Bekerja sebagai pekerja rumah tangga di luar negeri menjadi salah satu peluang bagi masyarakat Indonesia yang ingin mendapatkan penghasilan dan pengalaman kerja internasional. Sejumlah negara membutuhkan tenaga kerja domestik untuk membantu membersihkan rumah, memasak, mengasuh anak, hingga mendampingi anggota keluarga yang membutuhkan perawatan.
Namun, calon pekerja tidak bisa langsung berangkat hanya dengan memiliki pengalaman mengurus rumah tangga. Mereka harus memenuhi persyaratan administrasi, kesehatan, keterampilan, serta ketentuan keimigrasian yang berlaku di negara tujuan.
Selain itu, pemerintah Indonesia mengatur proses penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar calon pekerja mendapatkan perlindungan sebelum, selama, dan setelah bekerja di luar negeri.
Oleh karena itu, memahami syarat menjadi pekerja rumah tangga di luar negeri merupakan langkah penting sebelum mencari lowongan pekerjaan atau mendaftar melalui perusahaan penempatan.
Artikel ini membahas persyaratan usia, pendidikan, kesehatan, keterampilan, dokumen, hingga prosedur yang perlu dipersiapkan calon pekerja rumah tangga Indonesia.

1. Syarat Usia Menjadi Pekerja Rumah Tangga di Luar Negeri
Usia menjadi salah satu persyaratan utama dalam proses penempatan pekerja migran. Calon pekerja harus memenuhi batas usia minimum berdasarkan peraturan Indonesia dan ketentuan negara tujuan.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, salah satu persyaratan calon PMI adalah berusia minimal 18 tahun. Meskipun demikian, beberapa negara tujuan atau skema penempatan dapat menetapkan persyaratan tambahan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan meliputi:
- Memenuhi batas usia minimum sesuai peraturan.
- Memiliki identitas kependudukan yang valid.
- Menyesuaikan usia dengan persyaratan pemberi kerja.
- Memenuhi ketentuan usia untuk jenis pekerjaan tertentu.
Sebagai contoh, pekerjaan pengasuh anak dan pendamping lansia dapat memiliki persyaratan tambahan berdasarkan kebutuhan pemberi kerja.
Karena itu, calon pekerja sebaiknya memeriksa ketentuan usia sebelum mengikuti seleksi.
2. Syarat Pendidikan untuk Pekerja Rumah Tangga di Luar Negeri
Persyaratan pendidikan dapat berbeda antara satu negara dengan negara lainnya. Beberapa lowongan pekerjaan domestik menetapkan pendidikan minimum tertentu, sedangkan lowongan lainnya lebih menekankan keterampilan dan pengalaman kerja.
Calon pekerja sebaiknya menyiapkan dokumen pendidikan sebagai bukti riwayat pendidikan formal. Dokumen yang dapat dipersiapkan antara lain:
- Ijazah SD, SMP, atau SMA sesuai persyaratan.
- Surat keterangan pendidikan apabila diperlukan.
- Dokumen pendukung pendidikan lainnya.
Selain pendidikan formal, calon pekerja perlu memiliki kemampuan membaca, menulis, dan memahami instruksi kerja. Kemampuan tersebut sangat membantu ketika pekerja harus membaca jadwal kegiatan, memahami petunjuk penggunaan peralatan rumah tangga, serta berkomunikasi dengan pemberi kerja.
3. Syarat Kesehatan dan Medical Check-Up
Kondisi kesehatan menjadi faktor penting karena pekerjaan rumah tangga membutuhkan aktivitas fisik dan tanggung jawab sehari-hari. Calon pekerja biasanya harus menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up sesuai ketentuan penempatan dan negara tujuan.
Pemeriksaan kesehatan dapat mencakup beberapa hal berikut:
Pemeriksaan Fisik
Petugas medis memeriksa kondisi tubuh secara umum untuk mengetahui apakah calon pekerja mampu menjalankan aktivitas pekerjaan.
Pemeriksaan Laboratorium
Beberapa negara atau skema penempatan dapat meminta pemeriksaan laboratorium tertentu sebagai bagian dari persyaratan kesehatan.
Pemeriksaan Penyakit Menular
Negara tujuan dapat menetapkan pemeriksaan penyakit tertentu untuk memastikan calon pekerja memenuhi standar kesehatan yang berlaku.
Pemeriksaan Kesehatan Tambahan
Jika diperlukan, calon pekerja dapat menjalani pemeriksaan tambahan berdasarkan jenis pekerjaan atau persyaratan medis negara tujuan.
Setelah menjalani pemeriksaan, calon pekerja perlu menyimpan hasil medical check-up sebagai dokumen pendukung proses penempatan. Perlu diingat bahwa jenis pemeriksaan dan masa berlaku hasil kesehatan dapat berbeda-beda. Oleh sebab itu, ikuti petunjuk dari lembaga pemeriksaan yang ditentukan dalam proses penempatan.
4. Syarat Keterampilan Menjadi Pekerja Rumah Tangga di Luar Negeri
Selain memenuhi persyaratan administrasi, calon pekerja perlu menguasai keterampilan dasar rumah tangga. Keterampilan tersebut membantu pekerja menjalankan tanggung jawab dengan baik dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja baru.
Berikut beberapa kemampuan yang sebaiknya dimiliki.
Kemampuan Membersihkan Rumah
Pekerja harus memahami cara membersihkan berbagai area rumah, seperti kamar tidur, ruang keluarga, dapur, kamar mandi, dan area lainnya. Selain itu, pekerja perlu mengetahui penggunaan peralatan kebersihan secara tepat.
Kemampuan Memasak
Kemampuan memasak menjadi nilai tambah bagi calon pekerja rumah tangga. Pekerja sebaiknya mampu menyiapkan makanan sederhana, menjaga kebersihan dapur, serta mengikuti kebutuhan menu keluarga pemberi kerja.
Kemampuan Mencuci dan Menyetrika
Pekerja perlu memahami cara mencuci pakaian, menggunakan mesin cuci, memisahkan jenis bahan pakaian, dan menyetrika dengan aman.
Kemampuan Mengasuh Anak
Jika melamar sebagai pengasuh anak, calon pekerja perlu memahami kebutuhan dasar anak, kebersihan, keamanan, serta komunikasi yang baik.
Kemampuan Mendampingi Lansia
Calon pekerja yang ingin menjadi pendamping lansia sebaiknya memiliki keterampilan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Untuk pekerjaan yang membutuhkan tindakan perawatan khusus, pekerja harus memiliki kompetensi dan mengikuti batas kewenangan yang berlaku.
5. Syarat Kemampuan Bahasa Negara Tujuan
Kemampuan bahasa asing sangat membantu pekerja rumah tangga ketika berkomunikasi dengan pemberi kerja. Meskipun tidak semua lowongan mensyaratkan kemampuan bahasa pada tingkat tinggi, calon pekerja sebaiknya mempelajari kosakata dasar sebelum berangkat.
Beberapa contoh bahasa yang dapat dipelajari antara lain:
- Bahasa Kantonis untuk bekerja di Hong Kong.
- Bahasa Inggris untuk bekerja di Singapura.
- Bahasa Melayu untuk bekerja di Malaysia.
- Bahasa Arab untuk bekerja di Arab Saudi.
- Bahasa Mandarin untuk bekerja di Taiwan.
Materi pembelajaran sebaiknya berfokus pada komunikasi sehari-hari, instruksi pekerjaan, keselamatan, dan kebutuhan rumah tangga. Dengan demikian, pekerja dapat memahami arahan pemberi kerja dan mengurangi risiko kesalahpahaman.
6. Syarat Dokumen untuk Bekerja sebagai PRT di Luar Negeri
Dokumen merupakan bagian penting dalam proses pendaftaran, penempatan, dan keberangkatan pekerja migran. Calon pekerja perlu menyiapkan dokumen pribadi serta dokumen pendukung sesuai persyaratan Indonesia dan negara tujuan.
Berikut daftar dokumen yang umumnya perlu dipersiapkan:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Kartu Keluarga (KK).
- Akta kelahiran.
- Ijazah pendidikan.
- Paspor yang masih berlaku.
- Surat keterangan kesehatan.
- Sertifikat keterampilan jika dipersyaratkan.
- Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) jika diperlukan.
- Curriculum Vitae (CV).
- Dokumen persetujuan keluarga sesuai ketentuan yang berlaku.
- Visa kerja atau izin kerja.
- Perjanjian penempatan.
- Perjanjian kerja.
- Dokumen penempatan PMI lainnya sesuai ketentuan.
Tidak semua dokumen tersebut berlaku untuk setiap negara dan jenis penempatan. Oleh sebab itu, calon pekerja harus mengikuti daftar persyaratan resmi yang diberikan oleh pihak berwenang.
Apakah Dokumen Harus Diterjemahkan Tersumpah?
Beberapa negara atau instansi penerima meminta dokumen tertentu dalam bahasa resmi negara tujuan.Dalam kondisi tersebut, calon pekerja mungkin perlu menggunakan jasa penerjemah tersumpah.
Dokumen yang dapat diminta untuk diterjemahkan antara lain:
- Ijazah pendidikan.
- Akta kelahiran.
- Kartu Keluarga.
- Surat pengalaman kerja.
- Sertifikat kompetensi.
- Surat keterangan lainnya.
Selain penerjemahan, dokumen tertentu juga dapat memerlukan legalisasi atau apostille apabila diminta oleh instansi penerima. Sebaiknya, periksa terlebih dahulu persyaratan dokumen agar tidak melakukan penerjemahan atau pengesahan yang sebenarnya tidak diperlukan.
7. Syarat Pengalaman Kerja sebagai PRT di Luar Negeri
Pengalaman kerja dapat menjadi nilai tambah ketika calon pekerja mengikuti proses seleksi. Namun, persyaratan pengalaman tidak selalu sama. Beberapa pemberi kerja menerima pekerja pemula, sedangkan pekerjaan tertentu membutuhkan pengalaman sebelumnya.
Pengalaman yang relevan misalnya:
- Pernah bekerja sebagai asisten rumah tangga.
- Memiliki pengalaman mengasuh anak.
- Pernah mendampingi orang lanjut usia.
- Memiliki pengalaman memasak untuk keluarga.
- Pernah bekerja sebagai housekeeper.
Jika memiliki pengalaman kerja, calon pekerja sebaiknya menyiapkan surat pengalaman kerja atau referensi dari pemberi kerja sebelumnya.
Dokumen tersebut dapat membantu perusahaan penempatan atau calon pemberi kerja memahami kemampuan yang dimiliki.
8. Syarat Mental dan Kesiapan Bekerja di Luar Negeri
Bekerja jauh dari keluarga membutuhkan kesiapan mental yang baik. Calon pekerja harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, budaya, kebiasaan, serta sistem kerja yang berbeda.
Beberapa kesiapan yang perlu diperhatikan meliputi:
Kemampuan Beradaptasi
Pekerja perlu memahami kebiasaan keluarga pemberi kerja dan menyesuaikan diri selama tetap berada dalam batas kontrak dan hak pekerja.
Kedisiplinan
Pekerjaan rumah tangga membutuhkan kedisiplinan dalam menjalankan jadwal serta tanggung jawab sehari-hari.
Komunikasi yang Baik
Pekerja perlu menyampaikan kebutuhan, kendala, atau kesalahpahaman secara jelas dan profesional.
Kesiapan Tinggal Jauh dari Keluarga
Calon pekerja harus memahami bahwa bekerja di luar negeri dapat membuat mereka tinggal jauh dari keluarga dalam jangka waktu tertentu. Karena itu, persiapan keluarga dan komunikasi sebelum keberangkatan juga perlu diperhatikan.
9. Syarat Visa Kerja dan Izin Kerja
Selain dokumen pribadi, calon pekerja harus memiliki dokumen keimigrasian yang sesuai dengan pekerjaan. Visa kerja dan izin kerja menjadi persyaratan penting agar pekerja dapat menjalankan aktivitas sesuai ketentuan negara tujuan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Jenis visa sesuai pekerjaan rumah tangga.
- Identitas pemberi kerja.
- Kesesuaian jabatan atau jenis pekerjaan.
- Masa berlaku izin kerja.
- Ketentuan perpanjangan izin.
- Aturan perubahan pemberi kerja jika diperbolehkan.
Jangan menggunakan visa turis untuk bekerja apabila negara tujuan mensyaratkan visa atau izin kerja khusus. Selain berisiko menimbulkan masalah imigrasi, penggunaan izin yang tidak sesuai juga dapat mempersulit pekerja ketika membutuhkan perlindungan.
10. Syarat Memilih Agen Penempatan PRT ke Luar Negeri
Calon pekerja yang menggunakan jasa perusahaan penempatan harus memastikan legalitas dan kewenangan perusahaan tersebut. Jangan memilih agen hanya karena menawarkan gaji tinggi atau menjanjikan keberangkatan dalam waktu singkat.
Berikut beberapa hal yang perlu diperiksa:
- Identitas dan alamat perusahaan jelas.
- Legalitas perusahaan dapat diverifikasi.
- Informasi lowongan tersedia secara transparan.
- Identitas pemberi kerja dapat diperiksa.
- Biaya penempatan dijelaskan secara terbuka.
- Kontrak kerja dapat dipelajari sebelum keberangkatan.
- Terdapat informasi mengenai perlindungan pekerja.
- Proses penempatan mengikuti ketentuan pemerintah.
Calon pekerja juga sebaiknya tidak menyerahkan uang atau dokumen asli kepada pihak yang tidak dapat menunjukkan kewenangan yang sah.
11. Bagaimana Proses Menjadi Pekerja Rumah Tangga di Luar Negeri?
Setelah memenuhi persyaratan awal, calon pekerja dapat mengikuti tahapan penempatan sesuai mekanisme yang berlaku.
Berikut gambaran prosesnya.
Tahap 1: Mencari Lowongan Pekerjaan
Cari lowongan pekerjaan dari sumber yang dapat diverifikasi. Periksa negara tujuan, jenis pekerjaan, gaji, serta identitas pemberi kerja.
Tahap 2: Mengikuti Pendaftaran
Calon pekerja mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkan dokumen awal sesuai persyaratan.
Tahap 3: Mengikuti Seleksi
Perusahaan atau pemberi kerja dapat melakukan wawancara dan pemeriksaan keterampilan.
Tahap 4: Mengikuti Pelatihan
Jika diwajibkan, calon pekerja mengikuti pelatihan keterampilan dan pembekalan sebelum keberangkatan.
Tahap 5: Melengkapi Dokumen
Calon pekerja melengkapi dokumen identitas, pemeriksaan kesehatan, serta persyaratan administrasi lainnya.
Tahap 6: Menandatangani Perjanjian Kerja
Sebelum berangkat, pekerja harus membaca dan memahami isi perjanjian kerja.
Pastikan gaji, tugas, jam kerja, hari libur, fasilitas, serta hak dan kewajiban tercantum secara jelas.
Tahap 7: Mengurus Visa dan Izin Kerja
Pekerja mengikuti proses pengurusan dokumen keimigrasian sesuai ketentuan negara tujuan.
Tahap 8: Persiapan dan Keberangkatan
Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, pekerja mengikuti pembekalan akhir dan proses keberangkatan sesuai prosedur resmi.
12. Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Mendaftar sebagai PRT di Luar Negeri
Calon pekerja perlu berhati-hati selama proses pendaftaran agar tidak mengalami masalah.
Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari:
Pertama, tidak memeriksa legalitas agen. Selalu periksa identitas dan izin perusahaan sebelum mengikuti proses penempatan.
Kedua, menggunakan dokumen yang tidak sesuai. Pastikan seluruh informasi pada KTP, paspor, dan dokumen pendukung konsisten.
Ketiga, tidak memahami kontrak kerja. Baca seluruh ketentuan sebelum memberikan tanda tangan.
Keempat, menerima tawaran pekerjaan tanpa identitas pemberi kerja. Pastikan lokasi dan jenis pekerjaan dapat diverifikasi.
Kelima, menggunakan visa yang tidak sesuai. Pastikan izin yang dimiliki memperbolehkan pekerja melakukan pekerjaan domestik.
Keenam, tidak menyimpan salinan dokumen. Simpan salinan paspor, visa, kontrak kerja, dan informasi perusahaan penempatan.
Dengan menghindari kesalahan tersebut, calon pekerja dapat mempersiapkan keberangkatan secara lebih aman dan terarah.
Syarat menjadi pekerja rumah tangga di luar negeri tidak hanya berkaitan dengan usia dan kemampuan mengurus rumah tangga. Calon pekerja juga harus memenuhi persyaratan kesehatan, pendidikan sesuai kebutuhan, keterampilan, dokumen administrasi, serta ketentuan visa dan izin kerja. Selain itu, kemampuan bahasa asing dan kesiapan mental dapat membantu pekerja beradaptasi dengan lingkungan kerja baru.
PT Jangkar Global Groups siap membantu memberikan informasi dan konsultasi mengenai persiapan dokumen kerja ke luar negeri, termasuk penerjemahan tersumpah, legalisasi, apostille, serta kebutuhan administrasi dokumen lainnya.