Visa Schengen Jerman di perlukan bagi WNI yang ingin melakukan perjalanan singkat ke Jerman untuk wisata, kunjungan keluarga, bisnis, atau tujuan lain yang di perbolehkan dalam kategori visa Schengen. Karena itu, pengajuan visa perlu disesuaikan dengan tujuan perjalanan sebenarnya dan bukan sekadar memilih Jerman karena menjadi negara pertama yang di datangi.
Selain itu, Jerman menjadi negara yang berwenang menerima aplikasi apabila Jerman merupakan satu-satunya tujuan, tujuan utama berdasarkan durasi atau tujuan perjalanan, atau menjadi negara pertama yang di kunjungi ketika beberapa negara Schengen memiliki tujuan dan durasi yang sama. Ketentuan ini di tegaskan oleh Kedutaan Besar Jerman di Jakarta.
Baca Juga : Visa Schengen Eropa: Syarat, Biaya, Proses, dan Cara Mengurus
Selanjutnya, pengajuan dari Indonesia memiliki prosedur khusus. Untuk visa Schengen dengan Jerman sebagai tujuan utama, proses pengajuan telah di alihkan oleh Kedutaan Jerman di Jakarta kepada pusat penerimaan visa yang di tunjuk. Oleh karena itu, pemohon perlu mengikuti alur pengajuan yang berlaku di Indonesia, mulai dari pengisian formulir, appointment, penyerahan dokumen, hingga biometrik.
Dengan demikian, pengajuan Visa Schengen Jerman sebaiknya tidak hanya berfokus pada checklist dokumen. Pemohon juga perlu memastikan Jerman memang menjadi negara yang berwenang menerima aplikasi, kemudian menyesuaikan dokumen dengan tujuan perjalanan. Berikut panduan khusus mengenai Visa Schengen Jerman dari Indonesia.
Kapan Harus Mengajukan Visa Schengen Jerman?
Hal pertama yang perlu di tentukan bukanlah formulir atau appointment, melainkan negara yang berwenang atas aplikasi. Hal ini penting terutama apabila perjalanan mencakup beberapa negara Schengen.
Kedutaan Jerman di Jakarta menyatakan bahwa pemohon yang tinggal di Indonesia dapat mengajukan Visa Schengen kepada Jerman apabila Jerman merupakan satu-satunya tujuan perjalanan, menjadi tujuan utama berdasarkan durasi atau tujuan, atau menjadi negara pertama yang di kunjungi ketika tujuan dengan durasi yang sama terdapat di beberapa negara Schengen.
Sebagai contoh, pemohon memiliki itinerary 12 hari dengan rincian:
Jerman: 7 hari.
Prancis: 3 hari.
Italia: 2 hari.
Dalam kondisi tersebut, Jerman menjadi tujuan utama berdasarkan durasi perjalanan.
Sebaliknya, apabila Jerman hanya menjadi tempat transit atau hanya di kunjungi sebentar sementara negara lain menjadi tujuan utama, pengajuan perlu di arahkan kepada negara yang berwenang berdasarkan aturan Schengen.
Karena itu, tentukan itinerary terlebih dahulu sebelum memilih tempat pengajuan.
Syarat Visa Schengen Jerman dari Indonesia
Setelah Jerman di pastikan sebagai negara tujuan utama, langkah berikutnya adalah menyiapkan dokumen.
Checklist resmi Kedutaan Jerman untuk Visa Schengen pengunjung mencantumkan antara lain formulir aplikasi, contact consent form, paspor, foto, cover letter, asuransi kesehatan perjalanan, itinerary, serta bukti akomodasi. Dokumen tambahan dapat mengikuti tujuan perjalanan dan kondisi pemohon.
Secara umum, dokumen yang perlu di periksa meliputi:
A. Paspor asli dan salinan.
B. Formulir aplikasi Visa Schengen.
C. Contact Consent Form.
D. Pasfoto terbaru.
E. Cover letter.
F. Itinerary.
G. Bukti akomodasi.
H. Asuransi perjalanan.
I. Bukti kemampuan finansial.
J. Dokumen pekerjaan atau usaha.
K. Dokumen sesuai tujuan perjalanan.
L. Dokumen tambahan apabila di minta.
Namun, checklist wisata tidak selalu sama dengan checklist bisnis atau kunjungan keluarga. Oleh sebab itu, pemohon perlu menggunakan checklist yang sesuai dengan tujuan perjalanan.
Paspor untuk Visa Schengen Jerman
Paspor merupakan dokumen utama dalam aplikasi. Berdasarkan checklist terbaru Kedutaan Jerman di Jakarta, paspor harus memenuhi ketentuan tertentu, termasuk tidak lebih dari 10 tahun sejak di terbitkan, mempunyai setidaknya dua halaman kosong untuk visa, serta memenuhi masa berlaku yang di persyaratkan.
Untuk pemohon non-Indonesia yang mengajukan dari Indonesia, KITAS atau KITAP juga perlu memenuhi ketentuan masa berlaku sebagaimana tercantum dalam checklist Jerman.
Sebelum mengajukan, periksa:
A. Nama pada paspor.
B. Nomor paspor.
C. Tanggal penerbitan.
D. Tanggal kedaluwarsa.
E. Tanda tangan apabila di perlukan.
F. Jumlah halaman kosong.
G. Kondisi fisik paspor.
Dengan demikian, masalah administratif pada dokumen perjalanan dapat di ketahui sebelum appointment.
Formulir Aplikasi Visa Schengen Jerman
Selanjutnya, pemohon perlu mengisi formulir aplikasi. Kedutaan Jerman di Jakarta menggunakan sistem VIDEX untuk formulir aplikasi Visa Schengen. Setelah di isi, formulir di cetak dan di tandatangani sesuai ketentuan.
Informasi dalam formulir harus sesuai dengan dokumen lain. Misalnya, tanggal perjalanan harus konsisten dengan itinerary dan akomodasi. Demikian pula tujuan perjalanan harus sesuai dengan aktivitas yang benar-benar akan di lakukan.
Kedutaan Jerman juga menegaskan bahwa tujuan perjalanan yang di nyatakan dalam aplikasi harus sesuai dengan rencana sebenarnya. Informasi yang tidak benar atau tujuan yang sengaja di samarkan dapat menimbulkan masalah dalam proses aplikasi.
Oleh karena itu, jangan mengisi formulir hanya berdasarkan contoh aplikasi orang lain. Data harus di sesuaikan dengan kondisi pemohon sendiri.
Cover Letter untuk Visa Schengen Jerman
Salah satu karakteristik checklist Jerman adalah adanya cover letter yang menjelaskan tujuan perjalanan secara lebih rinci.
Menurut checklist Kedutaan Jerman, cover letter perlu menjelaskan tujuan perjalanan dan itinerary untuk seluruh periode tinggal, termasuk rencana perjalanan antarkota atau transportasi jarak jauh apabila relevan.
Cover letter dapat di gunakan untuk menyatukan informasi yang terdapat dalam dokumen lain.
Isi dapat mencakup:
A. Identitas pemohon.
B. Tujuan perjalanan.
C. Tanggal keberangkatan.
D. Tanggal kepulangan.
E. Kota yang akan di kunjungi.
F. Alasan memilih Jerman sebagai tujuan.
G. Rencana perjalanan.
H. Informasi akomodasi.
I. Sumber pembiayaan.
J. Informasi pekerjaan atau kondisi pemohon.
K. Penjelasan tambahan jika terdapat kondisi khusus.
Dengan demikian, cover letter bukan sekadar surat formal, tetapi dapat membantu menjelaskan konteks perjalanan secara ringkas.
Itinerary untuk Visa Schengen Jerman
Itinerary menjadi bagian penting dalam pengajuan karena Jerman perlu dapat di posisikan sebagai tujuan perjalanan sesuai aturan Schengen.
Untuk perjalanan hanya di Jerman, itinerary dapat menunjukkan kota dan aktivitas yang di rencanakan. Misalnya:
| Hari | Kota | Rencana |
|---|---|---|
| 1 | Frankfurt | Tiba dan menuju akomodasi |
| 2 | Frankfurt | Kegiatan wisata |
| 3 | Frankfurt | Kunjungan kota |
| 4 | Heidelberg | Perjalanan dan wisata |
| 5 | Munich | Perjalanan menuju Munich |
| 6–8 | Munich | Kegiatan wisata |
| 9 | Munich | Persiapan kepulangan |
| 10 | Munich | Kembali ke Indonesia |
Jika perjalanan juga mencakup negara Schengen lain, itinerary harus menunjukkan durasi masing-masing negara.
Dengan begitu, pemohon dapat memastikan apakah Jerman memang menjadi tujuan utama dan apakah pengajuan melalui Jerman sudah sesuai.
Bukti Akomodasi di Jerman
Setelah itinerary selesai, dokumen akomodasi perlu di sesuaikan dengan tanggal perjalanan.
Checklist resmi Jerman meminta bukti reservasi akomodasi yang valid dengan informasi seperti nama, alamat lengkap, kota, kode pos, kontak, dan nomor referensi pemesanan. Apabila tinggal dengan private host, konfirmasi dari pihak yang menyediakan tempat tinggal dapat di gunakan sesuai ketentuan.
Karena itu, jangan hanya mencantumkan nama hotel dalam itinerary. Dokumen akomodasi perlu memberikan informasi yang dapat di verifikasi dan mencakup periode yang relevan.
Jika pemohon berpindah kota, setiap bagian itinerary sebaiknya mempunyai bukti akomodasi yang sesuai.
Bukti Keuangan Visa Schengen Jerman
Kemudian, pemohon perlu menunjukkan kemampuan membiayai perjalanan.
Bukti finansial di gunakan untuk mendukung informasi mengenai biaya hidup selama perjalanan serta kepulangan. Kedutaan Jerman juga menyebutkan kemampuan membiayai biaya hidup dan perjalanan sebagai salah satu aspek pemeriksaan visa.
Dokumen dapat mencakup, sesuai kondisi pemohon:
A. Rekening koran.
B. Slip gaji.
C. Surat keterangan kerja.
D. Bukti penghasilan.
E. Dokumen usaha.
F. Dokumen sponsor apabila perjalanan di biayai pihak lain.
Yang perlu di perhatikan bukan hanya nominal saldo, tetapi juga kesesuaian kondisi finansial dengan lama perjalanan dan sumber penghasilan.
Dengan demikian, dokumen keuangan sebaiknya di persiapkan bersama dokumen pekerjaan atau sumber penghasilan.
Asuransi Perjalanan Visa Schengen Jerman
Asuransi kesehatan perjalanan merupakan bagian penting dari aplikasi Visa Schengen Jerman.
Checklist Kedutaan Jerman mensyaratkan asuransi yang berlaku selama periode visa yang di minta dan di seluruh wilayah Schengen, dengan pertanggungan minimum €30.000, termasuk evakuasi dan repatriasi.
Selain itu, FAQ Kedutaan Jerman menjelaskan bahwa polis harus mencakup seluruh wilayah Schengen dan masa tinggal serta mencantumkan nama tertanggung.
Sebelum menyerahkan polis, periksa:
A. Nama tertanggung sesuai paspor.
B. Periode perlindungan.
C. Wilayah pertanggungan.
D. Nilai coverage.
E. Perawatan medis.
F. Evakuasi.
G. Repatriasi.
Dengan demikian, polis tidak hanya tersedia, tetapi juga sesuai dengan persyaratan Visa Schengen Jerman.
Biaya Visa Schengen Jerman
Untuk pengajuan Visa Schengen, biaya visa yang tercantum oleh Kedutaan Jerman adalah €90 untuk pemohon dewasa dan €45 untuk anak usia 6 sampai di bawah 12 tahun. Anak di bawah 6 tahun pada prinsipnya tidak di kenakan biaya visa.
Selain biaya visa, terdapat biaya layanan dari pusat penerimaan visa dan layanan tambahan tertentu apabila di gunakan. Biaya tersebut berbeda dari biaya visa yang di bayarkan kepada negara.
Karena biaya dapat berubah, pemohon sebaiknya memeriksa tarif terbaru sebelum appointment.
Selain itu, siapkan anggaran untuk kebutuhan lain seperti:
A. Asuransi perjalanan.
B. Foto.
C. Penerjemahan dokumen jika di perlukan.
D. Fotokopi.
E. Transportasi menuju tempat pengajuan.
F. Layanan tambahan apabila di pilih.
Dengan demikian, anggaran pengajuan tidak hanya menghitung visa fee.
Persyaratan Bahasa dan Terjemahan Dokumen
Hal lain yang perlu di perhatikan khususnya dalam checklist Jerman adalah bahasa dokumen.
Kedutaan Jerman menyatakan bahwa dokumen, formulir, atau pernyataan yang berbahasa Indonesia perlu di sertai terjemahan bahasa Jerman yang di akui sesuai ketentuan checklist. Terjemahan bahasa Inggris hanya di terima dalam kondisi yang memenuhi persyaratan pengakuan penerjemah sebagaimana di jelaskan oleh Kedutaan.
Karena itu, jangan menganggap semua dokumen berbahasa Indonesia otomatis dapat di serahkan tanpa terjemahan.
Sebelum mencetak dokumen, periksa apakah dokumen tersebut termasuk yang memerlukan terjemahan dan gunakan penerjemah yang memenuhi ketentuan.
Appointment Visa Schengen Jerman di Indonesia
Setelah dokumen siap, pemohon perlu mengikuti prosedur appointment yang berlaku.
Kedutaan Jerman di Jakarta menyatakan bahwa proses pengajuan Visa Schengen dengan Jerman sebagai tujuan utama telah di alihkan ke pusat penerimaan visa yang di tunjuk di Indonesia.
Karena itu, alurnya secara umum dapat di susun seperti berikut:
A. Menentukan Jerman sebagai negara yang berwenang.
B. Menentukan tujuan perjalanan.
C. Mengisi formulir VIDEX.
D. Menyiapkan dokumen.
E. Membuat appointment.
F. Datang untuk menyerahkan aplikasi.
G. Memberikan biometrik sesuai ketentuan.
H. Membayar biaya yang berlaku.
I. Menunggu proses pemeriksaan.
J. Menerima keputusan dan paspor.
Selain itu, apabila sidik jari Schengen telah di berikan dalam periode tertentu sebelumnya, terdapat kondisi ketika pemohon dapat menggunakan prosedur yang berbeda terkait kehadiran pribadi. Ketentuan tersebut tetap perlu di periksa berdasarkan kondisi aplikasi terbaru.
Berapa Lama Proses Visa Schengen Jerman?
Waktu pemrosesan dapat berbeda berdasarkan tempat pengajuan dan kondisi aplikasi.
Checklist Kedutaan Jerman saat ini menyebutkan waktu pemrosesan secara umum 15 hari untuk aplikasi yang di ajukan di Jakarta, sedangkan aplikasi yang di ajukan di Bali dan Surabaya secara umum 21 hari. Dalam kasus individual, proses dapat berlangsung hingga 45 hari.
Karena itu, pemohon sebaiknya tidak menjadwalkan perjalanan terlalu dekat dengan tanggal appointment.
Kedutaan juga menyatakan bahwa aplikasi dapat di ajukan paling awal 180 hari sebelum tanggal perjalanan yang di rencanakan.
Dengan demikian, waktu persiapan sebaiknya mencakup pengumpulan dokumen, appointment, biometrik, pemeriksaan aplikasi, serta kemungkinan permintaan dokumen tambahan.
Bagaimana Jika Mengunjungi Jerman dan Negara Schengen Lain?
Bagian ini penting karena banyak pemohon menganggap negara pertama yang di datangi otomatis menjadi negara pengajuan.
Padahal, apabila itinerary mencakup beberapa negara, aturan utamanya adalah negara tujuan utama berdasarkan durasi atau tujuan perjalanan. Jika beberapa tujuan memiliki durasi yang sama dan tujuan utama tidak dapat di bedakan, negara pertama yang di kunjungi menjadi dasar pengajuan. Kedutaan Jerman menjelaskan aturan tersebut secara khusus pada halaman Visa Schengen mereka.
Contohnya:
Rencana A
Jerman: 8 hari.
Prancis: 4 hari.
Italia: 3 hari.
Jerman menjadi tujuan utama berdasarkan durasi.
Rencana B
Jerman: 5 hari.
Prancis: 8 hari.
Italia: 2 hari.
Dalam kondisi tersebut, Prancis menjadi tujuan utama berdasarkan durasi sehingga pengajuan tidak di arahkan kepada Jerman hanya karena pemohon masuk melalui Jerman.
Dengan demikian, itinerary harus di buat sebelum menentukan tempat pengajuan.
Contoh Dokumen Visa Schengen Jerman untuk Wisata
Sebagai contoh, seorang WNI akan berwisata selama 10 hari dan seluruh perjalanan di lakukan di Jerman.
Ia dapat menyiapkan:
A. Paspor.
B. Formulir VIDEX.
C. Contact Consent Form.
D. Foto.
E. Cover letter.
F. Itinerary Jerman.
G. Bukti hotel.
H. Bukti perjalanan.
I. Rekening koran.
J. Surat keterangan kerja.
K. Slip gaji.
L. Asuransi perjalanan.
M. Dokumen tambahan sesuai checklist.
Selanjutnya, pemohon memeriksa apakah seluruh tanggal konsisten. Periode hotel harus sesuai itinerary, asuransi harus mencakup perjalanan, dan informasi pekerjaan harus sesuai dengan dokumen finansial.
Setelah itu, aplikasi di ajukan melalui prosedur yang berlaku di Indonesia.
Contoh tersebut hanya menggambarkan struktur persiapan. Checklist final tetap harus mengikuti tujuan perjalanan dan persyaratan terbaru dari Kedutaan Jerman.
Regulasi Visa Schengen Jerman
Visa Schengen Jerman merupakan visa kunjungan singkat dengan masa tinggal maksimum 90 hari dalam periode 180 hari untuk tujuan yang di perbolehkan seperti wisata, kunjungan keluarga, atau bisnis. Kedutaan Jerman juga menjelaskan bahwa visa tersebut bukan untuk memperoleh pekerjaan di Jerman.
Selain itu, pihak Jerman memeriksa tujuan perjalanan, kemampuan membiayai biaya hidup dan perjalanan, kesiapan pemohon meninggalkan wilayah Schengen sebelum visa berakhir, serta kepemilikan asuransi kesehatan perjalanan yang sesuai.
Karena itu, informasi dalam formulir dan dokumen harus benar serta mencerminkan rencana perjalanan sebenarnya.
Checklist Visa Schengen Jerman
Sebelum appointment, lakukan pemeriksaan akhir:
A. Jerman memang menjadi negara tujuan utama.
B. Paspor memenuhi ketentuan.
C. Formulir VIDEX telah di isi dan di tandatangani.
D. Contact Consent Form tersedia.
E. Foto sesuai standar.
F. Cover letter sudah di buat.
G. Itinerary lengkap.
H. Bukti akomodasi tersedia.
I. Bukti keuangan tersedia.
J. Dokumen pekerjaan tersedia.
K. Asuransi perjalanan memenuhi ketentuan.
L. Dokumen sudah di terjemahkan jika di wajibkan.
M. Dokumen tujuan perjalanan tersedia.
N. Appointment sudah di buat.
O. Biaya pengajuan sudah di perhitungkan.
P. Salinan dokumen sudah di siapkan sesuai checklist.
Dengan checklist tersebut, pemohon dapat melakukan pemeriksaan akhir secara lebih spesifik untuk pengajuan Visa Schengen Jerman.
FAQ Visa Schengen Jerman
Apa itu Visa Schengen Jerman?
Visa Schengen Jerman adalah visa kunjungan singkat untuk perjalanan ke kawasan Schengen dengan Jerman sebagai negara tujuan yang berwenang menerima aplikasi, misalnya karena Jerman menjadi tujuan utama perjalanan.
Kapan harus mengajukan Visa Schengen melalui Jerman?
Pengajuan melalui Jerman di lakukan ketika Jerman merupakan satu-satunya tujuan, tujuan utama berdasarkan durasi atau tujuan, atau negara pertama yang di kunjungi ketika beberapa negara memiliki durasi dan tujuan yang sama.
Berapa biaya Visa Schengen Jerman?
Biaya visa yang tercantum saat ini adalah €90 untuk orang dewasa dan €45 untuk anak usia 6 sampai di bawah 12 tahun. Biaya layanan pusat penerimaan visa dapat di kenakan secara terpisah.
Berapa lama proses Visa Schengen Jerman?
Kedutaan Jerman menyebutkan waktu umum 15 hari untuk pengajuan di Jakarta dan 21 hari untuk pengajuan di Bali dan Surabaya. Dalam kasus individual, proses dapat mencapai 45 hari.
Apakah Visa Schengen Jerman bisa di gunakan untuk negara Schengen lain?
Visa Schengen dapat di gunakan sesuai ketentuan untuk perjalanan di kawasan Schengen. Namun, tempat pengajuan tetap harus di tentukan berdasarkan negara tujuan utama dan aturan yang berlaku.
Apakah harus menggunakan cover letter?
Checklist Visa Schengen pengunjung dari Kedutaan Jerman mencantumkan cover letter yang menjelaskan tujuan perjalanan dan itinerary sebagai dokumen yang harus di siapkan.
Apakah dokumen berbahasa Indonesia harus di terjemahkan?
Ketentuan terjemahan berlaku untuk dokumen tertentu. Checklist Kedutaan Jerman menjelaskan persyaratan terjemahan untuk dokumen berbahasa Indonesia, sehingga pemohon perlu mengikuti ketentuan terbaru yang tercantum dalam checklist.
Apakah asuransi perjalanan wajib untuk Visa Schengen Jerman?
Ya. Asuransi perjalanan medis harus memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk cakupan seluruh wilayah Schengen dan minimum coverage €30.000 sebagaimana tercantum dalam checklist Jerman.
Apakah Visa Schengen Jerman bisa di gunakan untuk bekerja?
Visa Schengen kunjungan singkat tidak di tujukan untuk memperoleh pekerjaan di Jerman. Jika aktivitas yang akan di lakukan merupakan pekerjaan yang membutuhkan izin khusus, jenis visa atau izin yang sesuai perlu di periksa terlebih dahulu.
Jasa Pengurusan Visa Schengen Jerman
Pengajuan Visa Schengen Jerman memiliki beberapa detail khusus, terutama mengenai penentuan negara yang berwenang, penggunaan formulir VIDEX, cover letter, ketentuan terjemahan, dokumen akomodasi, serta prosedur pengajuan dari Indonesia. Oleh karena itu, pemeriksaan berkas sebaiknya dilakukan berdasarkan tujuan perjalanan masing-masing.
Konsultasi Visa Schengen Eropa Sekarang!