Cara mengisi Form Visa Schengen bagian pekerjaan perlu di lakukan berdasarkan kondisi pekerjaan pemohon yang sebenarnya. Selain mencantumkan status atau jenis pekerjaan, formulir juga meminta informasi mengenai perusahaan atau institusi tempat pemohon bekerja. Oleh karena itu, data yang di tulis sebaiknya dapat di jelaskan dan di dukung oleh dokumen yang sesuai.
Dalam formulir aplikasi Schengen yang di harmonisasi, bagian Current Occupation berada pada kolom 21, sedangkan informasi Employer and employer’s address and telephone number berada pada kolom 22. Khusus pelajar, kolom tersebut meminta nama dan alamat institusi pendidikan.
Dengan demikian, bagian pekerjaan bukan sekadar formalitas untuk di isi. Sebaliknya, informasi tersebut perlu di buat konsisten dengan profil pemohon, dokumen pekerjaan, serta rencana perjalanan yang di cantumkan pada bagian lain formulir.
Baca Juga : Form Visa Schengen: Cara Mengisi & Kesalahan Harus Dihindari
Bagian Pekerjaan dalam Form Visa Schengen
Pada bagian ini, pemohon perlu mencantumkan pekerjaan atau aktivitas utama yang sedang di jalankan. Formulir menggunakan istilah Current Occupation, sehingga informasi yang di cantumkan seharusnya menggambarkan kondisi pekerjaan pada saat pengajuan.
Misalnya, seorang pemohon bekerja sebagai karyawan swasta. Contoh pengisian dapat di buat seperti:
Current Occupation: Employee
Employer: PT Contoh Indonesia
Employer Address: Jl. Contoh Bisnis No. 10, Jakarta
Telephone: +62 21 0000000
Data tersebut hanya contoh fiktif.
Selain itu, apabila pemohon mempunyai jabatan tertentu, informasi jabatan dapat di jelaskan melalui dokumen pendukung apabila di minta oleh otoritas pemroses. Dengan demikian, informasi dalam formulir dan dokumen pekerjaan sebaiknya tidak saling bertentangan.
Cara Mengisi Current Occupation
Kolom Current Occupation berarti pekerjaan atau status aktivitas pemohon saat ini. Karena itu, pengisiannya harus mengikuti keadaan sebenarnya, bukan pekerjaan yang pernah di miliki sebelumnya.
Misalnya, jika pemohon saat ini bekerja sebagai:
A. Karyawan perusahaan
B. Pengusaha
C. Pelajar atau mahasiswa
D. Pensiunan
E. Tidak bekerja
F. Profesi tertentu
maka pilihan atau keterangan yang di gunakan perlu menyesuaikan mekanisme formulir yang sedang di gunakan.
Dalam data visa Schengen, informasi mengenai pekerjaan dan pemberi kerja memang menjadi bagian dari data pemohon. Regulasi VIS juga mencantumkan current occupation dan employer sebagai informasi aplikasi.
Oleh karena itu, jangan mencantumkan pekerjaan lama apabila kondisi tersebut sudah tidak berlaku.
Contoh Karyawan Swasta
Misalnya Andi bekerja sebagai staf pemasaran di perusahaan swasta.
Contoh:
Current Occupation: Employee
Position: Marketing Staff
Employer: PT Contoh Indonesia
Jika formulir hanya menyediakan kolom kategori pekerjaan, ikuti pilihan yang tersedia pada sistem. Sementara itu, informasi jabatan dapat tercermin dalam surat keterangan kerja atau dokumen lain apabila di perlukan.
Contoh Pengusaha
Untuk pemilik usaha, informasi pekerjaan dapat disesuaikan dengan status sebagai pemilik atau pengelola usaha.
Contohnya:
Current Occupation: Self-employed
Business: Andi Travel Indonesia
Kemudian, dokumen perusahaan atau bukti kegiatan usaha dapat di gunakan sebagai pendukung apabila termasuk dalam persyaratan aplikasi negara tujuan.
Namun demikian, jangan mengubah status menjadi karyawan hanya karena merasa status tersebut lebih mudah di pahami. Informasi dalam formulir seharusnya menggambarkan keadaan yang sebenarnya.
Contoh Pelajar atau Mahasiswa
Untuk pelajar atau mahasiswa, kolom 22 secara khusus mencantumkan name and address of educational establishment.
Contohnya:
Current Occupation: Student
Educational Establishment: Universitas Contoh
Address: Jl. Pendidikan No. 20, Jakarta
Dengan demikian, mahasiswa tidak perlu memasukkan nama perusahaan jika memang tidak bekerja. Sebaliknya, gunakan nama dan alamat institusi pendidikan sesuai petunjuk formulir.
Cara Mengisi Nama Perusahaan
Setelah menentukan status pekerjaan, bagian berikutnya berkaitan dengan pemberi kerja atau employer.
Nama perusahaan sebaiknya di tulis berdasarkan nama resmi yang di gunakan dalam dokumen pekerjaan. Jangan menggunakan nama singkatan yang tidak konsisten apabila dokumen pendukung menggunakan nama perusahaan lengkap.
Sebagai contoh:
Employer: PT Global Contoh Indonesia
bukan sekadar:
Employer: Global Contoh
jika dokumen resmi menggunakan nama lengkap tersebut.
Selain itu, pemohon perlu memastikan bahwa nama perusahaan tidak salah eja. Kesalahan satu kata mungkin terlihat sederhana, tetapi konsistensi data tetap penting dalam aplikasi.
Cara Mengisi Alamat Perusahaan
Formulir meminta alamat perusahaan dan nomor telepon pemberi kerja.
Contoh:
Employer: PT Contoh Indonesia
Address: Jl. Sudirman No. 25, Jakarta
Telephone: +62 21 12345678
Alamat sebaiknya merupakan alamat perusahaan yang dapat di verifikasi melalui dokumen atau informasi resmi perusahaan.
Jika perusahaan memiliki kantor pusat dan pemohon bekerja di cabang, pemohon perlu mengikuti dokumen dan petunjuk aplikasi yang relevan. Jangan memilih alamat secara acak hanya karena alamat tersebut lebih mudah di tulis.
Selanjutnya, nomor telepon juga perlu di periksa kembali. Pastikan angka tidak tertukar atau kurang satu digit.
Data Pekerjaan Harus Konsisten dengan Dokumen
Informasi pekerjaan dalam formulir sebaiknya tidak berdiri sendiri. Sebaliknya, data tersebut perlu konsisten dengan dokumen yang di gunakan untuk mendukung aplikasi.
Misalnya, seseorang menulis bahwa dirinya bekerja sebagai karyawan tetap. Jika negara tujuan meminta surat keterangan kerja, maka dokumen tersebut sebaiknya memberikan informasi yang tidak bertentangan mengenai posisi atau status pekerjaan.
Selain itu, tanggal bekerja, jabatan, perusahaan, serta informasi penghasilan yang muncul dalam dokumen pendukung sebaiknya tidak menunjukkan kondisi yang bertolak belakang dengan formulir.
Namun demikian, tidak berarti semua informasi harus di tulis panjang di dalam kolom pekerjaan. Isilah sesuai ruang dan petunjuk formulir, kemudian gunakan dokumen pendukung untuk memberikan informasi tambahan apabila memang di minta.
Jika Pemohon Pindah Pekerjaan
Kondisi lain yang perlu di perhatikan adalah pemohon yang baru saja berpindah perusahaan.
Misalnya, sebelumnya bekerja di perusahaan A, tetapi ketika mengajukan Visa Schengen sudah bekerja di perusahaan B. Dalam kondisi tersebut, informasi pekerjaan sebaiknya menggambarkan status terbaru pada saat aplikasi.
Contoh:
Current Occupation: Employee
Employer: PT B Contoh Indonesia
Bukan perusahaan lama yang sudah tidak menjadi tempat kerja pemohon.
Kemudian, jika dokumen pendukung masih menggunakan data perusahaan lama, pemohon perlu memastikan apakah di perlukan dokumen tambahan untuk menjelaskan perubahan tersebut.
Dengan demikian, pembaruan informasi menjadi penting terutama ketika perubahan pekerjaan terjadi menjelang pengajuan.
Jika Sedang Tidak Bekerja
Pemohon yang sedang tidak bekerja juga tidak sebaiknya mencantumkan pekerjaan lama sebagai pekerjaan saat ini.
Sebaliknya, status pekerjaan perlu di jelaskan sesuai pilihan yang tersedia dalam formulir atau sistem pengajuan. Kemudian, aspek pembiayaan perjalanan dapat di jelaskan melalui bagian yang memang di sediakan untuk sumber biaya.
Misalnya, seseorang sedang tidak bekerja tetapi biaya perjalanan di tanggung pasangan atau anggota keluarga. Informasi tersebut tidak perlu di masukkan sebagai pekerjaan. Sebaliknya, pekerjaan dan pembiayaan merupakan dua informasi yang berbeda.
Karena itu, jangan menggunakan status pekerjaan untuk menjelaskan siapa yang membayar perjalanan.
Jika Memiliki Lebih dari Satu Aktivitas
Beberapa pemohon mungkin memiliki lebih dari satu aktivitas, misalnya bekerja sebagai karyawan sekaligus menjalankan usaha sampingan.
Dalam kondisi seperti ini, pengisian perlu mengikuti format formulir dan petunjuk negara yang memproses aplikasi. Jika hanya tersedia satu kategori pekerjaan utama, pemohon dapat menggunakan aktivitas utama sesuai kondisi sebenarnya.
Selanjutnya, aktivitas tambahan dapat di jelaskan melalui dokumen pendukung jika relevan dengan aplikasi.
Dengan demikian, jangan memasukkan terlalu banyak informasi ke dalam satu kolom hingga membuat data sulit di pahami.
Perbedaan Data Pekerjaan dan Tujuan Perjalanan
Bagian pekerjaan juga perlu di bedakan dari tujuan perjalanan. Misalnya, seseorang bekerja sebagai direktur perusahaan tetapi melakukan perjalanan ke Prancis untuk wisata.
Maka:
Current Occupation: Director
Purpose of Journey: Tourism
Keduanya tidak perlu di buat sama.
Sebaliknya, jika seseorang bepergian untuk menghadiri pertemuan bisnis, maka tujuan perjalanan harus menggambarkan kegiatan tersebut. Formulir memang menyediakan pilihan tujuan seperti tourism, business, visiting family or friends, cultural, sports, official visit, medical reasons, study, dan tujuan lainnya.
Oleh karena itu, pekerjaan menjelaskan aktivitas pemohon, sedangkan tujuan perjalanan menjelaskan alasan kunjungan.
Contoh Form Visa Schengen untuk Karyawan
Agar lebih mudah di pahami, berikut contoh fiktif pemohon yang bekerja sebagai karyawan.
Nama: Andi Pratama
Current Occupation: Employee
Position: Marketing Staff
Employer: PT Contoh Indonesia
Address: Jl. Contoh Raya No. 10, Jakarta
Telephone: +62 21 0000000
Purpose of Journey: Tourism
Main Destination: Italy
Dalam contoh tersebut, status pekerjaan dan tujuan perjalanan berbeda tetapi tetap dapat berjalan secara logis. Andi bekerja sebagai karyawan, sedangkan perjalanan ke Italia di lakukan untuk wisata.
Jika di perlukan, dokumen seperti surat keterangan kerja dapat di gunakan untuk mendukung informasi pekerjaan tersebut sesuai persyaratan pengajuan.
Contoh Form Visa Schengen untuk Pengusaha
Selanjutnya, contoh pemohon lain adalah pemilik usaha.
Current Occupation: Self-employed
Business Name: PT Contoh Mandiri
Business Address: Jl. Contoh Usaha No. 15, Jakarta
Telephone: +62 21 0000001
Purpose of Journey: Tourism
Dalam kasus ini, pemohon tidak perlu mengubah status menjadi employee apabila memang menjalankan usaha sendiri.
Selain itu, dokumen usaha dapat di gunakan untuk mendukung status tersebut apabila di persyaratkan. Jenis dokumen yang di butuhkan dapat berbeda berdasarkan negara tujuan dan kondisi pemohon.
Karena itu, selalu ikuti daftar dokumen resmi yang berlaku untuk yurisdiksi pengajuan.
Contoh Form Visa Schengen untuk Mahasiswa
Untuk mahasiswa, kolom pekerjaan memiliki perlakuan khusus karena kolom 22 menyebut nama dan alamat institusi pendidikan.
Contoh:
Current Occupation: Student
Educational Establishment: Universitas Contoh Indonesia
Address: Jl. Pendidikan No. 15, Jakarta
Telephone: +62 21 0000002
Jika perjalanan di lakukan saat masa kuliah, dokumen yang membuktikan status mahasiswa dapat di gunakan apabila di persyaratkan.
Dengan demikian, informasi pendidikan tidak perlu di paksakan menjadi data perusahaan.
Kesalahan Saat Mengisi Data Perusahaan
Kesalahan dalam bagian pekerjaan sering kali terjadi karena pemohon terburu-buru atau menggunakan data lama.
Beberapa hal yang perlu di perhatikan antara lain:
A. Menulis perusahaan lama sebagai employer.
B. Salah mengeja nama perusahaan.
C. Memasukkan alamat rumah sebagai alamat perusahaan.
D. Salah menulis nomor telepon perusahaan.
E. Menggunakan jabatan yang tidak sesuai kondisi sebenarnya.
F. Menulis employee padahal status sebenarnya self-employed.
G. Menulis nama perusahaan untuk pemohon yang masih mahasiswa.
H. Menggunakan data pekerjaan yang berbeda dengan dokumen pendukung.
Selain itu, kesalahan dapat terjadi ketika pemohon menyalin formulir lama tanpa memperbarui informasi. Oleh karena itu, setiap pengajuan baru sebaiknya di periksa kembali dari awal.
Hubungan Data Pekerjaan dengan Dokumen Pendukung
Data pekerjaan dapat berkaitan dengan dokumen yang di gunakan untuk menunjukkan kondisi pemohon. Namun, dokumen yang di butuhkan tidak selalu sama untuk setiap negara atau kategori pemohon.
Visa Code mengatur bahwa konsulat dapat menetapkan daftar dokumen pendukung yang relevan berdasarkan kondisi dan yurisdiksi pengajuan.
Karena itu, jangan menganggap satu jenis dokumen berlaku mutlak untuk semua pemohon Schengen.
Sebagai contoh, karyawan mungkin di minta memberikan bukti pekerjaan, sedangkan mahasiswa dapat menggunakan bukti status pendidikan. Sementara itu, pengusaha dapat memiliki dokumen usaha yang berbeda.
Dengan demikian, fokus utamanya adalah memastikan dokumen yang di berikan dapat menjelaskan informasi yang tercantum dalam formulir.
Cara Memeriksa Bagian Pekerjaan Sebelum Formulir Di kirim
Sebelum melanjutkan ke bagian berikutnya, periksa kembali beberapa hal penting.
Pertama, pastikan status pekerjaan sudah sesuai kondisi terbaru. Kemudian, cocokkan nama perusahaan dengan dokumen yang tersedia. Setelah itu, periksa alamat dan nomor telepon perusahaan.
Selanjutnya, lihat kembali tujuan perjalanan. Pastikan tidak ada informasi yang bertentangan antara pekerjaan dan rencana perjalanan.
Misalnya, seseorang mencantumkan sebagai karyawan perusahaan di Jakarta, tetapi seluruh dokumen pekerjaan justru menunjukkan dirinya sudah tidak bekerja di perusahaan tersebut. Kondisi seperti ini perlu di perbaiki sebelum aplikasi di lanjutkan.
Dengan demikian, pemeriksaan sederhana dapat membantu mengurangi kesalahan administratif.
Regulasi Form Visa Schengen Bagian Pekerjaan
Formulir aplikasi Schengen yang di harmonisasi secara resmi mencantumkan Current Occupation pada kolom 21 dan Employer and employer’s address and telephone number pada kolom 22. Untuk mahasiswa, kolom 22 meminta nama dan alamat institusi pendidikan.
Selain itu, regulasi terkait VIS juga memasukkan current occupation dan employer sebagai bagian dari data yang di kumpulkan dalam proses aplikasi visa.
Sementara itu, keluarga warga negara EU/EEA/Swiss dalam kategori tertentu atau penerima manfaat Withdrawal Agreement dapat memiliki pengecualian terhadap beberapa kolom yang di tandai dengan tanda bintang, termasuk kolom 21 dan 22.
Oleh karena itu, pemohon perlu memperhatikan kategori aplikasinya sebelum mengisi setiap bagian formulir.
Contoh Pemeriksaan Akhir
Misalnya seorang karyawan akan mengajukan visa wisata ke Italia. Sebelum mengirim formulir, ia dapat memeriksa:
Current Occupation: Employee
Employer: sesuai nama resmi perusahaan
Employer Address: sesuai alamat yang relevan
Telephone: nomor perusahaan yang benar
Purpose: Tourism
Main Destination: Italy
Kemudian, informasi tersebut di bandingkan dengan dokumen pendukung dan itinerary.
Jika semuanya menggambarkan kondisi yang sama, formulir menjadi lebih konsisten secara administratif.
FAQ Cara Mengisi Form Visa Schengen Bagian Pekerjaan dan Data Perusahaan
Apa yang di maksud Current Occupation pada Form Visa Schengen?
Current Occupation adalah pekerjaan atau status aktivitas pemohon saat ini. Pengisiannya harus menggambarkan kondisi sebenarnya ketika aplikasi diajukan.
Apa yang harus di tulis pada bagian Employer?
Untuk karyawan, bagian Employer diisi dengan nama pemberi kerja atau perusahaan sesuai petunjuk formulir. Alamat dan nomor telepon perusahaan juga dapat diminta pada kolom berikutnya.
Bagaimana mengisi Form Visa Schengen jika saya mahasiswa?
Mahasiswa perlu mengikuti kategori pekerjaan yang tersedia dan mencantumkan nama serta alamat institusi pendidikan pada bagian yang disediakan untuk pelajar.
Bagaimana jika saya seorang pengusaha?
Gunakan status pekerjaan yang sesuai, seperti self-employed apabila tersedia dan relevan. Kemudian, siapkan dokumen usaha yang dipersyaratkan oleh negara tujuan apabila diperlukan.
Apakah pekerjaan harus sama dengan tujuan perjalanan?
Tidak. Pekerjaan menjelaskan aktivitas pemohon, sedangkan tujuan perjalanan menjelaskan alasan kunjungan. Keduanya justru harus menggambarkan kondisi yang sebenarnya.
Bagaimana jika saya baru pindah perusahaan?
Gunakan informasi pekerjaan terbaru pada saat pengajuan dan pastikan dokumen pendukung juga mencerminkan perubahan tersebut apabila diperlukan.
Jasa Pengurusan Visa Schengen
PT Jangkar Global Groups dapat membantu persiapan administrasi Visa Schengen, termasuk pemeriksaan data pekerjaan, pengisian bagian employer, pengecekan konsistensi informasi perusahaan, pemeriksaan formulir, serta persiapan dokumen pendukung sesuai kebutuhan pengajuan.
Konsultasi Form Visa Schengen Sekarang!