Visa Kerja Amerika Serikat Jenis, Syarat, dan Prosedur

Santsanisy

Visa Kerja Amerika Serikat Jenis, Syarat, dan Prosedur
Direktur Utama Jangkar Groups

Pada dasarnya, Amerika Serikat memiliki beberapa kategori visa kerja. Masing-masing kategori mempunyai persyaratan dan prosedur yang berbeda. Karena itu, calon pekerja perlu menentukan jenis visa secara tepat sebelum memulai proses pengajuan.

Selain itu, proses visa kerja Amerika Serikat umumnya melibatkan pemberi kerja atau pihak sponsor. Untuk sebagian besar kategori pekerja sementara, calon pemberi kerja perlu mengajukan petition kepada U.S. Citizenship and Immigration Services atau USCIS terlebih dahulu. Setelah USCIS menyetujui petition tersebut, calon pekerja dapat melanjutkan proses pengajuan visa melalui perwakilan diplomatik Amerika Serikat.

Baca juga : Visa Amerika Serikat (USA) Jenis, Syarat, dan Cara Mengurus

Apa Itu Visa Kerja Amerika Serikat?

Visa kerja Amerika Serikat merupakan izin visa yang memungkinkan warga negara asing masuk ke Amerika Serikat untuk menjalankan pekerjaan tertentu sesuai kategori visa yang berlaku.

Namun, visa kerja bukan satu jenis visa saja. Pemerintah Amerika Serikat menyediakan beberapa kategori berdasarkan jenis pekerjaan, kualifikasi pekerja, durasi pekerjaan, serta hubungan antara pekerja dan perusahaan.

Sebagai contoh, H-1B dapat digunakan oleh tenaga profesional pada specialty occupation. Sementara itu, H-2A berkaitan dengan pekerjaan pertanian sementara dan musiman. Kemudian, H-2B berkaitan dengan pekerjaan nonpertanian yang bersifat sementara atau musiman.

Oleh sebab itu, seseorang tidak dapat memilih kategori visa hanya berdasarkan keinginan pribadi. Jenis pekerjaan dan kondisi pekerjaan harus sesuai dengan ketentuan kategori visa yang berlaku.

Baca juga : Syarat Visa Amerika Serikat untuk Warga Negara Indonesia

Jenis Visa Kerja Amerika Serikat

Berikut beberapa kategori visa kerja yang perlu calon pekerja kenali.

1. Visa H-1B

H-1B ditujukan bagi pekerja dalam bidang specialty occupation. Kategori ini umumnya berkaitan dengan pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan khusus serta kualifikasi pendidikan tertentu.

Calon pekerja biasanya membutuhkan setidaknya gelar sarjana atau pengalaman yang setara sesuai bidang pekerjaan. Contohnya antara lain pekerjaan tertentu dalam bidang teknologi, teknik, keuangan, pendidikan, dan bidang profesional lainnya.

2. Visa H-2A

H-2A ditujukan bagi pekerja pertanian sementara atau musiman. Kategori ini dapat menjadi pilihan bagi tenaga kerja asing yang memperoleh pekerjaan pertanian sesuai ketentuan program H-2A.

Namun, tidak semua kewarganegaraan otomatis memenuhi ketentuan program ini. Pemerintah Amerika Serikat menetapkan daftar negara yang memenuhi syarat, dengan beberapa pengecualian tertentu.

Baca juga : Cara Membuat Visa Amerika dari Indonesia Step-by-Step

3. Visa H-2B

H-2B berkaitan dengan pekerjaan nonpertanian yang bersifat sementara atau musiman. Jenis pekerjaan dapat mencakup berbagai kebutuhan tenaga kerja sementara sesuai ketentuan program.

Sama seperti H-2A, pemberi kerja dan pekerja harus memenuhi persyaratan program sebelum proses visa berlanjut.

4. Visa L-1

L-1 berlaku bagi pekerja yang memperoleh penugasan atau transfer dalam satu perusahaan multinasional.

Kategori ini dapat mencakup pekerja dengan posisi manajerial, eksekutif, atau pekerja dengan specialized knowledge. Selain itu, calon pekerja umumnya harus mempunyai riwayat bekerja pada perusahaan yang sama di luar Amerika Serikat selama periode tertentu sebelum transfer.

Baca juga : Visa Amerika B1/B2 Syarat, Fungsi, Biaya, dan Proses Pengajuan

5. Visa O-1

O-1 ditujukan bagi individu dengan extraordinary ability atau extraordinary achievement dalam bidang tertentu.

Bidang yang dapat masuk kategori ini antara lain sains, seni, pendidikan, bisnis, dan olahraga. Karena itu, pemohon perlu menunjukkan bukti yang kuat mengenai kemampuan dan pencapaian profesionalnya.

6. Visa P

Visa P mencakup beberapa kategori bagi atlet, artis, entertainer, atau anggota kelompok tertentu. Misalnya, P-1 dapat berkaitan dengan atlet atau anggota kelompok hiburan yang memenuhi persyaratan tertentu.

Kemudian, P-2 dan P-3 memiliki ketentuan khusus mengenai program pertukaran, pertunjukan, pengajaran, atau kegiatan budaya tertentu.

7. Visa Q-1

Q-1 berkaitan dengan peserta program pertukaran budaya internasional. Program tersebut dapat memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbagi sejarah, budaya, dan tradisi negara asal melalui kegiatan yang memenuhi ketentuan program.

Selain kategori tersebut, Amerika Serikat juga mempunyai kategori pekerjaan lain. Karena itu, calon pekerja perlu menyesuaikan tujuan pekerjaan dengan kategori visa yang tepat.

Baca juga : Visa Turis Amerika untuk WNI Syarat dan Cara Pengajuan

Syarat Visa Kerja Amerika Serikat

Syarat visa kerja dapat berbeda berdasarkan kategori visa. Meskipun demikian, terdapat beberapa dokumen dan persyaratan umum yang perlu calon pemohon persiapkan.

Pertama, calon pekerja membutuhkan paspor yang masih berlaku. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyebutkan bahwa paspor umumnya harus berlaku setidaknya enam bulan setelah masa tinggal di Amerika Serikat, kecuali terdapat pengecualian berdasarkan perjanjian tertentu.

Kedua, pemohon perlu mengisi Form DS-160 secara online. Setelah mengisi formulir, pemohon perlu menyimpan halaman konfirmasi untuk kebutuhan proses visa dan wawancara.

Ketiga, pemohon perlu membayar biaya pengajuan visa sesuai kategori. Untuk kategori visa berbasis petition seperti kategori H, biaya pemrosesan visa nonimigran tercantum sebesar US$205 pada informasi resmi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Namun, biaya tambahan tertentu dapat berlaku berdasarkan kategori dan kondisi kasus.

Keempat, calon pekerja perlu mempunyai petition yang sesuai apabila kategori visa mensyaratkannya. Pemberi kerja atau pihak yang memenuhi ketentuan biasanya mengajukan petition kepada USCIS. Setelah USCIS memberikan persetujuan, pemohon dapat melanjutkan proses visa.

Selain itu, pemohon perlu menyiapkan dokumen pendukung seperti:

  1. Paspor yang masih berlaku.
  2. Konfirmasi Form DS-160.
  3. Bukti pembayaran biaya visa.
  4. Foto sesuai ketentuan apabila sistem tidak menerima unggahan foto.
  5. Nomor receipt petition Form I-129 atau Form I-797 sesuai kebutuhan.
  6. Dokumen pekerjaan dari perusahaan.
  7. Bukti pendidikan dan pengalaman kerja.
  8. Dokumen pendukung sesuai kategori visa.
  9. Dokumen tambahan apabila pihak konsuler memintanya.

Namun, jangan menganggap daftar tersebut sebagai daftar universal. Setiap kategori visa dapat mempunyai persyaratan tambahan.

Baca juga : Visa Bisnis Amerika Serikat Syarat dan Prosedur Pengajuan

Prosedur Mengurus Visa Kerja Amerika Serikat

Secara umum, proses dapat dimulai dari hubungan kerja antara calon pekerja dan perusahaan di Amerika Serikat.

1. Mendapatkan tawaran pekerjaan atau sponsor

Pertama, calon pekerja perlu mempunyai pekerjaan atau hubungan kerja yang sesuai dengan kategori visa. Untuk banyak kategori temporary worker, pemberi kerja mempunyai peran penting dalam proses petition.

2. Pemberi kerja mengajukan petition

Selanjutnya, pemberi kerja mengajukan petition kepada USCIS apabila kategori visa mensyaratkannya.

USCIS kemudian menilai petition berdasarkan ketentuan yang berlaku. Calon pekerja perlu menunggu hasil proses tersebut sebelum melanjutkan tahap visa konsuler.

Baca juga : Visa Pelajar Amerika Serikat F-1 Syarat dan Cara Mengurus

3. Menunggu persetujuan petition

Setelah USCIS menyetujui petition, pemohon memperoleh informasi yang diperlukan untuk melanjutkan pengajuan visa.

Pada tahap ini, pemohon sebaiknya memastikan seluruh informasi pada petition sesuai dengan dokumen pribadi dan informasi pekerjaan.

4. Mengisi Form DS-160

Berikutnya, pemohon mengisi Form DS-160 secara online. Data pada DS-160 harus konsisten dengan informasi pada paspor, dokumen pekerjaan, serta dokumen petition.

Kesalahan informasi dapat menimbulkan masalah pada proses aplikasi. Karena itu, calon pemohon perlu memeriksa setiap bagian sebelum mengirim formulir.

Baca juga : Biaya Visa Amerika Serikat Tarif dan Pembayarannya

5. Membayar biaya visa

Setelah itu, pemohon mengikuti mekanisme pembayaran yang berlaku untuk lokasi pengajuan. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga menjelaskan bahwa informasi pembayaran dapat mengikuti instruksi dari kedutaan atau konsulat tempat pemohon mengajukan visa.

6. Menjadwalkan wawancara

Selanjutnya, pemohon mengikuti prosedur penjadwalan wawancara sesuai instruksi perwakilan diplomatik Amerika Serikat.

Pemohon sebaiknya membawa dokumen utama dan dokumen pendukung yang relevan. Selain itu, pemohon perlu memahami detail pekerjaan, perusahaan, posisi, lokasi kerja, serta tujuan keberangkatan.

Baca juga : Wawancara Visa Amerika Pertanyaan, Jawaban, dan Tipsnya

7. Mengikuti wawancara visa

Pada saat wawancara, petugas konsuler dapat mengajukan pertanyaan mengenai pekerjaan, perusahaan, kualifikasi, tujuan perjalanan, serta informasi lain yang relevan dengan aplikasi.

Karena itu, jawaban harus sesuai dengan fakta dan dokumen yang pemohon miliki.

8. Menunggu hasil proses visa

Setelah wawancara, petugas konsuler akan menentukan kelanjutan aplikasi berdasarkan hukum dan persyaratan visa yang berlaku. Persetujuan petition dari USCIS tidak otomatis menjamin penerbitan visa karena proses visa tetap melibatkan pemeriksaan konsuler.

Baca juga : Visa Amerika Ditolak Penyebab dan Arti Penolakan

Berapa Biaya Visa Kerja Amerika Serikat?

Biaya bergantung pada kategori visa dan kondisi aplikasi. Untuk visa berbasis petition, Departemen Luar Negeri saat ini mencantumkan biaya pemrosesan sebesar US$205. Namun, pemohon juga perlu memperhatikan kemungkinan biaya lain yang berkaitan dengan petition, layanan tertentu, atau reciprocity fee apabila ketentuan berlaku.

Karena itu, calon pekerja sebaiknya menghitung seluruh kebutuhan biaya sejak awal, bukan hanya biaya pengajuan visa konsuler.

Hal Penting Sebelum Mengajukan Visa Kerja

Pertama, pastikan pekerjaan memang sesuai dengan kategori visa. Kedua, periksa kembali informasi petition dan DS-160. Ketiga, siapkan dokumen secara konsisten.

Selain itu, pemohon perlu mengikuti aturan terbaru karena prosedur visa dapat mengalami perubahan. Pada 2026, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga memperluas proses online presence review untuk beberapa kategori visa nonimigran tertentu. Karena itu, pemohon perlu memeriksa instruksi terbaru sebelum mengajukan aplikasi.

Terakhir, hindari penggunaan dokumen atau informasi yang tidak benar. Keakuratan data menjadi bagian penting dalam proses pemeriksaan visa.

Konsultasikan Pengurusan Visa Amerika Anda Sekarang

Santsanisy