Pelatihan Basic Safety Training (BST) merupakan salah satu pendidikan dan pelatihan dasar yang penting bagi seseorang yang ingin bekerja di bidang pelayaran. Program ini membekali calon pelaut dan awak kapal dengan pengetahuan serta keterampilan untuk menghadapi berbagai situasi darurat selama bekerja di atas kapal.
Dalam dunia pelayaran, keselamatan menjadi prioritas utama. Sebab, awak kapal menghadapi berbagai risiko, mulai dari kebakaran, kecelakaan kerja, kondisi cuaca buruk, hingga keadaan darurat yang mengharuskan seluruh kru melakukan evakuasi. Oleh karena itu, setiap calon pelaut perlu memahami prosedur keselamatan sebelum menjalankan tugasnya.
Selain memberikan pengetahuan dasar, pelatihan BST juga membantu peserta memenuhi persyaratan kompetensi kepelautan sesuai standar internasional STCW (Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers).
Lantas, apa saja syarat mengikuti pelatihan Basic Safety Training (BST)? Berapa biaya yang harus disiapkan? Berikut pembahasan lengkap mengenai persyaratan, materi, prosedur pendaftaran, hingga manfaat sertifikat BST bagi calon pelaut.
Baca Juga : Syarat dan Prosedur Pendaftaran Pelatihan BST Resmi Dephub
Apa Itu Pelatihan Basic Safety Training (BST)?
Basic Safety Training atau BST adalah pelatihan keselamatan dasar bagi pelaut yang bertujuan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi keadaan darurat di atas kapal. Pelatihan ini mengacu pada standar STCW 1978 beserta perubahan dan amandemennya.
Melalui program tersebut, peserta mempelajari cara melindungi diri, mencegah kecelakaan, menangani kebakaran, memberikan pertolongan pertama, serta melakukan tindakan penyelamatan ketika menghadapi kondisi berbahaya.
Selain itu, BST mengajarkan peserta untuk memahami tanggung jawab keselamatan pribadi dan sosial selama bekerja di lingkungan kapal.
Dengan demikian, pelatihan ini menjadi salah satu bekal penting bagi seseorang yang ingin membangun karier sebagai pelaut profesional.
Baca Juga : Rincian Biaya Pelatihan BST di Lembaga Diklat Maritim (Negeri vs Swasta)
Tujuan Mengikuti Pelatihan Basic Safety Training
Pelatihan BST memiliki beberapa tujuan penting yang berkaitan langsung dengan keselamatan pelayaran. Berikut penjelasannya.
1. Meningkatkan Pengetahuan Keselamatan di Kapal
Pertama, pelatihan BST membantu peserta memahami berbagai potensi bahaya selama bekerja di kapal. Dengan pengetahuan tersebut, pelaut dapat mengenali risiko dan mengambil tindakan pencegahan sebelum terjadi kecelakaan.
2. Meningkatkan Kemampuan Menghadapi Keadaan Darurat
Selanjutnya, peserta mempelajari prosedur menghadapi kebakaran, kebocoran, kecelakaan, dan kondisi darurat lainnya. Kemampuan tersebut sangat penting karena keadaan darurat membutuhkan tindakan yang cepat dan tepat.
3. Menguasai Teknik Penyelamatan Diri
Selain itu, peserta mempelajari cara menggunakan alat keselamatan, mengikuti prosedur evakuasi, dan menyelamatkan diri ketika kapal menghadapi situasi berbahaya.
4. Memenuhi Persyaratan Kompetensi Pelaut
BST juga menjadi salah satu sertifikat keterampilan dasar yang diperlukan dalam proses persiapan kerja di kapal. Oleh sebab itu, calon pelaut perlu mengikuti pelatihan melalui lembaga yang memiliki persetujuan atau kewenangan sesuai ketentuan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Baca Juga : Cara Memilih Lembaga Pelatihan BST Resmi yang Diakui Ditjen Hubla
Syarat Mengikuti Pelatihan Basic Safety Training (BST)
Sebelum mendaftar, calon peserta perlu menyiapkan persyaratan administrasi dan kesehatan. Namun, persyaratan dapat berbeda berdasarkan jenis program, lembaga penyelenggara, serta kategori peserta.
Secara umum, persyaratan pelatihan BST kepelautan meliputi:
1. Persyaratan Usia
Calon peserta harus memenuhi batas usia minimum sesuai ketentuan program pelatihan. Beberapa lembaga penyelenggara menerima peserta mulai usia 16 tahun, sedangkan program tertentu menetapkan usia minimum 18 tahun.
Karena itu, pastikan Anda memeriksa ketentuan usia sebelum melakukan pendaftaran.
2. Pendidikan Minimal
Berikutnya, peserta perlu memenuhi persyaratan pendidikan. Sejumlah lembaga pelatihan menetapkan pendidikan minimal SMP atau sederajat untuk program BST sesuai standar STCW.
Peserta sebaiknya menyiapkan ijazah terakhir sebagai bukti pendidikan.
3. Surat Keterangan Sehat
Kesehatan fisik menjadi salah satu persyaratan penting dalam pelatihan keselamatan kapal. Oleh karena itu, calon peserta perlu menyiapkan surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan yang memenuhi ketentuan.
Pemeriksaan dapat mencakup kondisi fisik, penglihatan, pendengaran, dan kemampuan kesehatan lain yang relevan.
4. Identitas Diri
Selain dokumen pendidikan dan kesehatan, peserta perlu menyiapkan identitas resmi untuk keperluan administrasi.
Dokumen yang biasanya diperlukan meliputi:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Kartu Keluarga (KK).
- Akta kelahiran atau surat kenal lahir.
5. Pas Foto Terbaru
Selanjutnya, siapkan pas foto sesuai ketentuan lembaga penyelenggara. Ukuran, latar belakang, dan pakaian dalam foto dapat berbeda berdasarkan kebutuhan administrasi.
6. Dokumen Tambahan
Untuk melengkapi pendaftaran, lembaga tertentu mungkin meminta dokumen tambahan, seperti formulir pendaftaran, sertifikat BST lama untuk peserta revalidasi, atau dokumen kepelautan lainnya.
Oleh karena itu, calon peserta sebaiknya meminta daftar persyaratan terbaru sebelum mengirimkan berkas.
Baca Juga : Mengenal 4 Modul Pelatihan BST Berdasarkan Standar STCW
Materi Pelatihan Basic Safety Training (BST)
Materi BST mengacu pada kompetensi keselamatan dasar yang harus dikuasai pelaut. Peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mengikuti latihan praktik agar mampu menerapkan prosedur keselamatan dalam situasi nyata.
Berikut beberapa materi utama dalam pelatihan BST.
1. Personal Survival Techniques (PST)
Personal Survival Techniques merupakan materi yang mengajarkan teknik bertahan hidup ketika terjadi keadaan darurat di laut.
Dalam materi ini, peserta mempelajari:
- Cara menggunakan alat keselamatan kapal.
- Teknik menggunakan jaket pelampung.
- Cara menggunakan alat penolong apung.
- Prosedur meninggalkan kapal.
- Teknik bertahan hidup di laut.
- Cara mengikuti prosedur penyelamatan.
Melalui latihan tersebut, peserta dapat memahami tindakan yang harus dilakukan ketika kapal mengalami kecelakaan atau kondisi darurat.
2. Fire Prevention and Fire Fighting (FPFF)
Materi berikutnya membahas pencegahan dan penanggulangan kebakaran di kapal.
Peserta akan mempelajari:
- Penyebab terjadinya kebakaran.
- Jenis-jenis kebakaran.
- Cara mencegah kebakaran di kapal.
- Jenis alat pemadam api.
- Teknik menggunakan alat pemadam kebakaran.
- Prosedur menghadapi kebakaran.
- Teknik evakuasi saat terjadi kebakaran.
Selain teori, peserta juga mengikuti latihan penggunaan alat pemadam api agar memahami tindakan yang tepat ketika menghadapi kebakaran.
3. Elementary First Aid (EFA)
Elementary First Aid merupakan materi pertolongan pertama untuk menangani korban kecelakaan atau kondisi medis darurat di atas kapal.
Materi yang dipelajari antara lain:
- Pemeriksaan kondisi korban.
- Penanganan luka ringan.
- Penanganan perdarahan.
- Pertolongan pada korban pingsan.
- Penanganan cedera.
- Teknik bantuan hidup dasar sesuai kurikulum pelatihan.
Dengan mempelajari materi tersebut, peserta dapat memberikan pertolongan awal sebelum korban memperoleh penanganan medis lebih lanjut.
Baca Juga : Praktik Sea Survival (PST) dalam Pelatihan BST di Kolam dan Laut
4. Personal Safety and Social Responsibilities (PSSR)
Personal Safety and Social Responsibilities membahas keselamatan pribadi dan tanggung jawab sosial selama bekerja di kapal.
Materi ini mencakup:
- Peraturan keselamatan di kapal.
- Tanggung jawab setiap awak kapal.
- Pencegahan kecelakaan kerja.
- Komunikasi dan kerja sama antarawak kapal.
- Perlindungan lingkungan laut.
- Pencegahan kekerasan dan pelecehan di lingkungan kerja.
Khusus mulai 1 Januari 2026, standar BST mengikuti pembaruan STCW berdasarkan IMO Resolution MSC.560(108), termasuk penambahan materi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan serta pelecehan, termasuk pelecehan seksual dan perundungan.
Oleh karena itu, calon peserta perlu memastikan lembaga pelatihan menerapkan kurikulum terbaru sesuai ketentuan yang berlaku.
Berapa Biaya Pelatihan Basic Safety Training (BST)?
Biaya pelatihan Basic Safety Training berbeda-beda berdasarkan lembaga penyelenggara, fasilitas, lokasi, durasi, dan jenis program yang peserta pilih.
Sebagai gambaran, terdapat lembaga pelatihan yang menawarkan program BST dengan biaya sekitar Rp1.700.000, termasuk fasilitas asrama. Namun, nominal tersebut merupakan contoh tarif dari penyelenggara tertentu dan bukan standar biaya nasional.
Selain biaya pelatihan, peserta perlu memperhitungkan beberapa kebutuhan tambahan, seperti:
- Biaya pemeriksaan kesehatan atau MCU.
- Biaya administrasi pendaftaran.
- Biaya perlengkapan pelatihan jika tidak termasuk paket.
- Biaya transportasi menuju lokasi pelatihan.
- Biaya penginapan apabila peserta berasal dari luar daerah.
Dengan demikian, calon peserta perlu meminta rincian biaya secara tertulis sebelum melakukan pembayaran.
Baca Juga : Praktik Fire Fighting (FPFF) dalam Pelatihan BST, Simulasi Pemadaman Api
Faktor yang Memengaruhi Biaya BST
Beberapa faktor berikut dapat memengaruhi besarnya biaya pelatihan:
1. Lokasi penyelenggara
Lembaga pelatihan di setiap daerah dapat menawarkan tarif yang berbeda. Selain itu, fasilitas yang tersedia juga memengaruhi biaya program.
2. Fasilitas praktik
Pelatihan yang menyediakan kolam latihan, alat pemadam kebakaran, perlengkapan keselamatan, dan fasilitas simulasi dapat memiliki struktur biaya berbeda.
3. Durasi pelatihan
Jumlah hari pelatihan juga dapat memengaruhi biaya. Sebab, penyelenggara perlu menyediakan instruktur, fasilitas, dan kebutuhan peserta selama kegiatan berlangsung.
4. Jenis program
Biaya BST pertama kali, revalidasi, dan pemutakhiran sertifikat dapat berbeda. Oleh sebab itu, peserta perlu memilih program yang sesuai dengan status sertifikat sebelumnya.
Berapa Lama Pelatihan Basic Safety Training Berlangsung?
Durasi pelatihan BST bergantung pada kurikulum, jadwal, dan kebijakan lembaga penyelenggara.
Sebagai contoh, salah satu lembaga pelatihan di Indonesia menawarkan program BST dengan durasi sembilan hari. Namun, penyelenggara lain dapat memiliki jadwal berbeda sesuai ketentuan program yang mereka jalankan.
Selama pelatihan, peserta mengikuti pembelajaran teori, praktik keselamatan, simulasi keadaan darurat, dan evaluasi kompetensi.
Karena itu, calon peserta sebaiknya memeriksa jadwal resmi sebelum menentukan waktu pendaftaran.
Baca Juga : Praktik Elementary First Aid (EFA) dan PSSR Penanganan Medis Darurat di Kapal

Cara Mendaftar Pelatihan Basic Safety Training (BST)
Setelah memahami persyaratan dan biaya, calon peserta dapat mulai melakukan pendaftaran. Secara umum, berikut tahapan yang perlu Anda ikuti.
1. Memilih Lembaga Pelatihan Resmi
Pertama, cari lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan yang memiliki persetujuan penyelenggaraan BST sesuai ketentuan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Pastikan lembaga tersebut memiliki fasilitas praktik dan instruktur yang kompeten.
2. Memeriksa Persyaratan Pendaftaran
Selanjutnya, hubungi bagian administrasi untuk memperoleh informasi mengenai persyaratan terbaru.
Periksa ketentuan usia, pendidikan, kesehatan, identitas, dan dokumen tambahan agar tidak terjadi kekurangan berkas.
3. Mengisi Formulir Pendaftaran
Setelah itu, isi formulir pendaftaran melalui sistem online atau secara langsung sesuai mekanisme lembaga.
Masukkan informasi pribadi dengan benar agar petugas dapat memproses data peserta.
4. Menyerahkan Dokumen Persyaratan
Berikutnya, serahkan seluruh dokumen sesuai daftar persyaratan. Pastikan setiap dokumen terbaca dengan jelas dan sesuai dengan identitas peserta.
5. Melakukan Pembayaran
Setelah lembaga memverifikasi berkas, peserta dapat melakukan pembayaran melalui metode resmi yang tersedia.
Simpan bukti pembayaran sebagai dokumen pendukung administrasi.
6. Mengikuti Pelatihan dan Evaluasi
Terakhir, peserta mengikuti seluruh kegiatan pelatihan sesuai jadwal. Selain mempelajari teori, peserta harus mengikuti praktik dan evaluasi kompetensi.
Apabila memenuhi standar kelulusan, peserta dapat melanjutkan proses penerbitan sertifikat sesuai prosedur lembaga.
Baca Juga : Tips Menghadapi Ujian Teori dan Praktik Pelatihan BST agar Lulus 100%
Apa Manfaat Memiliki Sertifikat BST?
Sertifikat BST memberikan beberapa manfaat penting bagi seseorang yang ingin bekerja di bidang pelayaran.
Berikut manfaat yang dapat diperoleh:
- Mendukung persyaratan kerja pelaut. Sertifikat BST menjadi salah satu dokumen kompetensi keselamatan dasar yang dibutuhkan sesuai jabatan dan ketentuan kapal.
- Meningkatkan keterampilan keselamatan. Peserta memahami cara menghadapi keadaan darurat di laut.
- Meningkatkan kesiapan kerja. Pelatihan membantu calon pelaut memahami tanggung jawab keselamatan selama bekerja.
- Mendukung pengembangan karier. Sertifikat ini menjadi salah satu bekal untuk memenuhi persyaratan kompetensi kepelautan.
- Meningkatkan kesadaran keselamatan. Pelaut dapat menerapkan prosedur keselamatan untuk melindungi diri sendiri dan awak kapal lainnya.
Namun, sertifikat BST tidak otomatis menjamin seseorang memperoleh pekerjaan di kapal. Pelaut tetap perlu memenuhi persyaratan lain, seperti sertifikat keahlian, buku pelaut, pemeriksaan kesehatan, dan ketentuan perusahaan pelayaran.
Apakah Sertifikat BST Memiliki Masa Berlaku?
Sertifikat BST memiliki ketentuan masa berlaku dan pembaruan sesuai standar kepelautan yang berlaku.
Oleh karena itu, pelaut perlu memeriksa tanggal penerbitan, status sertifikat, dan ketentuan revalidasi atau pemutakhiran yang berlaku.
Selain itu, terdapat perubahan ketentuan BST yang mulai berlaku pada 1 Januari 2026 berdasarkan IMO Resolution MSC.560(108).
Pelaut yang memiliki sertifikat BST lama perlu memperhatikan ketentuan peralihan dan pemutakhiran BST-PSSR dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Dengan demikian, jangan hanya mengandalkan informasi masa berlaku dari sumber tidak resmi. Sebaiknya, periksa status sertifikat dan persyaratan terbaru melalui lembaga pelatihan atau instansi kepelautan yang berwenang.
Baca Juga : Syarat Dokumen dan Prosedur Pendaftaran Pelatihan BST Resmi Dephub
Tips Memilih Lembaga Pelatihan BST yang Terpercaya
Memilih tempat pelatihan menjadi langkah penting sebelum mengeluarkan biaya pendaftaran. Sebab, kualitas pelatihan akan memengaruhi pemahaman dan keterampilan keselamatan peserta.
Berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan.
1. Periksa Legalitas Lembaga
Pastikan lembaga memiliki persetujuan atau kewenangan yang sesuai untuk menyelenggarakan pelatihan BST.
2. Periksa Kurikulum Pelatihan
Selanjutnya, pastikan lembaga menggunakan kurikulum sesuai standar STCW dan ketentuan terbaru, termasuk pembaruan yang berlaku sejak 2026.
3. Tanyakan Fasilitas Praktik
Pilih lembaga yang menyediakan fasilitas praktik keselamatan, seperti peralatan pemadam kebakaran, alat keselamatan, dan sarana simulasi.
4. Pastikan Biaya Transparan
Sebelum mendaftar, minta informasi biaya secara terperinci. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui komponen yang termasuk dalam biaya pelatihan.
5. Pastikan Keabsahan Sertifikat
Terakhir, tanyakan mekanisme penerbitan dan verifikasi sertifikat. Pastikan penyelenggara mengikuti prosedur resmi sehingga peserta memperoleh sertifikat sesuai ketentuan.
Pelatihan Basic Safety Training (BST) merupakan pendidikan keselamatan dasar yang penting bagi calon pelaut dan awak kapal. Program ini memberikan pengetahuan serta keterampilan untuk menghadapi keadaan darurat, melakukan penyelamatan diri, menangani kebakaran, memberikan pertolongan pertama, dan memahami tanggung jawab keselamatan di atas kapal.
Baca Juga : Prospek Kerja Setelah Pelatihan BST di Kapal Niaga, Kapal Pesiar
Untuk mengikuti pelatihan, calon peserta perlu memenuhi persyaratan usia, pendidikan, kesehatan, identitas diri, serta dokumen administrasi lainnya. Selain itu, peserta perlu menyiapkan biaya yang berbeda-beda sesuai lembaga dan jenis pelatihan. Oleh karena itu, pilih lembaga pelatihan yang memiliki persetujuan resmi dan menerapkan kurikulum sesuai standar terbaru. Dengan persiapan yang tepat, peserta dapat mengikuti pelatihan BST secara optimal dan memperoleh kompetensi keselamatan yang dibutuhkan dalam dunia pelayaran.
Konsultasi Pelatihan BST Sekarang!