Menjadi pelaut merupakan pilihan karier yang menawarkan kesempatan bekerja di kapal niaga, kapal penumpang, kapal tanker, hingga kapal internasional. Namun, setiap jabatan di kapal memiliki persyaratan yang berbeda. Syarat Menjadi Pelaut Berdasarkan Jabatan Oleh karena itu, calon pelaut perlu memahami pendidikan, sertifikat kepelautan, kondisi kesehatan, dan pengalaman berlayar sebelum melamar pekerjaan.
Selain itu, industri pelayaran membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai tanggung jawabnya. Sebagai contoh, seorang nakhoda harus menguasai navigasi dan kepemimpinan, sedangkan masinis kapal perlu memahami mesin serta sistem teknis kapal. Sementara itu, anak buah kapal bagian dek dan mesin juga harus memiliki keterampilan keselamatan sesuai tugasnya.
Lantas, apa saja syarat menjadi pelaut berdasarkan jabatan? Berikut penjelasan lengkap mengenai persyaratan untuk menjadi kadet, rating, mualim, masinis, kepala kamar mesin, hingga nakhoda.
Baca Juga : Daftar Jabatan Pelaut dan Tugasnya di Kapal Lengkap
Apa Saja Syarat Umum Menjadi Pelaut?
Sebelum memilih jabatan tertentu, calon pelaut perlu memenuhi sejumlah persyaratan dasar. Meskipun setiap perusahaan pelayaran memiliki kebijakan rekrutmen tersendiri, beberapa ketentuan berikut menjadi bagian penting dalam proses persiapan karier kepelautan.
1. Memiliki Pendidikan yang Sesuai
Pertama, calon pelaut perlu menyesuaikan pendidikan dengan jabatan yang ingin mereka tekuni. Lulusan SMP atau sederajat dapat memenuhi persyaratan pendidikan untuk jalur tertentu, sedangkan program pendidikan perwira umumnya membutuhkan pendidikan menengah atau kualifikasi lain sesuai ketentuan program.
Selain itu, calon pelaut dapat memilih sekolah pelayaran, SMK pelayaran, akademi maritim, atau program pendidikan dan pelatihan kepelautan yang diakui. Dengan memilih jalur pendidikan yang tepat, calon pelaut dapat mempersiapkan kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan.
2. Memenuhi Standar Kesehatan Pelaut
Selanjutnya, calon pelaut perlu menjalani pemeriksaan kesehatan melalui fasilitas kesehatan yang memenuhi ketentuan kepelautan. Pemeriksaan ini membantu memastikan bahwa calon awak kapal mampu menjalankan tugas dengan aman selama bekerja di laut.
Pemeriksaan biasanya mencakup kondisi fisik, penglihatan, pendengaran, serta aspek kesehatan lain sesuai standar yang berlaku. Oleh sebab itu, calon pelaut sebaiknya memeriksa persyaratan kesehatan sebelum mengikuti pendidikan atau melamar pekerjaan.
Baca Juga : Daftar Jabatan Pelaut di Bagian Deck dan Tugasnya
3. Memiliki Sertifikat Keselamatan dan Keterampilan
Selain pendidikan dan kesehatan, calon pelaut perlu mengikuti pelatihan keselamatan yang sesuai dengan jabatan serta jenis kapalnya. Salah satu sertifikat dasar yang dikenal dalam industri pelayaran adalah Basic Safety Training (BST).
Namun, BST bukan satu-satunya persyaratan untuk semua jabatan. Awak kapal mungkin membutuhkan sertifikat keterampilan tambahan, seperti pelatihan sekoci penyelamat, pemadaman kebakaran tingkat lanjut, pertolongan pertama medis, atau pelatihan khusus kapal tanker.
Karena itu, calon pelaut harus memeriksa daftar sertifikat yang berlaku untuk jabatan dan jenis kapal yang dituju.
4. Menyiapkan Dokumen Kepelautan
Berikutnya, calon pelaut perlu menyiapkan dokumen administrasi agar proses pendaftaran berjalan lancar. Dokumen yang umumnya diperlukan meliputi:
- KTP atau identitas resmi.
- Ijazah pendidikan terakhir.
- Sertifikat keahlian atau keterampilan pelaut sesuai jabatan.
- Sertifikat kesehatan pelaut yang masih berlaku.
- Buku Pelaut sesuai ketentuan.
- Pas foto sesuai persyaratan administrasi.
- CV dan dokumen pendukung rekrutmen.
- Dokumen tambahan sesuai permintaan perusahaan pelayaran.
Perlu diperhatikan bahwa persyaratan Buku Pelaut mengikuti prosedur resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Calon pelaut dapat memeriksa informasi terbaru melalui portal resmi Dokumen Pelaut Kementerian Perhubungan.
Baca Juga : Daftar Jabatan Pelaut Bagian Mesin dan Tugasnya
Syarat Menjadi Pelaut Berdasarkan Jabatan
Setelah memahami persyaratan umum, calon pelaut perlu menentukan posisi yang sesuai dengan pendidikan, kemampuan, dan rencana karier. Secara garis besar, pekerjaan di kapal niaga terbagi menjadi bagian dek, mesin, dan bidang khusus lainnya.
1. Syarat Menjadi Kadet atau Cadet
Kadet merupakan peserta pendidikan kepelautan yang menjalani praktik kerja laut untuk memperoleh pengalaman dan memenuhi persyaratan kompetensi. Posisi ini cocok bagi lulusan sekolah atau program pendidikan pelayaran yang ingin mengembangkan karier sebagai perwira.
Syarat menjadi kadet umumnya meliputi:
- Mengikuti program pendidikan atau pelatihan kepelautan yang relevan.
- Memenuhi standar kesehatan pelaut.
- Memiliki dokumen identitas dan pendidikan.
- Memenuhi persyaratan praktik laut dari lembaga pendidikan.
- Menyiapkan dokumen penempatan kapal sesuai ketentuan perusahaan atau lembaga pendidikan.
Selain itu, kadet perlu menunjukkan kedisiplinan, kemampuan bekerja dalam tim, serta kemauan belajar. Selama praktik, mereka mempelajari prosedur keselamatan, pengoperasian peralatan, dan tanggung jawab awak kapal.
Dengan demikian, pengalaman sebagai kadet dapat menjadi langkah awal untuk memperoleh kompetensi dan melanjutkan karier ke jabatan perwira.
2. Syarat Menjadi ABK Bagian Dek atau Rating Deck
Rating deck bertugas membantu kegiatan operasional di bagian dek. Tanggung jawabnya dapat mencakup perawatan dek, penanganan tali tambat, pengawasan keselamatan, serta dukungan kegiatan jaga sesuai kewenangan dan kompetensi.
Untuk memasuki jalur ini, calon pelaut umumnya perlu memenuhi persyaratan berikut:
- Memenuhi pendidikan minimum sesuai jalur sertifikasi.
- Memiliki kondisi kesehatan yang sesuai standar pelaut.
- Mengikuti pelatihan keselamatan dasar yang diwajibkan.
- Memiliki sertifikat keterampilan atau sertifikat rating yang sesuai dengan tugas.
- Menyiapkan Buku Pelaut dan dokumen rekrutmen.
- Memenuhi persyaratan pengalaman berlayar apabila jabatan tersebut mensyaratkannya.
Sebagai tambahan, calon pelaut perlu membedakan rating pemula dengan rating yang memiliki kompetensi lebih tinggi. Jabatan seperti able seafarer deck membutuhkan pemenuhan kompetensi dan persyaratan sertifikasi tersendiri.
Oleh karena itu, calon awak kapal sebaiknya memilih program pelatihan berdasarkan jabatan yang ingin mereka lamar, bukan hanya berdasarkan ketersediaan kursus.
Baca Juga : Daftar Jabatan Pelaut Bagian Catering dan Hotel Kapal
3. Syarat Menjadi ABK Bagian Mesin atau Rating Engine
Berbeda dengan rating deck, rating engine membantu operasional dan perawatan mesin kapal. Mereka bekerja bersama perwira mesin untuk menjaga kondisi peralatan, membantu pemeriksaan rutin, dan mendukung kelancaran sistem mekanis kapal.
Persyaratan yang umumnya perlu calon pelaut penuhi meliputi:
- Memiliki pendidikan atau pelatihan yang relevan dengan pekerjaan mesin.
- Memenuhi standar kesehatan pelaut.
- Memiliki sertifikat keselamatan dasar yang diwajibkan.
- Mengikuti pelatihan keterampilan sesuai tugas di kamar mesin.
- Memenuhi persyaratan sertifikasi rating yang berlaku.
- Menyiapkan dokumen administrasi kepelautan.
Selain itu, pengetahuan dasar tentang mesin diesel, pompa, sistem pendingin, dan peralatan mekanis dapat membantu calon pelaut beradaptasi dengan pekerjaan.
Dengan bekal tersebut, pelaut dapat membangun pengalaman sebelum mengikuti jalur peningkatan kompetensi untuk jabatan teknika yang lebih tinggi.
4. Syarat Menjadi Mualim atau Officer Deck
Mualim merupakan perwira bagian dek yang menjalankan tugas navigasi, pengawasan jaga laut, serta berbagai kegiatan operasional kapal sesuai jabatan dan kewenangannya.
Untuk menekuni profesi ini, calon pelaut perlu mengikuti jalur pendidikan dan sertifikasi nautika. Pada jalur perwira kapal niaga, persyaratan dapat mencakup:
- Pendidikan pelayaran yang memenuhi ketentuan program nautika.
- Sertifikat keahlian Ahli Nautika Tingkat (ANT) sesuai jabatan.
- Sertifikat keterampilan keselamatan yang diwajibkan.
- Pemenuhan masa layar sesuai jenjang sertifikasi.
- Kesehatan pelaut yang memenuhi standar.
- Dokumen kepelautan dan administrasi pendukung.
Sebagai contoh, ANT III menjadi salah satu jenjang sertifikat keahlian nautika untuk jalur perwira kapal niaga. Namun, tingkat sertifikat yang diperlukan bergantung pada jabatan, ukuran kapal, daerah pelayaran, dan ketentuan yang berlaku.
Selain kemampuan navigasi, seorang mualim harus memahami komunikasi maritim, prosedur darurat, peraturan pencegahan tubrukan di laut, dan koordinasi dengan awak kapal lainnya.
Karena tanggung jawabnya besar, calon perwira perlu membangun pengalaman dan meningkatkan kompetensi secara bertahap sebelum menduduki jabatan yang lebih tinggi.
Baca Juga : Urutan Jabatan Pelaut dari Pemula sampai Nakhoda
5. Syarat Menjadi Masinis Kapal atau Engineer Officer
Masinis kapal bertanggung jawab atas pengoperasian dan pemeliharaan mesin serta sistem teknis kapal. Dalam pekerjaan sehari-hari, mereka memeriksa kondisi mesin utama, generator, pompa, dan peralatan pendukung lainnya.
Adapun persyaratan untuk memasuki jalur perwira mesin umumnya mencakup:
- Pendidikan atau program pelatihan teknika yang diakui.
- Sertifikat keahlian Ahli Teknika Tingkat (ATT) sesuai jabatan.
- Sertifikat keterampilan keselamatan yang diwajibkan.
- Pengalaman berlayar sesuai persyaratan sertifikasi.
- Sertifikat kesehatan pelaut yang masih berlaku.
- Dokumen administrasi dan Buku Pelaut.
Selanjutnya, calon masinis perlu memahami sistem mekanis, kelistrikan dasar, perawatan mesin, serta prosedur keselamatan kamar mesin. Kemampuan menganalisis gangguan teknis juga penting karena kerusakan mesin dapat memengaruhi keselamatan dan jadwal pelayaran.
Dengan mengikuti pendidikan dan praktik yang tepat, pelaut dapat mengembangkan kompetensi menuju jabatan masinis dengan tanggung jawab lebih besar.
6. Syarat Menjadi Kepala Kamar Mesin atau Chief Engineer
Kepala kamar mesin atau chief engineer memimpin operasional teknis kapal. Jabatan ini memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keandalan mesin, mengawasi perawatan, mengatur pekerjaan tim teknis, dan memastikan penerapan prosedur keselamatan.
Karena itu, calon kepala kamar mesin harus memenuhi persyaratan kompetensi yang lebih tinggi dibandingkan masinis junior.
Persyaratan umumnya meliputi:
- Memiliki sertifikat keahlian teknika pada tingkat yang disyaratkan.
- Memenuhi masa layar dan pengalaman kerja sesuai ketentuan.
- Mengikuti pendidikan atau pelatihan peningkatan kompetensi apabila diperlukan.
- Memiliki sertifikat keterampilan yang sesuai.
- Memenuhi standar kesehatan pelaut.
- Menguasai manajemen kamar mesin dan prosedur keselamatan.
Selain itu, chief engineer perlu mampu menyusun rencana perawatan, mengelola kebutuhan suku cadang, dan mengoordinasikan pekerjaan bersama awak mesin. Kemampuan mengambil keputusan juga sangat penting ketika kapal menghadapi gangguan teknis.
Dengan demikian, calon pelaut tidak dapat langsung menduduki jabatan ini hanya dengan mengikuti satu pelatihan. Mereka perlu melewati jenjang pendidikan, sertifikasi, dan pengalaman yang sesuai.
Baca Juga : Sertifikat Pelaut yang Dibutuhkan untuk Setiap Jabatan
7. Syarat Menjadi Nakhoda atau Captain
Nakhoda merupakan pemimpin tertinggi di kapal yang memegang tanggung jawab atas keselamatan pelayaran, awak kapal, penumpang, muatan, serta pengoperasian kapal sesuai ketentuan.
Untuk menjadi nakhoda, pelaut perlu menempuh jalur karier nautika dan memenuhi kualifikasi yang sesuai dengan jenis serta ukuran kapal.
Persyaratan umumnya meliputi:
- Memiliki sertifikat keahlian nautika pada tingkat yang dipersyaratkan.
- Memenuhi masa layar dan pengalaman jabatan yang relevan.
- Mengikuti pendidikan peningkatan kompetensi jika diperlukan.
- Memiliki sertifikat keterampilan keselamatan yang sesuai.
- Memenuhi persyaratan kesehatan pelaut.
- Memenuhi persyaratan pengukuhan sertifikat dan dokumen lainnya sesuai peraturan.
Selain kompetensi teknis, nakhoda harus mampu memimpin awak kapal, mengelola keadaan darurat, mengambil keputusan operasional, dan memastikan kepatuhan terhadap aturan keselamatan.
Namun, persyaratan nakhoda tidak selalu sama untuk setiap kapal. Oleh sebab itu, calon nakhoda harus memeriksa ketentuan sertifikasi berdasarkan ukuran kapal, wilayah pelayaran, dan jabatan yang akan dijalankan.
8. Syarat Menjadi Pelaut Kapal Tanker
Kapal tanker mengangkut muatan seperti minyak, bahan kimia, atau gas cair. Oleh karena itu, awak kapal tanker membutuhkan pemahaman khusus tentang karakteristik muatan, prosedur penanganan, dan pencegahan bahaya.
Persyaratan awal biasanya mencakup kualifikasi dasar sesuai jabatan, dokumen kepelautan, serta sertifikat keselamatan yang diwajibkan. Selanjutnya, pelaut perlu mengikuti pelatihan khusus tanker sesuai jenis muatan dan tugasnya.
Sebagai contoh, pelaut yang bekerja pada tanker minyak, tanker kimia, dan tanker gas mungkin memerlukan pelatihan khusus yang berbeda. Tingkat pelatihan juga bergantung pada tanggung jawab operasional yang mereka jalankan.
Dengan memenuhi persyaratan tersebut, pelaut dapat mempersiapkan diri untuk melamar pekerjaan pada perusahaan yang mengoperasikan kapal tanker.
Baca Juga : Dokumen Pelaut Wajib Disiapkan Sebelum Bekerja di Kapal
9. Syarat Menjadi Pelaut Bidang Kelistrikan Kapal
Selain bagian dek dan mesin, kapal tertentu membutuhkan personel yang menangani sistem kelistrikan serta peralatan elektronik. Salah satu jalur profesinya adalah perwira teknik elektro atau electro-technical officer (ETO).
Untuk memasuki bidang ini, calon pelaut perlu memiliki pendidikan dan kompetensi yang relevan dengan kelistrikan kapal. Selain itu, mereka perlu memenuhi persyaratan sertifikasi sesuai jabatan, standar kesehatan, dan pelatihan keselamatan.
Tugas ETO dapat mencakup pemeriksaan sistem distribusi listrik, generator, panel kontrol, serta peralatan elektronik tertentu. Oleh karena itu, pemahaman tentang rangkaian listrik, sistem otomasi, dan pemecahan masalah teknis sangat membantu.
Meskipun demikian, persyaratan setiap perusahaan dapat berbeda. Calon pelaut perlu memastikan bahwa jalur pendidikan dan sertifikat yang mereka pilih sesuai dengan kualifikasi jabatan ETO yang dituju.
Perbedaan Syarat Pelaut Berdasarkan Jabatan
Agar lebih mudah menentukan jalur karier, berikut ringkasan perbedaan persyaratan berdasarkan kelompok jabatan.
| Jabatan | Fokus pendidikan atau kompetensi | Persyaratan penting |
|---|---|---|
| Kadet | Pendidikan kepelautan dan praktik laut | Dokumen pendidikan, kesehatan, dan persyaratan praktik |
| Rating deck | Operasional bagian dek | Sertifikat keterampilan dan keselamatan sesuai tugas |
| Rating engine | Operasional dan perawatan mesin | Pelatihan teknis dan sertifikat sesuai jabatan |
| Mualim | Nautika dan navigasi | Sertifikat ANT, masa layar, dan keterampilan terkait |
| Masinis | Teknika dan mesin kapal | Sertifikat ATT, masa layar, dan keterampilan terkait |
| Chief engineer | Manajemen teknis kamar mesin | Sertifikat tingkat lanjut dan pengalaman sesuai ketentuan |
| Nakhoda | Kepemimpinan dan kompetensi nautika | Sertifikat tingkat yang disyaratkan dan pengalaman berlayar |
| Pelaut tanker | Operasional kapal dan penanganan muatan khusus | Pelatihan tanker sesuai jabatan serta jenis muatan |
| ETO | Kelistrikan dan sistem elektronik kapal | Pendidikan dan sertifikasi yang relevan |
Tabel tersebut memberikan gambaran umum, bukan daftar persyaratan final untuk setiap jabatan. Oleh karena itu, calon pelaut perlu mencocokkan kualifikasi dengan peraturan kepelautan terbaru dan persyaratan perusahaan yang membuka lowongan.
Baca Juga : Perbedaan Jabatan Pelaut di Kapal Niaga, Tanker, Pesiar

Bagaimana Cara Memulai Karier sebagai Pelaut?
Setelah menentukan jabatan, calon pelaut dapat mengikuti langkah-langkah berikut agar persiapan lebih terarah.
1. Tentukan Jalur Karier
Pertama, tentukan apakah Anda ingin bekerja di bagian dek, mesin, kelistrikan, atau kapal dengan muatan khusus. Pilihan ini membantu Anda menentukan pendidikan dan sertifikat yang perlu dipersiapkan.
2. Pilih Lembaga Pendidikan atau Pelatihan yang Diakui
Selanjutnya, cari sekolah pelayaran atau lembaga pelatihan yang memenuhi ketentuan pemerintah. Periksa program pendidikan, status pengakuan, fasilitas praktik, dan jalur sertifikasi sebelum mendaftar.
3. Ikuti Pelatihan dan Penuhi Persyaratan Sertifikat
Setelah memilih jalur pendidikan, ikuti pelatihan sesuai kompetensi yang ingin dicapai. Pastikan Anda memahami jenis sertifikat keahlian, sertifikat keterampilan, serta persyaratan masa layar yang berlaku untuk jabatan tujuan.
4. Siapkan Buku Pelaut dan Dokumen Pendukung
Berikutnya, lengkapi dokumen kepelautan sesuai prosedur resmi. Anda dapat memeriksa persyaratan Buku Pelaut melalui portal Kementerian Perhubungan agar dokumen yang disiapkan sesuai ketentuan.
Baca Juga : Gaji Pelaut Berdasarkan Jabatan dan Jenis Kapal
5. Cari Lowongan dari Perusahaan yang Terpercaya
Setelah memenuhi persyaratan, mulailah mencari lowongan dari perusahaan pelayaran atau penyedia penempatan awak kapal yang dapat diverifikasi. Periksa identitas perusahaan, rincian kontrak, jabatan, gaji, biaya perekrutan, dan ketentuan keberangkatan.
Selain itu, hindari membayar biaya yang tidak jelas atau menyerahkan dokumen asli tanpa prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan melakukan pemeriksaan tersebut, Anda dapat mengurangi risiko penipuan rekrutmen.
Peraturan dan Sertifikasi yang Perlu Diperhatikan
Persyaratan kepelautan mengikuti ketentuan nasional dan standar internasional yang berlaku. Di Indonesia, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 26 Tahun 2022 mengatur penyelenggaraan pendidikan dan sertifikasi kepelautan, termasuk jenis sertifikat keahlian, sertifikat keterampilan, dan sertifikat pengukuhan.
Selain itu, standar STCW menjadi salah satu acuan internasional untuk pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan dinas jaga pelaut. Namun, penerapan persyaratan tetap bergantung pada jabatan, jenis kapal, ukuran kapal, wilayah pelayaran, dan ketentuan yang berlaku.
Karena regulasi dapat mengalami perubahan, calon pelaut sebaiknya memeriksa informasi melalui JDIH Kementerian Perhubungan dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Dengan merujuk sumber resmi, Anda dapat menghindari penggunaan informasi persyaratan yang sudah tidak sesuai.
Baca Juga : Cara Melamar Kerja sebagai Pelaut Sesuai Jabatan
Syarat menjadi pelaut berdasarkan jabatan berbeda-beda sesuai tanggung jawab dan kompetensi yang diperlukan. Kadet perlu mempersiapkan pendidikan serta praktik laut, sedangkan rating harus memenuhi keterampilan sesuai bagian kerja. Sementara itu, mualim dan masinis memerlukan sertifikat keahlian nautika atau teknika pada tingkat yang sesuai.
Di sisi lain, jabatan seperti nakhoda dan chief engineer membutuhkan kualifikasi yang lebih tinggi, pengalaman berlayar, serta kemampuan memimpin operasional kapal. Pelaut tanker dan perwira teknik elektro juga perlu memperhatikan kompetensi khusus sesuai bidangnya. Oleh karena itu, langkah terbaik adalah menentukan jabatan yang ingin dicapai, memilih jalur pendidikan yang diakui, memenuhi persyaratan sertifikasi, dan menyiapkan dokumen kepelautan sejak awal. Dengan persiapan yang tepat, calon pelaut dapat membangun karier secara bertahap sekaligus mendukung keselamatan dan profesionalisme dalam industri pelayaran.
Konsultasi Pelaut Sekarang!