Anak di Jepang Menjadi Sponsor Visa Orang Tua Anak di Jepang dapat berperan sebagai pihak yang mengundang orang tua untuk datang ke Jepang dalam rangka kunjungan keluarga. Dalam kondisi tertentu, anak juga dapat menjadi pihak yang menjamin biaya orang tua selama berada di Jepang.
Namun, istilah sponsor visa Jepang perlu di pahami dengan tepat. Dalam dokumen visa Jepang, terdapat perbedaan antara inviting person atau pihak yang mengundang dan guarantor atau penjamin. Anak dapat menjalankan kedua peran tersebut apabila memenuhi ketentuan yang berlaku.
Untuk kunjungan keluarga, pihak yang berada di Jepang dapat menyiapkan dokumen seperti Invitation Letter, Letter of Guarantee, itinerary, bukti hubungan keluarga, dokumen tempat tinggal, serta bukti kemampuan finansial apabila anak menanggung biaya kunjungan. (mofa.go.jp)
Keberadaan anak sebagai sponsor dapat membantu menjelaskan tujuan perjalanan dan hubungan keluarga, tetapi tidak menjamin visa orang tua pasti di setujui. Permohonan tetap di nilai berdasarkan keseluruhan dokumen dan kondisi pemohon.
Baca Juga : Syarat Sponsor Visa Jepang untuk Orang Tua
Apakah Anak di Jepang Bisa Menjadi Sponsor Visa Orang Tua?
Pada dasarnya, anak yang tinggal di Jepang dapat menjadi pihak yang mengundang orang tua untuk kunjungan keluarga apabila memenuhi ketentuan visa yang berlaku.
Dalam formulir permohonan visa Jepang, terdapat bagian yang meminta informasi mengenai guarantor or reference in Japan serta bagian mengenai inviter in Japan. Jika pengundang dan penjamin merupakan orang yang sama, formulir menyediakan pilihan untuk menyatakan bahwa keduanya adalah pihak yang sama. (denpasar.id.emb-japan.go.jp)
Artinya, anak dapat berada dalam posisi sebagai:
- Pengundang orang tua.
- Pihak yang di kunjungi.
- Penjamin biaya apabila memenuhi persyaratan.
- Penyedia tempat tinggal selama orang tua berada di Jepang.
Tetapi tidak semua kondisi harus menggunakan anak sebagai penjamin biaya. Orang tua dapat saja menanggung biaya perjalanan sendiri apabila memang memiliki kemampuan finansial.
Perbedaan Anak sebagai Pengundang dan Penjamin
Ini merupakan bagian penting dalam pengajuan visa.
Anak sebagai Pengundang
Sebagai pengundang, anak menjelaskan bahwa orang tua datang ke Jepang untuk tujuan tertentu, misalnya:
- Mengunjungi anak.
- Menghabiskan waktu bersama keluarga.
- Mengunjungi keluarga pada masa liburan.
- Menghadiri kegiatan keluarga tertentu.
Pengundang menyiapkan Invitation Letter dan dokumen yang menjelaskan tujuan serta hubungan dengan pemohon.
Anak sebagai Penjamin
Apabila anak juga menanggung biaya orang tua, anak dapat menjadi guarantor sesuai ketentuan.
Dalam Letter of Guarantee resmi, penjamin menyatakan tanggung jawab terhadap:
- Biaya selama pemohon berada di Jepang.
- Biaya perjalanan kembali ke negara asal.
- Kepatuhan pemohon terhadap hukum dan peraturan Jepang. (mofa.go.jp)
Dengan demikian, pengundang dan penjamin mempunyai fungsi berbeda, meskipun dapat di lakukan oleh orang yang sama.
Baca Juga: Bukti Keuangan Sponsor Visa Jepang Orang Tua
Syarat Anak Menjadi Sponsor Visa Orang Tua
Persyaratan dapat berbeda tergantung status anak di Jepang, siapa yang membayar biaya perjalanan dan tujuan kunjungan.
Namun, apabila anak menjadi pengundang sekaligus penjamin, beberapa hal penting yang perlu di perhatikan meliputi:
Tinggal Secara Sah di Jepang
Anak harus mempunyai status tinggal yang sah di Jepang.
Apabila anak merupakan warga negara asing, informasi mengenai status keimigrasiannya dapat menjadi bagian dari dokumen yang di periksa.
Dalam daftar dokumen resmi Jepang, apabila guarantor merupakan warga negara asing, dapat di perlukan salinan kedua sisi Residence Card atau Zairyu Card yang masih berlaku.
Mempunyai Hubungan Keluarga dengan Pemohon
Hubungan antara anak dan orang tua harus dapat di buktikan melalui dokumen yang relevan.
Bukti hubungan keluarga dapat berupa dokumen resmi seperti akta kelahiran atau dokumen keluarga lainnya, sesuai persyaratan kantor perwakilan yang menangani permohonan.
Mampu Menjelaskan Tujuan Kunjungan
Anak harus dapat menjelaskan secara jelas mengapa orang tua datang ke Jepang.
Tujuan tersebut harus konsisten dengan Invitation Letter dan itinerary.
Mampu Menanggung Biaya Jika Menjadi Penjamin
Jika anak menyatakan menanggung seluruh biaya, kemampuan finansial anak perlu dapat di buktikan melalui dokumen yang sesuai.
Menyediakan Dokumen Sponsor
Anak perlu menyiapkan dokumen yang relevan seperti Invitation Letter, Letter of Guarantee apabila di perlukan, Juminhyo, dokumen finansial dan dokumen pekerjaan sesuai kondisi.
Dokumen yang Harus Di siapkan Anak di Jepang
Untuk anak yang menjadi pengundang sekaligus penjamin, dokumen yang perlu di persiapkan dapat meliputi:
- Invitation Letter.
- Letter of Guarantee.
- Juminhyo.
- Bukti penghasilan atau dokumen pajak.
- Bukti pekerjaan.
- Bukti hubungan keluarga.
- Salinan Residence Card apabila anak merupakan warga negara asing.
- Itinerary.
- Dokumen lain sesuai kondisi pengajuan.
Kementerian Luar Negeri Jepang mencantumkan Invitation Letter, Itinerary, Letter of Guarantee, Juminhyo, bukti penghasilan/pajak dan dokumen pekerjaan sebagai dokumen yang dapat di perlukan dari pihak pengundang atau penjamin untuk kunjungan keluarga.
Dokumen yang di siapkan di Jepang pada panduan tersebut dapat di terima dalam bentuk salinan, meskipun pihak konsuler dapat meminta dokumen asli apabila di perlukan pemeriksaan lebih lanjut. (mofa.go.jp)
Invitation Letter untuk Orang Tua
Invitation Letter merupakan salah satu dokumen penting apabila anak mengundang orang tua.
Surat tersebut menjelaskan alasan orang tua datang ke Jepang dan hubungan antara pengundang dengan pemohon.
Dalam format resmi Jepang, informasi yang berkaitan dengan pihak yang mengundang dan pemohon perlu di isi dengan jelas. Apabila pengundang dan guarantor adalah orang yang sama, informasi tersebut juga dapat di sesuaikan dengan ketentuan formulir. (mofa.go.jp)
Untuk orang tua, tujuan undangan sebaiknya di tulis secara konkret.
Misalnya, anak dapat menjelaskan bahwa orang tua datang untuk melakukan kunjungan keluarga selama periode tertentu dan akan tinggal di tempat anak selama berada di Jepang.
Letter of Guarantee dari Anak
Jika anak menanggung biaya orang tua, Letter of Guarantee menjadi dokumen yang perlu di perhatikan.
Dokumen resmi tersebut memuat pernyataan penjamin mengenai tiga hal utama:
Biaya tinggal + biaya perjalanan kembali + kepatuhan terhadap hukum Jepang.
Penjamin juga harus mencantumkan informasi pribadi dan hubungan dengan pemohon. (mofa.go.jp)
Karena itu, anak sebaiknya tidak hanya membuat surat dengan judul “Surat Sponsor”. Gunakan formulir resmi dan persyaratan yang berlaku untuk kategori visa yang di ajukan.
Bukti Keuangan Anak sebagai Sponsor
Apabila anak menanggung biaya orang tua, kemampuan finansial menjadi bagian penting dari dokumen sponsor.
Dokumen yang dapat di minta antara lain:
- Sertifikat penghasilan.
- Dokumen perpajakan.
- Bukti penghasilan yang di terbitkan pemerintah daerah.
- Dokumen pekerjaan.
- Dokumen lain yang sesuai dengan status sponsor.
Dalam daftar resmi untuk kunjungan keluarga, Kementerian Luar Negeri Jepang mencantumkan antara lain Certificate of Income/Taxation, Certificate of Tax Payment, atau dokumen tertentu untuk penjamin, sesuai kondisi penjamin.
Yang penting bukan sekadar mempunyai rekening atau pekerjaan di Jepang, tetapi kemampuan finansial tersebut harus konsisten dengan pernyataan bahwa anak akan menanggung biaya orang tua.
Baca Juga: Bukti Hubungan Keluarga untuk Sponsor Visa Jepang
Juminhyo Anak di Jepang
Juminhyo merupakan salah satu dokumen yang dapat di gunakan untuk menunjukkan informasi tempat tinggal anak di Jepang.
Untuk pengajuan visa kunjungan keluarga dengan penjamin, panduan Jepang mencantumkan Juminhyo dengan informasi hubungan keluarga yang relevan. Dokumen tersebut tidak boleh mencantumkan My Number dan Resident Record Code dalam dokumen yang di gunakan untuk tujuan ini.
Juminhyo membantu mendukung informasi mengenai:
- Nama sponsor.
- Alamat sponsor.
- Informasi keluarga yang relevan.
- Kondisi tempat tinggal di Jepang.
Jika orang tua akan tinggal di rumah anak, alamat tersebut juga harus konsisten dengan itinerary dan dokumen undangan.
Bukti Pekerjaan Anak di Jepang
Jika anak bekerja sebagai karyawan, dokumen pekerjaan dapat membantu menjelaskan status dan kondisi ekonominya.
Dokumen yang di gunakan dapat berupa sertifikat pekerjaan atau dokumen lain sesuai status pekerjaan.
Dalam panduan resmi Jepang, penjamin yang bekerja dapat di minta memberikan Certificate of Employment. Bagi orang yang menjalankan usaha, dapat di gunakan dokumen usaha sesuai persyaratan.
Dokumen pekerjaan juga dapat membantu menjelaskan sumber penghasilan yang di gunakan untuk menanggung biaya orang tua.
Bagaimana Jika Anak di Jepang Masih Pelajar?
Kondisinya dapat berbeda jika anak yang mengundang masih berstatus pelajar.
Menjadi pengundang dan menjadi penjamin biaya merupakan dua hal yang berbeda.
Jika anak masih pelajar dan tidak mempunyai kemampuan finansial yang memadai, tidak tepat menyatakan bahwa anak akan menanggung seluruh biaya orang tua tanpa dokumen yang mendukung.
Panduan resmi Jepang bahkan memberikan ketentuan khusus untuk kondisi ketika pengundang di Jepang berstatus student dan mengundang kerabat, dengan profesor atau associate professor di universitas sebagai guarantor dalam kondisi tertentu. (mofa.go.jp)
Karena itu, status pelajar harus di periksa secara khusus sebelum menentukan siapa yang menjadi guarantor.
Bagaimana Jika Anak di Jepang Bukan Warga Negara Jepang?
Anak tidak harus selalu warga negara Jepang untuk dapat menjadi pihak yang berkaitan dengan kunjungan keluarga.
Namun, apabila anak merupakan warga negara asing, status tinggalnya menjadi informasi penting.
Dalam dokumen resmi Jepang, apabila guarantor merupakan warga negara asing, dapat di minta salinan Residence Card yang masih berlaku. Selain itu, kategori status tinggal tertentu memiliki ketentuan tersendiri mengenai siapa yang dapat menjadi guarantor. (mofa.go.jp)
Jadi, sebelum menggunakan anak sebagai sponsor, perlu di ketahui:
- Kewarganegaraan anak.
- Status tinggal anak.
- Masa berlaku Residence Card.
- Pekerjaan anak.
- Kemampuan finansial anak.
Apakah Anak yang Bekerja di Jepang Bisa Menanggung Orang Tua?
Jika anak bekerja dan mempunyai kemampuan finansial, anak dapat menjadi penjamin apabila memenuhi persyaratan yang berlaku.
Namun, kemampuan tersebut perlu di dukung oleh dokumen.
Misalnya, anak menyatakan akan menanggung:
- Tiket perjalanan.
- Tempat tinggal.
- Makan.
- Transportasi.
- Kebutuhan selama kunjungan.
Maka dokumen sponsor harus mendukung pernyataan tersebut.
Jangan hanya mengandalkan surat pernyataan tanpa bukti kemampuan finansial yang relevan.
Apakah Orang Tua Harus Membayar Sendiri?
Tidak selalu.
Jika anak menjadi penjamin dan memenuhi persyaratan, anak dapat menanggung biaya orang tua sesuai dokumen jaminan.
Namun, apabila orang tua mempunyai kemampuan finansial sendiri, mereka juga dapat menanggung biaya perjalanan sesuai skema pengajuan yang berlaku.
Hal yang paling penting adalah siapa yang membayar harus konsisten dengan dokumen.
Jangan menyatakan anak menanggung biaya dalam satu dokumen, tetapi pada dokumen lain di sebutkan bahwa seluruh biaya di bayar oleh orang tua tanpa penjelasan.
Baca Juga: Prosedur Pengajuan Visa Jepang Orang Tua dengan Sponsor
Bukti Hubungan Anak dan Orang Tua
Hubungan keluarga harus dapat di buktikan.
Untuk kunjungan orang tua kepada anak, dokumen yang menunjukkan hubungan biologis atau hubungan keluarga menjadi bagian penting dari aplikasi.
Contohnya dapat berupa:
- Akta kelahiran.
- Dokumen keluarga.
- Dokumen lain yang di terima sebagai bukti hubungan.
Kementerian Luar Negeri Jepang menyebutkan birth certificate, marriage certificate atau family register certificate sebagai contoh dokumen untuk membuktikan hubungan keluarga dalam aplikasi kunjungan kerabat, tergantung kasusnya. (mofa.go.jp)
Untuk pemohon dari Indonesia, dokumen yang di gunakan harus mengikuti daftar persyaratan yang berlaku di perwakilan Jepang di Indonesia.
Itinerary untuk Orang Tua
Itinerary atau rencana perjalanan juga harus di buat dengan jelas.
Contohnya dapat memuat:
Satu: Tiba di Jepang dan menuju tempat tinggal anak.
ke dua – lima : Kunjungan keluarga dan kegiatan bersama keluarga.
ke enam: Kegiatan wisata atau aktivitas lain sesuai rencana.
Terakhir: Persiapan kepulangan dan kembali ke Indonesia.
Rencana tersebut tidak harus di buat secara berlebihan. Yang penting adalah informasi mengenai aktivitas, tempat tinggal dan kontak selama di Jepang dapat di jelaskan dengan jelas.
Panduan resmi Jepang mencantumkan itinerary sebagai salah satu dokumen dari pihak pengundang/penjamin dalam kunjungan keluarga. (mofa.go.jp)
Apakah Anak Harus Mengirim Semua Dokumen Asli?
Tidak selalu.
Untuk dokumen yang di persiapkan di Jepang, panduan resmi menyebutkan bahwa salinan dapat di terima. Namun, pihak konsuler dapat meminta dokumen asli apabila di perlukan untuk pemeriksaan lebih lanjut. (mofa.go.jp)
Karena itu, anak sebaiknya tetap menyimpan dokumen asli dan memberikan salinan sesuai persyaratan.
Jangan membuang atau kehilangan dokumen asli hanya karena pada tahap awal aplikasi menggunakan salinan.
Proses Anak Menjadi Sponsor Visa Orang Tua
Secara umum, proses dapat di persiapkan dengan tahapan berikut:
Menentukan tujuan kunjungan
Pastikan orang tua datang untuk tujuan kunjungan keluarga dan bukan untuk melakukan kegiatan yang memerlukan status visa berbeda.
Menentukan pihak yang membayar
Tentukan apakah biaya di tanggung oleh anak atau orang tua.
Menyiapkan Invitation Letter
Anak menyiapkan surat undangan sesuai format dan ketentuan.
Menyiapkan Letter of Guarantee
Jika anak menjadi guarantor, siapkan Letter of Guarantee.
Menyiapkan dokumen finansial
Jika anak menanggung biaya, siapkan bukti finansial yang relevan.
Menyiapkan dokumen tempat tinggal
Juminhyo dan dokumen lain yang di perlukan di persiapkan.
Menyiapkan bukti hubungan keluarga
Orang tua dan anak harus mempunyai bukti hubungan yang jelas.
Mengirim dokumen kepada orang tua
Dokumen yang di perlukan di sampaikan kepada orang tua untuk melengkapi aplikasi di Indonesia.
Pengajuan visa
Orang tua mengajukan permohonan melalui jalur pengajuan visa Jepang yang berlaku di Indonesia.
Kedutaan Besar Jepang di Indonesia saat ini menyediakan informasi khusus mengenai dokumen visa untuk kunjungan keluarga dan menjelaskan mekanisme pengajuan visa di Indonesia. (id.emb-japan.go.jp)
Baca Juga: Penyebab Visa Jepang Orang Tua Ditolak Meski Ada Sponsor
Pengajuan Visa Jepang dari Indonesia
Dokumen sponsor disiapkan oleh anak di Jepang, tetapi orang tua sebagai pemohon tetap melakukan proses pengajuan dari Indonesia.
Kedutaan Besar Jepang di Indonesia menyatakan bahwa sejak 15 September 2017, proses aplikasi visa pada prinsipnya telah di alihkan ke Japan Visa Application Center (JVAC) dan Kedutaan pada dasarnya tidak lagi menerima aplikasi visa secara langsung. (id.emb-japan.go.jp)
Karena itu, orang tua perlu mengikuti mekanisme pengajuan terbaru yang berlaku pada saat aplikasi di lakukan.
Berapa Lama Proses Visa Orang Tua dengan Sponsor Anak?
Waktu pemrosesan tidak dapat di pastikan hanya berdasarkan keberadaan sponsor.
Dokumen yang lengkap dapat membantu proses berjalan lebih lancar, tetapi pihak konsuler dapat meminta dokumen tambahan apabila di perlukan.
Dalam panduan resmi Jepang, pemeriksaan pada awalnya di lakukan berdasarkan dokumen yang di ajukan, tetapi pemohon dapat di minta menyerahkan dokumen tambahan apabila di perlukan.
Karena itu, sebaiknya jangan membeli tiket yang tidak dapat di ubah atau membuat rencana perjalanan yang terlalu dekat sebelum status visa di ketahui.
Penyebab Visa Orang Tua Bisa Di tolak Meskipun Disponsori Anak
Sponsor anak bukan jaminan visa.
Beberapa kondisi yang dapat menimbulkan masalah antara lain:
Tujuan kunjungan tidak jelas
Tujuan dalam formulir, invitation letter dan itinerary tidak konsisten.
Bukti hubungan keluarga tidak memadai
Dokumen tidak dapat menunjukkan hubungan orang tua dan anak secara jelas.
Kondisi keuangan sponsor tidak mendukung
Anak menyatakan menanggung biaya tetapi dokumen finansial tidak mendukung.
Informasi sponsor tidak konsisten
Alamat, pekerjaan, status tinggal atau informasi pribadi berbeda antara dokumen.
Riwayat atau kondisi pemohon memerlukan pemeriksaan lebih lanjut
Setiap aplikasi dapat di nilai berdasarkan kondisi masing-masing.
Dokumen tidak lengkap
Dokumen tambahan dapat di minta apabila pihak konsuler membutuhkan informasi lebih lanjut.
Baca Juga : Surat Sponsor Visa Jepang Orang Tua Panduan Lengkap
Apakah Sponsor Anak Menjamin Visa Pasti Keluar?
Tidak.
Ini merupakan hal yang harus di pahami oleh anak maupun orang tua.
Anak dapat menyediakan dokumen undangan dan jaminan sesuai ketentuan, tetapi keputusan visa tetap berada pada otoritas Jepang.
Sponsor berfungsi untuk membantu menjelaskan:
- Siapa yang di kunjungi.
- Hubungan keluarga.
- Tujuan kunjungan.
- Tempat tinggal.
- Pihak yang menanggung biaya.
- Kondisi sponsor.
Namun, seluruh informasi tersebut tetap akan di nilai bersama dokumen pemohon.
Tips Agar Anak Menjadi Sponsor dengan Dokumen yang Kuat
Agar pengajuan lebih terorganisasi, anak dapat melakukan beberapa langkah berikut:
Pertama, pastikan status tinggal di Jepang masih berlaku.
Kedua, tentukan dengan jelas apakah anak hanya menjadi pengundang atau juga menjadi guarantor.
Ketiga, siapkan Invitation Letter sesuai tujuan sebenarnya.
Keempat, apabila menanggung biaya, siapkan Letter of Guarantee dan dokumen finansial.
Kelima, siapkan Juminhyo dan dokumen pekerjaan sesuai kondisi.
Keenam, pastikan hubungan keluarga dapat di buktikan.
Ketujuh, periksa kesesuaian alamat antara dokumen sponsor dan itinerary.
Kedelapan, jangan memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Kesembilan, pastikan dokumen yang mempunyai batas waktu penerbitan masih memenuhi ketentuan saat di ajukan.
Kesepuluh, gunakan daftar persyaratan terbaru dari perwakilan Jepang sebagai acuan terakhir.
Baca Juga : Dokumen Sponsor Visa Jepang untuk Orang Tua
Checklist Anak di Jepang sebagai Sponsor Visa Orang Tua
Berikut checklist yang dapat di gunakan untuk persiapan awal:
Dokumen anak di Jepang
- [ ] Invitation Letter.
- [ ] Letter of Guarantee jika anak menjadi penjamin.
- [ ] Juminhyo.
- [ ] Bukti penghasilan atau dokumen pajak.
- [ ] Certificate of Employment atau dokumen usaha apabila di perlukan.
- [ ] Residence Card jika anak merupakan warga negara asing.
- [ ] Bukti hubungan keluarga.
- [ ] Itinerary.
- [ ] Dokumen tambahan sesuai kondisi.
Dokumen orang tua di Indonesia
- [ ] Paspor.
- [ ] Formulir permohonan visa.
- [ ] Foto.
- [ ] KTP.
- [ ] KK.
- [ ] Bukti hubungan keluarga.
- [ ] Itinerary.
- [ ] Bukti finansial apabila biaya di tanggung sendiri.
- [ ] Dokumen sponsor dari anak.
- [ ] Dokumen tambahan apabila di minta.
Daftar tersebut merupakan checklist persiapan dan bukan pengganti daftar persyaratan resmi. Persyaratan dapat berbeda sesuai kategori visa dan kondisi pemohon.
Anak di Jepang dapat menjadi sponsor atau pihak yang mengundang orang tua untuk kunjungan keluarga, dan dalam kondisi tertentu dapat sekaligus menjadi guarantor yang menanggung biaya kunjungan.
Peran tersebut perlu di bedakan. Inviting person bertugas menjelaskan undangan dan tujuan kunjungan, sedangkan guarantor memberikan jaminan terkait biaya tinggal, biaya perjalanan kembali dan kepatuhan pemohon terhadap hukum Jepang. Keduanya dapat di lakukan oleh orang yang sama apabila memenuhi ketentuan. (mofa.go.jp)
Jika anak menjadi pengundang sekaligus penjamin, dokumen yang perlu di perhatikan antara lain Invitation Letter, Letter of Guarantee, Juminhyo, bukti finansial, dokumen pekerjaan, bukti hubungan keluarga, serta dokumen status tinggal apabila anak merupakan warga negara asing.
Sementara itu, orang tua tetap harus memenuhi persyaratan sebagai pemohon visa dari Indonesia. Pengajuan di lakukan melalui mekanisme visa Jepang yang berlaku di Indonesia, yang saat ini pada prinsipnya menggunakan Japan Visa Application Center.
Yang paling penting, menjadi sponsor bukan berarti dapat menjamin visa orang tua pasti di setujui. Seluruh aplikasi tetap di nilai oleh otoritas Jepang berdasarkan tujuan perjalanan, hubungan keluarga, kemampuan finansial, dokumen sponsor dan kondisi pemohon secara keseluruhan.
Dengan menyiapkan dokumen secara konsisten dan menggunakan informasi resmi terbaru, anak di Jepang dapat membantu orang tua mempersiapkan pengajuan visa kunjungan keluarga dengan lebih terarah.
Konsultasikan Visa Jepang Anda sekarang.