Siapa yang Membayar Security Bond Malaysia: Ini Penjelasannya

Mega

Siapa yang Membayar Security Bond Malaysia: Ini Penjelasannya
Direktur Utama Jangkar Groups

Siapa yang membayar Security Bond Malaysia? Pertanyaan ini sering muncul di kalangan warga negara Indonesia (WNI) yang ingin bekerja di Malaysia maupun keluarga yang sedang membantu proses keberangkatan pekerja. Selain itu, banyak calon pekerja ingin mengetahui apakah biaya jaminan tersebut menjadi tanggung jawab majikan, sponsor, agen penyalur, atau pekerja itu sendiri.

Baca Juga : Security Bond Malaysia: Pengertian, Biaya dan Syarat

Secara umum, pihak yang bertanggung jawab atas pembayaran bergantung pada jenis izin dan skema permohonan yang di gunakan. Untuk pengurusan pekerja asing melalui Pas Lawatan Kerja Sementara atau PLKS, Jabatan Imigresen Malaysia menyatakan bahwa majikan bertanggung jawab atas pembayaran deposit, visa, pas, dan levi pekerja asing. Namun, istilah Security Bond, bank guarantee, insurance guarantee, dan personal bond tidak selalu merujuk pada mekanisme yang sama.

Oleh karena itu, calon pekerja sebaiknya tidak langsung membayar tagihan hanya karena seseorang menyebutnya sebagai biaya Security Bond. Sebaliknya, calon pekerja perlu memeriksa jenis jaminan, pihak yang tercantum dalam dokumen, tujuan pembayaran, dan bukti transaksi. Dengan memahami hal tersebut sejak awal, proses kerja ke Malaysia dapat berjalan lebih terarah dan risiko perselisihan biaya bisa berkurang.

Baca Juga : Apa Itu Security Bond Malaysia? Fungsi dan Kegunaannya

1. Apa Itu Security Bond Malaysia?

Security Bond merupakan bentuk jaminan yang berkaitan dengan kepatuhan terhadap ketentuan imigrasi Malaysia. Dalam skema tertentu, jaminan ini dapat berbentuk deposit, jaminan bank (bank guarantee), atau jaminan asuransi (insurance guarantee). Pihak imigrasi menggunakan jaminan tersebut untuk mendukung kepatuhan terhadap persyaratan izin tinggal atau izin kerja yang berlaku.

Baca Juga : Biaya Security Bond Malaysia untuk WNI: Berapa Ringgit?

Dalam konteks pekerja asing, jaminan tersebut menjadi bagian dari administrasi izin kerja dan tanggung jawab pihak yang mengurus pekerja. Sebagai contoh, majikan yang mengajukan izin kerja perlu memenuhi persyaratan imigrasi sesuai kategori pekerja dan jenis pas yang di ajukan.

Baca Juga : Perbedaan Security Bond Bank Guarantee Personal Bond Malaysia

Selain itu, jaminan memiliki ketentuan yang perlu di pahami sejak awal. Masa berlaku, nilai jaminan, dokumen pendukung, dan ketentuan pengembalian dapat berbeda menurut jenis permohonan. Karena itu, calon pekerja sebaiknya tidak menganggap bahwa semua orang asing di Malaysia menggunakan nominal dan prosedur jaminan yang sama.

Informasi resmi mengenai jaminan dan persyaratan pekerja asing dapat di periksa melalui Jabatan Imigresen Malaysia.

Baca Juga : Security Bond untuk PLKS Malaysia: Syarat Pekerja Asing

2. Siapa yang Membayar Security Bond Malaysia?

Siapa yang Membayar Security Bond Malaysia?

Jawabannya bergantung pada jenis permohonan. Namun, untuk pengurusan pekerja asing melalui PLKS, aturan resmi Malaysia menempatkan tanggung jawab pembayaran deposit, visa, pas, dan levi pada majikan.

Baca Juga : Security Bond untuk Professional Visit Pass (PVP) Malaysia

Artinya, majikan menjadi pihak utama yang bertanggung jawab atas biaya resmi terkait pengurusan izin pekerja asing. Majikan juga perlu memastikan dokumen yang di perlukan tersedia dan permohonan mengikuti ketentuan imigrasi.

Meskipun demikian, calon pekerja tetap perlu membaca kontrak kerja dan kesepakatan biaya sebelum berangkat. Dalam praktik perekrutan, bisa saja muncul biaya lain yang berkaitan dengan penempatan, perjalanan, pemeriksaan kesehatan, atau jasa agensi. Biaya tersebut tidak otomatis sama dengan Security Bond.

Baca Juga : Cara Mengurus Security Bond Malaysia: Dokumen dan Prosedur

Agar tidak terjadi kesalahpahaman, perhatikan beberapa pihak berikut.

Majikan di Malaysia

Majikan biasanya mengurus permohonan izin kerja dan memenuhi kewajiban pembayaran yang di tetapkan untuk pekerja asing. Tanggung jawab ini penting karena majikan mengajukan atau mendukung proses administrasi pekerja di Malaysia.

Selain membayar biaya yang di wajibkan, majikan perlu memastikan izin pekerja tetap berlaku dan prosedur kepulangan di jalankan ketika masa kerja berakhir. Jika pekerja menyelesaikan kontrak atau berhenti bekerja, majikan perlu mengikuti prosedur imigrasi yang berlaku, termasuk pengurusan Check Out Memo jika di wajibkan.

Baca Juga : Cara Mengajukan Pengembalian Security Bond Malaysia

Pekerja Indonesia

Pekerja Indonesia tidak seharusnya langsung menganggap dirinya wajib membayar Security Bond hanya karena pihak perekrut meminta uang. Pertama, pekerja perlu meminta penjelasan tertulis mengenai jenis biaya tersebut. Kedua, pekerja perlu memastikan apakah tagihan itu merupakan biaya resmi, biaya layanan, atau kesepakatan lain yang tercantum dalam kontrak.

Jika majikan atau agen meminta pembayaran, mintalah rincian nominal, tujuan, penerima pembayaran, serta bukti resmi. Dengan begitu, pekerja dapat menilai apakah tagihan tersebut sesuai dengan kesepakatan dan prosedur yang berlaku.

Baca Juga : Kapan Security Bond Malaysia Bisa Disita Tidak Dikembalikan?

Agen atau perusahaan penyalur

Agen penyalur dapat membantu mengurus dokumen, komunikasi, atau proses penempatan sesuai kewenangannya. Namun, keberadaan agen tidak otomatis memindahkan tanggung jawab hukum majikan kepada pekerja atau agen tersebut.

Karena itu, calon pekerja perlu membedakan biaya jasa agen dari Security Bond. Jika agen meminta biaya, mintalah perincian dan dasar pembayarannya. Selanjutnya, cocokkan informasi itu dengan kontrak penempatan serta persyaratan resmi yang berlaku.

Baca Juga : Konsultasi Security Bond Malaysia: Pemeriksaan Tarif Dokumen

3. Apakah Pekerja Wajib Mengganti Biaya Security Bond kepada Majikan?

Tidak ada jawaban yang tepat untuk semua situasi tanpa memeriksa dokumen dan jenis permohonannya. Untuk skema PLKS, Jabatan Imigresen Malaysia menyebutkan bahwa majikan bertanggung jawab atas pembayaran deposit, visa, pas, dan levi pekerja asing. Karena itu, pekerja sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa ia wajib mengganti Security Bond kepada majikan.

Jika majikan menyatakan bahwa pekerja harus menanggung biaya tertentu, mintalah dasar tertulis yang menjelaskan jenis biaya, jumlah, dan alasan penagihannya. Periksa pula kontrak kerja atau perjanjian penempatan yang telah di sepakati sebelum keberangkatan.

Selain itu, jangan menyamakan Security Bond dengan biaya perekrutan atau biaya perjalanan. Ketiganya dapat memiliki tujuan dan ketentuan yang berbeda. Apabila terdapat potongan gaji atau kewajiban penggantian biaya, pekerja perlu memeriksa apakah hal tersebut sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang berlaku dan perjanjian yang sah.

Dengan cara ini, pekerja dapat menghindari pembayaran ganda atau tagihan yang tidak jelas. Jika penjelasan majikan atau agen masih meragukan, pekerja dapat meminta klarifikasi dari pihak berwenang atau tenaga profesional yang memahami pengurusan pekerja asing Malaysia.

4. Berapa Biaya Security Bond Malaysia untuk WNI?

Nominal jaminan bergantung pada kategori izin dan ketentuan yang di gunakan. Sebagai contoh, halaman resmi Jabatan Imigresen Malaysia mengenai kadar Security Bond umum mencantumkan RM500 untuk warga negara Indonesia.

Namun, ada hal penting yang perlu di perhatikan. Pada halaman resmi mengenai pekerja asing dan PLKS, tabel biaya berdasarkan kewarganegaraan mencantumkan RM250 untuk kategori “Bon Jaminan” bagi warga Indonesia. Halaman lain juga mencantumkan nilai RM250 untuk Personal Bond dalam konteks tertentu.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa pembaca tidak boleh memilih nominal hanya berdasarkan nama biaya atau informasi dari pihak lain. Nilai RM500 pada tabel Security Bond umum tidak otomatis berlaku untuk setiap permohonan PLKS. Sebaliknya, nominal RM250 dalam tabel pekerja asing juga tidak boleh di anggap berlaku untuk semua jenis izin di Malaysia.

Sebelum membayar, periksa kategori permohonan dan dokumen yang di gunakan. Jika perlu, mintalah majikan atau agen menunjukkan rujukan resmi yang sesuai dengan izin kerja calon pekerja.

Rujukan yang bisa di periksa:

  1. Kadar Bayaran Security Bond – Jabatan Imigresen Malaysia
  2. Pekerja Asing – Jabatan Imigresen Malaysia
  3. Pas Lawatan Kerja – Jabatan Imigresen Malaysia

5. Apakah Security Bond Bisa Di kembalikan?

Dalam skema yang menggunakan deposit, pengembalian dana mengikuti ketentuan dan bukti yang di minta pihak imigrasi. Jabatan Imigresen Malaysia menyebutkan bahwa deposit pekerja asing dapat di kembalikan jika majikan memberikan bukti bahwa pekerja telah meninggalkan Malaysia atau telah berpindah majikan dengan persetujuan pihak imigrasi.

Selain itu, prosedur kepulangan pekerja perlu mengikuti aturan yang berlaku. Untuk pekerja asing yang menyelesaikan masa kerja, majikan perlu memastikan pekerja pulang melalui prosedur yang di tetapkan, termasuk Check Out Memo jika di perlukan.

Penting juga untuk memahami bahwa tidak semua bentuk jaminan bekerja dengan cara yang sama. Deposit tunai, jaminan bank, dan jaminan asuransi dapat memiliki mekanisme pencairan atau pengakhiran yang berbeda. Karena itu, jangan menjanjikan bahwa setiap pembayaran pasti kembali secara otomatis.

Sebelum proses di mulai, tanyakan siapa yang tercatat sebagai pihak pembayar, dokumen apa yang di perlukan untuk pengembalian, dan siapa yang berhak menerima dana jika jaminan berakhir. Simpan juga bukti pembayaran dan dokumen resmi selama proses berlangsung.

6. Apa Risiko Jika Pekerja Melarikan Diri atau Melanggar Ketentuan?

Security Bond berkaitan dengan kepatuhan imigrasi. Oleh sebab itu, ketika pekerja melarikan diri atau tidak mengikuti prosedur yang berlaku, majikan dapat menghadapi konsekuensi administratif dan risiko terhadap jaminan.

Jabatan Imigresen Malaysia menjelaskan bahwa majikan perlu melaporkan pekerja asing yang melarikan diri dan mengikuti prosedur yang di tetapkan. Dalam ketentuan tertentu, jaminan dapat di tuntut atau hangus sesuai jenis jaminan dan kondisi kasus.

Karena itu, pekerja sebaiknya tidak meninggalkan pekerjaan begitu saja tanpa memahami konsekuensinya. Jika terjadi masalah gaji, tempat kerja, keselamatan, atau pelanggaran kontrak, carilah jalur penyelesaian yang tepat dan simpan bukti pendukung.

Di sisi lain, majikan juga perlu menjalankan kewajibannya sesuai aturan. Pengurusan kepulangan, pembatalan izin, atau perubahan majikan harus mengikuti prosedur resmi. Dengan komunikasi yang jelas dan dokumentasi yang tertib, kedua pihak dapat mengurangi risiko sengketa.

7. Cara Memastikan Tagihan Security Bond Tidak Keliru

Sebelum menyerahkan uang, lakukan pemeriksaan sederhana berikut agar tujuan pembayaran jelas.

  1. Pastikan jenis izin. Periksa apakah pengurusan berkaitan dengan PLKS, pas kerja lain, atau kategori izin yang berbeda.
  2. Minta rincian tertulis. Pastikan tagihan mencantumkan jenis jaminan, nominal, penerima, dan alasan pembayaran.
  3. Cocokkan dengan sumber resmi. Periksa halaman Jabatan Imigresen Malaysia yang sesuai dengan jenis permohonan, bukan hanya tabel biaya umum.
  4. Periksa kontrak dan kesepakatan. Bedakan Security Bond dari biaya penempatan, perjalanan, pemeriksaan kesehatan, dan layanan agen.
  5. Simpan bukti pembayaran. Simpan kuitansi, surat permohonan, kontrak, serta komunikasi terkait pembayaran.
  6. Jangan terburu-buru mentransfer uang. Jika pihak yang meminta biaya tidak dapat menjelaskan dasar tagihan atau tidak memberikan bukti, minta klarifikasi terlebih dahulu.

Langkah-langkah tersebut membantu pekerja dan keluarga memahami tanggung jawab biaya sebelum proses berjalan lebih jauh.

Jadi, siapa yang membayar Security Bond Malaysia? Untuk pengurusan pekerja asing melalui PLKS, Jabatan Imigresen Malaysia menyatakan bahwa majikan bertanggung jawab atas pembayaran deposit, visa, pas, dan levi pekerja asing. Namun, nominal serta jenis jaminan dapat berbeda sesuai kategori permohonan.

Untuk WNI, tabel Security Bond umum mencantumkan RM500, sedangkan tabel tertentu untuk pekerja asing mencantumkan RM250 bagi kategori bon jaminan atau Personal Bond. Oleh karena itu, calon pekerja harus memeriksa jenis izin dan rujukan resmi sebelum menyetujui pembayaran.

Pada akhirnya, jangan hanya mengandalkan informasi lisan dari perekrut. Periksa dokumen, minta rincian biaya, dan simpan bukti pembayaran. Dengan memahami peran majikan, pekerja, dan agen sejak awal, proses kerja ke Malaysia dapat berlangsung lebih jelas, aman, dan sesuai ketentuan.

Konsultasi Pengurusan Dokumen Anda Sekarang

Mega