Berapa Lama Pelatihan Basic Safety Training (BST)?

Santsanisy

Berapa Lama Pelatihan Basic Safety Training (BST)
Direktur Utama Jangkar Groups

Bagi calon pelaut, Basic Safety Training (BST) menjadi salah satu pelatihan penting sebelum mulai menjalankan tugas pada kapal. Pelatihan ini membekali peserta dengan kemampuan dasar untuk menghadapi keadaan darurat, menjaga keselamatan diri, membantu rekan kerja, serta merespons berbagai risiko selama berada di laut.

Lalu, berapa lama pelatihan Basic Safety Training (BST)? Pertanyaan tersebut cukup sering muncul, terutama bagi calon pelaut yang sedang menyiapkan dokumen dan sertifikat untuk bekerja pada kapal dalam negeri maupun kapal yang beroperasi secara internasional.

Secara umum, lama pelatihan BST dapat berbeda sesuai program, jenis peserta, lembaga pelatihan, serta ketentuan yang berlaku. Dalam praktik pendidikan dan pelatihan pelaut di Indonesia, program BST umum dapat berlangsung beberapa hari. Sebagai contoh, data Kementerian Perhubungan pernah mencatat program BST dengan pola pelatihan selama 3 hari untuk awak kapal tertentu, sementara program lain dapat menggunakan durasi lebih panjang sesuai kebutuhan kompetensi.

Karena itu, calon peserta sebaiknya tidak hanya melihat jumlah hari pelatihan. Selain durasi, peserta juga perlu memastikan lembaga pelatihan mempunyai pengakuan yang sesuai dan materi pelatihan memenuhi standar kompetensi pelaut.

Baca juga : Sertifikat Basic Safety Training (BST) Panduan Lengkap

Apa Itu Basic Safety Training atau BST?

Basic Safety Training atau BST merupakan pelatihan dasar keselamatan bagi pelaut. Program ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar agar peserta mampu menghadapi situasi darurat selama bekerja di kapal.

International Maritime Organization atau IMO melalui STCW menetapkan ketentuan mengenai safety familiarization dan basic training bagi pelaut. Indonesia juga mengacu pada ketentuan STCW dalam penyelenggaraan pelatihan keselamatan pelaut.

Selain itu, regulasi Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa pelaut harus memperoleh familiarisasi keselamatan serta pelatihan dasar keselamatan sesuai Seksi A-VI/1 STCW Code. Sertifikat keterampilan BST dapat terbit setelah peserta menyelesaikan pelatihan yang sesuai.

Dengan demikian, BST bukan sekadar kursus singkat untuk memperoleh sertifikat. Peserta perlu memahami materi dan mampu menunjukkan kompetensi dasar keselamatan.

Baca juga : Apa Itu Basic Safety Training (BST) untuk Pelaut?

Berapa Lama Pelatihan Basic Safety Training?

Berapa Lama Pelatihan Basic Safety Training

Pertanyaan mengenai durasi BST tidak selalu mempunyai satu jawaban untuk semua peserta.

Hal tersebut terjadi karena lembaga pendidikan dan pelatihan dapat menjalankan program sesuai kategori peserta, program yang peserta ambil, serta ketentuan kompetensi yang berlaku.

Sebagai gambaran, Kementerian Perhubungan pernah menjelaskan pelaksanaan BST selama 8 hari untuk pelaut kapal perikanan yang berlayar ke luar negeri, sedangkan pelatihan untuk pelaut pada kapal perikanan industri dapat berlangsung 3 hari. Selain itu, program pemberdayaan masyarakat untuk awak kapal nelayan atau kapal tradisional juga pernah menjalankan BST selama 3 hari.

Karena itu, calon peserta perlu mengecek durasi langsung kepada lembaga diklat yang hendak dipilih.

Untuk calon pelaut yang ingin bekerja pada kapal niaga, kapal penumpang, kapal kargo, kapal offshore, atau jenis kapal lainnya, kebutuhan program dapat berbeda. Oleh sebab itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa semua program BST selalu berlangsung dalam jumlah hari yang sama.

Baca juga : Syarat Membuat Sertifikat BST Pelaut

Mengapa Durasi BST Bisa Berbeda?

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi lama pelatihan.

1. Jenis Program Pelatihan

Pertama, jenis program sangat berpengaruh terhadap durasi. Peserta dengan kebutuhan kompetensi berbeda dapat mengikuti pola pelatihan berbeda pula.

Misalnya, pelatihan untuk kebutuhan tertentu pada sektor perikanan dapat mempunyai pengaturan tersendiri. Sementara itu, calon pelaut pada sektor niaga perlu mengikuti program sesuai kompetensi yang berlaku untuk pekerjaannya.

2. Materi yang Harus Peserta Kuasai

Selanjutnya, jumlah materi juga memengaruhi pelaksanaan pelatihan. BST tidak hanya berisi teori keselamatan.

Peserta juga perlu memahami tindakan ketika menghadapi kondisi darurat. Selain itu, latihan dapat mencakup kemampuan bertahan hidup, pencegahan kebakaran, pertolongan dasar, keselamatan personal, serta tanggung jawab sosial di atas kapal.

Karena itu, peserta membutuhkan waktu untuk memahami teori sekaligus menjalankan latihan.

Baca juga : Cara Mengurus Sertifikat Basic Safety Training

3. Teori dan Praktik

Berikutnya, BST mempunyai unsur praktik yang sangat penting.

Peserta tidak cukup hanya memahami prosedur melalui penjelasan instruktur. Mereka juga perlu menjalankan simulasi atau latihan sesuai materi yang berlaku.

Dengan demikian, durasi pelatihan harus memberikan ruang yang cukup untuk pembelajaran teori dan praktik.

4. Kebijakan Lembaga Diklat

Selain ketentuan kompetensi, lembaga pelatihan juga mempunyai jadwal dan sistem pelaksanaan masing-masing.

Karena itu, peserta perlu menanyakan jadwal mulai, jumlah hari pelatihan, waktu belajar setiap hari, agenda praktik, evaluasi, serta proses administrasi sertifikat sebelum melakukan pendaftaran.

Baca juga : Materi Basic Safety Training (BST) yang Dipelajari Pelaut

Apa Saja Materi dalam Pelatihan BST?

BST mempunyai beberapa kelompok kompetensi dasar yang berkaitan langsung dengan keselamatan pelaut.

Personal Survival Techniques

Materi pertama berkaitan dengan kemampuan bertahan hidup dalam keadaan darurat.

Peserta mempelajari tindakan yang perlu dilakukan ketika terjadi keadaan yang mengharuskan awak kapal meninggalkan kapal. Selain itu, peserta mengenal perlengkapan keselamatan serta prosedur dasar untuk meningkatkan peluang bertahan hidup.

Materi seperti penggunaan alat keselamatan dan prosedur menghadapi kondisi darurat menjadi bagian penting karena keadaan di laut dapat berubah secara cepat.

Fire Prevention and Fire Fighting

Selanjutnya, peserta mempelajari pencegahan dan penanganan kebakaran.

Kebakaran menjadi salah satu risiko serius pada kapal. Karena itu, pelaut perlu memahami sumber bahaya, tindakan pencegahan, penggunaan alat pemadam, serta prosedur dasar ketika menghadapi kebakaran.

Selain teori, latihan praktik membantu peserta memahami cara merespons situasi secara lebih terarah.

Baca juga : Biaya Basic Safety Training (BST) Pelaut

Elementary First Aid

BST juga berkaitan dengan pertolongan pertama.

Peserta mendapatkan pengetahuan dasar mengenai tindakan pertolongan ketika seseorang mengalami cedera atau kondisi darurat tertentu.

Kemampuan tersebut penting karena lokasi kapal yang jauh dari fasilitas medis dapat membuat respons awal menjadi sangat penting.

Personal Safety and Social Responsibilities

Selain kemampuan menghadapi kondisi darurat, peserta juga mempelajari keselamatan personal dan tanggung jawab sosial.

Materi ini membantu peserta memahami cara bekerja secara aman, menjaga komunikasi, mengikuti prosedur, serta membangun kerja sama dengan awak kapal lainnya.

Pada 2026, IMO juga mencatat perubahan pada STCW Code yang memperkuat materi basic training terkait pencegahan dan penanganan bullying, harassment, serta sexual assault di sektor maritim. Ketentuan baru tersebut mulai berlaku pada 1 Januari 2026.

Baca juga : Masa Berlaku Sertifikat BST dan Cara Memperpanjangnya

Apakah BST Hanya Berisi Teori?

Tidak.

Justru, kemampuan praktik menjadi bagian penting dalam pelatihan keselamatan. Peserta perlu memahami prosedur sekaligus mampu menerapkannya.

Sebagai contoh, instruktur dapat memberikan penjelasan mengenai penggunaan perlengkapan keselamatan. Setelah itu, peserta menjalankan latihan sesuai instruksi.

Dengan metode seperti ini, peserta tidak hanya menghafal teori. Mereka juga memperoleh pengalaman untuk mengambil tindakan secara cepat ketika menghadapi situasi darurat.

Karena itu, calon peserta sebaiknya mempersiapkan kondisi fisik dan mental sebelum mengikuti BST.

Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Mengikuti BST?

Sebelum mengikuti pelatihan, calon peserta sebaiknya menyiapkan beberapa hal.

Pertama, pastikan identitas dan dokumen administrasi sesuai dengan persyaratan lembaga diklat. Selanjutnya, tanyakan jadwal pelatihan secara lengkap agar peserta dapat menyesuaikan pekerjaan atau aktivitas lainnya.

Kemudian, cari informasi mengenai materi pelatihan. Peserta juga perlu mengetahui apakah program mencakup teori dan praktik serta bagaimana proses evaluasinya.

Selain itu, pastikan lembaga diklat mempunyai status dan pengakuan yang sesuai kebutuhan sertifikat pelaut.

Hal tersebut penting karena sertifikat BST menjadi bagian dari dokumen kompetensi pelaut. Data Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menunjukkan adanya pencatatan serta verifikasi sertifikat BST dalam sistem data pelaut Indonesia.

Baca juga : Cara Cek Sertifikat BST Pelaut Secara Online

Apakah Setelah Selesai Pelatihan Peserta Langsung Mendapat Sertifikat?

Setelah peserta menyelesaikan program sesuai persyaratan dan memenuhi standar kompetensi, proses penerbitan sertifikat dapat berjalan sesuai prosedur lembaga dan otoritas terkait.

Regulasi Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa sertifikat keterampilan BST terbit setelah pelaut menyelesaikan pelatihan dasar keselamatan.

Namun, peserta tetap perlu memperhatikan proses administrasi setelah pelatihan. Pastikan nama, tanggal lahir, nomor identitas, serta informasi lain pada dokumen sesuai.

Kesalahan data dapat menimbulkan kendala ketika peserta menggunakan sertifikat untuk kebutuhan pekerjaan atau proses administrasi kepelautan lainnya.

Baca juga : Perbedaan BST dengan Sertifikat Pelaut Lainnya

Berapa Lama Masa Berlaku Sertifikat BST?

Calon pelaut juga sering menganggap durasi pelatihan sama dengan masa berlaku sertifikat. Padahal, keduanya merupakan hal berbeda.

Durasi pelatihan menunjukkan berapa lama peserta mengikuti pendidikan. Sementara itu, masa berlaku sertifikat menunjukkan periode ketika sertifikat tersebut masih dapat digunakan sesuai ketentuan.

STCW mengenal pelatihan penyegaran atau refresher training setiap lima tahun untuk beberapa kompetensi basic training, termasuk personal survival techniques serta fire prevention and firefighting.

Karena itu, pemegang sertifikat perlu memperhatikan masa berlaku serta ketentuan refresher yang berlaku untuk kompetensinya.

Apakah BST Wajib untuk Calon Pelaut?

Untuk pelaut yang masuk dalam lingkup ketentuan STCW, basic safety training merupakan bagian penting dari kompetensi keselamatan.

Regulasi Indonesia mengatur kewajiban pelaut untuk memperoleh familiarisasi keselamatan dan basic safety training sesuai standar STCW.

Dengan demikian, calon pelaut sebaiknya mempersiapkan BST sejak awal ketika mulai merencanakan karier pada sektor maritim.

Terlebih lagi, banyak perusahaan pelayaran membutuhkan dokumen kompetensi yang sesuai sebelum calon awak kapal menjalankan tugas.

Baca juga : Legalisir dan Apostille Sertifikat BST untuk Keperluan Luar Negeri

Apa Perbedaan BST dengan Pelatihan Pelaut Lainnya?

BST merupakan pelatihan dasar. Artinya, materi berfokus pada kemampuan keselamatan yang perlu pelaut pahami sebelum menjalankan tugas di kapal.

Sementara itu, terdapat pelatihan lain seperti Survival Craft and Rescue Boat, Advanced Fire Fighting, Medical Care, Medical First Aid, Ship Security Officer, dan berbagai pelatihan khusus lainnya.

Kementerian Perhubungan mencantumkan BST bersama sejumlah program keterampilan khusus pelaut lainnya dalam kelompok diklat kepelautan.

Oleh karena itu, peserta perlu memahami kebutuhan pekerjaannya sebelum memilih program tambahan.

Misalnya, pelaut yang akan bekerja pada jenis kapal tertentu mungkin membutuhkan sertifikat tambahan sesuai posisi dan karakteristik kapal.

Tips Memilih Lembaga Pelatihan BST

Agar tidak salah memilih tempat pelatihan, calon peserta dapat memperhatikan beberapa hal berikut.

  1. cek pengakuan lembaga.
    Pastikan lembaga mempunyai status yang sesuai dan dapat menyelenggarakan program kepelautan yang peserta perlukan.
  2. tanyakan durasi pelatihan. Jangan hanya melihat iklan bertuliskan “BST cepat”. Tanyakan secara jelas berapa hari program berlangsung dan apa saja agenda setiap harinya.
  3. cek materi. Pastikan program mencakup kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan sertifikat.
  4. tanyakan proses sertifikat. Peserta perlu mengetahui tahapan administrasi setelah menyelesaikan pelatihan.
  5. perhatikan fasilitas praktik. Karena BST berkaitan erat dengan keselamatan, fasilitas latihan menjadi salah satu aspek penting.
  6. tanyakan jadwal secara tertulis. Langkah ini membantu peserta mengatur waktu, terutama bagi calon pelaut yang sudah bekerja atau sedang mempersiapkan keberangkatan.

Mengapa Calon Pelaut Perlu Mengikuti BST dengan Serius?

BST bukan sekadar persyaratan administratif.

Pada kondisi normal, pelaut mungkin jarang menghadapi keadaan darurat. Namun, ketika kecelakaan terjadi, kemampuan mengambil keputusan dalam waktu singkat dapat menjadi sangat penting.

Karena itu, peserta sebaiknya mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara serius.

Selain itu, peserta perlu aktif bertanya kepada instruktur apabila ada prosedur yang belum mereka pahami. Dengan begitu, pelatihan tidak hanya menghasilkan sertifikat, tetapi juga meningkatkan kesiapan menghadapi risiko di laut.

berapa lama pelatihan Basic Safety Training atau BST?

Jadi, berapa lama pelatihan Basic Safety Training atau BST? Jawabannya dapat berbeda sesuai program, kategori peserta, jenis kapal, kebutuhan kompetensi, serta ketentuan lembaga pelatihan. Dalam beberapa pelaksanaan, BST dapat berlangsung sekitar 3 hari, sedangkan program tertentu dapat mempunyai durasi lebih panjang. Kementerian Perhubungan sendiri pernah mencatat program BST 3 hari untuk kategori tertentu dan 8 hari untuk pelaut kapal perikanan yang berlayar ke luar negeri.

Karena itu, calon pelaut sebaiknya tidak hanya mencari pelatihan dengan durasi paling singkat. Yang lebih penting adalah memastikan program sesuai kebutuhan, materi memenuhi standar, lembaga mempunyai pengakuan yang tepat, serta proses sertifikasi mengikuti ketentuan kepelautan.

Dengan persiapan yang baik, peserta dapat mengikuti BST secara lebih optimal dan memahami keterampilan keselamatan yang akan berguna selama menjalankan pekerjaan di kapal.

Jika Anda masih bingung mengenai berapa lama pelatihan BST, persyaratan mengikuti BST, dokumen yang perlu Anda siapkan, pilihan program sesuai kebutuhan pelaut, atau proses pengurusan sertifikat BST, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu agar langkah yang Anda ambil lebih tepat.

Konsultasikan Pengurusan Sertifikat BST Anda Sekarang

Santsanisy