Cara Kerja di Yunani untuk TKI Syarat, Kontrak, dan Tips Aman Yunani menjadi salah satu negara Eropa yang mulai di lirik oleh Pekerja Migran Indonesia atau PMI karena kebutuhan tenaga kerja di sejumlah sektor. Maka, Peluang kerja yang di bahas antara lain sektor hospitality seperti hotel dan restoran, pariwisata, maritim, konstruksi, serta beberapa bidang lainnya.
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia pada 2025 menyebut Yunani sebagai salah satu negara yang memiliki kebutuhan tenaga kerja migran dan sedang memetakan peluang penempatan PMI di berbagai sektor. Maka, Pembahasan tersebut mencakup sektor maritim, hospitality, hotel, restoran, hingga pekerjaan pendukung lainnya.
Namun, bekerja di Yunani sebagai TKI atau PMI tidak cukup hanya dengan mendapatkan tawaran pekerjaan. Maka, Pekerja harus memastikan proses penempatan di lakukan secara legal, memiliki dokumen yang lengkap, mendapatkan visa kerja atau izin yang sesuai, serta memahami isi kontrak sebelum berangkat.
Artikel ini membahas cara kerja di Yunani untuk TKI, mulai dari syarat, dokumen, proses penempatan, kontrak kerja, hingga tips agar lebih aman selama bekerja di Yunani.
Apakah TKI Bisa Bekerja di Yunani?
Warga negara Indonesia dapat bekerja di Yunani melalui jalur yang sesuai dengan ketentuan pekerja migran dan imigrasi Yunani.
Sebagai warga negara non-Uni Eropa, pekerja Indonesia termasuk kategori warga negara pihak ketiga atau third-country nationals. Maka, Pemerintah Yunani menyediakan kategori izin tinggal untuk pekerjaan, termasuk izin tinggal untuk pekerjaan bergantung atau dependent employment.
Artinya, pekerja Indonesia yang ingin bekerja secara legal harus memiliki dasar pekerjaan dan izin tinggal/izin kerja yang sesuai dengan jenis pekerjaannya.
Prosesnya dapat berbeda tergantung sektor, jenis pekerjaan, pemberi kerja, serta skema penempatan yang di gunakan.
Baca Juga : Jam Kerja Lembur dan Tunjangan Pekerja di Yunani
Syarat Kerja di Yunani untuk TKI
Sebelum bekerja ke Yunani, calon pekerja migran Indonesia harus memenuhi persyaratan sebagai PMI dan persyaratan dari negara tujuan.
Menurut informasi SISKOP2MI, persyaratan umum untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia antara lain berusia minimal 18 tahun, memiliki kompetensi sesuai pekerjaan, sehat jasmani dan rohani, terdaftar dalam program jaminan sosial, serta memiliki dokumen yang di persyaratkan.
Untuk bekerja di Yunani, beberapa dokumen yang biasanya perlu di persiapkan meliputi:
- KTP dan dokumen identitas.
- Kartu Keluarga.
- Paspor Republik Indonesia.
- Dokumen pendidikan atau sertifikat kompetensi jika di persyaratkan.
- Surat keterangan kesehatan.
- Dokumen pemeriksaan psikologi sesuai ketentuan penempatan.
- Perjanjian penempatan.
- Perjanjian kerja.
- Visa kerja.
- Dokumen izin kerja atau izin tinggal sesuai ketentuan Yunani.
- Dokumen jaminan sosial.
- Dokumen tambahan sesuai jenis pekerjaan.
Dokumen yang di butuhkan dapat berbeda berdasarkan jabatan dan jalur penempatan. Karena itu, calon pekerja sebaiknya tidak menggunakan satu daftar dokumen untuk semua jenis pekerjaan.
Syarat Usia dan Kompetensi
Usia menjadi salah satu persyaratan dasar dalam penempatan PMI. Maka, SISKOP2MI mencantumkan usia minimal 18 tahun sebagai salah satu persyaratan umum menjadi PMI.
Selain usia, calon pekerja juga harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan pekerjaan yang akan di lakukan.
Sebagai contoh, calon pekerja konstruksi sebaiknya memiliki pengalaman atau kompetensi konstruksi. Pekerja hotel dapat membutuhkan pengalaman hospitality, housekeeping, food and beverage, atau keterampilan lain yang sesuai dengan posisi.
Untuk pekerjaan tertentu, pemberi kerja juga dapat meminta pengalaman kerja, sertifikat, kemampuan bahasa, atau kualifikasi tambahan.
Baca Juga : Biaya Hidup di Yunani vs Gaji TKI Berapa yang Bisa Ditabung?
Bagaimana Proses Mendapatkan Pekerjaan di Yunani?
Secara umum, proses bekerja di Yunani dapat di mulai dari mendapatkan lowongan atau tawaran kerja dari pemberi kerja.
Bagi PMI yang di tempatkan melalui jalur resmi, proses dapat melibatkan perusahaan penempatan atau skema penempatan yang sesuai dengan ketentuan pemerintah Indonesia.
Tahapan umumnya dapat meliputi:
- Mencari lowongan pekerjaan yang resmi.
- Mengikuti proses seleksi.
- Mendapatkan informasi mengenai pemberi kerja.
- Memeriksa jabatan dan kondisi pekerjaan.
- Menandatangani perjanjian penempatan.
- Menandatangani perjanjian kerja.
- Melengkapi pemeriksaan kesehatan dan dokumen lainnya.
- Memproses visa kerja dan izin yang di perlukan.
- Mengikuti pembekalan sebelum keberangkatan.
- Berangkat setelah seluruh dokumen dan persyaratan terpenuhi.
SISKOP2MI menjelaskan bahwa pemenuhan dokumen penempatan PMI mencakup antara lain perjanjian penempatan, hasil pemeriksaan kesehatan dan psikologi, kepesertaan jaminan sosial, paspor, visa kerja, serta perjanjian kerja. Maka, PMI juga wajib mengikuti Orientasi Pra-Pemberangkatan setelah memenuhi persyaratan dokumen.
Apakah Harus Menggunakan Agen Penempatan?
Tidak semua situasi pekerjaan harus di pahami sebagai satu pola penempatan yang sama. Maka, Ada pekerjaan yang dapat di peroleh melalui skema resmi penempatan PMI, sementara kebutuhan tenaga kerja tertentu dapat menggunakan mekanisme lain sesuai aturan yang berlaku.
Jika menggunakan perusahaan penempatan, calon PMI harus memastikan bahwa pihak tersebut benar-benar menjalankan proses penempatan sesuai ketentuan.
Jangan hanya melihat nama agen atau iklan pekerjaan. Periksa informasi mengenai:
- nama perusahaan;
- alamat kantor;
- posisi pekerjaan;
- nama pemberi kerja di Yunani;
- gaji;
- jam kerja;
- fasilitas;
- biaya penempatan;
- isi kontrak;
- proses visa;
- izin kerja;
- dan dokumen penempatan.
Kementerian P2MI pada 2025 juga membahas struktur biaya penempatan, durasi dan mekanisme penerbitan working permit, serta kewajiban pembukaan rekening bank dalam rencana penempatan PMI ke Yunani. Maka, Hal ini menunjukkan pentingnya transparansi biaya dan proses sejak sebelum keberangkatan.
Baca Juga : Gaji Kotor dan Gaji Bersih TKI di Yunani Apa Bedanya?
Kontrak Kerja TKI di Yunani Harus Berisi Apa?
Kontrak kerja merupakan dokumen yang sangat penting karena menjadi dasar untuk mengetahui hak dan kewajiban pekerja serta pemberi kerja.
Sebelum menandatangani kontrak, calon PMI sebaiknya memastikan beberapa informasi utama tercantum dengan jelas.
Di antaranya:
- nama pemberi kerja;
- alamat tempat kerja;
- jabatan;
- jenis pekerjaan;
- lokasi kerja;
- lama kontrak;
- tanggal mulai bekerja;
- gaji;
- metode pembayaran;
- jam kerja;
- ketentuan lembur;
- hari libur;
- cuti;
- tunjangan;
- akomodasi;
- makan;
- transportasi jika tersedia;
- asuransi atau jaminan sosial;
- potongan gaji;
- ketentuan pengakhiran kontrak.
Pekerja jangan hanya membaca bagian gaji. Maka, Fasilitas seperti tempat tinggal dan makan juga dapat memengaruhi besar kecilnya biaya hidup selama berada di Yunani.
Berapa Gaji Minimum di Yunani?
Sebagai gambaran mengenai standar penghasilan, pemerintah Yunani menetapkan upah minimum menurut peraturan nasional.
Mulai 1 April 2026, upah minimum bulanan untuk pekerja penuh waktu di tetapkan sebesar €920, sedangkan upah minimum harian untuk pekerja kategori tertentu di tetapkan sebesar €41,09.
Namun, angka tersebut tidak otomatis berarti semua TKI di Yunani menerima €920. Maka, Gaji sebenarnya dapat berbeda berdasarkan pekerjaan, pengalaman, perjanjian kerja bersama, jam kerja, tunjangan, dan isi kontrak.
Karena itu, calon pekerja sebaiknya meminta rincian gaji secara tertulis sebelum berangkat.
Baca Juga : Gaji TKI Yunani Berdasarkan Kota
Bagaimana dengan Jam Kerja dan Lembur?
Jam kerja merupakan bagian penting dari kontrak.
Secara umum, waktu kerja normal di Yunani adalah 40 jam per minggu. Maka, Aturan mengenai kerja tambahan dan lembur kemudian menentukan kapan pekerja memperoleh pembayaran tambahan.
Untuk pekerja yang masuk kategori lembur, pembayaran tambahan dapat berlaku sesuai aturan ketenagakerjaan Yunani.
Karena itu, kontrak sebaiknya mencantumkan atau menjelaskan:
- berapa jam kerja per hari;
- berapa hari kerja per minggu;
- kapan lembur di lakukan;
- bagaimana lembur di bayar;
- bagaimana kerja hari Minggu atau hari libur di hitung;
- dan bagaimana pencatatan jam kerja di lakukan.
Hal ini penting terutama bagi pekerja hotel, restoran, konstruksi, dan sektor lain yang memiliki kemungkinan jadwal kerja berbeda-beda.
Apakah Pekerja Migran Mendapat Hak yang Sama?
Pekerja migran yang bekerja secara legal di Yunani tetap berada dalam kerangka aturan ketenagakerjaan Yunani yang berlaku sesuai status dan jenis pekerjaannya.
Pemerintah Yunani memiliki kategori izin tinggal untuk pekerjaan bagi warga negara pihak ketiga, termasuk pekerjaan bergantung atau dependent employment.
Selain itu, sistem jaminan sosial Yunani mencakup pekerja bergaji dan juga pekerja berkewarganegaraan negara ketiga dalam kategori tertentu.
Karena itu, pekerja harus memastikan status pekerjaan dan kepesertaan jaminan sosialnya jelas.
Baca Juga : Gaji TKI Yunani untuk Pekerja Konstruksi
Tips Aman Memilih Lowongan Kerja di Yunani
Mencari pekerjaan di luar negeri harus di lakukan dengan hati-hati. Maka, Jangan mudah percaya terhadap iklan yang menjanjikan gaji sangat tinggi tanpa menjelaskan pekerjaan dan kontraknya.
Beberapa tips yang dapat di lakukan adalah:
1. Periksa Identitas Pemberi Kerja
Pastikan nama perusahaan, alamat, jabatan, dan tempat kerja dapat di verifikasi.
2. Jangan Berangkat Tanpa Dokumen yang Jelas
Jangan mengandalkan janji bahwa visa atau izin kerja akan di selesaikan setelah tiba di Yunani.
3. Baca Kontrak Sebelum Membayar
Pastikan kontrak sudah menjelaskan gaji, jam kerja, fasilitas, dan kewajiban pekerja.
4. Simpan Salinan Semua Dokumen
Simpan salinan paspor, kontrak, visa, izin kerja, perjanjian penempatan, bukti pembayaran, dan dokumen penting lainnya.
5. Jangan Menyerahkan Paspor Secara Sembarangan
Paspor merupakan dokumen identitas penting. Maka, Jika perusahaan meminta dokumen asli untuk keperluan administratif, pahami terlebih dahulu alasan dan prosedurnya.
6. Hindari Pembayaran yang Tidak Jelas
Setiap biaya yang di bebankan kepada calon pekerja harus dapat di jelaskan dan memiliki dasar yang jelas.
Baca Juga : Gaji TKI Yunani di Hotel dan Restoran
Waspadai Tawaran Kerja Yunani yang Tidak Masuk Akal
Salah satu tanda yang perlu di perhatikan adalah tawaran pekerjaan yang terlalu bagus tetapi tidak memberikan informasi yang jelas.
Contohnya adalah:
- gaji sangat tinggi tetapi pekerjaan tidak di jelaskan;
- tidak ada kontrak tertulis;
- di minta membayar dalam jumlah besar tanpa rincian;
- visa di sebut dapat menggunakan visa turis untuk bekerja;
- nama perusahaan tidak jelas;
- alamat pemberi kerja tidak dapat di verifikasi;
- di minta berangkat secepatnya tanpa dokumen lengkap;
- atau di janjikan pekerjaan setelah tiba di Yunani tanpa kontrak.
Untuk pekerjaan legal, calon PMI sebaiknya memastikan dasar pekerjaan dan dokumen imigrasi sesuai dengan tujuan keberangkatan.
Pemerintah Yunani memang memiliki prosedur legal migration dan kategori izin tinggal untuk pekerjaan, termasuk proses yang berkaitan dengan pemberi kerja dan pekerja dari negara ketiga.
Baca Juga : Gaji TKI Yunani di Sektor Pertanian dan Perkebunan
Apakah TKI Boleh Menggunakan Visa Turis untuk Bekerja?
Visa kunjungan atau visa turis tidak boleh di anggap sebagai pengganti visa atau izin yang di perlukan untuk bekerja.
Jika tujuan utama keberangkatan adalah bekerja, pekerja harus menggunakan jalur imigrasi dan dokumen yang sesuai dengan pekerjaan tersebut.
Ini merupakan hal penting karena status imigrasi dapat memengaruhi legalitas pekerjaan dan hak pekerja selama berada di Yunani.
Karena aturan dapat berbeda berdasarkan jenis pekerjaan dan skema penempatan, calon PMI sebaiknya memeriksa kategori visa dan izin yang tepat sebelum berangkat.
Baca Juga : Gaji TKI Yunani – Panduan Lengkap untuk Pekerja Migran
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Tiba di Yunani?
Setelah tiba di Yunani, pekerja sebaiknya memastikan dokumen dan informasi pekerjaan tetap sesuai dengan yang di sepakati.
Periksa kembali:
- alamat tempat kerja;
- nama pemberi kerja;
- jabatan;
- jam kerja;
- gaji;
- tempat tinggal;
- rekening pembayaran;
- dokumen izin tinggal;
- jaminan sosial;
- serta kontak darurat.
Jangan langsung menerima perubahan besar pada pekerjaan tanpa memahami konsekuensinya.
Kementerian P2MI pada 2025 juga menekankan pentingnya mitigasi risiko, regulasi, mekanisme working permit, struktur biaya, dan perlindungan PMI dalam rencana penempatan ke Yunani.
Baca Juga : Gaji TKI Yunani Berdasarkan Jenis Pekerjaan
Bagaimana Jika Mengalami Masalah di Yunani?
Jika mengalami masalah seperti gaji tidak di bayar, kontrak berbeda dengan pekerjaan sebenarnya, masalah dokumen, kehilangan paspor, atau persoalan lainnya, pekerja sebaiknya segera mencari bantuan.
Untuk WNI di Yunani, salah satu saluran penting adalah KBRI Athena. Maka, Informasi resmi Kementerian Luar Negeri menunjukkan bahwa KBRI Athena menyediakan layanan konsuler dan kanal pengaduan bagi WNI.
Pekerja juga sebaiknya menyimpan bukti seperti:
- kontrak kerja;
- slip gaji;
- bukti transfer;
- foto atau catatan tempat kerja;
- pesan dari pemberi kerja;
- dokumen visa;
- izin tinggal;
- dan dokumen penempatan.
Bukti tersebut dapat membantu ketika membutuhkan konsultasi atau pengaduan.
Baca Juga : Berapa Gaji TKI di Yunani per Bulan?
Apakah Ada Peluang Kerja Yunani untuk PMI?
Peluang penempatan PMI di Yunani sedang menjadi salah satu pembahasan pemerintah Indonesia.
Pada November 2025, Kementerian P2MI menyebut beberapa sektor yang berpotensi menjadi ruang penempatan PMI di Yunani, termasuk maritim, kapal pesiar, yacht, kapal komersial, bengkel kapal, galangan, pariwisata, dan perhotelan.
Pada April 2026, Kementerian P2MI juga menyampaikan adanya pembahasan tindak lanjut kerja sama penempatan PMI melalui skema Government to Government (G to G) serta rencana kerja sama di sektor hospitality dan sektor lainnya.
Artinya, peluang kerja dapat berkembang, tetapi calon pekerja tetap perlu melihat lowongan dan skema penempatan yang benar-benar tersedia pada saat pendaftaran.
Cara kerja di Yunani untuk TKI harus di mulai dengan memastikan pekerjaan, pemberi kerja, kontrak, visa, dan izin kerja atau izin tinggal semuanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Syarat umum menjadi PMI antara lain berusia minimal 18 tahun, memiliki kompetensi sesuai pekerjaan, sehat, terdaftar dalam jaminan sosial, serta memiliki dokumen penempatan yang lengkap.
Sebelum berangkat, calon pekerja harus membaca kontrak secara menyeluruh. Maka, Pastikan gaji, jam kerja, lembur, tempat tinggal, tunjangan, biaya, dan tanggung jawab masing-masing pihak sudah jelas.
Pekerja juga perlu berhati-hati terhadap tawaran kerja yang tidak memiliki kontrak, menggunakan visa yang tidak sesuai, atau meminta biaya besar tanpa rincian yang jelas.
Dengan mengikuti proses penempatan yang legal, memeriksa dokumen, memahami kontrak, dan mengetahui saluran perlindungan yang tersedia, calon PMI dapat mempersiapkan keberangkatan bekerja ke Yunani dengan lebih terstruktur dan aman.
Konsultasikan TKI Yunani Anda sekarang.