Potongan Gaji TKI Malaysia Biaya yang Mengurangi Penghasilan

Isma

Potongan Gaji TKI Malaysia Biaya Apa Saja yang Bisa Mengurangi Penghasilan
Direktur Utama Jangkar Groups

Potongan gaji TKI Malaysia merupakan hal yang perlu di pahami calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebelum mulai bekerja. Gaji yang tercantum dalam lowongan atau kontrak kerja belum tentu sama dengan jumlah uang yang di terima setiap bulan. Hal ini dapat terjadi karena adanya potongan yang berkaitan dengan pajak, kontribusi tertentu, akomodasi, atau kewajiban lain sesuai ketentuan dan perjanjian kerja.

Namun, tidak semua potongan dapat dilakukan secara bebas oleh pemberi kerja. Karena itu, calon TKI Malaysia perlu mengetahui jenis potongan yang mungkin muncul dan memastikan setiap pengurangan penghasilan mempunyai dasar yang jelas.

Dengan memahami potongan sejak awal, pekerja dapat menghitung penghasilan bersih dan membuat perencanaan keuangan dengan lebih tepat.

Baca Juga : Biaya TKI Ke Malaysia Tidak Terlalu Mahal dan Tetap Terjangkau

Apa yang Dimaksud Potongan Gaji TKI Malaysia?

Potongan gaji adalah sejumlah uang yang di kurangi dari penghasilan pekerja sebelum gaji bersih di bayarkan.

Misalnya, seorang pekerja memperoleh gaji pokok tertentu. Setelah di kurangi kontribusi atau pengeluaran yang memang menjadi tanggung jawab pekerja berdasarkan ketentuan, jumlah yang masuk ke rekening dapat menjadi lebih kecil.

Oleh karena itu, calon pekerja sebaiknya membedakan antara gaji pokok, tunjangan, lembur, gaji kotor, dan gaji bersih.

Gaji pokok merupakan upah dasar. Sementara itu, gaji kotor dapat mencakup gaji pokok dan komponen pendapatan lainnya. Setelah di kurangi potongan yang sah, pekerja menerima gaji bersih.

Baca Juga : Biaya Hidup TKI Di Malaysia

Potongan untuk Pajak Penghasilan

Salah satu kemungkinan pengurangan dari penghasilan adalah pajak penghasilan. Status perpajakan pekerja asing di Malaysia dapat di pengaruhi oleh masa tinggal dan kondisi pekerjaan.

Karena itu, pekerja tidak sebaiknya menggunakan satu persentase pajak untuk semua kondisi. Besaran pajak dapat berbeda berdasarkan status perpajakan dan ketentuan yang berlaku.

Jika terdapat potongan pajak dari gaji, pekerja sebaiknya memastikan jumlahnya tercantum dalam slip gaji dan dapat di jelaskan oleh pemberi kerja.

Dokumen pembayaran pajak juga penting di simpan karena dapat di butuhkan untuk administrasi perpajakan.

Baca Juga : Rincian Biaya Penempatan TKI ke Malaysia: Apa Saja yang Harus Dibayar?

Potongan untuk Akomodasi

Sebagian pekerja asing di Malaysia mendapatkan tempat tinggal dari pemberi kerja. Dalam kondisi tertentu, biaya akomodasi dapat menjadi bagian dari fasilitas kerja atau dapat berkaitan dengan pengaturan tertentu dalam kontrak.

Karena itu, calon TKI perlu membaca kontrak sebelum berangkat. Periksa apakah asrama atau tempat tinggal di berikan secara gratis atau terdapat biaya yang di bebankan kepada pekerja.

Jika terdapat potongan untuk akomodasi, pekerja sebaiknya mengetahui:

  1. jumlah potongan;
  2. periode pembayarannya;
  3. jenis fasilitas yang di berikan;
  4. dasar pengenaan biaya;
  5. apakah jumlah tersebut sudah tercantum dalam perjanjian kerja.

Informasi tersebut membantu pekerja menghitung penghasilan bersih secara lebih akurat.

Baca Juga : Biaya Paspor, Medical Check Up, dan Dokumen TKI Malaysia

Potongan untuk Makanan

Tidak semua pekerjaan memberikan fasilitas makan dengan cara yang sama. Ada perusahaan yang menyediakan makanan, ada yang memberikan tunjangan makan, dan ada pula yang tidak menyediakan fasilitas tersebut.

Apabila terdapat biaya makan yang di bebankan kepada pekerja, ketentuannya perlu di periksa dalam kontrak atau peraturan perusahaan.

Khusus pekerja rumah tangga, pengaturan makan dapat berbeda dengan pekerja pabrik atau perkebunan karena pekerja biasanya tinggal di rumah pemberi kerja.

Oleh sebab itu, calon pekerja perlu memastikan fasilitas makan sebelum menyetujui pekerjaan.

Baca Juga : Biaya Visa dan Izin Kerja TKI Malaysia: Siapa yang Menanggung?

Potongan untuk Asuransi atau Perlindungan Sosial

Pekerja asing di Malaysia dapat berada dalam skema perlindungan sosial tertentu sesuai status pekerjaan dan ketentuan yang berlaku.

Apabila terdapat kontribusi yang menjadi bagian tanggung jawab pekerja, jumlahnya dapat muncul sebagai pengurangan dari gaji.

Pekerja sebaiknya tidak hanya melihat nominal potongan. Periksa juga nama program, manfaat yang di peroleh, serta apakah kontribusi tersebut memang di wajibkan atau di sepakati dalam hubungan kerja.

Dengan demikian, pekerja dapat memahami fungsi setiap pengurangan penghasilan.

Baca Juga : Biaya Agen TKI Malaysia: Berapa yang Wajar dan Apa yang Harus Dicek?

Potongan Terkait Pinjaman atau Uang Muka

Dalam kondisi tertentu, pekerja dapat menerima uang muka atau pinjaman dari pemberi kerja. Apabila terdapat kesepakatan pengembalian melalui pemotongan gaji, mekanismenya seharusnya di ketahui oleh pekerja.

Misalnya, perusahaan memberikan uang muka tertentu dan kemudian mengurangi sejumlah uang dari gaji setiap bulan sampai kewajiban tersebut selesai.

Pekerja sebaiknya meminta rincian tertulis mengenai jumlah pinjaman, jumlah cicilan, jangka waktu, dan sisa kewajiban.

Jangan menganggap setiap potongan sebagai biaya kerja biasa. Potongan untuk pinjaman harus dapat di bedakan dari potongan lain.

Baca Juga : Biaya TKI Malaysia Sektor Perkebunan hingga Keberangkatan

Potongan karena Kerusakan atau Kerugian

Selain itu, potongan karena kerusakan barang atau kerugian perusahaan merupakan hal yang perlu di perhatikan secara khusus. Pemberi kerja tidak seharusnya melakukan pengurangan gaji secara sembarangan hanya karena pekerja di tuduh menyebabkan kerugian.

Jika terdapat persoalan seperti kerusakan alat, kehilangan barang, atau kesalahan pekerjaan, pekerja perlu mengetahui prosedur yang di gunakan perusahaan.

Calon PMI sebaiknya tidak menyetujui potongan yang tidak jelas atau tidak memahami dasar perhitungannya.

Apabila terjadi perselisihan, pekerja dapat mencari bantuan melalui saluran resmi ketenagakerjaan atau perwakilan Indonesia sesuai kebutuhan.

Baca Juga : Biaya TKI Malaysia Sektor Manufaktur dan Pabrik

Potongan karena Ketidakhadiran

Ketidakhadiran tanpa alasan yang di benarkan dapat memengaruhi jumlah penghasilan. Begitu pula keterlambatan atau ketidakhadiran yang menyebabkan pekerja tidak memperoleh upah untuk waktu yang tidak di kerjakan.

Namun, penerapan pengurangan tersebut tetap perlu mengikuti aturan ketenagakerjaan dan ketentuan dalam kontrak.

Pekerja perlu membedakan antara pengurangan gaji karena hari tidak bekerja dengan denda yang di potong secara sepihak.

Baca Juga : Biaya TKI Malaysia sebagai Pembantu Rumah Tangga: Syarat dan Pengeluaran

Potongan Biaya Rekrutmen dan Penempatan

Biaya rekrutmen dan penempatan merupakan salah satu bagian yang perlu di periksa dengan sangat hati-hati. Calon pekerja mungkin mendapatkan informasi bahwa biaya tertentu akan “dicicil dari gaji”.

Kondisi seperti ini tidak boleh langsung di anggap sebagai hal yang normal. Pekerja harus meminta penjelasan tertulis mengenai jenis biaya, jumlah, jangka waktu pembayaran, dan pihak yang menerima pembayaran.

Selain itu, perjanjian penempatan dan kontrak kerja perlu di periksa untuk mengetahui apakah biaya tersebut memang menjadi kewajiban pekerja.

Jangan hanya mengandalkan penjelasan lisan dari perekrut.

Baca Juga : Biaya TKI Malaysia dari Awal sampai Berangkat: Simulasi Total Pengeluaran

Apakah Levy Malaysia Di potong dari Gaji Pekerja?

Levy pekerja asing merupakan kewajiban yang berkaitan dengan penggunaan tenaga kerja asing di Malaysia. Namun, calon PMI tidak sebaiknya menganggap bahwa levy otomatis menjadi potongan gaji.

Pembayaran levy berkaitan dengan tanggung jawab pemberi kerja dalam sistem pekerja asing Malaysia. Karena itu, apabila ada pihak yang menyatakan bahwa levy pasti di potong dari gaji, calon pekerja perlu meminta penjelasan dan memeriksa ketentuan yang berlaku.

Hal yang sama berlaku untuk biaya visa, izin kerja, dan komponen keimigrasian lainnya. Pembagian biaya perlu di lihat berdasarkan aturan dan perjanjian kerja.

Baca Juga : Cara Menghindari Penipuan Biaya TKI Malaysia dan Agen Kerja Palsu

Contoh Menghitung Gaji Bersih TKI Malaysia

Untuk memahami konsepnya, misalnya seorang pekerja memperoleh:

Gaji pokok: RM1.700
Lembur/tunjangan: RM300
Total penghasilan kotor: RM2.000

Kemudian terdapat beberapa pengurangan yang memang sah dan menjadi tanggung jawab pekerja sesuai ketentuan.

Misalnya secara ilustratif:

Total penghasilan: RM2.000
Total potongan: RM150
Gaji bersih: RM1.850

Angka tersebut hanya contoh perhitungan sederhana dan bukan simulasi tarif potongan resmi Malaysia. Jumlah sebenarnya harus di hitung berdasarkan status pekerja, kontrak, komponen gaji, dan ketentuan yang berlaku.

Cara Memeriksa Potongan pada Slip Gaji

Slip gaji merupakan dokumen penting bagi pekerja. Dari slip tersebut, pekerja dapat melihat jumlah gaji dan pengurangan yang dilakukan.

Perhatikan beberapa informasi berikut:

  1. gaji pokok;
  2. lembur;
  3. tunjangan;
  4. total pendapatan;
  5. jenis potongan;
  6. jumlah setiap potongan;
  7. gaji bersih;
  8. periode pembayaran.

Jika ada potongan yang tidak di pahami, pekerja dapat meminta penjelasan kepada bagian sumber daya manusia atau pemberi kerja.

Simpan slip gaji setiap bulan. Dokumen tersebut dapat menjadi bukti apabila suatu saat terjadi perbedaan antara gaji yang di janjikan dan gaji yang di terima.

Cara Menghindari Potongan Gaji yang Tidak Jelas

Calon TKI dapat melakukan beberapa langkah sebelum berangkat.

Pertama, baca kontrak kerja secara menyeluruh. Jangan hanya memperhatikan angka gaji.

Kedua, tanyakan fasilitas yang di berikan perusahaan, seperti tempat tinggal, makanan, transportasi, dan tunjangan.

Ketiga, minta penjelasan mengenai semua potongan yang mungkin muncul.

Keempat, simpan kontrak, slip gaji, bukti pembayaran, serta dokumen pekerjaan lainnya.

Kelima, jangan langsung menyetujui perubahan gaji atau potongan baru tanpa memahami alasannya.

Dengan langkah tersebut, pekerja dapat lebih mudah mengetahui apakah gaji yang di terima sesuai dengan kesepakatan.

Potongan gaji TKI Malaysia dapat berasal dari beberapa komponen, seperti pajak, kontribusi tertentu, akomodasi, pengembalian uang muka, ketidakhadiran, atau biaya lain yang memang memiliki dasar sesuai aturan dan perjanjian kerja.

Namun, tidak semua biaya yang di sebut oleh agen atau pemberi kerja otomatis dapat di potong dari gaji. Karena itu, calon PMI harus memeriksa kontrak kerja dan memahami perhitungan gaji bersih sebelum berangkat.

Hal yang paling penting adalah membandingkan gaji yang dijanjikan dengan gaji bersih yang benar-benar di terima. Dengan memahami seluruh potongan sejak awal, TKI Malaysia dapat membuat perencanaan keuangan dengan lebih realistis dan mengetahui apabila terdapat pengurangan penghasilan yang membutuhkan penjelasan.

Konsultasikan Biaya TKI Ke Malaysia Sekarang

Isma