Profesi pelaut menjadi salah satu pilihan karier yang menarik bagi masyarakat Indonesia karena menawarkan pengalaman kerja internasional dan peluang penghasilan yang kompetitif. Selain itu, pelaut dapat mengembangkan karier melalui pendidikan maritim, pengalaman berlayar, serta peningkatan sertifikat kompetensi. Namun, berapa sebenarnya gaji pelaut berdasarkan jabatan dan jenis kapal?
Pada dasarnya, penghasilan pelaut bergantung pada jabatan, pengalaman kerja, jenis kapal, perusahaan pelayaran, dan wilayah operasional. Oleh karena itu, gaji seorang kapten kapal tentu berbeda dari gaji anak buah kapal (ABK) pemula. Begitu pula, pelaut yang bekerja di kapal tanker internasional dapat menerima kompensasi berbeda dari pelaut yang bertugas di kapal domestik.
Selain gaji pokok, pelaut juga perlu memperhatikan tunjangan, uang lembur, hak cuti, serta ketentuan kontrak kerja. Dengan memahami berbagai faktor tersebut, calon pelaut dapat menentukan jalur karier yang sesuai dengan kemampuan dan target penghasilan mereka.
Baca Juga : Daftar Jabatan Pelaut dan Tugasnya di Kapal Lengkap
Apa Itu Gaji Pelaut?
Gaji pelaut merupakan imbalan yang diterima seseorang atas pekerjaannya di atas kapal, baik untuk pelayaran domestik maupun internasional. Besaran penghasilan tersebut mengikuti jabatan, tanggung jawab, kualifikasi, serta perjanjian kerja antara pelaut dan perusahaan pelayaran.
Secara umum, perusahaan membagi jabatan pelaut ke dalam beberapa kelompok, yaitu departemen dek, departemen mesin, dan bagian pelayanan kapal. Setiap kelompok memiliki tugas berbeda sehingga tingkat tanggung jawab dan struktur gajinya juga tidak sama.
Sebagai contoh, kapten bertanggung jawab atas keselamatan kapal dan seluruh awak, sedangkan chief engineer mengawasi sistem mesin serta peralatan teknis. Sementara itu, AB seaman membantu kegiatan operasional di bagian dek.
Dengan demikian, semakin tinggi tanggung jawab dan kompetensi yang dimiliki, semakin besar pula peluang pelaut untuk memperoleh penghasilan yang lebih tinggi.
Baca Juga : Daftar Jabatan Pelaut di Bagian Deck dan Tugasnya
Daftar Gaji Pelaut Berdasarkan Jabatan
Gaji pelaut memiliki rentang yang cukup luas. Untuk memberikan gambaran, berikut perkiraan penghasilan bulanan sejumlah jabatan pelaut pada pasar kerja internasional. Angka ini merupakan ilustrasi, bukan standar gaji yang berlaku bagi seluruh perusahaan.
| Jabatan pelaut | Perkiraan gaji per bulan |
|---|---|
| Kapten kapal (Master) | US$6.000–12.000 |
| Chief Engineer | US$5.000–10.000 |
| Chief Officer | US$4.000–7.500 |
| Second Engineer | US$3.000–6.000 |
| Second Officer | US$2.500–4.500 |
| Third Engineer | US$2.000–4.000 |
| Third Officer | US$2.000–3.500 |
| Bosun | US$1.500–2.500 |
| AB Seaman | US$1.000–2.000 |
| Ordinary Seaman (OS) | US$500–1.200 |
| Oiler atau Motorman | US$1.000–2.000 |
| Cook atau juru masak kapal | US$1.000–2.500 |
Catatan: Kisaran di atas merupakan gambaran indikatif pasar kerja internasional, bukan hasil survei menyeluruh. Nilai aktual dapat berbeda menurut jenis kapal, negara bendera, pengalaman, sistem kontrak, dan komponen gaji. Angka untuk jabatan tertentu juga dapat berada di luar rentang tersebut.
Baca Juga : Daftar Jabatan Pelaut Bagian Mesin dan Tugasnya
1. Gaji Kapten Kapal
Kapten atau master merupakan pemimpin tertinggi di atas kapal. Ia bertanggung jawab atas keselamatan pelayaran, koordinasi awak kapal, kepatuhan terhadap peraturan, serta pengambilan keputusan selama perjalanan.
Karena tanggung jawabnya sangat besar, kapten umumnya memperoleh penghasilan lebih tinggi daripada jabatan lainnya. Selain itu, kapten yang memiliki pengalaman panjang dan bekerja pada kapal internasional dengan kontrak kompetitif berpeluang memperoleh kompensasi lebih besar.
Namun, untuk mencapai jabatan ini, pelaut harus menempuh jenjang karier, memenuhi persyaratan sertifikat kompetensi, dan mengumpulkan pengalaman berlayar yang memadai.
2. Gaji Chief Officer
Chief officer atau mualim satu membantu kapten dalam mengelola kegiatan operasional di bagian dek. Tugasnya mencakup pengaturan muatan, pengawasan awak dek, dan pemeriksaan perlengkapan keselamatan.
Oleh sebab itu, jabatan ini memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelancaran operasional kapal. Penghasilannya juga cenderung lebih tinggi daripada perwira dek tingkat junior.
Selanjutnya, chief officer yang memenuhi persyaratan kompetensi dan pengalaman dapat meniti karier menuju jabatan kapten.
Baca Juga : Daftar Jabatan Pelaut Bagian Catering dan Hotel Kapal
3. Gaji Chief Engineer
Chief engineer merupakan kepala departemen mesin yang bertanggung jawab atas kondisi mesin utama, generator, dan sistem teknis kapal. Ia juga mengawasi perawatan peralatan serta mengatur pekerjaan para personel mesin.
Sejalan dengan kompleksitas tugas tersebut, chief engineer berpeluang memperoleh gaji tinggi, khususnya pada kapal dengan sistem propulsi dan peralatan teknis yang kompleks.
Meskipun demikian, penghasilan aktual tetap mengikuti jenis kapal, sertifikat kompetensi mesin, pengalaman, dan kebijakan perusahaan.
4. Gaji Second Engineer dan Third Engineer
Second engineer membantu chief engineer mengawasi pengoperasian serta perawatan mesin kapal. Sementara itu, third engineer menangani peralatan tertentu sesuai pembagian tugas dari kepala departemen mesin.
Pada umumnya, penghasilan kedua jabatan ini berada di bawah chief engineer. Akan tetapi, pelaut yang memiliki kompetensi teknis kuat dan pengalaman pada jenis mesin tertentu dapat meningkatkan peluang kariernya.
Selain menambah pengalaman, mereka perlu menjaga validitas sertifikat dan mengikuti pelatihan yang sesuai dengan persyaratan perusahaan.
5. Gaji AB Seaman dan Ordinary Seaman
AB seaman atau able seafarer merupakan pelaut bagian dek yang memiliki kompetensi dan pengalaman lebih tinggi daripada personel dek pemula. Tugasnya dapat mencakup jaga navigasi sesuai penugasan, perawatan dek, serta membantu kegiatan tambat dan bongkar muat.
Sebaliknya, ordinary seaman biasanya memulai karier dari tugas dasar di bagian dek. Pekerjaannya meliputi kebersihan kapal, perawatan peralatan, dan bantuan operasional kepada awak yang lebih senior.
Meskipun gajinya cenderung lebih rendah daripada perwira, kedua posisi ini menjadi jalur awal yang penting untuk mengembangkan karier di industri pelayaran.
Baca Juga : Urutan Jabatan Pelaut dari Pemula sampai Nakhoda
Gaji Pelaut Berdasarkan Jenis Kapal
Selain jabatan, jenis kapal turut memengaruhi penghasilan pelaut. Setiap kapal memiliki karakteristik operasional, kebutuhan kompetensi, risiko pekerjaan, dan pola kontrak yang berbeda.
Berikut penjelasan mengenai beberapa jenis kapal yang umum dalam industri pelayaran.
1. Gaji Pelaut Kapal Tanker
Kapal tanker mengangkut muatan cair, seperti minyak mentah, produk minyak, atau bahan kimia tertentu. Karena itu, awak kapal perlu memahami prosedur penanganan muatan, pencegahan pencemaran, serta keselamatan kerja yang sesuai dengan jenis tanker.
Kebutuhan sertifikat khusus dan tanggung jawab dalam menangani muatan dapat memengaruhi tingkat kompensasi. Namun, tidak semua tanker menawarkan gaji yang sama karena perusahaan, jenis muatan, rute, dan kontrak kerja turut menentukan penghasilan.
Dengan demikian, calon pelaut sebaiknya memeriksa persyaratan kompetensi dan rincian gaji sebelum menerima penempatan pada kapal tanker.
2. Gaji Pelaut Kapal Kontainer
Kapal kontainer mengangkut barang dalam peti kemas untuk perdagangan domestik maupun internasional. Pelaut pada kapal ini menangani navigasi, perawatan kapal, pengamanan muatan, dan berbagai kegiatan operasional sesuai jabatan.
Kapal kontainer yang beroperasi pada rute internasional dapat menawarkan paket kompensasi yang kompetitif. Selain itu, perusahaan tertentu memberikan tunjangan dan fasilitas berdasarkan perjanjian kerja.
Walaupun demikian, besarnya gaji tidak hanya ditentukan oleh ukuran kapal atau panjang rute. Jabatan, pengalaman, negara bendera, dan kebijakan perusahaan tetap menjadi faktor utama.
3. Gaji Pelaut Kapal Bulk Carrier
Bulk carrier merupakan kapal yang mengangkut muatan curah kering, seperti batu bara, bijih mineral, dan biji-bijian. Kegiatan operasionalnya menuntut awak kapal memahami pengamanan muatan, stabilitas kapal, dan prosedur bongkar muat.
Karena karakteristik muatannya berbeda dari kapal kontainer, pelaut perlu menyesuaikan pengetahuan dan keterampilannya dengan kebutuhan operasional kapal curah.
Di sisi lain, penghasilan pelaut bulk carrier tetap mengikuti jabatan, pengalaman, rute pelayaran, serta ketentuan kontrak. Oleh karena itu, calon pelaut perlu membandingkan penawaran kerja secara menyeluruh.
Baca Juga : Syarat Menjadi Pelaut Berdasarkan Jabatan
4. Gaji Pelaut Kapal LNG dan LPG
Kapal LNG mengangkut gas alam cair, sedangkan kapal LPG mengangkut gas minyak cair. Kedua jenis kapal ini memerlukan prosedur keselamatan khusus karena karakteristik muatan dan sistem penanganannya.
Oleh sebab itu, perusahaan dapat mensyaratkan pelatihan dan sertifikat khusus sesuai jabatan serta jenis kapal. Pelaut yang memiliki kompetensi relevan dapat memiliki peluang untuk mendapatkan paket gaji yang kompetitif.
Namun, jangan langsung menganggap semua pekerjaan di kapal gas menawarkan gaji tertinggi. Periksa pengalaman yang diminta, tanggung jawab pekerjaan, tunjangan, dan rincian kontrak sebelum mengambil keputusan.
5. Gaji Pelaut Kapal Pesiar
Kapal pesiar mengutamakan layanan penumpang, hiburan, akomodasi, dan operasional hotel di atas kapal. Karena itu, peluang kerja tersedia bukan hanya untuk perwira dek dan mesin, tetapi juga untuk koki, pelayan, staf kabin, serta tenaga pelayanan lainnya.
Penghasilan pekerja kapal pesiar sangat bergantung pada posisi dan kebijakan perusahaan. Beberapa jabatan dapat memperoleh uang layanan atau tip, sedangkan jabatan lainnya mengikuti struktur gaji yang berbeda.
Selain gaji pokok, calon pekerja perlu menghitung biaya keberangkatan, masa kontrak, jam kerja, dan fasilitas yang perusahaan berikan. Dengan begitu, mereka dapat menilai nilai keseluruhan dari tawaran kerja tersebut.
6. Gaji Pelaut Kapal Offshore
Kapal offshore mendukung kegiatan industri lepas pantai, termasuk operasi energi dan layanan pendukung instalasi laut. Jenis kapal ini mencakup berbagai kategori dengan kebutuhan awak serta tingkat kompetensi yang berbeda.
Pada pekerjaan tertentu, jadwal rotasi, kondisi operasional, dan kebutuhan sertifikat tambahan dapat memengaruhi kompensasi. Namun, tidak semua kapal offshore memiliki struktur gaji yang sama.
Oleh karena itu, pelaut perlu memeriksa jenis kapal, pola rotasi kerja, fasilitas akomodasi, dan ketentuan pembayaran lembur sebelum menandatangani kontrak.
Baca Juga : Sertifikat Pelaut yang Dibutuhkan untuk Setiap Jabatan
7. Gaji Pelaut Kapal Penumpang dan Ferry
Kapal penumpang dan ferry melayani perjalanan orang, kendaraan, atau keduanya. Sebagian kapal beroperasi pada rute pendek dengan jadwal rutin, sedangkan kapal lainnya menempuh perjalanan lebih panjang.
Perbedaan rute, jam kerja, ukuran kapal, dan sistem perusahaan memengaruhi struktur penghasilan awak kapal. Selain itu, jabatan dan pengalaman tetap menentukan tingkat gaji.
Dengan demikian, pelaut yang ingin bekerja pada kapal penumpang perlu membandingkan gaji, pola kerja, serta hak istirahat yang tercantum dalam perjanjian kerja.

Faktor yang Memengaruhi Gaji Pelaut
Gaji pelaut tidak hanya bergantung pada jabatan dan jenis kapal. Ada beberapa faktor lain yang turut menentukan jumlah penghasilan bulanan.
1. Pengalaman Berlayar
Pengalaman berlayar membantu pelaut memahami prosedur keselamatan, kegiatan operasional, dan penanganan situasi darurat. Karena itu, perusahaan dapat menawarkan kompensasi lebih tinggi kepada pelaut yang memiliki rekam jejak kerja sesuai kebutuhan posisi.
Namun, masa kerja yang panjang saja tidak menjamin kenaikan gaji. Pelaut juga perlu meningkatkan kompetensi dan memenuhi persyaratan jabatan yang dituju.
2. Sertifikat Kompetensi
Sertifikat kompetensi menunjukkan bahwa pelaut telah memenuhi persyaratan tertentu untuk menjalankan tugasnya. Jabatan perwira, misalnya, memerlukan kualifikasi yang berbeda dari jabatan rating.
Selain sertifikat utama, beberapa kapal memerlukan pelatihan tambahan sesuai jenis muatan atau karakteristik operasional. Oleh sebab itu, pelaut sebaiknya menjaga masa berlaku dokumen dan mengikuti pelatihan yang relevan.
Baca Juga : Dokumen Pelaut Wajib Disiapkan Sebelum Bekerja di Kapal
3. Perusahaan dan Negara Bendera Kapal
Perusahaan pelayaran memiliki kebijakan pengupahan yang berbeda. Begitu pula, negara bendera kapal, perjanjian kerja bersama, dan ketentuan kontrak dapat memengaruhi hak upah pelaut.
Menurut International Transport Workers’ Federation (ITF), standar upah dapat mengikuti perjanjian ITF untuk kapal yang tercakup di dalamnya, sedangkan kapal lain dapat menggunakan ketentuan nasional atau perjanjian kerja yang berlaku.
Dengan demikian, pelaut sebaiknya tidak hanya membandingkan nominal gaji, tetapi juga memeriksa aturan yang mengikat kapal tempat mereka bekerja.
4. Rute dan Durasi Kontrak
Pelayaran internasional, rute operasional, dan durasi kontrak dapat memengaruhi paket kompensasi. Beberapa perusahaan menawarkan tunjangan berdasarkan penugasan, sedangkan perusahaan lain menggunakan struktur upah yang lebih sederhana.
Selain itu, pelaut perlu memahami apakah perusahaan membayar gaji selama masa cuti atau hanya selama masa tugas di kapal. Perbedaan ini dapat memengaruhi total penghasilan dalam satu tahun.
5. Tunjangan dan Uang Lembur
Selain gaji pokok, pelaut dapat menerima uang lembur, tunjangan jabatan, tunjangan khusus, atau pembayaran lain sesuai kontrak. Akan tetapi, setiap perusahaan memiliki ketentuan yang berbeda.
Oleh sebab itu, mintalah rincian komponen gaji sebelum menerima pekerjaan. Periksa pula ketentuan pembayaran lembur, hak cuti, asuransi, dan potongan yang berlaku.
Baca Juga : Perbedaan Jabatan Pelaut di Kapal Niaga, Tanker, Pesiar
Standar Minimum Gaji Pelaut Internasional Tahun 2026
Untuk memberikan gambaran yang lebih terukur, International Labour Organization (ILO) dan perwakilan pemilik kapal serta pelaut menyepakati peningkatan upah pokok minimum bulanan internasional bagi able seafarer.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, angka yang direkomendasikan adalah:
- US$690 per bulan mulai 1 Januari 2026.
- US$704 per bulan mulai 1 Januari 2027.
- US$715 per bulan mulai 1 Januari 2028.
Angka tersebut merupakan standar upah pokok minimum yang direkomendasikan untuk able seafarer dalam kerangka internasional, bukan standar gaji bagi semua jabatan pelaut. Penerapannya juga perlu dilihat berdasarkan aturan yang berlaku dan perjanjian kerja kapal terkait.
Dengan demikian, jangan menggunakan angka US$690 sebagai patokan gaji kapten, chief engineer, atau seluruh ABK. Setiap jabatan memiliki struktur upah dan tanggung jawab yang berbeda.
Informasi lebih lanjut tersedia pada situs resmi ITF Seafarers – Wages dan International Labour Organization.
Cara Meningkatkan Peluang Mendapatkan Gaji Pelaut yang Lebih Tinggi
Pelaut yang ingin meningkatkan penghasilan perlu menyusun rencana karier secara bertahap. Berikut beberapa langkah yang dapat membantu.
1. Tingkatkan Pendidikan dan Kompetensi
Pilih pendidikan maritim dan jalur sertifikasi yang sesuai dengan jabatan tujuan. Selanjutnya, ikuti pelatihan yang relevan agar kemampuan memenuhi kebutuhan perusahaan pelayaran.
2. Kumpulkan Pengalaman Kerja
Pengalaman berlayar membantu pelaut mengembangkan keterampilan teknis dan pemahaman operasional. Karena itu, manfaatkan setiap penugasan untuk memperkuat rekam jejak profesional.
Baca Juga : Cara Melamar Kerja sebagai Pelaut Sesuai Jabatan
3. Pilih Jenis Kapal Sesuai Kualifikasi
Pelajari kebutuhan kompetensi pada kapal tanker, kontainer, bulk carrier, kapal gas, atau kapal offshore. Setelah itu, pilih jalur yang sesuai dengan minat, pengalaman, dan sertifikat yang dimiliki.
4. Bandingkan Tawaran Kerja
Jangan hanya melihat nominal gaji yang tercantum dalam lowongan. Periksa pula durasi kontrak, uang lembur, hak cuti, asuransi, biaya perjalanan, serta kemungkinan potongan.
5. Periksa Legalitas Perekrut
Sebelum menyerahkan dokumen atau membayar biaya apa pun, periksa identitas perusahaan, legalitas perekrut, rincian pekerjaan, dan kejelasan kontrak. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko penipuan lowongan kerja pelaut.
Dokumen yang Perlu Disiapkan untuk Bekerja sebagai Pelaut
Persyaratan dokumen bergantung pada jabatan, jenis kapal, perusahaan, dan negara tempat pelaut bekerja. Meskipun demikian, beberapa dokumen yang umum diperlukan meliputi:
- Buku Pelaut yang masih berlaku.
- Sertifikat kompetensi sesuai jabatan.
- Sertifikat keterampilan dan keselamatan yang relevan.
- Surat keterangan kesehatan pelaut.
- Paspor untuk penugasan internasional.
- Daftar riwayat hidup dan dokumen pengalaman berlayar.
- Dokumen tambahan sesuai permintaan perusahaan atau negara tujuan.
Selain menyiapkan dokumen tersebut, pastikan semua informasi sesuai dengan identitas resmi. Periksa masa berlaku setiap sertifikat agar proses perekrutan tidak terhambat.
Gaji pelaut berdasarkan jabatan dan jenis kapal sangat bervariasi. Kapten, chief engineer, dan chief officer umumnya memiliki tingkat penghasilan lebih tinggi karena tanggung jawab serta kualifikasi yang diperlukan. Sementara itu, AB seaman, ordinary seaman, dan personel pemula dapat membangun karier melalui pengalaman berlayar dan peningkatan kompetensi.
Selain jabatan, jenis kapal seperti tanker, kontainer, bulk carrier, LNG/LPG, kapal pesiar, dan kapal offshore juga memengaruhi peluang penghasilan. Namun, nominal gaji tetap mengikuti perusahaan, negara bendera, rute pelayaran, sertifikat, dan ketentuan kontrak. Oleh karena itu, calon pelaut sebaiknya membandingkan keseluruhan paket kerja, bukan hanya gaji pokok. Dengan persiapan dokumen yang baik, kompetensi yang sesuai, dan pemeriksaan kontrak secara teliti, pelaut dapat merencanakan karier secara lebih terarah dan meningkatkan peluang memperoleh penghasilan yang kompetitif.
Konsultasi Pelaut Sekarang!