Korea Selatan memiliki beberapa jenis visa kerja bagi tenaga kerja asing. Dua kategori yang sering menimbulkan pertanyaan adalah Visa E8 dan E9 Korea. Keduanya sama-sama berkaitan dengan pekerjaan bagi tenaga kerja asing nonprofesional. Namun, tujuan, sektor pekerjaan, sistem perekrutan, serta masa tinggal keduanya tidak sama.
Karena itu, calon pekerja Indonesia perlu memahami perbedaan Visa E8 dan E9 Korea sebelum memilih jalur kerja. Jangan sampai calon pekerja mengikuti proses yang tidak sesuai dengan jenis pekerjaan atau program yang tersedia.
Secara umum, E8 berkaitan dengan pekerja musiman atau seasonal worker, terutama untuk sektor pertanian dan perikanan. Sementara itu, E9 merupakan Non-Professional Employment yang berjalan melalui Employment Permit System atau EPS. Pemerintah Korea menggunakan sistem tersebut untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja asing pada sektor tertentu seperti manufaktur, konstruksi, pertanian, peternakan, perikanan, dan beberapa sektor jasa.
Lalu, apa saja perbedaan Visa E8 dan E9 Korea? Berikut penjelasan lengkapnya.
Baca juga : Jasa Pengurusan Visa E8 Korea Panduan Lengkap
Apa Itu Visa E8 Korea?
Visa E8 Korea merupakan status tinggal bagi pekerja musiman atau seasonal worker. Program ini bertujuan membantu daerah pertanian dan perikanan Korea yang mengalami kekurangan tenaga kerja pada periode tertentu.
Kebutuhan tersebut biasanya muncul ketika aktivitas pertanian memasuki masa tanam atau panen. Selain itu, sektor perikanan juga dapat membutuhkan tambahan tenaga kerja pada periode tertentu.
Dengan demikian, E8 memiliki karakter yang cukup berbeda dari E9. Program E8 lebih menekankan pekerjaan yang bersifat musiman dan berlangsung dalam periode tertentu.
Kementerian Kehakiman Korea menjelaskan bahwa Seasonal Worker Program memungkinkan perekrutan tenaga kerja asing secara legal untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja pada musim sibuk pertanian dan perikanan. Pemerintah Korea juga menetapkan alokasi pekerja melalui pemerintah daerah yang mengajukan program tersebut.
Selain itu, program E8 tidak berjalan seperti sistem rekrutmen E9 yang berpusat pada Employment Permit System. Pemerintah daerah Korea memiliki peran penting dalam program pekerja musiman.
Baca juga : Pengajuan Visa E8 Korea Panduan Lengkap
Apa Itu Visa E9 Korea?
Visa E9 merupakan visa atau status tinggal untuk pekerjaan nonprofesional. Jalurnya berkaitan erat dengan Employment Permit System atau EPS.
Melalui EPS, perusahaan Korea yang mengalami kekurangan tenaga kerja lokal dapat merekrut pekerja asing sesuai ketentuan pemerintah. Karena itu, proses E9 memiliki tahapan khusus yang melibatkan sistem ketenagakerjaan Korea dan lembaga terkait di negara asal pekerja.
Menurut informasi EPS Korea, proses calon pekerja E9 antara lain mencakup persiapan dan pelaksanaan ujian bahasa Korea, proses pencarian kerja, kontrak kerja, pengurusan visa, pelatihan sebelum keberangkatan, hingga masuk ke Korea.
Sektor E9 juga lebih luas. Pemerintah Korea mencantumkan manufaktur, konstruksi, pertanian, peternakan, perikanan, serta sejumlah bidang jasa sebagai sektor yang dapat menggunakan tenaga kerja E9 sesuai kebijakan yang berlaku.
Baca juga : Apa Itu Visa E8 Korea?
Perbedaan Visa E8 dan E9 Korea Secara Singkat

Agar lebih mudah memahami perbedaannya, berikut gambaran umum kedua jenis visa tersebut:
| Aspek | Visa E8 Korea | Visa E9 Korea |
|---|---|---|
| Nama umum | Seasonal Work | Non-Professional Employment |
| Tujuan | Pekerjaan musiman | Pekerjaan nonprofesional |
| Sektor utama | Pertanian dan perikanan | Manufaktur, konstruksi, pertanian, peternakan, perikanan, jasa tertentu |
| Karakter pekerjaan | Musiman | Lebih berkelanjutan |
| Sistem utama | Seasonal Worker Program | Employment Permit System atau EPS |
| Peran pemerintah daerah | Sangat penting | Tidak menjadi pusat utama proses |
| Masa tinggal | Mengikuti ketentuan program E8 yang berlaku | Dapat mencapai beberapa tahun sesuai ketentuan E9 |
| Proses calon pekerja | Mengikuti program seasonal worker | Mengikuti mekanisme EPS |
| Sasaran kebutuhan | Kekurangan tenaga kerja pada musim tertentu | Kekurangan tenaga kerja nonprofesional secara lebih berkelanjutan |
Perlu perhatian khusus pada masa tinggal. Panduan imigrasi Korea yang lebih lama mencantumkan E8 dengan masa tinggal lima bulan tanpa perpanjangan, sedangkan informasi program resmi Korea yang lebih baru menjelaskan bahwa program seasonal worker dapat memberikan izin kerja hingga delapan bulan untuk kondisi tertentu. Karena kebijakan E8 dapat berubah sesuai program dan periode, calon pekerja perlu memeriksa ketentuan terbaru sebelum mengajukan visa.
Baca juga : Syarat Visa E8 Korea untuk WNI
1. Perbedaan Tujuan Visa E8 dan E9
Perbedaan pertama terletak pada tujuan utama.
E8 hadir untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja pada periode musiman. Misalnya, suatu daerah membutuhkan banyak pekerja ketika memasuki musim panen. Setelah periode kebutuhan tersebut selesai, kebutuhan tenaga kerja juga dapat berkurang.
Sebaliknya, E9 bertujuan memenuhi kebutuhan tenaga kerja asing untuk pekerjaan nonprofesional melalui sistem ketenagakerjaan yang lebih terstruktur.
Jadi, calon pekerja yang mencari pekerjaan jangka lebih panjang perlu memahami bahwa E8 dan E9 memiliki konsep yang berbeda.
2. Perbedaan Sektor Pekerjaan
E8 memiliki fokus yang lebih sempit. Sektor utamanya mencakup pertanian dan perikanan, termasuk pekerjaan yang berkaitan dengan budidaya, panen, serta pengolahan hasil perikanan tertentu.
Sementara itu, E9 memiliki cakupan pekerjaan yang lebih luas.
Sektor E9 dapat mencakup:
- Manufaktur
- Konstruksi
- Pertanian
- Peternakan
- Perikanan
- Kehutanan atau bidang lain sesuai kebijakan
- Sektor jasa tertentu sesuai ketentuan pemerintah Korea
Karena itu, jangan menganggap semua pekerjaan di Korea menggunakan E8. Sebaliknya, jangan pula menganggap semua pekerjaan nonprofesional otomatis masuk E9.
Jenis pekerjaan, perusahaan, kebutuhan tenaga kerja, serta jalur perekrutan menentukan kategori yang sesuai.
Baca juga : Cara Mengajukan Visa E8 Korea dari Indonesia
3. Perbedaan Sistem Perekrutan
Pada E8, pemerintah daerah Korea memiliki peran penting. Pemerintah daerah mengajukan kebutuhan pekerja musiman, kemudian pemerintah pusat menentukan alokasi sesuai mekanisme yang berlaku. Setelah itu, pemerintah daerah menjalankan proses seleksi dan administrasi bersama lembaga imigrasi.
Sementara itu, E9 berjalan melalui EPS.
Dalam jalur E9, calon pekerja perlu mengikuti tahapan yang telah ditentukan. Salah satu tahapan penting ialah kemampuan bahasa Korea. EPS Korea menjelaskan proses yang mencakup persiapan ujian bahasa Korea, pendaftaran, seleksi, kontrak kerja, pengurusan visa, pelatihan, dan keberangkatan.
Oleh sebab itu, calon pekerja sebaiknya tidak hanya mencari informasi tentang visa. Calon pekerja juga perlu memahami sistem perekrutan yang berada di belakang visa tersebut.
Baca juga : Dokumen Visa E8 Korea yang Harus Disiapkan
4. Perbedaan Masa Tinggal
Masa tinggal menjadi salah satu hal yang paling penting.
E8 memiliki karakter musiman sehingga masa kerja mengikuti kebutuhan program. Informasi resmi Korea menyebut program seasonal worker dapat memberikan izin kerja hingga delapan bulan dalam skema tertentu.
Sementara itu, E9 memiliki masa kerja yang lebih panjang. Panduan resmi EPS mencantumkan masa kerja tiga tahun sebagai ketentuan dasar, dengan kemungkinan reemployment sesuai aturan yang berlaku.
Karena itu, calon pekerja perlu melihat tujuan keberangkatan. Jika seseorang mencari pekerjaan yang memang berkaitan dengan musim pertanian atau perikanan, E8 dapat menjadi kategori yang relevan. Namun, jika targetnya pekerjaan nonprofesional melalui EPS, E9 memiliki jalur yang berbeda.
Baca juga : Biaya Visa E8 Korea untuk WNI
5. Perbedaan Proses Pengajuan
Proses E8 dan E9 juga tidak sama.
Untuk E8, proses dapat dimulai dari pemerintah daerah Korea yang mengajukan kebutuhan pekerja musiman. Setelah alokasi tersedia, proses seleksi, konfirmasi penerbitan visa, pengajuan visa, dan keberangkatan dapat berjalan sesuai program.
Sementara itu, E9 memiliki tahapan EPS.
Secara umum, calon pekerja perlu:
- Mempelajari persyaratan program.
- Mempersiapkan kemampuan bahasa Korea.
- Mengikuti ujian yang menjadi bagian dari proses EPS.
- Menunggu proses seleksi atau pencarian kerja sesuai mekanisme.
- Memperoleh kontrak kerja.
- Menjalani tahapan administrasi dan pemeriksaan yang berlaku.
- Mengurus visa E9.
- Mengikuti pelatihan sebelum keberangkatan.
- Masuk ke Korea sesuai prosedur.
EPS Korea juga menjelaskan bahwa calon pekerja E9 perlu memperoleh kontrak kerja dan menjalani pelatihan sebelum keberangkatan.
Baca juga : Berapa Lama Proses Visa E8 Korea?
6. Apakah E8 dan E9 Sama-Sama Bisa untuk WNI?
Pada prinsipnya, warga negara Indonesia dapat mengikuti jalur tenaga kerja Korea apabila memenuhi ketentuan program yang berlaku.
Namun, kesempatan mengikuti E8 tidak otomatis berarti setiap WNI dapat langsung mengajukan E8 secara mandiri. Program seasonal worker memiliki mekanisme khusus, termasuk peran pemerintah daerah Korea dan ketentuan peserta sesuai program.
Untuk E9, Indonesia termasuk negara yang memiliki hubungan pengiriman tenaga kerja melalui mekanisme EPS. Karena itu, calon pekerja Indonesia perlu mengikuti prosedur resmi yang berlaku untuk program tersebut.
Penting untuk memahami bahwa visa bukan sekadar dokumen perjalanan. Visa kerja berkaitan dengan status tinggal, jenis pekerjaan, pemberi kerja, serta aturan ketenagakerjaan.
Baca juga : Pekerjaan Apa Saja yang Bisa Menggunakan Visa E8 Korea?
7. Perbedaan E8 dan E9 dalam Hal Pemberi Kerja
E8 memiliki hubungan erat dengan program seasonal worker pada daerah tertentu. Artinya, pekerjaan calon pekerja berkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja yang muncul pada daerah dan periode tertentu.
Sementara itu, E9 berjalan melalui mekanisme employment permit. Perusahaan Korea yang memenuhi persyaratan dapat menggunakan sistem tersebut untuk merekrut pekerja asing.
Karena itu, calon pekerja tidak seharusnya menganggap bahwa pemegang E8 atau E9 bebas berpindah pekerjaan tanpa batas.
Aturan perpindahan tempat kerja memiliki ketentuan tersendiri. Pada E9, EPS Korea menjelaskan adanya pembatasan terkait perubahan tempat kerja.
8. Apakah E8 Bisa Berubah Menjadi E9?
E8 dan E9 merupakan dua status dengan dasar program yang berbeda. Karena itu, calon pekerja tidak boleh menganggap bahwa seseorang yang sudah masuk Korea menggunakan E8 otomatis dapat mengganti status menjadi E9.
Perubahan status tinggal bergantung pada aturan imigrasi Korea, persyaratan program, kondisi pemohon, serta kebijakan yang berlaku pada saat pengajuan.
Karena itu, apabila seseorang sudah berada di Korea menggunakan E8 dan ingin memperoleh pekerjaan dengan sistem E9, sebaiknya jangan mengambil keputusan sendiri. Periksa terlebih dahulu apakah perubahan status tersebut memang memungkinkan menurut aturan imigrasi.
9. Apakah E9 Bisa Menjadi Jalur ke Status Kerja Terampil?
E9 memiliki hubungan dengan salah satu jalur perubahan status menuju E-7-4 bagi pekerja tertentu yang memenuhi persyaratan.
Kementerian Kehakiman Korea menjelaskan bahwa pekerja asing yang telah bekerja secara legal selama periode tertentu menggunakan E9, E10, atau H-2 dapat mengajukan perubahan menuju E-7-4 apabila memenuhi persyaratan sistem poin dan ketentuan lain.
Namun, hal tersebut bukan berarti setiap pemegang E9 otomatis memperoleh E-7-4. Calon pemohon tetap perlu memenuhi persyaratan yang berlaku.
Informasi ini penting bagi calon pekerja yang memiliki rencana kerja jangka panjang di Korea. Dengan memahami jalur sejak awal, calon pekerja dapat menyiapkan dokumen dan persyaratan secara lebih terarah.
Baca juga : Apakah Visa E8 Korea Bisa Diperpanjang?
10. Mana yang Sesuai untuk Calon Pekerja?
Pertanyaan yang lebih tepat bukan sekadar “E8 atau E9 lebih bagus?”. Yang lebih penting ialah mencocokkan jenis visa dengan tujuan kerja.
E8 lebih berkaitan dengan:
- Pekerjaan pertanian musiman.
- Pekerjaan perikanan musiman.
- Kebutuhan tenaga kerja pada periode tertentu.
- Program yang melibatkan pemerintah daerah Korea.
- Masa kerja sesuai ketentuan seasonal worker.
Sedangkan E9 lebih berkaitan dengan:
- Pekerjaan nonprofesional.
- Sistem EPS.
- Manufaktur.
- Konstruksi.
- Pertanian dan peternakan.
- Perikanan.
- Beberapa bidang jasa.
- Rencana kerja yang mengikuti sistem ketenagakerjaan E9.
Dengan demikian, calon pekerja perlu melihat jenis pekerjaan, durasi kerja, jalur perekrutan, pemberi kerja, serta persyaratan yang berlaku.
11. Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengurus Visa Korea
Sebelum mengurus visa E8 atau E9, jangan hanya mempertimbangkan informasi dari agen atau media sosial.
- pastikan jenis pekerjaan sesuai dengan status tinggal.
- periksa siapa pihak yang memiliki kewenangan dalam proses perekrutan.
- pahami kontrak kerja sebelum menyetujuinya.
- periksa masa berlaku paspor dan dokumen pribadi.
- pahami biaya yang muncul selama proses.
Selain itu, hindari tawaran yang menjanjikan keberangkatan E8 atau E9 secara instan tanpa proses resmi. Jalur kerja Korea memiliki prosedur dan persyaratan tertentu. EPS sendiri menjelaskan tahapan resmi mulai dari persiapan bahasa, kontrak kerja, proses visa, pelatihan, sampai keberangkatan.
Perbedaan Visa E8 dan E9 Korea
Perbedaan Visa E8 dan E9 Korea terutama terlihat pada tujuan program, sektor pekerjaan, sistem perekrutan, serta durasi kerja.
E8 berkaitan dengan Seasonal Worker Program, terutama untuk kebutuhan tenaga kerja musiman pada sektor pertanian dan perikanan. Sementara itu, E9 merupakan Non-Professional Employment yang berkaitan dengan Employment Permit System atau EPS dan memiliki cakupan sektor pekerjaan yang lebih luas.
Selain itu, E8 dan E9 memiliki proses perekrutan yang berbeda. E8 sangat berkaitan dengan program pemerintah daerah Korea, sedangkan E9 mengikuti mekanisme EPS.
Karena aturan imigrasi dan ketenagakerjaan Korea dapat mengalami perubahan, calon pekerja sebaiknya memeriksa persyaratan terbaru sebelum mengambil langkah. Terlebih lagi, masa tinggal, kuota, sektor pekerjaan, serta mekanisme program dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah Korea.
Konsultasikan Pengurusan Visa Korea Anda Sekarang