Fungsi sertifikat BOCT untuk pelaut sangat berkaitan dengan keselamatan dan kompetensi dasar dalam menangani operasi muatan di kapal tanker minyak dan kimia. Sertifikat ini menjadi salah satu bukti bahwa seorang pelaut telah mengikuti pelatihan dasar yang berkaitan dengan pengoperasian muatan kapal tanker sesuai standar kompetensi yang berlaku.
BOCT merupakan singkatan yang umum di gunakan untuk Basic Oil and Chemical Tanker. Dalam ketentuan kepelautan, pelatihan ini di kenal sebagai Basic Training for Oil and Chemical Tanker Cargo Operations. IMO juga mencantumkan pelatihan tersebut sebagai salah satu model course untuk kompetensi pelaut pada kapal tanker minyak dan kimia.
Bagi pelaut yang ingin bekerja di lingkungan kapal tanker, memahami fungsi BOCT penting agar dapat mengetahui kapan sertifikat ini di perlukan dan bagaimana pengaruhnya terhadap pekerjaan di atas kapal.
Baca Juga : Sertifikat BOCT Untuk Pelaut
Apa Fungsi Sertifikat BOCT Untuk Pelaut?
Secara umum, sertifikat BOCT menunjukkan bahwa pelaut telah mendapatkan pelatihan dasar mengenai operasi muatan kapal tanker minyak dan kimia.
Standar STCW untuk pelatihan dasar tersebut mencakup kompetensi untuk berkontribusi terhadap operasi muatan yang aman pada kapal tanker minyak dan kimia. Materinya antara lain mencakup pengetahuan dasar mengenai jenis kapal tanker, sistem perpipaan dan katup, pompa muatan, proses bongkar muat, pembersihan tangki, purging, gas freeing, inerting, serta karakteristik fisik minyak dan bahan kimia.
Dengan demikian, fungsi BOCT tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan dokumen sertifikat. Pelatihan tersebut bertujuan membekali pelaut dengan pengetahuan dan pemahaman dasar mengenai risiko serta prosedur operasi muatan tanker.
Baca Juga : Apa Itu Sertifikat BOCT Untuk Pelaut? Pengertian dan Fungsinya
Membuktikan Kompetensi Dasar Operasi Muatan Tanker
Salah satu fungsi utama sertifikat BOCT adalah menjadi bukti bahwa pelaut telah menyelesaikan pelatihan dasar yang dipersyaratkan untuk operasi muatan kapal tanker minyak dan kimia.
Dalam ketentuan Indonesia, sertifikat pelatihan tingkat dasar pengoperasian muatan untuk kapal tangki minyak dan kimia di berikan setelah peserta menyelesaikan pelatihan dasar keselamatan sesuai Seksi A-VI/1 STCW Code, menyelesaikan diklat dasar pengoperasian kapal tangki minyak dan kimia, serta memenuhi standar kompetensi yang di tetapkan dalam Seksi A-V/1-1.
Hal ini membuat BOCT berbeda dari sertifikat yang hanya menunjukkan keahlian umum kepelautan. BOCT secara khusus berkaitan dengan operasi muatan tanker minyak dan kimia.
Mendukung Keselamatan Saat Menangani Muatan
Kapal tanker membawa muatan yang dapat memiliki risiko kebakaran, ledakan, paparan bahan berbahaya, maupun pencemaran lingkungan.
Karena itu, pelaut perlu memahami prosedur keselamatan ketika berhadapan dengan muatan minyak atau bahan kimia. Materi BOCT mencakup pengetahuan tentang karakteristik fisik minyak dan bahan kimia, termasuk tekanan, temperatur, hubungan tekanan uap dan temperatur, serta pembentukan muatan elektrostatis.
Pengetahuan tersebut membantu pelaut memahami mengapa prosedur tertentu harus dilakukan selama kegiatan pemuatan, pembongkaran, pemindahan, dan penanganan muatan.
Baca Juga : Syarat Sertifikat BOCT Untuk Pelaut Indonesia
Membantu Pelaut Memahami Prosedur Bongkar Muat
Operasi bongkar muat tanker membutuhkan koordinasi antara berbagai pihak dan harus mengikuti prosedur keselamatan.
Dalam pelatihan dasar BOCT, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai sistem perpipaan, katup, pompa muatan, serta proses loading dan unloading.
Dengan pengetahuan tersebut, pelaut memiliki dasar pemahaman mengenai bagaimana muatan bergerak dari atau menuju tangki kapal dan risiko yang perlu di perhatikan selama proses berlangsung.
Menjadi Dasar untuk Pengembangan Kompetensi Tanker
BOCT juga dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan karier pelaut yang ingin bekerja lebih jauh di kapal tanker.
Pelaut yang ingin memperoleh pelatihan tingkat lanjut untuk operasi muatan tanker perlu memenuhi persyaratan tertentu. Dalam ketentuan Indonesia, pelatihan tingkat lanjut untuk operasi muatan kapal tangki minyak mensyaratkan kepemilikan sertifikat pelatihan tingkat dasar serta persyaratan pengalaman atau masa layar yang diakui sebelum mengikuti pelatihan lanjutan. Ketentuan serupa berlaku untuk pelatihan tingkat lanjut kapal tangki bahan kimia.
Dengan demikian, BOCT dapat menjadi salah satu tahapan awal bagi pelaut yang ingin membangun kompetensi di bidang tanker.
Baca Juga : Cara Mendapatkan Sertifikat BOCT Untuk Pelaut
Pekerjaan yang Membutuhkan Sertifikat BOCT
Tidak semua pekerjaan di kapal membutuhkan BOCT dengan cara yang sama. Kebutuhan sertifikat bergantung pada jenis kapal, tugas, tanggung jawab, dan tingkat kompetensi yang dipersyaratkan.
Berikut beberapa pekerjaan yang berkaitan erat dengan sertifikat BOCT.
Deck Rating di Kapal Tanker
Pelaut pada posisi rating dek dapat bekerja dalam lingkungan operasi kapal tanker, termasuk membantu berbagai aktivitas dek dan kegiatan yang berhubungan dengan operasi kapal.
Jika pekerjaannya berkaitan dengan operasi muatan tanker, pemahaman mengenai karakteristik muatan dan prosedur keselamatan menjadi sangat penting.
BOCT dapat memberikan dasar pengetahuan yang relevan untuk memahami lingkungan kerja tersebut.
AB atau Able Seafarer di Kapal Tanker
Able Seafarer (AB) memiliki tugas yang lebih luas dalam kegiatan operasional dek. Pada kapal tanker, pekerjaan tersebut dapat bersinggungan dengan aktivitas selama proses pemuatan maupun pembongkaran.
Karena kapal tanker memiliki karakteristik muatan yang berbeda dari kapal kargo biasa, pelaut perlu memahami prosedur keselamatan khusus tanker.
BOCT dapat menjadi bagian dari kompetensi yang di butuhkan sesuai posisi dan tanggung jawab pelaut tersebut.
Baca Juga : Biaya Sertifikat BOCT Untuk Pelaut dan Faktor yang Mempengaruhinya
Mualim atau Deck Officer yang Terlibat dalam Operasi Tanker
Perwira dek memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam operasi kapal, termasuk aktivitas yang berkaitan dengan muatan.
Namun, penting untuk membedakan BOCT dasar dengan sertifikat pelatihan tanker tingkat lanjut. Dalam ketentuan Indonesia, Nakhoda, Kepala Kamar Mesin, Mualim I, Masinis II, serta orang yang bertanggung jawab terhadap pemuatan, pembongkaran, pemindahan, penanganan muatan, pembersihan tangki, atau kegiatan operasional tertentu pada kapal tanker minyak di wajibkan memenuhi persyaratan pelatihan tingkat lanjut yang berlaku.
Artinya, kepemilikan BOCT saja tidak otomatis berarti seorang perwira telah memenuhi seluruh persyaratan untuk pekerjaan yang membutuhkan advanced tanker training.
Kru yang Terlibat dalam Cargo Operation
Pekerjaan yang berhubungan langsung dengan cargo operation memiliki hubungan paling jelas dengan kompetensi tanker.
Kegiatan tersebut dapat meliputi:
1. Persiapan pemuatan.
2. Pemuatan muatan.
3. Pembongkaran muatan.
4. Pemindahan muatan.
5. Penanganan muatan.
6. Pembersihan tangki.
7. Persiapan sistem muatan.
8. Kegiatan operasional tanker lainnya.
STCW menetapkan kompetensi dasar untuk berkontribusi terhadap operasi muatan tanker minyak dan kimia secara aman.
Karena itu, pelaut yang di tugaskan pada pekerjaan yang berkaitan dengan cargo operation perlu memahami sertifikat dan tingkat pelatihan yang sesuai dengan tanggung jawabnya.
Baca Juga : Berapa Lama Proses Pembuatan Sertifikat BOCT Untuk Pelaut?
Apakah BOCT Wajib untuk Semua Pelaut?
Tidak.
BOCT merupakan pelatihan yang secara khusus berkaitan dengan operasi muatan kapal tanker minyak dan kimia. Pelaut yang hanya bekerja pada kapal dengan jenis operasi atau muatan yang tidak membutuhkan kompetensi tanker belum tentu membutuhkan BOCT.
Sebagai contoh, pelaut yang berkarier pada kapal penumpang, kapal general cargo, atau jenis kapal lainnya perlu melihat persyaratan kompetensi yang sesuai dengan jenis kapal dan posisi pekerjaannya.
Karena itu, sebelum mengambil pelatihan BOCT, pelaut sebaiknya memastikan terlebih dahulu persyaratan dari perusahaan, posisi yang di tuju, dan jenis kapal yang akan menjadi tempat bekerja.
BOCT untuk Kapal Minyak dan Kapal Kimia
Salah satu hal penting yang perlu di pahami adalah BOCT mencakup kompetensi dasar untuk kapal tanker minyak dan kapal tanker kimia.
IMO menjelaskan bahwa kompetensi dasar tersebut mencakup pengetahuan mengenai operasi tanker serta karakteristik minyak dan bahan kimia.
Meskipun demikian, pelaut yang akan menjalankan tanggung jawab tertentu pada kapal tanker dapat membutuhkan pelatihan tingkat lanjut yang lebih spesifik.
Untuk pekerjaan dengan tanggung jawab tinggi terhadap operasi muatan kapal tangki minyak atau bahan kimia, pelaut perlu memeriksa persyaratan advanced training yang berlaku.
Baca Juga : Sertifikat BOCT Pelaut Indonesia: Dokumen, Kompetensi, dan Ketentuannya
Perbedaan Fungsi BOCT dan Advanced Tanker Training
BOCT dan advanced tanker training tidak dapat di anggap sebagai sertifikat yang sama.
BOCT berfungsi memberikan kompetensi dasar mengenai operasi muatan kapal tanker minyak dan kimia.
Sementara itu, advanced training memberikan kompetensi yang lebih tinggi untuk pelaut dengan tanggung jawab tertentu dalam operasi tanker.
Sebagai contoh, ketentuan Indonesia menetapkan bahwa pelaut yang membutuhkan pelatihan tingkat lanjut untuk operasi muatan kapal tangki minyak harus memenuhi persyaratan dasar tertentu, termasuk memiliki sertifikat pelatihan tingkat dasar, pengalaman atau masa layar yang dipersyaratkan, serta menyelesaikan pelatihan tingkat lanjut yang diakui.
Oleh karena itu, pelaut sebaiknya tidak menganggap BOCT sebagai pengganti seluruh sertifikat tanker lainnya.
Baca Juga : Perbedaan Sertifikat BOCT dengan Sertifikat Pelaut Lainnya
Manfaat BOCT untuk Karier Pelaut
Memiliki kompetensi BOCT dapat memberikan beberapa manfaat bagi pelaut yang ingin mengembangkan karier di sektor tanker.
Memperluas Pilihan Pekerjaan
Pelaut memiliki kesempatan untuk memenuhi persyaratan kompetensi yang berkaitan dengan pekerjaan di kapal tanker minyak dan kimia, sesuai posisi dan persyaratan perusahaan.
Meningkatkan Pemahaman Keselamatan
Materi mengenai karakteristik muatan, sistem cargo, serta prosedur keselamatan membantu pelaut memahami risiko yang terdapat dalam operasi tanker.
Menjadi Bekal untuk Pelatihan Lanjutan
Bagi pelaut yang ingin melanjutkan kompetensi ke tingkat yang lebih tinggi, BOCT dapat menjadi salah satu persyaratan dasar sesuai ketentuan yang berlaku.
Mendukung Profesionalisme Pelaut
Kompetensi yang sesuai dengan jenis kapal membantu pelaut menjalankan pekerjaan berdasarkan prosedur dan standar keselamatan yang berlaku.
Direktorat Perkapalan dan Kepelautan sendiri memiliki misi untuk menjamin mutu pelaut Indonesia sesuai standar nasional dan internasional.
Baca Juga : Cara Cek Keaslian dan Validitas Sertifikat BOCT Untuk Pelaut
Cara Mengetahui Apakah Pekerjaan Membutuhkan BOCT
Sebelum mendaftar pelatihan, pelaut dapat melakukan beberapa langkah.
Pertama, periksa jenis kapal yang akan menjadi tempat bekerja.
Kedua, periksa posisi dan uraian pekerjaan yang akan dijalankan.
Ketiga, tanyakan kepada perusahaan atau manning agency mengenai sertifikat yang menjadi persyaratan.
Keempat, pastikan apakah pekerjaan hanya membutuhkan pelatihan dasar atau juga memerlukan advanced tanker training.
Kelima, pastikan pelatihan dilakukan melalui lembaga yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Langkah tersebut penting karena persyaratan sertifikat dapat berbeda berdasarkan posisi, jenis kapal, dan tanggung jawab yang di berikan.
Baca Juga : Jasa Pengurusan Sertifikat BOCT Untuk Pelaut Indonesia
Fungsi sertifikat BOCT untuk pelaut pada dasarnya adalah memberikan dan membuktikan kompetensi dasar yang berkaitan dengan operasi muatan kapal tanker minyak dan kimia. Pelatihan ini mencakup pengetahuan mengenai sistem cargo, proses bongkar muat, karakteristik minyak dan bahan kimia, serta aspek keselamatan dalam operasi tanker.
BOCT dapat relevan bagi pelaut yang bekerja pada kapal tanker, terutama mereka yang terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan operasi muatan. Namun, tidak semua posisi tanker otomatis cukup dengan BOCT. Beberapa jabatan dengan tanggung jawab tertentu membutuhkan advanced tanker training sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, pelaut sebaiknya melihat BOCT sebagai kompetensi dasar untuk lingkungan operasi tanker, bukan sebagai pengganti seluruh sertifikat atau pelatihan tanker lainnya.
Dengan memahami fungsi dan kebutuhan sertifikat sejak awal, pelaut dapat memilih pelatihan yang sesuai dengan posisi, jenis kapal, serta rencana pengembangan kariernya.