Mengenal 4 Modul Pelatihan BST Berdasarkan Standar STCW

Nisa

Mengenal 4 Modul Pelatihan BST Berdasarkan Standar STCW
Direktur Utama Jangkar Groups

Pelatihan Basic Safety Training (BST) merupakan salah satu pelatihan dasar yang penting bagi seseorang yang ingin bekerja sebagai pelaut. Pelatihan ini membekali calon awak kapal dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi berbagai situasi darurat selama berada di laut. Mengenal 4 Modul Pelatihan BST Oleh karena itu, setiap calon pelaut perlu memahami materi BST sebelum memulai pekerjaan di atas kapal.

Berdasarkan standar International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW), pelatihan BST mencakup empat modul utama. Keempat modul tersebut meliputi teknik penyelamatan diri, pencegahan dan pemadaman kebakaran, pertolongan pertama dasar, serta keselamatan pribadi dan tanggung jawab sosial.

Selain mempelajari teori, peserta juga mengikuti latihan praktik untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi kondisi darurat. Dengan demikian, pelatihan BST tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk kesiapan mental dan keterampilan calon pelaut.

Lantas, apa saja empat modul pelatihan BST berdasarkan standar STCW? Berikut penjelasan lengkapnya.

Baca Juga : Pelatihan Basic Safety Training (BST) Syarat, Materi, Biaya

Apa Itu Pelatihan BST dalam Dunia Pelayaran?

Basic Safety Training atau BST merupakan pelatihan keselamatan dasar yang bertujuan meningkatkan kemampuan pelaut dalam menjaga keselamatan diri, awak kapal, dan lingkungan kerja di laut.

Pelatihan ini mengacu pada ketentuan STCW Regulation VI/1 dan Section A-VI/1. Ketentuan tersebut mengatur standar kompetensi dasar yang harus dimiliki pelaut sebelum menjalankan tugas keselamatan tertentu di atas kapal.

Selain itu, pelatihan BST mengajarkan peserta untuk mengenali risiko kecelakaan, memahami prosedur keadaan darurat, serta menggunakan perlengkapan keselamatan dengan benar.

Dalam pelaksanaannya, peserta mempelajari empat kompetensi utama, yaitu:

  1. Personal Survival Techniques (PST).
  2. Fire Prevention and Fire Fighting (FPFF).
  3. Elementary First Aid (EFA).
  4. Personal Safety and Social Responsibilities (PSSR).

Keempat modul tersebut saling berkaitan. Sebagai contoh, seorang pelaut harus mampu menyelamatkan diri ketika kapal mengalami kecelakaan. Namun, pelaut juga perlu memahami cara memadamkan api, memberikan pertolongan pertama, dan menjaga keselamatan bersama awak kapal lainnya.

Baca Juga : Syarat dan Prosedur Pendaftaran Pelatihan BST Resmi Dephub

Mengenal 4 Modul Pelatihan BST Berdasarkan Standar STCW

Setiap modul BST mempunyai tujuan pembelajaran dan kompetensi yang berbeda. Meskipun demikian, seluruh materi tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan keselamatan selama bekerja di kapal.

Berikut penjelasan masing-masing modul pelatihan BST.

1. Personal Survival Techniques (PST)

Personal Survival Techniques (PST) merupakan modul pertama dalam pelatihan BST. Modul ini mengajarkan teknik bertahan hidup ketika pelaut menghadapi keadaan darurat yang mengharuskan mereka meninggalkan kapal.

Kondisi tersebut dapat terjadi akibat kapal tenggelam, kebakaran besar, tabrakan, atau kerusakan kapal yang membahayakan keselamatan seluruh awak.

Oleh karena itu, peserta harus memahami cara menggunakan perlengkapan keselamatan dan melakukan tindakan penyelamatan diri secara tepat.

Materi yang Dipelajari dalam PST

Dalam modul PST, peserta mempelajari beberapa materi penting, antara lain:

  • Mengenali jenis keadaan darurat di kapal.
  • Menggunakan jaket pelampung atau lifejacket.
  • Mengenakan pakaian pelindung khusus atau immersion suit.
  • Memahami prosedur meninggalkan kapal atau abandon ship.
  • Menggunakan sekoci penyelamat atau lifeboat.
  • Menggunakan rakit penolong atau liferaft.
  • Memahami teknik bertahan hidup di laut.
  • Menggunakan perlengkapan keselamatan dan alat komunikasi darurat.
  • Mengetahui tindakan ketika seseorang terjatuh ke laut.

Selain teori, peserta juga menjalani latihan praktik untuk memahami penggunaan perlengkapan keselamatan.

Tujuan Pelatihan PST

Tujuan utama modul PST adalah membangun kemampuan peserta untuk bertahan hidup ketika menghadapi kecelakaan di laut.

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengambil keputusan secara tepat, menggunakan alat keselamatan, dan mengikuti prosedur penyelamatan.

Selain itu, kemampuan tersebut membantu pelaut mengurangi risiko cedera dan meningkatkan peluang bertahan hidup ketika menunggu pertolongan.

Baca Juga : Rincian Biaya Pelatihan BST di Lembaga Diklat Maritim (Negeri vs Swasta)

2. Fire Prevention and Fire Fighting (FPFF)

Modul kedua adalah Fire Prevention and Fire Fighting (FPFF), yaitu pelatihan pencegahan dan pemadaman kebakaran di kapal.

Kebakaran menjadi salah satu risiko serius dalam kegiatan pelayaran. Pasalnya, kapal memiliki berbagai sumber bahan bakar, instalasi listrik, mesin, serta peralatan yang dapat memicu kebakaran.

Oleh sebab itu, setiap pelaut perlu memahami penyebab kebakaran dan cara menangani api sejak tahap awal.

Materi yang Dipelajari dalam FPFF

Dalam modul ini, peserta mempelajari beberapa kemampuan dasar, seperti:

  • Mengenali penyebab kebakaran di kapal.
  • Memahami unsur pembentuk api.
  • Mengetahui klasifikasi kebakaran.
  • Mengidentifikasi bahan yang mudah terbakar.
  • Menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR.
  • Memahami penggunaan selang pemadam kebakaran.
  • Mengenali sistem alarm kebakaran.
  • Menggunakan perlengkapan pelindung diri.
  • Memahami prosedur evakuasi ketika terjadi kebakaran.
  • Melakukan tindakan awal untuk mengendalikan api.

Selanjutnya, peserta mengikuti latihan praktik pemadaman api dengan menggunakan peralatan yang sesuai.

Tujuan Pelatihan FPFF

Pelatihan FPFF bertujuan meningkatkan kemampuan pelaut dalam mencegah dan menangani kebakaran di lingkungan kapal.

Melalui materi ini, peserta dapat mengenali potensi bahaya sebelum kebakaran terjadi. Selain itu, mereka juga belajar memilih alat pemadam yang sesuai dengan jenis kebakaran.

Dengan demikian, pelaut dapat mengambil tindakan awal secara cepat dan mengurangi kemungkinan api menyebar ke bagian kapal lainnya.

3. Elementary First Aid (EFA)

Elementary First Aid (EFA) merupakan modul ketiga dalam pelatihan BST. Materi ini membahas pertolongan pertama dasar ketika seseorang mengalami kecelakaan, cedera, atau kondisi darurat medis di atas kapal.

Dalam kegiatan pelayaran, akses terhadap fasilitas kesehatan darat tidak selalu tersedia dengan cepat. Bahkan, kapal dapat berada jauh dari pelabuhan ketika salah satu awak mengalami kecelakaan.

Karena itu, setiap pelaut perlu memiliki kemampuan dasar untuk memberikan pertolongan sebelum tenaga medis atau petugas yang berwenang mengambil alih penanganan.

Baca Juga : Cara Memilih Lembaga Pelatihan BST Resmi yang Diakui Ditjen Hubla

Materi yang Dipelajari dalam EFA

Beberapa materi utama dalam modul Elementary First Aid meliputi:

  • Memahami prinsip dasar pertolongan pertama.
  • Mengenali kondisi korban kecelakaan.
  • Memeriksa kesadaran dan pernapasan korban.
  • Memberikan pertolongan pada luka ringan.
  • Mengendalikan perdarahan.
  • Melakukan penanganan awal pada luka bakar.
  • Memahami penanganan patah tulang dan cedera.
  • Mempelajari teknik resusitasi jantung paru atau CPR.
  • Menggunakan perlengkapan kotak P3K.
  • Memahami prosedur meminta bantuan medis.

Selain mempelajari teori, peserta juga melakukan latihan praktik untuk meningkatkan keterampilan memberikan pertolongan pertama.

Tujuan Pelatihan EFA

Tujuan modul EFA adalah membekali pelaut dengan kemampuan memberikan pertolongan pertama ketika terjadi keadaan darurat medis.

Dengan keterampilan tersebut, pelaut dapat memberikan bantuan awal kepada korban sebelum memperoleh penanganan lanjutan.

Selain itu, peserta belajar mengenali kondisi yang membutuhkan perhatian medis segera. Oleh karena itu, materi ini memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan seluruh awak kapal.

4. Personal Safety and Social Responsibilities (PSSR)

Personal Safety and Social Responsibilities (PSSR) merupakan modul keempat dalam pelatihan BST. Modul ini membahas keselamatan pribadi, tanggung jawab sosial, serta perilaku kerja yang tepat selama berada di lingkungan kapal.

Berbeda dengan modul sebelumnya yang lebih menekankan keterampilan penyelamatan, pemadaman kebakaran, dan pertolongan pertama, PSSR lebih banyak membahas prosedur keselamatan serta hubungan antarawak kapal.

Selain itu, modul ini membantu peserta memahami pentingnya komunikasi, kerja sama, dan kedisiplinan dalam kegiatan pelayaran.

Materi yang Dipelajari dalam PSSR

Materi PSSR mencakup beberapa pembahasan penting, antara lain:

  • Memahami prosedur keselamatan di kapal.
  • Mengenali tanda dan alarm keadaan darurat.
  • Mengetahui jalur evakuasi kapal.
  • Memahami tugas masing-masing awak kapal saat keadaan darurat.
  • Menggunakan perlengkapan keselamatan pribadi.
  • Menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kerja.
  • Mencegah pencemaran lingkungan laut.
  • Menerapkan komunikasi yang baik dengan awak kapal.
  • Memahami tanggung jawab individu dan kelompok.
  • Membangun kerja sama dalam lingkungan multinasional.
  • Menghindari tindakan yang dapat membahayakan orang lain.

Selanjutnya, peserta mempelajari contoh situasi yang dapat terjadi selama bekerja di kapal. Dengan cara tersebut, mereka dapat memahami penerapan prosedur keselamatan dalam kegiatan sehari-hari.

Baca Juga : Praktik Sea Survival (PST) dalam Pelatihan BST di Kolam dan Laut

Tujuan Pelatihan PSSR

Tujuan utama modul PSSR adalah membentuk pelaut yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menjaga keselamatan bersama.

Melalui pelatihan ini, peserta memahami bahwa keselamatan kapal bukan hanya tanggung jawab nakhoda atau perwira. Sebaliknya, setiap awak kapal memiliki peran dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman.

Selain itu, kemampuan komunikasi dan kerja sama dapat membantu mencegah kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Perbedaan 4 Modul BST Berdasarkan Standar STCW

Meskipun seluruh modul BST membahas keselamatan pelayaran, setiap materi memiliki fokus pembelajaran yang berbeda.

Berikut tabel perbandingan empat modul tersebut.

Modul BSTFokus PembelajaranKompetensi Utama
PSTTeknik bertahan hidup di lautMenyelamatkan diri saat keadaan darurat
FPFFPencegahan dan pemadaman kebakaranMencegah dan menangani kebakaran
EFAPertolongan pertama dasarMemberikan bantuan medis awal
PSSRKeselamatan pribadi dan tanggung jawab sosialMenjaga keselamatan dan kerja sama

Berdasarkan tabel tersebut, peserta perlu menguasai seluruh modul karena setiap kompetensi mendukung keselamatan selama bekerja di kapal.

Sebagai contoh, ketika terjadi kebakaran, seorang pelaut perlu memahami cara menggunakan APAR. Namun, ia juga harus mengetahui jalur evakuasi, cara melindungi diri, dan tindakan pertolongan pertama jika terdapat korban.

Mengapa 4 Modul BST Penting bagi Calon Pelaut?

Pelatihan BST memiliki peran penting dalam mempersiapkan seseorang memasuki dunia kerja maritim. Hal ini karena lingkungan kapal mempunyai risiko keselamatan yang berbeda dibandingkan lingkungan kerja di darat.

Berikut beberapa alasan mengapa calon pelaut perlu mengikuti pelatihan BST.

1. Meningkatkan Kemampuan Menghadapi Keadaan Darurat

Pertama, pelatihan BST membantu peserta memahami tindakan yang perlu dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.

Dengan demikian, pelaut tidak mudah panik dan dapat mengikuti prosedur keselamatan yang berlaku.

2. Memahami Penggunaan Peralatan Keselamatan

Selanjutnya, peserta mempelajari penggunaan berbagai perlengkapan keselamatan, seperti lifejacket, immersion suit, APAR, dan peralatan pertolongan pertama.

Kemampuan tersebut sangat penting karena kesalahan penggunaan alat dapat mengurangi efektivitas tindakan penyelamatan.

Baca Juga : Praktik Fire Fighting (FPFF) dalam Pelatihan BST, Simulasi Pemadaman Api

3. Meningkatkan Kedisiplinan dan Tanggung Jawab

Selain kemampuan teknis, BST juga membentuk kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.

Melalui materi PSSR, peserta memahami pentingnya mengikuti aturan kapal, menjaga komunikasi, dan bekerja sama dengan seluruh awak.

4. Mendukung Persiapan Karier di Dunia Pelayaran

Pelatihan BST juga menjadi bagian penting dari persiapan kompetensi keselamatan bagi calon pelaut.

Oleh sebab itu, calon awak kapal perlu memastikan bahwa mereka mengikuti pelatihan pada lembaga yang memiliki persetujuan atau pengakuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Siapa yang Perlu Mengikuti Pelatihan BST?

Pelatihan BST ditujukan bagi pelaut yang memerlukan kompetensi keselamatan dasar sesuai tugas dan tanggung jawabnya di kapal.

Berdasarkan ketentuan STCW Regulation VI/1, pelatihan dasar berlaku bagi pelaut yang bekerja atau bertugas sebagai bagian dari awak kapal dan memiliki tugas keselamatan atau pencegahan pencemaran dalam operasional kapal.

Beberapa kelompok yang perlu memperhatikan persyaratan BST antara lain:

  1. Calon pelaut yang akan memulai karier di kapal.
  2. Taruna atau peserta pendidikan pelayaran.
  3. Awak kapal bagian dek.
  4. Awak kapal bagian mesin.
  5. Personel kapal yang memiliki tugas keselamatan.
  6. Awak kapal yang membutuhkan pemenuhan kompetensi dasar sesuai ketentuan STCW.

Namun, persyaratan setiap jabatan dan jenis kapal dapat berbeda. Oleh karena itu, calon pelaut perlu memeriksa ketentuan sertifikasi sesuai posisi pekerjaan yang akan dijalankan.

Baca Juga : Praktik Elementary First Aid (EFA) dan PSSR Penanganan Medis Darurat di Kapal

Bagaimana Proses Mengikuti Pelatihan BST?

Secara umum, calon peserta perlu mengikuti beberapa tahapan sebelum memperoleh sertifikat BST.

1. Memilih Lembaga Pelatihan yang Resmi

Pertama, cari lembaga pendidikan atau pelatihan maritim yang memiliki persetujuan penyelenggaraan program sesuai ketentuan pemerintah.

Pastikan lembaga tersebut menyelenggarakan pelatihan berdasarkan standar STCW yang berlaku.

2. Menyiapkan Persyaratan Pendaftaran

Selanjutnya, calon peserta perlu menyiapkan dokumen administrasi sesuai ketentuan lembaga pelatihan.

Dokumen yang mungkin diminta antara lain:

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • Kartu Keluarga (KK).
  • Ijazah pendidikan terakhir.
  • Akta kelahiran.
  • Pasfoto sesuai ketentuan.
  • Surat keterangan sehat.
  • Dokumen tambahan sesuai persyaratan penyelenggara.

Perlu diperhatikan bahwa daftar tersebut merupakan contoh persyaratan administrasi. Setiap lembaga dapat menerapkan ketentuan pendaftaran yang berbeda.

3. Mengikuti Pembelajaran Teori dan Praktik

Setelah menyelesaikan pendaftaran, peserta mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran.

Pada tahap ini, peserta mempelajari empat modul BST melalui materi teori, demonstrasi, dan praktik sesuai kurikulum pelatihan.

4. Mengikuti Evaluasi Kompetensi

Berikutnya, peserta menjalani evaluasi untuk mengukur pemahaman dan keterampilan yang telah dipelajari.

Penilaian dapat mencakup pertanyaan teori maupun demonstrasi praktik sesuai standar kompetensi masing-masing modul.

5. Memperoleh Sertifikat BST

Apabila peserta memenuhi persyaratan kompetensi, lembaga pelatihan dapat memproses penerbitan sertifikat sesuai ketentuan yang berlaku.

Setelah itu, peserta perlu menyimpan sertifikat dengan baik karena dokumen tersebut dapat diperlukan dalam proses administrasi dan persiapan bekerja di kapal.

Baca Juga : Tips Menghadapi Ujian Teori dan Praktik Pelatihan BST agar Lulus 100%

Apakah Sertifikat BST Memiliki Masa Berlaku

Apakah Sertifikat BST Memiliki Masa Berlaku?

Ketentuan STCW mengatur pemeliharaan kompetensi untuk Basic Training. Berdasarkan Section A-VI/1, pelaut perlu memberikan bukti bahwa mereka tetap memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan dalam periode lima tahun sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, STCW Manila Amendments memperkuat ketentuan pelatihan penyegaran untuk kompetensi tertentu, termasuk Personal Survival Techniques dan Fire Prevention and Fire Fighting.

Namun, ketentuan pembaruan atau penyegaran tidak selalu berarti seluruh sertifikat BST memiliki masa berlaku yang sama. Oleh karena itu, pelaut perlu memeriksa jenis sertifikat, persyaratan jabatan, dan ketentuan administrasi terbaru dari otoritas maritim Indonesia.

Baca Juga : Syarat Dokumen dan Prosedur Pendaftaran Pelatihan BST Resmi Dephub

Tips Memilih Tempat Pelatihan BST yang Tepat

Sebelum mendaftar, calon peserta sebaiknya memperhatikan beberapa hal agar tidak salah memilih lembaga pelatihan.

  1. Periksa legalitas lembaga. Pastikan penyelenggara memiliki persetujuan program pelatihan yang sesuai.
  2. Periksa fasilitas praktik. Pilih lembaga yang memiliki fasilitas pendukung untuk latihan keselamatan.
  3. Perhatikan kualifikasi instruktur. Pastikan pengajar memenuhi persyaratan kompetensi yang berlaku.
  4. Tanyakan materi pelatihan. Pastikan penyelenggara mencakup empat modul utama BST.
  5. Pastikan mekanisme sertifikasi. Tanyakan proses evaluasi dan penerbitan sertifikat.
  6. Periksa rincian biaya. Mintalah informasi biaya pendaftaran, pelatihan, dan kebutuhan administrasi sejak awal.

Dengan memperhatikan hal tersebut, calon pelaut dapat mengikuti pelatihan secara lebih terarah dan sesuai kebutuhan karier.

Empat modul pelatihan BST berdasarkan standar STCW terdiri dari Personal Survival Techniques (PST), Fire Prevention and Fire Fighting (FPFF), Elementary First Aid (EFA), serta Personal Safety and Social Responsibilities (PSSR).

Setiap modul memberikan kompetensi yang berbeda, mulai dari teknik bertahan hidup di laut, pencegahan kebakaran, pertolongan pertama, hingga tanggung jawab keselamatan bersama.

Baca Juga : Prospek Kerja Setelah Pelatihan BST di Kapal Niaga, Kapal Pesiar

Oleh karena itu, calon pelaut perlu memahami seluruh materi BST sebelum memasuki dunia kerja maritim. Selain meningkatkan kemampuan menghadapi keadaan darurat, pelatihan ini juga membantu membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesadaran terhadap keselamatan pelayaran. Pastikan Anda mengikuti pelatihan melalui lembaga yang memiliki persetujuan sesuai ketentuan. Dengan persiapan yang tepat, Anda dapat membangun dasar kompetensi keselamatan yang dibutuhkan untuk memulai karier sebagai pelaut.

Konsultasi Pelatihan BST Sekarang!

Avatar photo
Nisa
Konsultasi Gratis Balas cepat via WhatsApp