Tahapan Setelah Mendapatkan Z Visa China Sebelum Berangkat Mendapatkan Z Visa China merupakan salah satu tahap penting bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan bekerja di China. Namun, visa yang sudah terbit bukan berarti seluruh proses keberangkatan sudah selesai. Sebelum berangkat, masih ada beberapa hal yang perlu di pastikan agar perjalanan dan proses mulai bekerja di China dapat berjalan dengan lancar.
Setelah paspor di terima kembali dan Z Visa sudah tertempel di dalam paspor, calon pekerja sebaiknya tidak langsung membeli tiket atau berangkat tanpa melakukan pengecekan. Dokumen kerja, informasi dari perusahaan, tempat tinggal, jadwal penerbangan, hingga rencana pengurusan dokumen setelah tiba di China perlu di persiapkan.
Z Visa di gunakan sebagai visa untuk masuk ke China dalam rangka bekerja. Untuk pekerja yang akan bekerja dan tinggal di China, terdapat proses lanjutan setelah kedatangan, termasuk pengurusan work permit dan residence permit sesuai kondisi serta aturan yang berlaku. Pemerintah China menjelaskan bahwa orang asing yang masuk menggunakan visa dan bermaksud bekerja serta tinggal di China pada umumnya perlu mengajukan residence permit dalam waktu 30 hari sejak tanggal masuk.
BACA JUGA
1. Periksa Kembali Z Visa di Paspor
Langkah pertama setelah mendapatkan Z Visa China adalah memeriksa visa yang sudah di terbitkan.
Pastikan nama, nomor paspor, tanggal lahir, jenis visa, jumlah entry, masa berlaku visa, dan masa tinggal yang tercantum sesuai dengan kondisi Anda.
Kesalahan kecil pada data sebaiknya segera di konsultasikan kepada pihak yang menangani pengajuan visa atau Visa Application Service Center sebelum keberangkatan.
Jangan hanya memeriksa apakah visa sudah tertempel. Perhatikan juga tanggal dan ketentuan yang tercantum pada visa karena informasi tersebut berkaitan dengan waktu masuk ke China dan ketentuan tinggal.
Visa Z memang di tujukan bagi orang asing yang akan bekerja di China. Namun, ketentuan masa tinggal dan penerbitan visa tetap di tentukan berdasarkan kondisi pemohon dan keputusan otoritas konsuler.
2. Pastikan Paspor Masih Berlaku
Paspor merupakan dokumen utama selama perjalanan ke China. Setelah visa terbit, pastikan paspor tetap dalam kondisi baik dan masa berlakunya mencukupi.
Jangan sampai paspor rusak, halaman visa terlepas, atau terdapat masalah pada data identitas menjelang keberangkatan.
Simpan paspor di tempat yang aman dan jangan memasukkannya ke bagasi tercatat. Paspor harus mudah di akses karena akan di gunakan saat check-in, pemeriksaan imigrasi, dan ketika memasuki China.
Selain paspor asli, sebaiknya siapkan beberapa salinan halaman biodata paspor dan halaman yang memuat Z Visa.
3. Periksa Dokumen Kerja dari Perusahaan China
Sebelum berangkat, calon pekerja perlu memastikan dokumen dari perusahaan atau pemberi kerja di China sudah tersedia.
Dokumen yang relevan dapat mencakup Notification Letter of Foreigner’s Work Permit atau dokumen persetujuan kerja lainnya sesuai kategori pekerjaan.
Untuk pengajuan Z Visa, salah satu dokumen pendukung yang umum di gunakan adalah Notification Letter of Foreigner’s Work Permit.
Dokumen tersebut sebaiknya di simpan dalam bentuk:
- Dokumen asli jika di berikan.
- Salinan cetak.
- File PDF atau scan di perangkat.
- Salinan yang dapat di akses melalui email atau penyimpanan cloud.
Tujuannya adalah agar dokumen tetap tersedia apabila di perlukan dalam proses administrasi perjalanan atau setelah tiba di China.
4. Konfirmasi Kembali Informasi dari Perusahaan
Sebelum membeli tiket atau berangkat, lakukan konfirmasi kepada perusahaan atau sponsor di China.
Informasi yang sebaiknya di konfirmasi antara lain:
- Nama perusahaan.
- Alamat kantor.
- Alamat tempat tinggal.
- Nama dan nomor kontak HR atau staf perusahaan.
- Jadwal mulai bekerja.
- Lokasi penjemputan jika di sediakan.
- Dokumen yang harus di bawa.
- Siapa yang akan membantu proses administrasi setelah tiba.
- Informasi mengenai pengurusan work permit setelah kedatangan.
- Informasi mengenai residence permit.
Langkah ini penting karena calon pekerja tidak hanya membutuhkan visa, tetapi juga harus mengetahui siapa pihak yang akan membantu proses setelah tiba di China.
5. Pastikan Jadwal Keberangkatan Sesuai
Setelah visa dan dokumen kerja siap, selanjutnya adalah menyesuaikan jadwal penerbangan dengan masa berlaku dan ketentuan Z Visa.
Jangan memilih tanggal keberangkatan secara sembarangan. Maka, Pastikan tanggal penerbangan memungkinkan Anda masuk ke China sesuai ketentuan visa.
Selain itu, perhatikan juga waktu yang di butuhkan untuk perjalanan dari Indonesia menuju kota tujuan di China.
Jika perusahaan meminta pekerja tiba beberapa hari sebelum tanggal mulai kerja, jadwal penerbangan harus di sesuaikan dengan permintaan tersebut.
6. Siapkan Tiket Pesawat dan Bukti Perjalanan
Simpan tiket pesawat, boarding pass setelah check-in, serta informasi penerbangan.
Sebaiknya tiket dan itinerary tidak hanya tersimpan di aplikasi ponsel. Maka, Buat juga salinan atau screenshot sehingga tetap dapat di akses ketika koneksi internet bermasalah.
Informasi yang sebaiknya di catat meliputi:
- Nomor penerbangan.
- Tanggal keberangkatan.
- Jam keberangkatan.
- Bandara keberangkatan.
- Bandara kedatangan di China.
- Jadwal transit apabila ada.
- Nama kota tujuan.
Hal ini akan memudahkan komunikasi dengan perusahaan atau pihak penjemput di China.
7. Siapkan Bukti Alamat Tempat Tinggal di China
Sebelum berangkat, pastikan sudah mengetahui tempat tinggal selama berada di China.
Tempat tinggal bisa berupa asrama perusahaan, apartemen, hotel sementara, atau tempat lain yang di sediakan pemberi kerja.
Informasi alamat sangat penting karena setelah masuk China terdapat kewajiban administratif terkait pendaftaran tempat tinggal. Maka, Pemerintah China menjelaskan bahwa orang asing dapat melakukan registrasi tempat tinggal dengan paspor atau dokumen perjalanan yang sah serta dokumen tempat tinggal seperti kontrak sewa atau bukti kepemilikan, sesuai kondisi tempat tinggalnya.
Karena itu, jangan hanya mengetahui nama apartemen atau nama perusahaan. Maka, Simpan alamat lengkap dalam bahasa China jika memungkinkan.
8. Persiapkan Dokumen untuk Proses Setelah Tiba di China
Salah satu kesalahan yang sebaiknya di hindari adalah menganggap proses selesai ketika Z Visa sudah terbit.
Untuk pekerja yang akan bekerja lebih dari jangka waktu tertentu, terdapat proses lanjutan setelah masuk China. Maka, Pemerintah China menjelaskan bahwa pekerja asing yang akan bekerja lebih dari 90 hari menggunakan Z Visa dan kemudian mengurus work permit serta residence permit sesuai ketentuan.
Dokumen yang mungkin di perlukan dalam proses tersebut antara lain:
- Paspor.
- Z Visa.
- Notification Letter of Foreigner’s Work Permit.
- Dokumen dari perusahaan.
- Dokumen pekerjaan.
- Dokumen pendidikan atau pengalaman kerja jika di minta.
- Dokumen pemeriksaan kesehatan apabila di perlukan.
- Dokumen tempat tinggal.
- Formulir administrasi terkait.
Persyaratan teknis dapat berbeda berdasarkan kota, jenis pekerjaan, dan kondisi pemohon sehingga instruksi dari perusahaan serta otoritas setempat perlu di perhatikan.
9. Pahami Bahwa Work Permit dan Z Visa Berbeda
Calon pekerja juga perlu memahami perbedaan antara Z Visa dan work permit.
Z Visa merupakan visa yang di gunakan untuk masuk ke China dalam rangka bekerja. Sementara itu, work permit berkaitan dengan izin bekerja sebagai tenaga kerja asing di China.
Keduanya bukan dokumen yang sama.
Dalam panduan pemerintah China, pekerja asing yang akan bekerja di China di wajibkan memperoleh work permit sesuai ketentuan. Maka, Untuk pekerja yang akan tinggal dan bekerja lebih lama, setelah masuk menggunakan Z Visa terdapat proses lanjutan untuk memperoleh dokumen kerja dan residence permit.
Oleh karena itu, sebelum berangkat, tanyakan kepada perusahaan siapa yang akan menangani pengurusan work permit setelah Anda tiba.
10. Siapkan Dokumen Pribadi dalam Bentuk Cetak dan Digital
Untuk mengurangi risiko kehilangan dokumen, buat dua jenis penyimpanan.
Pertama, dokumen fisik yang di masukkan ke dalam map khusus.
Kedua, dokumen digital yang di simpan di ponsel, laptop, email, atau cloud storage.
Dokumen yang sebaiknya di siapkan antara lain:
- Paspor.
- Z Visa.
- KTP.
- Tiket pesawat.
- Kontrak kerja.
- Dokumen perusahaan.
- Notification Letter of Foreigner’s Work Permit.
- Ijazah dan transkrip jika relevan.
- Sertifikat keahlian jika relevan.
- Surat pengalaman kerja jika di gunakan.
- Dokumen kesehatan jika di minta.
- Alamat dan kontak perusahaan.
Sebaiknya dokumen penting tidak seluruhnya di simpan di satu tempat.
11. Siapkan Kebutuhan Keuangan Sebelum Berangkat
Sebelum berangkat ke China, siapkan dana untuk kebutuhan awal.
Pengeluaran awal dapat berupa transportasi dari bandara, makanan, komunikasi, deposit tempat tinggal, kebutuhan sehari-hari, atau biaya administratif tertentu.
Jumlah uang yang di butuhkan setiap orang tentu berbeda. Karena itu, calon pekerja sebaiknya menanyakan kepada perusahaan apakah akomodasi, transportasi dari bandara, makan, atau kebutuhan tertentu sudah di sediakan.
Jangan berangkat hanya dengan mengandalkan uang tunai. Siapkan juga metode pembayaran lain yang dapat di gunakan selama perjalanan sesuai kebutuhan.
12. Siapkan Komunikasi dan Akses Internet
Sebelum berangkat, simpan nomor kontak perusahaan dan orang yang akan membantu Anda di China.
Simpan nomor tersebut dalam beberapa tempat agar tidak hilang apabila ponsel mengalami masalah.
Selain itu, cari tahu kebutuhan komunikasi selama berada di China, termasuk penggunaan SIM card, akses internet, dan aplikasi komunikasi yang di perlukan.
Hal ini penting terutama pada hari pertama ketika Anda perlu menghubungi perusahaan, penjemput, hotel, atau pihak yang membantu proses administrasi.
13. Perhatikan Aturan Bagasi dan Barang Bawaan
Sebelum berangkat, periksa aturan maskapai mengenai berat bagasi dan barang yang boleh di bawa.
Jangan membawa barang yang di larang oleh maskapai maupun peraturan kepabeanan China.
Dokumen penting seperti paspor, Z Visa, kontrak kerja, dan dokumen perusahaan sebaiknya di masukkan ke dalam tas kabin, bukan bagasi tercatat.
Dengan demikian, dokumen tetap berada bersama Anda selama perjalanan.
14. Pahami Proses Setelah Tiba di China
Sebelum meninggalkan Indonesia, calon pekerja sebaiknya sudah mengetahui gambaran proses setelah mendarat.
Untuk pekerja asing yang masuk menggunakan Z Visa dan akan tinggal serta bekerja di China, proses setelah kedatangan dapat mencakup pendaftaran tempat tinggal, pengurusan work permit, dan pengajuan work-type residence permit sesuai kondisi pekerjaan dan wilayah.
Sebagai contoh, panduan pemerintah Beijing mencantumkan alur bagi pekerja asing yang bekerja lebih dari 90 hari: memperoleh Notification Letter sebelum masuk, mengajukan Z Visa, mengurus Foreigner’s Work Permit setelah masuk, kemudian mengajukan work-type residence permit dalam 30 hari setelah masuk.
Namun, detail prosedur dapat berbeda menurut kota dan kategori pekerjaan. Karena itu, jangan hanya mengikuti pengalaman pekerja lain tanpa memastikan prosedur yang berlaku di kota tujuan.
BACA JUGA
15. Perhatikan Batas Waktu Residence Permit
Ini merupakan salah satu hal terpenting setelah mendapatkan Z Visa.
Untuk pemegang Z Visa yang di wajibkan mengajukan residence permit, pengajuan di lakukan dalam waktu 30 hari sejak tanggal masuk ke China. Maka, Ketentuan ini tercantum pada panduan Chinese Visa Application Service Center dan informasi pemerintah China.
Artinya, calon pekerja sebaiknya sejak sebelum berangkat sudah mengetahui:
- Siapa yang mengurus residence permit.
- Di kantor imigrasi mana proses di lakukan.
- Dokumen apa yang harus di siapkan.
- Kapan pemeriksaan kesehatan di lakukan jika di perlukan.
- Kapan perusahaan mengurus work permit.
- Berapa lama proses administrasi di perkirakan berlangsung.
Jangan menunggu sampai mendekati batas waktu untuk mulai menanyakan proses tersebut.
16. Buat Checklist Sebelum Berangkat
Agar tidak ada dokumen yang tertinggal, buat checklist sederhana.
Checklist Dokumen
- Paspor.
- Z Visa China.
- Tiket pesawat.
- Kontrak kerja.
- Notification Letter of Foreigner’s Work Permit.
- Dokumen perusahaan.
- Ijazah dan dokumen pendidikan jika di perlukan.
- Surat pengalaman kerja jika di perlukan.
- Dokumen kesehatan jika di perlukan.
- KTP dan salinannya.
- Dokumen tempat tinggal.
Checklistt Informasi
- Alamat perusahaan.
- Alamat tempat tinggal.
- Nomor kontak HR.
- Nomor kontak penjemput.
- Jadwal mulai bekerja.
- Jadwal pengurusan work permit.
- Jadwal pengurusan residence permit.
Checklist Keberangkatan
- Cek masa berlaku paspor.
- Cek informasi Z Visa.
- Cek tiket.
- Cek bagasi.
- Siapkan uang untuk kebutuhan awal.
- Simpan dokumen dalam bentuk digital.
- Konfirmasi jadwal kedatangan kepada perusahaan.
Mendapatkan Z Visa China merupakan pencapaian penting, tetapi bukan berarti seluruh proses bekerja di China telah selesai. Maka, Sebelum berangkat, calon pekerja perlu memeriksa visa, memastikan dokumen kerja, mengonfirmasi informasi perusahaan, menyiapkan tempat tinggal, membeli tiket sesuai jadwal, dan membawa dokumen penting dalam bentuk fisik maupun digital.
Hal yang juga tidak kalah penting adalah memahami proses setelah tiba di China. Maka, Untuk pekerja yang wajib mengurus residence permit, pengajuan pada umumnya di lakukan dalam waktu 30 hari sejak tanggal masuk. Maka, Proses work permit juga perlu di perhatikan karena Z Visa dan work permit merupakan dokumen yang berbeda.
Dengan melakukan persiapan sejak masih berada di Indonesia, perjalanan menuju China dapat menjadi lebih terorganisir dan risiko masalah administrasi setelah kedatangan dapat di minimalkan.
Konsultasikan Visa Kerja China Anda sekarang.