Skills Assessment 190 Visa Offshore Australia merupakan salah satu tahap penting bagi pemohon yang ingin mengajukan Skilled Nominated visa subclass 190 dari luar Australia. Penilaian ini di lakukan oleh assessing authority yang sesuai dengan occupation yang di nominasikan. Melalui proses tersebut, kualifikasi, keterampilan, dan pengalaman profesional pemohon dapat di nilai berdasarkan persyaratan occupation yang bersangkutan.
Bagi pemohon offshore dari Indonesia, Skills Assessment perlu di persiapkan sebelum melanjutkan ke tahap Expression of Interest atau EOI. Department of Home Affairs menyatakan bahwa pemohon perlu mendapatkan skills assessment untuk occupation yang di nominasikan sebelum EOI dapat di submit. Dalam EOI, informasi mengenai tanggal assessment, assessing authority, serta nomor referensi atau receipt number juga perlu di masukkan.
Karena itu, Skills Assessment 190 Visa tidak sebaiknya di anggap hanya sebagai dokumen tambahan. Hasil assessment dapat berkaitan dengan occupation yang di pilih, informasi pengalaman kerja, pendidikan, serta data yang nantinya di gunakan dalam EOI. Selain itu, occupation yang di gunakan untuk subclass 190 perlu berada dalam daftar occupation yang berlaku dan mengikuti assessing authority yang di tentukan.
Apa Itu Skills Assessment 190 Visa Offshore Australia?
Skills Assessment adalah proses penilaian keterampilan dan kualifikasi oleh assessing authority yang relevan. Penilaian tersebut di gunakan untuk mengetahui apakah latar belakang pendidikan, pengalaman, dan keterampilan pemohon sesuai dengan occupation yang di nominasikan dalam jalur skilled migration.
Untuk subclass 190, pemohon perlu memperhatikan occupation yang di pilih sejak awal. Hal ini karena setiap occupation dapat memiliki assessing authority yang berbeda dan persyaratan dokumen yang tidak selalu sama. Oleh sebab itu, pemohon tidak sebaiknya mengumpulkan dokumen secara umum sebelum mengetahui occupation serta assessing authority yang tepat.
Selain itu, Skills Assessment berbeda dengan visa assessment. Assessing authority melakukan penilaian sesuai kewenangannya, sedangkan keputusan visa tetap menjadi kewenangan Department of Home Affairs. Dengan demikian, hasil skills assessment merupakan salah satu bagian dari proses skilled migration dan bukan merupakan persetujuan visa.
Baca Juga: 190 Visa Offshore Application Visa Australia Panduan Tenaga ahli
Mengapa Skills Assessment Di perlukan untuk Visa 190?
Skills Assessment di perlukan karena jalur subclass 190 menggunakan sistem skilled migration yang mengharuskan pemohon memilih occupation yang sesuai. Department of Home Affairs mencantumkan skills assessment sebagai informasi yang perlu di siapkan sebelum EOI di submit.
Penilaian tersebut membantu menghubungkan kualifikasi dan keterampilan pemohon dengan occupation yang di pilih. Karena itu, hasil assessment perlu memiliki hubungan yang jelas dengan occupation yang di gunakan dalam EOI.
Selain itu, informasi skills assessment juga dapat berkaitan dengan perhitungan poin. Pemohon perlu memasukkan informasi yang benar mengenai hasil assessment karena EOI berisi data yang menjadi dasar dalam proses SkillSelect. Jika keadaan berubah, EOI dapat di perbarui sebelum invitation di terima.
Syarat Skills Assessment 190 Visa Offshore Australia
Syarat Skills Assessment tidak sama untuk semua occupation. Setiap assessing authority memiliki persyaratan tersendiri mengenai pendidikan, pengalaman kerja, dokumen identitas, bukti pekerjaan, serta dokumen pendukung lainnya.
Karena itu, pemohon offshore perlu menentukan occupation terlebih dahulu. Setelah occupation di tentukan, assessing authority yang sesuai dapat di identifikasi berdasarkan daftar yang berlaku untuk skilled migration.
1. Occupation yang Sesuai
Occupation menjadi dasar dalam proses skills assessment. Pemohon perlu memastikan bahwa occupation yang di pilih memang tersedia untuk subclass 190 dan sesuai dengan daftar occupation yang berlaku.
Department of Home Affairs menjelaskan bahwa skilled occupation list menentukan occupation yang dapat di gunakan untuk visa skilled tertentu. Untuk subclass 190, daftar tersebut juga berkaitan dengan instrumen yang menentukan occupation dan assessing authority.
Karena itu, pemohon tidak sebaiknya memilih occupation hanya berdasarkan nama pekerjaan sehari-hari. Tugas dan tanggung jawab pekerjaan juga perlu di perhatikan agar occupation yang di pilih sesuai dengan latar belakang profesional.
2. Kualifikasi Pendidikan
Kualifikasi pendidikan menjadi salah satu dokumen yang dapat di nilai dalam proses skills assessment. Dokumen yang di gunakan biasanya berkaitan dengan pendidikan yang mendukung occupation yang di nominasikan.
Ijazah, transkrip akademik, serta dokumen pendidikan lain perlu di siapkan dalam bentuk yang jelas. Jika dokumen menggunakan bahasa Indonesia, persyaratan terjemahan juga perlu di perhatikan sesuai ketentuan assessing authority.
Namun, setiap occupation dapat memiliki standar pendidikan yang berbeda. Karena itu, pemohon perlu mengikuti persyaratan assessing authority yang relevan, bukan menggunakan satu standar yang sama untuk semua occupation.
3. Pengalaman Kerja
Pengalaman kerja dapat menjadi bagian penting dalam skills assessment, terutama untuk occupation yang memiliki persyaratan pengalaman tertentu.
Bukti pekerjaan perlu menunjukkan bahwa pekerjaan benar-benar di lakukan oleh pemohon dan memiliki hubungan dengan occupation yang di nilai. Karena itu, surat referensi pekerjaan sebaiknya di lengkapi dengan informasi yang dapat memperkuat periode, posisi, tugas, dan hubungan kerja.
Dalam beberapa kondisi, assessing authority juga dapat meminta bukti tambahan. Oleh sebab itu, dokumen pekerjaan sebaiknya di persiapkan secara menyeluruh sejak awal.
4. Dokumen Identitas
Dokumen identitas di perlukan untuk memastikan bahwa seluruh dokumen yang di ajukan berkaitan dengan pemohon yang sama. Paspor biasanya menjadi dokumen penting dalam proses tersebut.
Nama pada paspor perlu di cocokkan dengan nama pada ijazah, transkrip, surat pengalaman kerja, dan dokumen lainnya. Jika pernah terjadi perubahan nama, dokumen pendukung perlu di siapkan agar perbedaan tersebut dapat di jelaskan.
Baca Juga: Dokumen 190 Visa Offshore Application Australia yang Wajib
Dokumen untuk Skills Assessment 190 Visa
Dokumen yang di perlukan bergantung pada assessing authority dan occupation. Oleh karena itu, daftar dokumen tidak dapat di samakan untuk semua pemohon.
Secara umum, pemohon dapat perlu menyiapkan dokumen seperti:
- Paspor atau dokumen identitas.
- Ijazah atau sertifikat pendidikan.
- Transkrip akademik.
- Bukti pengalaman kerja.
- Surat referensi pekerjaan.
- Bukti registrasi atau lisensi jika di perlukan.
- Sertifikat profesional jika relevan.
- Dokumen perubahan nama jika relevan.
- Terjemahan bahasa Inggris apabila di perlukan.
Namun, daftar tersebut merupakan gambaran umum dan bukan checklist final untuk semua occupation. Assessing authority yang bersangkutan tetap menjadi acuan utama mengenai dokumen yang harus di serahkan.
Baca Juga: Syarat 190 Visa Offshore Australia untuk Pelamar dari Indonesia
Proses Skills Assessment 190 Visa Offshore Australia
Proses Skills Assessment perlu di lakukan secara bertahap agar occupation, dokumen, dan informasi pengalaman kerja dapat di siapkan secara konsisten. Pemohon offshore sebaiknya tidak langsung mengajukan assessment sebelum memahami persyaratan assessing authority.
1. Menentukan Occupation
Tahap pertama adalah menentukan occupation yang paling sesuai dengan latar belakang pemohon. Dalam tahap ini, tugas dan tanggung jawab pekerjaan perlu di perhatikan, bukan hanya jabatan yang tertulis pada kartu nama atau kontrak kerja.
Occupation yang di pilih juga perlu tersedia dalam daftar yang berlaku untuk subclass 190. Selain itu, assessing authority untuk occupation tersebut perlu di identifikasi sebelum dokumen mulai di siapkan.
2. Memeriksa Persyaratan Assessing Authority
Setelah occupation di tentukan, pemohon perlu memeriksa persyaratan assessing authority. Pada tahap ini, perhatikan persyaratan pendidikan, pengalaman kerja, format dokumen, bukti pekerjaan, serta ketentuan terjemahan.
Tahap pemeriksaan ini penting karena satu dokumen dapat di terima oleh satu assessing authority tetapi belum tentu memenuhi ketentuan assessing authority lainnya.
3. Mengumpulkan Dokumen
Dokumen kemudian di kumpulkan berdasarkan checklist yang di berikan assessing authority. Pemohon sebaiknya menyimpan dokumen asli dan salinan digital dalam folder yang teratur.
Selain itu, setiap dokumen perlu di periksa agar nama, tanggal, nomor dokumen, institusi, dan informasi pekerjaan tetap konsisten.
4. Menerjemahkan Dokumen
Dokumen yang menggunakan bahasa selain bahasa Inggris dapat memerlukan terjemahan. Persyaratan mengenai penerjemah dan format terjemahan perlu mengikuti aturan assessing authority.
Setelah di terjemahkan, isi dokumen asli dan terjemahan perlu di bandingkan kembali. Dengan begitu, kesalahan nama, tanggal, atau informasi akademik dapat lebih cepat di temukan.
5. Mengajukan Skills Assessment
Setelah dokumen lengkap, pemohon dapat mengajukan assessment melalui assessing authority yang sesuai. Proses pengajuan dapat berbeda tergantung lembaga yang menangani occupation.
Informasi pada formulir perlu di isi berdasarkan dokumen yang tersedia. Pemohon sebaiknya tidak mencantumkan informasi yang belum dapat di buktikan karena data tersebut nantinya dapat berkaitan dengan EOI dan aplikasi visa.
6. Menunggu Hasil Assessment
Setelah aplikasi assessment di ajukan, assessing authority akan melakukan pemeriksaan berdasarkan persyaratan yang berlaku. Lama proses dapat berbeda antara satu assessing authority dan lainnya.
Selama menunggu, pemohon sebaiknya menyimpan nomor aplikasi, bukti pembayaran, korespondensi, serta dokumen yang telah di ajukan. Informasi tersebut dapat di perlukan apabila ada permintaan tambahan atau komunikasi dari assessing authority.
7. Menerima Hasil Skills Assessment
Setelah proses selesai, pemohon akan menerima hasil assessment sesuai mekanisme assessing authority. Hasil tersebut perlu di periksa dengan teliti, terutama nama, occupation, nomor referensi, tanggal, serta hasil penilaian.
Informasi tersebut kemudian dapat di gunakan ketika pemohon menyiapkan EOI SkillSelect.
Baca Juga: Points Test Visa 190 Australia Offshore: Cara Menghitung Poin
Skills Assessment dan Expression of Interest
Skills Assessment memiliki hubungan langsung dengan tahap Expression of Interest. Department of Home Affairs menyatakan bahwa pemohon perlu memasukkan hasil skills assessment ke dalam EOI, termasuk tanggal assessment, nama assessing authority, dan reference atau receipt number.
Selain itu, EOI meminta informasi mengenai latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Karena itu, data yang di masukkan dalam EOI perlu konsisten dengan informasi yang terdapat dalam hasil assessment dan dokumen pendukung.
SkillSelect sendiri tidak mengharuskan dokumen di unggah ketika EOI di submit. Namun, pemohon perlu memiliki informasi yang benar dan dapat di buktikan ketika nantinya menerima invitation dan melanjutkan ke aplikasi visa.
Baca Juga: Visa 190 Australia Offshore: Cara Mendapatkan State Nomination
Hubungan Skills Assessment dengan Occupation
Occupation merupakan salah satu bagian paling penting dalam proses Skills Assessment 190 Visa Offshore Australia. Penilaian tidak hanya melihat nama jabatan, tetapi juga dapat mempertimbangkan pendidikan, pengalaman, serta tugas dan tanggung jawab yang berkaitan dengan occupation.
Karena itu, pemohon perlu memastikan bahwa pekerjaan yang di lakukan benar-benar memiliki hubungan dengan occupation yang di pilih. Jika jabatan pekerjaan berbeda tetapi tugasnya memiliki kesesuaian, informasi mengenai tugas dan tanggung jawab dapat menjadi bagian penting dalam penilaian.
Sebaliknya, jika nama jabatan terlihat sesuai tetapi tugas pekerjaan tidak mendukung occupation tersebut, pemohon perlu berhati-hati sebelum mengajukan assessment. Oleh sebab itu, pemeriksaan occupation sejak awal dapat membantu mengurangi risiko dokumen yang tidak sesuai.
Baca Juga: 190 Visa Offshore Australia Tanpa Pengalaman Kerja
Skills Assessment untuk Lulusan Indonesia
Pemohon dari Indonesia dapat menggunakan kualifikasi pendidikan yang di peroleh di Indonesia dalam proses assessment apabila memenuhi persyaratan assessing authority. Namun, pengakuan terhadap kualifikasi tersebut tetap bergantung pada occupation dan lembaga yang melakukan penilaian.
Ijazah dan transkrip perlu di siapkan dengan jelas. Selain itu, dokumen yang menggunakan bahasa Indonesia dapat memerlukan terjemahan sesuai persyaratan lembaga penilai.
Pemohon juga sebaiknya memperhatikan nama institusi, program studi, jenjang pendidikan, tahun studi, serta informasi akademik lainnya. Jika terdapat perbedaan nama antara dokumen pendidikan dan paspor, bukti perubahan nama perlu di siapkan apabila relevan.
Dengan demikian, lulusan Indonesia tidak cukup hanya menunjukkan bahwa dirinya memiliki ijazah. Kualifikasi tersebut perlu di hubungkan dengan occupation dan persyaratan assessment yang berlaku.
Skills Assessment dan Pengalaman Kerja
Pengalaman kerja menjadi bagian yang perlu di perhatikan apabila assessing authority menggunakan pengalaman profesional dalam penilaian. Informasi mengenai pekerjaan harus dapat di buktikan dan memiliki hubungan dengan occupation.
Surat referensi pekerjaan sebaiknya menjelaskan jabatan, periode kerja, jam kerja, tugas, serta informasi perusahaan. Selain itu, bukti pendukung seperti slip gaji, dokumen pajak, kontrak kerja, atau bukti pembayaran dapat membantu memperkuat informasi pekerjaan apabila di perlukan.
Namun, tidak semua pekerjaan yang pernah di lakukan otomatis dapat di gunakan untuk memenuhi persyaratan assessment. Setiap assessing authority memiliki aturan sendiri mengenai pengalaman yang dapat di akui.
Karena itu, periode kerja sebaiknya tidak langsung di jumlahkan sebelum persyaratan assessing authority di periksa. Hal tersebut penting agar pengalaman yang di klaim memang sesuai dengan occupation yang di nominasikan.
Baca Juga: Biaya 190 Visa Offshore Australia
Skills Assessment Positif dan Masa Berlaku
Hasil assessment yang positif dapat menjadi bagian penting dalam persiapan EOI. Namun, pemohon perlu memperhatikan tanggal assessment dan ketentuan mengenai masa berlaku hasil tersebut.
Masa berlaku tidak selalu sama untuk semua assessing authority. Oleh sebab itu, pemohon perlu memeriksa langsung informasi yang tercantum pada hasil assessment dan ketentuan lembaga yang menerbitkannya.
Jika hasil assessment sudah tidak berlaku atau perlu di perbarui, pemohon dapat perlu melakukan proses assessment kembali sebelum melanjutkan tahap berikutnya. Dengan demikian, waktu pengajuan EOI perlu di sesuaikan dengan kondisi hasil assessment.
Jika Skills Assessment Tidak Sesuai
Tidak semua pengajuan Skills Assessment menghasilkan penilaian yang sesuai dengan harapan pemohon. Assessing authority dapat meminta informasi tambahan, memberikan hasil yang berbeda, atau menentukan bahwa dokumen yang di ajukan belum memenuhi persyaratan.
Jika ada permintaan dokumen tambahan, pemohon perlu membaca instruksi dari assessing authority dengan teliti. Dokumen yang di berikan sebaiknya benar-benar menjawab permintaan dan tetap konsisten dengan informasi yang sebelumnya di ajukan.
Apabila hasil assessment tidak sesuai dengan occupation yang di inginkan, pemohon perlu memahami alasan dan ketentuan lembaga tersebut sebelum menentukan langkah berikutnya. Dalam kondisi tertentu, pilihan occupation, dokumen pendidikan, atau bukti pengalaman kerja perlu di periksa kembali.
Baca Juga: Berapa Lama Proses 190 Visa Offshore Australia?
Perbedaan Skills Assessment dengan Visa Assessment
Skills Assessment dan penilaian visa merupakan dua proses yang berbeda. Skills assessment di lakukan oleh assessing authority untuk menilai keterampilan dan kualifikasi berdasarkan occupation tertentu.
Sementara itu, Department of Home Affairs menilai aplikasi visa berdasarkan seluruh persyaratan subclass 190. Karena itu, memiliki hasil skills assessment yang positif tidak berarti visa otomatis akan di berikan.
Pemohon tetap perlu memenuhi persyaratan lain yang berlaku, termasuk persyaratan visa, nominasi, bahasa Inggris, poin, kesehatan, karakter, serta dokumen yang di minta dalam aplikasi.
Baca Juga: Peluang Visa 190 Offshore Australia: Cara Mendapatkan Invitation
Kesalahan yang Perlu Di hindari Saat Skills Assessment
Kesalahan pertama adalah memilih occupation hanya berdasarkan nama pekerjaan. Padahal, kesesuaian occupation juga perlu di lihat dari tugas dan tanggung jawab yang sebenarnya di lakukan.
Kesalahan berikutnya adalah mengajukan dokumen yang tidak konsisten. Misalnya, periode pekerjaan pada surat referensi berbeda dengan informasi pada dokumen pembayaran atau informasi yang di masukkan dalam formulir.
Selain itu, pemohon dapat mengalami masalah apabila dokumen pendidikan tidak lengkap. Ijazah tanpa transkrip, jika transkrip di minta, dapat membuat dokumen belum memenuhi checklist assessing authority.
Kesalahan lain adalah menggunakan hasil assessment lama tanpa memeriksa statusnya. Oleh sebab itu, tanggal assessment dan ketentuan masa berlaku perlu di perhatikan sebelum hasil tersebut di gunakan dalam EOI.
Checklist Persiapan Skills Assessment 190 Visa
Sebelum mengajukan assessment, pemohon dapat memeriksa beberapa bagian utama berikut:
- Occupation yang akan di nominasikan.
- Assessing authority yang sesuai.
- Paspor atau dokumen identitas.
- Ijazah dan transkrip.
- Bukti pengalaman kerja jika di minta.
- Surat referensi pekerjaan.
- Bukti pendukung pekerjaan.
- Registrasi atau lisensi jika di perlukan.
- Dokumen perubahan nama jika relevan.
- Terjemahan dokumen jika di perlukan.
- Bukti pembayaran atau dokumen pengajuan.
- Reference number setelah aplikasi di ajukan.
Checklist tersebut bukan pengganti persyaratan resmi dari assessing authority. Daftar final tetap perlu di sesuaikan dengan occupation dan lembaga yang menangani assessment.
Setelah Skills Assessment Selesai
Setelah hasil Skills Assessment di terima, pemohon dapat menggunakan informasi tersebut untuk melanjutkan persiapan EOI. Data hasil assessment seperti tanggal, assessing authority, dan reference number perlu di masukkan secara benar ke SkillSelect.
Selanjutnya, informasi mengenai occupation, pendidikan, pengalaman kerja, bahasa Inggris, dan poin perlu di cocokkan kembali. Dengan begitu, EOI tidak berisi klaim yang berbeda dari dokumen yang sudah di miliki.
Jika terdapat perubahan keadaan sebelum invitation di terima, EOI dapat di perbarui. Department of Home Affairs menyebutkan bahwa perubahan seperti pengalaman kerja baru, kualifikasi pendidikan baru, peningkatan kemampuan bahasa Inggris, atau skills assessment baru perlu di perbarui dalam EOI karena dapat memengaruhi points score.
Setelah invitation di terima, proses kemudian berlanjut ke aplikasi visa. Department of Home Affairs menyatakan bahwa pemohon yang menerima invitation memiliki waktu 60 hari sejak tanggal invitation untuk menyelesaikan dan mengajukan aplikasi visa secara online.
Persiapan Skills Assessment untuk Pemohon Offshore
Pemohon yang masih berada di Indonesia sebaiknya memulai Skills Assessment dengan menentukan occupation yang paling sesuai terlebih dahulu. Setelah itu, persyaratan assessing authority perlu di periksa sebelum dokumen pendidikan dan pekerjaan di kumpulkan.
Dokumen kemudian dapat di susun berdasarkan kategori agar lebih mudah di periksa. Data nama, tanggal, institusi, posisi, serta periode pekerjaan sebaiknya di buat konsisten sejak awal.
Selain itu, pemohon perlu menyimpan salinan seluruh dokumen yang di ajukan. Bukti pengajuan, nomor referensi, korespondensi, dan hasil assessment juga sebaiknya di simpan karena dapat di perlukan ketika informasi dimasukkan ke dalam EOI.
Dengan persiapan tersebut, proses Skills Assessment 190 Visa Offshore Australia dapat di lakukan secara lebih terstruktur. Namun, persyaratan akhir tetap bergantung pada occupation dan assessing authority yang relevan.
Konsultasi Skills Assessment 190 Visa Australia
Jika Anda sedang mempersiapkan Skills Assessment 190 Visa Offshore Australia, Jangkar Groups dapat membantu memberikan informasi dan pendampingan administratif dalam menyiapkan dokumen serta memahami tahapan persiapan aplikasi.
Konsultasi dapat di sesuaikan dengan kebutuhan visa Australia, paspor, perkawinan campuran, dokumen imigrasi, dan layanan terkait lainnya.
Pendampingan administratif tidak menjamin hasil skills assessment, invitation, nominasi, maupun persetujuan visa karena keputusan akhir tetap berada pada assessing authority dan otoritas Australia yang berwenang.
Konsultasi 190 Visa Offshore Australia