Biaya Hidup TKI Di Malaysia

Adi

Updated on:

Biaya Hidup TKI Di Malaysia
Direktur Utama Jangkar Groups

Biaya hidup TKI di Malaysia menjadi salah satu hal penting yang perlu di perhitungkan oleh calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebelum berangkat bekerja. Selain mempertimbangkan gaji, calon pekerja juga perlu mengetahui berapa kebutuhan sehari-hari selama tinggal di Malaysia.

Besarnya biaya hidup setiap TKI tentu tidak sama. Pengeluaran di pengaruhi oleh kota tempat bekerja, jenis pekerjaan, fasilitas dari perusahaan, gaya hidup, serta kebutuhan pribadi. Oleh karena itu, pekerja yang mendapatkan tempat tinggal dan makanan dari pemberi kerja akan memiliki pengeluaran berbeda dibandingkan pekerja yang harus menanggung semuanya sendiri.

Memahami biaya hidup sejak awal membantu TKI membuat perencanaan keuangan yang lebih realistis. Selain itu, perhitungan tersebut dapat di gunakan untuk memperkirakan berapa banyak pendapatan yang dapat di sisihkan atau di kirimkan kepada keluarga di Indonesia.

Baca Juga : Biaya TKI Ke Malaysia Tidak Terlalu Mahal dan Tetap Terjangkau

Apa Saja yang Termasuk Biaya Hidup TKI di Malaysia?

Biaya hidup TKI di Malaysia pada dasarnya mencakup berbagai kebutuhan selama tinggal dan bekerja. Beberapa pengeluaran yang perlu di perhitungkan antara lain:

  1. tempat tinggal;
  2. makanan dan minuman;
  3. transportasi;
  4. komunikasi dan internet;
  5. kebutuhan pribadi;
  6. pakaian;
  7. kesehatan;
  8. hiburan;
  9. biaya administrasi tertentu;
  10. dana darurat.

Namun, tidak semua TKI harus membayar seluruh kebutuhan tersebut sendiri. Dalam kontrak kerja tertentu, pemberi kerja dapat menyediakan fasilitas seperti tempat tinggal, makanan, transportasi, atau fasilitas lainnya.

Karena itu, calon pekerja sebaiknya mengetahui fasilitas yang tercantum dalam kontrak sebelum menghitung kebutuhan bulanan.

Baca Juga : Rincian Biaya Penempatan TKI ke Malaysia: Apa Saja yang Harus Dibayar?

Biaya Tempat Tinggal TKI di Malaysia

Tempat tinggal dapat menjadi salah satu pengeluaran terbesar apabila tidak di sediakan oleh pemberi kerja.

Sebagian pekerja migran dapat tinggal di asrama pekerja, tempat tinggal yang di sediakan perusahaan, atau akomodasi lainnya. Jika fasilitas tersebut di sediakan, pengeluaran pribadi untuk sewa tempat tinggal dapat menjadi lebih ringan.

Namun, apabila pekerja harus mencari tempat tinggal sendiri, biaya yang di keluarkan akan bergantung pada lokasi dan jenis hunian.

Kota besar umumnya memiliki biaya akomodasi yang berbeda di bandingkan daerah dengan biaya hidup lebih rendah. Selain itu, tinggal bersama beberapa pekerja juga dapat mengurangi beban sewa per orang.

Oleh karena itu, calon TKI perlu menanyakan sejak awal apakah akomodasi termasuk fasilitas pekerjaan.

Baca Juga : Biaya Paspor, Medical Check Up, dan Dokumen TKI Malaysia

Biaya Makan TKI di Malaysia

Makanan merupakan kebutuhan rutin yang harus di masukkan dalam perencanaan keuangan.

Pengeluaran makanan sangat bergantung pada kebiasaan. Pekerja yang sering memasak sendiri biasanya dapat mengatur pengeluaran berbeda dengan pekerja yang selalu membeli makanan di luar.

Selain itu, beberapa pemberi kerja menyediakan makanan bagi pekerja. Apabila makanan sudah menjadi fasilitas kerja, pengeluaran bulanan dapat menjadi lebih ringan.

Sebaliknya, jika makanan tidak di sediakan, pekerja perlu membuat anggaran khusus untuk makan dan kebutuhan dapur.

Cara sederhana untuk mengendalikan pengeluaran adalah membuat anggaran makan harian dan menentukan batas pengeluaran bulanan.

Baca Juga : Biaya Visa dan Izin Kerja TKI Malaysia: Siapa yang Menanggung?

Biaya Transportasi

Transportasi juga perlu di perhitungkan, terutama bagi TKI yang harus bepergian dari tempat tinggal menuju tempat kerja.

Besarnya biaya bergantung pada jarak dan jenis transportasi yang di gunakan. Pekerja yang mendapatkan transportasi dari perusahaan tentu memiliki kebutuhan berbeda di bandingkan pekerja yang harus menggunakan transportasi umum atau kendaraan pribadi.

Karena itu, calon pekerja sebaiknya mengetahui lokasi tempat tinggal dan tempat kerja sebelum membuat perencanaan biaya.

Jika perusahaan menyediakan kendaraan antar-jemput, fasilitas tersebut dapat mengurangi pengeluaran transportasi sehari-hari.

Baca Juga : Biaya Agen TKI Malaysia: Berapa yang Wajar dan Apa yang Harus Dicek?

Biaya Komunikasi dan Internet

Komunikasi dengan keluarga di Indonesia menjadi kebutuhan penting bagi banyak PMI. Karena itu, biaya kartu seluler, paket internet, dan komunikasi perlu di masukkan dalam anggaran.

Pengeluaran ini biasanya dapat di sesuaikan dengan kebutuhan. Pekerja yang memiliki akses Wi-Fi di tempat tinggal mungkin tidak membutuhkan paket data dalam jumlah besar.

Namun, apabila komunikasi dengan keluarga dilakukan setiap hari melalui internet, kebutuhan paket data dapat menjadi lebih besar.

Biaya Kebutuhan Pribadi

Selain kebutuhan utama, TKI juga perlu menyediakan anggaran untuk kebutuhan pribadi. Misalnya, sabun, sampo, perlengkapan mandi, pakaian, sepatu, obat-obatan umum, dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Jumlahnya memang dapat terlihat kecil jika di hitung satu per satu. Namun, apabila di kumpulkan dalam satu bulan, pengeluaran tersebut tetap perlu di perhitungkan.

Membuat daftar kebutuhan pribadi dapat membantu pekerja menghindari pembelian yang tidak di perlukan.

Baca Juga : Biaya TKI Malaysia Sektor Perkebunan hingga Keberangkatan

Biaya Kesehatan

Kebutuhan kesehatan juga harus di perhitungkan. Pekerja sebaiknya memahami fasilitas kesehatan yang tersedia melalui perusahaan atau perlindungan yang di berikan berdasarkan ketentuan pekerjaan.

Selain itu, dana pribadi untuk kebutuhan kesehatan yang tidak terduga juga sebaiknya di siapkan.

Dengan memiliki dana cadangan, pekerja tidak harus menggunakan seluruh pendapatan bulan berjalan apabila menghadapi kebutuhan mendesak.

Biaya Hidup TKI Berdasarkan Lokasi

Biaya hidup di Malaysia tidak sama di setiap daerah. Lokasi kerja menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pengeluaran.

Pekerja yang berada di kawasan perkotaan besar dapat menghadapi harga sewa, transportasi, dan kebutuhan tertentu yang berbeda di bandingkan pekerja di wilayah lain.

Namun, biaya hidup tidak dapat di tentukan hanya berdasarkan nama kota. Fasilitas yang di berikan perusahaan juga memiliki pengaruh besar.

Sebagai contoh, dua pekerja dengan gaji yang sama dapat memiliki kemampuan menabung berbeda apabila pekerja pertama mendapatkan tempat tinggal dan makanan dari perusahaan, sedangkan pekerja kedua harus membayar kebutuhan tersebut sendiri.

Baca Juga : Biaya TKI Malaysia Sektor Manufaktur dan Pabrik

Contoh Pembagian Anggaran Bulanan TKI

Agar lebih mudah mengatur keuangan, TKI dapat membuat anggaran berdasarkan kategori.

KebutuhanAnggaran
Tempat tinggalSesuai biaya aktual/fasilitas
MakananSesuai pola konsumsi
TransportasiSesuai jarak kerja
InternetSesuai kebutuhan
Kebutuhan pribadiSesuai kebutuhan
KesehatanDana cadangan
TabunganDisesuaikan pendapatan
Kiriman keluargaSesuai kemampuan

Tabel tersebut bukan patokan nominal tetap. Setiap pekerja perlu menyesuaikan anggaran dengan gaji, fasilitas kerja, dan kondisi tempat tinggal.

Baca Juga : Biaya TKI Malaysia sebagai Pembantu Rumah Tangga: Syarat dan Pengeluaran

Apakah Gaji TKI di Malaysia Cukup untuk Biaya Hidup?

Kecukupan gaji untuk membiayai kebutuhan hidup sangat bergantung pada kondisi masing-masing pekerja.

Jangan hanya membandingkan nominal gaji dengan biaya makan. Perhitungan sebaiknya mencakup seluruh pengeluaran bulanan.

Misalnya, pekerja perlu memperhitungkan tempat tinggal, transportasi, makanan, komunikasi, kebutuhan pribadi, dan dana darurat.

Selain itu, apabila TKI memiliki kewajiban mengirim uang kepada keluarga di Indonesia, jumlah tersebut juga perlu di masukkan dalam perencanaan.

Dengan demikian, pekerja dapat mengetahui berapa pendapatan yang benar-benar tersisa setelah seluruh kebutuhan di bayar.

Baca Juga : Biaya TKI Malaysia dari Awal sampai Berangkat: Simulasi Total Pengeluaran

Cara Menghemat Biaya Hidup di Malaysia

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi pengeluaran tanpa mengabaikan kebutuhan utama.

1. Masak Sendiri Jika Memungkinkan

Memasak sendiri dapat menjadi pilihan bagi pekerja yang memiliki akses dapur. Pengeluaran bahan makanan dapat di rencanakan berdasarkan kebutuhan.

2. Manfaatkan Fasilitas Perusahaan

Jika perusahaan menyediakan tempat tinggal, makanan, atau transportasi, manfaatkan fasilitas tersebut sesuai ketentuan.

3. Buat Anggaran Bulanan

Tentukan batas pengeluaran sebelum menerima gaji. Pisahkan kebutuhan wajib dari pengeluaran tambahan.

4. Sisihkan Tabungan di Awal

Daripada menunggu sisa gaji di akhir bulan, pekerja dapat menyisihkan sebagian pendapatan sejak awal.

5. Hindari Utang Konsumtif

Pengeluaran untuk barang yang tidak terlalu di butuhkan dapat mengurangi kemampuan menabung dan mengirim uang kepada keluarga.

Baca Juga : Potongan Gaji TKI Malaysia: Biaya Apa Saja yang Bisa Mengurangi Penghasilan?

Biaya Hidup dan Kemampuan Menabung TKI

Salah satu tujuan bekerja di luar negeri adalah memperoleh penghasilan yang dapat meningkatkan kondisi ekonomi. Namun, besarnya tabungan tidak hanya di tentukan oleh gaji.

Kemampuan menabung merupakan hasil dari pendapatan di kurangi seluruh pengeluaran.

Pendapatan bersih = penghasilan − biaya hidup − kewajiban lainnya.

Karena itu, TKI dengan penghasilan lebih besar belum tentu memiliki tabungan lebih banyak jika pengeluarannya juga jauh lebih tinggi.

Sebaliknya, pekerja yang mampu mengatur pengeluaran dapat memiliki ruang lebih besar untuk menabung.

Baca Juga : Cara Menghindari Penipuan Biaya TKI Malaysia dan Agen Kerja Palsu

Persiapkan Dana Darurat

Selain biaya rutin, TKI sebaiknya memiliki dana darurat. Dana ini dapat di gunakan untuk kebutuhan tidak terduga, seperti perjalanan mendesak, kebutuhan kesehatan, atau kondisi lain yang tidak masuk dalam anggaran bulanan.

Dana darurat sebaiknya di pisahkan dari uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Dengan demikian, apabila terjadi kondisi tidak terduga, pekerja tidak harus menggunakan seluruh gaji atau meminta pinjaman.

Perhatikan Fasilitas dalam Kontrak Kerja

Sebelum berangkat ke Malaysia, calon TKI sebaiknya membaca kontrak kerja dengan teliti. Perhatikan apakah kontrak mencantumkan fasilitas seperti:

  1. tempat tinggal;
  2. makanan;
  3. transportasi;
  4. layanan kesehatan;
  5. cuti;
  6. lembur;
  7. gaji dan potongan;
  8. durasi kontrak.

Informasi tersebut penting karena fasilitas dari pemberi kerja dapat memengaruhi besarnya biaya hidup yang harus di tanggung secara pribadi.

Biaya hidup TKI di Malaysia bergantung pada banyak faktor, mulai dari lokasi kerja, tempat tinggal, pola makan, transportasi, kebutuhan pribadi, hingga fasilitas yang diberikan pemberi kerja.

Karena itu, calon PMI sebaiknya tidak hanya melihat nominal gaji ketika mempertimbangkan pekerjaan di Malaysia. Perhitungan juga perlu mencakup seluruh biaya hidup dan kewajiban keuangan selama bekerja.

Jika tempat tinggal, makanan, atau transportasi disediakan oleh perusahaan, sebagian pengeluaran bulanan dapat menjadi lebih ringan. Sebaliknya, apabila semua kebutuhan harus ditanggung sendiri, calon pekerja perlu menyiapkan anggaran yang lebih besar.

Dengan membuat perencanaan keuangan sejak sebelum keberangkatan, TKI dapat mengatur penghasilan dengan lebih baik, memenuhi kebutuhan sehari-hari, menyiapkan dana darurat, sekaligus merencanakan tabungan dan pengiriman uang kepada keluarga di Indonesia.

Konsultasikan Biaya TKI Ke Malaysia Sekarang

Adi

penulis adalah ahli di bidang pengurusan jasa pembuatan visa dan paspor dari tahun 2000 dan sudah memiliki beberapa sertifikasi khusus untuk layanan jasa visa dan paspor