Perbedaan BST dengan Sertifikat Pelaut Lainnya

Santsanisy

Perbedaan BST dengan Sertifikat Pelaut Lainnya
Direktur Utama Jangkar Groups

Bagi seseorang yang ingin bekerja sebagai pelaut, memahami berbagai jenis sertifikat menjadi langkah penting sebelum mengikuti pendidikan atau mengurus dokumen kepelautan. Salah satu sertifikat yang paling sering muncul dalam persyaratan kerja pelaut adalah Basic Safety Training atau BST. Namun, masih banyak calon pelaut yang menganggap BST sama dengan sertifikat keahlian atau sertifikat pelatihan lainnya.

Padahal, setiap sertifikat mempunyai fungsi, materi, kompetensi, dan tujuan yang berbeda. Karena itu, calon pelaut perlu memahami posisi BST dalam keseluruhan sistem sertifikasi pelaut agar tidak salah memilih pelatihan maupun dokumen.

Secara internasional, standar pelatihan, sertifikasi, dan tugas jaga pelaut mengacu pada International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers atau STCW. IMO menjelaskan bahwa STCW menetapkan standar kompetensi pelaut secara internasional.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan BST dengan sertifikat pelaut lainnya? Berikut pembahasannya.

Baca juga : Sertifikat Basic Safety Training (BST) Panduan Lengkap

Apa Itu BST?

Basic Safety Training atau BST merupakan pelatihan keselamatan dasar bagi pelaut. Fokus utama BST yaitu membekali pelaut dengan pengetahuan dan keterampilan dasar agar mampu menghadapi keadaan darurat, menjaga keselamatan diri, serta menjalankan tanggung jawab keselamatan selama berada di kapal.

STCW Regulation VI/1 menetapkan persyaratan minimum untuk safety familiarization, basic training, dan instruction bagi pelaut. Materinya mencakup beberapa kompetensi keselamatan dasar yang wajib pelaut kuasai.

Dalam praktiknya, materi BST mencakup beberapa aspek penting, antara lain:

  1. Personal Survival Techniques.
  2. Fire Prevention and Fire Fighting.
  3. Elementary First Aid.
  4. Personal Safety and Social Responsibilities.

Selain itu, perkembangan aturan STCW juga membawa materi tambahan terkait keselamatan dan tanggung jawab sosial. Mulai 1 Januari 2026, perubahan pada STCW Code juga memasukkan kompetensi mengenai pencegahan dan penanganan bullying, harassment, sexual harassment, serta sexual assault sebagai bagian dari basic training dan instruction.

Dengan demikian, BST bukan sekadar sertifikat administratif. Pelatihan ini memberikan fondasi keselamatan yang perlu pelaut pahami sebelum menjalankan pekerjaan di lingkungan kapal.

Baca juga : Apa Itu Basic Safety Training (BST) untuk Pelaut?

Mengapa BST Berbeda dengan Sertifikat Pelaut Lain?

Perbedaan paling mendasar terletak pada tujuan sertifikat tersebut.

BST mempunyai cakupan dasar yang luas. Pelatihan ini membahas keselamatan personal, keadaan darurat, kebakaran, pertolongan pertama, serta tanggung jawab sosial.

Sementara itu, sertifikat lain biasanya mempunyai kompetensi yang lebih spesifik. Misalnya, pelatihan Survival Craft and Rescue Boats berfokus pada penggunaan survival craft dan rescue boat. Kemudian, Advanced Fire Fighting mempunyai fokus lebih mendalam pada penanganan kebakaran di kapal.

Jadi, BST dapat kita anggap sebagai fondasi keselamatan dasar, sedangkan sertifikat lain dapat memberikan kompetensi tambahan sesuai tugas, jabatan, jenis kapal, atau kebutuhan pekerjaan.

Baca juga : Syarat Membuat Sertifikat BST Pelaut

Perbedaan BST dengan Sertifikat Keahlian Pelaut

Perbedaan BST dengan Sertifikat Keahlian Pelaut

Salah satu hal yang sering menimbulkan kebingungan yaitu perbedaan antara BST dan sertifikat keahlian pelaut.

BST berfokus pada kompetensi keselamatan dasar. Sebaliknya, sertifikat keahlian tertentu dapat berkaitan langsung dengan kompetensi jabatan atau fungsi profesional seorang pelaut.

Contohnya, seorang pelaut pada posisi officer membutuhkan kompetensi sesuai jabatan seperti nakhoda atau perwira dek maupun perwira mesin. Kompetensi tersebut mempunyai ruang lingkup yang jauh lebih luas daripada keselamatan dasar.

Dengan kata lain, BST tidak menggantikan sertifikat kompetensi jabatan.

Seorang pelaut tidak dapat menganggap kepemilikan BST sebagai bukti bahwa dirinya sudah memenuhi seluruh kompetensi untuk menjalankan suatu jabatan tertentu. BST hanya memenuhi bagian kompetensi keselamatan dasar sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga : Cara Mengurus Sertifikat Basic Safety Training

Perbedaan BST dengan SCRB

Sertifikat Survival Craft and Rescue Boats atau SCRB memiliki fokus yang lebih khusus daripada BST.

BST memberikan pengenalan dan keterampilan dasar terkait keselamatan serta kelangsungan hidup dalam keadaan darurat. Sementara itu, SCRB berfokus pada kemampuan menggunakan survival craft dan rescue boats.

STCW Regulation VI/2 secara khusus mengatur persyaratan minimum sertifikasi untuk survival craft, rescue boats, dan fast rescue boats.

Karena itu, seseorang yang telah mengikuti BST tidak otomatis memiliki seluruh kompetensi yang tercakup dalam pelatihan SCRB.

Keduanya saling melengkapi. BST memberikan dasar keselamatan, sedangkan SCRB memberikan kompetensi lebih spesifik untuk menghadapi situasi yang membutuhkan penggunaan survival craft atau rescue boat.

Baca juga : Materi Basic Safety Training (BST) yang Dipelajari Pelaut

Perbedaan BST dengan AFF

Advanced Fire Fighting atau AFF merupakan pelatihan yang berfokus pada kemampuan pemadaman kebakaran tingkat lanjut.

BST memang mempunyai materi fire prevention and firefighting. Namun, materi tersebut berada pada tingkat dasar. AFF mempunyai cakupan yang lebih mendalam karena pelaut perlu memahami strategi, pengendalian, dan penanganan kebakaran secara lebih kompleks.

STCW menempatkan basic training dan advanced firefighting sebagai kompetensi yang berbeda. Dokumen IMO juga mencantumkan VI/1 untuk basic training dan VI/3 untuk advanced firefighting.

Jadi, BST tidak sama dengan AFF.

Pelaut yang membutuhkan AFF tetap perlu memenuhi persyaratan pelatihan sesuai ketentuan jabatan dan pekerjaannya.

Baca juga : Berapa Lama Pelatihan Basic Safety Training (BST)?

Perbedaan BST dengan Medical First Aid dan Medical Care

BST juga mempunyai materi pertolongan pertama tingkat dasar. Namun, hal tersebut berbeda dengan sertifikat Medical First Aid atau Medical Care.

Medical First Aid mempunyai fokus pada kemampuan pertolongan medis awal dalam kondisi tertentu. Sementara itu, Medical Care mempunyai cakupan yang lebih tinggi dan berkaitan dengan penanganan kebutuhan medis di kapal sesuai kompetensi yang dipersyaratkan.

STCW membedakan kompetensi tersebut melalui Regulation VI/4. Karena itu, pelaut tidak dapat menyamakan materi pertolongan pertama dalam BST dengan keseluruhan kompetensi medical training.

Perbedaan ini penting, terutama bagi pelaut yang memiliki tanggung jawab medis tertentu di kapal.

Baca juga : Biaya Basic Safety Training (BST) Pelaut

Perbedaan BST dengan Security Awareness

Selain keselamatan fisik, pelaut juga perlu memahami aspek keamanan kapal.

Security Awareness Training mempunyai fokus pada kesadaran terhadap ancaman keamanan, tindakan pencegahan, serta tanggung jawab pelaut dalam menjaga keamanan kapal.

STCW Regulation VI/6 mengatur security-related training. IMO juga mempunyai model course khusus untuk Security Awareness Training for All Seafarers.

Dengan demikian, BST dan Security Awareness mempunyai tujuan yang berbeda.

BST lebih menekankan keselamatan dasar dan respons terhadap keadaan darurat. Sementara itu, Security Awareness menekankan kesadaran dan tindakan terkait ancaman keamanan.

Perbedaan BST dengan Ship Security Officer atau SSO

Ship Security Officer atau SSO mempunyai tingkat tanggung jawab yang berbeda lagi.

Pelatihan SSO membekali peserta dengan kompetensi untuk menjalankan fungsi keamanan kapal sesuai tanggung jawab seorang Ship Security Officer.

Karena tanggung jawabnya lebih spesifik, SSO tidak dapat kita samakan dengan BST.

BST berlaku sebagai fondasi keselamatan dasar bagi pelaut, sedangkan SSO mengarah pada fungsi keamanan yang lebih khusus. IMO mencantumkan Ship Security Officer sebagai salah satu kategori sertifikasi atau pelatihan pada STCW VI/6.

Baca juga : Masa Berlaku Sertifikat BST dan Cara Memperpanjangnya

Perbedaan BST dengan Sertifikat Kapal Khusus

Selain sertifikat dasar, terdapat pula pelatihan khusus berdasarkan jenis kapal.

Contohnya, pelaut yang bekerja pada kapal tanker dapat membutuhkan pelatihan khusus untuk oil tanker, chemical tanker, atau liquefied gas tanker. Selain itu, terdapat ketentuan khusus bagi personel pada passenger ships serta kapal yang tunduk pada IGF Code.

IMO mencantumkan berbagai persyaratan khusus tersebut dalam STCW Chapter V.

Artinya, BST tidak otomatis memenuhi seluruh persyaratan untuk bekerja pada setiap jenis kapal.

Sebagai contoh, seorang pelaut dapat memiliki BST, tetapi perusahaan atau jenis kapal tertentu tetap meminta sertifikat tambahan sesuai fungsi dan karakteristik kapal.

Tabel Perbedaan BST dengan Sertifikat Pelaut Lain

Jenis SertifikatFokus UtamaSifat Kompetensi
BSTKeselamatan dasar pelautDasar dan umum
SCRBSurvival craft dan rescue boatKhusus
AFFPemadaman kebakaran tingkat lanjutKhusus dan lebih mendalam
Medical First AidPertolongan medisKhusus
Medical CarePenanganan medis lebih lanjutKhusus
Security AwarenessKesadaran keamananDasar keamanan
SSOTanggung jawab keamanan kapalKhusus
Tanker TrainingKompetensi pada kapal tankerBerdasarkan jenis kapal
Passenger Ship TrainingKompetensi pada kapal penumpangBerdasarkan jenis kapal
Sertifikat kompetensi jabatanKompetensi profesional sesuai jabatanProfesional/jabatan

Tabel tersebut menunjukkan bahwa setiap sertifikat mempunyai fungsi masing-masing. Karena itu, pelaut sebaiknya tidak hanya melihat nama sertifikat, tetapi juga memahami kompetensi yang tercantum dalam aturan dan persyaratan pekerjaan.

Baca juga : Cara Cek Sertifikat BST Pelaut Secara Online

Apakah BST Wajib bagi Pelaut?

BST mempunyai posisi penting dalam sistem keselamatan pelaut. STCW Regulation VI/1 menetapkan persyaratan minimum basic training atau instruction bagi pelaut.

Namun, kebutuhan dokumen seseorang tetap dapat berbeda berdasarkan jabatan, jenis kapal, fungsi pekerjaan, negara bendera kapal, perusahaan, serta aturan yang berlaku.

Karena itu, calon pelaut sebaiknya mengecek persyaratan terbaru sebelum memilih pelatihan.

Selain itu, pelaut perlu memastikan lembaga pelatihan dan sertifikatnya memenuhi ketentuan otoritas maritim yang berwenang. Untuk pelaut Indonesia, verifikasi data sertifikat dapat dilakukan melalui sistem resmi Direktorat Perkapalan dan Kepelautan. Salah satu contoh data resmi menunjukkan kategori sertifikat Basic Safety Training serta status dan masa berlaku sertifikat.

Mengapa Pelaut Tidak Cukup Hanya Memiliki BST?

Pertanyaan ini sering muncul, terutama bagi pelaut pemula.

Jawabannya cukup sederhana. BST hanya mencakup kompetensi keselamatan dasar. Sementara itu, pekerjaan di kapal dapat membutuhkan kompetensi tambahan.

Misalnya, seorang pelaut yang hendak bekerja pada kapal tanker mungkin memerlukan pelatihan khusus tanker. Kemudian, seorang pelaut yang mempunyai tugas tertentu terkait survival craft membutuhkan kompetensi khusus. Begitu pula pelaut yang mempunyai tanggung jawab keamanan atau medis.

Jadi, kebutuhan sertifikat mengikuti fungsi pekerjaan.

Karena itu, jangan menganggap semakin banyak sertifikat berarti selalu lebih baik tanpa melihat relevansinya. Sebaliknya, pilih sertifikat berdasarkan jabatan, jenis kapal, rencana karier, dan persyaratan perusahaan.

Baca juga : Legalisir dan Apostille Sertifikat BST untuk Keperluan Luar Negeri

Bagaimana Menentukan Sertifikat yang Dibutuhkan?

Pertama, tentukan posisi yang ingin Anda ambil. Apakah Anda ingin bekerja sebagai rating, officer, engineer, atau mempunyai fungsi khusus?

Kedua, perhatikan jenis kapal. Kapal tanker, kapal penumpang, kapal gas, dan jenis kapal tertentu dapat mempunyai persyaratan tambahan.

Ketiga, cek persyaratan perusahaan. Setiap perusahaan dapat menetapkan kebutuhan dokumen berdasarkan posisi dan kapal yang mereka operasikan.

Keempat, periksa masa berlaku dan status sertifikat. Jangan sampai Anda mempunyai sertifikat yang secara administrasi sudah tidak memenuhi kebutuhan pekerjaan.

Selanjutnya, pastikan data sertifikat sesuai dengan identitas serta data kepelautan Anda.

Terakhir, jika masih bingung, konsultasikan kebutuhan sertifikat sebelum mengambil pelatihan. Langkah ini dapat membantu menghindari pengeluaran untuk pelatihan yang belum Anda perlukan.

Perbedaan BST dengan sertifikat pelaut

Perbedaan BST dengan sertifikat pelaut lainnya terutama terletak pada tujuan dan ruang lingkup kompetensinya.

BST memberikan fondasi keselamatan dasar bagi pelaut. Materinya mencakup personal survival, fire prevention and firefighting, elementary first aid, serta personal safety dan social responsibilities. STCW menempatkan basic training tersebut sebagai persyaratan keselamatan dasar bagi pelaut.

Sementara itu, sertifikat seperti SCRB, AFF, Medical First Aid, Medical Care, Security Awareness, SSO, serta pelatihan khusus kapal mempunyai fokus yang lebih spesifik.

Dengan demikian, BST bukan pengganti semua sertifikat pelaut lainnya. Sebaliknya, BST menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kompetensi yang dapat pelaut perlukan untuk menjalankan pekerjaan secara aman dan sesuai ketentuan.

Apabila Anda masih bingung mengenai perbedaan BST dengan sertifikat pelaut lainnya, persyaratan BST, kelengkapan dokumen, masa berlaku, atau kebutuhan sertifikat berdasarkan jabatan dan jenis kapal, konsultasikan terlebih dahulu agar proses Anda lebih tepat.

Konsultasikan Pengurusan Sertifikat BST Anda Sekarang

Santsanisy