Surat Keterangan Kerja: Fungsi, Syarat & Contoh Pembuatannya

Santsanisy

Surat Keterangan Kerja: Fungsi, Syarat & Contoh Pembuatannya
Direktur Utama Jangkar Groups

Surat keterangan kerja merupakan salah satu dokumen penting yang sering seseorang butuhkan dalam berbagai urusan administrasi. Dokumen ini berfungsi sebagai bukti resmi bahwa seseorang pernah atau masih bekerja pada suatu perusahaan, instansi, maupun organisasi. Selain itu, surat keterangan kerja juga dapat membantu seseorang memenuhi persyaratan administrasi untuk melamar pekerjaan baru, mengajukan pinjaman, mengurus visa, hingga memenuhi kebutuhan perbankan.

Dalam dunia profesional, keberadaan surat keterangan kerja mempunyai peran yang cukup penting. Sebab, dokumen ini memberikan informasi mengenai status pekerjaan seseorang, jabatan, masa kerja, serta identitas perusahaan tempat orang tersebut bekerja. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami cara menyusun surat keterangan kerja yang benar agar dokumen tersebut mempunyai informasi yang jelas dan kredibel.

Meskipun terlihat sederhana, masih banyak karyawan yang belum memahami fungsi, persyaratan, serta prosedur pembuatan surat keterangan kerja. Bahkan, sebagian orang masih menganggap dokumen ini sama dengan surat pengalaman kerja atau surat rekomendasi kerja. Padahal, ketiganya mempunyai tujuan dan fungsi yang berbeda.

Lantas, apa sebenarnya surat keterangan kerja? Apa saja fungsi dan syarat pembuatannya? Bagaimana contoh surat keterangan kerja yang benar? Simak penjelasan lengkap berikut ini.

Baca juga : Contoh Surat Keterangan Kerja yang Baik dan Benar

Pengertian Surat Keterangan Kerja

Pengertian Surat Keterangan Kerja

Surat keterangan kerja merupakan surat resmi yang perusahaan atau instansi keluarkan untuk menerangkan status pekerjaan seseorang. Surat ini menjelaskan bahwa individu yang namanya tercantum dalam dokumen tersebut benar-benar bekerja atau pernah bekerja pada perusahaan yang menerbitkannya.

Umumnya, surat keterangan kerja memuat beberapa informasi penting, seperti nama karyawan, jabatan, divisi, masa kerja, serta identitas perusahaan. Selain itu, perusahaan juga dapat mencantumkan tujuan penerbitan surat sesuai kebutuhan karyawan.

Sebagai contoh, seorang karyawan membutuhkan surat keterangan kerja untuk mengajukan kredit rumah. Dalam kondisi tersebut, perusahaan dapat menerbitkan surat yang menjelaskan status pekerjaan, jabatan, serta masa kerja karyawan sebagai bahan pendukung proses administrasi perbankan.

Contoh lainnya, seseorang yang ingin melamar pekerjaan pada perusahaan baru mungkin membutuhkan bukti bahwa dirinya pernah bekerja pada perusahaan sebelumnya. Oleh karena itu, surat keterangan kerja dapat membantu pihak perekrut memeriksa riwayat pekerjaan calon karyawan.

Dengan demikian, surat keterangan kerja bukan sekadar dokumen formalitas. Sebaliknya, surat ini menjadi salah satu bentuk keterangan administratif yang membantu seseorang membuktikan status pekerjaan secara tertulis.

Baca juga : Cara Membuat Surat Keterangan Kerja dari Perusahaan

Fungsi Surat Keterangan Kerja

Surat keterangan kerja mempunyai berbagai fungsi, baik bagi karyawan maupun pihak yang membutuhkan verifikasi status pekerjaan. Berikut beberapa fungsi utamanya.

a. Sebagai Bukti Status Pekerjaan

Fungsi pertama yaitu memberikan bukti bahwa seseorang mempunyai hubungan kerja dengan perusahaan tertentu atau pernah menjadi bagian dari perusahaan tersebut.

Informasi ini dapat membantu pihak lain melakukan pemeriksaan administratif. Misalnya, bank membutuhkan bukti pekerjaan seseorang sebelum memproses pengajuan pinjaman.

Selain itu, surat ini juga dapat membantu lembaga tertentu memastikan identitas profesional seseorang.

b. Sebagai Syarat Melamar Pekerjaan Baru

Ketika seseorang ingin berpindah tempat kerja, perusahaan baru terkadang meminta dokumen pendukung mengenai riwayat pekerjaan sebelumnya.

Dalam hal ini, surat keterangan kerja dapat menjadi salah satu bukti bahwa pelamar mempunyai pengalaman profesional.

Namun, perlu Anda pahami bahwa surat keterangan kerja tidak selalu menggantikan surat pengalaman kerja. Perusahaan perekrut dapat meminta dokumen tambahan sesuai kebijakan masing-masing.

Baca juga : Surat Keterangan Kerja untuk Pengajuan Visa

c. Untuk Mengajukan Pinjaman atau Kredit

Bank dan lembaga pembiayaan sering meminta dokumen pekerjaan sebagai salah satu persyaratan administrasi.

Surat keterangan kerja dapat membantu mereka mengetahui status pekerjaan, jabatan, dan masa kerja calon debitur.

Sebagai contoh, seseorang yang ingin mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kredit kendaraan, atau pinjaman tertentu mungkin perlu menyertakan surat tersebut.

Meskipun demikian, setiap bank mempunyai ketentuan tersendiri. Oleh sebab itu, pemohon perlu memastikan persyaratan langsung kepada lembaga pembiayaan terkait.

d. Untuk Mengurus Visa dan Perjalanan ke Luar Negeri

Surat keterangan kerja juga dapat membantu seseorang ketika mengurus visa perjalanan ke luar negeri.

Beberapa kedutaan atau pusat pengajuan visa meminta dokumen pekerjaan untuk mengetahui aktivitas profesional dan status pekerjaan pemohon.

Biasanya, surat tersebut memuat jabatan, masa kerja, identitas perusahaan, serta informasi cuti apabila pemohon masih aktif bekerja.

Selain itu, dokumen ini dapat menjadi salah satu pendukung untuk menjelaskan kondisi pekerjaan selama pemohon melakukan perjalanan.

Baca juga : Surat Keterangan Kerja Bahasa Inggris untuk Ke Luar Negeri

e. Sebagai Dokumen Pendukung Administrasi

Tidak hanya untuk kebutuhan pekerjaan dan perbankan, surat keterangan kerja juga dapat membantu berbagai urusan administrasi lainnya.

Misalnya, seseorang membutuhkan surat tersebut untuk pengajuan beasiswa tertentu, administrasi keluarga, keperluan asuransi, atau proses verifikasi data.

Dengan demikian, dokumen ini mempunyai kegunaan yang cukup luas dalam kehidupan profesional maupun pribadi.

f. Membantu Proses Verifikasi Data Karyawan

Bagi perusahaan, penerbitan surat keterangan kerja juga menjadi bagian dari pengelolaan administrasi sumber daya manusia.

Melalui dokumen tersebut, perusahaan dapat memberikan keterangan resmi mengenai hubungan kerja seseorang.

Selain itu, surat yang tersusun secara sistematis dapat membantu pihak eksternal memahami informasi karyawan tanpa harus meminta penjelasan berulang kali.

Baca juga : Surat Keterangan Kerja untuk Kedutaan: Fungsi & Persyaratannya

Jenis-Jenis Surat Keterangan Kerja

Surat keterangan kerja dapat mempunyai beberapa bentuk sesuai kebutuhan dan status pekerjaan seseorang.

Berikut beberapa jenis yang umum digunakan.

a. Surat Keterangan Kerja Karyawan Aktif

Surat ini perusahaan keluarkan untuk karyawan yang masih mempunyai hubungan kerja aktif.

Biasanya, karyawan membutuhkan dokumen tersebut untuk mengajukan pinjaman, mengurus visa, memenuhi persyaratan administrasi, atau keperluan lainnya.

Informasi dalam surat dapat mencakup nama karyawan, jabatan, divisi, tanggal mulai bekerja, serta status pekerjaan saat surat terbit.

b. Surat Keterangan Kerja untuk Mantan Karyawan

Jenis berikutnya yaitu surat keterangan kerja bagi seseorang yang sudah tidak bekerja pada perusahaan sebelumnya.

Dokumen ini menerangkan bahwa individu tersebut pernah bekerja pada perusahaan dalam periode tertentu.

Biasanya, surat mencantumkan jabatan terakhir, masa kerja, dan tanggal berakhirnya hubungan kerja.

Baca juga : Perbedaan Surat Keterangan Kerja dan Surat Pengalaman Kerja

c. Surat Keterangan Kerja untuk Pengajuan KPR

Surat ini mempunyai tujuan khusus sebagai salah satu dokumen pendukung pengajuan Kredit Pemilikan Rumah.

Perusahaan biasanya mencantumkan informasi status karyawan, jabatan, masa kerja, serta keterangan lain sesuai permintaan bank.

Namun, format dan informasi yang bank perlukan dapat berbeda. Karena itu, karyawan sebaiknya meminta daftar persyaratan terlebih dahulu.

d. Surat Keterangan Kerja untuk Pengajuan Visa

Surat ini berfungsi sebagai dokumen pendukung ketika seseorang mengurus visa.

Selain informasi pekerjaan, perusahaan dapat mencantumkan tujuan perjalanan, periode cuti, serta keterangan bahwa karyawan akan kembali bekerja setelah perjalanan selesai.

Tentu saja, isi surat harus mengikuti kebutuhan dan ketentuan pihak kedutaan atau pusat pengajuan visa.

Baca juga : Informasi Wajib dalam Surat Keterangan Kerja

Syarat Membuat Surat Keterangan Kerja

Sebelum mengajukan surat keterangan kerja, karyawan perlu menyiapkan beberapa informasi dan dokumen pendukung.

Setiap perusahaan mungkin mempunyai prosedur internal yang berbeda. Namun, secara umum, berikut persyaratan yang sering perusahaan minta.

a. Identitas Karyawan

Pemohon perlu menyiapkan identitas pribadi, seperti:

  1. Nama lengkap sesuai identitas resmi.
  2. Nomor induk karyawan (jika ada).
  3. Jabatan atau posisi pekerjaan.
  4. Divisi atau departemen.
  5. Nomor identitas sesuai kebutuhan administrasi.

Informasi tersebut membantu bagian HRD memastikan data pemohon.

b. Data Perusahaan

Karyawan perlu memastikan bahwa perusahaan mempunyai data yang lengkap untuk menyusun surat.

Data tersebut umumnya mencakup nama perusahaan, alamat kantor, nomor telepon, dan identitas pejabat yang berwenang menandatangani surat.

Baca juga : Legalisasi dan Penerjemahan Surat Keterangan Kerja

c. Informasi Masa Kerja

Masa kerja menjadi salah satu informasi penting dalam surat keterangan kerja.

Oleh karena itu, pemohon perlu memastikan tanggal mulai bekerja dan, jika sudah tidak aktif, tanggal berakhirnya hubungan kerja.

Bagian HRD biasanya dapat memeriksa informasi tersebut melalui arsip kepegawaian.

d. Menjelaskan Tujuan Pembuatan Surat

Pemohon sebaiknya menyampaikan tujuan penggunaan surat kepada bagian HRD.

Misalnya, untuk pengajuan KPR, pengurusan visa, melamar pekerjaan baru, atau kebutuhan administrasi lainnya.

Dengan mengetahui tujuan tersebut, perusahaan dapat menyesuaikan isi surat tanpa mengubah fakta mengenai status pekerjaan karyawan.

e. Mengikuti Prosedur Internal Perusahaan

Beberapa perusahaan mempunyai formulir khusus atau sistem pengajuan dokumen karyawan.

Karena itu, pemohon perlu mengikuti prosedur yang berlaku, termasuk menghubungi bagian HRD atau administrasi personalia.

Selain itu, perhatikan estimasi waktu penerbitan surat agar dokumen tersedia sebelum batas waktu pengajuan.

Baca juga : Surat Keterangan Kerja untuk Karyawan Kontrak dan Tetap

Cara Membuat Surat Keterangan Kerja yang Benar

Pembuatan surat keterangan kerja sebenarnya tidak terlalu rumit. Namun, perusahaan perlu memperhatikan susunan, kejelasan informasi, serta keabsahan dokumen.

Berikut langkah-langkah pembuatannya.

a. Membuat Kop Surat Perusahaan

Langkah pertama yaitu menyiapkan kop surat resmi perusahaan.

Kop surat biasanya memuat nama perusahaan, alamat kantor, nomor telepon, alamat email, dan logo perusahaan apabila tersedia.

Bagian ini membantu penerima mengenali identitas penerbit surat.

b. Menuliskan Judul Surat

Selanjutnya, cantumkan judul SURAT KETERANGAN KERJA pada bagian atas dokumen.

Perusahaan juga dapat menambahkan nomor surat sesuai sistem administrasi internal.

c. Mencantumkan Identitas Pejabat Perusahaan

Surat perlu memuat identitas pihak yang memberikan keterangan.

Informasi tersebut dapat berupa nama lengkap, jabatan, serta nama perusahaan.

Biasanya, HR Manager, HRD, pimpinan perusahaan, atau pejabat lain yang mempunyai kewenangan akan menandatangani surat.

d. Menuliskan Identitas Karyawan

Berikutnya, masukkan identitas karyawan secara lengkap.

Pastikan nama, jabatan, divisi, dan masa kerja sesuai dengan catatan administrasi perusahaan.

e. Menjelaskan Isi Keterangan

Bagian utama surat berisi pernyataan mengenai status pekerjaan karyawan.

Gunakan bahasa formal, singkat, dan jelas. Selain itu, pastikan seluruh informasi sesuai fakta.

f. Mencantumkan Tanggal dan Tanda Tangan

Terakhir, cantumkan tempat serta tanggal penerbitan surat.

Pejabat berwenang kemudian membubuhkan tanda tangan dan nama lengkap. Perusahaan juga dapat menggunakan stempel resmi apabila kebijakan administrasi internal mengharuskannya.

Baca juga : Kesalahan dalam Pembuatan Surat Keterangan Kerja

Contoh Surat Keterangan Kerja untuk Karyawan Aktif

Berikut contoh format surat keterangan kerja yang dapat perusahaan gunakan sebagai referensi.

PT MAJU BERSAMA INDONESIA

Jl. Merdeka No. 25, Jakarta

Telepon: (021) 12345678


SURAT KETERANGAN KERJA

Nomor: 015/SKK/HRD/X/2026

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Andi Pratama

Jabatan: Human Resources Manager

Perusahaan: PT Maju Bersama Indonesia

Dengan ini menerangkan bahwa:

Nama: Budi Santoso

Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 15 Mei 1995

Jabatan: Staff Administrasi

Departemen: General Affairs

Tanggal Mulai Bekerja: 10 Januari 2022

Nama tersebut merupakan karyawan aktif PT Maju Bersama Indonesia hingga surat ini terbit.

Surat keterangan kerja ini kami buat atas permintaan yang bersangkutan sebagai salah satu dokumen pendukung untuk memenuhi kebutuhan administrasi pengajuan kredit perumahan.

Demikian surat keterangan ini kami buat dengan sebenar-benarnya agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Jakarta, 31 Oktober 2026

Hormat kami,

PT Maju Bersama Indonesia

Andi Pratama

Human Resources Manager

Catatan: Nama perusahaan, identitas karyawan, tanggal, dan informasi lainnya pada contoh tersebut hanya bersifat ilustrasi. Silakan sesuaikan seluruh data dengan kondisi sebenarnya.

Contoh Surat Keterangan Kerja untuk Mantan Karyawan

Selain karyawan aktif, mantan karyawan juga dapat membutuhkan surat keterangan kerja sebagai bukti riwayat pekerjaan.

Berikut contoh formatnya.

PT SEJAHTERA ABADI

Jl. Sudirman No. 10, Bandung


SURAT KETERANGAN KERJA

Nomor: 020/SKK/HRD/X/2026

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Rina Wulandari

Jabatan: HRD Manager

Dengan ini menerangkan bahwa:

Nama: Dimas Saputra

Jabatan Terakhir: Marketing Executive

Periode Kerja: 1 Februari 2021 sampai dengan 30 September 2026

Benar bahwa nama tersebut pernah bekerja pada PT Sejahtera Abadi dengan jabatan Marketing Executive selama periode sebagaimana tercantum di atas.

Surat keterangan ini kami buat sebagai dokumen pendukung untuk memenuhi kebutuhan administrasi dan keperluan profesional yang bersangkutan.

Demikian surat keterangan ini kami buat dengan sebenar-benarnya.

Bandung, 31 Oktober 2026

Hormat kami,

PT Sejahtera Abadi

Rina Wulandari

HRD Manager

Perbedaan Surat Keterangan Kerja, Surat Pengalaman Kerja, dan Surat Rekomendasi Kerja

Ketiga dokumen ini sering dianggap sama. Padahal, masing-masing mempunyai tujuan yang berbeda.

Berikut penjelasannya.

Surat keterangan kerja berfokus pada informasi mengenai status pekerjaan seseorang. Dokumen ini dapat menjelaskan apakah seseorang masih bekerja atau pernah bekerja pada perusahaan tertentu.

Surat pengalaman kerja lebih menekankan riwayat pekerjaan, posisi, masa kerja, serta pengalaman profesional yang seseorang peroleh selama bekerja.

Sementara itu, surat rekomendasi kerja berisi penilaian atau rekomendasi dari pihak perusahaan mengenai kemampuan, kinerja, maupun karakter profesional seseorang.

Dengan demikian, calon pemohon perlu memilih dokumen sesuai kebutuhan administrasi.

Misalnya, apabila bank meminta bukti status pekerjaan, surat keterangan kerja dapat menjadi dokumen pendukung. Sebaliknya, apabila perusahaan baru meminta penilaian mengenai kinerja calon karyawan, surat rekomendasi kerja mungkin lebih relevan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Surat Keterangan Kerja

Agar surat keterangan kerja mempunyai kualitas administrasi yang baik, perusahaan dan karyawan perlu memperhatikan beberapa hal berikut.

  1. Pastikan seluruh data benar. Nama, jabatan, masa kerja, dan identitas perusahaan harus sesuai dengan catatan resmi.
  2. Gunakan bahasa formal. Hindari penggunaan kalimat yang terlalu panjang, tidak jelas, atau mengandung informasi yang tidak relevan.
  3. Gunakan kop surat resmi. Identitas perusahaan membantu penerima mengenali sumber dokumen.
  4. Pastikan pejabat penandatangan mempunyai kewenangan. Surat yang memuat tanda tangan pejabat berwenang akan membantu proses verifikasi.
  5. Sesuaikan isi dengan tujuan penggunaan. Surat untuk pengajuan KPR mungkin membutuhkan informasi berbeda dari surat untuk pengurusan visa.
  6. Periksa kembali format dan ejaan. Kesalahan penulisan dapat menimbulkan kebingungan ketika pihak penerima memeriksa dokumen.

Selain itu, karyawan sebaiknya menyimpan salinan surat sebagai arsip pribadi. Dengan begitu, mereka dapat mengakses kembali dokumen tersebut ketika membutuhkan bukti administrasi pada kemudian hari.

Apakah Surat Keterangan Kerja Wajib Menggunakan Materai?

Pertanyaan mengenai penggunaan materai sering muncul ketika seseorang ingin membuat surat keterangan kerja.

Pada dasarnya, surat keterangan kerja tidak otomatis membutuhkan materai hanya karena dokumen tersebut merupakan surat resmi perusahaan.

Kebutuhan materai bergantung pada fungsi dokumen dan ketentuan hukum yang relevan. Oleh sebab itu, perusahaan sebaiknya memeriksa kebutuhan administrasi dari pihak penerima surat.

Sebagai contoh, apabila bank atau lembaga tertentu meminta dokumen dengan ketentuan khusus, karyawan perlu mengikuti persyaratan tersebut.

Namun, jangan menambahkan materai tanpa memahami tujuan dan ketentuan penggunaannya.

Berapa Lama Proses Pembuatan Surat Keterangan Kerja?

Waktu pembuatan surat keterangan kerja bergantung pada kebijakan dan prosedur masing-masing perusahaan.

Beberapa perusahaan dapat menyelesaikan permohonan dalam satu hari kerja. Sementara itu, perusahaan lain mungkin membutuhkan waktu lebih lama karena harus melalui pemeriksaan data dan persetujuan pejabat berwenang.

Untuk memperlancar proses, karyawan sebaiknya mengajukan permohonan jauh sebelum batas waktu penggunaan dokumen.

Selain itu, sampaikan tujuan pembuatan surat sejak awal agar bagian HRD dapat menyiapkan informasi sesuai kebutuhan. Apabila surat membutuhkan format khusus dari bank, kedutaan, atau lembaga lain, sertakan pula contoh atau ketentuan dokumen tersebut.

Surat keterangan kerja

Surat keterangan kerja merupakan dokumen resmi yang mempunyai peran penting dalam berbagai kebutuhan administrasi dan profesional. Dokumen ini berfungsi sebagai bukti status pekerjaan seseorang, baik sebagai karyawan aktif maupun mantan karyawan.

Selain untuk melamar pekerjaan baru, surat keterangan kerja juga dapat membantu pengajuan pinjaman, pengurusan visa, kebutuhan perbankan, serta berbagai proses verifikasi lainnya.

Untuk membuat surat yang benar, perusahaan perlu mencantumkan identitas penerbit, identitas karyawan, jabatan, masa kerja, tujuan penerbitan, serta tanda tangan pejabat berwenang.

Sementara itu, karyawan perlu menyiapkan data pribadi, informasi pekerjaan, dan tujuan penggunaan surat sebelum mengajukan permohonan kepada bagian HRD.

Dengan memahami fungsi, syarat, dan contoh pembuatannya, Anda dapat mengurus surat keterangan kerja secara lebih mudah dan terarah. Pastikan setiap informasi sesuai fakta agar dokumen tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan administrasi secara optimal.

Konsultasikan Pengurusan Surat Keterangan Kerja Anda Sekarang

Santsanisy
Konsultasi Gratis Balas cepat via WhatsApp