Perbedaan Jabatan Pelaut di Kapal Niaga, Tanker, Pesiar

Nisa

Updated on:

Perbedaan Jabatan Pelaut di Kapal Niaga, Tanker, Pesiar
Direktur Utama Jangkar Groups

Dunia pelayaran memiliki berbagai jenis kapal dengan fungsi, sistem operasional, dan kebutuhan tenaga kerja yang berbeda. Oleh karena itu, jabatan pelaut di kapal niaga, tanker, dan pesiar juga mempunyai karakteristik tersendiri. Perbedaan Jabatan Pelaut di Kapal Setiap jenis kapal membutuhkan kru yang memiliki keterampilan, sertifikat, serta tanggung jawab sesuai dengan bidang pekerjaannya.

Bagi calon pelaut yang ingin berkarier di industri maritim, memahami perbedaan jabatan tersebut merupakan langkah penting sebelum melamar pekerjaan. Selain membantu menentukan posisi yang sesuai, pemahaman ini juga memudahkan calon pelaut mempersiapkan dokumen, sertifikat kompetensi, dan pengalaman kerja yang di butuhkan.

Di sisi lain, setiap jenis kapal menawarkan peluang karier yang berbeda. Kapal niaga lebih berfokus pada pengangkutan barang, kapal tanker menangani muatan cair atau gas tertentu, sedangkan kapal pesiar mengutamakan pelayanan penumpang sekaligus keselamatan pelayaran. Dengan demikian, pemilihan jenis kapal perlu di sesuaikan dengan keahlian, minat, dan tujuan karier masing-masing pelaut.

Baca Juga : Daftar Jabatan Pelaut dan Tugasnya di Kapal Lengkap

Apa Itu Jabatan Pelaut?

Jabatan pelaut adalah posisi pekerjaan yang di emban seseorang selama bertugas di atas kapal. Setiap jabatan mempunyai tugas, wewenang, dan tanggung jawab tertentu untuk memastikan kegiatan pelayaran berjalan dengan aman dan efisien.

Secara umum, struktur jabatan di kapal terbagi menjadi beberapa departemen, yaitu departemen dek, departemen mesin, serta departemen pelayanan atau hotel pada kapal yang menyediakan layanan penumpang. Namun, pembagian tersebut dapat berbeda sesuai dengan jenis, ukuran, dan kebutuhan operasional kapal.

Sebagai contoh, perwira dek bertanggung jawab terhadap navigasi dan pengoperasian kapal. Sementara itu, perwira mesin mengawasi sistem penggerak dan peralatan teknis. Adapun kru pelayanan pada kapal pesiar menangani kebutuhan penumpang, mulai dari akomodasi hingga makanan dan minuman.

Dengan memahami struktur tersebut, calon pelaut dapat menentukan bidang pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan sertifikasi yang di miliki.

Baca Juga : Daftar Jabatan Pelaut di Bagian Deck dan Tugasnya

Jabatan Pelaut di Kapal Niaga

Kapal niaga merupakan kapal yang di gunakan untuk mengangkut barang, komoditas, atau muatan komersial lainnya. Jenisnya mencakup kapal kontainer, kapal kargo curah, kapal general cargo, dan kapal pengangkut kendaraan.

Karena berfokus pada kegiatan pengangkutan barang, jabatan pelaut di kapal niaga umumnya berkaitan dengan navigasi, pemeliharaan mesin, penanganan muatan, dan keselamatan kapal.

1. Nakhoda atau Master

Nakhoda merupakan pemimpin tertinggi di atas kapal. Ia bertanggung jawab terhadap keselamatan kapal, kru, muatan, serta pelaksanaan pelayaran sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Selain itu, nakhoda mengoordinasikan kegiatan operasional bersama para perwira dan memastikan kapal berlayar sesuai rencana. Dalam situasi darurat, nakhoda juga memimpin pengambilan keputusan untuk melindungi seluruh orang di atas kapal.

2. Mualim I atau Chief Officer

Mualim I bertanggung jawab membantu nakhoda dalam pengoperasian kapal, khususnya dalam urusan departemen dek dan penanganan muatan.

Pada kapal niaga, tugasnya dapat meliputi penyusunan rencana pemuatan, pengawasan bongkar muat, pemeriksaan peralatan keselamatan, serta pengaturan pekerjaan kru dek. Selain itu, mualim I biasanya menjadi perwira senior yang menggantikan nakhoda ketika di perlukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga : Daftar Jabatan Pelaut Bagian Mesin dan Tugasnya

3. Mualim II atau Second Officer

Mualim II umumnya menangani perencanaan navigasi, publikasi nautika, serta pemeliharaan peta dan dokumen navigasi. Ia juga melaksanakan tugas jaga anjungan sesuai jadwal yang di tetapkan.

Dengan demikian, posisi ini memegang peranan penting dalam membantu kapal mencapai tujuan secara aman dan tepat.

4. Mualim III atau Third Officer

Mualim III bertugas melaksanakan jaga navigasi serta menangani tanggung jawab tertentu terkait peralatan keselamatan dan perlengkapan darurat. Pembagian tugasnya mengikuti sistem kerja dan prosedur yang berlaku di kapal.

Meskipun berada di bawah mualim I dan mualim II dalam hierarki perwira dek, posisi ini tetap membutuhkan kompetensi profesional dan pemahaman terhadap prosedur keselamatan.

5. Kepala Kamar Mesin atau Chief Engineer

Kepala kamar mesin merupakan pemimpin departemen mesin. Ia bertanggung jawab terhadap pengoperasian, pemeliharaan, dan keandalan mesin utama, generator, serta berbagai sistem teknis kapal.

Selain mengawasi kondisi permesinan, kepala kamar mesin mengatur pekerjaan anggota departemen mesin agar seluruh peralatan dapat berfungsi dengan baik selama pelayaran.

Baca Juga : Daftar Jabatan Pelaut Bagian Catering dan Hotel Kapal

6. Perwira Mesin dan Rating

Departemen mesin juga memiliki jabatan seperti Second Engineer, Third Engineer, serta rating mesin. Tugas mereka mencakup pemantauan mesin, perawatan peralatan, pemeriksaan sistem pendukung, dan perbaikan sesuai tingkat kompetensi masing-masing.

Sementara itu, kru dek seperti Able Seafarer Deck atau juru mudi membantu kegiatan jaga, perawatan dek, serta pekerjaan tambat dan lepas tambat. Oiler dan rating mesin lainnya membantu pekerjaan operasional di kamar mesin sesuai tugas yang di berikan.

Jabatan Pelaut di Kapal Tanker

Kapal tanker di rancang untuk mengangkut muatan cair atau gas dalam jumlah besar. Contohnya meliputi tanker minyak, tanker produk minyak, tanker kimia, dan kapal pengangkut gas cair.

Di bandingkan kapal niaga yang mengangkut muatan umum, tanker memerlukan perhatian khusus terhadap keselamatan muatan, pencegahan pencemaran, pengendalian kebakaran, serta risiko paparan bahan berbahaya.

Oleh sebab itu, pelaut yang bekerja di kapal tanker dapat memerlukan pelatihan dan sertifikasi khusus sesuai jenis muatan, jabatan, dan tanggung jawabnya.

1. Nakhoda Tanker

Nakhoda tanker memimpin seluruh kegiatan pelayaran sekaligus memastikan penanganan muatan di lakukan berdasarkan prosedur keselamatan yang berlaku.

Selain menjalankan tanggung jawab umum sebagai pemimpin kapal, nakhoda perlu memahami risiko operasional tanker. Risiko tersebut dapat mencakup kebakaran, ledakan, paparan zat berbahaya, serta pencemaran laut.

Baca Juga : Urutan Jabatan Pelaut dari Pemula sampai Nakhoda

2. Mualim I atau Chief Officer Tanker

Pada kapal tanker, mualim I mempunyai tanggung jawab penting dalam pengelolaan muatan. Tugasnya dapat mencakup perencanaan pemuatan, pengawasan proses transfer muatan, pemeriksaan tangki, serta koordinasi dengan terminal.

Di samping itu, mualim I memastikan prosedur keselamatan muatan di laksanakan dengan benar. Ia juga mengawasi kesiapan peralatan yang di gunakan selama kegiatan pemuatan dan pembongkaran.

3. Perwira Dek Tanker

Mualim II dan mualim III tetap menjalankan tugas navigasi serta jaga anjungan. Namun, mereka juga dapat menerima tanggung jawab tambahan yang berkaitan dengan kesiapan peralatan keselamatan, dokumentasi, dan kegiatan operasional tanker.

Pembagian tugas tersebut bergantung pada prosedur perusahaan, jenis tanker, serta susunan kru di kapal.

4. Chief Engineer dan Perwira Mesin Tanker

Kepala kamar mesin dan perwira mesin bertanggung jawab terhadap sistem penggerak kapal, generator, pompa, serta peralatan teknis lainnya.

Pada kapal tanker tertentu, sistem pompa dan peralatan pendukung muatan memerlukan perhatian khusus. Oleh karena itu, kru mesin harus memahami prosedur operasional yang relevan dan berkoordinasi dengan departemen dek ketika diperlukan.

Baca Juga : Syarat Menjadi Pelaut Berdasarkan Jabatan

5. Pumpman

Pada jenis tanker tertentu, khususnya tanker minyak atau produk, terdapat jabatan pumpman. Posisi ini berkaitan dengan pengoperasian dan pemeliharaan sistem pompa serta peralatan penanganan muatan.

Pumpman membantu memastikan proses transfer muatan berlangsung sesuai prosedur. Namun, keberadaan jabatan ini tidak selalu sama pada semua kapal tanker karena bergantung pada desain kapal dan sistem kerja perusahaan.

6. Rating Dek dan Kru Pendukung Muatan

Rating dek pada kapal tanker melaksanakan pekerjaan perawatan, jaga, tambat, serta membantu kegiatan penanganan muatan sesuai kewenangan dan pelatihannya.

Selain itu, seluruh kru yang mempunyai tugas terkait muatan berbahaya harus memahami prosedur keselamatan yang sesuai. Persyaratan pelatihan dan sertifikatnya ditentukan oleh peraturan yang berlaku serta jenis tugas yang dijalankan.

Jabatan Pelaut di Kapal Pesiar

Kapal pesiar atau cruise ship merupakan kapal penumpang yang menyediakan perjalanan wisata sekaligus berbagai fasilitas hiburan, akomodasi, dan pelayanan. Karena itu, struktur tenaga kerjanya biasanya lebih luas dibandingkan kapal niaga pada umumnya.

Kapal pesiar mempunyai departemen dek dan mesin seperti kapal lainnya. Akan tetapi, kapal ini juga memiliki departemen hotel yang mencakup restoran, dapur, kebersihan, layanan tamu, hiburan, dan fasilitas rekreasi.

Dengan demikian, peluang kerja di kapal pesiar tidak hanya tersedia bagi pelaut yang memiliki kompetensi nautika atau teknika, tetapi juga bagi tenaga profesional di bidang perhotelan dan pelayanan.

Baca Juga : Sertifikat Pelaut yang Dibutuhkan untuk Setiap Jabatan

1. Captain atau Nakhoda

Captain bertanggung jawab terhadap keselamatan pelayaran, navigasi, kepatuhan terhadap peraturan, serta pengoperasian kapal secara keseluruhan.

Selain mengoordinasikan para perwira, captain juga memastikan keselamatan penumpang dan kru. Dalam keadaan darurat, ia memimpin tindakan yang diperlukan berdasarkan prosedur keselamatan kapal.

2. Staff Captain

Pada kapal pesiar berukuran besar, dapat ditemukan posisi Staff Captain atau perwira senior yang membantu captain dalam pengelolaan operasional kapal.

Tanggung jawabnya dapat mencakup koordinasi departemen dek, pengawasan disiplin operasional, dan pelaksanaan prosedur keselamatan. Namun, struktur jabatan dan pembagian wewenangnya dapat berbeda antarperusahaan.

3. Chief Officer dan Perwira Dek

Perwira dek menjalankan tugas navigasi, jaga anjungan, pemeliharaan peralatan keselamatan, serta pengawasan kegiatan dek.

Meskipun kapal pesiar lebih dikenal sebagai sarana wisata, standar navigasi dan keselamatan tetap menjadi prioritas. Oleh karena itu, perwira dek harus memenuhi persyaratan kompetensi sesuai jabatan yang diemban.

Baca Juga : Dokumen Pelaut Wajib Disiapkan Sebelum Bekerja di Kapal

4. Chief Engineer dan Kru Mesin

Departemen mesin bertanggung jawab terhadap mesin penggerak, pembangkit listrik, sistem pendingin, serta berbagai fasilitas teknis kapal.

Pada kapal pesiar, keandalan sistem teknis sangat penting karena banyak fasilitas penumpang bergantung pada pasokan listrik, pendingin udara, air bersih, dan sistem pendukung lainnya. Dengan demikian, pekerjaan kru mesin mencakup kebutuhan pelayaran sekaligus dukungan teknis untuk fasilitas hotel.

5. Hotel Director

Hotel Director merupakan pimpinan departemen hotel pada kapal pesiar tertentu. Ia mengawasi pelayanan penumpang, akomodasi, restoran, kebersihan, dan kegiatan pendukung lainnya.

Selain memastikan kualitas layanan, Hotel Director mengoordinasikan manajer setiap bagian agar operasional pelayanan berjalan lancar selama perjalanan.

6. Chef, Waiter, dan Housekeeping

Bagian pelayanan kapal pesiar memiliki berbagai jabatan, seperti chef, cook, waiter, bartender, cabin steward, serta petugas housekeeping.

Chef dan cook menyiapkan makanan sesuai standar dapur. Sementara itu, waiter melayani kebutuhan makan dan minum penumpang, sedangkan housekeeping menjaga kebersihan kabin serta area yang menjadi tanggung jawabnya.

Berbeda dengan jabatan perwira dek dan mesin, posisi tersebut umumnya berfokus pada keterampilan pelayanan, pengolahan makanan, kebersihan, dan pengalaman pelanggan. Meskipun demikian, kru tetap harus mengikuti pelatihan keselamatan kapal yang diwajibkan untuk tugasnya.

Baca Juga : Gaji Pelaut Berdasarkan Jabatan dan Jenis Kapal

7. Petugas Hiburan dan Rekreasi

Kapal pesiar juga dapat mempekerjakan tenaga hiburan, instruktur kebugaran, petugas aktivitas anak, serta staf rekreasi lainnya.

Tugas mereka adalah mendukung pengalaman wisata penumpang melalui kegiatan hiburan dan pelayanan. Persyaratan pendidikan, pengalaman, dan sertifikat bergantung pada posisi serta kebijakan perusahaan pelayaran.

Tabel Perbedaan Jabatan Pelaut di Kapal Niaga, Tanker, dan Pesiar

Untuk memudahkan pemahaman, berikut perbandingan utama antara ketiga jenis kapal tersebut.

AspekKapal NiagaKapal TankerKapal Pesiar
Fungsi utamaMengangkut barang atau komoditasMengangkut muatan cair atau gas tertentuMengangkut penumpang untuk wisata dan perjalanan
Fokus departemen dekNavigasi dan penanganan muatan umumNavigasi, penanganan muatan khusus, dan pencegahan pencemaranNavigasi, keselamatan, dan operasional penumpang
Fokus departemen mesinPengoperasian dan perawatan mesin kapalMesin kapal dan sistem teknis pendukung muatanMesin kapal dan sistem pendukung fasilitas penumpang
Jabatan khasPerwira dek, perwira mesin, rating dek dan mesinPerwira tanker, kru penanganan muatan, pumpman pada kapal tertentuHotel Director, chef, waiter, housekeeping, dan staf rekreasi
Risiko utamaBahaya navigasi, cuaca, dan penanganan muatanRisiko muatan berbahaya, kebakaran, ledakan, dan pencemaranKeselamatan pelayaran, pengelolaan penumpang, serta risiko operasional kapal
Kompetensi tambahanSesuai jabatan dan jenis muatanPelatihan khusus tanker sesuai tugas dan jenis muatanKompetensi maritim atau pelayanan sesuai posisi

Berdasarkan tabel tersebut, perbedaan utama bukan sekadar nama jabatan. Lingkungan kerja, tanggung jawab, jenis muatan, dan kebutuhan pelayanan turut menentukan susunan kru pada setiap kapal.

Perbedaan Persyaratan dan Sertifikat Pelaut

Perbedaan Persyaratan dan Sertifikat Pelaut

Persyaratan kerja merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan sebelum memilih jenis kapal. Pada dasarnya, pelaut harus memenuhi ketentuan kompetensi, kesehatan, keselamatan, dan dokumen pelayaran yang berlaku untuk jabatan yang dilamar.

1. Persyaratan Kapal Niaga

Pelaut yang ingin bekerja di kapal niaga perlu menyesuaikan sertifikat kompetensi dengan jabatan yang dituju. Persyaratan dapat mencakup sertifikat keahlian atau keterampilan pelaut, buku pelaut, sertifikat kesehatan, serta pelatihan keselamatan yang diwajibkan.

Namun, kebutuhan dokumen setiap posisi tidak selalu sama. Calon perwira, misalnya, memiliki persyaratan kompetensi yang berbeda dari rating dek atau rating mesin.

2. Persyaratan Kapal Tanker

Selain memenuhi persyaratan dasar sebagai pelaut, personel yang mempunyai tugas terkait muatan tanker mungkin diwajibkan mengikuti pelatihan khusus sesuai jenis tanker dan tanggung jawabnya.

Ketentuan tersebut dapat berbeda untuk tanker minyak, tanker kimia, dan kapal pengangkut gas cair. Oleh karena itu, calon pelaut sebaiknya memastikan jenis pelatihan dan sertifikat yang diminta oleh perusahaan serta peraturan yang berlaku sebelum mengajukan lamaran.

Baca Juga : Cara Melamar Kerja sebagai Pelaut Sesuai Jabatan

3. Persyaratan Kapal Pesiar

Persyaratan kapal pesiar bergantung pada departemen yang dituju. Perwira dek dan mesin harus memenuhi standar kompetensi maritim untuk jabatan masing-masing.

Sementara itu, calon kru hotel biasanya perlu menunjukkan pengalaman atau keterampilan yang relevan, seperti pelayanan restoran, memasak, housekeeping, atau pengelolaan tamu. Selain persyaratan pekerjaan, kru juga harus memenuhi ketentuan keselamatan, pemeriksaan kesehatan, dan dokumen perjalanan yang berlaku.

Dengan memeriksa persyaratan sejak awal, calon pelaut dapat menghindari kekurangan dokumen saat proses perekrutan.

Mana yang Lebih Cocok untuk Karier Pelaut?

Pilihan kapal yang tepat bergantung pada minat, pendidikan, pengalaman, dan tujuan karier. Setiap jenis kapal menawarkan lingkungan kerja yang berbeda sehingga calon pelaut perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum mengambil keputusan.

Kapal Niaga untuk Karier Operasional Kargo

Kapal niaga dapat menjadi pilihan bagi pelaut yang tertarik pada navigasi, pengoperasian mesin, serta kegiatan pengangkutan barang. Pengalaman pada jenis kapal ini juga dapat membantu pelaut mengembangkan keterampilan dalam pengelolaan muatan dan operasional pelayaran.

Kapal Tanker untuk Keahlian Khusus

Kapal tanker dapat dipertimbangkan oleh pelaut yang ingin mengembangkan kompetensi dalam penanganan muatan cair atau gas. Akan tetapi, pekerjaan ini menuntut pemahaman prosedur keselamatan yang ketat dan pemenuhan pelatihan khusus sesuai tugas.

Karena itu, calon pelaut perlu mempersiapkan diri dengan serius sebelum memilih jalur karier tanker.

Kapal Pesiar untuk Bidang Maritim dan Pelayanan

Kapal pesiar cocok bagi pelaut yang ingin bekerja pada departemen dek atau mesin, maupun bagi tenaga profesional yang mempunyai keterampilan perhotelan dan pelayanan.

Selain kompetensi pekerjaan, kemampuan berkomunikasi, kerja sama tim, dan pelayanan pelanggan dapat menjadi nilai tambah bagi posisi yang berhubungan langsung dengan penumpang.

Tips Memilih Jabatan Pelaut yang Tepat

Agar dapat menentukan posisi secara lebih terarah, calon pelaut sebaiknya melakukan beberapa langkah berikut.

  1. Kenali latar belakang pendidikan. Pendidikan dan pelatihan yang telah ditempuh dapat membantu menentukan pilihan antara departemen dek, mesin, atau pelayanan.
  2. Periksa sertifikat kompetensi. Pastikan sertifikat yang dimiliki sesuai dengan jabatan dan jenis kapal yang dituju.
  3. Pertimbangkan pengalaman kerja. Pengalaman di kapal tertentu dapat menjadi persyaratan atau keunggulan ketika melamar posisi serupa.
  4. Pelajari karakteristik pekerjaan. Setiap kapal memiliki tanggung jawab, risiko, dan lingkungan kerja yang berbeda.
  5. Periksa persyaratan perusahaan. Baca informasi lowongan secara teliti agar mengetahui dokumen, pengalaman, kemampuan bahasa, dan pelatihan yang diperlukan.
  6. Pastikan proses perekrutan dapat dipercaya. Periksa identitas perusahaan atau agen penempatan, kejelasan kontrak, rincian biaya, dan ketentuan pekerjaan sebelum menyetujui penawaran.

Melalui langkah-langkah tersebut, calon pelaut dapat memilih jabatan berdasarkan kemampuan dan kebutuhan karier, bukan hanya berdasarkan perkiraan penghasilan atau popularitas suatu jenis kapal.

Perbedaan jabatan pelaut di kapal niaga, tanker, dan pesiar terletak pada fungsi kapal, karakteristik muatan, lingkungan kerja, serta kebutuhan operasional. Kapal niaga berfokus pada pengangkutan barang, sedangkan kapal tanker memerlukan perhatian khusus terhadap keselamatan penanganan muatan cair atau gas. Sebaliknya, kapal pesiar menggabungkan kegiatan pelayaran dengan pelayanan penumpang dan operasional hotel.

Meskipun demikian, ketiga jenis kapal tetap membutuhkan tenaga profesional yang kompeten, disiplin, dan memahami keselamatan kerja. Jabatan seperti nakhoda, perwira dek, kepala kamar mesin, dan kru mesin memiliki fungsi penting pada berbagai jenis kapal, sedangkan jabatan khusus seperti pumpman atau Hotel Director hanya tersedia pada kapal tertentu sesuai struktur operasionalnya. Oleh sebab itu, calon pelaut sebaiknya memilih jalur karier berdasarkan pendidikan, sertifikat, pengalaman, dan minat pribadi. Dengan persiapan yang tepat, peluang untuk membangun karier di industri pelayaran dapat dikembangkan secara lebih terarah.

Konsultasi Pelaut Sekarang!

Avatar photo
Nisa