Australia menjadi salah satu negara tujuan yang menarik bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) karena memiliki berbagai sektor pekerjaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan tertentu. Namun, bekerja di Australia tidak cukup hanya dengan mendapatkan lowongan. Calon pekerja harus memastikan pekerjaan tersebut sesuai dengan kualifikasi, memiliki visa yang memberikan hak kerja, serta mengikuti prosedur penempatan yang berlaku.
Istilah TKI masih sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, sedangkan istilah resmi di Indonesia adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI). Berikut panduan tahapan dari mencari pekerjaan hingga berangkat ke Australia.
Tentukan Jenis Pekerjaan yang Sesuai
Langkah pertama adalah menentukan pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan, pengalaman, keterampilan, dan kemampuan bahasa Inggris.
Beberapa bidang yang dapat memiliki jalur kerja bagi tenaga kerja asing antara lain:
- Hospitality dan restoran
- Konstruksi
- Teknisi
- Manufaktur
- Pertanian
- Perawatan dan layanan tertentu
- Pekerjaan profesional dan terampil
- Bidang lain sesuai kebutuhan dan ketentuan visa
Tidak semua pekerjaan otomatis dapat digunakan untuk mendapatkan visa kerja. Karena itu, calon PMI perlu memeriksa apakah pekerjaan dan kualifikasinya sesuai dengan jalur visa yang tersedia.
Tingkatkan Skill dan Kemampuan Bahasa Inggris
Persaingan pekerjaan di Australia dapat membuat keterampilan menjadi faktor penting. Sebelum mencari pekerjaan, calon pekerja sebaiknya mempersiapkan:
- Sertifikat kompetensi sesuai bidang pekerjaan
- Pengalaman kerja
- CV berbahasa Inggris
- Sertifikat pendidikan atau pelatihan
- Kemampuan komunikasi bahasa Inggris
- Referensi atau bukti pengalaman kerja jika tersedia
Untuk jalur migrasi terampil tertentu, kemampuan bahasa Inggris dan penilaian keterampilan dapat menjadi bagian dari persyaratan. Persyaratan tersebut berbeda berdasarkan jenis visa.
Cari Lowongan Kerja dari Sumber yang Terpercaya
Setelah memiliki kualifikasi, langkah berikutnya adalah mencari lowongan yang benar-benar dapat mempekerjakan tenaga kerja asing.
Calon pekerja dapat mencari informasi melalui:
- Portal pekerjaan yang terpercaya
- Situs perusahaan Australia
- Rekrutmen resmi
- Informasi penempatan PMI melalui sistem pemerintah Indonesia
- Pemberi kerja yang memang memiliki jalur sponsorship apabila visa yang digunakan mensyaratkannya
Di Indonesia, informasi lowongan luar negeri dapat diperiksa melalui SISKOP2MI. Pemerintah juga menjelaskan bahwa proses penempatan PMI meliputi pendaftaran, seleksi, pemenuhan dokumen, orientasi pra-pemberangkatan, hingga pemberangkatan.
Periksa Kontrak dan Tawaran Kerja
Jangan langsung membayar sejumlah uang hanya karena mendapatkan tawaran pekerjaan.
Sebelum menyetujui pekerjaan, periksa:
- Nama dan alamat perusahaan
- Posisi pekerjaan
- Lokasi kerja
- Gaji
- Jam kerja
- Sistem lembur
- Hak cuti
- Akomodasi jika disediakan
- Biaya yang harus ditanggung pekerja
- Durasi kontrak
- Ketentuan pemutusan hubungan kerja
- Status sponsorship apabila diperlukan
Pastikan isi kontrak sesuai dengan informasi yang diberikan saat proses rekrutmen.
Tentukan Visa Australia yang Sesuai
Visa merupakan bagian yang sangat penting. Tidak semua visa Australia memberikan hak untuk bekerja.
Department of Home Affairs Australia menyediakan berbagai kategori visa kerja. Salah satu jalur yang tersedia adalah Skills in Demand visa subclass 482, yang membutuhkan sponsorship. Australia juga memiliki visa regional seperti subclass 491 dan subclass 494 untuk kategori pekerja tertentu.
Untuk warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan usia dan ketentuan program, terdapat pula Work and Holiday visa subclass 462. Untuk tahun 2026, Home Affairs mencantumkan Indonesia dengan kuota tahunan 5.000 dan menyatakan bahwa aplikasi pertama pemegang paspor Indonesia dikelola melalui sistem ballot, dengan pembukaan pendaftaran yang akan diumumkan kemudian.
Karena aturan visa dapat berubah, calon pekerja sebaiknya selalu memeriksa persyaratan terbaru langsung pada situs resmi pemerintah Australia sebelum mengajukan visa.
Siapkan Dokumen
Dokumen yang diperlukan bergantung pada jenis pekerjaan dan visa. Secara umum, calon PMI perlu menyiapkan dokumen seperti:
- KTP
- Kartu Keluarga
- Paspor
- Ijazah
- Sertifikat kompetensi
- CV
- Surat pengalaman kerja
- Bukti kemampuan bahasa Inggris jika dipersyaratkan
- Dokumen pemeriksaan kesehatan jika diwajibkan
- Dokumen kepolisian jika diwajibkan
- Kontrak atau tawaran pekerjaan
- Dokumen sponsorship atau nomination jika diperlukan
- Dokumen visa lainnya sesuai ketentuan
Dalam sistem penempatan PMI, dokumen penempatan juga dapat mencakup perjanjian penempatan, hasil pemeriksaan kesehatan dan psikologi, jaminan sosial, paspor, visa kerja, serta perjanjian kerja.
Ajukan Visa Kerja
Setelah pekerjaan dan dokumen siap, proses visa dilakukan sesuai jalur yang digunakan.
Pada tahap ini, jangan menggunakan visa kunjungan untuk bekerja. Department of Home Affairs menegaskan bahwa Visitor visa atau ETA tidak memberikan izin bekerja di Australia. Hak kerja dan pembatasan pekerjaan harus diperiksa berdasarkan kondisi visa yang dimiliki.
Jika menggunakan visa yang membutuhkan sponsorship, pastikan perusahaan atau pihak yang memberikan sponsorship memang memenuhi ketentuan Australia.
Ikuti Proses Penempatan PMI secara Resmi
Bagi calon PMI dari Indonesia, proses keberangkatan sebaiknya dilakukan melalui mekanisme yang sesuai ketentuan pemerintah.
SISKOP2MI menjelaskan tahapan umum yang meliputi:
- Pendaftaran
- Seleksi
- Pemenuhan dokumen penempatan
- Pemeriksaan kesehatan dan persyaratan lainnya
- Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP)
- Pemberangkatan
Pendaftaran melalui SISKOP2MI untuk pencari kerja luar negeri dinyatakan tidak dipungut biaya.
Waspadai Penipuan Lowongan Kerja Australia
Tawaran seperti itu perlu diverifikasi terlebih dahulu. Jangan menyerahkan paspor, dokumen pribadi, atau uang dalam jumlah besar tanpa mengetahui identitas perusahaan, kontrak kerja, jalur visa, serta legalitas proses penempatannya.
Pahami Hak sebagai Pekerja di Australia
Sesampainya di Australia, pekerja migran tetap memiliki perlindungan hukum ketenagakerjaan.
Fair Work Ombudsman menyatakan bahwa pekerja migran dan pemegang visa memiliki hak dan perlindungan di tempat kerja seperti pekerja lainnya. Pemberi kerja wajib mematuhi hukum ketenagakerjaan Australia.
Pekerja juga perlu memahami:
- Besaran gaji
- Jam kerja
- Pembayaran lembur
- Cuti
- Slip gaji
- Kondisi kontrak
- Hak atas lingkungan kerja yang aman
- Perlindungan dari diskriminasi dan perlakuan tidak semestinya
Sebagai contoh, Fair Work Ombudsman mencantumkan National Minimum Wage sebesar AUD 26,44 per jam atau AUD 1.004,90 per minggu sebelum pajak sejak 1 Juli 2026 bagi pekerja yang berada dalam cakupan National Minimum Wage. Namun, banyak pekerjaan tercakup oleh award atau enterprise agreement sehingga tingkat upah aktual dapat berbeda.
Persiapkan Keberangkatan ke Australia
Setelah visa disetujui dan seluruh proses penempatan selesai, calon pekerja dapat mempersiapkan keberangkatan.
Beberapa hal yang perlu dipersiapkan:
- Paspor dan visa
- Tiket pesawat
- Kontrak kerja
- Alamat tempat tinggal di Australia
- Kontak perusahaan
- Dokumen penting dalam bentuk digital dan cetak
- Dana darurat
- Pakaian sesuai kondisi pekerjaan dan cuaca
- Nomor kontak darurat
- Informasi mengenai transportasi dari bandara
Simpan dokumen penting di tempat yang aman dan jangan memberikan akses rekening atau informasi pribadi kepada pihak yang tidak berkepentingan.
Cara menjadi TKI Australia dari Indonesia membutuhkan proses yang bertahap, mulai dari menentukan bidang pekerjaan, meningkatkan keterampilan, mencari lowongan yang valid, memeriksa kontrak, memilih visa yang tepat, melengkapi dokumen, mengikuti proses penempatan PMI, hingga mempersiapkan keberangkatan.
Hal terpenting adalah jangan berangkat hanya berdasarkan janji agen atau informasi media sosial. Pastikan pekerjaan, visa, perusahaan, kontrak, dan proses penempatan dapat diverifikasi. Ketentuan visa Australia juga berbeda-beda, sehingga calon pekerja harus mengikuti persyaratan visa yang benar-benar sesuai dengan kondisinya.
KONSULTASI SEKARANG