Pekerjaan Apa Saja yang Bisa Menggunakan Visa E8 Korea?

Santsanisy

Updated on:

Pekerjaan Apa Saja yang Bisa Menggunakan Visa E8 Korea
Direktur Utama Jangkar Groups

Banyak calon pekerja Indonesia tertarik mencari peluang kerja Korea Selatan karena negara tersebut memiliki kebutuhan tenaga kerja pada sektor tertentu. Namun, setiap jenis visa kerja Korea mempunyai fungsi dan ruang lingkup pekerjaan masing-masing. Karena itu, calon pekerja perlu memahami jenis visa sebelum mencari lowongan atau menyiapkan dokumen.

Salah satu jenis visa yang sering muncul dalam pembahasan kerja musiman adalah Visa E-8 Korea. Lalu, pekerjaan apa saja yang bisa menggunakan Visa E-8 Korea? Apakah visa ini hanya untuk pekerjaan pertanian? Bagaimana dengan perikanan? Berapa lama pekerja dapat bekerja menggunakan visa tersebut?

Artikel ini membahas fungsi Visa E-8, jenis pekerjaan yang masuk dalam cakupannya, contoh aktivitas kerja, batasan pekerjaan, serta hal penting yang perlu calon pekerja pahami sebelum mengurus visa.

Baca juga : Jasa Pengurusan Visa E8 Korea Panduan Lengkap

Apa Itu Pengertian Visa E-8 Korea?

Apa Itu Pengertian Visa E-8 Korea

Visa E-8 merupakan status tinggal untuk pekerja musiman atau seasonal worker di Korea Selatan. Program ini membantu sektor pertanian dan perikanan memperoleh tenaga kerja ketika kebutuhan tenaga kerja meningkat pada periode tertentu.

Kementerian Kehakiman Korea Selatan menjelaskan bahwa program pekerja musiman bertujuan mengatasi kekurangan tenaga kerja pada sektor pertanian dan perikanan yang membutuhkan banyak tenaga dalam waktu tertentu. Program tersebut memungkinkan tenaga kerja asing bekerja secara legal untuk periode tertentu sesuai ketentuan program.

Dengan demikian, Visa E-8 mempunyai karakter berbeda dari visa kerja E-9. E-9 mencakup beberapa sektor seperti manufaktur, konstruksi, pertanian, perikanan, dan jasa. Sementara itu, E-8 fokus pada pekerjaan musiman, terutama aktivitas pertanian dan perikanan tertentu.

Selain itu, pemerintah Korea terus mengembangkan program pekerja musiman karena kebutuhan tenaga kerja pada sektor pertanian dan perikanan cukup besar. Pada 2026, pemerintah Korea bahkan menetapkan total alokasi pekerja musiman sebanyak 117.113 orang setelah tambahan alokasi 16.915 orang untuk semester kedua. Dari jumlah tambahan tersebut, 11.070 orang masuk sektor pertanian dan 3.856 orang masuk sektor perikanan.

Baca juga : Pengajuan Visa E8 Korea Panduan Lengkap

1. Pekerjaan Pertanian

Pekerjaan pertanian menjadi salah satu bidang utama yang dapat menggunakan Visa E-8 Korea. Secara umum, pekerjaan ini berkaitan dengan aktivitas budidaya tanaman, pemeliharaan tanaman, sampai proses panen.

Karena sifatnya musiman, kebutuhan tenaga kerja dapat meningkat ketika petani memasuki masa tanam atau panen. Oleh sebab itu, pekerja asing dapat membantu aktivitas yang membutuhkan banyak tenaga dalam waktu relatif singkat.

Contoh pekerjaan pertanian antara lain:

  1. Menanam tanaman.
  2. Merawat tanaman.
  3. Membersihkan area pertanian.
  4. Memindahkan hasil pertanian.
  5. Memanen tanaman.
  6. Menyortir hasil panen.
  7. Mengemas hasil pertanian sesuai kebutuhan pekerjaan.
  8. Membantu pekerjaan pada perkebunan tertentu.
  9. Membantu aktivitas produksi pertanian yang berkaitan langsung dengan masa panen.

Namun, calon pekerja perlu memahami bahwa jenis tanaman dan aktivitas kerja dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah lain. Pemerintah daerah Korea mempunyai kebutuhan tenaga kerja yang berbeda sesuai karakter pertanian setempat.

Karena itu, jangan hanya melihat nama pekerjaan seperti “farm worker”. Calon pekerja sebaiknya mengetahui jenis tanaman, lokasi kerja, periode kerja, jam kerja, upah, tempat tinggal, serta isi kontrak sebelum mengambil keputusan.

Baca juga : Apa Itu Visa E8 Korea?

2. Pekerjaan pada Masa Panen

Selain kegiatan budidaya, Visa E-8 juga relevan dengan pekerjaan yang membutuhkan tenaga tambahan ketika masa panen tiba.

Masa panen biasanya membutuhkan banyak pekerja dalam waktu singkat. Sebagai contoh, aktivitas pemetikan buah dapat membutuhkan tenaga lebih banyak ketika hasil panen mencapai waktu yang tepat.

Beberapa contoh pekerjaan pada masa panen meliputi:

  1. Memetik buah.
  2. Mengumpulkan hasil panen.
  3. Membawa hasil panen dari area produksi.
  4. Memilah hasil panen.
  5. Membersihkan hasil pertanian.
  6. Mengemas hasil pertanian.
  7. Membantu persiapan area kerja sebelum panen.
  8. Membantu proses setelah panen yang masih berkaitan dengan kegiatan pertanian.

Kementerian Kehakiman Korea secara khusus menjelaskan bahwa E-8 mencakup kegiatan penanaman dan panen tanaman pertanian serta pekerjaan pengolahan awal hasil perikanan.

Jadi, calon pekerja tidak sebaiknya menganggap E-8 sebagai visa untuk semua jenis pekerjaan umum. Ruang lingkupnya tetap mengikuti kegiatan yang pemerintah Korea masukkan dalam program pekerja musiman.

Baca juga : Syarat Visa E8 Korea untuk WNI

3. Pekerjaan Perikanan

Selain pertanian, sektor perikanan juga termasuk dalam cakupan program pekerja musiman Korea.

Sektor perikanan memiliki periode tertentu ketika kebutuhan tenaga kerja meningkat. Kondisi tersebut dapat muncul karena musim penangkapan, pengumpulan hasil laut, atau aktivitas pengolahan hasil perikanan.

Untuk E-8, pemerintah Korea memasukkan aktivitas pengolahan awal hasil perikanan sebagai salah satu kategori pekerjaan.

Contoh aktivitas yang dapat berkaitan dengan bidang ini antara lain:

  1. Menangani hasil laut setelah proses penangkapan.
  2. Membersihkan hasil perikanan.
  3. Memilah hasil perikanan.
  4. Membantu pengemasan hasil perikanan.
  5. Membantu proses pengolahan awal hasil laut.
  6. Membantu pekerjaan musiman pada fasilitas yang berkaitan dengan hasil perikanan.

Namun, calon pekerja harus membedakan pekerjaan perikanan dalam program E-8 dengan pekerjaan sebagai awak kapal atau pelaut.

Korea Selatan mempunyai Visa E-10 untuk pekerjaan sebagai pelaut, termasuk awak kapal domestik, awak kapal penangkap ikan, serta pekerja pada kapal penumpang tertentu. Karena itu, seseorang yang ingin bekerja sebagai awak kapal tidak otomatis masuk kategori E-8.

Baca juga : Cara Mengajukan Visa E8 Korea dari Indonesia

4. Pengolahan Awal Hasil Perikanan

Bidang lain yang perlu calon pekerja pahami adalah pengolahan awal hasil perikanan.

Aktivitas ini berbeda dari pekerjaan pada pabrik manufaktur umum. E-8 memiliki hubungan dengan pengolahan awal hasil perikanan dalam konteks program pekerja musiman.

Misalnya, pekerja dapat membantu aktivitas yang berkaitan dengan:

  1. Membersihkan hasil laut.
  2. Memilah hasil tangkapan.
  3. Menangani hasil perikanan.
  4. Menyiapkan hasil laut untuk tahap berikutnya.
  5. Mengemas produk hasil perikanan pada tahap awal.

Walaupun terlihat sederhana, calon pekerja tetap perlu memastikan jenis pekerjaan yang tercantum dalam kontrak kerja. Jangan menganggap seluruh pekerjaan pada perusahaan pengolahan makanan atau pabrik makanan otomatis masuk kategori E-8.

Jika aktivitas utama perusahaan ternyata masuk sektor manufaktur umum, maka calon pekerja perlu melihat jenis status tinggal lain yang sesuai.

Baca juga : Dokumen Visa E8 Korea yang Harus Disiapkan

5. Pekerjaan Musiman pada Perkebunan dan Pertanian Tertentu

Pekerjaan pada perkebunan tertentu juga dapat masuk dalam kebutuhan pekerja musiman apabila kegiatan tersebut masuk dalam program dan alokasi pemerintah daerah Korea.

Misalnya, daerah tertentu membutuhkan tenaga tambahan ketika tanaman mencapai masa panen. Sementara itu, daerah lain mungkin mempunyai kebutuhan tenaga kerja pada masa tanam atau pemeliharaan tanaman.

Oleh karena itu, jenis pekerjaan E-8 tidak selalu sama sepanjang tahun.

Kebutuhan tenaga kerja dapat berubah mengikuti:

  1. Musim.
  2. Jenis tanaman.
  3. Kondisi pertanian daerah.
  4. Jadwal tanam.
  5. Jadwal panen.
  6. Jumlah produksi.
  7. Kebutuhan tenaga kerja lokal.
  8. Kebijakan pemerintah daerah.

Dengan kata lain, seseorang yang mencari pekerjaan melalui Visa E-8 perlu melihat program yang tersedia pada periode keberangkatan, bukan hanya mengandalkan informasi dari pengalaman pekerja pada tahun sebelumnya.

Baca juga : Biaya Visa E8 Korea untuk WNI

6. Apakah E-8 Bisa untuk Pekerjaan Pabrik?

Pertanyaan ini cukup penting karena banyak calon pekerja mengira semua pekerjaan sederhana di Korea dapat menggunakan E-8.

Jawabannya, tidak semua pekerjaan pabrik masuk kategori E-8.

Kementerian Kehakiman Korea membedakan E-8 dari E-9. E-9 mencakup pekerjaan nonprofesional pada beberapa sektor, termasuk manufaktur, konstruksi, pertanian, perikanan, dan jasa sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, E-8 mempunyai fokus pada pekerjaan musiman pertanian dan perikanan.

Karena itu, seseorang yang ingin bekerja pada pabrik elektronik, pabrik otomotif, pabrik makanan, pabrik plastik, atau sektor manufaktur umum perlu melihat kategori visa yang sesuai.

Jangan memilih E-8 hanya karena pekerjaan tersebut tidak membutuhkan keahlian tinggi. Jenis pekerjaan dan status tinggal harus memiliki kesesuaian.

Baca juga : Berapa Lama Proses Visa E8 Korea?

7. Apakah E-8 Bisa untuk Konstruksi?

Secara umum, pekerjaan konstruksi bukan fokus utama Visa E-8.

Konstruksi masuk dalam cakupan sektor E-9 sesuai ketentuan pekerja nonprofesional. Karena itu, calon pekerja yang mendapat tawaran kerja konstruksi perlu memeriksa jenis visa yang tercantum dalam proses perekrutan.

Hal ini penting karena setiap visa mempunyai aturan mengenai jenis aktivitas kerja yang boleh seseorang jalankan.

Jika seseorang menggunakan status E-8, lalu bekerja pada bidang yang tidak sesuai dengan cakupan status tersebut, kondisi itu dapat menimbulkan persoalan imigrasi dan ketenagakerjaan.

8. Apakah E-8 Bisa untuk Restoran atau Hotel?

Restoran, hotel, minimarket, jasa kebersihan umum, dan pekerjaan jasa lainnya tidak otomatis masuk cakupan Visa E-8.

E-8 bukan visa kerja umum untuk semua jenis pekerjaan di Korea. Fokus utama program ini tetap pada kebutuhan musiman sektor pertanian dan perikanan.

Oleh sebab itu, calon pekerja perlu berhati-hati apabila menemukan iklan yang menawarkan “Visa E-8 Korea untuk kerja restoran” atau “Visa E-8 untuk kerja pabrik” tanpa penjelasan mengenai program resmi dan jenis pekerjaannya.

Sebelum membayar biaya apa pun, calon pekerja sebaiknya meminta informasi mengenai:

  1. Nama pemberi kerja.
  2. Nama pemerintah daerah atau program yang menaungi perekrutan.
  3. Jenis pekerjaan.
  4. Lokasi pekerjaan.
  5. Masa kontrak.
  6. Besaran upah.
  7. Jam kerja.
  8. Tempat tinggal.
  9. Biaya perekrutan.
  10. Prosedur pengajuan visa.

Langkah tersebut membantu calon pekerja mengurangi risiko mengikuti tawaran kerja yang tidak sesuai.

Baca juga : Perbedaan Visa E8 dan E9 Korea

9. Berapa Lama Masa Kerja Visa E-8?

Masa tinggal E-8 mengalami perkembangan dalam kebijakan Korea.

Sumber resmi Kementerian Kehakiman Korea saat ini menjelaskan bahwa program pekerja musiman dapat memberikan kesempatan kerja sampai maksimal 8 bulan, tergantung ketentuan program yang berlaku.

Sementara itu, dokumen pemerintah sebelumnya menjelaskan E-8-1 dengan masa tinggal 150 hari atau sekitar 5 bulan. Karena kebijakan dapat berubah, calon pekerja perlu memeriksa ketentuan terbaru sesuai jenis E-8 dan program daerah yang berlaku pada saat pengajuan.

Jadi, informasi lama mengenai “E-8 hanya 5 bulan” belum tentu menggambarkan seluruh ketentuan program terbaru.

10. Siapa yang Mengatur Program Pekerja E-8?

Program pekerja musiman bukan sekadar proses antara pekerja dan perusahaan.

Pemerintah daerah Korea mempunyai peran penting dalam program tersebut. Pemerintah daerah yang membutuhkan pekerja musiman mengajukan kebutuhan tenaga kerja. Selanjutnya, proses alokasi melibatkan lembaga pemerintah terkait.

Secara umum, prosesnya mencakup:

  1. Pemerintah daerah mengajukan kebutuhan.
  2. Pihak imigrasi melakukan pemeriksaan awal.
  3. Pemerintah menetapkan alokasi.
  4. Pemerintah daerah mengurus dokumen terkait penerbitan izin visa.
  5. Calon pekerja mengajukan visa melalui perwakilan Korea.
  6. Calon pekerja masuk Korea sesuai ketentuan.

Kementerian Kehakiman Korea menjelaskan alur tersebut dalam program pekerja musiman resmi.

Karena itu, proses E-8 mempunyai struktur yang berbeda dari pencarian kerja biasa.

Baca juga : Apakah Visa E8 Korea Bisa Diperpanjang?

11. Hal yang Perlu Diperhatikan Calon Pekerja Indonesia

Jika Anda tertarik bekerja menggunakan Visa E-8 Korea, jangan hanya fokus pada nominal gaji.

  1. pastikan jenis pekerjaan memang masuk program E-8.
  2. cek kontrak kerja secara teliti. Perhatikan upah, jam kerja, masa kerja, tempat tinggal, biaya makan, transportasi, dan ketentuan lainnya.
  3. pahami lokasi kerja. Korea mempunyai banyak wilayah pertanian dan perikanan. Kondisi lingkungan kerja setiap daerah dapat berbeda.
  4. siapkan dokumen sesuai ketentuan terbaru.
  5. hindari pembayaran kepada pihak yang tidak dapat menjelaskan sumber program dan prosedur secara jelas.
  6. calon pekerja perlu memahami bahwa Visa E-8 bukan tiket bebas untuk berpindah pekerjaan. Status tinggal mempunyai batasan tertentu, sehingga pekerja perlu mengikuti ketentuan program dan kontrak yang berlaku.

12. Perbedaan E-8 dengan E-9 Secara Singkat

Agar tidak keliru, berikut gambaran sederhananya:

AspekVisa E-8Visa E-9
Fokus utamaPekerjaan musimanPekerjaan nonprofesional
PertanianYa, pada program musimanYa, sesuai sektor
PerikananYa, pada program musimanYa, sesuai sektor
ManufakturBukan fokus utamaYa
KonstruksiBukan fokus utamaYa
JasaBukan fokus utamaAda sektor tertentu
Sifat pekerjaanMusimanDapat bersifat lebih berkelanjutan
DurasiMengikuti aturan program E-8Mengikuti aturan E-9

Tabel tersebut hanya memberikan gambaran umum. Detail kelayakan tetap bergantung pada jenis status tinggal, program, kewarganegaraan, pemberi kerja, pemerintah daerah, dan ketentuan Korea yang berlaku saat pengajuan.

pekerjaan apa saja yang bisa menggunakan Visa E-8 Korea?

Jadi, pekerjaan apa saja yang bisa menggunakan Visa E-8 Korea? Secara umum, E-8 berfokus pada pekerjaan musiman dalam sektor pertanian dan perikanan. Bidangnya dapat mencakup penanaman, pemeliharaan, panen tanaman, serta pengolahan awal hasil perikanan sesuai program yang berlaku.

Sebaliknya, calon pekerja tidak sebaiknya menganggap E-8 sebagai visa umum untuk bekerja pada pabrik, restoran, hotel, konstruksi, atau bidang jasa lainnya.

Selain itu, kebijakan E-8 dapat mengalami perubahan. Pada 2026, pemerintah Korea memperluas skala program pekerja musiman dan menetapkan total alokasi hingga 117.113 orang. Karena itu, calon pekerja sebaiknya menggunakan informasi terbaru ketika mulai menyiapkan proses keberangkatan.

Konsultasikan Pengurusan Visa Korea Anda Sekarang

Santsanisy