Syarat dan Prosedur Pendaftaran Pelatihan BST Resmi Dephub

Nisa

Syarat dan Prosedur Pendaftaran Pelatihan BST Resmi Dephub
Direktur Utama Jangkar Groups

Pelatihan Basic Safety Training (BST) merupakan salah satu pelatihan dasar yang penting bagi calon pelaut maupun tenaga kerja yang ingin berkarier di bidang pelayaran. Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai keselamatan diri, pencegahan kecelakaan, serta tindakan menghadapi keadaan darurat di atas kapal. Syarat dan Prosedur Pendaftaran Pelatihan Saat ini, banyak calon pelaut mencari informasi mengenai syarat dan prosedur pendaftaran pelatihan BST resmi Dephub sebelum memulai karier di dunia maritim. Hal tersebut sangat penting karena peserta harus memenuhi persyaratan administrasi, kesehatan, dan ketentuan pendidikan yang berlaku.

Selain itu, calon peserta perlu memilih lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan yang memiliki persetujuan dari Kementerian Perhubungan. Dengan begitu, peserta dapat mengikuti pelatihan sesuai standar kepelautan yang berlaku.

Oleh karena itu, artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian BST, persyaratan pendaftaran, prosedur mengikuti pelatihan, biaya, durasi, hingga cara memastikan legalitas lembaga penyelenggara.

Baca Juga : Pelatihan Basic Safety Training (BST) Syarat, Materi, Biaya

Apa Itu Pelatihan BST Resmi Dephub?

Basic Safety Training atau BST adalah pelatihan dasar keselamatan bagi pelaut yang bertujuan membekali peserta dengan kemampuan menghadapi berbagai risiko selama bekerja di kapal.

Pelatihan BST mengacu pada standar keselamatan internasional dalam STCW (Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers). Standar tersebut mengatur pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan tugas jaga bagi pelaut.

Melalui pelatihan ini, peserta mempelajari beberapa kemampuan dasar, antara lain:

  1. Personal Survival Techniques, yaitu teknik bertahan hidup ketika menghadapi keadaan darurat di laut.
  2. Fire Prevention and Fire Fighting, yaitu pengetahuan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
  3. Elementary First Aid, yaitu keterampilan memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan.
  4. Personal Safety and Social Responsibilities, yaitu pemahaman mengenai keselamatan pribadi dan tanggung jawab sosial di lingkungan kapal.

Selain empat materi tersebut, mulai 1 Januari 2026, penerapan pembaruan standar BST mengikuti IMO Resolution MSC.560(108). Pembaruan ini mencakup materi pencegahan dan penanganan kekerasan, pelecehan, perundungan, serta kekerasan seksual di lingkungan kerja kapal.

Dengan demikian, calon peserta perlu memastikan bahwa lembaga pelatihan menggunakan kurikulum yang sesuai dengan ketentuan terbaru.

Baca Juga : Rincian Biaya Pelatihan BST di Lembaga Diklat Maritim (Negeri vs Swasta)

Syarat Pendaftaran Pelatihan BST Resmi Dephub

Sebelum mengikuti pelatihan, calon peserta harus menyiapkan sejumlah persyaratan. Persyaratan tersebut mencakup usia, pendidikan, kesehatan, identitas diri, dan dokumen pendukung lainnya.

Berikut penjelasan persyaratan yang umumnya berlaku untuk pendaftaran BST.

1. Memenuhi Persyaratan Usia

Pertama, calon peserta harus memenuhi batas usia minimum sesuai ketentuan lembaga penyelenggara. Sejumlah lembaga diklat kepelautan menetapkan usia minimal 16 tahun untuk program BST tertentu.

Namun, ketentuan usia dapat berbeda berdasarkan jenis pelatihan dan penyelenggara. Oleh sebab itu, calon peserta perlu memeriksa persyaratan pada lembaga yang akan dipilih.

2. Memiliki Ijazah Pendidikan Terakhir

Selanjutnya, peserta perlu menyiapkan ijazah pendidikan terakhir. Pada sejumlah program BST konvensi, lembaga penyelenggara menetapkan pendidikan minimal SMP atau sederajat.

Ijazah tersebut berfungsi sebagai bukti bahwa peserta telah memenuhi persyaratan pendidikan dasar.

Apabila peserta memiliki ijazah yang lebih tinggi, seperti SMA, SMK, atau perguruan tinggi, peserta dapat menggunakan ijazah terakhir sebagai dokumen pendukung.

3. Memiliki Surat Keterangan Sehat

Kesehatan menjadi salah satu persyaratan penting dalam pelatihan BST. Hal ini karena peserta harus mengikuti kegiatan teori maupun praktik keselamatan yang membutuhkan kondisi fisik memadai.

Oleh karena itu, calon peserta perlu menyiapkan surat keterangan kesehatan dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang diakui sesuai ketentuan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Pemeriksaan kesehatan dapat mencakup beberapa aspek berikut:

  • Kondisi kesehatan jasmani dan rohani.
  • Pemeriksaan penglihatan.
  • Pemeriksaan buta warna.
  • Pemeriksaan pendengaran.
  • Kondisi kesehatan lain sesuai ketentuan pemeriksaan pelaut.

Dengan menyiapkan dokumen kesehatan sejak awal, peserta dapat menghindari kendala saat proses pendaftaran.

4. Menyiapkan KTP atau Identitas Resmi

Berikutnya, peserta harus memiliki identitas diri yang sah. KTP elektronik menjadi salah satu dokumen yang umum digunakan dalam proses administrasi.

Apabila peserta belum memiliki KTP, lembaga tertentu dapat menerima identitas alternatif sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, pastikan seluruh informasi identitas sesuai dengan dokumen lainnya agar petugas dapat melakukan verifikasi dengan mudah.

Baca Juga : Cara Memilih Lembaga Pelatihan BST Resmi yang Diakui Ditjen Hubla

5. Menyiapkan Akta Kelahiran

Akta kelahiran juga termasuk dokumen yang sering diminta oleh lembaga penyelenggara BST. Dokumen ini membantu petugas memeriksa identitas dan tanggal lahir peserta.

Oleh karena itu, siapkan fotokopi akta kelahiran yang terbaca dengan jelas. Jika peserta belum memiliki salinannya, segera urus dokumen tersebut melalui instansi terkait.

6. Menyiapkan Kartu Keluarga

Selain akta kelahiran, peserta sebaiknya menyiapkan Kartu Keluarga (KK). Dokumen ini berguna untuk melengkapi data administrasi dan informasi keluarga.

Pastikan nama, tanggal lahir, serta data kependudukan lainnya sesuai dengan identitas yang digunakan saat mendaftar.

7. Menyiapkan Pas Foto Terbaru

Calon peserta juga perlu menyiapkan pas foto terbaru sesuai ketentuan lembaga pelatihan. Ukuran, latar belakang, dan pakaian mengikuti petunjuk penyelenggara.

Sebaiknya gunakan foto dengan kualitas baik agar petugas dapat melakukan verifikasi identitas tanpa kendala.

8. Mengikuti Seleksi Penerimaan Peserta

Terakhir, calon peserta harus mengikuti proses seleksi apabila lembaga penyelenggara menerapkannya.

Seleksi dapat mencakup pemeriksaan kelengkapan administrasi, pemeriksaan kesehatan, dan tahapan lain sesuai kebijakan lembaga.

Dengan memenuhi seluruh persyaratan tersebut, calon peserta dapat melanjutkan proses pendaftaran pelatihan BST.

Baca Juga : Mengenal 4 Modul Pelatihan BST Berdasarkan Standar STCW

Dokumen yang Harus Disiapkan untuk Pendaftaran BST

Agar proses pendaftaran berjalan lebih lancar, sebaiknya calon peserta mengumpulkan seluruh dokumen sebelum menghubungi lembaga pelatihan.

Berikut daftar dokumen yang umumnya diperlukan:

No.DokumenKeterangan
1KTP atau identitas resmiFotokopi atau hasil pindai
2Kartu KeluargaFotokopi atau hasil pindai
3Akta kelahiranFotokopi atau hasil pindai
4Ijazah terakhirMinimal sesuai ketentuan lembaga
5Surat keterangan sehatDari fasilitas kesehatan yang diakui
6Pas fotoMengikuti ketentuan penyelenggara
7Dokumen tambahanJika lembaga memerlukannya

Namun, daftar tersebut merupakan gambaran umum. Setiap lembaga dapat menetapkan persyaratan tambahan sesuai jenis program BST yang diselenggarakan.

Oleh karena itu, pastikan kembali daftar dokumen sebelum melakukan pembayaran atau mengirimkan berkas pendaftaran.

Prosedur Pendaftaran Pelatihan BST Resmi Dephub

Setelah seluruh dokumen tersedia, calon peserta dapat mengikuti tahapan pendaftaran. Secara umum, prosedur pendaftaran BST meliputi beberapa langkah berikut.

1. Mencari Lembaga Pelatihan BST Resmi

Langkah pertama adalah mencari lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan yang memiliki persetujuan penyelenggaraan diklat dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Peserta dapat mencari informasi melalui politeknik pelayaran, balai pendidikan dan pelatihan, atau lembaga diklat kepelautan yang memenuhi ketentuan pemerintah.

Selain itu, periksa informasi legalitas lembaga, alamat, jadwal pelatihan, dan program yang tersedia.

Baca Juga : Praktik Sea Survival (PST) dalam Pelatihan BST di Kolam dan Laut

2. Memeriksa Jadwal Pendaftaran

Setelah menemukan lembaga yang sesuai, periksa jadwal pembukaan pendaftaran BST.

Biasanya, lembaga penyelenggara mengumumkan informasi mengenai:

  • Tanggal pembukaan pendaftaran.
  • Batas akhir pendaftaran.
  • Jadwal seleksi peserta.
  • Tanggal pelaksanaan pelatihan.
  • Jumlah kuota peserta.
  • Informasi biaya pelatihan.

Dengan mengetahui jadwal tersebut, calon peserta dapat mempersiapkan dokumen dan mengatur waktu mengikuti pelatihan.

3. Mengisi Formulir Pendaftaran

Selanjutnya, peserta mengisi formulir pendaftaran melalui sistem online atau langsung di tempat pelayanan lembaga.

Formulir biasanya meminta informasi mengenai nama lengkap, tempat tanggal lahir, alamat, nomor telepon, pendidikan terakhir, dan data identitas lainnya.

Pastikan seluruh informasi sesuai dengan dokumen resmi. Selain itu, gunakan nomor telepon dan alamat email aktif agar lembaga dapat menghubungi peserta apabila terdapat informasi tambahan.

4. Menyerahkan Dokumen Persyaratan

Setelah mengisi formulir, peserta mengumpulkan dokumen sesuai petunjuk lembaga.

Apabila pendaftaran berlangsung secara online, peserta dapat mengunggah dokumen dalam format yang diminta. Sebaliknya, jika lembaga menerapkan pendaftaran langsung, peserta perlu menyerahkan berkas kepada petugas administrasi.

Selanjutnya, petugas akan memeriksa kelengkapan dokumen dan kesesuaian data peserta.

5. Melakukan Pembayaran Biaya Pelatihan

Jika peserta memenuhi persyaratan administrasi, lembaga akan memberikan informasi mengenai biaya pelatihan.

Lakukan pembayaran melalui rekening atau kanal pembayaran resmi yang ditetapkan penyelenggara. Selain itu, simpan bukti transaksi sebagai dokumen pendukung.

Jangan melakukan pembayaran ke rekening pribadi yang tidak memiliki hubungan resmi dengan lembaga pelatihan.

6. Mengikuti Pelatihan BST

Setelah proses administrasi selesai, peserta dapat mengikuti pelatihan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta akan mempelajari materi keselamatan melalui pembelajaran teori dan praktik.

Oleh karena itu, peserta harus mengikuti seluruh kegiatan dengan disiplin agar dapat memahami keterampilan dasar keselamatan di kapal.

Baca Juga : Praktik Fire Fighting (FPFF) dalam Pelatihan BST, Simulasi Pemadaman Api

7. Mengikuti Evaluasi atau Ujian

Setelah menyelesaikan materi, peserta mengikuti evaluasi sesuai ketentuan lembaga penyelenggara.

Evaluasi bertujuan mengukur pemahaman peserta terhadap materi dan keterampilan yang telah dipelajari.

Dengan memenuhi standar kelulusan, peserta dapat melanjutkan proses penerbitan sertifikat sesuai ketentuan.

8. Menerima Sertifikat BST

Apabila peserta telah menyelesaikan pelatihan dan memenuhi persyaratan kelulusan, lembaga akan memproses sertifikat BST sesuai kewenangannya.

Setelah sertifikat tersedia, periksa nama, tanggal lahir, dan informasi lainnya. Pastikan seluruh data sesuai dengan identitas peserta.

Selanjutnya, simpan sertifikat dengan baik karena dokumen tersebut dapat diperlukan untuk memenuhi persyaratan pekerjaan di bidang pelayaran.

Materi yang Dipelajari dalam Pelatihan BST

Materi yang Dipelajari dalam Pelatihan BST

Pelatihan BST tidak hanya membahas teori keselamatan. Sebaliknya, peserta juga mendapatkan pembelajaran praktik untuk menghadapi situasi darurat di atas kapal.

Berikut beberapa materi utama dalam pelatihan BST.

1. Teknik Bertahan Hidup di Laut

Materi ini memberikan pengetahuan mengenai tindakan penyelamatan diri ketika kapal mengalami keadaan darurat.

Peserta mempelajari penggunaan alat keselamatan, prosedur meninggalkan kapal, penggunaan sekoci, dan teknik bertahan hidup di laut.

2. Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran

Selanjutnya, peserta mempelajari penyebab kebakaran di kapal serta langkah pencegahannya.

Selain itu, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai penggunaan alat pemadam kebakaran dan tindakan awal ketika terjadi kebakaran.

3. Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

Materi pertolongan pertama membekali peserta dengan keterampilan dasar dalam menangani korban kecelakaan atau gangguan kesehatan di atas kapal.

Peserta mempelajari tindakan awal sebelum korban memperoleh penanganan medis lebih lanjut.

Baca Juga : Praktik Elementary First Aid (EFA) dan PSSR Penanganan Medis Darurat di Kapal

4. Keselamatan Pribadi dan Tanggung Jawab Sosial

Materi ini membahas pentingnya menjaga keselamatan pribadi, komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab selama bekerja di kapal.

Seiring dengan pembaruan standar STCW yang berlaku mulai 2026, materi ini juga mencakup pencegahan serta penanganan kekerasan dan pelecehan di lingkungan kerja kapal.

Dengan mempelajari seluruh materi tersebut, peserta diharapkan mampu menghadapi risiko pekerjaan secara lebih siap.

Berapa Biaya Pendaftaran Pelatihan BST?

Biaya pelatihan BST dapat berbeda antara satu lembaga dan lembaga lainnya. Perbedaan tersebut bergantung pada fasilitas pelatihan, lokasi, kebutuhan praktik, serta ketentuan tarif penyelenggara.

Sebagai contoh, BP2TL Jakarta menampilkan biaya pelatihan BST sebesar Rp1.350.000 pada salah satu jadwal pendaftaran tahun 2026.

Sementara itu, Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh mencantumkan biaya BST sebesar Rp1.438.000 pada informasi program yang tersedia.

Dengan demikian, calon peserta sebaiknya tidak menggunakan satu tarif sebagai patokan seluruh lembaga.

Sebelum mendaftar, tanyakan apakah biaya sudah mencakup:

  • Materi pembelajaran.
  • Kegiatan praktik.
  • Penggunaan fasilitas pelatihan.
  • Evaluasi atau ujian.
  • Penerbitan sertifikat.
  • Kebutuhan administrasi lainnya.

Selain itu, mintalah informasi pembayaran secara tertulis agar peserta mengetahui rincian biaya sejak awal.

Baca Juga : Tips Menghadapi Ujian Teori dan Praktik Pelatihan BST agar Lulus 100%

Berapa Lama Pelatihan BST Berlangsung?

Durasi pelatihan BST bergantung pada kurikulum, jadwal, dan ketentuan lembaga penyelenggara.

Sebagai gambaran, program BST dapat berlangsung selama beberapa hari dengan kombinasi pembelajaran teori dan praktik. Namun, calon peserta perlu memeriksa jadwal resmi karena durasi setiap program tidak selalu sama.

Selain jadwal utama, peserta juga perlu memperhitungkan waktu pendaftaran, verifikasi dokumen, seleksi, dan proses penerbitan sertifikat.

Oleh karena itu, sebaiknya lakukan pendaftaran lebih awal apabila peserta memiliki target bekerja di kapal dalam waktu dekat.

Cara Memilih Lembaga Pelatihan BST yang Resmi

Memilih lembaga pelatihan merupakan langkah penting karena legalitas penyelenggara berkaitan dengan standar pendidikan dan pengakuan sertifikasi.

Agar tidak salah memilih, perhatikan beberapa hal berikut.

1. Periksa Persetujuan Penyelenggaraan Diklat

Pertama, pastikan lembaga memiliki persetujuan atau approval yang sesuai dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Peserta dapat meminta informasi mengenai status persetujuan dan ruang lingkup program BST yang boleh diselenggarakan.

2. Periksa Fasilitas Pelatihan

Selanjutnya, perhatikan fasilitas yang tersedia. Lembaga yang menyelenggarakan BST perlu memiliki sarana pembelajaran dan praktik sesuai standar program.

Misalnya, fasilitas praktik keselamatan kebakaran, alat keselamatan laut, dan perlengkapan pertolongan pertama.

3. Pastikan Instruktur Memiliki Kompetensi

Selain fasilitas, tenaga pengajar juga memegang peranan penting dalam proses pembelajaran.

Oleh karena itu, periksa kualifikasi instruktur dan pengalaman mereka dalam bidang keselamatan pelayaran.

Baca Juga : Syarat Dokumen dan Prosedur Pendaftaran Pelatihan BST Resmi Dephub

4. Periksa Informasi Biaya dan Jadwal

Lembaga profesional biasanya menyediakan informasi mengenai biaya, jadwal, persyaratan, dan mekanisme pendaftaran secara jelas.

Dengan begitu, calon peserta dapat membandingkan beberapa penyelenggara sebelum menentukan pilihan.

5. Pastikan Penerbitan Sertifikat Sesuai Ketentuan

Terakhir, tanyakan bagaimana proses penerbitan dan verifikasi sertifikat BST.

Jangan mudah percaya pada pihak yang menawarkan sertifikat tanpa mengikuti pelatihan atau menjanjikan kelulusan tanpa proses evaluasi.

Apakah Sertifikat BST Penting untuk Bekerja di Kapal?

Ya, sertifikat BST merupakan salah satu sertifikat keterampilan keselamatan dasar yang penting dalam dunia pelayaran.

Banyak posisi pekerjaan di kapal mensyaratkan kompetensi keselamatan sesuai jabatan, jenis kapal, dan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, sertifikat BST membantu menunjukkan bahwa pemegangnya telah mengikuti pelatihan dasar keselamatan sesuai standar yang berlaku.

Namun, sertifikat BST bukan satu-satunya persyaratan untuk bekerja di kapal. Calon pelaut mungkin masih membutuhkan Buku Pelaut, sertifikat keterampilan atau keahlian lain, pemeriksaan kesehatan, serta dokumen ketenagakerjaan sesuai jabatan.

Oleh sebab itu, calon pelaut perlu memahami persyaratan pekerjaan yang dituju sebelum mengikuti program pelatihan.

Baca Juga : Prospek Kerja Setelah Pelatihan BST di Kapal Niaga, Kapal Pesiar

Ketentuan Terbaru Pelatihan BST Tahun 2026

Mulai 1 Januari 2026, standar BST mengikuti pembaruan yang mengacu pada IMO Resolution MSC.560(108).

Pembaruan tersebut menambahkan materi terkait pencegahan dan penanganan kekerasan serta pelecehan, termasuk pelecehan seksual, perundungan, dan kekerasan seksual.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga menerbitkan surat Nomor UM.006/36/6/DK/2025 tanggal 17 November 2025 mengenai pelaksanaan ketentuan BST sesuai resolusi tersebut.

Selain itu, ketentuan bagi pemegang sertifikat BST lama perlu diperhatikan:

  1. Pelaut yang sedang menjalankan kontrak di kapal yang berlayar ke luar negeri pada 1 Januari 2026 dapat melanjutkan pekerjaannya menggunakan sertifikat BST yang masih berlaku.
  2. Setelah menyelesaikan kontrak, pelaut tersebut wajib mengikuti pemutakhiran BST-PSSR sebelum kembali bekerja di kapal.
  3. Pelaut yang tidak sedang bekerja di kapal wajib mengikuti pemutakhiran BST-PSSR sebelum menjalankan pekerjaan di kapal yang berlayar ke luar negeri.
  4. Pelaut yang bekerja pada wilayah pelayaran Indonesia dapat mengajukan pemutakhiran BST-PSSR ketika sertifikat kedaluwarsa atau bersamaan dengan proses revalidasi.
  5. Peserta yang baru pertama kali mengikuti BST atau memiliki sertifikat yang sudah kedaluwarsa wajib mengikuti pelatihan sesuai kurikulum terbaru.

Dengan demikian, calon peserta dan pelaut aktif perlu memperhatikan ketentuan terbaru agar sertifikat tetap sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Mendaftar BST

Walaupun proses pendaftaran terlihat sederhana, beberapa kesalahan dapat menghambat administrasi peserta.

Berikut kesalahan yang sebaiknya dihindari:

  1. Menggunakan identitas dengan data yang berbeda.
  2. Mengirimkan dokumen yang tidak terbaca.
  3. Tidak menyiapkan surat keterangan kesehatan.
  4. Mendaftar pada lembaga yang belum memiliki persetujuan resmi.
  5. Tidak memeriksa jadwal dan kuota pelatihan.
  6. Melakukan pembayaran tanpa bukti transaksi.
  7. Mengabaikan ketentuan kurikulum BST terbaru.

Oleh karena itu, periksa seluruh persyaratan sebelum mengirimkan formulir. Selain menghemat waktu, langkah tersebut juga membantu mengurangi risiko penolakan administrasi.

Syarat dan prosedur pendaftaran pelatihan BST resmi Dephub perlu dipahami oleh calon pelaut sebelum mengikuti pendidikan keselamatan dasar. Persyaratan umumnya mencakup batas usia, ijazah pendidikan, surat keterangan sehat, KTP, akta kelahiran, Kartu Keluarga, serta pas foto sesuai ketentuan lembaga.

Selanjutnya, calon peserta perlu memilih lembaga diklat kepelautan yang memiliki persetujuan resmi, memeriksa jadwal, mengisi formulir, menyerahkan dokumen, dan mengikuti seluruh tahapan pelatihan hingga evaluasi. Selain itu, calon peserta harus memperhatikan pembaruan standar BST yang berlaku mulai 1 Januari 2026. Dengan mengikuti pelatihan sesuai kurikulum terbaru, peserta dapat meningkatkan pemahaman mengenai keselamatan dan tanggung jawab selama bekerja di kapal. Pada akhirnya, persiapan dokumen dan pemilihan lembaga resmi menjadi langkah penting untuk mengikuti pelatihan BST secara aman, tertib, dan sesuai ketentuan Kementerian Perhubungan.

Konsultasi Pelatihan BST Sekarang!

Avatar photo
Nisa
Konsultasi Gratis Balas cepat via WhatsApp