Seafarer Identity Document (SID) merupakan dokumen identitas khusus bagi pelaut yang memiliki peran penting dalam mendukung administrasi dan mobilitas awak kapal. Dokumen ini berkaitan dengan identifikasi pelaut, terutama ketika mereka menjalankan pekerjaan di kapal yang beroperasi secara internasional. Oleh karena itu, calon pelaut maupun pelaut berpengalaman perlu memahami pengertian, fungsi, persyaratan, dan prosedur pengurusan SID.
Selain itu, SID membantu mendukung proses identifikasi pelaut sesuai ketentuan yang berlaku. Dokumen ini juga berkaitan dengan kebutuhan pelaut ketika menjalankan tugas di kapal berbendera Indonesia maupun kapal berbendera asing, sesuai persyaratan yang berlaku untuk masing-masing penempatan.
Namun, masih banyak pelaut yang menganggap SID sama dengan Buku Pelaut atau paspor. Seafarer Identity Document Padahal, ketiga dokumen tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Dengan memahami perbedaan tersebut, pelaut dapat menyiapkan dokumen secara tepat sebelum melamar pekerjaan atau menjalankan penugasan.
Baca Juga :
Apa Itu Seafarer Identity Document (SID)?
Seafarer Identity Document atau SID adalah dokumen identitas pelaut yang dikenal juga sebagai Kartu Identitas Pelaut (KIP). Pemerintah Indonesia menyediakan layanan penerbitan dokumen ini melalui Kementerian Perhubungan, khususnya unit yang menangani administrasi kepelautan.
SID memiliki karakteristik sebagai dokumen identitas tersendiri. Artinya, pelaut menggunakan SID untuk kebutuhan identifikasi sesuai fungsi dan ketentuan yang berlaku, bukan untuk menggantikan seluruh dokumen perjalanan lainnya.
Indonesia memiliki dasar hukum terkait dokumen identitas pelaut, termasuk Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2008 yang mengesahkan Konvensi ILO Nomor 185 mengenai dokumen identitas pelaut. Konvensi tersebut membahas standar identitas pelaut yang mendukung keamanan dan mobilitas dalam pekerjaan maritim internasional.
Selain itu, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 30 Tahun 2008 mengatur dokumen identitas pelaut. Pelaut dapat memeriksa informasi peraturan melalui JDIH Kementerian Perhubungan. Namun, sebelum mengajukan permohonan, pemohon sebaiknya memastikan persyaratan operasional terbaru melalui kanal layanan resmi.
Baca Juga :
Apa Fungsi Seafarer Identity Document bagi Pelaut?
SID memiliki beberapa fungsi yang berkaitan dengan identifikasi dan administrasi pelaut. Meskipun demikian, penggunaannya tetap mengikuti ketentuan pemerintah dan negara yang menerima dokumen tersebut.
1. Mendukung Identifikasi Resmi Pelaut
Pertama, SID membantu menunjukkan identitas seseorang dalam kapasitasnya sebagai pelaut. Dokumen ini mendukung proses pemeriksaan identitas ketika pelaut membutuhkan bukti identitas kepelautan sesuai prosedur yang berlaku.
Selain itu, informasi identitas dalam dokumen perlu sesuai dengan data resmi pemegangnya. Oleh karena itu, pelaut harus memeriksa nama dan informasi pribadi lainnya sebelum menyelesaikan proses penerbitan.
2. Mendukung Mobilitas Pelaut Internasional
Pelaut yang bekerja pada kapal internasional dapat menghadapi prosedur pemeriksaan identitas ketika melakukan perjalanan atau menjalankan tugas di negara lain.
Dalam kondisi tertentu, SID dapat mendukung proses identifikasi dan kebutuhan turun ke darat atau shore leave sesuai ketentuan negara tujuan. Namun, SID tidak otomatis memberikan hak masuk ke semua negara.
Oleh sebab itu, pelaut tetap perlu memperhatikan peraturan imigrasi, persyaratan visa, paspor, dan ketentuan pelabuhan tujuan. Dengan demikian, pelaut tidak salah memahami fungsi SID sebagai dokumen identitas kepelautan.
Baca Juga :
3. Mendukung Administrasi Kepelautan
Selain berfungsi sebagai identitas, SID berkaitan dengan administrasi kepelautan yang memerlukan verifikasi identitas pemegang dokumen.
Dalam proses tertentu, perusahaan atau pihak berwenang dapat meminta dokumen kepelautan yang relevan untuk memastikan kesesuaian data pelaut. Oleh karena itu, pelaut sebaiknya menyimpan SID bersama dokumen penting lainnya.
4. Mendukung Keamanan Identitas
Dokumen identitas yang mengikuti standar tertentu dapat membantu proses pemeriksaan dan verifikasi pemegangnya. Namun, pelaut tetap perlu menjaga SID agar tidak hilang, rusak, atau disalahgunakan oleh pihak lain.
Jika menemukan kesalahan data, segera hubungi layanan penerbit untuk memperoleh petunjuk koreksi. Dengan demikian, pelaut dapat menghindari masalah administrasi saat membutuhkan dokumen tersebut.
Siapa yang Perlu Mengurus SID?
Pada dasarnya, kebutuhan SID bergantung pada status pelaut, jenis pekerjaan, persyaratan perusahaan, serta ketentuan yang berlaku.
Pelaut yang bekerja di kapal internasional perlu memeriksa apakah SID menjadi bagian dari persyaratan penempatan. Selain itu, perusahaan pelayaran atau agen awak kapal dapat memberikan petunjuk mengenai kebutuhan dokumen tersebut sebelum pelaut bergabung dengan kapal.
Calon pelaut juga perlu memahami bahwa kepemilikan sertifikat pelaut saja tidak selalu berarti seseorang otomatis memenuhi seluruh persyaratan pengajuan SID. Pemohon tetap perlu memenuhi ketentuan administrasi yang berlaku.
Sementara itu, pelaut yang sudah memiliki SID sebaiknya memeriksa kondisi dokumen dan memastikan informasi identitas tetap sesuai. Apabila dokumen hilang atau rusak, segera cari informasi mengenai prosedur penggantian melalui layanan resmi.
Baca Juga :
Apa Perbedaan SID, Buku Pelaut, dan Paspor?
SID, Buku Pelaut, dan paspor sama-sama berkaitan dengan identitas, tetapi masing-masing memiliki fungsi berbeda. Oleh karena itu, pelaut perlu memahami kegunaan setiap dokumen sebelum mempersiapkan administrasi kerja.
1. SID atau Kartu Identitas Pelaut
SID berfungsi sebagai dokumen identitas khusus pelaut. Dokumen ini berkaitan dengan identifikasi pelaut sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, SID mendukung kebutuhan identitas dalam konteks kepelautan dan mobilitas internasional tertentu. Namun, SID tidak menggantikan paspor atau visa apabila negara tujuan mensyaratkan dokumen tersebut.
2. Buku Pelaut
Buku Pelaut merupakan dokumen resmi yang berkaitan dengan identitas dan catatan kepelautan. Dokumen ini memiliki peran dalam administrasi pekerjaan di kapal, termasuk pencatatan pengalaman berlayar sesuai ketentuan yang berlaku.
Oleh karena itu, Buku Pelaut tidak memiliki fungsi yang sepenuhnya sama dengan SID. Pelaut perlu memeriksa kebutuhan kedua dokumen berdasarkan jenis pekerjaan dan persyaratan penempatan.
Baca Juga :
3. Paspor
Paspor merupakan dokumen perjalanan yang diterbitkan oleh otoritas imigrasi. Dokumen ini menjadi salah satu persyaratan penting ketika seseorang melakukan perjalanan internasional.
Namun, SID tidak menggantikan paspor. Bahkan ketika pelaut sudah memiliki SID, mereka tetap harus memenuhi persyaratan perjalanan dan imigrasi negara tujuan.
Dengan demikian, ketiga dokumen tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi. Sebelum berangkat, pelaut perlu memeriksa dokumen yang diminta perusahaan serta persyaratan negara tempat mereka akan bekerja.
Persyaratan Mengurus Seafarer Identity Document (SID)
Sebelum mengajukan SID, pelaut perlu mempersiapkan dokumen pendukung. Persyaratan dapat mengikuti ketentuan layanan yang berlaku dan mungkin berbeda menurut kondisi permohonan.
Sebagai acuan awal, checklist permohonan SID yang dipublikasikan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan mencantumkan beberapa dokumen berikut.
Baca Juga :
1. Surat Permohonan dari Perusahaan
Surat permohonan menjadi salah satu dokumen yang tercantum dalam checklist resmi. Karena itu, pelaut sebaiknya berkoordinasi dengan perusahaan atau pihak yang menangani pengajuannya untuk memastikan format dan kelengkapan surat.
Periksa identitas pemohon dan informasi pendukung sebelum mengirimkan berkas. Selain itu, pastikan surat mengikuti petunjuk layanan yang berlaku.
2. Ijazah Pelaut Terakhir
Ijazah pelaut dapat menjadi dokumen pendukung untuk menunjukkan latar belakang pendidikan kepelautan.
Siapkan salinan yang jelas dan pastikan informasi pada ijazah sesuai dengan dokumen identitas. Namun, jangan menganggap ijazah sebagai satu-satunya bukti kualifikasi karena layanan juga dapat meminta dokumen kompetensi atau keterampilan.
3. Sertifikat Basic Safety Training (BST)
Sertifikat Basic Safety Training atau BST termasuk dokumen dalam checklist permohonan SID yang dipublikasikan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan.
Oleh karena itu, siapkan salinan sertifikat tersebut dan periksa kesesuaian data pemegangnya. Selanjutnya, pastikan Anda mengikuti persyaratan terbaru yang tercantum dalam sistem atau petunjuk layanan resmi.
Baca Juga :
4. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
SKCK tercantum dalam checklist permohonan SID yang tersedia dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan. Pemohon perlu memastikan dokumen tersebut memenuhi ketentuan yang berlaku.
Selain itu, perhatikan masa berlaku dan ketentuan mengenai dokumen asli atau salinan. Jika belum memiliki SKCK atau masa berlakunya habis, cari informasi pengurusan melalui layanan resmi kepolisian.
5. Paspor yang Masih Berlaku
Paspor yang masih berlaku juga tercantum dalam checklist permohonan SID tersebut. Karena itu, pelaut perlu memeriksa masa berlaku paspor sebelum mengajukan permohonan.
Jika masa berlaku hampir habis, pertimbangkan untuk mengurus pembaruan sesuai kebutuhan perjalanan dan jadwal penempatan. Dengan demikian, Anda dapat mengurangi risiko kendala administrasi.
6. Surat Keterangan Kehilangan jika Diperlukan
Bagi pemohon yang mengajukan penggantian karena kehilangan, checklist resmi tersebut mencantumkan surat kehilangan dari kepolisian.
Oleh karena itu, segera laporkan kehilangan dan ikuti petunjuk penerbitan pengganti. Jangan menunggu sampai jadwal keberangkatan semakin dekat karena proses administrasi membutuhkan waktu.
Catatan penting: Persyaratan di atas mengacu pada checklist permohonan SID yang dipublikasikan oleh Direktorat Perkapalan dan Kepelautan. Sistem elektronik atau prosedur terbaru dapat meminta dokumen tambahan, termasuk dokumen perusahaan, asuransi, atau dokumen kepelautan lain. Sebelum mengajukan, periksa formulir checklist permohonan SID resmi dan petunjuk pada sistem layanan.
Baca Juga :
Prosedur Mengurus Seafarer Identity Document (SID)
Setelah menyiapkan dokumen, pelaut dapat melanjutkan ke proses pengajuan sesuai jalur layanan yang berlaku. Kementerian Perhubungan menyediakan sistem elektronik SID yang dapat diakses melalui portal resminya.
1. Buka Portal Layanan SID
Pertama, akses sistem elektronik SID Kementerian Perhubungan untuk melihat layanan registrasi pelaut.
Pastikan Anda menggunakan alamat situs resmi. Selain itu, hindari memasukkan data pribadi melalui tautan yang tidak jelas sumbernya.
2. Registrasikan Akun Pelaut
Jika sistem meminta registrasi, isi informasi sesuai kolom yang tersedia. Formulir registrasi resmi mencakup kode pelaut, nama, tanggal lahir, nomor telepon, alamat email, nama pengguna, dan kata sandi.
Selanjutnya, periksa kembali informasi sebelum mengirimkan formulir. Pastikan alamat email dan nomor telepon aktif karena sistem dapat menggunakannya untuk komunikasi layanan.
Gunakan kata sandi yang kuat dan jangan membagikannya kepada orang lain. Dengan demikian, Anda dapat menjaga keamanan akun selama proses pengajuan.
Baca Juga :
3. Lengkapi Data dan Unggah Dokumen
Setelah mengikuti petunjuk registrasi dan masuk ke sistem, periksa menu permohonan yang tersedia. Isi data yang diminta dan unggah dokumen sesuai format serta ketentuan pada portal.
Selain itu, pastikan seluruh hasil pemindaian terbaca dengan jelas. Hindari mengunggah foto dokumen yang buram, terpotong, atau menutupi informasi penting.
Jika sistem meminta dokumen tambahan, lengkapi sesuai petunjuk resmi. Dengan begitu, petugas dapat memeriksa berkas tanpa harus meminta perbaikan berulang kali.
4. Jalani Verifikasi Dokumen
Selanjutnya, petugas atau sistem layanan akan memeriksa kelengkapan dan kesesuaian data sesuai prosedur yang berlaku.
Apabila dokumen memenuhi persyaratan, pemohon dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya. Namun, jika berkas tidak lengkap atau terdapat ketidaksesuaian, pemohon mungkin perlu memperbaiki atau melengkapi data.
Oleh karena itu, pantau informasi status permohonan dan periksa pesan dari sistem. Jangan mengabaikan pemberitahuan karena petunjuk tersebut dapat menentukan langkah selanjutnya.
5. Ikuti Pengambilan Data Biometrik jika Diminta
Prosedur penerbitan SID yang dipublikasikan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan mencantumkan tahap pengambilan data biometrik, seperti foto, tanda tangan, dan sidik jari.
Namun, pelaksanaan tahap tersebut mengikuti instruksi sistem dan ketentuan layanan yang berlaku. Jika Anda menerima jadwal kedatangan atau instruksi untuk melakukan perekaman biometrik, ikuti informasi lokasi serta waktu yang diberikan.
Siapkan dokumen asli yang diminta agar petugas dapat mencocokkan data. Selain itu, datang sesuai jadwal untuk menghindari penundaan proses.
6. Periksa Tagihan dan Pembayaran Resmi
Dalam prosedur penerbitan SID, sistem dapat menerbitkan tagihan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai ketentuan yang berlaku.
Oleh karena itu, periksa jumlah tagihan dan petunjuk pembayaran melalui kanal resmi. Jangan mentransfer uang ke rekening pribadi atau membayar biaya yang tidak memiliki dasar dan bukti resmi.
Setelah melakukan pembayaran, simpan bukti transaksi. Selanjutnya, periksa apakah sistem sudah mencatat pembayaran tersebut.
7. Tunggu Proses Penerbitan SID
Setelah pemohon memenuhi persyaratan, menyelesaikan verifikasi, dan mengikuti tahapan yang diwajibkan, proses dapat berlanjut ke penerbitan dokumen.
Waktu penyelesaian bergantung pada kelengkapan berkas, proses verifikasi, dan ketentuan operasional yang berlaku. Karena itu, jangan menggunakan perkiraan waktu dari pengalaman orang lain sebagai jaminan.
Sebaliknya, pantau status permohonan melalui sistem atau hubungi petugas layanan jika membutuhkan informasi tambahan.
8. Terima dan Periksa SID
Jika permohonan selesai, ikuti instruksi resmi untuk menerima dokumen. Setelah menerimanya, periksa nama, tanggal lahir, foto, dan informasi lain yang tercantum.
Apabila Anda menemukan kesalahan, segera laporkan kepada petugas penerbit. Dengan demikian, Anda dapat memperoleh petunjuk koreksi sebelum menggunakan dokumen untuk keperluan pekerjaan.
Baca Juga :
Berapa Lama Proses Pengurusan SID?
Lama proses pengurusan SID bergantung pada kelengkapan dokumen, hasil verifikasi, kebutuhan pengambilan biometrik, dan tahapan administrasi yang berlaku.
Jika seluruh dokumen sudah lengkap, pemohon dapat mengurangi risiko penundaan akibat perbaikan berkas. Namun, kelengkapan dokumen tidak selalu menjamin penerbitan pada hari yang sama karena petugas tetap perlu menyelesaikan prosedur yang diwajibkan.
Oleh sebab itu, ajukan SID jauh sebelum jadwal keberangkatan. Selain itu, periksa status permohonan secara berkala dan tanggapi permintaan perbaikan dengan segera.
Untuk memperoleh estimasi yang sesuai dengan kondisi terbaru, tanyakan langsung kepada layanan resmi SID Kementerian Perhubungan. Langkah ini lebih tepat daripada mengandalkan informasi lama yang mungkin tidak lagi sesuai.
Berapa Biaya Pengurusan SID?
Biaya pengurusan SID mengikuti ketentuan tarif resmi yang berlaku. Jika layanan menetapkan PNBP untuk permohonan Anda, sistem atau petugas resmi akan memberikan informasi tagihan sesuai prosedur.
Karena tarif dapat berubah mengikuti peraturan, pelaut sebaiknya tidak menggunakan angka dari artikel lama sebagai patokan pembayaran.
Selain itu, bedakan tarif resmi dengan biaya lain yang mungkin muncul akibat kebutuhan pribadi, seperti transportasi menuju lokasi layanan atau pengurusan dokumen pendukung.
Untuk menghindari kesalahan, periksa informasi tagihan melalui sistem SID dan pastikan pembayaran mengikuti instruksi resmi. Simpan bukti pembayaran sebagai arsip apabila Anda perlu melakukan konfirmasi.

Bagaimana Cara Mengurus SID yang Hilang atau Rusak?
Kehilangan atau kerusakan SID dapat menimbulkan kendala ketika pelaut membutuhkan dokumen identitas untuk keperluan pekerjaan. Oleh karena itu, segera lakukan penanganan sesuai jenis masalah yang terjadi.
1. Jika SID Hilang
Pertama, pastikan dokumen memang tidak dapat ditemukan. Jika kehilangan sudah jelas, ikuti prosedur pelaporan kepada kepolisian dan siapkan surat keterangan kehilangan apabila layanan mensyaratkannya.
Selanjutnya, hubungi layanan penerbit SID untuk memperoleh petunjuk pengajuan pengganti. Siapkan identitas diri dan dokumen pendukung lain yang diminta.
2. Jika SID Rusak
Jika SID rusak, periksa apakah informasi identitas masih terbaca dan apakah kondisi fisiknya mengganggu penggunaan dokumen.
Kemudian, tanyakan prosedur penggantian kepada layanan penerbit. Jangan memperbaiki kartu secara mandiri dengan cara yang dapat merusak fitur atau informasi di dalamnya.
3. Jika Data SID Tidak Sesuai
Apabila nama, tanggal lahir, atau informasi lain tidak sesuai, siapkan dokumen resmi yang mendukung koreksi.
Setelah itu, sampaikan masalah kepada petugas penerbit dan ikuti prosedur perubahan data. Jangan menggunakan perubahan tulisan secara manual karena tindakan tersebut tidak menggantikan koreksi resmi.
Tips agar Pengurusan SID Berjalan Lancar
Agar proses pengajuan lebih teratur, terapkan beberapa langkah berikut.
Pertama, siapkan seluruh dokumen sebelum memulai registrasi. Dengan demikian, Anda dapat mengisi formulir dan mengunggah berkas tanpa harus berulang kali menghentikan proses.
Kedua, cocokkan data pada paspor, Buku Pelaut, ijazah, dan sertifikat kepelautan. Jika menemukan perbedaan, cari tahu prosedur koreksi sebelum mengajukan SID.
Ketiga, gunakan alamat email dan nomor telepon aktif. Selain itu, pantau pesan dari sistem agar Anda tidak melewatkan pemberitahuan penting.
Keempat, simpan salinan digital dokumen pada tempat yang aman. Namun, hindari membagikan berkas sensitif kepada pihak yang tidak memiliki kewenangan.
Kelima, periksa tagihan melalui sistem resmi. Jangan mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan penerbitan instan dengan biaya tambahan tanpa penjelasan yang jelas.
Terakhir, ajukan permohonan lebih awal sebelum keberangkatan. Persiapan ini memberi Anda waktu untuk melengkapi berkas jika petugas meminta dokumen tambahan.
Seafarer Identity Document (SID) merupakan dokumen identitas khusus pelaut yang mendukung identifikasi dan administrasi kepelautan sesuai ketentuan yang berlaku. Dokumen ini berbeda dari Buku Pelaut dan paspor karena setiap dokumen memiliki fungsi tersendiri.
Untuk mengurus SID, pelaut perlu memahami persyaratan, menyiapkan dokumen pendukung, mengikuti registrasi dan verifikasi, serta menyelesaikan tahapan lain yang diminta oleh sistem layanan resmi. Selain itu, pelaut perlu memeriksa data identitas dan menyimpan dokumen dengan aman setelah penerbitan.
Jika SID hilang, rusak, atau memuat data yang tidak sesuai, segera hubungi layanan penerbit untuk memperoleh petunjuk resmi. Dengan demikian, Anda dapat mengurangi risiko masalah administrasi ketika melamar kerja atau menjalankan tugas di kapal. Pada akhirnya, persiapan dokumen yang baik membantu pelaut menjalani proses administrasi secara lebih tertib. Oleh karena itu, periksa informasi terbaru melalui Kementerian Perhubungan dan pastikan Anda mengikuti persyaratan yang berlaku untuk kebutuhan penempatan masing-masing.
Konsultasi Pelaut Sekarang!