Industri perikanan menyediakan berbagai peluang kerja bagi masyarakat yang ingin berkarier di sektor kelautan, budidaya, dan pengolahan hasil laut. Jenis pekerjaan perikanan tidak hanya terbatas pada nelayan yang menangkap ikan di laut, tetapi juga mencakup anak buah kapal (ABK), pekerja pengolahan ikan, operator mesin, hingga petugas pengendalian kualitas.
Setiap posisi memiliki tugas, keterampilan, dan lingkungan kerja yang berbeda. Oleh karena itu, calon pekerja perlu memahami karakteristik masing-masing pekerjaan sebelum memilih jalur karier yang sesuai.
Selain peluang kerja di dalam negeri, sejumlah perusahaan perikanan di luar negeri juga merekrut tenaga kerja sesuai kebutuhan dan peraturan setempat. Namun, ketersediaan lowongan, persyaratan, serta izin kerja bergantung pada negara dan perusahaan yang membuka perekrutan.
1. Nelayan
Nelayan merupakan pekerja yang melakukan kegiatan penangkapan ikan dan hasil laut lainnya. Mereka dapat bekerja menggunakan perahu kecil, kapal penangkap ikan, atau kapal dengan peralatan penangkapan yang lebih modern.
Dalam kegiatan operasionalnya, nelayan menjalankan berbagai tugas sesuai metode penangkapan dan jenis kapal yang digunakan.
Tugas Nelayan
Berikut beberapa tugas yang umum dilakukan nelayan:
- Menyiapkan perahu, kapal, jaring, tali, dan alat penangkapan ikan.
- Memeriksa kesiapan peralatan sebelum melaut.
- Menentukan lokasi penangkapan berdasarkan arahan, informasi, dan kondisi operasional.
- Melakukan kegiatan penangkapan sesuai metode yang digunakan.
- Menangani dan menyimpan hasil tangkapan agar kualitasnya tetap terjaga.
- Membersihkan peralatan setelah kegiatan selesai.
- Mematuhi prosedur keselamatan selama bekerja di laut.
Selain menjalankan tugas tersebut, nelayan harus memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan pelayaran. Dengan demikian, mereka perlu memahami risiko pekerjaan dan mengikuti arahan keselamatan sebelum maupun selama melaut.
Keterampilan yang Dibutuhkan Nelayan
Pekerjaan nelayan membutuhkan ketahanan fisik, kedisiplinan, kemampuan bekerja dalam tim, dan pemahaman dasar tentang keselamatan laut. Untuk pekerjaan tertentu, nelayan juga perlu menguasai teknik penangkapan ikan serta penggunaan peralatan khusus.
Namun, persyaratan setiap posisi tidak selalu sama. Pekerjaan pada kapal tertentu dapat mewajibkan pengalaman, pelatihan keselamatan, atau sertifikat sesuai peraturan yang berlaku.
2. Anak Buah Kapal (ABK) Perikanan
Anak buah kapal atau ABK perikanan adalah awak kapal yang membantu menjalankan kegiatan operasional kapal. Mereka bekerja di bawah koordinasi nakhoda, perwira kapal, atau atasan sesuai struktur kerja di kapal tersebut.
Meskipun ABK dapat terlibat dalam kegiatan penangkapan ikan, tugasnya tidak selalu sama dengan tugas nelayan secara umum. Tanggung jawab ABK bergantung pada jenis kapal, pembagian tugas, dan sistem operasional perusahaan.
Tugas ABK Perikanan
Tugas ABK perikanan dapat meliputi:
- Menyiapkan dan merapikan peralatan kerja di kapal.
- Membantu proses penangkapan ikan sesuai pembagian tugas.
- Mengangkat, memilah, dan menangani hasil tangkapan.
- Menjaga kebersihan area kerja dan tempat penyimpanan ikan.
- Membantu pemeriksaan peralatan sesuai instruksi.
- Mengikuti pengarahan keselamatan sebelum menjalankan pekerjaan.
- Melaporkan kerusakan alat atau kondisi berbahaya kepada atasan.
Selain itu, ABK harus mampu bekerja sama dengan awak kapal lainnya. Mereka juga perlu memahami perintah kerja, prosedur darurat, dan penggunaan alat pelindung diri.
Lingkungan Kerja ABK
ABK perikanan umumnya bekerja di atas kapal dan dapat menghadapi gelombang, angin, perubahan cuaca, ruang kerja terbatas, serta jadwal kerja yang mengikuti operasional kapal.
Pada perjalanan tertentu, awak kapal mungkin harus tinggal di kapal selama periode yang ditetapkan dalam kontrak. Oleh sebab itu, calon pekerja perlu memeriksa durasi perjalanan, sistem kerja dan istirahat, fasilitas tempat tinggal, perlindungan keselamatan, serta ketentuan kontrak sebelum menerima pekerjaan.

Persyaratan Menjadi ABK Perikanan
Persyaratan menjadi ABK bergantung pada jenis kapal dan tanggung jawabnya. Perusahaan dapat menetapkan ketentuan mengenai:
- Usia dan kondisi kesehatan.
- Pendidikan minimum.
- Pengalaman kerja di kapal.
- Pelatihan keselamatan atau sertifikat yang diwajibkan.
- Kemampuan komunikasi dan bahasa.
- Dokumen identitas serta dokumen pelayaran atau keimigrasian yang relevan.
Karena itu, calon ABK harus memeriksa persyaratan resmi untuk posisi yang dituju. Jangan menganggap semua pekerjaan ABK memiliki persyaratan yang sama.
3. Pekerja Pengolahan Ikan
Pekerja pengolahan ikan menjalankan kegiatan produksi di pabrik atau fasilitas pengolahan hasil perikanan. Mereka membantu mengubah bahan baku menjadi produk yang siap disimpan, didistribusikan, atau dipasarkan.
Jenis produk yang ditangani dapat berupa ikan segar yang dibersihkan, ikan beku, fillet, udang, cumi-cumi, dan berbagai produk makanan laut lainnya.
Tugas Pekerja Pengolahan Ikan
Pekerja pengolahan ikan dapat menjalankan beberapa tugas berikut:
- Menerima dan memeriksa bahan baku sesuai prosedur.
- Mencuci dan membersihkan ikan atau hasil laut.
- Memilah produk berdasarkan ukuran, jenis, atau standar kualitas.
- Memotong atau memisahkan bagian ikan sesuai instruksi.
- Menyiapkan bahan untuk proses pembekuan atau pengolahan berikutnya.
- Menjaga kebersihan peralatan dan area produksi.
- Mengemas produk sesuai standar perusahaan.
Selama bekerja, pekerja harus menjaga kebersihan dan mengikuti prosedur keamanan pangan. Mereka juga perlu menggunakan alat pelindung diri serta menangani pisau dan mesin dengan benar.
Keterampilan yang Dibutuhkan
Pekerja pengolahan ikan membutuhkan ketelitian, kedisiplinan, koordinasi tangan, dan kemampuan mengikuti instruksi. Selain itu, mereka perlu memahami standar kebersihan serta cara menangani produk agar tidak mengalami kontaminasi.
Sebagian perusahaan menyediakan pelatihan bagi pekerja pemula. Namun, posisi yang membutuhkan keterampilan khusus dapat mensyaratkan pengalaman atau kompetensi tambahan.
Lingkungan Kerja
Pabrik pengolahan ikan dapat memiliki area yang dingin, basah, atau lembap. Pekerja juga mungkin berdiri dalam waktu lama dan melakukan gerakan berulang selama proses produksi.
Oleh karena itu, calon pekerja sebaiknya menanyakan jadwal kerja, waktu istirahat, suhu area produksi, perlengkapan pelindung, dan prosedur keselamatan sebelum mulai bekerja.
4. Operator Mesin Perikanan
Operator mesin perikanan bertugas menjalankan atau mengawasi mesin yang digunakan dalam kegiatan penangkapan, budidaya, pengolahan, maupun penyimpanan hasil perikanan.
Jenis mesin yang digunakan berbeda-beda. Di fasilitas pengolahan, operator dapat menangani mesin pemotong, mesin pengemas, atau peralatan pembekuan. Sementara itu, di fasilitas budidaya, operator dapat membantu menjalankan pompa air dan peralatan pendukung sistem budidaya.
Tugas Operator Mesin
Tanggung jawab operator mesin dapat mencakup:
- Memeriksa kondisi mesin sebelum digunakan.
- Menjalankan mesin sesuai petunjuk operasional.
- Memantau proses produksi dan kinerja peralatan.
- Mengawasi parameter kerja yang ditentukan perusahaan.
- Membersihkan mesin sesuai prosedur yang diizinkan.
- Melaporkan gangguan atau kerusakan kepada teknisi atau supervisor.
- Mengikuti prosedur keselamatan ketika mengoperasikan peralatan.
Operator tidak boleh melakukan perbaikan yang berada di luar kewenangan atau kompetensinya. Sebaliknya, mereka harus menghentikan penggunaan peralatan jika menemukan kondisi berbahaya dan melaporkannya kepada petugas yang bertanggung jawab.
Keterampilan Operator Mesin
Pekerjaan ini membutuhkan kemampuan teknis, ketelitian, pemahaman instruksi, dan kesadaran terhadap keselamatan kerja. Beberapa perusahaan juga mensyaratkan pengalaman mengoperasikan mesin tertentu atau pelatihan khusus.
Dengan pengalaman yang relevan, operator dapat mengembangkan kemampuan untuk menangani peralatan yang lebih kompleks atau mengambil tanggung jawab operasional tambahan.
5. Pekerja Pengemasan Hasil Perikanan
Selain pengolahan, industri perikanan membutuhkan pekerja yang menangani pengemasan produk. Pekerja ini memastikan produk masuk ke kemasan yang sesuai sebelum disimpan atau dikirim ke pelanggan.
Tugas Pekerja Pengemasan
Tugasnya dapat meliputi:
- Menimbang produk sesuai ketentuan.
- Memasukkan produk ke dalam kemasan.
- Memeriksa kondisi kemasan sebelum digunakan.
- Memasang label sesuai informasi produk.
- Menyusun produk ke dalam wadah pengiriman.
- Memisahkan produk yang tidak memenuhi standar.
- Menjaga kebersihan area pengemasan.
Pekerja pengemasan harus teliti karena kesalahan berat, label, atau kondisi kemasan dapat memengaruhi kualitas dan distribusi produk. Selain itu, mereka perlu mengikuti standar sanitasi yang berlaku.
6. Petugas Quality Control Perikanan
Petugas quality control (QC) bertanggung jawab memeriksa kualitas bahan baku, proses produksi, atau produk akhir. Posisi ini berperan penting dalam memastikan produk perikanan memenuhi standar perusahaan dan persyaratan yang berlaku.
Tugas Petugas QC
Beberapa tugas petugas QC meliputi:
- Memeriksa kondisi bahan baku yang masuk.
- Memantau kebersihan dan proses produksi.
- Memeriksa suhu penyimpanan jika diperlukan.
- Memastikan ukuran, berat, atau label sesuai spesifikasi.
- Mencatat hasil pemeriksaan.
- Melaporkan ketidaksesuaian kepada bagian terkait.
Berbeda dari pekerja produksi umum, petugas QC biasanya membutuhkan pemahaman lebih mendalam tentang prosedur pemeriksaan. Perusahaan dapat menetapkan persyaratan pendidikan, pengalaman, atau pelatihan tertentu untuk posisi ini.
7. Pekerja Tambak dan Budidaya Perikanan
Pekerja tambak dan budidaya menangani pemeliharaan ikan, udang, atau organisme air lainnya. Mereka dapat bekerja di kolam, tambak, keramba, maupun fasilitas budidaya dengan sistem yang lebih modern.
Tugas Pekerja Budidaya
Pekerjaan sehari-hari dapat mencakup:
- Memberikan pakan sesuai jadwal.
- Memantau kondisi air dan lingkungan budidaya.
- Mengamati kesehatan ikan atau udang.
- Membersihkan kolam dan peralatan.
- Membantu pemeliharaan sistem aerasi atau pompa.
- Mendukung kegiatan panen dan pemindahan hasil budidaya.
Pekerjaan ini membutuhkan kedisiplinan dan ketelitian. Sebab, perubahan kondisi air, kualitas pakan, dan kesehatan organisme dapat memengaruhi hasil produksi.
Perbandingan Jenis Pekerjaan Perikanan
Setiap pekerjaan menawarkan tanggung jawab dan kebutuhan keterampilan yang berbeda. Tabel berikut membantu calon pekerja membandingkan beberapa pilihan.
| Jenis pekerjaan | Tugas utama | Lingkungan kerja | Keterampilan penting |
|---|---|---|---|
| Nelayan | Menangkap ikan dan menangani hasil tangkapan | Laut atau perairan | Teknik penangkapan, kerja tim, keselamatan |
| ABK perikanan | Mendukung operasional kapal | Di atas kapal | Disiplin, komunikasi, keselamatan kapal |
| Pengolahan ikan | Membersihkan, memilah, dan memproses ikan | Pabrik pengolahan | Ketelitian, sanitasi, keterampilan produksi |
| Operator mesin | Menjalankan dan memantau peralatan | Pabrik, kapal, atau fasilitas budidaya | Kemampuan teknis, SOP, keselamatan |
| Pengemasan | Mengemas dan memberi label produk | Area produksi atau pengemasan | Ketelitian, kebersihan, konsistensi |
| Petugas QC | Memeriksa dan mencatat kualitas produk | Laboratorium atau area produksi | Pemeriksaan kualitas, pencatatan, pemahaman standar |
| Pekerja budidaya | Memelihara ikan atau udang | Tambak atau fasilitas budidaya | Pemeliharaan, pengamatan, disiplin |
Perbandingan tersebut bersifat umum. Tanggung jawab sebenarnya dapat berbeda berdasarkan perusahaan, teknologi yang digunakan, dan tingkat jabatan.
Jenis Pekerjaan Perikanan yang Cocok untuk Pemula
Calon pekerja yang belum memiliki pengalaman dapat mempertimbangkan posisi yang menyediakan pelatihan di tempat kerja. Misalnya, beberapa perusahaan membuka kesempatan bagi pekerja pemula di bagian pengemasan, pemilahan, atau produksi dasar.
Namun, pelamar tidak boleh langsung menganggap suatu posisi mudah dimasuki tanpa pengalaman. Perusahaan tetap dapat menetapkan persyaratan kesehatan, kemampuan fisik, pendidikan, atau keterampilan tertentu.
Sementara itu, pekerjaan operator mesin, petugas QC, dan ABK dengan tanggung jawab khusus mungkin membutuhkan pelatihan, pengalaman, atau sertifikat yang sesuai.
Agar lebih siap, calon pekerja dapat melakukan langkah berikut:
- Tentukan jenis pekerjaan yang sesuai dengan kondisi fisik dan minat.
- Baca persyaratan lowongan secara menyeluruh.
- Ikuti pelatihan yang relevan jika diperlukan.
- Siapkan CV dan dokumen pendukung yang benar.
- Pelajari prosedur keselamatan untuk posisi yang dituju.
- Verifikasi perusahaan dan jalur perekrutan sebelum membayar biaya apa pun.
Peluang Kerja Perikanan di Luar Negeri
Pekerjaan perikanan juga dapat menjadi pilihan bagi calon pekerja yang ingin mencari pengalaman internasional. Peluangnya dapat ditemukan pada sektor penangkapan ikan, budidaya, pengolahan makanan laut, pengemasan, dan penyimpanan produk.
Meskipun demikian, kebutuhan tenaga kerja asing tidak selalu tersedia di setiap negara atau perusahaan. Calon pekerja harus memeriksa lowongan aktual dan memastikan bahwa pemberi kerja memiliki kewenangan untuk merekrut tenaga kerja asing.
Sebelum berangkat, periksa beberapa hal berikut:
- Identitas perusahaan dan pihak yang merekrut.
- Kejelasan jabatan, lokasi kerja, dan tugas.
- Kontrak kerja serta rincian upah dan potongan.
- Jam kerja, waktu istirahat, dan fasilitas tempat tinggal.
- Perlindungan kesehatan, keselamatan, dan asuransi.
- Visa atau izin kerja yang sesuai.
- Ketentuan penempatan pekerja migran Indonesia yang berlaku.
Jangan menggunakan visa kunjungan atau visa turis untuk bekerja jika izin tersebut tidak memperbolehkan kegiatan kerja. Untuk memeriksa informasi penempatan, kunjungi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan Kementerian Ketenagakerjaan.
tentang Jenis-Jenis Pekerjaan Perikanan
Apa saja jenis pekerjaan di bidang perikanan?
Jenis pekerjaan perikanan mencakup nelayan, ABK kapal perikanan, pekerja pengolahan ikan, operator mesin, pekerja pengemasan, petugas QC, pekerja tambak, dan tenaga pendukung penyimpanan hasil perikanan.
Apa perbedaan nelayan dan ABK perikanan?
Nelayan merupakan istilah umum bagi orang yang melakukan kegiatan penangkapan ikan. Sementara itu, ABK adalah awak kapal yang menjalankan tugas sesuai pembagian kerja di kapal. Dalam praktiknya, seorang ABK dapat terlibat langsung dalam penangkapan ikan, bergantung pada jenis kapal dan tugasnya.
Apakah pekerja pengolahan ikan harus memiliki pengalaman?
Tidak selalu. Sebagian posisi dapat menerima pemula dan menyediakan pelatihan. Namun, persyaratan bergantung pada perusahaan, jenis produk, dan tanggung jawab pekerjaan.
Apakah operator mesin perikanan harus memiliki sertifikat?
Kebutuhan sertifikat bergantung pada jenis mesin, tingkat tanggung jawab, dan peraturan yang berlaku. Pelamar perlu memeriksa persyaratan resmi untuk posisi yang dituju sebelum melamar.
Pekerjaan perikanan mana yang cocok untuk bekerja di luar negeri?
Tidak ada satu posisi yang cocok untuk semua orang. Pilihan terbaik bergantung pada pengalaman, kondisi kesehatan, keterampilan, kemampuan bahasa, serta persyaratan izin kerja dan lowongan yang tersedia.
Jenis-jenis pekerjaan perikanan mencakup berbagai posisi dengan tanggung jawab yang berbeda. Nelayan dan ABK berfokus pada kegiatan operasional di kapal, sedangkan pekerja pengolahan ikan, pengemasan, dan operator mesin mendukung proses produksi. Selain itu, petugas QC dan pekerja budidaya berperan menjaga kualitas serta keberlanjutan proses produksi.
Sebelum memilih pekerjaan, calon pekerja sebaiknya membandingkan tugas, lingkungan kerja, keterampilan, dan persyaratan setiap posisi. Jika ingin bekerja di luar negeri, pastikan pula bahwa lowongan, kontrak, perusahaan, dan izin kerja dapat diverifikasi. Dengan persiapan yang matang, calon pekerja dapat memilih jalur karier perikanan yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan mereka.