Certificate of Origin (COO/SKA): Fungsi dan Syarat untuk Ekspor

Siti Aidah

Updated on:

Certificate of Origin COO SKA Fungsi dan Syarat untuk Ekspor
Direktur Utama Jangkar Groups

Certificate of Origin (COO/SKA) merupakan dokumen penting dalam kegiatan ekspor yang menjelaskan negara asal suatu barang. Di Indonesia, dokumen ini di kenal sebagai Surat Keterangan Asal (SKA). Eksportir menggunakannya untuk memenuhi persyaratan perdagangan internasional, mendukung pemeriksaan kepabeanan, dan membuktikan asal barang kepada importir di negara tujuan.

Dalam praktiknya, kebutuhan Certificate of Origin bergantung pada negara tujuan, jenis produk, serta ketentuan perdagangan yang berlaku. Selain itu, beberapa perjanjian perdagangan memberikan fasilitas tarif preferensi bagi barang yang memenuhi ketentuan asal barang. Oleh karena itu, eksportir perlu memahami fungsi COO/SKA sebelum mengirimkan produk ke pasar internasional.

Persiapan dokumen yang tepat juga membantu eksportir menjaga kelancaran administrasi. Data pada Certificate of Origin harus sesuai dengan dokumen ekspor lainnya, seperti invoice, packing list, dan dokumen pengangkutan. Dengan demikian, eksportir dapat mengurangi risiko ketidaksesuaian data ketika importir mengurus pemasukan barang.

Apa Itu Certificate of Origin (COO/SKA)?

Certificate of Origin adalah sertifikat yang menjelaskan asal suatu barang ekspor. Di Indonesia, istilah resminya adalah Surat Keterangan Asal atau SKA. Dokumen ini membantu membuktikan bahwa barang memenuhi ketentuan asal barang sesuai aturan perdagangan yang berlaku.

COO/SKA memiliki peran penting karena negara importir dapat menerapkan kebijakan perdagangan berdasarkan asal produk. Sebagai contoh, suatu negara mungkin memberikan tarif bea masuk yang lebih rendah untuk produk dari negara mitra perjanjian perdagangan. Namun, eksportir harus memastikan bahwa produknya memenuhi aturan asal barang dalam perjanjian tersebut.

Selain itu, negara tujuan dapat meminta SKA sebagai bagian dari dokumen pendukung impor. Karena itu, eksportir perlu mengetahui jenis sertifikat yang sesuai dengan transaksi sebelum mengajukan permohonan.

Perbedaan COO dan SKA

Certificate of Origin merupakan istilah bahasa Inggris, sedangkan Surat Keterangan Asal merupakan istilah bahasa Indonesia. Keduanya merujuk pada dokumen yang menerangkan asal barang dalam kegiatan perdagangan internasional.

Meskipun demikian, eksportir tidak boleh menganggap semua sertifikat asal memiliki format dan fungsi yang sama. Setiap skema perdagangan dapat menetapkan formulir, kriteria asal barang, serta prosedur penerbitan tersendiri.

Oleh sebab itu, eksportir perlu memeriksa persyaratan importir dan ketentuan negara tujuan sebelum menentukan jenis COO/SKA yang akan di ajukan.

BACA JUGA: Dokumen Ekspor Impor: Jenis, Syarat, dan Prosedur Pengurusan

Siapa yang Membutuhkan Certificate of Origin?

Eksportir yang mengirimkan produk dari Indonesia ke luar negeri mungkin membutuhkan Certificate of Origin untuk memenuhi persyaratan transaksi. Kebutuhan tersebut dapat muncul ketika importir meminta bukti asal barang atau ketika skema perdagangan tertentu mensyaratkan SKA.

Produsen yang menjual produknya melalui eksportir juga perlu menyiapkan informasi mengenai proses produksi dan asal bahan baku. Informasi ini membantu eksportir membuktikan bahwa barang memenuhi kriteria asal yang berlaku.

Dengan persiapan tersebut, pihak yang terlibat dalam transaksi dapat menyelaraskan dokumen sejak awal dan mengurangi kendala administrasi.

BACA JUGA: Apa Itu Dokumen Ekspor Impor? Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Fungsi Certificate of Origin untuk Ekspor

Certificate of Origin memiliki beberapa fungsi dalam perdagangan internasional. Fungsi utamanya berkaitan dengan pembuktian asal barang, pemenuhan persyaratan impor, dan pemanfaatan fasilitas perdagangan jika produk memenuhi ketentuan yang berlaku.

Membuktikan Asal Barang Ekspor

Fungsi utama COO/SKA adalah menerangkan asal barang yang di ekspor. Informasi tersebut membantu importir dan otoritas negara tujuan memeriksa negara asal produk.

Asal barang tidak selalu hanya bergantung pada lokasi pengiriman. Dalam kondisi tertentu, penentuan asal barang juga mempertimbangkan tempat produksi, pengolahan, bahan baku, atau perubahan klasifikasi tarif sesuai aturan yang berlaku.

Sebagai contoh, eksportir yang mengirimkan produk olahan perlu mengetahui kriteria asal barang yang berlaku untuk produknya. Jika suatu skema menetapkan persyaratan proses produksi atau kandungan nilai regional, eksportir perlu menyiapkan bukti yang mendukung pemenuhan kriteria tersebut.

BACA JUGA: Syarat Dokumen Ekspor Impor: Daftar Dokumen yang Disiapkan

Mendukung Penggunaan Tarif Preferensi

COO/SKA preferensi dapat membantu importir memperoleh fasilitas tarif bea masuk yang lebih rendah apabila barang memenuhi ketentuan dalam perjanjian perdagangan terkait.

Namun, kepemilikan SKA tidak otomatis menjamin pembebasan bea masuk. Importir dan eksportir tetap perlu memastikan bahwa produk termasuk dalam cakupan perjanjian, memenuhi ketentuan asal barang, serta memenuhi persyaratan lain yang berlaku.

Karena itu, eksportir sebaiknya memeriksa skema perdagangan antara Indonesia dan negara tujuan sebelum mengajukan sertifikat. Langkah ini membantu memastikan jenis dokumen sesuai dengan fasilitas yang ingin di manfaatkan.

BACA JUGA: Packing List Ekspor Impor: Pengertian, Isi, dan Fungsi

Mendukung Pemeriksaan Kepabeanan

Otoritas kepabeanan negara tujuan dapat menggunakan Certificate of Origin untuk memeriksa informasi asal barang. Dokumen ini menjadi salah satu bagian dari administrasi impor sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, informasi asal barang dapat membantu importir memenuhi kewajiban dokumentasi dalam transaksi internasional. Ketika data COO/SKA selaras dengan invoice dan dokumen pengangkutan, proses pemeriksaan dapat berjalan lebih terarah.

Sebaliknya, ketidaksesuaian informasi dapat memicu permintaan klarifikasi atau dokumen tambahan. Oleh sebab itu, eksportir perlu memeriksa data sebelum mengajukan permohonan.

BACA JUGA: Bill of Lading dan Air Waybill: Perbedaan Dokumen Pengiriman

Jenis Certificate of Origin untuk Ekspor

Secara umum, SKA Indonesia terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu SKA preferensi dan SKA nonpreferensi. Pemilihan jenisnya bergantung pada tujuan penggunaan dokumen serta persyaratan perdagangan yang berlaku.

Certificate of Origin Preferensi

SKA preferensi mendukung permohonan fasilitas tarif berdasarkan perjanjian atau skema perdagangan tertentu. Dokumen ini dapat membantu importir memperoleh pengurangan tarif atau fasilitas bea masuk lain jika barang memenuhi ketentuan yang berlaku.

Setiap perjanjian dapat menetapkan formulir dan aturan asal barang berbeda. Karena itu, eksportir harus mengetahui skema yang berlaku untuk negara tujuan dan jenis produknya.

Selain memeriksa formulir, eksportir perlu menyiapkan bukti asal barang sesuai kriteria yang relevan. Bukti tersebut dapat berkaitan dengan tempat produksi, bahan baku, nilai kandungan regional, atau proses pengolahan.

BACA JUGA: Jenis-Jenis Dokumen Ekspor yang Wajib Disiapkan Eksportir

Certificate of Origin Nonpreferensi

SKA nonpreferensi menerangkan asal barang tanpa secara khusus mengajukan fasilitas tarif preferensi berdasarkan suatu perjanjian perdagangan.

Importir mungkin membutuhkan dokumen ini untuk memenuhi persyaratan administrasi, kebijakan perdagangan, atau permintaan pembeli. Namun, fungsi dan kebutuhan dokumen tetap mengikuti ketentuan negara tujuan serta transaksi yang berlangsung.

Oleh karena itu, eksportir perlu memastikan apakah importir meminta SKA nonpreferensi atau jenis sertifikat tertentu. Jangan menentukan jenisnya hanya berdasarkan kebiasaan transaksi sebelumnya karena persyaratan dapat berbeda.

Syarat Mengurus Certificate of Origin COO SKA

Syarat Mengurus Certificate of Origin (COO/SKA)

Syarat pengurusan Certificate of Origin bergantung pada jenis SKA, produk ekspor, dan skema perdagangan yang di gunakan. Meskipun begitu, eksportir perlu menyiapkan legalitas usaha, data barang, serta dokumen pendukung transaksi.

Persyaratan Identitas dan Legalitas Eksportir

Eksportir perlu memastikan data perusahaan tersedia dan sesuai dengan ketentuan sistem pengajuan. Dokumen yang mungkin di perlukan meliputi:

  • Nomor Induk Berusaha (NIB).
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan.
  • Akta pendirian dan dokumen legalitas perusahaan jika di minta.
  • Identitas pengurus atau administrator yang berwenang.
  • Data perusahaan untuk registrasi akses sistem SKA.

Daftar tersebut merupakan gambaran umum persiapan administrasi, bukan daftar mutlak untuk seluruh jenis permohonan. Persyaratan registrasi dapat berbeda menurut mekanisme layanan dan ketentuan instansi penerbit.

Karena itu, eksportir perlu memeriksa persyaratan registrasi yang berlaku sebelum mengajukan permohonan.

Dokumen Pendukung Ekspor

Selain legalitas perusahaan, eksportir perlu menyiapkan dokumen transaksi yang relevan. Dokumen tersebut dapat mencakup:

  • Commercial invoice.
  • Packing list.
  • Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).
  • Bill of lading (B/L), airway bill (AWB), atau bukti pengangkutan lain sesuai kebutuhan.
  • Nota Pelayanan Ekspor (NPE), jika di minta.
  • Dokumen pendukung asal barang sesuai skema yang berlaku.

Eksportir perlu memastikan informasi dalam dokumen tersebut konsisten. Sebagai contoh, nama eksportir, deskripsi produk, jumlah barang, dan informasi pengiriman harus sesuai dengan transaksi sebenarnya.

Selain itu, eksportir produsen mungkin perlu menyiapkan perhitungan struktur biaya atau bukti proses produksi jika ketentuan asal barang mensyaratkannya. Persiapan ini penting ketika penentuan asal barang menggunakan kriteria nilai kandungan atau perubahan klasifikasi tarif.

Persyaratan Asal Barang

Salah satu aspek penting dalam pengajuan COO/SKA adalah pemenuhan kriteria asal barang atau Rules of Origin. Kriteria ini menentukan apakah suatu produk dapat di nyatakan berasal dari negara tertentu berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Dalam beberapa skema, barang harus sepenuhnya di peroleh atau di produksi di negara asal. Sementara itu, produk yang menggunakan bahan dari beberapa negara dapat mengikuti kriteria lain, seperti perubahan klasifikasi tarif atau kandungan nilai regional.

Oleh sebab itu, eksportir perlu memahami proses produksi dan asal bahan baku. Jika dokumen pendukung tidak cukup menjelaskan asal produk, instansi penerbit dapat meminta informasi tambahan sebelum memproses permohonan.

BACA JUGA: Commercial Invoice untuk Ekspor Impor: Fungsi, Isi, Cara Membuat

Cara Mengurus Certificate of Origin di Indonesia

Pengurusan Certificate of Origin di Indonesia dapat melibatkan registrasi sistem, pengisian data, penyerahan dokumen pendukung, dan pemeriksaan oleh instansi penerbit SKA. Eksportir perlu mengikuti prosedur sesuai jenis sertifikat yang di butuhkan.

Registrasi Akses Sistem SKA

Eksportir yang belum memiliki akses perlu memeriksa prosedur registrasi pada sistem layanan SKA. Proses ini biasanya melibatkan pengisian profil perusahaan dan data administrator yang mendapat kewenangan untuk mengajukan permohonan.

Pastikan informasi perusahaan sesuai dengan dokumen legalitas. Selanjutnya, ikuti petunjuk aktivasi akses yang berlaku agar perusahaan dapat menggunakan sistem pengajuan.

BACA JUGA: Apostille Dokumen Ekspor Impor: Syarat dan Proses Pengurusan

Pengisian Data dan Pengajuan Permohonan

Setelah akses tersedia, eksportir dapat menyiapkan data permohonan sesuai jenis SKA. Informasi yang perlu di periksa meliputi identitas eksportir, importir, deskripsi produk, jumlah barang, negara tujuan, serta data transaksi terkait.

Kemudian, unggah dokumen pendukung sesuai persyaratan sistem. Sebelum mengirimkan permohonan, cocokkan seluruh data dengan invoice, packing list, dan dokumen ekspor lainnya.

Pemeriksaan awal membantu mengurangi kesalahan penulisan dan perbedaan informasi. Jika terdapat data yang belum pasti, selesaikan pemeriksaan terlebih dahulu agar permohonan lebih siap untuk di evaluasi.

Pemeriksaan oleh Instansi Penerbit SKA

Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) memeriksa permohonan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku. Petugas dapat memeriksa data barang, dokumen pendukung, dan pemenuhan kriteria asal barang.

Apabila persyaratan belum lengkap, eksportir mungkin perlu memberikan penjelasan atau dokumen tambahan. Oleh karena itu, simpan dokumen transaksi dan bukti produksi yang relevan untuk mendukung permohonan.

Setelah permohonan memenuhi ketentuan, penerbitan mengikuti prosedur untuk jenis SKA yang di ajukan. Bentuk dokumen dan mekanisme penyampaiannya dapat berbeda sesuai skema yang berlaku.

BACA JUGA: Legalisasi Dokumen Ekspor Impor untuk Digunakan di Luar Negeri

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mengurus COO/SKA

Kesalahan dalam persiapan Certificate of Origin dapat menimbulkan kendala administrasi. Karena itu, eksportir sebaiknya memeriksa informasi sebelum mengirimkan permohonan.

Ketidaksesuaian Data Antar Dokumen

Perbedaan nama perusahaan, deskripsi barang, jumlah produk, atau informasi pengiriman dapat memicu pemeriksaan tambahan. Pastikan data COO/SKA sesuai dengan dokumen transaksi dan dokumen pengangkutan.

Selain itu, gunakan deskripsi barang yang jelas dan konsisten. Jika terdapat perubahan pada transaksi, periksa apakah dokumen pendukung perlu di sesuaikan sebelum pengajuan.

Pemilihan Jenis SKA yang Tidak Tepat

Eksportir perlu memastikan jenis SKA sesuai permintaan importir dan aturan negara tujuan. Pemilihan formulir yang tidak sesuai dapat menghambat pemanfaatan fasilitas tarif atau pemenuhan persyaratan impor.

Untuk menghindari masalah tersebut, periksa perjanjian perdagangan yang relevan dan konsultasikan persyaratan kepada instansi penerbit jika terdapat keraguan.

Bukti Asal Barang Belum Memadai

Informasi mengenai bahan baku dan proses produksi sangat penting ketika skema perdagangan menetapkan kriteria asal tertentu. Oleh karena itu, eksportir perlu menyimpan catatan produksi, data pemasok, dan perhitungan biaya yang relevan.

Dokumen pendukung yang memadai membantu menjelaskan bagaimana produk memenuhi ketentuan asal barang. Selain itu, pencatatan yang rapi dapat memudahkan perusahaan ketika menghadapi pemeriksaan atau permintaan klarifikasi.

BACA JUGA: Jasa Pengurusan Dokumen Ekspor Impor

Jasa Pengurusan Certificate of Origin (COO/SKA)

PT Jangkar Global Groups melalui Jangkar Groups menyediakan pendampingan administrasi dokumen untuk kebutuhan perdagangan internasional. Layanan ini dapat membantu eksportir memeriksa kebutuhan dokumen, menyiapkan berkas pendukung, dan memahami tahapan pengajuan Certificate of Origin sesuai kebutuhan transaksi.

Sebelum memulai proses, eksportir sebaiknya menyiapkan data perusahaan, informasi produk, negara tujuan, dan dokumen transaksi. Informasi tersebut membantu pemeriksaan awal terhadap jenis SKA yang mungkin di perlukan serta persyaratan yang harus di penuhi.

Selain itu, eksportir perlu memastikan bahwa data asal barang sesuai dengan proses produksi dan ketentuan skema perdagangan. Pendampingan administrasi dapat membantu menata dokumen, tetapi penerbitan sertifikat tetap mengikuti pemeriksaan dan keputusan instansi yang berwenang.

Konsultasi Dokumen Ekspor Impor Sekarang

Siti Aidah