Bagi pelaut yang ingin bekerja di kapal niaga maupun kapal yang melayani pelayaran internasional, kelengkapan dokumen identitas menjadi salah satu hal penting. Salah satu dokumen yang perlu dipahami adalah Seafarer Identity Document (SID) atau dokumen identitas pelaut. Oleh karena itu, setiap pelaut perlu mengetahui biaya pembuatan SID pelaut agar dapat menyiapkan anggaran sebelum mengajukan permohonan.
Selain memahami tarif, pelaut juga perlu mengetahui prosedur pengajuan, persyaratan dokumen, serta cara memeriksa biaya resmi melalui kanal pemerintah. Dengan demikian, pelaut dapat menghindari informasi tarif yang tidak akurat dan mengurangi risiko membayar biaya tambahan yang tidak jelas.
Artikel ini membahas biaya pembuatan SID pelaut, cara memeriksa tarif resmi, tahapan pengajuan, serta tips agar proses administrasi berjalan lancar.
Baca Juga : Seafarer Identity Document (SID): Pengertian, Fungsi, dan Prosedur
Apa Itu SID Pelaut?
Seafarer Identity Document (SID) merupakan dokumen identitas khusus bagi pelaut. Dokumen ini mendukung identifikasi pelaut dalam kegiatan kepelautan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, SID berbeda dari Buku Pelaut dan sertifikat kompetensi. Buku Pelaut mencatat identitas serta riwayat pelayaran, sedangkan sertifikat kompetensi menunjukkan kualifikasi profesional pelaut. Sementara itu, SID berfungsi sebagai dokumen identitas pelaut sesuai dengan peruntukannya.
Oleh sebab itu, pelaut perlu memahami fungsi setiap dokumen sebelum mengajukan permohonan. Dengan pemahaman tersebut, pelaut dapat menyiapkan dokumen yang tepat sesuai kebutuhan pekerjaan maupun administrasi kepelautan.
Baca Juga : Apa Itu SID Pelaut dan Siapa yang Membutuhkannya?
Berapa Biaya Pembuatan SID Pelaut?
Biaya pembuatan SID pelaut mengacu pada ketentuan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Kementerian Perhubungan. Berdasarkan tabel tarif dalam regulasi pemerintah yang tersedia, biaya SID pelaut tercantum sebesar Rp350.000 per kartu. Namun, pelaut tetap perlu memeriksa ketentuan terbaru sebelum melakukan pembayaran karena regulasi tarif dapat mengalami perubahan.
Referensi tarif tersebut dapat di temukan dalam dokumen peraturan pemerintah mengenai jenis dan tarif PNBP Kementerian Perhubungan. Pelaut dapat memeriksa dokumen terkait melalui JDIH Kementerian Perhubungan atau meminta konfirmasi langsung kepada unit pelayanan yang menangani penerbitan SID.
Apakah Biaya SID Sama dengan Biaya Buku Pelaut?
Tidak. Biaya SID dan biaya Buku Pelaut merupakan dua jenis tarif untuk dokumen yang berbeda. Oleh karena itu, pelaut tidak boleh menyamakan tarif keduanya ketika menyusun anggaran.
Selain itu, biaya pengurusan melalui pihak ketiga dapat berbeda dari tarif PNBP karena penyedia jasa mungkin menawarkan bantuan administrasi. Jika pelaut menggunakan jasa tersebut, mintalah rincian biaya secara tertulis agar dapat membedakan tarif pemerintah dan biaya layanan tambahan.
Dengan demikian, pelaut dapat mengetahui jumlah pengeluaran secara lebih transparan sebelum menyetujui layanan.
Baca Juga : Fungsi Seafarer Identity Document untuk Pelaut Internasional
Cara Memeriksa Tarif Resmi Pembuatan SID Pelaut
Agar tidak salah memperoleh informasi, pelaut sebaiknya memeriksa tarif melalui sumber resmi. Berikut langkah-langkah yang dapat di lakukan.
1. Buka Situs Resmi Kementerian Perhubungan
Pertama, kunjungi situs Kementerian Perhubungan atau JDIH Kementerian Perhubungan. Selanjutnya, cari informasi mengenai tarif PNBP untuk dokumen kepelautan.
Periksa judul peraturan, nomor regulasi, tanggal penetapan, dan status keberlakuannya. Dengan cara tersebut, pelaut dapat membedakan informasi yang masih relevan dari dokumen lama.
2. Periksa Sistem Elektronik SID
Selanjutnya, kunjungi portal resmi E-SID Kementerian Perhubungan. Portal ini menyediakan sistem elektronik untuk proses pengajuan SID pelaut.
Setelah memahami prosedur permohonan, pelaut dapat mengikuti tahapan pengajuan sesuai petunjuk sistem. Selain itu, perhatikan informasi tagihan PNBP yang muncul setelah petugas menyelesaikan tahapan verifikasi dan persetujuan.
Dengan mengikuti alur tersebut, pelaut dapat memperoleh informasi pembayaran yang berkaitan dengan permohonannya sendiri.
Baca Juga : Mengenal Perbedaan SID, Buku Pelaut, dan Paspor
3. Konfirmasi kepada Unit Pelaksana Teknis
Jika informasi tarif di internet berbeda-beda, hubungi unit pelaksana teknis (UPT) yang menangani pelayanan SID. Kemudian, tanyakan tarif terbaru untuk jenis permohonan yang akan di ajukan.
Sebagai contoh, pelaut dapat meminta konfirmasi mengenai biaya kartu baru, penggantian kartu, atau jenis layanan lain yang tersedia. Selain itu, tanyakan metode pembayaran resmi dan dokumen yang perlu di bawa ketika petugas meminta kehadiran pemohon.
Langkah ini membantu pelaut memperoleh informasi yang lebih tepat sebelum mengeluarkan biaya.
4. Cocokkan Nominal Tagihan dengan Tarif Resmi
Setelah menerima informasi biaya, cocokkan nominal tagihan dengan tarif yang berlaku dan jenis layanan yang di pilih. Jika sistem menerbitkan kode billing, gunakan kode tersebut untuk melakukan pembayaran melalui kanal yang di tentukan.
Jangan langsung membayar apabila terdapat perbedaan nominal yang belum jelas. Sebaliknya, mintalah penjelasan dari petugas atau kanal layanan resmi agar setiap komponen biaya memiliki dasar yang dapat di periksa.
Baca Juga : Syarat Seafarer Identity Document, Dokumen Pendukung
Persyaratan Pembuatan SID Pelaut
Selain menyiapkan biaya, pelaut perlu memeriksa persyaratan dokumen. Persyaratan dapat berbeda menurut jenis permohonan dan ketentuan pelayanan yang berlaku.
Sebagai acuan awal, daftar periksa permohonan SID dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan mencantumkan sejumlah dokumen berikut:
- Surat permohonan dari perusahaan.
- Salinan ijazah pelaut terakhir.
- Salinan sertifikat Basic Safety Training (BST).
- Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
- Salinan paspor yang masih berlaku.
- Surat keterangan kehilangan dari kepolisian untuk permohonan penggantian akibat kehilangan.
Pelaut dapat melihat referensi tersebut melalui formulir checklist permohonan SID Kementerian Perhubungan.
Namun, jangan langsung menganggap daftar tersebut sebagai persyaratan final untuk semua kategori permohonan. Periksa kembali petunjuk terbaru pada sistem E-SID atau tanyakan kepada petugas karena kebutuhan dokumen dapat bergantung pada jenis layanan dan kondisi pemohon.
Selain itu, pastikan seluruh data pada dokumen sesuai. Dengan demikian, petugas dapat memeriksa identitas secara lebih mudah dan pelaut dapat mengurangi risiko penundaan akibat ketidaksesuaian data.
Baca Juga : Cara Mengurus Seafarer Identity Document (SID)
Bagaimana Proses Pengajuan SID Pelaut?
Pada umumnya, pelaut perlu mengikuti alur permohonan melalui sistem elektronik dan unit pelayanan yang berwenang. Berikut gambaran tahapan yang perlu di pahami.
1. Membuat atau Mengakses Akun E-SID
Pertama, buka portal E-SID dan ikuti petunjuk pendaftaran atau masuk ke akun yang sudah tersedia. Siapkan kode pelaut serta data identitas yang di perlukan.
Selanjutnya, pastikan seluruh informasi yang di masukkan sesuai dengan dokumen resmi. Ketelitian pada tahap ini membantu mengurangi kesalahan administrasi.
2. Mengajukan Permohonan
Setelah masuk ke sistem, pilih jenis permohonan yang sesuai dengan kebutuhan. Kemudian, isi formulir dan ikuti instruksi pengajuan yang tersedia.
Periksa kembali data sebelum melanjutkan. Jika sistem meminta dokumen pendukung, siapkan dokumen sesuai format dan persyaratan yang di tentukan.
3. Mengikuti Verifikasi Dokumen
Berikutnya, petugas memeriksa data dan dokumen yang diajukan. Dalam tahapan tertentu, pemohon juga perlu mendatangi UPT yang dipilih untuk menyerahkan dokumen atau menjalani proses administrasi lanjutan.
Oleh karena itu, perhatikan pemberitahuan dari sistem dan ikuti jadwal yang ditetapkan. Jika petugas menemukan kekurangan, lengkapi persyaratan sesuai arahan agar proses dapat berlanjut.
Baca Juga : Masa Berlaku Seafarer Identity Document dan Cara Memeriksanya
4. Membayar Tagihan PNBP
Setelah tahapan verifikasi dan persetujuan yang diperlukan, sistem atau petugas memberikan informasi tagihan PNBP sesuai alur pelayanan. Selanjutnya, lakukan pembayaran melalui metode resmi yang ditentukan.
Simpan bukti pembayaran sebagai arsip pribadi. Selain itu, ikuti petunjuk petugas mengenai penyerahan bukti pembayaran apabila prosedur tersebut masih diperlukan.
5. Menunggu Penerbitan Kartu SID
Setelah pembayaran dan tahapan administrasi terpenuhi, proses berlanjut ke pencetakan serta penyelesaian kartu. Pelaut dapat memantau status permohonan melalui sistem atau mengikuti informasi dari unit pelayanan.
Namun, lama proses dapat berbeda menurut kelengkapan dokumen, hasil verifikasi, antrean, dan kondisi pelayanan. Oleh sebab itu, periksa status secara berkala daripada mengandalkan perkiraan waktu yang belum dikonfirmasi.
Baca Juga : Cara Memeriksa Keaslian dan Validitas SID Pelaut

Tips Menghindari Biaya Tambahan yang Tidak Jelas
Pelaut perlu berhati-hati ketika mencari informasi biaya melalui internet atau menerima tawaran bantuan pengurusan dokumen. Agar pengeluaran tetap terkendali, terapkan beberapa langkah berikut.
Gunakan Informasi dari Sumber Tepercaya
Pertama, utamakan situs Kementerian Perhubungan, JDIH, dan portal E-SID. Hindari menjadikan unggahan media sosial atau artikel lama sebagai satu-satunya dasar penentuan biaya.
Selain itu, bandingkan informasi dari beberapa sumber resmi apabila menemukan perbedaan nominal. Dengan demikian, pelaut dapat meminta klarifikasi sebelum mengambil keputusan.
Minta Rincian Biaya secara Tertulis
Jika menggunakan jasa bantuan administrasi, mintalah rincian biaya yang memisahkan tarif pemerintah dan biaya jasa. Selanjutnya, periksa apakah penyedia menjelaskan ruang lingkup layanan, proses pembayaran, dan bukti transaksi.
Jangan menganggap seluruh biaya yang ditawarkan sebagai tarif resmi negara. Sebaliknya, pastikan setiap pengeluaran memiliki penjelasan yang masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hindari Pembayaran Tanpa Bukti
Jangan menyerahkan uang tanpa mengetahui tujuan pembayaran. Gunakan metode yang ditentukan oleh sistem atau petugas resmi dan simpan bukti transaksi.
Jika seseorang menjanjikan penerbitan kartu tanpa mengikuti prosedur yang berlaku, periksa kembali tawaran tersebut. Dengan langkah ini, pelaut dapat mengurangi risiko penipuan dan pungutan yang tidak memiliki dasar jelas.
Baca Juga : Cara Mengurus SID Pelaut yang Hilang atau Rusak
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mengurus SID
Beberapa kesalahan administrasi dapat memperlambat pengajuan SID. Oleh karena itu, pelaut sebaiknya memeriksa hal-hal berikut sebelum mengajukan permohonan.
- Menggunakan informasi tarif lama tanpa memeriksa regulasi terbaru.
- Mengunggah dokumen yang tidak terbaca atau tidak sesuai persyaratan.
- Memasukkan data identitas yang berbeda dari dokumen resmi.
- Mengabaikan pemberitahuan status permohonan.
- Membayar tagihan tanpa memeriksa jenis layanan dan kode billing.
- Menggunakan jasa pihak ketiga tanpa rincian biaya yang jelas.
Selain menghindari kesalahan tersebut, pelaut perlu menyimpan salinan dokumen, bukti pengajuan, dan bukti pembayaran. Dengan demikian, pelaut memiliki catatan yang dapat digunakan ketika membutuhkan klarifikasi atau tindak lanjut.
Biaya pembuatan SID pelaut perlu diperiksa melalui sumber resmi agar pelaut dapat menyiapkan anggaran secara tepat. Tabel tarif pemerintah yang tersedia mencantumkan nominal Rp350.000 per kartu, tetapi konfirmasi terhadap ketentuan terbaru tetap penting sebelum pembayaran.
Baca Juga : Jasa Bantuan Administrasi Seafarer Identity Document (SID)
Selain memeriksa tarif, pelaut perlu menyiapkan dokumen sesuai persyaratan, mengikuti alur E-SID, memantau proses verifikasi, dan membayar tagihan melalui kanal yang ditentukan. Dengan persiapan yang baik, pelaut dapat menjalani proses administrasi secara lebih tertib dan menghindari pengeluaran yang tidak jelas.
Pada akhirnya, gunakan informasi resmi Kementerian Perhubungan sebagai acuan utama. Dengan demikian, pelaut dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih akurat dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Konsultasi Pelaut Sekarang!