Berapa Lama Proses Apostille Kemenkumham?

Isma

Berapa Lama Proses Apostille Kemenkumham Ini Tahapan dan Estimasinya
Direktur Utama Jangkar Groups

Berapa lama proses Apostille Kemenkumham? Pertanyaan ini sering muncul dari masyarakat yang membutuhkan dokumen Indonesia untuk di gunakan di luar negeri. Durasi Apostille bergantung pada jenis layanan, kelengkapan dokumen, hasil verifikasi, serta apakah dokumen membutuhkan pengesahan tambahan sebelum di ajukan.

Saat ini, pengajuan Apostille dilakukan melalui sistem layanan Kementerian Hukum secara daring. Namun, prosesnya tidak berhenti pada pengunggahan dokumen. Setelah permohonan di kirim, dokumen perlu diverifikasi sebelum pemohon dapat melakukan pembayaran dan melanjutkan ke tahap pencetakan sertifikat Apostille.

Pada 2026, tersedia layanan reguler dan Fast-Track. Keduanya memiliki perbedaan tarif dan waktu penyelesaian. Karena itu, penting memahami setiap tahapan agar dapat memperkirakan kapan dokumen selesai.

Baca Juga : Apostille Kemenkumham Indonesia: Pengertian, Syarat & Prosedur

Berapa Lama Proses Apostille Kemenkumham?

Secara umum, layanan Apostille reguler dapat di proses hingga sekitar 3 hari kerja, sedangkan layanan Fast-Track di tujukan untuk penyelesaian pada hari yang sama, selama dokumen memenuhi persyaratan dan lolos verifikasi.

Estimasi tersebut merupakan waktu untuk proses layanan Apostille. Waktu persiapan dokumen, pengesahan awal, penerjemahan tersumpah, atau pengiriman dokumen perlu dihitung secara terpisah.

Berikut gambaran sederhananya:

Jenis layananEstimasi proses
Apostille regulerHingga 3 hari kerja
Apostille Fast-TrackHari yang sama, jika memenuhi persyaratan
Pengesahan awalTergantung instansi
Terjemahan tersumpahTergantung penerjemah
Pengiriman dokumenTergantung kurir

Dengan demikian, jika dokumen sudah lengkap dan tidak membutuhkan tahapan tambahan, proses dapat berjalan lebih cepat.

Baca Juga : Syarat Apostille Kemenkumham Indonesia: Dokumen yang Harus Disiapkan

Tahapan Proses Apostille Kemenkumham

Untuk memahami estimasi waktunya, pemohon perlu mengetahui alur dari awal sampai dokumen selesai.

1. Persiapan Dokumen

Tahap pertama adalah menyiapkan dokumen yang akan di gunakan di luar negeri.

Dokumen dapat berupa:

  1. ijazah;
  2. transkrip nilai;
  3. akta kelahiran;
  4. akta perkawinan;
  5. buku nikah;
  6. SKCK;
  7. dokumen notaris;
  8. dokumen perusahaan;
  9. dokumen pengadilan.

Pada tahap ini, pemohon perlu memastikan dokumen asli tersedia dan datanya benar.

Jika dokumen membutuhkan pengesahan dari instansi lain, tahapan tersebut harus dilakukan sebelum pengajuan Apostille.

Baca Juga : Cara Apostille Kemenkumham Secara Online: Panduan dari Awal sampai Selesai

2. Scan Dokumen

Setelah dokumen siap, buat file digital yang jelas.

Hasil scan harus memperlihatkan seluruh bagian penting dokumen, termasuk:

  1. nama;
  2. nomor dokumen;
  3. tanggal;
  4. tanda tangan;
  5. cap;
  6. segel;
  7. informasi pejabat.

Scan yang buram atau terpotong dapat menyebabkan proses verifikasi terhambat.

3. Pengajuan Online

Pemohon kemudian mengajukan permohonan melalui sistem layanan resmi Kementerian Hukum.

Data pemohon dan data dokumen perlu di isi berdasarkan dokumen asli.

Semakin akurat informasi yang di berikan, semakin kecil kemungkinan permohonan harus di perbaiki.

Baca Juga : Biaya Apostille Kemenkumham Indonesia: Tarif Resmi dan Biaya Tambahan

4. Verifikasi Dokumen

Setelah permohonan di kirim, petugas melakukan verifikasi.

Tahap ini menjadi salah satu bagian terpenting karena dokumen tidak otomatis mendapatkan Apostille hanya karena sudah berhasil di unggah.

Verifikasi dapat mencakup pemeriksaan:

  1. kelengkapan dokumen;
  2. kesesuaian data;
  3. tanda tangan pejabat;
  4. cap atau segel;
  5. kewenangan pejabat;
  6. kesesuaian persyaratan.

Jika terdapat masalah, pemohon dapat di minta memperbaiki atau melengkapi dokumen.

Baca Juga : Jenis Dokumen yang Bisa Diapostille oleh Kemenkumham Indonesia

5. Persetujuan Permohonan

Jika dokumen memenuhi persyaratan, permohonan dapat di setujui.

Setelah itu, pemohon dapat melanjutkan ke tahap pembayaran PNBP sesuai jenis layanan yang di pilih.

6. Pembayaran PNBP

Pemohon melakukan pembayaran berdasarkan tagihan yang muncul dalam sistem.

Pada 2026, tarif layanan Apostille yang berlaku adalah:

  • Rp200.000 per dokumen untuk layanan reguler;
  • Rp500.000 per dokumen untuk layanan Fast-Track.

Pembayaran harus dilakukan melalui mekanisme resmi yang tersedia.

7. Pencetakan Sertifikat Apostille

Setelah pembayaran terkonfirmasi, proses di lanjutkan dengan pencetakan sertifikat Apostille sesuai mekanisme layanan.

Pemohon perlu mengikuti informasi mengenai lokasi dan prosedur pencetakan atau pengambilan dokumen.

Baca Juga : Cara Cek dan Verifikasi Sertifikat Apostille Kemenkumham

Berapa Lama Apostille Reguler?

Layanan Apostille reguler memiliki estimasi proses hingga sekitar 3 hari kerja, apabila dokumen memenuhi persyaratan.

Waktu tersebut perlu di pahami sebagai estimasi proses layanan, bukan keseluruhan waktu yang di perlukan sejak pemohon mulai menyiapkan dokumen.

Sebagai contoh, seseorang memiliki ijazah yang membutuhkan pengesahan terlebih dahulu dari instansi terkait. Waktu untuk mendapatkan pengesahan tersebut harus di hitung terpisah.

Setelah pengesahan selesai, barulah dokumen dapat di ajukan untuk Apostille.

Oleh karena itu, total waktu sebenarnya dapat lebih panjang daripada tiga hari kerja.

Baca Juga : Apostille Kemenkumham untuk Akta Kelahiran, Ijazah, SKCK, dan Dokumen Lain

Berapa Lama Apostille Fast-Track?

Fast-Track merupakan layanan yang ditujukan bagi pemohon yang membutuhkan proses lebih cepat.

Estimasi layanan Fast-Track adalah hari yang sama, dengan catatan dokumen memenuhi persyaratan dan dapat diverifikasi.

Namun, Fast-Track bukan berarti semua dokumen pasti selesai tanpa pemeriksaan.

Dokumen tetap harus melalui verifikasi. Jika di temukan ketidaksesuaian atau dokumen belum memenuhi persyaratan, proses dapat mengalami kendala.

Karena itu, layanan Fast-Track akan lebih efektif apabila pemohon sudah memastikan seluruh dokumen benar sebelum mengajukan permohonan.

Baca Juga : Apostille Kemenkumham untuk Digunakan di Luar Negeri: Negara Mana Saja yang Menerima?

Apakah Hari Sabtu dan Minggu Dihitung?

Estimasi hari kerja perlu di bedakan dengan hari kalender.

Jika informasi layanan menyebutkan hari kerja, maka pemohon tidak seharusnya menghitung Sabtu, Minggu, atau hari libur sebagai hari kerja.

Selain itu, waktu operasional pengajuan, pembayaran, dan pencetakan dapat memiliki ketentuan tersendiri.

Karena jadwal layanan dapat berubah, pemohon sebaiknya memeriksa jadwal terbaru sebelum mengajukan dokumen.

Baca Juga : Perbedaan Apostille Kemenkumham dan Legalisasi Dokumen untuk Luar Negeri

Faktor yang Membuat Proses Apostille Lebih Lama

Tidak semua permohonan selesai dalam waktu yang sama. Beberapa kondisi dapat membuat proses membutuhkan waktu lebih panjang.

Dokumen Tidak Lengkap

Jika terdapat dokumen yang kurang, petugas dapat meminta pemohon melengkapi persyaratan.

Proses kemudian dapat tertunda sampai dokumen yang di perlukan tersedia.

Scan Dokumen Tidak Jelas

Dokumen yang buram atau tidak lengkap dapat menyulitkan proses pemeriksaan.

Karena itu, scan harus di buat dengan kualitas yang baik.

Data Tidak Sesuai

Kesalahan nama, nomor dokumen, tanggal, atau informasi lainnya dapat menyebabkan permohonan harus di perbaiki.

Kesalahan sederhana sebaiknya di periksa sebelum permohonan di kirim.

Baca Juga : Jasa Apostille Kemenkumham Indonesia: Cara Memilih Layanan Pengurusan yang Aman

Spesimen Tanda Tangan Belum Tersedia

Apostille berkaitan dengan verifikasi tanda tangan, cap, atau segel pejabat.

Jika data atau spesimen pejabat belum tersedia atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, proses dapat mengalami keterlambatan.

Dokumen Membutuhkan Pengesahan Awal

Beberapa dokumen tidak dapat langsung masuk ke tahap Apostille.

Jika harus mendapatkan pengesahan dari instansi lain, waktu pengesahan tersebut menjadi tambahan di luar durasi Apostille.

Terjemahan Tersumpah

Jika negara tujuan meminta terjemahan tersumpah, waktu penerjemahan juga perlu di perhitungkan.

Terjemahan dapat dilakukan sebelum atau setelah Apostille tergantung persyaratan pihak penerima.

Apakah Apostille Ijazah Lebih Lama?

Durasi Apostille ijazah tidak otomatis lebih lama hanya karena dokumennya merupakan ijazah.

Namun, dokumen pendidikan dapat memiliki tahapan persiapan tertentu sebelum dapat di ajukan.

Pemohon sebaiknya memeriksa apakah ijazah perlu pengesahan dari perguruan tinggi atau instansi terkait.

Selain itu, jika transkrip nilai juga di perlukan, dokumen tersebut perlu di proses sesuai persyaratan yang berlaku.

Karena itu, waktu total untuk dokumen pendidikan dapat lebih panjang jika terdapat tahapan tambahan.

Berapa Lama Apostille Akta Kelahiran?

Untuk akta kelahiran, proses Apostille mengikuti mekanisme layanan yang sama selama dokumen memenuhi persyaratan.

Artinya, pemohon tidak dapat menganggap akta kelahiran pasti selesai lebih cepat atau lebih lambat daripada dokumen lain hanya berdasarkan jenis dokumennya.

Hal yang lebih berpengaruh adalah:

  1. kelengkapan dokumen;
  2. kejelasan scan;
  3. validitas dokumen;
  4. data pejabat;
  5. hasil verifikasi.

Pemohon juga perlu memastikan data akta kelahiran sesuai dengan paspor apabila dokumen tersebut akan di gunakan untuk kebutuhan imigrasi.

Berapa Lama Apostille Buku Nikah?

Buku nikah dapat membutuhkan persiapan tambahan karena dokumen tersebut berkaitan dengan administrasi Kementerian Agama.

Jika terdapat kewajiban pengesahan sebelum Apostille, waktu pengesahan tersebut perlu di tambahkan ke estimasi keseluruhan.

Setelah dokumen memenuhi persyaratan Apostille, proses selanjutnya mengikuti mekanisme layanan Kementerian Hukum.

Karena itu, pemohon sebaiknya tidak menghitung waktu hanya berdasarkan tahap Apostille.

Berapa Lama Apostille SKCK?

SKCK juga dapat di proses melalui layanan Apostille apabila memenuhi persyaratan.

Sebelum mengajukan, periksa data pada SKCK, terutama:

  1. nama;
  2. NIK;
  3. tempat lahir;
  4. tanggal lahir;
  5. alamat;
  6. nomor SKCK;
  7. pejabat yang menandatangani.

Jika terdapat kesalahan, koreksi SKCK sebaiknya dilakukan terlebih dahulu.

Dengan demikian, waktu perbaikan dokumen tidak mengganggu estimasi proses Apostille.

Bagaimana Jika Apostille Belum Selesai?

Jika proses belum selesai sesuai estimasi, pemohon sebaiknya memeriksa status permohonan melalui sistem.

Periksa apakah:

  1. permohonan masih diverifikasi;
  2. terdapat permintaan perbaikan;
  3. pembayaran belum dilakukan;
  4. pembayaran belum terkonfirmasi;
  5. dokumen sudah dapat di cetak;
  6. terdapat informasi tambahan dari petugas.

Jangan langsung membuat permohonan baru sebelum mengetahui status permohonan sebelumnya.

Jika di perlukan, gunakan kanal layanan resmi untuk meminta informasi mengenai permohonan.

Cara Mempercepat Proses Apostille

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko keterlambatan.

Siapkan Dokumen Sebelum Pengajuan

Jangan mulai pengajuan sebelum dokumen benar-benar siap.

Periksa Data Dua Kali

Bandingkan data pada dokumen dengan informasi yang akan di masukkan ke sistem.

Gunakan Scan Berkualitas Tinggi

Pastikan semua tulisan, tanda tangan, dan cap dapat terbaca.

Pastikan Pengesahan Awal Sudah Selesai

Jika dokumen membutuhkan pengesahan tambahan, lakukan terlebih dahulu.

Pilih Fast-Track Jika Memang Mendesak

Fast-Track dapat di gunakan apabila pemohon membutuhkan proses lebih cepat dan memenuhi ketentuan layanan.

Namun, layanan tersebut memiliki tarif lebih tinggi di bandingkan layanan reguler.

Perbandingan Estimasi Apostille Reguler dan Fast-Track

Berikut perbandingan sederhananya:

AspekRegulerFast-Track
TarifRp200.000/dokumenRp500.000/dokumen
EstimasiHingga 3 hari kerjaHari yang sama
VerifikasiTetap dilakukanTetap dilakukan
PersyaratanHarus lengkapHarus lengkap
Cocok untukTidak terlalu mendesakMembutuhkan proses cepat

Estimasi tersebut berlaku untuk proses layanan Apostille dan dapat di pengaruhi oleh kondisi dokumen.

Contoh Menghitung Total Waktu Pengurusan

Misalnya seseorang ingin menggunakan ijazah di luar negeri.

Dokumen membutuhkan:

  1. pengesahan awal;
  2. scan dokumen;
  3. pengajuan Apostille;
  4. verifikasi;
  5. pembayaran;
  6. pencetakan;
  7. terjemahan tersumpah.

Maka waktu keseluruhan tidak cukup di hitung hanya dari estimasi tiga hari kerja.

Tahapan pengesahan awal dan terjemahan dapat menambah waktu.

Sebaliknya, jika dokumen sudah siap, tidak membutuhkan pengesahan tambahan, dan pemohon menggunakan Fast-Track, proses layanan Apostille dapat jauh lebih singkat.

Tips Mengatur Waktu Pengurusan Apostille

Jika dokumen akan di gunakan untuk pendaftaran universitas, pekerjaan, pernikahan, atau kebutuhan imigrasi, sebaiknya jangan mengurus Apostille terlalu dekat dengan batas waktu.

Buat jadwal berdasarkan seluruh tahapan.

Misalnya:

Persiapan dokumen → pengesahan awal → Apostille → terjemahan → pengiriman → penggunaan dokumen.

Dengan cara tersebut, pemohon memiliki waktu cadangan jika terjadi perbaikan atau kendala administratif.

Berapa lama proses Apostille Kemenkumham? Untuk layanan reguler, estimasinya dapat mencapai 3 hari kerja, sedangkan layanan Fast-Track di tujukan untuk penyelesaian pada hari yang sama apabila dokumen memenuhi persyaratan dan lolos verifikasi.

Namun, durasi tersebut tidak selalu sama dengan total waktu pengurusan dokumen. Pengesahan awal, koreksi dokumen, terjemahan tersumpah, dan pengiriman dapat menambah waktu.

Karena itu, pemohon sebaiknya menyiapkan dokumen lebih awal dan memeriksa seluruh data sebelum mengajukan permohonan. Pastikan juga negara tujuan menerima Apostille dan mengetahui apakah pihak penerima meminta terjemahan atau dokumen tambahan.

Jika dokumen tidak mendesak, layanan reguler dapat di gunakan sesuai kebutuhan. Sementara itu, Fast-Track dapat di pertimbangkan ketika pemohon membutuhkan proses lebih cepat dan dokumen sudah benar serta lengkap.

Dengan memahami setiap tahapan sejak awal, pemohon dapat membuat perkiraan waktu yang lebih realistis dan mengurangi risiko dokumen belum selesai ketika sudah mendekati batas waktu penggunaan.

Konsultasi Apostille Kemenkumham Sekarang

Isma