Sertifikat Pelaut yang Dibutuhkan untuk Setiap Jabatan

Nisa

Sertifikat Pelaut yang Dibutuhkan untuk Setiap Jabatan
Direktur Utama Jangkar Groups

Bekerja di kapal niaga, kapal penumpang, kapal tanker, maupun kapal pendukung lepas pantai membutuhkan keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan tanggung jawab setiap jabatan. Sertifikat Pelaut yang Dibutuhkan Oleh karena itu, sertifikat pelaut menjadi salah satu dokumen penting yang perlu dipersiapkan oleh calon pelaut maupun pelaut berpengalaman sebelum bekerja di atas kapal.

Selain berfungsi sebagai bukti kompetensi, sertifikat pelaut membantu perusahaan pelayaran memastikan bahwa setiap awak kapal memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan tugasnya. Namun, setiap jabatan memiliki persyaratan yang berbeda. Sebagai contoh, seorang nakhoda membutuhkan sertifikat kompetensi tertentu, sedangkan juru masak kapal memiliki persyaratan yang berbeda dari perwira mesin.

Dengan demikian, pelaut perlu memahami jenis sertifikat yang sesuai dengan jabatan, ukuran kapal, wilayah pelayaran, serta jenis operasi kapal. Selanjutnya, pemahaman tersebut dapat membantu pelaut merencanakan pendidikan, pelatihan, dan pengembangan karier secara lebih terarah.

Baca Juga : Daftar Jabatan Pelaut dan Tugasnya di Kapal Lengkap

Apa Itu Sertifikat Pelaut?

Sertifikat pelaut merupakan dokumen yang membuktikan bahwa seseorang telah memenuhi kompetensi atau persyaratan tertentu untuk menjalankan tugas di kapal. Penerbitan dan pengakuan sertifikat mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk regulasi nasional dan standar internasional apabila persyaratan tersebut berlaku bagi kapal yang bersangkutan.

Secara umum, sertifikat pelaut terbagi menjadi sertifikat kompetensi dan sertifikat keterampilan.

1. Sertifikat Kompetensi Pelaut

Sertifikat kompetensi atau Certificate of Competency (CoC) menunjukkan bahwa seorang pelaut memiliki kualifikasi untuk menjalankan fungsi dan tanggung jawab tertentu di kapal. Maka Sertifikat ini sangat penting bagi jabatan perwira dek dan perwira mesin.

Sebagai contoh, perwira dek membutuhkan kualifikasi sesuai tingkat tanggung jawab navigasinya. Sementara itu, perwira mesin membutuhkan sertifikat yang sesuai dengan tugas pengoperasian dan pemeliharaan mesin kapal.

2. Sertifikat Keterampilan Pelaut

Sertifikat keterampilan atau Certificate of Proficiency (CoP) membuktikan bahwa pelaut telah mengikuti pelatihan dan memenuhi kompetensi khusus. Jenis sertifikat ini dapat mencakup keselamatan dasar, penanganan muatan tertentu, pertolongan pertama, serta pelatihan khusus sesuai jenis kapal dan tugas awak kapal.

Selain sertifikat kompetensi dan keterampilan, pelaut juga perlu memperhatikan buku pelaut, dokumen kesehatan, serta dokumen lain yang di persyaratkan oleh perusahaan dan otoritas terkait.

Baca Juga : Daftar Jabatan Pelaut di Bagian Deck dan Tugasnya

Sertifikat Pelaut yang Di butuhkan untuk Setiap Jabatan

Setiap jabatan di kapal memiliki tanggung jawab yang berbeda. Oleh sebab itu, kebutuhan sertifikat juga bergantung pada fungsi kerja, ukuran kapal, daya mesin, jenis muatan, dan wilayah pelayaran.

1. Nakhoda Kapal

Nakhoda merupakan pemimpin tertinggi di kapal yang bertanggung jawab atas keselamatan pelayaran, awak kapal, penumpang, dan muatan. Selain itu, nakhoda mengawasi operasional kapal serta memastikan pelayaran berjalan sesuai peraturan.

Sertifikat yang umumnya di perlukan meliputi:

  • Sertifikat kompetensi Ahli Nautika sesuai tingkat dan batas kewenangan kapal.
  • Sertifikat keselamatan dasar atau Basic Safety Training (BST) yang masih memenuhi ketentuan.
  • Sertifikat pelatihan keselamatan dan keterampilan lain sesuai jenis kapal serta tanggung jawabnya.
  • Sertifikat kesehatan pelaut dan dokumen pendukung sesuai persyaratan yang berlaku.

Untuk mencapai jabatan nakhoda, pelaut biasanya harus memenuhi persyaratan pendidikan, pengalaman berlayar, masa layar, dan sertifikasi lanjutan. Dengan demikian, sertifikat yang di butuhkan tidak hanya bergantung pada nama jabatan, tetapi juga pada ukuran serta karakteristik kapal.

2. Mualim I atau Chief Officer

Mualim I bertugas membantu nakhoda dalam mengelola operasional dek, mengawasi penanganan muatan, dan menjaga stabilitas kapal. Selain itu, jabatan ini memiliki tanggung jawab penting dalam pengawasan keselamatan awak kapal.

Sertifikat yang biasanya di butuhkan meliputi:

  • Sertifikat kompetensi Ahli Nautika dengan tingkat yang sesuai untuk jabatan tersebut.
  • Sertifikat keselamatan dasar.
  • Sertifikat pelatihan keselamatan lanjutan sesuai persyaratan jabatan.
  • Sertifikat khusus untuk kapal tanker atau jenis kapal tertentu apabila di perlukan.

Selanjutnya, pelaut perlu memastikan bahwa sertifikat kompetensinya memberikan kewenangan untuk bertugas sebagai Mualim I pada kapal yang di tuju. Persyaratan rinci dapat berbeda berdasarkan tonase kapal dan ketentuan pelayaran.

Baca Juga : Daftar Jabatan Pelaut Bagian Mesin dan Tugasnya

3. Mualim II atau Second Officer

Mualim II biasanya menangani perencanaan pelayaran, peta laut, publikasi navigasi, serta tugas jaga navigasi. Selain itu, perwira ini membantu menjaga ketepatan informasi navigasi selama kapal beroperasi.

Sertifikat yang di perlukan umumnya meliputi:

  • Sertifikat kompetensi Ahli Nautika sesuai tingkat jabatan.
  • Sertifikat keselamatan dasar.
  • Sertifikat keterampilan keselamatan yang di wajibkan.
  • Sertifikat tambahan sesuai jenis kapal dan penugasan.

Karena Mualim II berperan dalam perencanaan pelayaran, kompetensi navigasi menjadi aspek utama. Oleh karena itu, pelaut perlu memeriksa kesesuaian sertifikat dengan jabatan dan batas kewenangan yang berlaku.

4. Mualim III atau Third Officer

Mualim III umumnya menjalankan tugas jaga navigasi serta membantu pengelolaan perlengkapan keselamatan kapal. Di samping itu, jabatan ini dapat mencakup pemeriksaan peralatan keselamatan sesuai pembagian tanggung jawab di kapal.

Sertifikat yang biasanya di butuhkan antara lain:

  • Sertifikat kompetensi Ahli Nautika pada tingkat yang sesuai.
  • Sertifikat keselamatan dasar.
  • Sertifikat keterampilan terkait keselamatan sesuai ketentuan.
  • Sertifikat tambahan untuk jenis kapal khusus apabila di wajibkan.

Meskipun berada pada tingkat perwira yang lebih awal, Mualim III tetap harus memenuhi standar kompetensi dan keselamatan. Dengan persiapan yang tepat, pelaut dapat membangun pengalaman untuk melanjutkan karier ke tingkat perwira berikutnya.

Baca Juga : Daftar Jabatan Pelaut Bagian Catering dan Hotel Kapal

5. Kepala Kamar Mesin atau Chief Engineer

Kepala kamar mesin bertanggung jawab atas pengoperasian, pemeliharaan, dan keselamatan sistem permesinan kapal. Selain itu, jabatan ini mengawasi pekerjaan awak mesin dan memastikan mesin utama serta mesin bantu bekerja dengan baik.

Sertifikat yang umumnya diperlukan meliputi:

  • Sertifikat kompetensi Ahli Teknika sesuai tingkat tanggung jawab dan karakteristik mesin kapal.
  • Sertifikat keselamatan dasar.
  • Sertifikat keterampilan keselamatan lanjutan sesuai persyaratan jabatan.
  • Sertifikat khusus sesuai jenis kapal atau sistem permesinan apabila di persyaratkan.

Untuk menjadi Kepala Kamar Mesin, pelaut harus memenuhi persyaratan kompetensi, pengalaman, dan masa layar yang berlaku. Dengan demikian, sertifikat pada tingkat awal tidak otomatis memberikan kewenangan untuk menduduki jabatan tertinggi di bagian mesin.

6. Masinis I atau First Engineer

Masinis I membantu Kepala Kamar Mesin dalam mengawasi operasional mesin serta mengatur pekerjaan teknis di kamar mesin. Selain itu, jabatan ini berperan dalam pemeliharaan mesin utama, generator, pompa, dan sistem pendukung kapal.

Sertifikat yang di perlukan biasanya mencakup:

  • Sertifikat kompetensi Ahli Teknika sesuai tingkat jabatan.
  • Sertifikat keselamatan dasar.
  • Sertifikat pelatihan keselamatan lanjutan sesuai persyaratan.
  • Sertifikat tambahan berdasarkan jenis kapal dan tanggung jawab teknis.

Sebelum menerima penugasan, pelaut perlu memastikan bahwa tingkat sertifikat Ahli Teknika sesuai dengan kapasitas mesin dan kewenangan yang di butuhkan. Hal ini penting agar pelaut dapat menjalankan tugas secara sah dan kompeten.

7. Masinis II dan Masinis III

Masinis II dan Masinis III menjalankan tugas pemeliharaan, pemeriksaan, serta pengoperasian peralatan mesin sesuai pembagian kerja di kapal. Selain itu, keduanya membantu memastikan sistem permesinan tetap aman dan berfungsi dengan baik.

Sertifikat yang umumnya di perlukan meliputi:

  • Sertifikat kompetensi Ahli Teknika sesuai tingkat jabatan.
  • Sertifikat keselamatan dasar.
  • Sertifikat keterampilan lain sesuai ketentuan.
  • Sertifikat tambahan jika kapal menjalankan operasi khusus.

Namun, persyaratan untuk setiap tingkat masinis tidak selalu sama. Oleh sebab itu, pelaut perlu memeriksa ketentuan sertifikasi berdasarkan daya mesin kapal, fungsi yang di jalankan, dan aturan yang berlaku.

Baca Juga : Urutan Jabatan Pelaut dari Pemula sampai Nakhoda

8. Juru Mudi atau Able Seafarer Deck

Juru mudi bertugas membantu pelaksanaan jaga navigasi, mengendalikan kemudi sesuai instruksi, serta melaksanakan pekerjaan dek. Sementara itu, pelaut pada tingkat Able Seafarer Deck dapat memiliki tanggung jawab yang lebih luas sesuai kompetensi dan penugasan.

Sertifikat yang mungkin di perlukan meliputi:

  • Sertifikat keterampilan dasar keselamatan.
  • Sertifikat keterampilan rating dek sesuai tugas dan persyaratan.
  • Sertifikat pengamanan kapal sesuai kewajiban yang berlaku.
  • Sertifikat tambahan berdasarkan jenis kapal dan penugasan.

Untuk jabatan rating dek, persyaratan dapat mencakup pelatihan, pengalaman, dan masa layar tertentu. Dengan demikian, calon pelaut perlu membedakan persyaratan untuk juru mudi, rating dek, dan Able Seafarer Deck.

9. Juru Minyak atau Oiler

Juru minyak atau oiler bekerja di bagian mesin dan membantu pengawasan peralatan, pelumasan, serta pemeliharaan rutin. Selain itu, awak mesin pada tingkat rating membantu masinis menjaga kebersihan dan keamanan area kerja.

Sertifikat yang umumnya di butuhkan meliputi:

  • Sertifikat keselamatan dasar.
  • Sertifikat keterampilan rating mesin sesuai fungsi pekerjaan.
  • Sertifikat pelatihan tambahan apabila dipersyaratkan oleh kapal atau perusahaan.

Meskipun tugasnya berada pada tingkat operasional, oiler tetap harus memahami prosedur keselamatan kerja. Oleh karena itu, pelaut perlu memastikan bahwa pelatihan dan sertifikatnya sesuai dengan pekerjaan yang akan dijalankan.

Baca Juga : Syarat Menjadi Pelaut Berdasarkan Jabatan

10. Juru Masak Kapal atau Cook

Juru masak kapal bertanggung jawab menyiapkan makanan, menjaga kebersihan dapur, dan mengelola bahan makanan untuk awak kapal. Selain itu, juru masak perlu memahami kebersihan pangan dan pencegahan kontaminasi.

Persyaratan yang dapat berlaku meliputi:

  • Pelatihan atau kualifikasi juru masak kapal sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Sertifikat keselamatan dasar apabila diwajibkan untuk penugasan.
  • Sertifikat kesehatan atau dokumen kesehatan yang dipersyaratkan.
  • Pelatihan higiene dan sanitasi makanan apabila diwajibkan.

Persyaratan juru masak dapat berbeda dari persyaratan perwira dek dan mesin. Oleh karena itu, pelaut perlu memeriksa ketentuan perusahaan, jenis kapal, dan regulasi yang mengatur jabatan tersebut sebelum melengkapi dokumen.

11. Awak Kapal Tanker

Kapal tanker mengangkut muatan seperti minyak, bahan kimia, atau gas cair. Karena karakteristik muatannya memiliki risiko khusus, awak kapal tanker dapat memerlukan pelatihan dan sertifikat tambahan.

Sertifikat yang dibutuhkan bergantung pada jenis tanker dan tugas pelaut, antara lain:

  • Sertifikat keselamatan dasar.
  • Sertifikat pelatihan tanker yang sesuai dengan jenis muatan.
  • Sertifikat kompetensi atau keterampilan khusus bagi personel dengan tanggung jawab tertentu.
  • Sertifikat pelatihan lanjutan apabila jabatan dan operasional kapal mewajibkannya.

Sebagai contoh, persyaratan pelatihan untuk tanker minyak tidak selalu sama dengan tanker bahan kimia atau gas cair. Dengan demikian, pelaut harus memastikan bahwa sertifikat tambahannya sesuai dengan jenis kapal dan tanggung jawab yang akan dijalankan.

Baca Juga : Dokumen Pelaut Wajib Disiapkan Sebelum Bekerja di Kapal

12. Awak Kapal Penumpang

Awak kapal penumpang bertugas membantu keselamatan penumpang, pelayanan, dan operasional kapal. Selain sertifikat sesuai jabatan utama, sebagian awak kapal mungkin perlu mengikuti pelatihan khusus terkait keselamatan penumpang.

Sertifikat atau pelatihan yang dapat diperlukan meliputi:

  • Sertifikat keselamatan dasar.
  • Pelatihan pengelolaan kerumunan atau Crowd Management bagi personel yang diwajibkan.
  • Pelatihan keselamatan penumpang dan keselamatan kapal sesuai fungsi kerja.
  • Sertifikat kompetensi khusus sesuai jabatan di bagian dek, mesin, atau pelayanan.

Selanjutnya, perusahaan pelayaran akan menentukan persyaratan berdasarkan tugas awak kapal dan aturan keselamatan yang berlaku. Karena itu, pelaut sebaiknya tidak hanya mengandalkan daftar sertifikat umum saat melamar pekerjaan di kapal penumpang.

Sertifikat Dasar yang Perlu Diperhatikan oleh Pelaut

Sertifikat Dasar yang Perlu Diperhatikan oleh Pelaut

Selain sertifikat sesuai jabatan, ada sejumlah dokumen dan pelatihan yang perlu diperhatikan sebelum bekerja di kapal. Namun, tidak semua dokumen berikut berlaku secara seragam untuk setiap pelaut.

1. Basic Safety Training (BST)

BST merupakan pelatihan keselamatan dasar yang mencakup materi seperti teknik bertahan hidup di laut, pencegahan dan pemadaman kebakaran, pertolongan pertama dasar, serta keselamatan diri dan tanggung jawab sosial. Pelatihan ini menjadi bagian penting dari persiapan banyak awak kapal.

2. Security Awareness atau Pelatihan Keamanan Kapal

Pelatihan keamanan membantu awak kapal memahami ancaman keamanan, prosedur pelaporan, dan tindakan pencegahan. Jenis pelatihan yang diperlukan bergantung pada fungsi dan tanggung jawab keamanan pelaut di kapal.

3. Medical Fitness atau Dokumen Kesehatan Pelaut

Pelaut perlu memenuhi persyaratan kesehatan yang berlaku untuk menjalankan pekerjaan di laut. Oleh sebab itu, pemeriksaan kesehatan dan masa berlaku dokumen harus diperhatikan sebelum keberangkatan.

Baca Juga : Perbedaan Jabatan Pelaut di Kapal Niaga, Tanker, Pesiar

4. Buku Pelaut

Buku pelaut berfungsi sebagai dokumen identitas dan catatan yang berkaitan dengan pekerjaan serta pengalaman berlayar sesuai ketentuan yang berlaku. Meskipun penting, buku pelaut tidak menggantikan sertifikat kompetensi maupun sertifikat keterampilan yang dipersyaratkan.

Cara Mengetahui Sertifikat yang Sesuai dengan Jabatan

Agar tidak salah mengurus dokumen, pelaut sebaiknya mengikuti langkah-langkah berikut.

1. Tentukan Jabatan yang Akan Dilamar

Pertama, tentukan apakah posisi yang dituju termasuk perwira dek, perwira mesin, rating dek, rating mesin, atau awak dengan tugas khusus. Langkah ini membantu mempersempit daftar sertifikat yang diperlukan.

2. Periksa Jenis dan Ukuran Kapal

Selanjutnya, perhatikan jenis kapal, tonase, daya mesin, wilayah pelayaran, serta karakteristik muatannya. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi tingkat sertifikat kompetensi dan pelatihan tambahan yang diwajibkan.

Baca Juga : Gaji Pelaut Berdasarkan Jabatan dan Jenis Kapal

3. Periksa Ketentuan Perusahaan Pelayaran

Setiap perusahaan dapat menetapkan persyaratan administrasi tambahan selama tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku. Karena itu, baca pengumuman lowongan dan tanyakan daftar sertifikat yang wajib tersedia sebelum menandatangani kontrak.

4. Pastikan Sertifikat Masih Berlaku

Kemudian, periksa masa berlaku, keaslian, dan kesesuaian data pada setiap dokumen. Jika sertifikat memerlukan pembaruan atau pelatihan penyegaran, selesaikan proses tersebut melalui lembaga dan jalur resmi yang berwenang.

5. Gunakan Jalur Pengurusan Resmi

Terakhir, urus sertifikat melalui lembaga pendidikan, pelatihan, atau otoritas yang memiliki kewenangan sesuai jenis sertifikat. Selain itu, simpan salinan dokumen dan bukti pengurusan agar lebih mudah saat melamar pekerjaan atau mengikuti pemeriksaan administrasi.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mengurus Sertifikat Pelaut

Beberapa kesalahan administrasi dapat menghambat proses rekrutmen. Oleh karena itu, pelaut sebaiknya menghindari hal-hal berikut:

  • Menganggap semua jabatan kapal membutuhkan sertifikat yang sama.
  • Menggunakan sertifikat yang tidak sesuai dengan tingkat jabatan.
  • Mengabaikan masa berlaku sertifikat atau dokumen kesehatan.
  • Tidak memeriksa kesesuaian data identitas pada dokumen.
  • Mengikuti pelatihan melalui penyelenggara yang tidak memiliki kewenangan.
  • Mengabaikan sertifikat khusus untuk kapal tanker atau kapal penumpang ketika persyaratan tersebut berlaku.

Dengan memeriksa dokumen sejak awal, pelaut dapat mengurangi risiko keterlambatan administrasi dan mempersiapkan diri dengan lebih baik sebelum bekerja.

Baca Juga : Cara Melamar Kerja sebagai Pelaut Sesuai Jabatan

Sertifikat pelaut yang dibutuhkan untuk setiap jabatan bergantung pada fungsi kerja, tingkat tanggung jawab, jenis kapal, ukuran kapal, dan ketentuan yang berlaku. Nakhoda dan perwira dek memerlukan sertifikat kompetensi nautika, sedangkan kepala kamar mesin dan perwira mesin memerlukan sertifikat kompetensi teknika yang sesuai. Sementara itu, rating dek, rating mesin, juru masak, dan awak kapal khusus dapat memiliki persyaratan keterampilan tambahan berdasarkan tugas masing-masing.

Oleh karena itu, pelaut perlu memeriksa persyaratan jabatan sebelum mengikuti pelatihan atau mengurus sertifikat. Dengan dokumen yang sesuai, masih berlaku, dan diterbitkan melalui jalur resmi, pelaut dapat mempersiapkan proses rekrutmen secara lebih tertib dan mendukung pengembangan karier di industri pelayaran.

Konsultasi Pelaut Sekarang!

Avatar photo
Nisa