Commercial Invoice untuk Ekspor Impor: Fungsi, Isi, Cara Membuat

Siti Aidah

Updated on:

Commercial Invoice untuk Ekspor Impor Fungsi Isi Cara Membuat
Direktur Utama Jangkar Groups

Commercial invoice untuk ekspor impor merupakan dokumen perdagangan yang memuat informasi transaksi antara penjual dan pembeli dalam kegiatan perdagangan internasional. Dokumen ini menjelaskan identitas para pihak, rincian barang, jumlah produk, harga, mata uang, serta nilai transaksi yang menjadi dasar administrasi pengiriman barang ke luar negeri.

Dalam kegiatan ekspor impor, commercial invoice memiliki peran penting karena pihak bea cukai, perusahaan logistik, eksportir, dan importir dapat menggunakannya untuk memeriksa informasi transaksi. Oleh karena itu, eksportir perlu menyusun invoice secara akurat agar data pada dokumen sesuai dengan pesanan, packing list, dan dokumen pengiriman lainnya.

Selain itu, commercial invoice membantu pembeli memeriksa nilai barang yang harus di bayar berdasarkan kesepakatan transaksi. Dokumen ini juga mendukung proses administrasi kepabeanan, meskipun bea cukai dapat meminta dokumen pendukung lain sesuai ketentuan negara tujuan.

Pemahaman mengenai fungsi, isi, dan cara membuat commercial invoice sangat penting bagi pelaku usaha yang ingin menjalankan perdagangan internasional secara tertib. Dengan demikian, eksportir dan importir dapat meminimalkan kesalahan administrasi yang berpotensi menghambat pengiriman barang.

Apa Itu Commercial Invoice dalam Ekspor Impor?

Commercial invoice adalah dokumen komersial yang di terbitkan oleh penjual atau eksportir kepada pembeli atau importir untuk mencatat rincian transaksi barang. Dokumen ini mencantumkan informasi mengenai barang yang di jual, harga, jumlah, serta ketentuan transaksi yang telah di sepakati kedua belah pihak.

Dalam perdagangan internasional, commercial invoice berfungsi sebagai bukti tertulis mengenai nilai komersial barang. Informasi tersebut membantu pihak terkait memeriksa kesesuaian transaksi dengan dokumen pengiriman dan persyaratan kepabeanan.

Commercial invoice berbeda dari invoice biasa yang di gunakan dalam transaksi domestik karena transaksi ekspor impor sering melibatkan persyaratan lintas negara. Sebagai contoh, dokumen ini dapat mencantumkan negara asal barang, mata uang transaksi, informasi pengiriman, serta ketentuan perdagangan internasional atau Incoterms yang di sepakati.

Meskipun demikian, format commercial invoice dapat berbeda menurut kebutuhan perusahaan, jenis barang, negara tujuan, dan instruksi pihak yang menangani pengiriman. Karena itu, eksportir perlu memeriksa persyaratan importir, perusahaan logistik, dan otoritas kepabeanan sebelum menerbitkan dokumen.

BACA JUGA: Dokumen Ekspor Impor: Jenis, Syarat, dan Prosedur Pengurusan

Perbedaan Commercial Invoice dan Proforma Invoice

Commercial invoice dan proforma invoice memiliki fungsi yang berbeda dalam proses perdagangan.

Proforma invoice merupakan dokumen penawaran atau perkiraan transaksi yang penjual berikan sebelum transaksi di finalisasi. Importir dapat menggunakan dokumen ini untuk memeriksa harga, jumlah barang, dan ketentuan penawaran sebelum menyetujui pembelian.

Sebaliknya, commercial invoice mencatat rincian transaksi komersial yang telah di sepakati dan menjadi bagian dari dokumen perdagangan aktual. Dokumen ini umumnya di gunakan dalam persiapan pengiriman serta administrasi kepabeanan.

Oleh sebab itu, eksportir perlu memilih jenis invoice sesuai tahap transaksi. Proforma invoice cocok untuk tahap penawaran, sedangkan commercial invoice di gunakan ketika penjual perlu mendokumentasikan transaksi yang akan di proses.

BACA JUGA: Apa Itu Dokumen Ekspor Impor? Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Fungsi Commercial Invoice untuk Ekspor Impor

Commercial invoice tidak hanya mencatat harga barang. Dokumen ini juga membantu berbagai pihak memeriksa informasi transaksi selama proses ekspor impor.

1. Menjelaskan Nilai Transaksi Barang

Fungsi utama commercial invoice adalah mencantumkan nilai komersial barang yang di perjualbelikan. Eksportir menuliskan harga satuan, jumlah barang, dan total nilai transaksi sesuai kesepakatan dengan importir.

Informasi tersebut membantu pembeli memeriksa tagihan dari penjual. Selain itu, nilai transaksi menjadi salah satu informasi yang dapat di gunakan dalam proses penilaian kepabeanan sesuai aturan yang berlaku.

Namun, nilai pada commercial invoice tidak selalu menjadi satu-satunya dasar penentuan bea masuk dan pajak impor. Otoritas kepabeanan dapat mempertimbangkan biaya pengangkutan, asuransi, penyesuaian nilai, serta ketentuan penilaian yang berlaku di negara tujuan.

2. Mendukung Pemeriksaan Kepabeanan

Pihak bea cukai dapat menggunakan commercial invoice untuk memeriksa uraian barang, jumlah, nilai, dan informasi transaksi lainnya. Dengan informasi tersebut, petugas dapat membandingkan data invoice dengan dokumen kepabeanan dan dokumen pengiriman.

Apabila terdapat perbedaan nilai, jumlah, atau deskripsi barang, petugas dapat meminta klarifikasi atau dokumen pendukung. Oleh karena itu, eksportir perlu memastikan bahwa seluruh informasi pada invoice sesuai dengan transaksi sebenarnya.

BACA JUGA: Syarat Dokumen Ekspor Impor: Daftar Dokumen yang Disiapkan

3. Membantu Proses Pembayaran

Importir dapat menggunakan commercial invoice untuk memeriksa jumlah pembayaran yang harus di lakukan kepada eksportir. Dalam transaksi dengan pembayaran transfer bank, pembayaran bertahap, atau letter of credit, invoice juga dapat menjadi bagian dari dokumen yang di persyaratkan.

Meskipun begitu, eksportir perlu memeriksa ketentuan pembayaran dalam kontrak atau kesepakatan transaksi. Apabila transaksi menggunakan letter of credit, data invoice harus mengikuti persyaratan dokumen yang tercantum dalam instrumen pembayaran tersebut.

BACA JUGA: Packing List Ekspor Impor: Pengertian, Isi, dan Fungsi

4. Mendukung Administrasi Pengiriman

Perusahaan logistik dan pihak yang menangani pengiriman dapat menggunakan informasi pada commercial invoice untuk memeriksa rincian barang. Data tersebut membantu mereka mencocokkan informasi transaksi dengan packing list dan dokumen pengangkutan.

Selain itu, invoice yang lengkap dapat membantu proses pemeriksaan dokumen sebelum barang di kirim. Dengan demikian, eksportir dapat mengurangi risiko permintaan perbaikan akibat informasi yang tidak konsisten.

BACA JUGA: Bill of Lading dan Air Waybill: Perbedaan Dokumen Pengiriman

Isi Commercial Invoice yang Wajib Di perhatikan

Isi commercial invoice perlu mencerminkan transaksi yang sebenarnya. Walaupun formatnya dapat berbeda, beberapa informasi berikut umumnya perlu di cantumkan agar dokumen mudah di periksa.

1. Identitas Eksportir dan Importir

Commercial invoice perlu mencantumkan identitas penjual dan pembeli secara jelas.

Informasi eksportir umumnya meliputi:

  • Nama perusahaan atau nama penjual.
  • Alamat lengkap.
  • Negara asal perusahaan.
  • Nomor telepon atau alamat email jika di perlukan.
  • Informasi identitas usaha sesuai kebutuhan transaksi.

Sementara itu, informasi importir mencakup nama perusahaan atau pembeli, alamat, negara tujuan, dan data identitas yang di minta oleh pihak terkait.

Pastikan nama dan alamat sesuai dengan kontrak, pesanan pembelian, serta dokumen pengiriman. Sebab, ketidaksesuaian identitas dapat memicu pertanyaan selama pemeriksaan administrasi.

2. Nomor dan Tanggal Invoice

Setiap commercial invoice sebaiknya memiliki nomor unik untuk memudahkan pencatatan dan pelacakan transaksi. Selain itu, cantumkan tanggal penerbitan invoice agar para pihak dapat menghubungkannya dengan pesanan atau kontrak terkait.

Jika perusahaan menggunakan sistem penomoran internal, gunakan format yang konsisten. Dengan demikian, tim keuangan dan administrasi dapat menemukan dokumen dengan lebih mudah ketika melakukan pemeriksaan.

BACA JUGA: Jenis-Jenis Dokumen Ekspor yang Wajib Disiapkan Eksportir

3. Deskripsi Barang

Deskripsi barang harus menjelaskan produk yang di perjualbelikan secara akurat. Hindari uraian terlalu umum karena informasi yang tidak jelas dapat menyulitkan pemeriksaan kepabeanan.

Deskripsi dapat mencakup nama produk, jenis bahan, model, spesifikasi, atau informasi lain yang relevan. Misalnya, daripada hanya menulis “pakaian”, eksportir dapat mencantumkan jenis pakaian, bahan, dan karakteristik produk yang sesuai dengan barang sebenarnya.

Namun, deskripsi pada invoice harus tetap konsisten dengan dokumen lain. Jika packing list menggunakan nama produk tertentu, pastikan informasi tersebut tidak bertentangan dengan commercial invoice.

4. Jumlah dan Satuan Barang

Cantumkan jumlah barang sesuai pesanan dan transaksi aktual. Gunakan satuan yang jelas, seperti unit, pieces, kilogram, meter, atau karton, sesuai jenis produk.

Selanjutnya, periksa kesesuaian jumlah tersebut dengan packing list. Jika invoice mencatat 500 unit, sedangkan packing list menunjukkan jumlah yang berbeda tanpa penjelasan, pihak terkait mungkin meminta klarifikasi.

5. Harga Satuan dan Total Nilai

Commercial invoice perlu mencantumkan harga satuan, jumlah barang, dan total nilai setiap jenis produk. Setelah itu, jumlahkan nilai seluruh barang untuk mendapatkan total transaksi.

Gunakan perhitungan yang tepat dan pastikan mata uang tercantum dengan jelas, misalnya USD, EUR, atau mata uang lain yang telah di sepakati. Jangan hanya mencantumkan angka tanpa kode atau keterangan mata uang karena hal tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman.

BACA JUGA: Certificate of Origin (COO/SKA): Fungsi dan Syarat untuk Ekspor

6. Mata Uang dan Ketentuan Perdagangan

Selain nilai transaksi, invoice perlu menjelaskan mata uang pembayaran dan ketentuan perdagangan yang di sepakati apabila relevan.

Incoterms membantu menjelaskan pembagian tanggung jawab, biaya, dan risiko antara penjual dan pembeli dalam pengiriman barang. Sebagai contoh, ketentuan FOB dan CIF memiliki pembagian tanggung jawab yang berbeda.

Karena itu, cantumkan ketentuan yang sesuai dengan kontrak serta lokasi yang relevan jika menggunakan Incoterms. Jangan memilih ketentuan hanya berdasarkan kebiasaan karena setiap transaksi dapat memiliki kebutuhan berbeda.

7. Negara Asal dan Informasi Pengiriman

Commercial invoice dapat memuat negara asal barang, negara tujuan, serta informasi pengiriman yang di perlukan. Beberapa transaksi juga memerlukan informasi nomor pesanan pembelian, nomor kontrak, atau referensi pengiriman.

Namun, eksportir harus membedakan negara asal barang dari negara tempat barang di kirim. Keduanya tidak selalu sama, terutama ketika perusahaan menggunakan fasilitas produksi atau distribusi di beberapa negara.

Cara Membuat Commercial Invoice untuk Ekspor Impor

Cara Membuat Commercial Invoice untuk Ekspor Impor

Pembuatan commercial invoice perlu mengikuti rincian transaksi dan persyaratan pihak yang menerima dokumen. Eksportir dapat menggunakan templat perusahaan atau sistem administrasi perdagangan, selama seluruh informasi yang di perlukan tercantum dengan benar.

1. Kumpulkan Data Transaksi

Langkah pertama adalah mengumpulkan informasi dari pesanan pembelian, kontrak, konfirmasi harga, dan data pengiriman. Pastikan eksportir memiliki informasi lengkap mengenai pembeli, jenis barang, jumlah, harga, serta ketentuan pembayaran.

Selain itu, periksa apakah importir atau perusahaan logistik memiliki format khusus. Dengan mengetahui persyaratan sejak awal, eksportir dapat menghindari pembuatan ulang dokumen.

2. Buat Identitas Invoice

Masukkan nomor invoice, tanggal penerbitan, dan identitas penjual serta pembeli. Gunakan data perusahaan yang konsisten dengan dokumen transaksi.

Kemudian, cantumkan informasi tambahan yang relevan, seperti nomor pesanan pembelian atau referensi kontrak. Informasi ini membantu pihak terkait menghubungkan invoice dengan transaksi yang benar.

3. Masukkan Rincian Barang

Tuliskan setiap jenis barang pada baris terpisah jika transaksi mencakup beberapa produk. Cantumkan deskripsi, jumlah, satuan, harga satuan, dan nilai total setiap jenis barang.

Sebagai contoh, jika eksportir menjual 100 unit produk dengan harga USD 12 per unit, nilai barang tersebut adalah USD 1.200. Apabila transaksi mencakup produk lain, hitung nilai setiap produk secara terpisah sebelum menjumlahkan seluruh transaksi.

4. Cantumkan Ketentuan Transaksi

Masukkan mata uang, ketentuan pembayaran, dan Incoterms jika relevan dengan transaksi. Selanjutnya, pastikan ketentuan tersebut sesuai dengan kesepakatan antara eksportir dan importir.

Apabila kontrak mencantumkan pembayaran 30 persen di muka dan sisanya setelah pengiriman, pastikan keterangan pembayaran mengikuti kontrak. Jangan mencantumkan ketentuan yang berbeda karena dapat menimbulkan sengketa administrasi.

5. Periksa Perhitungan dan Konsistensi Data

Sebelum menerbitkan invoice, periksa seluruh angka dan informasi yang tercantum. Cocokkan total nilai, jumlah barang, identitas pembeli, dan deskripsi produk dengan dokumen pendukung.

Selain itu, bandingkan commercial invoice dengan packing list. Kedua dokumen tersebut memiliki fungsi berbeda, tetapi informasi mengenai jenis dan jumlah barang perlu konsisten sepanjang mencerminkan transaksi yang sama.

6. Terbitkan dan Kirimkan Invoice

Setelah pemeriksaan selesai, terbitkan commercial invoice sesuai prosedur perusahaan. Simpan salinan dokumen dan kirimkan kepada pihak yang memerlukannya, seperti importir atau perusahaan logistik.

Jika pihak terkait meminta dokumen dalam format tertentu, ikuti instruksi tersebut. Selain itu, simpan catatan revisi apabila eksportir perlu memperbaiki invoice agar riwayat administrasi tetap jelas.

BACA JUGA: Legalisasi Dokumen Ekspor Impor untuk Digunakan di Luar Negeri

Kesalahan yang Perlu Di hindari Saat Membuat Commercial Invoice

Kesalahan pada commercial invoice dapat menimbulkan keterlambatan, permintaan klarifikasi, atau perbaikan dokumen. Oleh karena itu, eksportir perlu memeriksa beberapa hal sebelum mengirimkan invoice.

Ketidaksesuaian Data Barang

Deskripsi atau jumlah barang yang berbeda dari packing list dapat menimbulkan pertanyaan selama pemeriksaan. Untuk menghindarinya, gunakan data yang berasal dari transaksi aktual dan lakukan pengecekan silang sebelum penerbitan.

Kesalahan Perhitungan Nilai

Kesalahan perkalian harga satuan dan jumlah barang dapat mengakibatkan total invoice tidak sesuai. Karena itu, gunakan perhitungan yang teliti dan periksa kembali total seluruh baris sebelum menerbitkan dokumen.

Identitas Pembeli Tidak Tepat

Nama perusahaan, alamat, atau informasi importir yang tidak sesuai dapat menghambat administrasi. Pastikan data mengikuti informasi resmi dari pembeli dan cocokkan dengan dokumen transaksi lainnya.

Ketentuan Perdagangan Tidak Jelas

Kesalahan mencantumkan mata uang, syarat pembayaran, atau Incoterms dapat menimbulkan perbedaan pemahaman antara eksportir dan importir. Oleh sebab itu, gunakan ketentuan yang benar-benar di sepakati kedua belah pihak.

BACA JUGA: Apostille Dokumen Ekspor Impor: Syarat dan Proses Pengurusan

Perbedaan Commercial Invoice dan Packing List

Commercial invoice dan packing list merupakan dokumen yang saling melengkapi dalam proses ekspor impor, tetapi keduanya memiliki fokus berbeda.

Commercial invoice berfokus pada transaksi komersial, termasuk harga satuan, jumlah barang, dan total nilai. Sebaliknya, packing list menjelaskan rincian kemasan, jumlah paket, berat bersih, berat kotor, serta dimensi kemasan jika di perlukan.

Sebagai contoh, commercial invoice dapat mencatat nilai 200 unit produk yang di jual. Sementara itu, packing list menjelaskan bagaimana 200 unit tersebut di kemas ke dalam beberapa karton.

Dengan demikian, kedua dokumen perlu saling mendukung. Eksportir harus memastikan informasi barang dan jumlahnya konsisten, sedangkan rincian harga tetap tercatat secara tepat pada commercial invoice.

BACA JUGA: Jasa Pengurusan Dokumen Ekspor Impor

Jasa Pengurusan Dokumen Ekspor Impor

Penyusunan commercial invoice membutuhkan ketelitian karena dokumen ini berkaitan dengan transaksi komersial dan administrasi pengiriman internasional. Eksportir perlu memastikan identitas para pihak, rincian barang, nilai transaksi, mata uang, serta ketentuan perdagangan sesuai dengan dokumen pendukung.

PT Jangkar Global Groups melalui Jangkar Groups menyediakan pendampingan pengurusan dokumen sesuai kebutuhan administrasi perdagangan internasional. Pemohon dapat berkonsultasi mengenai pemeriksaan kelengkapan dokumen dan kesesuaian informasi sebelum proses pengiriman di lanjutkan.

Sebelum meminta pendampingan, siapkan data eksportir dan importir, rincian barang, nilai transaksi, serta informasi pengiriman yang tersedia. Selanjutnya, kebutuhan dokumen dapat di periksa agar langkah administrasi lebih terarah. Ketentuan akhir tetap mengikuti persyaratan pihak terkait dan otoritas kepabeanan yang berwenang.

Konsultasi Dokumen Ekspor Impor Sekarang

Siti Aidah