan Perjalanan dan Itinerary
Apa yang di maksud tujuan perjalanan pada Form Visa Schengen?
Tujuan perjalanan adalah alasan utama pemohon melakukan perjalanan ke wilayah Schengen, seperti wisata, bisnis, kunjungan keluarga, studi, atau tujuan lain sesuai pilihan pada formulir.
Apa perbedaan negara tujuan utama dan negara pertama masuk?
Negara tujuan utama berkaitan dengan negara tempat pemohon memiliki tujuan atau masa tinggal utama, sedangkan negara pertama masuk adalah negara Schengen yang pertama kali di masuki dalam perjalanan.
Bagaimana menentukan negara tujuan utama jika mengunjungi beberapa negara?
Periksa durasi tinggal di setiap negara. Negara tempat pemohon menghabiskan waktu paling lama menjadi tujuan utama. Jika durasinya sama, berlaku ketentuan mengenai negara yang pertama kali dikunjungi.
Apakah itinerary harus sama dengan formulir visa?
Ya. Informasi utama seperti negara, tanggal perjalanan, dan rencana tinggal harus konsisten antara formulir dan dokumen pendukung.
Apakah itinerary harus mencantumkan semua tempat wisata?
Tidak harus. Yang terpenting adalah itinerary memberikan gambaran perjalanan yang jelas dan konsisten dengan akomodasi serta transportasi.
Bagaimana jika tanggal perjalanan berubah setelah formulir selesai?
Periksa kembali seluruh informasi aplikasi dan dokumen. Jika perubahan memengaruhi informasi penting dalam pengajuan, sesuaikan data sesuai prosedur yang berlaku sebelum aplikasi diserahkan.
Layanan Pengisian Form Visa Schengen
Pengisian bagian tujuan perjalanan dan itinerary membutuhkan ketelitian karena informasi tersebut berkaitan dengan negara tujuan utama, tanggal perjalanan, akomodasi, tiket, dan dokumen pendukung lainnya. PT Jangkar Global Groups dapat membantu memeriksa dan menyesuaikan informasi formulir berdasarkan dokumen perjalanan yang dimiliki pemohon.
Konsultasi Form Visa Schengen Sekarang!