Perbedaan Multiple Entry dan Single Entry Visa Schengen

Kristian Kimi

Perbedaan Multiple Entry dan Single Entry Visa Schengen
Direktur Utama Jangkar Groups

Multiple entry dan single entry visa Schengen memiliki perbedaan utama pada jumlah kesempatan masuk ke kawasan Schengen selama visa masih berlaku. Karena itu, pemohon perlu memilih dan mengajukan jenis visa sesuai kebutuhan perjalanan. Selain jumlah entry, cara penggunaan visa dan pola perjalanan juga perlu di perhatikan agar tidak keliru saat merencanakan kunjungan.

Baca Juga : Multiple Entry Visa Schengen: Pengertian, Syarat & Masa Berlaku

Apa Perbedaan Multiple Entry dan Single Entry?

Perbedaan paling mudah terlihat pada jumlah masuk yang di berikan. Single entry memberikan satu kali kesempatan masuk ke kawasan Schengen sesuai ketentuan visa. Sementara itu, multiple entry memungkinkan pemegang visa melakukan beberapa kali masuk selama visa masih berlaku.

AspekSingle EntryMultiple Entry
Jumlah masukSatu kaliBeberapa kali
Keluar dari SchengenDapat di lakukanDapat di lakukan
Masuk kembali setelah keluarTidak dapat menggunakan visa yang samaDapat di lakukan selama visa masih berlaku
Cocok untukPerjalanan satu kaliPerjalanan berulang
Perlu memperhatikan masa berlakuYaYa
Perlu memperhatikan lama tinggalYaYa

Dengan demikian, perbedaan tersebut terutama berkaitan dengan hak untuk masuk kembali, bukan berarti multiple entry memberikan izin tinggal tanpa batas.

Bagaimana Single Entry Di gunakan?

Single entry dapat di gunakan ketika pemohon memiliki satu rangkaian perjalanan dan tidak berencana keluar dari kawasan Schengen lalu masuk kembali menggunakan visa yang sama.

Misalnya, seseorang melakukan perjalanan dari Indonesia ke kawasan Schengen, kemudian mengunjungi beberapa negara Schengen dalam satu rangkaian perjalanan dan akhirnya meninggalkan kawasan tersebut. Perpindahan antarnegara Schengen selama perjalanan tersebut tidak otomatis menjadi beberapa entry.

Namun, apabila pemegang single entry keluar dari kawasan Schengen dan ingin masuk kembali, visa yang sama tidak dapat di gunakan untuk entry berikutnya.

Kapan Multiple Entry Lebih Relevan?

Multiple entry berkaitan dengan kebutuhan untuk melakukan beberapa kali perjalanan masuk ke kawasan Schengen selama masa berlaku visa. Karena itu, jenis visa ini dapat relevan bagi pemohon yang memiliki rencana perjalanan terpisah.

Perjalanan Berkali-kali

Pemohon yang memiliki beberapa rencana perjalanan dapat mempertimbangkan kebutuhan multiple entry. Contohnya, perjalanan pertama di lakukan pada awal tahun dan perjalanan berikutnya di lakukan beberapa waktu setelah pemohon keluar dari kawasan Schengen.

Perjalanan dengan Keluar-Masuk Schengen

Multiple entry juga relevan ketika itinerary mengharuskan pemohon meninggalkan kawasan Schengen kemudian kembali lagi. Dalam kondisi tersebut, jumlah entry menjadi bagian penting dari perencanaan perjalanan.

Meskipun demikian, permintaan multiple entry tidak otomatis berarti visa akan di terbitkan dalam bentuk tersebut. Keputusan tetap mengikuti hasil pemeriksaan aplikasi.

Apakah Mengunjungi Banyak Negara Berarti Membutuhkan Multiple Entry?

Tidak selalu. Jumlah negara yang di kunjungi berbeda dengan jumlah entry.

Misalnya, pemohon masuk ke satu negara Schengen kemudian bepergian ke beberapa negara Schengen lainnya tanpa keluar dari kawasan tersebut. Perjalanan tersebut tetap dapat menjadi satu entry karena negara-negara tersebut berada dalam kawasan Schengen.

Sebaliknya, apabila pemohon keluar dari kawasan Schengen kemudian ingin kembali masuk, jumlah entry menjadi relevan.

Oleh karena itu, pemohon sebaiknya melihat pola perjalanan, bukan hanya jumlah negara dalam itinerary.

Bagaimana Masa Tinggal Berlaku pada Kedua Jenis Visa?

Baik single entry maupun multiple entry tetap memiliki batas lama tinggal sesuai visa yang di terbitkan. Multiple entry tidak berarti pemegang visa dapat tinggal tanpa batas.

Untuk visa Schengen jangka pendek, ketentuan umum adalah maksimal 90 hari dalam periode 180 hari. Perhitungan tersebut tetap perlu di perhatikan meskipun pemegang visa dapat masuk beberapa kali.

Sebagai contoh, seseorang menggunakan multiple entry untuk dua perjalanan. Hari yang di gunakan pada perjalanan pertama dan perjalanan kedua tetap di perhitungkan dalam periode 180 hari yang relevan.

Cara Menentukan Jenis Visa Berdasarkan Pola Perjalanan

Pemohon dapat melihat rencana perjalanan sebelum menentukan kebutuhan entry.

Pola PerjalananJenis Entry yang Relevan
Satu perjalanan dan satu kali masukSingle entry
Satu perjalanan ke beberapa negara SchengenTidak otomatis membutuhkan multiple entry
Keluar Schengen dan masuk kembaliMultiple entry di perlukan
Beberapa perjalanan terpisahMultiple entry dapat relevan
Perjalanan berulang dalam masa berlaku visaMultiple entry dapat relevan

Dengan demikian, keputusan jenis entry perlu di dasarkan pada kebutuhan perjalanan yang sebenarnya.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa pemohon menganggap mengunjungi banyak negara otomatis membutuhkan multiple entry. Padahal, perpindahan antarnegara Schengen tidak sama dengan keluar dari kawasan Schengen.

Kesalahan lainnya adalah menganggap multiple entry memberikan tambahan jatah tinggal setiap kali masuk. Padahal, batas lama tinggal tetap harus di hitung berdasarkan ketentuan visa.

Karena itu, sebelum bepergian, periksa jumlah entry, masa berlaku, dan duration of stay yang tercantum pada visa.

Contoh Perbandingan Penggunaan

Contohnya, seorang WNI memiliki itinerary untuk mengunjungi beberapa negara Schengen dalam satu perjalanan. Pemohon masuk melalui negara pertama, kemudian berpindah ke negara Schengen lainnya, dan akhirnya pulang ke Indonesia. Pola tersebut tidak otomatis membutuhkan multiple entry hanya karena terdapat beberapa negara tujuan.

Sebaliknya, pemohon lain memiliki rencana perjalanan pertama ke Schengen, kemudian keluar dari kawasan tersebut, lalu kembali beberapa bulan kemudian untuk perjalanan kedua. Dalam pola seperti ini, kemampuan masuk kembali menjadi kebutuhan yang perlu di perhatikan.

Dengan demikian, perbedaan utama terletak pada pola keluar dan masuk kawasan Schengen.

FAQ Perbedaan Multiple Entry dan Single Entry Visa Schengen

Apa perbedaan utama single entry dan multiple entry?

Single entry memberikan satu kali kesempatan masuk, sedangkan multiple entry memungkinkan beberapa kali masuk selama visa masih berlaku sesuai ketentuannya.

Apakah mengunjungi banyak negara membutuhkan multiple entry?

Tidak selalu. Mengunjungi beberapa negara Schengen dalam satu perjalanan tidak otomatis berarti menggunakan beberapa entry.

Apakah single entry bisa di gunakan untuk masuk kembali setelah keluar Schengen?

Tidak. Setelah pemegang single entry keluar dari kawasan Schengen, visa tersebut tidak dapat di gunakan untuk entry berikutnya.

Apakah multiple entry memberikan masa tinggal lebih lama?

Tidak otomatis. Jumlah entry dan lama tinggal merupakan hal yang berbeda. Pemegang tetap harus mengikuti duration of stay dan ketentuan 90/180 hari untuk visa Schengen jangka pendek.

Jasa Pengurusan Visa Schengen

PT Global Jangkar Groups membantu WNI mempersiapkan pengajuan visa Schengen, termasuk pemeriksaan kebutuhan single entry atau multiple entry, dokumen, itinerary, formulir, appointment, serta pendampingan administrasi.

Konsultasi Multiple Entry Visa Schengen Sekarang!

Kristian Kimi