Apa Itu Basic Safety Training (BST) untuk Pelaut?

Santsanisy

Apa Itu Basic Safety Training (BST) untuk Pelaut?
Direktur Utama Jangkar Groups

Bagi seseorang yang ingin membangun karier sebagai pelaut, keselamatan harus menjadi kemampuan utama sebelum menjalankan tugas apa pun di atas kapal. Karena itu, Basic Safety Training atau BST menjadi salah satu pelatihan penting yang perlu pelaut pahami. Pelatihan ini membekali pelaut dengan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk menghadapi keadaan darurat, menjaga keselamatan diri, membantu orang lain, serta menjalankan prosedur keselamatan selama berada di kapal.

Secara internasional, standar pendidikan dan pelatihan pelaut mengacu pada STCW atau International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers yang berada dalam kerangka regulasi IMO. STCW menetapkan standar minimum untuk pelatihan, sertifikasi, dan dinas jaga pelaut secara internasional.

Sementara itu, Indonesia mempunyai ketentuan nasional mengenai pendidikan, pelatihan, sertifikasi, serta dinas jaga pelaut melalui regulasi Kementerian Perhubungan. Salah satu dasar regulasinya yaitu PM 70 Tahun 2013 tentang Pendidikan dan Pelatihan, Sertifikasi serta Dinas Jaga Pelaut.

Lalu, apa sebenarnya Basic Safety Training untuk pelaut? Apa saja materinya? Siapa yang membutuhkan BST? Bagaimana proses pelatihannya? Selain itu, bagaimana ketentuan BST terbaru mulai tahun 2026?

Baca juga : Sertifikat Basic Safety Training (BST) Panduan Lengkap

Apa Itu Basic Safety Training atau BST?

Basic Safety Training (BST) merupakan pelatihan dasar keselamatan bagi pelaut. Pelatihan ini bertujuan membangun kemampuan dasar seorang pelaut dalam menghadapi berbagai kondisi darurat dan risiko keselamatan yang dapat muncul selama pelayaran.

Dengan kata lain, BST bukan sekadar pelatihan untuk mendapatkan sertifikat. Lebih jauh lagi, BST membentuk kesiapan pelaut agar mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat.

Misalnya, kapal mengalami kebakaran. Dalam kondisi tersebut, seorang pelaut tidak cukup hanya mengetahui lokasi alat pemadam. Ia juga perlu memahami alarm, jalur evakuasi, titik kumpul, penggunaan alat keselamatan, serta tindakan yang harus dilakukan sesuai prosedur.

Begitu pula ketika seseorang jatuh ke laut. Pelaut perlu memahami respons awal, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta koordinasi dengan kru lain.

Karena itu, BST mempunyai peran penting bagi pelaut pemula maupun pelaut yang ingin menjaga kelengkapan kompetensinya.

Baca juga : Syarat Membuat Sertifikat BST Pelaut

Mengapa BST Penting untuk Pelaut?

Kehidupan kerja di kapal mempunyai risiko yang berbeda dengan pekerjaan di darat. Pelaut menghadapi kondisi cuaca, gelombang, mesin, bahan bakar, peralatan kerja, ruang terbatas, serta berbagai situasi darurat lainnya.

Oleh sebab itu, kemampuan keselamatan menjadi bagian penting dari kompetensi seorang pelaut.

BST membantu pelaut memahami beberapa prinsip utama, antara lain:

  1. mengenali risiko keselamatan;
  2. memahami prosedur keadaan darurat;
  3. menggunakan alat keselamatan;
  4. menghadapi kondisi kebakaran;
  5. bertahan ketika terjadi keadaan darurat di laut;
  6. memberikan pertolongan awal;
  7. memahami tanggung jawab personal dan sosial;
  8. menjaga komunikasi serta kerja sama dengan kru.

Selain itu, pelatihan keselamatan juga mendukung penerapan standar STCW yang berlaku secara internasional. IMO menjelaskan bahwa STCW menetapkan standar minimum internasional mengenai training, certification, dan watchkeeping bagi pelaut.

Dengan demikian, BST menjadi bagian penting dalam perjalanan karier seorang pelaut.

Baca juga : Cara Mengurus Sertifikat Basic Safety Training

Materi Apa Saja yang Ada dalam BST?

Materi Apa Saja yang Ada dalam BST

Secara umum, BST mencakup sejumlah kompetensi dasar yang berkaitan dengan keselamatan pribadi, keadaan darurat, pertolongan, serta pencegahan kecelakaan.

Berikut beberapa materi utama yang perlu pelaut pahami.

1. Personal Survival Techniques

Materi ini berkaitan dengan kemampuan bertahan hidup ketika pelaut menghadapi kondisi darurat di laut.

Pelaut mempelajari penggunaan perlengkapan keselamatan, termasuk life jacket dan perlengkapan survival lainnya. Selain itu, pelaut juga mempelajari tindakan yang perlu dilakukan ketika harus meninggalkan kapal.

Pelatihan dapat mencakup latihan praktis sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa melakukan tindakan keselamatan.

Kemampuan tersebut sangat penting karena situasi darurat dapat berkembang dengan cepat. Oleh sebab itu, pelaut perlu mempunyai respons yang terlatih.

2. Fire Prevention and Fire Fighting

Kebakaran menjadi salah satu keadaan darurat serius di kapal. Karena itu, BST memberikan pemahaman mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Peserta mempelajari jenis kebakaran, sumber api, penggunaan alat pemadam, prosedur keselamatan, serta tindakan awal ketika menemukan kebakaran atau asap.

Selain itu, peserta juga belajar mengenali pentingnya kerja sama ketika menghadapi kebakaran.

Pengetahuan tersebut membantu pelaut mengambil tindakan secara cepat sekaligus mengurangi risiko bagi diri sendiri dan kru lain.

Baca juga : Materi Basic Safety Training (BST) yang Dipelajari Pelaut

3. Elementary First Aid

BST juga berkaitan dengan kemampuan pertolongan pertama.

Dalam kondisi tertentu, seorang pelaut mungkin menghadapi kecelakaan atau kondisi medis sebelum bantuan medis lanjutan tersedia. Karena itu, pelaut perlu memahami langkah awal untuk memberikan pertolongan.

Materi dapat mencakup pengenalan kondisi darurat, penanganan cedera sederhana, serta tindakan awal sebelum bantuan lebih lanjut datang.

Dengan kemampuan tersebut, pelaut dapat memberikan respons awal secara lebih terarah.

4. Personal Safety and Social Responsibilities

Materi ini membantu pelaut memahami keselamatan pribadi sekaligus tanggung jawab sosial selama bekerja di kapal.

Pelaut tidak bekerja sendirian. Mereka harus berkomunikasi, mengikuti prosedur, menjaga disiplin, serta bekerja sama dengan kru lain.

Karena itu, komunikasi dan perilaku kerja mempunyai hubungan langsung dengan keselamatan kapal.

Mulai tahun 2026, terdapat perkembangan penting pada materi Basic Training. IMO mengadopsi perubahan pada STCW Code melalui Resolution MSC.560(108), termasuk materi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan serta pelecehan di sektor maritim. Materi tersebut mencakup kekerasan seksual, pelecehan seksual, bullying, dan kekerasan seksual.

Baca juga : Berapa Lama Pelatihan Basic Safety Training (BST)?

Apa Saja Tujuan Basic Safety Training?

BST mempunyai beberapa tujuan utama.

  1. pelatihan ini membantu pelaut memahami prinsip keselamatan dasar.
  2. BST meningkatkan kesiapan pelaut ketika menghadapi keadaan darurat.
  3. pelatihan membangun kemampuan penggunaan perlengkapan keselamatan.
  4. BST membantu pelaut memahami pentingnya komunikasi dan kerja sama.
  5. pelatihan mendukung pemenuhan standar kompetensi keselamatan sesuai ketentuan STCW.

Selain itu, pelatihan juga membantu membentuk kebiasaan kerja yang lebih disiplin. Dalam lingkungan kapal, satu kesalahan kecil dapat menimbulkan risiko besar. Karena itu, pemahaman prosedur keselamatan sangat penting.

Siapa yang Membutuhkan BST?

BST pada dasarnya berkaitan dengan kompetensi keselamatan dasar bagi pelaut. Karena itu, pelaut yang hendak bekerja di kapal perlu memahami persyaratan pelatihan yang berlaku untuk posisi dan jenis kapal masing-masing.

Pelaut pemula biasanya memerlukan BST sebagai salah satu bagian awal dalam proses membangun kompetensi.

Namun, kebutuhan pelatihan tidak selalu berhenti setelah seseorang memperoleh sertifikat pertama. Ketentuan mengenai pembaruan atau updating training dapat berlaku sesuai jenis kompetensi dan regulasi yang berlaku.

STCW sendiri mengenal ketentuan pelatihan penyegaran untuk sejumlah kompetensi keselamatan. IMO mencatat bahwa Manila Amendments memperkenalkan refresher training lima tahunan untuk beberapa kompetensi basic training dan survival/firefighting.

Karena itu, pelaut perlu memeriksa status sertifikat serta ketentuan terbaru sebelum mengikuti pelatihan atau proses revalidasi.

Baca juga : Biaya Basic Safety Training (BST) Pelaut

Bagaimana Proses Mengikuti BST?

Secara umum, proses BST berlangsung melalui lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan yang mempunyai persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Peserta biasanya perlu mengikuti tahapan administrasi terlebih dahulu. Setelah itu, peserta mengikuti pembelajaran teori dan praktik sesuai program pelatihan.

Tahapan tersebut dapat mencakup:

  1. memilih lembaga diklat yang sesuai;
  2. melakukan pendaftaran;
  3. menyerahkan dokumen persyaratan;
  4. mengikuti pembelajaran teori;
  5. mengikuti latihan praktik;
  6. menjalani evaluasi atau assessment;
  7. menyelesaikan seluruh komponen pelatihan;
  8. memperoleh sertifikat sesuai ketentuan.

Namun, detail persyaratan dapat berbeda berdasarkan kebijakan lembaga dan ketentuan terbaru.

Karena itu, calon peserta sebaiknya tidak hanya mencari lembaga yang menawarkan BST, tetapi juga memastikan status approval dan kesesuaian program dengan kebutuhan sertifikasi.

Baca juga : Masa Berlaku Sertifikat BST dan Cara Memperpanjangnya

Apa Bedanya BST dengan Sertifikat Pelaut Lain?

Pelaut memiliki berbagai jenis sertifikat dan kompetensi. Oleh karena itu, calon pelaut sering kali merasa bingung ketika harus menentukan pelatihan yang sesuai.

BST berfokus pada keselamatan dasar. Sementara itu, pelatihan lain dapat mempunyai fokus khusus sesuai jabatan, jenis kapal, atau tanggung jawab tertentu.

Sebagai contoh, seorang pelaut dapat membutuhkan pelatihan tambahan untuk survival craft, advanced firefighting, medical care, tanker training, security training, atau kompetensi khusus lainnya.

Dengan demikian, BST bukan berarti satu-satunya sertifikat yang seorang pelaut perlukan.

Kebutuhan sertifikasi bergantung pada jabatan, jenis kapal, rute pelayaran, serta tugas yang akan seseorang jalankan.

Baca juga : Cara Cek Sertifikat BST Pelaut Secara Online

Apakah BST Berlaku untuk Pelaut Kapal Internasional?

BST berkaitan erat dengan standar STCW yang mempunyai penerapan internasional. Karena itu, sertifikasi dan kompetensi pelaut yang bekerja pada kapal internasional perlu mengikuti standar yang berlaku.

Namun, pelaut tidak boleh menganggap bahwa hanya dengan mempunyai BST, seluruh persyaratan untuk bekerja pada kapal asing otomatis terpenuhi.

Perusahaan pelayaran dapat meminta kompetensi tambahan. Negara atau flag state tertentu juga dapat mempunyai persyaratan administrasi dan endorsement masing-masing.

Oleh sebab itu, pelaut yang mempunyai target bekerja pada kapal internasional sebaiknya memeriksa seluruh persyaratan sejak awal.

Baca juga : Perbedaan BST dengan Sertifikat Pelaut Lainnya

Apa Perubahan BST Mulai Tahun 2026?

Perubahan ini menjadi salah satu hal penting yang perlu pelaut pahami.

IMO mengadopsi Resolution MSC.560(108) pada 23 Mei 2024. Amandemen tersebut memperbarui bagian STCW Code yang berkaitan dengan personal safety and social responsibilities. Ketentuan tersebut mulai berlaku pada 1 Januari 2026.

Indonesia kemudian menindaklanjuti perubahan tersebut melalui kebijakan nasional. Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut menyampaikan bahwa Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor KP-DJPL 393 Tahun 2025 menjadi pedoman penyelenggaraan diklat BST, termasuk materi tambahan mengenai pencegahan kekerasan dan pelecehan.

Materi baru tersebut mencakup pemahaman tentang kekerasan dan pelecehan, termasuk pelecehan seksual, bullying, dan kekerasan seksual.

Perubahan ini menunjukkan bahwa keselamatan pelaut tidak hanya berkaitan dengan kebakaran, kecelakaan, atau kondisi darurat di laut. Lingkungan kerja yang aman juga menjadi bagian penting dari keselamatan pelaut.

Karena itu, pelaut perlu memperhatikan status sertifikat BST lama dan ketentuan updating training yang berlaku.

Baca juga : Legalisir dan Apostille Sertifikat BST untuk Keperluan Luar Negeri

Apakah Pelaut dengan BST Lama Harus Mengikuti Updating Training?

Pertanyaan ini cukup penting, terutama bagi pelaut yang sudah memiliki BST sebelum ketentuan terbaru berlaku.

Ketentuan Indonesia mengenai pelaksanaan BST terbaru mengatur masa transisi bagi pemegang Certificate of Proficiency BST yang terbit sebelum 1 Januari 2026. Karena itu, kebutuhan updating training dapat bergantung pada kondisi sertifikat, status pekerjaan, serta ketentuan yang berlaku pada pelaut tersebut.

Jadi, pelaut sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa semua pemegang BST lama harus mengikuti proses yang sama.

Pemeriksaan status sertifikat menjadi langkah awal yang lebih tepat.

Pelaut juga perlu memastikan apakah sertifikat masih aktif, kapan tanggal terbitnya, kapan masa berlakunya berakhir, serta apakah terdapat ketentuan updating yang relevan.

Bagaimana Cara Mengecek Sertifikat BST?

Pelaut perlu menjaga dokumen sertifikasi dengan baik. Selain menyimpan dokumen fisik, pelaut juga dapat memanfaatkan sistem verifikasi sertifikat yang tersedia.

Sistem resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyediakan informasi sertifikat pelaut tertentu, termasuk jenis sertifikat, nomor sertifikat, tanggal terbit, tanggal berakhir, serta status sertifikat.

Namun, hasil verifikasi elektronik tidak selalu menggantikan dokumen fisik. Karena itu, pelaut tetap perlu menyimpan sertifikat dan dokumen pendukung secara aman.

Selain itu, sebelum mengikuti proses kerja atau pengurusan dokumen, pelaut sebaiknya memastikan semua data pada sertifikat sudah sesuai.

Tips Memilih Lembaga Pelatihan BST

Memilih tempat pelatihan perlu perhatian khusus. Jangan hanya melihat harga atau kecepatan proses.

  1. pastikan lembaga mempunyai approval sesuai ketentuan.
  2. tanyakan materi pelatihan yang mereka gunakan.
  3. pastikan lembaga mengikuti ketentuan BST terbaru.
  4. tanyakan jadwal teori dan praktik.
  5. pahami dokumen yang perlu peserta siapkan.
  6. pastikan informasi mengenai sertifikat jelas.

Selain itu, hindari tawaran yang menjanjikan sertifikat tanpa proses pelatihan yang sesuai. Sertifikasi pelaut berkaitan langsung dengan keselamatan manusia dan operasional kapal. Karena itu, proses pelatihan harus mengikuti standar yang berlaku.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengurus BST

Ada beberapa kesalahan yang sering pelaut lakukan.

  1. pelaut hanya memperhatikan biaya tanpa mengecek approval lembaga.
  2. pelaut tidak memeriksa masa berlaku sertifikat.
  3. pelaut menganggap semua sertifikat pelaut mempunyai fungsi yang sama.
  4. pelaut terlambat mengikuti updating training.
  5. pelaut kurang memahami perubahan regulasi.
  6. pelaut hanya menyimpan dokumen secara fisik tanpa membuat salinan digital yang aman.

Padahal, kelengkapan dokumen dapat memengaruhi proses melamar pekerjaan pada perusahaan pelayaran.

Oleh karena itu, pemeriksaan dokumen secara berkala sangat membantu.

Mengapa Pelaut Perlu Memahami BST Sejak Awal?

Karier pelaut membutuhkan perencanaan. Selain kemampuan teknis, pelaut juga perlu menyiapkan sertifikat, dokumen identitas, buku pelaut, medical certificate, serta berbagai kompetensi sesuai jabatan.

BST menjadi salah satu bagian penting karena keselamatan merupakan fondasi pekerjaan di kapal.

Dengan memahami BST sejak awal, calon pelaut dapat menyusun rencana pendidikan dengan lebih baik. Selain itu, pelaut juga dapat mengetahui pelatihan apa yang perlu ia ambil setelah menyelesaikan BST.

Lebih lanjut, pemahaman tersebut membantu pelaut menghindari pengurusan sertifikat secara terburu-buru ketika mendapat panggilan kerja.

Basic Safety Training atau BST

Basic Safety Training atau BST adalah pelatihan dasar keselamatan yang sangat penting bagi pelaut. Melalui BST, pelaut mempelajari kemampuan bertahan hidup, pencegahan dan penanggulangan kebakaran, pertolongan pertama, serta personal safety dan social responsibilities.

Selain itu, BST mempunyai hubungan erat dengan standar STCW yang berlaku secara internasional. Karena itu, pelaut perlu memperhatikan ketentuan sertifikasi dan pembaruan kompetensi yang berlaku.

Mulai 1 Januari 2026, perubahan pada STCW Code juga membawa materi baru terkait pencegahan dan penanganan kekerasan serta pelecehan dalam lingkungan maritim. Indonesia kemudian menyesuaikan penyelenggaraan BST melalui ketentuan nasional.

Jadi, bagi calon pelaut maupun pelaut yang sudah berpengalaman, memahami apa itu Basic Safety Training, materi BST, persyaratan, sertifikat, updating training, serta ketentuan terbaru merupakan langkah penting untuk menjaga kesiapan karier.

Jika Anda masih bingung mengenai konsultasi BST untuk pelaut, persyaratan Basic Safety Training, status sertifikat BST, updating training, atau proses pengurusan dokumen BST, sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu agar langkah yang Anda ambil sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Konsultasikan Pengurusan Sertifikat BST Anda Sekarang

Santsanisy