Syarat Employer untuk Nomination Visa 186 Offshore

Siti Aidah

Updated on:

Syarat Employer untuk Nomination Visa 186 Offshore
Direktur Utama Jangkar Groups

Syarat Employer untuk Nomination Visa 186 Offshore perlu di pahami oleh perusahaan di Australia yang ingin menominasikan pekerja asing untuk memperoleh Employer Nomination Scheme Visa Subclass 186. Dalam proses ini, employer tidak hanya memberikan surat penawaran kerja, tetapi juga perlu memenuhi ketentuan mengenai usaha, posisi yang di nominasi, pekerjaan, gaji, proses perekrutan, serta dokumen pendukung.

Visa Subclass 186 merupakan visa permanen yang memungkinkan pekerja terampil yang di nominasi oleh employer untuk tinggal dan bekerja di Australia. Untuk pengajuan dari luar Australia, istilah offshore pada dasarnya menggambarkan lokasi pemohon ketika proses visa berlangsung. Karena itu, persyaratan employer tetap perlu di lihat dari ketentuan nomination pada stream yang di gunakan.

Dalam prosesnya, employer perlu memastikan bahwa posisi yang di tawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis dan memenuhi persyaratan program. Selain itu, perusahaan perlu dapat menunjukkan bahwa kegiatan usahanya berjalan secara sah dan bahwa informasi mengenai posisi, gaji, serta hubungan kerja dapat di dukung dengan dokumen yang sesuai.

Karena itu, Syarat Employer untuk Nomination Visa 186 Offshore tidak sebaiknya di pahami hanya sebagai persyaratan perusahaan sponsor. Employer juga perlu memperhatikan struktur posisi, occupation, salary, labour market testing apabila berlaku, serta kepatuhan terhadap kewajiban sponsorship.

Apa yang Dimaksud dengan Employer Nomination Visa 186 Offshore?

Employer nomination pada Visa Subclass 186 merupakan proses ketika perusahaan di Australia mengajukan nomination terhadap posisi dan pekerja asing yang akan di pekerjakan. Department of Home Affairs menjelaskan bahwa employer menggunakan ImmiAccount untuk melakukan proses sponsorship atau nomination sesuai jenis visa yang di gunakan. Setelah nomination di ajukan, pekerja dapat melanjutkan proses aplikasi visa sesuai ketentuan.

Istilah offshore perlu di bedakan dari jenis stream. Visa 186 Offshore bukan nama stream tersendiri, melainkan istilah yang umum di gunakan untuk menggambarkan pengajuan ketika pekerja berada di luar Australia. Pada Subclass 186, terdapat stream seperti Direct Entry dan Temporary Residence Transition, sedangkan kondisi offshore atau onshore berkaitan dengan lokasi pemohon dan ketentuan pengajuan.

Oleh sebab itu, employer perlu menentukan terlebih dahulu stream yang sesuai dengan kondisi pekerja. Setelah itu, perusahaan dapat memeriksa persyaratan nomination yang berlaku pada stream tersebut.

Hal ini penting karena persyaratan employer untuk Direct Entry tidak sepenuhnya sama dengan kondisi TRT. Pada TRT, misalnya, pekerja harus memenuhi ketentuan mengenai riwayat employment yang memenuhi syarat dengan employer sponsor sebelumnya.

Baca Juga: Visa 186 Offshore Australia: Panduan Lengkap Employer Nomination Scheme (ENS) Visa

Employer Harus Merupakan Bisnis yang Aktif dan Sah

Salah satu dasar penting dalam Syarat Employer untuk Nomination Visa 186 Offshore adalah status usaha perusahaan. Department of Home Affairs menyebutkan bahwa nomination harus berasal dari employer Australia yang bisnisnya actively and lawfully operating.

Artinya, perusahaan perlu dapat menunjukkan bahwa kegiatan bisnis benar-benar berjalan dan di lakukan secara sah. Karena itu, employer sebaiknya memiliki dokumen perusahaan yang dapat menggambarkan kegiatan usaha, struktur bisnis, transaksi, tenaga kerja, serta kondisi operasional perusahaan.

Dokumen pendukung dapat berbeda berdasarkan kondisi perusahaan. Namun, dalam proses sponsorship atau labour agreement, Department of Home Affairs dapat meminta bukti mengenai kondisi dan reputasi usaha, termasuk dokumen keuangan, laporan bisnis, BAS, bank statement, kontrak kerja atau work order, bukti tenaga kerja, serta dokumen lain yang relevan.

Dengan demikian, perusahaan baru atau perusahaan yang kegiatan usahanya belum dapat di buktikan dengan baik perlu memperhatikan kesiapan dokumen sebelum mengajukan nomination. Pemeriksaan tersebut penting agar informasi mengenai keberadaan dan kegiatan bisnis dapat di jelaskan secara konsisten.

Employer Perlu Memiliki Posisi yang Dapat Di Nominasi

Selain kondisi perusahaan, posisi pekerjaan menjadi bagian utama dalam proses nomination. Employer tidak dapat secara bebas membuat posisi hanya berdasarkan kebutuhan internal tanpa memperhatikan ketentuan occupation yang berlaku untuk visa.

Department of Home Affairs menjelaskan bahwa untuk visa sponsored skilled tertentu, pekerjaan yang akan di isi oleh pekerja asing perlu berada pada occupation list yang relevan. Untuk Subclass 186 Direct Entry, occupation pekerja harus berada dalam Core Skills Occupation List atau CSOL sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, employer perlu memeriksa occupation sebelum menentukan posisi yang akan di nominasi. Nama jabatan dalam iklan pekerjaan juga sebaiknya tidak hanya menjadi dasar penentuan occupation. Tugas dan tanggung jawab aktual dari posisi tersebut perlu sesuai dengan occupation yang di gunakan dalam nomination.

Selain itu, apabila occupation yang di butuhkan tidak tersedia dalam jalur standard, kemungkinan penggunaan labour agreement perlu di periksa. Department of Home Affairs menjelaskan bahwa labour agreement dapat di gunakan ketika kebutuhan tenaga kerja tidak dapat di penuhi melalui program standard atau occupation yang di butuhkan tidak tersedia dalam program biasa.

Baca Juga: Apa Itu Visa 186 Offshore Australia dan Siapa yang Bisa Mengajukannya?

Posisi yang Di Nominasi Harus Sesuai dengan Kebutuhan Bisnis

Employer perlu dapat menjelaskan mengapa posisi tersebut di butuhkan. Karena itu, informasi mengenai jabatan, tugas, lokasi kerja, struktur organisasi, serta kebutuhan tenaga kerja sebaiknya dapat di dukung dengan dokumen perusahaan.

Posisi yang di nominasi juga sebaiknya memiliki hubungan yang masuk akal dengan kegiatan usaha. Misalnya, perusahaan yang menjalankan kegiatan teknologi dapat perlu menunjukkan bagaimana posisi teknologi tertentu berkaitan dengan operasi bisnisnya.

Dengan demikian, employer sebaiknya tidak hanya menyiapkan nama jabatan. Deskripsi pekerjaan yang jelas dapat membantu menunjukkan tugas yang akan di lakukan pekerja dan hubungan posisi tersebut dengan kegiatan bisnis.

Dokumen seperti employment contract, position description, organisation chart, informasi bisnis, serta dokumen operasional dapat menjadi bagian dari persiapan apabila di minta dalam proses pemeriksaan.

Employer Harus Memenuhi Ketentuan Gaji

Gaji merupakan bagian penting dalam nomination. Employer perlu memastikan bahwa remunerasi yang di tawarkan sesuai dengan ketentuan visa sponsored skilled dan kondisi pasar tenaga kerja yang berlaku.

Department of Home Affairs menjelaskan bahwa sebelum mengajukan nomination, employer perlu memenuhi salary requirements. Selain itu, untuk sponsored workers terdapat ketentuan mengenai minimum salary atau relevant market salary rate sesuai kondisi dan program yang digunakan.

Karena itu, employer perlu memeriksa bukan hanya angka gaji yang akan di bayarkan kepada pekerja asing, tetapi juga dasar penentuan gaji tersebut. Perbandingan dengan pekerja Australia yang melakukan pekerjaan yang sama atau relevan dapat menjadi bagian penting dalam menunjukkan market salary rate apabila di perlukan.

Selain itu, struktur gaji harus sesuai dengan kontrak dan dokumen nomination. Informasi yang berbeda antara employment contract, payroll, dokumen perusahaan, dan nomination dapat menimbulkan kebutuhan klarifikasi.

Baca Juga: Perbedaan Visa 186 Offshore dan Onshore Australia

Employer Perlu Memperhatikan Annual Salary dan Market Salary Rate

Dalam praktik nomination, employer perlu memperhatikan hubungan antara gaji yang di tawarkan dengan market salary rate. Hal ini penting agar posisi tidak di buat dengan remunerasi yang tidak sesuai dengan ketentuan program.

Salary juga perlu di periksa berdasarkan occupation, lokasi pekerjaan, kondisi pasar, serta ketentuan salary threshold yang berlaku pada saat nomination di ajukan.

Karena batas atau threshold dapat berubah mengikuti kebijakan pemerintah, employer sebaiknya tidak menggunakan angka lama sebagai patokan tetap. Department of Home Affairs juga menyatakan bahwa skilled visa income thresholds mengalami perubahan berdasarkan annual indexation.

Oleh sebab itu, sebelum nomination di ajukan, perusahaan perlu memeriksa kembali threshold dan persyaratan salary terbaru. Dengan begitu, dokumen employment dapat di siapkan berdasarkan ketentuan yang sedang berlaku.

Labour Market Testing untuk Employer

Labour market testing atau LMT merupakan salah satu aspek yang perlu di perhatikan employer dalam proses perekrutan pekerja asing. Namun, kebutuhan LMT bergantung pada visa dan kondisi tertentu, termasuk kemungkinan adanya pengecualian.

Department of Home Affairs menjelaskan bahwa untuk visa tertentu, employer perlu memberikan bukti bahwa pasar tenaga kerja Australia telah di uji sebelum pekerja asing di pekerjakan, kecuali employer termasuk dalam pengecualian yang berlaku. Labour market testing pada umumnya melibatkan iklan posisi di Australia selama sekurang-kurangnya empat minggu melalui sedikitnya dua iklan.

Karena itu, employer sebaiknya memeriksa terlebih dahulu apakah LMT berlaku untuk nomination yang akan di ajukan. Jika berlaku, bukti proses perekrutan perlu di simpan dengan baik.

Dokumen dapat mencakup salinan iklan, tanggal publikasi, media yang di gunakan, informasi posisi, persyaratan pekerjaan, serta bukti lain yang menunjukkan bahwa proses perekrutan telah di lakukan sesuai ketentuan.

Baca Juga: Syarat Visa 186 Offshore Australia: Dokumen dan Ketentuan

Bukti Recruitment Perlu Di Simpan Employer

Apabila labour market testing berlaku, employer sebaiknya tidak hanya melakukan iklan, tetapi juga menyimpan bukti proses tersebut.

Dokumen recruitment dapat membantu menjelaskan kapan posisi di iklankan, bagaimana kandidat lokal di cari, dan informasi apa yang di berikan kepada calon pekerja. Karena itu, dokumen sebaiknya di simpan secara sistematis sejak proses perekrutan dimulai.

Employer juga perlu memastikan informasi dalam iklan tidak berbeda secara material dengan posisi yang kemudian di nominasi. Perbedaan yang besar antara iklan dan nomination dapat menimbulkan pertanyaan mengenai posisi yang sebenarnya tersedia.

Selain itu, perusahaan sebaiknya menyimpan dokumen recruitment sesuai kebutuhan compliance internal dan ketentuan yang berlaku.

Employer Perlu Memastikan Pekerjaan Memenuhi Ketentuan Employment

Hubungan kerja merupakan bagian penting dalam nomination. Employer perlu memastikan bahwa pekerja benar-benar akan di pekerjakan dalam posisi yang di nominasi dan sesuai dengan ketentuan visa.

Department of Home Affairs menjelaskan bahwa untuk sponsored skilled visas, employer memiliki kewajiban terhadap pekerja asing dan tetap harus mematuhi hukum imigrasi serta hukum ketenagakerjaan Australia.

Karena itu, employment contract perlu di buat secara jelas. Dokumen tersebut dapat menjelaskan posisi, tugas, gaji, jam kerja, lokasi kerja, masa employment, serta ketentuan lain yang relevan.

Selain itu, employer perlu memastikan bahwa kondisi pekerjaan yang di berikan tidak berbeda dari informasi yang di gunakan dalam nomination tanpa dasar yang sesuai.

Baca Juga: Visa 186 Direct Entry Offshore: Syarat dan Proses Pengajuan

Employer Harus Memperhatikan Kewajiban Pembayaran kepada Pekerja

Employer yang mempekerjakan pekerja asing tetap terikat oleh hukum ketenagakerjaan Australia. Department of Home Affairs menjelaskan bahwa employer harus memberikan setidaknya minimum wage atau relevant market salary rate untuk sponsored workers, serta memenuhi kewajiban seperti payslip, superannuation, tax documents, dan kondisi kerja yang sah.

Dengan demikian, employer tidak sebaiknya menganggap nomination hanya sebagai proses imigrasi. Setelah pekerja di pekerjakan, kewajiban terhadap pekerja tetap berjalan.

Perusahaan juga perlu memiliki sistem payroll dan administrasi tenaga kerja yang dapat mendukung kepatuhan. Dokumen pembayaran gaji sebaiknya di simpan agar dapat di gunakan sebagai bukti apabila di perlukan dalam pemeriksaan.

Employer Perlu Menentukan Stream yang Sesuai

Syarat employer dapat berhubungan dengan stream Visa Subclass 186 yang digunakan. Karena itu, perusahaan perlu mengetahui apakah pekerja akan di nominasi melalui Direct Entry, Temporary Residence Transition, atau jalur labour agreement apabila memang tersedia.

Pada Direct Entry, pekerja yang di nominasi oleh employer harus memenuhi persyaratan occupation dan ketentuan skills yang berlaku. Sementara itu, TRT mempunyai hubungan dengan employment sebelumnya sebagai pemegang visa kerja yang memenuhi syarat.

Employer sebaiknya tidak menggunakan dokumen dan asumsi yang sama untuk semua stream. Persyaratan nomination perlu di sesuaikan dengan jalur yang di gunakan.

Dengan penentuan stream sejak awal, perusahaan dapat menyiapkan dokumen employer secara lebih tepat dan menghindari pengajuan melalui kategori yang tidak sesuai.

Baca Juga: Visa 186 Temporary Residence Transition (TRT)

Ketentuan Employer untuk Direct Entry

Pada Direct Entry, employer perlu memastikan bahwa posisi yang di nominasi memenuhi persyaratan program. Department of Home Affairs menyebutkan bahwa applicant harus di nominasi oleh employer Australia yang bisnisnya aktif dan beroperasi secara sah. Selain itu, occupation harus berada pada CSOL untuk stream tersebut.

Dari sisi employer, dokumen perusahaan dan posisi perlu dapat menunjukkan bahwa nomination memang berasal dari bisnis yang memenuhi ketentuan.

Selain itu, employer perlu memperhatikan salary requirements dan labour market testing apabila berlaku. Dengan demikian, nomination tidak hanya bergantung pada keberadaan lowongan, tetapi juga pada kepatuhan terhadap persyaratan program.

Ketentuan Employer untuk TRT

Pada Temporary Residence Transition, employer perlu memperhatikan hubungan employment sebelumnya. Department of Home Affairs menyebutkan bahwa applicant harus di nominasi oleh employer yang menjadi sponsor untuk temporary work visa dan terdapat ketentuan mengenai eligible sponsored employment selama dua tahun dalam tiga tahun sebelum aplikasi visa.

Karena itu, employer yang akan menggunakan TRT perlu memeriksa riwayat sponsorship dan employment pekerja. Dokumen employment seperti kontrak, payslip, payment summaries, serta catatan leave dapat menjadi bagian dari pembuktian employment yang memenuhi syarat.

Dengan demikian, kesiapan employer untuk TRT tidak hanya berkaitan dengan lowongan saat ini. Riwayat hubungan kerja dan sponsorship juga perlu dapat di buktikan.

Baca Juga: Proses Pengajuan Visa 186 Offshore Australia dari Indonesia

Employer Tidak Boleh Memiliki Masalah yang Menghambat Nomination

Department of Home Affairs menyatakan bahwa visa tidak dapat di berikan apabila terdapat adverse information mengenai nominator atau pihak yang terkait, kecuali informasi tersebut di anggap wajar untuk di abaikan. Visa juga tidak dapat di berikan apabila nomination di tarik atau posisi tidak lagi tersedia.

Karena itu, employer perlu memperhatikan kondisi perusahaan dan pihak-pihak yang terkait dengan bisnis. Informasi mengenai masalah hukum, kepatuhan, atau kondisi bisnis yang relevan sebaiknya tidak di abaikan.

Selain itu, perusahaan perlu memastikan bahwa posisi yang di nominasi tetap tersedia sampai proses visa selesai. Jika posisi sudah tidak tersedia atau nomination di tarik, proses visa dapat terpengaruh.

Dokumen Employer untuk Nomination Visa 186 Offshore

Dokumen employer perlu di sesuaikan dengan jenis nomination dan kondisi perusahaan. Tidak semua employer akan memiliki dokumen yang sama, tetapi perusahaan sebaiknya menyiapkan berkas yang dapat membuktikan status usaha, posisi, employment, dan kemampuan memenuhi ketentuan salary.

Dokumen yang dapat di siapkan antara lain:

  • Dokumen registrasi perusahaan
  • Bukti kegiatan usaha
  • Business Activity Statements atau BAS apabila relevan
  • Laporan keuangan
  • Business tax documents
  • Bank statements apabila di perlukan
  • Employment contract
  • Position description
  • Organisation chart apabila relevan
  • Dokumen salary dan payroll
  • Bukti labour market testing apabila di wajibkan
  • Dokumen sponsorship atau nomination sebelumnya
  • Dokumen tambahan sesuai stream

Department of Home Affairs menunjukkan bahwa dokumen bisnis seperti BAS, annual report, laporan keuangan, bank statement, business tax return, kontrak, work order, dan bukti employment dapat di gunakan untuk mendukung penilaian kondisi bisnis dalam konteks employer sponsorship atau labour agreement.

Karena itu, employer sebaiknya tidak menunggu sampai dokumen di minta. Penyimpanan dokumen secara teratur sejak awal dapat membantu proses nomination berjalan lebih terarah.

Baca Juga: Biaya Visa 186 Offshore Australia: Visa Application Charge dan Biaya

Employer Perlu Membuat Position Description yang Jelas

Position description membantu menjelaskan pekerjaan yang akan dilakukan oleh pekerja asing. Dokumen ini sebaiknya memuat tugas utama, tanggung jawab, lokasi kerja, struktur pelaporan, serta persyaratan pekerjaan.

Selain itu, position description sebaiknya sesuai dengan occupation yang digunakan dalam nomination. Tugas yang terlalu berbeda dari occupation dapat menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian posisi.

Employer juga perlu memastikan bahwa posisi tersebut memang merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Dengan begitu, hubungan antara kebutuhan perusahaan dan posisi yang di nominasi dapat dijelaskan melalui dokumen.

Employer Perlu Menjaga Konsistensi Seluruh Dokumen

Konsistensi menjadi bagian penting dalam Syarat Employer untuk Nomination Visa 186 Offshore. Nama perusahaan, ABN atau identitas bisnis, posisi, lokasi kerja, salary, occupation, serta informasi employment sebaiknya tidak berbeda tanpa penjelasan.

Jika employment contract menyebutkan satu posisi, sedangkan position description menggunakan occupation yang berbeda, employer perlu memeriksa kembali dokumen sebelum nomination di ajukan.

Begitu juga informasi salary. Angka yang di gunakan dalam dokumen perusahaan perlu dapat di jelaskan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan pemeriksaan tersebut, employer dapat mengurangi risiko permintaan informasi tambahan yang muncul akibat ketidaksesuaian dokumen.

Baca Juga: Berapa Lama Proses Visa 186 Offshore Australia?

Employer Perlu Menyiapkan ImmiAccount dan TRN

Pengajuan nomination di lakukan melalui sistem ImmiAccount. Department of Home Affairs menjelaskan bahwa employer menggunakan organisation ImmiAccount untuk mengajukan sponsorship dan nomination sesuai kebutuhan.

Setelah nomination di ajukan, employer akan memperoleh Transaction Reference Number atau TRN. Informasi tersebut kemudian di perlukan oleh pekerja untuk menghubungkan aplikasi visa dengan nomination employer.

Karena itu, employer perlu memastikan data dalam ImmiAccount diisi dengan benar. Selain itu, TRN sebaiknya di simpan dan diberikan kepada pekerja sesuai prosedur.

Nomination employer dan visa application pekerja merupakan dua proses yang berkaitan, tetapi tetap merupakan proses yang berbeda.

Employer Perlu Memahami Kewajiban Sponsorship

Syarat Employer untuk Nomination Visa 186 Offshore tidak berhenti setelah nomination di ajukan. Employer juga perlu memahami kewajiban sponsorship dan hukum ketenagakerjaan yang berlaku.

Pekerja asing memiliki perlindungan berdasarkan hukum ketenagakerjaan Australia. Department of Home Affairs menjelaskan bahwa employer tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan visa pekerja atau mengubah kondisi visa. Kewenangan tersebut berada pada Pemerintah Australia.

Karena itu, employer perlu menjalankan hubungan kerja sesuai hukum. Pembayaran gaji, payslip, superannuation, tax documents, cuti, jam kerja, dan kondisi kerja perlu di kelola sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, employer sebaiknya memahami bahwa pelanggaran sponsorship dapat menimbulkan konsekuensi administratif maupun hukum. Oleh sebab itu, compliance perlu di jadikan bagian dari pengelolaan pekerja asing.

Kesalahan Employer Saat Mengajukan Nomination Visa 186 Offshore

Kesalahan employer dapat memengaruhi kelancaran proses nomination. Karena itu, perusahaan sebaiknya melakukan pemeriksaan internal sebelum nomination di ajukan.

Beberapa kesalahan yang perlu di hindari antara lain:

  • Menggunakan occupation yang tidak sesuai dengan posisi
  • Tidak memeriksa salary requirement
  • Mengabaikan labour market testing ketika diwajibkan
  • Menyiapkan position description yang tidak sesuai
  • Data perusahaan berbeda antara dokumen
  • Dokumen bisnis tidak tersedia
  • Informasi employment contract tidak konsisten
  • Tidak dapat menjelaskan kebutuhan posisi
  • Tidak menyimpan bukti recruitment
  • Mengabaikan kewajiban sponsorship
  • Menggunakan dokumen lama tanpa memeriksa ketentuan terbaru

Selain itu, employer sebaiknya tidak menganggap bahwa nomination akan selalu di setujui hanya karena perusahaan telah memiliki pekerja asing sebelumnya. Setiap nomination tetap perlu memenuhi ketentuan yang berlaku pada saat pengajuan.

Baca Juga: Dokumen Visa 186 Offshore Australia: Checklist Pemohon dan Employer

Checklist Syarat Employer untuk Nomination Visa 186 Offshore

Sebelum nomination di ajukan, perusahaan dapat melakukan pemeriksaan internal dengan checklist berikut:

  • Bisnis aktif dan beroperasi secara sah di Australia
  • Identitas dan struktur perusahaan sudah jelas
  • Posisi yang di nominasi sesuai kebutuhan bisnis
  • Occupation sesuai dengan daftar yang berlaku untuk stream
  • Position description sudah tersedia
  • Employment contract sudah di siapkan
  • Salary sesuai ketentuan yang berlaku
  • Market salary rate sudah di periksa
  • Labour market testing sudah dilakukan apabila diwajibkan
  • Bukti recruitment sudah di simpan
  • Dokumen bisnis tersedia
  • Dokumen keuangan tersedia apabila diperlukan
  • Data perusahaan konsisten
  • Informasi posisi konsisten
  • Employer memahami kewajiban sponsorship
  • Nomination diajukan melalui ImmiAccount
  • TRN nomination disimpan setelah pengajuan

Checklist tersebut dapat membantu perusahaan melakukan pemeriksaan awal sebelum proses di lanjutkan. Namun, kebutuhan dokumen aktual tetap perlu di sesuaikan dengan stream, kondisi employer, occupation, dan ketentuan terbaru.

Employer Perlu Memeriksa Ketentuan Sebelum Nomination

Persyaratan nomination dapat berubah mengikuti kebijakan imigrasi dan ketenagakerjaan Australia. Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak menggunakan dokumen atau angka lama tanpa melakukan pemeriksaan kembali.

Terlebih lagi, threshold salary, occupation list, labour market testing, serta kebijakan sponsorship dapat mengalami perubahan. Department of Home Affairs juga menyediakan informasi employer dan nomination yang perlu di periksa sebelum proses di ajukan.

Dengan demikian, employer dapat menyesuaikan dokumen dengan ketentuan yang sedang berlaku. Pemeriksaan sejak awal juga dapat membantu mengurangi risiko dokumen harus di perbaiki setelah nomination di ajukan.

Jasa Pengurusan Nomination Visa 186 Offshore Australia

Syarat Employer untuk Nomination Visa 186 Offshore membutuhkan pemeriksaan yang cukup rinci karena perusahaan perlu menyiapkan dokumen bisnis, posisi pekerjaan, salary, recruitment, serta dokumen nomination sesuai stream yang digunakan.

PT Jangkar Global Groups dapat membantu memberikan informasi dan pendampingan administratif bagi perusahaan atau employer yang sedang mempersiapkan nomination Visa Subclass 186. Pemeriksaan dapat diarahkan pada kebutuhan dokumen, struktur posisi, kelengkapan berkas, serta tahapan administrasi yang perlu di persiapkan.

Namun, pendampingan administratif tidak berarti dapat menjamin nomination atau visa pasti di setujui. Keputusan tetap berada pada Department of Home Affairs sesuai ketentuan dan pemeriksaan yang berlaku.

Konsultasi Visa 186 Offshore Australia

Siti Aidah