Surat keterangan kerja merupakan dokumen resmi yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemberi kerja untuk menerangkan status pekerjaan seseorang. Dokumen ini sering dibutuhkan untuk berbagai keperluan, seperti pengajuan visa, permohonan kredit, administrasi perbankan, pendaftaran beasiswa, hingga persyaratan bekerja di luar negeri.
Namun, sebelum mengajukan permohonan, Anda perlu memahami syarat membuat surat keterangan kerja agar perusahaan dapat menerbitkannya dengan benar. Persyaratan setiap perusahaan mungkin berbeda, tergantung kebijakan internal dan tujuan penggunaan surat.
Artikel ini membahas dokumen yang perlu disiapkan, prosedur pengajuan, informasi yang harus tercantum, serta hal-hal yang perlu diperhatikan agar surat keterangan kerja dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Apa Saja Syarat Membuat Surat Keterangan Kerja?

Pada dasarnya, perusahaan membutuhkan informasi yang cukup untuk memastikan identitas dan status pekerjaan pemohon. Oleh karena itu, siapkan beberapa dokumen berikut sebelum mengajukan permohonan.
1. Kartu Identitas Diri
Siapkan kartu identitas, seperti KTP atau paspor, untuk membantu perusahaan memverifikasi data pribadi. Pastikan nama, nomor identitas, dan informasi lainnya sesuai dengan data kepegawaian.
Jika Anda bekerja di perusahaan luar negeri atau membutuhkan surat untuk keperluan internasional, perusahaan mungkin meminta salinan paspor.
2. Kartu Karyawan atau Identitas Pegawai
Beberapa perusahaan meminta kartu karyawan sebagai bukti bahwa pemohon terdaftar sebagai bagian dari organisasi. Dokumen ini membantu bagian HRD memeriksa status kepegawaian.
Namun, tidak semua perusahaan mewajibkan kartu karyawan. Jika perusahaan tidak menerbitkannya, Anda dapat menggunakan dokumen kepegawaian lain sebagai pendukung.
3. Data Kepegawaian
Pastikan perusahaan memiliki informasi pekerjaan yang benar, seperti:
- Nama lengkap karyawan.
- Jabatan atau posisi pekerjaan.
- Nama departemen atau divisi.
- Tanggal mulai bekerja.
- Status kepegawaian.
- Nama perusahaan dan alamat kantor.
Informasi tersebut menjadi dasar perusahaan ketika menyusun surat keterangan kerja.
4. Formulir Permohonan Surat
Sebagian perusahaan menyediakan formulir khusus untuk mengajukan surat keterangan kerja. Formulir tersebut biasanya meminta identitas pemohon, tujuan penggunaan surat, dan informasi tambahan yang perlu dicantumkan.
Jika perusahaan tidak menyediakan formulir, Anda dapat mengajukan permohonan melalui email atau bagian HRD.
5. Informasi Tujuan Penggunaan Surat
Jelaskan tujuan penggunaan surat sejak awal. Misalnya, Anda membutuhkan surat untuk pengajuan visa, permohonan kredit, pembukaan rekening, keperluan pendidikan, atau administrasi lainnya.
Tujuan tersebut penting karena setiap instansi mungkin membutuhkan informasi yang berbeda. Sebagai contoh, pengajuan visa dapat memerlukan keterangan jabatan, masa kerja, gaji, dan status cuti.
6. Dokumen Pendukung Tambahan
Perusahaan atau instansi penerima mungkin meminta dokumen tambahan sesuai kebutuhan. Beberapa contohnya meliputi:
- Slip gaji terbaru.
- Kontrak kerja.
- Surat tugas.
- Bukti kepemilikan kartu karyawan.
- Formulir dari instansi penerima.
- Salinan dokumen perjalanan.
Tidak semua dokumen tersebut wajib diserahkan. Karena itu, tanyakan terlebih dahulu kepada HRD mengenai persyaratan yang berlaku.
Prosedur Membuat Surat Keterangan Kerja
Setelah menyiapkan persyaratan, Anda dapat mengajukan surat melalui bagian HRD atau administrasi perusahaan. Berikut tahapan yang umumnya berlaku.
1. Menghubungi Bagian HRD
Langkah pertama adalah menghubungi HRD untuk menanyakan prosedur penerbitan surat. Setiap perusahaan memiliki kebijakan berbeda mengenai pengajuan, format, dan waktu penyelesaian.
Sampaikan juga tujuan penggunaan surat agar petugas dapat menyesuaikan isi dokumen.
2. Menyerahkan Data dan Dokumen
Selanjutnya, serahkan data pribadi dan informasi pekerjaan yang diperlukan. Periksa kembali setiap informasi sebelum mengirimkannya.
Data yang tidak sesuai dapat menyebabkan kesalahan pada surat. Oleh sebab itu, pastikan nama, jabatan, tanggal mulai bekerja, dan informasi lainnya sudah benar.
3. Menentukan Isi Surat
Diskusikan informasi yang perlu dicantumkan bersama HRD. Jika surat digunakan untuk pengajuan visa atau administrasi luar negeri, tanyakan apakah instansi penerima membutuhkan keterangan tambahan.
Dengan demikian, perusahaan dapat menyusun surat sesuai tujuan tanpa mencantumkan informasi yang tidak diperlukan.
4. Menunggu Pemeriksaan dan Penerbitan
Setelah menerima permohonan, perusahaan akan memeriksa data kepegawaian. Jika informasi sudah sesuai, HRD atau pejabat berwenang akan menerbitkan surat.
Waktu penerbitan bergantung pada kebijakan dan prosedur masing-masing perusahaan.
5. Memeriksa Surat Sebelum Digunakan
Sebelum menggunakan surat, periksa kembali seluruh informasi. Pastikan surat memuat identitas yang benar, tujuan penggunaan yang sesuai, tanggal penerbitan, serta tanda tangan pejabat berwenang.
Jika menemukan kesalahan, segera minta perusahaan melakukan perbaikan.
Informasi yang Harus Ada dalam Surat Keterangan Kerja
Agar dapat digunakan secara administratif, surat keterangan kerja sebaiknya memuat informasi yang jelas dan mudah diverifikasi.
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Kop surat | Nama, logo, dan alamat perusahaan |
| Nomor surat | Nomor administrasi sesuai sistem perusahaan |
| Identitas karyawan | Nama lengkap dan informasi identitas yang diperlukan |
| Jabatan | Posisi atau pekerjaan karyawan |
| Masa kerja | Tanggal mulai bekerja atau lama bekerja |
| Status pekerjaan | Karyawan tetap, kontrak, atau status lainnya |
| Tujuan surat | Keperluan penerbitan surat jika diperlukan |
| Tanggal penerbitan | Tanggal surat dibuat |
| Pengesahan | Nama, jabatan, tanda tangan, dan stempel jika digunakan perusahaan |
Selain informasi tersebut, perusahaan dapat mencantumkan gaji, alamat kantor, atau keterangan cuti apabila instansi penerima memang memerlukannya.
Contoh Format Permohonan Surat Keterangan Kerja
Jika perusahaan tidak menyediakan formulir khusus, Anda dapat mengajukan permohonan melalui email atau surat tertulis seperti contoh berikut.
Subjek: Permohonan Penerbitan Surat Keterangan Kerja
Yth. Bagian HRD,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
- Nama: [Nama Lengkap]
- Jabatan: [Jabatan]
- Departemen: [Nama Departemen]
- Nomor Karyawan: [Nomor Karyawan]
Dengan ini mengajukan permohonan penerbitan surat keterangan kerja untuk keperluan [sebutkan tujuan penggunaan surat].
Apabila diperlukan, saya bersedia melengkapi dokumen pendukung sesuai ketentuan perusahaan.
Demikian permohonan ini saya sampaikan. Atas perhatian dan bantuannya, saya mengucapkan terima kasih.
Hormat saya,
[Nama Lengkap]
Syarat Surat Keterangan Kerja untuk Pengajuan Visa
Surat keterangan kerja sering menjadi dokumen pendukung dalam pengajuan visa, terutama ketika pemohon perlu menjelaskan pekerjaan, penghasilan, atau keterikatannya dengan perusahaan di Indonesia.
Namun, perlu dipahami bahwa persyaratan setiap negara dan jenis visa tidak selalu sama. Oleh karena itu, periksa ketentuan resmi kedutaan atau pusat aplikasi visa sebelum meminta perusahaan menerbitkan surat.
Beberapa informasi yang mungkin dibutuhkan antara lain:
- Nama lengkap sesuai paspor.
- Jabatan atau posisi pekerjaan.
- Nama dan alamat perusahaan.
- Tanggal mulai bekerja.
- Besaran gaji jika dipersyaratkan.
- Status pekerjaan.
- Keterangan cuti dan rencana kembali bekerja jika relevan.
- Nama serta tanda tangan pejabat yang berwenang.
Selain itu, perhatikan bahasa yang digunakan. Jika instansi penerima meminta dokumen dalam bahasa asing, Anda mungkin perlu menggunakan jasa penerjemah tersumpah.
Apakah Surat Keterangan Kerja Harus Diterjemahkan?
Tidak semua surat keterangan kerja harus diterjemahkan. Kebutuhan terjemahan bergantung pada bahasa yang diterima oleh instansi tujuan.
Jika kedutaan atau lembaga penerima meminta dokumen dalam bahasa Inggris atau bahasa negara tujuan, Anda dapat mengajukan surat bilingual kepada perusahaan atau menggunakan penerjemah tersumpah.
Pastikan nama, jabatan, tanggal, dan informasi perusahaan tetap konsisten dengan dokumen aslinya.
Apakah Surat Keterangan Kerja Harus Diapostille?
Surat keterangan kerja tidak otomatis wajib mendapatkan apostille. Kebutuhan tersebut bergantung pada negara tujuan, jenis dokumen, dan ketentuan lembaga penerima.
Jika instansi tujuan meminta pengesahan dokumen publik melalui apostille, periksa terlebih dahulu apakah dokumen tersebut memenuhi persyaratan untuk diajukan. Dalam beberapa kasus, dokumen perusahaan mungkin memerlukan pengesahan atau prosedur tambahan sebelum apostille.
Karena itu, jangan langsung mengurus apostille tanpa memastikan persyaratan dari pihak penerima.
Tips Agar Permohonan Surat Keterangan Kerja Tidak Terhambat
Agar perusahaan dapat memproses permohonan dengan lancar, lakukan beberapa langkah berikut.
1. Ajukan Permohonan Lebih Awal
Jangan menunggu sampai mendekati batas waktu administrasi. Ajukan permohonan lebih awal agar HRD memiliki waktu untuk memeriksa data dan menerbitkan surat.
2. Jelaskan Tujuan Penggunaan
Sampaikan tujuan surat secara jelas. Dengan begitu, HRD dapat menentukan informasi yang perlu dicantumkan dan menghindari kekurangan data.
3. Periksa Persyaratan Instansi Penerima
Jika surat digunakan untuk visa, pendidikan, atau keperluan luar negeri, periksa daftar dokumen dari instansi penerima. Jangan hanya mengandalkan contoh surat dari orang lain karena persyaratannya dapat berbeda.
4. Gunakan Data yang Konsisten
Pastikan data pada surat sama dengan paspor, KTP, kontrak kerja, dan dokumen pendukung lainnya. Perbedaan ejaan nama atau tanggal dapat menimbulkan pertanyaan saat pemeriksaan.
5. Pastikan Surat Diterbitkan oleh Pihak Berwenang
Surat sebaiknya menggunakan kop resmi perusahaan dan ditandatangani oleh pejabat yang memiliki kewenangan. Jika diperlukan, mintalah stempel perusahaan sesuai prosedur internal.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Membuat Surat Keterangan Kerja
Beberapa kesalahan dapat menghambat penggunaan surat, terutama untuk keperluan administrasi internasional.
- Menggunakan nama yang berbeda dengan identitas resmi.
- Tidak mencantumkan jabatan atau masa kerja.
- Menuliskan informasi gaji yang tidak sesuai.
- Menggunakan kop surat yang tidak resmi.
- Tidak mencantumkan tanda tangan pejabat berwenang.
- Mengabaikan format atau bahasa yang diminta instansi penerima.
- Menggunakan surat lama yang informasinya sudah tidak sesuai.
Oleh karena itu, periksa kembali surat sebelum menyerahkannya kepada pihak lain. Jika ada informasi yang berubah, mintalah perusahaan menerbitkan surat terbaru.
Seputar Syarat Membuat Surat Keterangan Kerja
1. Apakah karyawan kontrak bisa membuat surat keterangan kerja?
Ya. Karyawan kontrak dapat mengajukan surat keterangan kerja selama memiliki hubungan kerja yang dapat diverifikasi oleh perusahaan. Isi surat dapat menjelaskan status kontrak dan masa kerja sesuai data perusahaan.
2. Apakah surat keterangan kerja bisa dibuat sendiri?
Karyawan boleh menyiapkan konsep atau draf surat jika perusahaan mengizinkannya. Namun, surat resmi tetap harus diterbitkan atau disahkan oleh perusahaan melalui pejabat yang berwenang.
3. Apakah surat keterangan kerja harus menggunakan kop perusahaan?
Untuk kebutuhan administratif resmi, kop perusahaan sangat disarankan karena membantu menunjukkan identitas penerbit. Namun, format akhir tetap mengikuti ketentuan perusahaan dan instansi penerima.
4. Berapa lama proses pembuatan surat keterangan kerja?
Waktu penerbitan berbeda-beda pada setiap perusahaan. Proses dapat dipengaruhi oleh kelengkapan data, prosedur persetujuan, dan ketersediaan pejabat yang berwenang.
5. Apakah surat keterangan kerja dapat digunakan untuk pengajuan visa?
Bisa, apabila jenis visa dan ketentuan kedutaan menerima surat tersebut sebagai dokumen pendukung. Pastikan isi surat sesuai dengan persyaratan resmi negara tujuan.
Memahami syarat membuat surat keterangan kerja membantu karyawan menyiapkan dokumen dengan lebih teratur. Secara umum, pemohon perlu menyiapkan identitas diri, data kepegawaian, informasi tujuan penggunaan, serta dokumen tambahan apabila perusahaan memintanya.
Selanjutnya, ajukan permohonan melalui HRD dan periksa kembali surat sebelum digunakan. Jika surat ditujukan untuk pengajuan visa atau keperluan luar negeri, pastikan juga persyaratan bahasa, penerjemahan, dan pengesahan dokumen sesuai ketentuan instansi penerima.