Cara Memilih Negara Utama Pengajuan Visa Schengen

Kristian Kimi

Cara Memilih Negara Utama Pengajuan Visa Schengen
Direktur Utama Jangkar Groups

Memilih negara utama pengajuan Visa Schengen menjadi penting ketika satu perjalanan mencakup dua atau lebih negara Schengen. Sebab, pemohon tidak bebas memilih negara pengajuan hanya berdasarkan harga, jadwal appointment, atau negara tempat pesawat pertama kali mendarat. Sebaliknya, penentuan di lakukan berdasarkan tujuan utama perjalanan, termasuk tujuan kegiatan dan lamanya tinggal. Jika beberapa negara memiliki durasi tinggal yang sama dan tidak ada tujuan utama yang dapat di tentukan, pengajuan di lakukan pada negara Schengen yang menjadi tempat pertama kali masuk. Oleh karena itu, itinerary perlu di susun terlebih dahulu sebelum menentukan negara pengajuan.

Baca Juga : Visa Schengen Eropa: Syarat, Biaya, Proses, dan Cara Mengurus

Apa yang Di maksud Negara Utama Pengajuan Visa Schengen?

Negara utama pengajuan adalah negara Schengen yang secara aturan berwenang menerima aplikasi ketika pemohon mengunjungi beberapa negara dalam satu perjalanan.

Komisi Eropa menjelaskan bahwa apabila seseorang mengunjungi lebih dari satu negara Schengen, permohonan di ajukan kepada konsulat negara tempat pemohon akan tinggal paling lama. Namun, jika lama tinggal di beberapa negara sama, permohonan di ajukan kepada negara yang pertama kali di kunjungi ketika memasuki kawasan Schengen.

Karena itu, urutan perjalanan bukan satu-satunya faktor. Pemohon harus melihat keseluruhan itinerary, termasuk durasi, tujuan perjalanan, serta kegiatan utama selama berada di kawasan Schengen.

Sebagai contoh, perjalanan:

Indonesia → Prancis → Italia → Belanda → Indonesia

Jika pemohon tinggal 7 hari di Prancis, 4 hari di Italia, dan 3 hari di Belanda, maka Prancis merupakan negara dengan durasi tinggal paling lama apabila tujuan perjalanan di ketiga negara sama.

Dengan demikian, pengajuan di arahkan kepada Prancis.

Bagaimana Menentukan Negara Utama Jika Mengunjungi Banyak Negara?

Penentuannya dapat di lakukan dengan melihat beberapa kondisi. Secara sederhana, pertama-tama periksa apakah hanya ada satu negara tujuan. Jika tidak, lihat tujuan utama perjalanan. Kemudian, apabila tujuan perjalanan sama, bandingkan lama tinggal di setiap negara. Jika lama tinggal sama, lihat negara pertama yang akan di masuki.

Jika Hanya Mengunjungi Satu Negara

Apabila seluruh perjalanan di lakukan di satu negara Schengen, penentuannya lebih sederhana.

Contohnya:

Jakarta → Roma → Florence → Venesia → Jakarta

Seluruh perjalanan berada di Italia. Dengan demikian, Italia menjadi negara tujuan utama untuk pengajuan visa.

Situasi ini berbeda dengan perjalanan yang melibatkan beberapa negara karena tidak di perlukan perbandingan durasi antarnegara.

Jika Mengunjungi Beberapa Negara dengan Tujuan yang Sama

Apabila tujuan perjalanan sama, misalnya seluruhnya untuk wisata, gunakan durasi tinggal sebagai dasar utama.

Contohnya:

Prancis: 6 hari
Italia: 4 hari
Swiss: 3 hari

Karena Prancis memiliki durasi tinggal paling lama, Prancis menjadi negara tujuan utama.

Aturan tersebut juga di jelaskan oleh NetherlandsWorldwide: untuk perjalanan ke beberapa negara dengan tujuan perjalanan yang sama, visa di ajukan ke negara tempat pemohon tinggal paling lama.

Jika Durasi Tinggal Sama

Apabila pemohon memiliki itinerary:

Prancis: 5 hari
Italia: 5 hari
Swiss: 5 hari

dan ketiganya merupakan perjalanan wisata, tidak ada negara yang memiliki durasi lebih lama.

Dalam kondisi tersebut, pengajuan di lakukan kepada negara yang pertama kali di kunjungi saat memasuki kawasan Schengen.

Misalnya penerbangan pertama memasuki kawasan Schengen melalui Paris, maka Prancis menjadi negara pengajuan.

Bagaimana Jika Tujuan Perjalanan Berbeda?

Durasi bukan satu-satunya hal yang perlu di perhatikan. Ketika perjalanan memiliki tujuan yang berbeda, tujuan utama perjalanan juga perlu di pertimbangkan.

Misalnya, seseorang memiliki perjalanan:

Belanda: konferensi bisnis 3 hari
Jerman: wisata 7 hari

Jika konferensi bisnis merupakan tujuan utama perjalanan, aturan mengenai tujuan perjalanan perlu di perhatikan, bukan hanya menghitung jumlah hari.

NetherlandsWorldwide memberikan contoh perjalanan dengan kegiatan bisnis di Belanda dan liburan di Swedia. Dalam contoh tersebut, Belanda tetap menjadi negara pengajuan karena perjalanan bisnis merupakan tujuan utama, meskipun masa tinggal untuk liburan di Swedia lebih lama.

Oleh sebab itu, pemohon tidak sebaiknya menggunakan jumlah hari sebagai satu-satunya dasar apabila perjalanan memiliki beberapa tujuan yang berbeda.

Cara Menghitung Lama Tinggal di Setiap Negara

Agar tidak salah menentukan negara pengajuan, buat tabel itinerary sederhana. Catat tanggal masuk dan keluar dari setiap negara Schengen.

NegaraTanggal MasukTanggal KeluarDurasi
Prancis1 Mei6 Mei6 hari
Italia7 Mei10 Mei4 hari
Swiss11 Mei13 Mei3 hari
Prancis14 Mei15 Mei2 hari

Dalam contoh tersebut, total waktu di Prancis adalah 8 hari apabila seluruh periode berada dalam perjalanan yang sama. Italia 4 hari dan Swiss 3 hari.

Dengan demikian, perhitungan sebaiknya tidak hanya melihat satu blok kunjungan. Jika suatu negara di kunjungi dua kali dalam satu perjalanan, seluruh durasinya perlu di perhitungkan.

Contoh Menentukan Negara Utama Visa Schengen

Setelah memahami prinsipnya, contoh itinerary berikut dapat membantu membedakan setiap kondisi.

Contoh 1: Prancis Paling Lama

Rencana perjalanan:

Jakarta → Paris → Amsterdam → Roma → Jakarta

Prancis: 7 hari
Belanda: 4 hari
Italia: 3 hari

Jika seluruh perjalanan bertujuan wisata, Prancis menjadi negara tujuan utama karena memiliki durasi tinggal paling lama.

Contoh 2: Italia Paling Lama

Rencana perjalanan:

Jakarta → Roma → Zurich → Paris → Jakarta

Italia: 8 hari
Swiss: 3 hari
Prancis: 4 hari

Dalam perjalanan wisata tersebut, Italia memiliki durasi paling lama sehingga Italia menjadi negara tujuan utama.

Contoh 3: Semua Negara Sama Lama

Rencana perjalanan:

Jakarta → Amsterdam → Brussels → Paris → Jakarta

Belanda: 5 hari
Belgia: 5 hari
Prancis: 5 hari

Karena durasinya sama, negara pertama yang dimasuki kawasan Schengen menjadi dasar penentuan. Jika penerbangan pertama masuk melalui Amsterdam, Belanda menjadi negara pengajuan.

Contoh 4: Bisnis dan Wisata

Rencana perjalanan:

Jakarta → Amsterdam → Paris → Jakarta

Amsterdam: 3 hari untuk konferensi bisnis
Paris: 6 hari untuk wisata

Dalam situasi ini, jangan langsung menyimpulkan bahwa Prancis menjadi negara pengajuan hanya karena tinggal lebih lama. Jika kegiatan bisnis merupakan tujuan utama perjalanan, aturan mengenai tujuan utama perlu di periksa. Contoh resmi NetherlandsWorldwide menunjukkan bahwa tujuan utama dapat menentukan negara pengajuan ketika perjalanan memiliki tujuan berbeda.

Bagaimana Jika Masuk Melalui Negara yang Berbeda?

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap negara pertama yang di datangi selalu menjadi negara pengajuan.

Padahal, jika satu negara memiliki durasi tinggal paling lama, negara tersebut menjadi tujuan utama ketika tujuan perjalanan sama.

Misalnya:

Jakarta → Amsterdam → Paris → Madrid → Jakarta

Durasi:

Belanda: 2 hari
Prancis: 8 hari
Spanyol: 4 hari

Walaupun masuk pertama kali melalui Belanda, perjalanan wisata tersebut memiliki Prancis sebagai negara dengan masa tinggal paling lama.

Karena itu, negara pertama masuk dan negara utama tidak selalu sama.

Namun, ketika beberapa negara memiliki durasi yang sama dan tidak ada tujuan utama yang dapat di tentukan, negara pertama yang di masuki menjadi dasar pengajuan.

Apakah Bisa Memilih Negara yang Appointment-nya Lebih Cepat?

Penentuan negara pengajuan seharusnya mengikuti aturan kompetensi konsuler, bukan semata-mata berdasarkan ketersediaan appointment.

NetherlandsWorldwide bahkan menjelaskan bahwa pemohon sebaiknya membuat appointment pada negara yang sesuai dengan tujuan utama perjalanan. Mengajukan kepada negara lain hanya karena appointment lebih cepat bukan solusi apabila negara tersebut bukan negara yang berwenang memproses perjalanan tersebut.

Oleh karena itu, urutannya sebaiknya:

A. Buat itinerary sebenarnya.
B. Tentukan tujuan perjalanan.
C. Hitung durasi setiap negara.
D. Tentukan negara utama.
E. Cari tempat pengajuan yang sesuai.
F. Baru periksa ketersediaan appointment.

Dengan alur tersebut, appointment menjadi tahap setelah negara pengajuan di tentukan, bukan sebaliknya.

Bagaimana Jika Itinerary Berubah Setelah Visa Di terbitkan?

Perubahan itinerary setelah visa di terbitkan perlu di perhatikan secara hati-hati. Visa Schengen memang umumnya memungkinkan perjalanan ke negara Schengen lainnya sesuai ketentuan visa, tetapi visa tidak secara otomatis menjamin hak masuk. Pemeriksaan perbatasan tetap dapat di lakukan dan petugas dapat meminta informasi mengenai tujuan, lama tinggal, serta kemampuan finansial.

Karena itu, jangan menganggap bahwa setelah memperoleh visa dari satu negara, itinerary dapat di ubah sepenuhnya tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.

Jika rencana berubah secara signifikan, periksa kembali apakah perjalanan aktual masih sesuai dengan kondisi ketika visa di ajukan.

Negara Pengajuan dan Negara Pertama Masuk Berbeda

Pada kondisi tertentu, negara penerbit visa dan negara pertama masuk kawasan Schengen dapat berbeda.

Komisi Eropa menjelaskan bahwa secara umum pemegang visa dapat melintasi perbatasan Schengen melalui negara lain dengan visa yang di terbitkan oleh negara Schengen berbeda. Namun, visa tidak otomatis memberikan hak masuk karena pemeriksaan perbatasan tetap dapat di lakukan.

Contohnya, seseorang memperoleh visa berdasarkan tujuan utama di Prancis tetapi perjalanan aktual mengharuskannya masuk melalui negara Schengen lain.

Dalam kondisi seperti itu, pemohon perlu memastikan perubahan perjalanan tetap dapat dijelaskan dan tidak bertentangan dengan kondisi aplikasi.

Langkah Memilih Negara Utama Pengajuan Visa Schengen

Agar lebih mudah, gunakan langkah berikut.

Buat Daftar Semua Negara

Tuliskan semua negara Schengen yang akan di kunjungi. Jangan hanya mencatat negara tempat menginap paling banyak, tetapi masukkan seluruh rute.

Tentukan Tujuan Setiap Kunjungan

Selanjutnya, tuliskan apakah masing-masing negara di kunjungi untuk wisata, bisnis, kunjungan keluarga, konferensi, atau tujuan lainnya.

Hitung Durasi

Kemudian, hitung jumlah hari di setiap negara. Jika satu negara di kunjungi lebih dari sekali, jumlahkan seluruh periode tersebut.

Tentukan Negara Utama

Jika tujuannya sama, negara dengan durasi paling lama menjadi negara utama. Jika durasinya sama, gunakan negara pertama yang di masuki.

Cocokkan dengan Dokumen

Terakhir, pastikan formulir, itinerary, akomodasi, transportasi, dan dokumen lainnya menunjukkan pola perjalanan yang sama.

Kesalahan Saat Memilih Negara Pengajuan

Beberapa kesalahan yang perlu di hindari adalah:

A. memilih negara berdasarkan tiket termurah;
B. memilih negara dengan appointment paling cepat;
C. menganggap negara pertama masuk selalu menjadi negara utama;
D. tidak menghitung total hari setiap negara;
E. mengabaikan tujuan utama perjalanan;
F. membuat itinerary yang berbeda dari perjalanan sebenarnya;
G. mengajukan visa ke negara yang bukan negara tujuan utama.

Selain itu, jangan membuat itinerary fiktif hanya untuk memenuhi persyaratan pengajuan. Informasi perjalanan harus menggambarkan rencana sebenarnya.

Regulasi Negara Utama Pengajuan Visa Schengen

Secara umum, aturan yang perlu di ingat adalah:

  • A. Jika hanya mengunjungi satu negara, ajukan ke negara tersebut.
  • B. Jika mengunjungi beberapa negara dengan tujuan perjalanan yang sama, ajukan ke negara tempat tinggal paling lama.
  • C. Jika durasi tinggal sama dan tidak ada negara yang dapat di anggap sebagai tujuan utama, ajukan ke negara pertama yang di masuki.
  • D. Jika perjalanan memiliki beberapa tujuan, tujuan utama perjalanan juga perlu di pertimbangkan.
  • Pengajuan di lakukan pada konsulat yang memiliki kewenangan berdasarkan tempat tinggal legal pemohon.

Aturan tersebut menjadi dasar sebelum menentukan appointment dan menyiapkan aplikasi.

Checklist Menentukan Negara Pengajuan

Sebelum memilih tempat pengajuan, periksa:

A. Semua negara Schengen sudah tercantum.
B. Tujuan setiap kunjungan sudah jelas.
C. Tanggal masuk dan keluar setiap negara sudah di buat.
D. Total durasi setiap negara sudah di hitung.
E. Negara dengan durasi paling lama sudah di ketahui.
F. Jika durasi sama, negara pertama masuk sudah di ketahui.
G. Tujuan utama perjalanan sudah di tentukan jika kegiatannya berbeda.
H. Itinerary sesuai dengan rencana sebenarnya.
I. Akomodasi sesuai dengan itinerary.
J. Transportasi sesuai dengan rute.
K. Negara pengajuan memiliki kewenangan terhadap perjalanan tersebut.

Dengan checklist ini, pemohon dapat mengurangi kesalahan administratif sebelum masuk ke tahap pengajuan.

FAQ Cara Memilih Negara Utama Pengajuan Visa Schengen

Jika mengunjungi tiga negara Schengen, harus mengajukan visa ke negara mana?

Jika tujuan perjalanan sama, seperti wisata, pengajuan di lakukan ke negara tempat pemohon tinggal paling lama. Apabila lama tinggal sama, pengajuan di lakukan ke negara yang pertama kali di masuki.

Apakah negara pertama masuk selalu menjadi negara pengajuan Visa Schengen?

Tidak. Negara pertama masuk menjadi dasar apabila beberapa negara memiliki durasi tinggal yang sama dan tidak ada tujuan utama yang dapat di tentukan. Jika satu negara memiliki durasi paling lama, negara tersebut menjadi tujuan utama.

Bolehkah memilih negara pengajuan berdasarkan appointment yang paling cepat?

Penentuan negara seharusnya mengikuti aturan tujuan utama perjalanan. Ketersediaan appointment bukan dasar untuk mengubah negara yang berwenang memproses aplikasi.

Bagaimana jika lama tinggal di semua negara sama?

Jika tujuan perjalanan sama dan durasi tinggal di setiap negara sama, ajukan visa kepada negara Schengen yang pertama kali di masuki.

Apakah visa yang di terbitkan satu negara bisa di gunakan untuk masuk melalui negara Schengen lain?

Secara umum, pemegang visa dapat melintasi perbatasan melalui negara Schengen lain. Namun, visa tidak otomatis menjamin izin masuk karena pemeriksaan perbatasan tetap dapat di lakukan.

Jasa Pengurusan Visa Schengen

Bagi pemohon yang memiliki itinerary multi-negara dan membutuhkan bantuan menentukan negara pengajuan, PT Global Jangkar Groups menyediakan layanan pengurusan Visa Schengen.

Konsultasi Visa Schengen Eropa Sekarang!

Kristian Kimi